Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Shalat Utaqa, Shalat Sunah Hajat di Bulan Syawwal

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama, kami mendengar shalat utaqa, shalat sunah di bulan Syawwal. Yang saya tanyakan adalah tatacara shalat utaqa dan keutamaannya? Mohon penjelasan. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Karim/Bogor)

Shalat Utaqa, Shalat Sunah Hajat di Bulan Syawwal (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Utaqa, Shalat Sunah Hajat di Bulan Syawwal (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Utaqa, Shalat Sunah Hajat di Bulan Syawwal

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Di bulan Syawwal kita mengenal puasa sunah enam hari. Selain itu, kita juga mengenal shalat sunah sebanyak delapan rakaat yang kemudian disebut dengan nama shalat utaqa.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pembaca yang budiman, shalat sunah utaqa ini mudah diamalkan. Shalat ini berjumlah delapan rakaat. Pada setiap rakaat kita membaca surat Al-Fatihah. Setelah Al-Fatihah, kita membaca 15 kali Surat Al-Ikhlash. Selesai shalat delapan rakaat, kita membaca tasbih sebanyak 70 kali dan shalawat sebanyak 70 kali. Setelah itu kita berdoa sebagaimana doa usai shalat pada lazimnya.

Shalat sunah utaqa ini dapat dikerjakan siang atau malam. Shalat ini dapat dikerjakan dengan empat atau dua salam. Shalat sunah ini juga dapat diamalkan pada tanggal berapa saja di bulan Syawwal karena tidak ada ketentuan perihal tanggal pelaksanaannya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Shalat ini dinamai shalat utaqa (shalat pembebasan) karena Allah SWT akan membebaskan orang yang mengamalkan shalat sunah ini dari impitan utang dan Allah akan memenuhi hajat mereka. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mencantumkan hadits berikut ini perihal keutamaan shalat utaqa.

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Demi Allah, Tuhan yang mengutusku dengan haq, tiada seorang hamba yang mengerjakan shalat ini, melainkan Allah alirkan mata air hikmah di hatinya; Allah gerakkan lisannya untuk mengucapkan kalimat-kalimat mengandung hikmah; dan Allah perlihatkan kepadanya penyakit sekaligus obat dunia. Demi Allah, Tuhan yang mengutusku dengan haq, tiada seorang hamba yang mengerjakan shalat ini sebagaimana aku tunjukkan, melainkan Allah mengampuninya setiap kali ia mengangkat kepalanya dari sujud. Kalaupun ia meninggal, maka kematiannya dinilai sebagai syahid yang membawa ampunan Ilahi. Demi Allah, Tuhan yang mengutusku dengan haq, tiada seorang hamba yang mengerjakan shalat ini di perjalanan, melainkan Allah mudahkan perjalanan berangkat hingga pulang ke tempat yang dituju. Kalaupun ia tengah menanggung utang, niscaya Allah akan menutup utangnya. Kalaupun ia sedang berhajat, niscaya Allah luluskan hajatnya.

Demi Allah, Tuhan yang mengutusku dengan haq, tiada seorang hamba yang mengerjakan shalat ini, melainkan Allah berikan kepadanya sebuah makhrafah untuk setiap huruf dan setiap ayat yang dibacanya.’ Sahabat bertanya, ‘Apa itu makhrafah ya Rasul?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Makhrafah adalah sebuah taman di surga dimana seorang berkuda yang berjalan di bawah naungan salah satu pohon di dalamnya selama seratus tahun tidak juga mencapai tepi naungan itu,’” (Lihat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Al-Ghuniyah li Thalibi Thariqil Haqqi Azza wa Jalla, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan pertama, 1997 M/1417, juz II, halaman 249).

Pada bulan Syawwal ini kita tidak hanya dianjurkan berpuasa sunah sebanyak enam hari. Kita juga dianjurkan untuk mengamalkan shalat sunah utaqa ini di bulan Syawwal. Baiknya kita tidak melewatkan puasa dan shalat sunah Syawwal ini mengingat keutamaan keduanya yang luar biasa.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, RMI NU, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 19 Februari 2018

NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sejumlah pihak berharap Nahdlatul Ulama (NU) tetap kokoh sehubungan menentukan nasib Indonesia 30 tahun mendatang, ujar Instruktur Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV, Adnan Anwar.

?

"Masa depan Indonesia ada di NU. Yang ngomong bukan saya. Tapi sejumlah pejabat negara dan duta besar beberapa negara sahabat," ujar mantan wasekjen PBNU ini, Senin (27/3), pada peserta Susbanpim di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI), Makassar.

NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah

?

Kalau NU-nya kuat, maka Indonesia kuat. Kalau NU-nya lemah, Indonesia lemah. Setiap ada masalah di Indonesia yang menjadi solusi selalu NU. Ia mencontohkan, dari beberapa pemberontakan, NU selalu berpartisipasi menjaga Indonesia. "Kalau tidak ada Banser, Indonesia menjadi negara komunis," kata dia lagi .

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Adnan menambahkan, kalau mau menghancurkan NKRI, hancurkan NU, hancurkan GP Ansor, dan hancurkan Banser.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Dan NU hari ini, faktanya diserang sejumlah pihak. Banser di-bully dengan berita hoax membubarkan pengajian. Faktanya tidak demikian. Tujuan mereka yang menyerang NU hingga Banser itu ingin menghancurkan NKRI yang dilahirkan ulama-ulama," katanya.

Ia menegaskan, Indonesia sudah disepakati 1873 ulama di Aceh. Para orang alim di Serambi Mekah itu telah merumuskan Jumhuriyah Indonesia (Republik Indonesia) dan disebarkan hingga ke Papua untuk membangun cita-cita kesatuan tanah dan bangsa Indonesia.

"Kalau 30 tahun mendatang NU kuat dan masih mempunyai Banser-Banser yang sakti semacam sahabat-sahabat, NKRI masih kuat," ujar Adnan disambut gemuruh tepuk tangan antusias Banser dari Sulawesi, Kalimantan, Papua dan beberapa provinsi lain di Indonesia. (Gatot Arifianto/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Berita, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 12 Februari 2018

PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi menyebut ketepatan makhraj, tajwid, dan penghormatan atas ayat-ayat suci sebagai ketentuan dasar dalam membaca Al-Quran. Sementara varian irama lagu dalam membaca Al-Quran sendiri, menurutnya, lebih luas daripada langgam yang sudah populer di kalangan ahli qiro’ah.

PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya

“Langgam itu soal budaya dan bukan barang haram di dalam Islam,” kata Kiai Masdar kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama di Jakarta, Selasa (19/5) sore.

Lebih lanjut Kiai Masdar mengatakan, salah satu fakta budaya ialah bahasa. Kenapa kalimah Al-Quran hadir dalam bahasa Arab? Karena Allah menghormati budaya Arab. Prinsipnya, bi lisani qoumihim (Menyampaikan dengan bahasa kaum para rasulullah).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Adapun kalamullah sendiri itu bi la harfin wa la shoutin (tanpa huruf dan suara), bukan dalam bahasa Arab atau bahasa bangsa apapun. Tetapi ketika berkomunikasi dengan bangsa Arab, tentu saja kemudian wahyu itu hadir dalam bahasa Arab,” terang kiai Masdar.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dulu kitab-kitab suci pernah berbahasa Ibrani karena yang dikhithabnya komunitas Ibrani, Kiai Masdar menyebut salah satu contoh.

Setiap bahasa itu mengandung sentuhan Ilahi, bukan hanya Arab, Ibrani atau bahasa tertentu. Karena, wa allama adamal asmaa kullaha (Allah mengajari Nabi Adam nama-nama semua benda) ini modal dasar dari bahasa.

Kita menyebut “batu”, “langit”, “bumi”, dan seterusnya, secara lahiriyah memang kreasi budaya. Tetapi di belakang itu, Allah SWT Yang Maha Bicara karena sifat-Nya itu mutakallimun.

Bayangkan kalau wahyu diturunkan di Jawa, untuk nabi Jawa, umat Jawa, tentu hadir dalam bahasa Jawa. Kalau turun di Jepang, tentu wahyu itu berbahasa Jepang, Kiai Masdar menambahkan. Karena normanya itu bi lisani qoumihim, bukan bi lisanil Arab. Jadi, semua bahasa itu baik dan mulia.

“Apalagi hanya soal langgam?” kata Kiai Masdar menanggapi kontroversi pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa di Istana Negara pada Jumat (15/5) malam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Daerah, Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 21 Januari 2018

Jombang Darurat Bencana, PWNU Jatim Terjunkan Relawan

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Bencana banjir yang melanda Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, dan tanah longsor di Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Jombang, mengetuk hati PWNU Jawa Timur untuk menerjunkan para relawan ke lokasi bencana.

Jombang Darurat Bencana, PWNU Jatim Terjunkan Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jombang Darurat Bencana, PWNU Jatim Terjunkan Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jombang Darurat Bencana, PWNU Jatim Terjunkan Relawan

PWNU Jatim dan berbagai lembaga NU, seperti PW Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) SER (Social Emergency Renspons) NU Jatim yang bekerjasama dengan YPM (Yayasan Pendidikan Ma’arif) Sepanjang, Taman, Sidoarjo didampingi Luthfi Prasetiyo dari PC Lakpesdam NU dan Widy Taurus PC LPBI NU Jombang mengirimkan bantuan.

Bantuan yang dikirim berupa beberapa kebutuhan pokok dan didistribusikan langsung ke lokasi pada Kamis (29/1) lalu. “Keberangkatan pengiriman bantuan ke daerah yang ditimpa bencana alam tersebut diikuti oleh beberapa relawan NU,” kata Ketua SER NU Jatim Hasan Muhdlor kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Sabtu (1/2).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rombongan tim tanggap bencana dari Surabaya (PW LPBI SER-NU dan YPM Sepanjang) bertemu dan berkoordinasi dengan rombongan tim dari Jombang (Lakpesdam dan LPBI-NU Jombang) di Balai Pengobatan NU Sayid Abdurahman di sebelah barat Alun-alun Mojoagung.

Setelah berkoordinasi, rombongan dipisah menjadi dua tim. Tim pertama menuju Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito, dan tim kedua menuju Dusun Pekunden, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Tim ini kemudian menuju Dusun Tempel, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung,” tandas Muhdhor. Setelah itu, rombongan tim kedua menuju Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng.

Cak Muhdhor, sapaan akrabnya menandaskan bahwa bantuan bencana alam yang dikumpulkan dari warga Nahdliyin tersebut sebagai wujud kepedulian NU terhadap korban yang saat ini mengalami musibah. “Semoga bantuan yang kita kirim dapat membantu meringankan beban yang dialami korban bencana”, tandasnya.

Selama bencana masih terjadi, tim gabungan akan terus berada di lokasi dalam upaya melakukan evakuasi korban serta mendistribusikan bantuan. “Kami juga melakukan perbaikan dan pembersihan lokasi banjir dan tanah longsor serta merawat sejumlah korban,” ungkapnya. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Kajian Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 20 Januari 2018

Fauzi Bowo Pimpin NU DKI

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama
Fauzi Bowo akhirnya benar-benar tak terbendung untuk meraih kursi Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah NU DKI Jakarta, dalam pemilihan yang digelar Sabtu malam (2/10) lalu.

Tokoh NU yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyingkirkan rivalnya, Gus Wahid —mantan Ketua PWNU DKI, setelah mendapat dukungan lima cabang, dari enam cabang. Calon lain, Maksum Zubair mengundurkan diri dari pencalonan, karena tidak mendapat satupun dukungan dari enam cabang yang mempunyai hak suara.

Seperti dberitakan sebelumnya, Fauzi Bowo mendapat dukungan suara dari PCNU Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu. Sedangkan satu PCNU, yaitu Jakarta Selatan menetapkan dukungan ke Gus Wahid.

Seperti diperkirakan sebelumnya, proses pemilihan berjalan kurang menarik, karena mayoritas cabang telah menyatakan dukungan kepada Fauzi Bowo. Pemilihan yang seharusnya dilakukan dua tahap terpaksa dilakukan satu tahap karena pada tahap pertama Fauzi Bowo telah mendapat lima suara, sedangkan Gus Wahid hanya mendapat satu suara.

Setelah penghitungan suara tahap pertama berakhir, Gus Wahid menyatakan mundur yang kemudian secara otomatis Fauzi Bowo melenggang ke kursi Ketua PWNU DKI tanpa lawan.

Setelah proses pemilihan usai, ratusan peserta dan warga NU DKI yang memadati Aula hotel Evergreen Cisarua Bogor langsung membaca sholawat seraya menyalami Fauzi Bowo secara bergantian.

Selain mendapat dukungan dari mayoritas cabang, Fauzi Bowo juga mendapat support dari sejumlah Badan Otonom (Banom) NU DKI, seperti LDNU, Lakpesdam, IPNU, IPPNU, Fatayat dan Muslimat.

Menurut Ketua LDNU DKI, Muhammad Shodri, Fauzi Bowo memang tokoh yang paling tepat memimpin NU DKI. Sebab, kualitas dan kemampuan dia dalam berorganisasi tidak perlu diragukan. Selain lahir dan besar dari kalangan NU, Fauzi Bowo menurut penilainya, adalah tokoh yang dibutuhkan NU DKI saat ini. “dia juga benar-benar santri,” kata Shodri.

Proses Demokrasi

Di tempat terpisah, Ketua PCNU Jakarta Selatan, Zainal Arifin yang merupakan representasi dari kubu Gus Wahid dapat menerima kekalahan dengan legowo. Baginya, perbedaan sikap politik adalah hal yang wajar dalam NU. Apalagi, NU selama ini dikenal sebagai organisasi yang pro demokrasi.

“Mayoritas cabang mendukung Pak Fauzi Bowo. Hanya kami satu-satunya yang mendukung Gus Wahid. Saya kira itu wajar saja, sebagai bagian dari demokrasi dalam NU. Kami pun menerima Pak Fauzi dengan baik sebagai Ketua PWNU DKI,” kata Zainal.

Sementara itu, Fauzi Bowo dalam sambutanya berjanji akan melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik. Kepercayaan peserta konferwil yang telah memilih dirinya adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan, tidak hanya pada warga nahdliyin, tapi harus dipertanggung jawabkan kepada Allah. “Ini adalah amanah yang diberikan kepada saya dan harus saya jalankan dengan baik,” kata Fauzi.

Menurutnya, NU DKI memiliki potensi yang besar untuk maju. Sebab, NU DKI mempunyai kuantitas dan kualitas warga yang tidak perlu diragukan. Hanya saja, kuantitas dan kualitas warga NU di Jakarta selama ini belum terorganisir dengan baik. Sehingga NU DKI kurang mempunyai peran di masyarakat. “Ulama kita, sebagian besar keluarga NU. Jadi kalau kita dapat memanfaatkan potensi itu dengan optimal, pasti akan membawa kemajuan untuk NU,” ungkapnya.

Program Utama

Selain akan menjalankan program yang diamanatkan oleh konferwil, program utama yang akan dicanangkan oleh Fauzi Bowo adalah mendata dan membuat database warga nahdliyin di DKI Jakarta. Selain itu, struktur NU di semua tingkatan akan dihidupkan kembali dengan memasang plang di setiap tingkatan kepengurusan. Dengan demikian, keberadaan NU DKI akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. “kalau pekara yang kecil aja tidak dilaksanakan bagaimana dengan hal-hal yang besar,” tambahnya.

Dalam paparannya, Fauzi Bowo juga memberikan penghargaan kepada Gus Wahid yang telah membawa banyak kemajuan terhadap NU DKI. “Tidak lupa penghargaan saya berikan pada Gus Wahid yang telah benyak memajukan NU DKI. Tanpa beliau, NU DKI tidak bisa seperti ini,” pujinya.(amh/dm/cih) 
 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama IMNU, Daerah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Fauzi Bowo Pimpin NU DKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Fauzi Bowo Pimpin NU DKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Fauzi Bowo Pimpin NU DKI

Rabu, 10 Januari 2018

Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Peresmian kantor NU Sulawesi Selatan, Rabu (22/8) di halaman kantor Jalan Perintis Kemerdekaan KM 9 berlangsung semarak. Kedatangan rombongan Gubernur Sulsel, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansyah, disambut pagelaran musik merching band yang berasal dari pesantren binaan NU di Sulsel.

Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)
Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)

Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak

Tak berhenti disitu rombongan yang juga diarak dengan Tari Paduppa, dalam tradisi Bugis-Makassar. Tari Paduppa ini sebagai tari-tarian untuk menjemput para bangsawan. Terlihat juga dalam rombongan, Wakil Gubernur Agus Arifin Numang yang juga Mustasyar NU.

Dalam sambutan Ketua Panitia Pembangunan dan Peresmian Kantor NU Sulsel, Andi Majdah M Zain yang juga Rektor Universitas Islam Makassar mengatakan, kantor NU Sulsel ini mulai dibangun pada pertengahan Juli 2013. Pembangunan telah memakan biaya sekitar Rp 7,5 milyar yang berasal dari Pemprov 1 milyar, hamba Allah masing-masing 2 orang Rp 1,5 milyar dan 1 milyar yang tidak disebutkan namanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kemudian sebagai komitmen Universitas Islam Makassar sebagai Kampus milik NU memberikan urungan atau patungan 1 milyar dan selebihnya urungan dari pengurus, dosen-dosen UIM, pengusaha NU dan warga Nahdliyin.

“Kantor NU Sulsel ini setidaknya masih membutuhkan dana sekitar Rp 1,5 milyar untuk pembelian alat kelengkapan kantor, namun sengaja diresmikan untuk menggerakkan hati warga Nahdliyin untuk menyumbang,” imbuh Iskandar Idy dalam sambutannya disambut tertawa oleh ribuan Nahdliyin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya,? pembangunan kantor NU Sulsel ini, semoga mampu menjadi pusat untuk membangkitkan proses-proses berdakwah semua komponen NU di sulawesi selatan, yang sebelumnya lembaga/lajnah dan banom memiliki sekretariat yang berbeda.

Ketua Umum PP Muslimat NU mengapresiasi selesainya dibangun kantor NU ini. Dikatakan, sekarang yang perlu diperhatikan bagaimana NU Sulsel dapat memfungsikan kantor yang berlantai 5 ini sebagai pusat kaderisasi dan dakwah untuk menyebarkan nilai-niai aswaja di tengah masyarakat.

Tak lupa pula PP Muslimat NU juga urungan untuk menutupi kekurangan pembangunan Kantor NU Sulsel ini sebanyak 100 juta.

Dalam ceramah Kiai Said Aqil Siroj menyinggung mengenai amalan-amalan NU Sulsel yang banyak dianggap bidah seperti memuji Nabi, burdah, barazanji, tawassul dan lain sebagainya.

Disisi lain Kang Said menyampaikan wawasan kebangsaan NU, menurutnya di negara Indonesia, tak hanya ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Islam yang dibutuhkan, tetapi ukhuwah wathaniyyah atau persaudaraan sesama warga bangsa sangat dibutuhkan.

“Mengapa timur tengah saat ini sering bergejolak, karena di dalamnya tidak ada kesepakatan bagaimana menjaga keutuhan bangsa atau ukhuwah wathaniyah. Nah, NU jauh hari sudah mengamalkan dan menfatwakan Ukhuwah Islamiyah harus paralel dengan ukhuwah wathaniyah,” katanya.

Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Selatan, mengapresiasi atas selesainya pembangunan Kantor NU Sulsel ini. SYL sapaan akrab Gubernur Sulsel ini berharap NU Sulsel dapat berjalan bersama-sama dengan Pemrov untuk melakukan kerja-kerja sosial, pendidikan dan dakwah.

“Komitmen pemerintah tak diragukan lagi, saya bersama Pak Agus Wagub Sulsel sangat memperhatikan Ormas NU di Sulsel,” katanya disambut tempukan tangan dari warga Nahdliyin yang hadir.

Setelah itu Gubernur dan Kiai Said Aqil Siroj bersama-sama menanda tangani prasasti dan pengguntingan pita didampingi Rais Syuriyah NU Sulsel Gurutta Sanusi Baco, Wakik Gubernur, Ketua Umum PP Muslimat NU, Iskandar Idy, Rektor Universitas Islam Makassar Andi Majdah M Zain, Katib Syuriyah Kiai Ruslan, dan Arfin Hamid.

Acara Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Kantor NU Sulsel. Kemeriahan peresmian kantor NU Sulsel ini, dihadiri mantan-mantan Ketua PWNU Sulsel, Para Mustasyar, Ketua Lembaga/Lajnah, Badan Otonom, PCNU Se Sulsel dan Ribuan Nahdliyin memadati peresmian ini. (Andy Muhammad Idris/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Bahtsul Masail, Habib Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 06 Januari 2018

PAC Muslimat NU Rembang Ngaji 4 Pilar Kebangsaan

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU kecamatan Rembang kota kabupaten Rembang menggelar seminar kebangsaan di Gedung Darul Khadlonah, Rembang, Sabtu (17/10) siang. sebanyak 150 anggota Muslimat datang dari 34 ranting Muslimat NU di kecamatan Rembang dan 9 PAC Muslimat.

Mantan Ketua Muslimat NU Rembang Hj Mahmudah Masykuri menyampaikan, seminar dilakukan sebagai upaya PAC Muslimat NU Rembang dalam memperkuat pengetahuan empat pilar kebangsaan NKRI yang kini kian terkikis oleh beberapa faktor.

PAC Muslimat NU Rembang Ngaji 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC Muslimat NU Rembang Ngaji 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC Muslimat NU Rembang Ngaji 4 Pilar Kebangsaan

"Kami sengaja mengadakan kegiatan seminar empat pilar kebangsaan untuk menguatkan pengetahuan kader Muslimat NU, serta memberikan pengetahuan mengenai perundang-undangan serta tata kelola pemerintahan.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Mahmudah berpendapat, sebagai warga Nahdlatul Ulama sebagai garda terdepan untuk mengawal empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, serta UUD 45 sangat wajib memiliki pengetahuan luas mengenai empat pilar kebangsaan.

"Jika NU yang senantiasa menjadi garda terdepan dalam mengawal empat pilar kebangsaan, maka kita sebagai pengurus Muslimat NU juga membantu langkah NU, dengan cara paham empat pilar kebangsaan serta tatakelola pemerintahan.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Muslimat NU Rembang menggandeng pihak DPD RI. Pertemuan ini disertai dengan penyerahan bantuan kepada sejumlah pesantren di kabupaten Rembang. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Daerah, Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 31 Desember 2017

Pangkas Rambut Gratis bagi Yatim di Pasar Babalan

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kusdi, seorang tukang cukur memiliki cara lain membahagiakan anak yatim. Warga asal dukuh Babalan, Undaan, Kudus ini secara khusus membebaskan ongkos pangkas rambut bagi anak yatim yang datang ke kedainya.

Pangkas Rambut Gratis bagi Yatim di Pasar Babalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pangkas Rambut Gratis bagi Yatim di Pasar Babalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pangkas Rambut Gratis bagi Yatim di Pasar Babalan

Menurut Kusdi, bebas ongkos bagi anak yatim ini merupakan bentuk perhatian dan kepeduliannya dalam membahagiakan mereka."Siapapun yang potong rambut ke sini, hanya bilang dirinya anak yatim, kami gratiskan tidak usah membayar. Mungkin ini yang bisa saya berikan untuk membahagiakan mereka,"ujar Kusdi sambil mengharap keberkahan pada usahanya.

Kusdi mengaku terinspirasi dari juragan tukang cukur Somat di mana dirinya magang sebelum membuka usaha sendiri. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Saat ikut bang Somat, anak yatim yang datang dibebaskan ongkosnya dan ternyata bisa sukses. Hal ini yang saya terapkan pada usaha kami ini," imbuhnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kusdi mulai membuka kedai pangkas rambutnya baru satu tahun, Juni 2013. Ia mematok ongkos Rp 5.000 per orang. Meskipun di Pasar Babalan banyak tukang cukur lainnya, ia setiap harinya mengaku tidak pernah sepi melayani paling sedikit 20 orang.

"Alhamdulillah mas, selalu ramai antara 20-30 orang yang potong rambut ke sini. Waktu ramai, biasanya di malam hari," tutur Kusdi yang sebelumnya menjadi buruh.

Kusdi ke depan bermaksud mengembangkan usaha di kampung halamannya. "Doakan saja semua tetap sukses dan lancar. Insya Allah, tetap memberikan gratisan kepada anak yatim selamanya," pungkasnya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul, Daerah, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 26 Desember 2017

IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?

Sore 14 Juni 2017, IPNU Jakarta Utara membuka acara Pesantren Ramadhan di Pesantren Yatim Al-Khairiyah. Dengan mengangkat tema Ramadhan sebagai Pemersatu Pelajar dalam Menebar Kedamaian dan Keceriaan. ? Acara ini dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 14 Juni 2017 hingga 16 Juni 2017.?

Acara dibuka oleh Ketua IPNU Jakarta Utara, Herly Ramadhani dan perwakilan pihak yayasan, Ust. Abdul Hamid dengan peserta sebanyak kurang lebih 35 orang, dengan rata-rata pendidikan SMP dan SMA. Ditemui setelah acara pembukaan, Zainuddin selaku ketua panitia dan wakil ketua IPNU Jakarta Utara menyatakan tempat ini dipilih karena ingin mengadakan kegiatan pesantren Ramadhan untuk para santri juga.?

IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jakut Tularkan Nilai-Nilai Kepesantrenan bagi Remaja

“Jadi mereka terbiasa dengan kegiatan yang kami buat, apalagi di antara kegiatannya adalah pengajian kitab,” tandas Zainuddin.

Ada berbagai macam agenda yang dilaksanakan, salah satu yang khas adalah pengajian Risalah Ahlusunnah wal Jama’ah karya KH Hasyim Asy’ari yang diisi oleh Muallif selaku Ketua Divisi Dakwah PC IPNU dan Muhamad Masrur sebagai Koordinator Publikasi dan Media.?

“Pembacaan kitab ini selama Kamis dan Jum’at jam 8.30 hingga menjelang dhuhur. Ya, meskipun ada bagian-bagian yang terlihat belum tepat jika dibaca pemula, namun kami pilihkan bagian-bagian yang sesuai dengan mereka, dalam rangka mengenal KH Hasyim Asy’ari juga sebagai pendiri NU,” papar Kholiq sebagai ketua divisi acara.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain pengajian kitab, kegiatan lainnya adalah diskusi dan pengajian masalah ke-NU-an, ke-IPNU-an, serta kebangsaan dan keindonesiaan. Materi ke-NU-an diisi oleh KH Muhammad Nuruddin Rangga selaku sekretaris PCNU Jakarta Utara. Materi ke-IPNU-an diisi oleh Nashrullah, selaku Ketua Divisi Pengkaderan Pengurus Wilayah IPNU DKI Jakarta. Dan, materi kebangsaan dan keindonesiaan diisi oleh Ustz. Nur Hasanuddin sebagai ketua GP Ansor Jakarta Utara.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara ditutup pada Jumat menjelang Maghrib, diakhiri dengan buka puasa bersama dan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim yang tinggal di pesantren. Total santunan yang diberikan sebanyak 2,25 juta rupiah yang diserahkan langsung kepada Edi sebagai perwakilan Pesantren oleh Herly Ramadhani.?

Ketua IPNU berharap semoga tahun depan bisa melaksanakan kembali acara ini dan acara lain yang berhubungan langsung dengan remaja dan pesantren, karena NU sejatinya lahir dari rahim para santri. “Kami berupaya bisa berkontribusi membuat kegiatan positif bagi para remaja di Jakarta Utara dengan nilai-nilai khas ke-NU-an dan kepesantrenan,” tandas Herly. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 20 Desember 2017

Gusdurian Makassar Bincang Minoritas Pasca-Gus Dur

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Komunitas pecinta dan penerus perjuangan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) atau yang menamakan diri “Gusdurian” Makassar, Sulawesi Selatan, mengadakan forum “Membincang Masa Depan Kelompok Minoritas Pasca-Gus Dur” bersama lintas kelompok, Sabtu (8/2).

Acara yang digelar di KopiNu Coffe, Jalan Landak No 39 Makassar ini menjadi rangkaian peringatan  haul Gus Dur yang ke-4 dan Harlah NU yang ke-88. Forum tersebut dihadiri puluhan tokoh dan aktivis dari berbagai kalangan.

Gusdurian Makassar Bincang Minoritas Pasca-Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Makassar Bincang Minoritas Pasca-Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Makassar Bincang Minoritas Pasca-Gus Dur

Mereka, antara lain, berasal dari komunitas Ahmadiyah, PMII Makassar, Pemuda Thionghoa, Koordinator Gusdurian Maluku, Komunitas Sehati, Rauzan Fikr Institut, Ijabi Sulsel, PMKRI dan aktivis muda NU Sulsel. Selain itu hadir juga DR. Kadir Achmad, mantan ketua tanfidziyah PCNU Kota Makassar dua periode; dan Idham Arsyad, Sekjen Komisi Pembaharuan Agraria (KPA) Indonesia.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Aktivis Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Rakyat (Lapar) Makassar Saprillah yang memoderatori forum ini menyatakan bahwa poin dari diskusi ini ingin melihat banyaknya pekerjaan rumah yang harus dilakukan setelah kepergian Gus Dur, khususnya kaitannya dengan kaum minoritas bangsa ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Perbincangan yang berlangsung santai ini juga menampung sejumlah testimoni dari berbagai kelompok minoritas yang hadir tentang pengalaman keberagamaan mereka di tengah masyarakat. Secara garis besar, mereka resah dengan kehadiran kaum ekstremis yang diakui kerap menyudutkan mereka.

“Bagi saya hukum di bangsa ini sudah bagus, cuma orangnya yang bermasalah. Pada saat inilah kami merindukan kehadiran sosok Gus Dur yang baru dan komitmen membela hak-hak kaum minoritas,” tutur Jamaluddin dari komunitas Ahmadaiyah.

Syamsurijal Adhan, Aktivis NU Kota Makassar mengataka bahwa ada dua persoalan yang terjadi di bangsa ini dan kaitannya dengan kelompok minoritas. Yaitu pertama, masalah regulasi dimana negara dalam mengatur agama masih memakai cara pandang kolonial, yang kemudian melahirkan undang-undang penodaan agama.

Menurut dia, meski Gus Dur sudah berupaya mencabut TAP MPR 25 yang juga merupakan bagian bentuk diskriminasi agama, namun nalar sebagian masyarakat belum bisa menerima kenyataan tersebut, sehingga fenomena inipun berimbas ke komunitas adat yang kerap kali distigma sebagai komunitas ateis.

Kedua, hadirnya gerakan fundamentalis baru yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan bangsa. Kelompok inilah yang biasanya memancing gejolok sosial yang bermula dari tingkat bawah termasuk pada pembagunan rumah ibadah dan pembetukan perda-perda agama. (Suaib/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian, Daerah, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 19 Desember 2017

Gus Dur dan Cinta Seorang Tabi’in

Oleh Muhammad Bakhru Thohir

“Walaupun Gus Dur selalu merayakan hari ulang tahunnya pada tanggal 4 Agustus, namun tampaknya teman-teman dan keluarganya yang menghadiri pesta perayaan hari ulang tahunnya di Istana Bogor pada hari Jum’at 4 Agustus 2000 tak sadar bahwa sebenarnya hari lahir Gus Dur bukanlah tanggal itu. Sebagaimana juga dengan banyak aspek dalam hidupnya dan juga pribadinya, ada banyak hal yang tidak seperti apa yang terlihat. Gus Dur memang dilahirkan pada hari keempat bulan kedelapan. Akan tetapi perlu diketahui bahwa tanggal itu adalah menurut kalender Islam, yakni bahwa Gus Dur dilahirkan pada bulan Sya’ban, bulan kedelapan dalam penanggalan Islam. Sebenarnya, tanggal 4 Sya’ban 1940 adalah tanggal 7 September. Gus Dur dilahirkan di Denanyar, dekat kota Jombang, Jawa Timur, di rumah pesantren milik kakek dari pihak ibunya, Kiai Bisri Syansuri.”

Ini adalah paragraf pertama dari buku The Authorized Biography of ABDURRAHMAN WAHID karya Greg Barton. Kok saat saya membaca paragraf pertama buku ini sudah tergambar bahwa sosok Gus Dur adalah seseorang yang tidak kedonyan. Berbeda sekali dengan kita, yang mana kita sering kali bukan hanya terpaut tapi masuk dan tak mau lepas dari perihal keduniawian. Saat ini status sosial amatlah dianggap penting, jumlah follower dan likers di media sosial menjadi barometer kita dianggap sebagai manusia atau tidak.

Gus Dur dan Cinta Seorang Tabi’in (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Cinta Seorang Tabi’in (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Cinta Seorang Tabi’in

?

Dan menyoal ulang tahun, kita sangat berharap bahwa “semua orang tau tanggal ulang tahun kita dan semuanya mengirim doa, tak penting doa dalam gelap, dikirim saja doa itu melalui pesan, ucapan atau perayaan berupa kejutan padaku. Itu lebih penting dan ngena dari pada doa dalam gelap”. Berbeda sekali dengan Gus Dur.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Saya tidak pernah berkenalan dengan Gus Dur, karena sejak saya lahir sudah berada dalam lembaga Gus Dur. Gus Dur bagi saya sama halnya seperti Islam dan NU. Dalam tahapan hidup saya, tak pernah saya memilih untuk beribadah dan mengenal Tuhan melalui cara dan jalan apa. Karena sejak lahir saya ‘telah’ di dalam Islam, NU dan Gus Dur. Sejak kecil saya sudah melaksanakan ritual sholat, puasa dan zakat. Soal syahadat jangan ditanya, itu sudah masuk materi saat masih TK. Sholatku juga mengunakan usholli, kunut dan ada wirid setelahnya, persis seperti yang diucapkan Habib Syech dalam setiap acara solawatan “sholat usholli, kunut dan wirid adalah ibadahnya NU”.?

Pun demikian dengan Gus Dur, saya tidak pernah melalui tahapan kenalan, karena seluruh isi rumah saya mengidolakannya. Bahkan Bapak pernah bilang “kalau dulu Gus Dur mengizinkan warga NU dari Jawa Timur dan Jawa Tengah menyerbu Jakarta saat Gus Dur dimakzulkan, saya akan ke Jakarta” ucap Bapak saat saya beranjak remaja. Cukup bisa diakui kan, kalau saya sudah terlahir di lingkunagn pendukung Gus Dur.

Mungkin jalan hidup saya kurang menarik menurut sebagian teman-teman, karena saya ber-Islam, ber-NU dan ber-Gus Dur secara diturunkan bukan memilih. Saya pun bersepakat dengan anda-anda semua yang mengangap hidup saya tak menarik. Setidaknya alasan utama kenapa saya menganggap hidup saya kurang menarik adalah terlalu homogennya lingkungan masa kecil saya. Saya hampir tak pernah mengenal orang dengan KTP selain Islam sebelum bergabung dengan Jaringan Gusdurian Malang –ini juga alasan kenapa saya bergabung dengan Gusdurian- bahkan saya jarang berinteraksi dengan orang selain NU, meskipun saya mengenal orang-orang selain NU, tapi saya tidak pernah punya urusan yang membuat saya harus berinteraksi. Dan untuk Gus Dur, desaku cukup minim nafas diskusi, meskipun saya tahu bahwa di desa ada perkumpulan pendukung Amin Rais, Megawati dan Akbar Tanjung, tapi para simpatisan ini tak pernah semeja untuk duduk berdiskusi bersama.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Saya bukanlah sahabat Gus Dur, alias yang pernah bertemu langsung dengan beliau. Saya adalah ‘tabi’in’ Gus Dur, karena saya hanya bertemu sabahat-sahabat beliau. Setidaknya sampai umurku yang sudah masuk 23 tahun saat ini, pernah mendengar kisah Gus Dur lansung dari putri sulung beliau Alissa Wahid dan sedikit membaca buku-buku tentang beliau yang ditulis para sahabat.

Kemudian, saya bertemu dengan pemikiran Gus Dur itu seperti saya bertemu dengan komunis. Untuk anak yang lahir di periode sebelum ‘98 hampir pasti menghirup ajaran bahwa komunis adalah sama dengan atheis, bahwa pemikiran ini masuk ketubuh tanpa di pilah –tepatnya tak bisa dipilah, sehingga harus dihirup- seperti okigen yang tak pernah kita memilih akan menghirup oksigen hasil fotosintesis dari pohon apa. Seperti itulah pemikiran Gus Dur yang diam-diam masuk dan menyusupi rongga-rongga otakku.

?

Dia masuk dan memberitahu bahwa Gus Dur adalah seorang yang humanis, pemberani dan pembela wong tertindas. Namun perbedaan antara pemikiran Gus Dur dan komunis adalah saat saya tumbuh dan sedikit-sedikit baca buku mulai berkesimpunan bahwa ‘O... komunis itu seperti ini toh, ternyata diartikan sempit hanya sebagai atheis itu karena ini toh dan untuk kepentingan ini toh, berbeda dengan pemikiran Gus Dur yang masuk ke otakku saat kecil, Gus Dur tak berbeda setelah saya baca-baca dan mendengar cerita-cerita tentang beliau. Gus Dur tetap seorang masterpiece jokedan berkepribadian simpel sekaligus kompleks.

Ini juga yang dikisahkan bapak Qurais Sihab saat peringatan 1000 hari wafatnya Gus Dur, beliau menjelaskan bahwa Gus Dur adalah orang yang simpel dalam satu sisi dan pada waktu yang sama adalah orang yang sangat rumit. Gus Dur juga orang yang sangat realistis sekaligus orang yang percaya supra natural, dan seterusnya dan seterusnya. Seperti itu cara Pak Qurais mengenang Gus Dur, dan kita tahu banyak sekali cara untuk mengenang dan meneladani beliau. Banyak kata serta perilaku beliau yang tiba-tiba sangat relevan saat ini meskipun dulu saat beliau masih ada sering disebut kontroversial.

Gus Dur sudah lebih dekat dengan tuhan sejak Desember 2009. Tanggal 4 bulan 8 ini banyak santri-santri beliau yang akan merayakan hari ulang tahun Gus Dur yang ke 77. Tapi mengenang dan hanya meratapi Gus Dur dengan sendu sedih ,menurutku, bukanlah ciri murid-murid Gus Dur.Ciri murid-murid Gus Dur adalah siapa yang mempersiapkan dirinya untuk menjadi pemimpin bangsa, seorang humanis dan pembela hak manusia yang tertindas selanjutnya.

?

Dan pada akhirnya. Gus, kapan pun engkau dilahirkan. Selamat ulang tahun Gus. Terimakasih telah menjadi guru di Negeri ini. Negeri ini berterimakasih atas segala pikiran sampai tindakanmu. Maafkan kami yang lamban memahami apa maksudmu dulu, sehingga cacian yang muncul dari mulut kami. Tugas kami saat ini adalah melanjutkan dan terus melestarikan pikiran serta perjuanganmu. Pinjami kami keberanian dan semangatmu agar kami tetap kuat menghadapi negeri yang sudah banyak melahirkan mafia ini gus. Gus kami rindu. Selamat ulang tahun.

Penulis adalah Gusdurian asal Malang, Jawa Timur.

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama AlaNu, Santri, Daerah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 14 Desember 2017

Mesir Larang Reality Show Tari Perut

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Otoritas keagamaan di Mesir menilai acara reality show tari perut yang didesain seperti X Factor sebagai "cabul" dan menyerukan agar dihentikan dari penayangan.?

Dar Al Ifta-, lembaga yang memiliki otoritas untuk membuat fatwa di Mesir mengatakan bahwa program tersebut dapat dilihat sebagai bagian dari "kampanye untuk menghancurkan sistem moral rakyat Mesir yang beragama," sebagaimana dilansir oleh ahram online.

Mesir Larang Reality Show Tari Perut (Sumber Gambar : Nu Online)
Mesir Larang Reality Show Tari Perut (Sumber Gambar : Nu Online)

Mesir Larang Reality Show Tari Perut

Program ini hanya melayani "ekstrimis yang bisa menggunakan [program] tersebut untuk memperkuat gagasan bahwa masyarakat menentang agama," katanya dalam sebuah pernyataan di situs resminya.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pemerintah baru-baru ini meluncurkan kampanye melawan ateisme sementara di sisi lain secara paralel melakukan tindakan keras terhadap Islam yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin yang dilarang.?

Mesir akan melalui "tahap kritis" yang mengharuskan masyarakat berkonsentrasi pada "tantangan besar" seperti pembangunan, buta huruf, kesehatan dan terorisme, kata lembaga keagamaan tersebut.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

The Belly Dancer adalah kompetisi yang pertama kali digelar di televisi Mesir. Di antara presenternya adalah penari terkenal Dina.?

Program ini mulai ditayangkan pada saluran Al-Qahira wal Nas Ahad ini dan disiarkan tiga hari dalam seminggu.?

Pada hari Selasa, saluran TV tersebut mengeluarkan pernyataan akan menunda episode mendatang setelah 11 personel keamanan tewas dalam serangan bersenjata di Sinai Utara.?

Selain itu mereka juga akan menambahkan garis hitam ke layar TV sebagai bagian dari tiga hari berkabung.?

Sebelumnya dalam iklan yang ditayangkan oleh TV tersebut, dinyatakan bahwa pemenang akan mendapatkan gelar penari perut terbaik sedunia. (mukafi niam) foto:the dubai safari

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Daerah, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Diberitakan Dukung Full Day School, PBNU: Itu Menyesatkan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. “Judul beritanya menyesatkan”, itulah tanggapan Ketua PBNU H Robikin Emhas dalam menanggapi pemberitaan yang beredar bahwa “PBNU Akhirnya Dukung Kebijakan Full Day School” oleh media online viva.co.id. Terakhir diketahui, judul berita tersebut telah diubah oleh Viva sendiri.

Menurut Robikin, Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 adalah tentang Hari Sekolah yang di dalamnya mewajibkan penyelenggaraan lima sekolah hari dalam sepekan.

Diberitakan Dukung Full Day School, PBNU: Itu Menyesatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Diberitakan Dukung Full Day School, PBNU: Itu Menyesatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Diberitakan Dukung Full Day School, PBNU: Itu Menyesatkan

“Sedangkan Perpres adalah mengenai Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Penyelenggaraan PPK dilakukan dalam enam hari sekolah. Itu poin utamanya. Namun bisa dilakukan dengan lima hari sekolah asal jam pulang sekolah tetap siang pada 12.00-13.00,” jelas Robikin, Selasa (5/9) di Jakarta.

Dalam hal PPK dilaksanakan dengan lima hari sekolah, lanjutnya, maka sejumlah syarat harus dipenuhi. Syarat itu meliputi proses dan forum pengambilan keputusannya hingga syarat objektif yang harus dipenuhi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sesuai janji Presiden Jokowi, Perpres PPK akan menganulir semua peraturan perundang-undangan yang mengatur hari sekolah yang substansinya bertentangan dengan isi Perpres.

Karena menurutnya, lima hari sekolah yang diatur Permendikbud 23/2017 bersifat imperatif (wajib), sedangkan poin utama penyelenggaraan PPK adalah enam hari sekolah.?

Maka, imbuhnya, jika Perpres diterbitkan, secara hukum Permendikbud Nomor 23 Tahun 2107 dengan sendirinya tidak berlaku.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Dengan demikian, tidak mungkin PBNU mendukung Full Day School. Itu alasan mengapa judul berita itu saya katakan menyesatkan,” tandas Robikin.





Poin menyesatkan lainnya dalam berita tersebut yaitu ketika PBNU dinilai menutup rapat-rapat pintu dialog dengan pemerintah soal kebijakan lima hari sekolah tanpa dijelaskan alasannya.

Padahal, PBNU selama ini menutup pintu dialog dengan pemerintah soal kebijakan lima hari sekolah lantaran ajakan diskusi bukan dalam konteks dengar pendapat (hearing), melainkan pada pembahasan kebijakan yang sudah jadi.? (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Daerah, Kajian Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 11 Desember 2017

Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM!

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Para aktivis kampus yang terhimpun dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) hendaknya juga membekali diri dengan pengetahuan agama yang cukup. Bila tidak, justru akan larut dengan gerakan ekstrem yang menjerumuskan.

Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM! (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM! (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM!

Untuk membekali para aktivis BEM di sejumlah kampus, PW Aswaja NU Center Jawa Timur akan melangsungkan Dauroh Aswaja. "Kegiatan yang berlangsung 6 September nanti akan melibatkan pegiat BEM se-Surabaya, Sidoarjo dan Gresik," kata Achmad Nur Fauzi, SHum, Sabtu (29/8).

Ketua panitia kegiatan dauroh ini menandaskan bahwa tantangan Aswaja NU di kampus negeri maupun swasta sangat berat. "Baik di kampus yang berbasis agama Islam maupun umum," kata alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selama ini, para aktivis kampus lebih banyak berkutat dengan kegiatan ekstra maupun intra, dan kurang mendapatkan tambahan dan pendalaman agama. "Dan kalaupun mereka aktif di kegiatan kerohanian Islam, namun belum tahu Islam seperti apa yang akan dikembangkan," kata alumnus Pesantren Sidogiri Pasuruan ini. Karenanya, PW Aswaja NU Center merasa terpanggil untuk memberikan pengenalan dan pendalaman terkait hal ini. lanjutnya.

"Selama dauroh, para peserta akan mendapatkan materi mafahim atau pemahaman Aswaja an-Nahdliyah," kata Ustadz Fauzi, sapaan akrabnya. Demikian juga penjelasan firqah yang ada dalam Islam, serta amaliyah ala NU. "Yang terbaru adalah kemunculan faham liberalisasi agama," tandasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ustadz yang pernah ke Malaysia untuk undangan Aswaja ini memastikan selama dauroh, peserta tidak dikenakan biaya. "Seluruh materi, termasuk konsumsi dan sertifikat, kami berikan secara gratis," katanya.

Diharapkan usai mengikuti dauroh, aktivis kampus mampu memberikan penjelasan kepada para mahasiswa terkait amaliyah dan keyakinan yang ada secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan. "Merekalah yang nantinya akan memberikan warna bagi kiprah BEM di sejumlah kampus," jelasnya.

Sejumlah narasumber akan mengisi dauroh di Kantor PWNU Jatim sejak jam 08.00 hingga petang ini, di antaranya Ustadz Idrus Ramli, Ustadz Maruf Khozin, Ustadz Fathul Qodir, serta Ustadz Ainun Yakin.

Untuk bisa mengikuti kegiatan ini, cukup menghubungi.Fahmi Saifuddin, SH di 085731273000 dan Dr. Neng Siti Nur Chusnul, M.Kes atau Siti Masulah dengan nomor hp 08123519772.

"Tapi kami batasi hanya seratus peserta, karenanya yang berminat bisa segera mendatar," pungkasnya. (Syaifullah/mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Meme Islam, Daerah, RMI NU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 26 November 2017

KBRI Damaskus: Kirim TKW ke Suriah Langgar Perikemanusiaan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kedutaan Besar Damaskus terus melakukan repatriasi warga negara Indonesia (WNI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Tanah Air. Duta Besar RI di Damaskus, Djoko Harjanto, menegaskan bahwa pemulangan atau repatriasi ini merupakan program yang telah berlangsung sejak tahun 2011 karena situasi keamanan di Suriah yang masih sangat mengkhawatirkan dan tidak mungkin kontrak kerjanya diperpanjang lagi.

“Karena kebijakan pemerintah RI untuk menghentikan secara permanen pengiriman tenaga kerja untuk sektor perorangan ke seluruh negara di Timur Tengah. Oleh sebab itu bagi oknum yang terus-menerus mengirimkan tenaga kerja wanita Indonesia ke Timur Tengah, khususnya ke Suriah harus ditindak tegas, karena terang-terangan melanggar undang-undang dan perikemanusiaan,” katanya dalam siaran pers, Senin (8/8).

KBRI Damaskus: Kirim TKW ke Suriah Langgar Perikemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
KBRI Damaskus: Kirim TKW ke Suriah Langgar Perikemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

KBRI Damaskus: Kirim TKW ke Suriah Langgar Perikemanusiaan

Sementara itu, PF Protkons I, Makhya Suminar mengatakan, Pemerintah telah menutup pengiriman TKI ke Timur Tengah, apalagi ke Suriah yang tengah dilanda konflik. Oleh karena itu, para TKI yang akan pulang diingatkan agar tidak mudah terkena bujuk rayu agen atau sponsor yang menjanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi untuk dikirim ke Timur Tengah. Karena pada akhirnya janji manis tersebut hanya akan berakhir pada permasalahan yang berkepanjangan di shelter KBRI Damaskus.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin kemarin KBRI Damaskus kembali melakukan repatriasi gelombang ke-277 kepada 25 orang WNI/TKI ke Indonesia secara langsung via Bandara Damascus International Airport. Para TKI yang direpatriasi tersebut sebagian besar berasal dari Jawa Barat, sisanya berasal dari Jateng, Jatim, dan NTB yang berhasil dipulangkan setelah segala permasalahan dan hak-haknya dengan majikan diselesaikan. Repatriasi kali ini didampingi oleh staf KBRI Damaskus, Henri Toga Sinaga.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Berikut daftar nama repatrian:

1. Adelah bt Yakub Sarin, Tangerang;

2. Asirah binti Muksin, Benten;

3. Darminih bt Casban Asmir, Karawang;

4. Enday bt Tarwan Kasan, Karawang;

5. Erna Harja, Sukabumi;

6. Eyeh Bt Tarmidi Marhani, Sukabumi;

7. Ika Mulyati Apud, Cianjur;

8. Iswati bt Usman Abidin, Dompu NTB;

9. Julekha bt Rohadi Kasnadi, Brebes Jateng;

10. Junenah bt Jupri Jahara, Serang;

11. Kasminah binti Sarkim, Tangerang;

12. Komariah bt Mamun Suganda, Karawang;

13. Lilik Tajudin, Majalengka;

14. Lusi Ariyani bt Slamet Eriyanto, Jakarta;

15. Megawati bt Sumardi Hamzah, Dompu NTB

16. Muliati bt Munir Kamal, Lombok Tengah NTB;

17. Nurhayati bt Pua ahmad Ikhsan, Ende NTB;

18. Ropiah bt Amin Kandi, Purwakarta;

19. Sema bt Kusan Sunip, Sumbawa NTB;

20. Sriwahyuni bt Jumantre Misbah, Lombok Timur NTB

21. Sugiatmi bt Sarijan karya, Probolinggo, Jawa Timur;

22. Sulimah binti Madsahri Cilacap;

23. Sunaya Mukasan, Indramayu;

24. Susilawati bt Kaswan Mustopa, Karawang;

25. Tafriyah bt Abdullah Dulsamad, Indramayu.

Dengan pemulangan sebanyak 25 WNI/TKI ini, maka sampai dengan 8 Agustus 2016 masih terdapat 27 WNI/TKI di shelter KBRI Damaskus tengah diperjuangkan hak-haknya dan jumlah yang ditampung di shelter masih terus bertambah setiap harinya. Sejak tahun 2012 silam, KBRI Damaskus telah merepatriasi 12.455 WNI dari Suriah dalam 277 gelombang. Sepanjang tahun 2016 ini, KBRI Damaskus telah merepatriasi sebanyak 204 WNI/TKI dari Suriah yang terbagi dalam 7 gelombang. Sebanyak 59 dari 204 WNI/TKI tersebut diduga kuat merupakan korban perdagangan orang. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, Daerah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Lesbumi Kudus Gerakkan Tradisi Kesenian Islami

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Meski sempat mati suri, Lembaga Seni Budaya Muslimin (Lesbumi) Kudus kembali menggeliat bangkit. Dengan mengambil momen Peringatan Haul Ke-6 Gus Dur, Lesbumi mengadakan gebyar seni budaya di Kompleks Kampoen Festival Bambu Wulung, Desa Ngembal Rejo, Kudus, Sabtu (30/1).

Menurut Ketua Lesbumi Kudus H Aris Junaidi, kegiatan ini merupakan awal kebangkitan lembaga ini. Pada tahun 70-an, Lesbumi Kudus mengalami kejayaan dengan menggerakan seni drama yang mengisahkan cerita-cerita bernuansa islami. Namun karena waktu itu tidak ada regenerasi, keberadaanya sempat mengalami kevakuman.

Lesbumi Kudus Gerakkan Tradisi Kesenian Islami (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi Kudus Gerakkan Tradisi Kesenian Islami (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesbumi Kudus Gerakkan Tradisi Kesenian Islami

"Menyadari pentingnya keberadaan Lesbumi, kita bangkitkan kembali untuk menggerakkan tradisi seni budaya Islam dan membangkitkan kelompok-kelompok seni di kampung seperti terbang papat," katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Sebagai lembaga kesenian budaya di bawah Nahdlatul Ulama, Lesbumi akan menyuarakan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di bumi Nusantara melalui kreativitas seni dan budaya. Apalagi bangsa ini sedang dalam kondisi serba darurat mulai darurat narkoba, radikalisme hingga darurat teroris.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Makanya, Lesbumi akan memberikan sentuhan-sentuhan lewat pementasan sehingga masyarakat tercerahkan terhadap pemahaman Islam rahmatan lilalamin," imbuhnya.

Terkait momen peringatan Haul Gus Dur, ia menjelaskan guna mengenang dan meneladani kepribadian Presiden Ke-4 RI. "Gus Dur itu selalu menyuarakan Islam rahmatan lilalamin, karenanya kita harus meneladani perilaku sehari-hari," tandasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kegiatan Gebyar Seni Budaya berlangsung selama dua hari mulai Sabtu-Ahad (30-31/1). Sabtu kemarin, diadakan lomba-lomba rebana, lomba teater dan lomba melukis Gus Dur. Kemudian, Ahad malam ini puncak acara peringatan haul Gus Dur yang menghadirkan putri bungsu Gus Dur Inayah Wahid, KH Yusuf Chudlori, dan Bintang Aksi Yunior Binta Athivata.

Acara ini sekaligus menjadi pengukuhan dan pelantikan pengurus Lesbumi Kudus.(Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, AlaNu Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 25 November 2017

Jadi Konduktor Hari Santri, Addie MS: Pengalaman Tak Terlupakan

Purworejo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Musisi besar Indonesia, Addie MS, hadir dan menjadi konduktor dalam resepsi upacara Peringatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan Pondok Pesantren Ash-Shidiqqiyah, Jakarta, Ahad (22/10). 

Jadi Konduktor Hari Santri, Addie MS: Pengalaman Tak Terlupakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Konduktor Hari Santri, Addie MS: Pengalaman Tak Terlupakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Konduktor Hari Santri, Addie MS: Pengalaman Tak Terlupakan

Dalam acara itu, musisi kelahiran Jakarta, 7 Oktober 1959 ini menjadi konduktor atau dirigen para santri dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Yalal Wathon dan Rayuan Pulau kelapa. Kehadirannya di acara ini atas undangan resmi dari pihak penyelenggara.

"Terima kasih kpd Gus Mahrus, Kiai muda brilian pengasuh pondok pesantren yang telah mengundangku. Suatu kehormatan," tulisnya dalam akun instagramnya: @addiems999.

Bagi suami dari penyanyi Memes dan ayah dari Kevin Aprilio dan Tristan Juliano, berada ditengah-tengah santri Pondok Pesantren yang didirikan oleh KH Noer Muhammad Iskandar ini merupakan pengalamam yang tak terlupakan. 

"Terima kasih kepada @chicohakim yang memberi masukan berharga sehingga aku bisa memperoleh pengalaman tak terlupakan bersama seluruh santri dan sesepuhnya di sini," tulisnya. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Berdasarkan data dari Wikipedia Indonesia, Addie Muljadi Sumaatmadja atau yang lebih dikenal dengan Addie MS adalah salah satu dari pendiri Twilite Orchestra dan sampai sekarang masih memegang tampuk konduktor orkestra. Selain seorang konduktor, Addie juga dikenal sebagai pianis, pencipta lagu, komponis, arranger, dan sekaligus produser musik.

Pada tahun 1998, Addie bersama Youk Tanzil dan Victorian Philharmonic Orchestra membuat album rekaman Simfoni Negeriku di Australia, di mana untuk pertama kalinya lagu-lagu nasional dan perjuangan Indonesia diaransemen secara simfonik dan direkam dalam format CD dan kaset. (Ahmad Naufa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Bahtsul Masail, Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 22 November 2017

Sanlat BPUN Waykanan Memberikan Wawasan "Plus-Plus"

Waykanan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) di Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung mendapat apresiasi positif dari peserta yang berasal dari tiga kecamatan dan empat sekolah di daerah tersebut sehubungan memberikan wawasan lebih, ujar sejumlah peserta di Blambangan Umpu, Senin (1/6).

"Kegiatan ini membuat pola pikir kami menjadi optimistis. Sanlat BPUN memberikan wawasan plus-plus bagi saya. Saya tidak ragu lagi mengkampanyekan pentingnya kegiatan luar biasa ini bagi adik-adik kelas saya," ujar Diduri Sri Faridah, peserta dari SMAN 1 Blambangan Umpu.

Sanlat BPUN Waykanan Memberikan Wawasan Plus-Plus (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanlat BPUN Waykanan Memberikan Wawasan Plus-Plus (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanlat BPUN Waykanan Memberikan Wawasan "Plus-Plus"

Sanlat BPUN Waykanan dihelat di Pesantren Tahfidzul Quran 18 Mei hingga 1 Juni 2015. 9 hingga 17 Mei, 27 peserta belajar mandiri setelah mendapatkan modul dari penyelenggara. Namun saat karantina mulai berlangsung, sejumlah peserta mengundurkan diri sehingga diikuti 14 peserta.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Program ini gratis, tanpa dipungut biaya. Tahun depan, kami siap berpartisipasi mencarikan donatur untuk terselenggaranya BPUN di Waykanan sehingga bisa diikuti adik-adik kelas kami," ujar Ayu Sri Ningsih, Siti Husnul Khotimah, Eis Novia, Nindya Fela Roza dan Frastika dari SMAN 1 Blambangan Umpu.

Sejumlah peserta mengaku jarang melakukan sholat wajib di rumah masing-masing. Tapi saat mengikuti Sanlat BPUN, setiap peserta harus mengikuti sholat rawatib berikut tahajud dan dhuha, terkecuali bagi perempuan yang sedang berhalangan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Ini salah satu nilai lebih Sanlat BPUN. Ibadah kami ditempa, bahkan setiap malam Jumat diwajibkan untuk Yasinan," papar Ayu menambahkan. Selain ibadah, Ayu juga mengaku mendapat lecutan semangat dari sejumlah narasumber yang dihadirkan. Salah satu diantaranya, Sekretaris PAC GP Ansor Baradatu Very Triyono.

Very merupakan mahasiswa STAI Maarif Baradatu, Waykanan. Very yang membiayai kuliahnya sendiri dengan berdagang telur puyuh hingga sabun mandi bercita-cita melanjutkan kuliah hingga strata 2.

"Sahabat Very membuat kami mempunyai semangat untuk tidak takut berwirausaha. Kami semakin optimistis melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi," ujar Diduri Sri Faridah lagi.

Manajer BPUN Waykanan Gatot Arifianto menambahkan, kualitas peserta Sanlat BPUN Waykanan 2015, dari pola pikir dan ibadah insyaallah mengalami kenaikan.

"Ibadah yang diajarkan selama Sanlat BPUN harus dilanjutkan dan dilakukan di rumah. Santri BPUN Waykanan harus menjadi satu lilin yang bisa menerangi seribu lilin. Memberikan ilmu bermanfaat akan terus dicatat sebagai amal ibadah. Santri BPUN Waykanan 2015 harus mempunyai saham untuk masuk surga dengan tidak ragu dan malu berbagi untuk sesama," ujar Gatot.

Sanlat BPUN Waykanan diikuti peserta dari empat sekolah, yakni SMAN 1 Blambangan Umpu, SMAN 2 Blambangan Umpu, SMAN 1 Baradatu dan SMAN 2 Gununglabuhan. Berdasarkan hasil musyawarah peserta, Disisi Saidi Fatah dari SMAN 1 Blambangan Umpu dipilih menjadi Ketua Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015, lalu Sekretaris Dicky Afrizal dari SMAN 2 Gununglabuhan dan ? Bendahara Diduri Sri Faridah dari SMAN 1 Blambangan Umpu. Adapun koordinator bidang studi IPA dipercayakan kepada Suryaningsih dan IPS dipercayakan kepada Siti Husnul Khotimah, keduanya dari SMAN 1 Blambangan Umpu.? ? ? ?

Bendahara PC GP Ansor Waykanan Abdullah Candra Kurniawan menyerahkan piagam keapada perwakilan peserta Sanlat BPUN Waykanan 2015 Ocha Sindy Octa Vintika dari SMAN2 Blambangan Umpu disaksikan Manajer BPUN Waykanan Gatot Arifianto dan Pengasuh pesantren Tahfidzul Quran Ustad Ahmad Jasmani. Red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Kyai, Daerah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 20 November 2017

Pernyataan Ketum PBNU Terkait Pilpres 2014

NU merupakan jamiyyah diniyyah ijtimaiyyah, organisasi masyarakat keagamaan. Sejak awal didirikan oleh para Kyai, NU mengemban tugas besar menjaga, merawat, dan mengembangkan ajaran Islam ala Ahlissunnah wal Jamaah di bumi Nusantara.

Karenanya sudah teramat jelas bahwa NU tidak bertujuan meraih kekuasaan politik. Kalaupun harus menyebut istilah politik, maka politik NU adalah politik kebangsaan dan politik kerakyatan. NU menunjukkan bahwa jalan menuju kemaslahatan individual dan kolektif terbentang begitu banyak dan luas. Sementara kekuasaan politik praktis hanya sebagian saja dari berbagai jalan yang ada.

Hingga sekarang dan kelak, NU secara tegas dan teguh memegang komitmen terhadap Khittah 1926 ini. Salah satu pelajaran penting dari Khittah 1926 ialah NU keluar dari batas-batas partai politik. NU meluaskan pandangan dan pengertian terhadap politik. Perluasan pandangan itu beranjak dari sebatas tukar guling kekuasaan meluas menjadi perjuangan kemaslahatan.

 

Pernyataan Ketum PBNU Terkait Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Ketum PBNU Terkait Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Ketum PBNU Terkait Pilpres 2014

Sejak mengemban amanah Ketua Umum PBNU, saya dengan sadar dan sengaja berusaha meneruskan komitmen Khittah 1926. NU bukan bagian dari partai politik apapun. Bukan bagian dari PDIP, GOLKAR, PD, GERINDRA, PKB, PPP, dan seterusnya. Bagi saya, Karena NU jauh lebih besar dari partai, justru di partai-partai itulah tersebar kader-kader NU.

 

Indonesia pasca-reformasi yang antara lain ditandai dengan semangat desentralisasi atau otonomi daerah dibajak oleh penumpang gelap demokrasi. Pembajakan demokrasi di era otonomi itu membuat kekuasaan politik tersebar secara luas dan menyeret masyarakat sipil dalam godaan dan iming-iming duniawi yang tidak mudah dikendalikan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

 

Dalam pusaran semacam itu, unsur-unsur dalam NU kerap diseret-seret untuk terlibat dalam arus kekuasaan politik praktis. Dari level nasional hingga daerah, kecenderungan ini terjadi secara sporadis. Kita tahu bahwa jumlah Nahdliyin, merujuk sejumlah survei akademik, survey pemerintah, dan survey intelijen, memang besar sekali secara demografis. Tidak heran jika Agenda semacam pemilihan kepala daerah, seringkali membuat Nahdliyyin dihitung sebatas sebagai penyumbang suara. Padahal, ini yang kerap dilupakan, besarnya jumlah warga Nahdliyyin merupakan akibat dari perjuangan keaswajaan yang berangkat dari kesadaran, bukan semata akibat dari politik praktis yang berangkat dari hasrat kekuasaan.

 

Hari-hari ini, kita menyaksikan, proses menuju Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 begitu menyita perhatian. Sulit dipungkiri, NU kembali diseret-seret dalam proses tersebut. NU sebagai organisasi tidak layak diperalat untuk menjadi sekadar tim sukses. Yang didukung NU bukan sekadar kandidat, melainkan proses penyelenggaran pemilihan yang jujur, adil, dan bermartabat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

 

Sikap PBNU jelas dan tegas, tidak berpolitik praktis. Tak satupun yang akan mendapat stempel NU. Kalaupun ada pihak-pihak yang membawa-bawa NU untuk dijadikan komoditas politik, sudah pasti itu tidak lebih dari sekadar klaim.

 

Saya menghimbau warga NU untuk memilih pemimpin yang mampu menjadi solusi bagi Indonesia. Warga NU harus menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Tanggung jawab itu terus berlangsung hingga setidaknya lima tahun mendatang. Baik buruknya bangsa ini, ada di tangan kita sendiri.

 

Karena pemilihan presiden hanya merupakan satu tahap saja dari rangkaian pembangunan Indonesia,  jauh lebih penting bagi PBNU untuk mengawal dan mengawasi pemerintahan terpilih. Saya akan berdiri di depan dan pasang badan jika presiden dan wakil presiden terpilih nanti tidak bekerja untuk kedaulatan rakyat. Jadi, tidak hanya 9 Juli yang penting, jauh lebih penting adalah hari-hari panjang sesudahnya.

 

Jakarta, 1 Juni 2014

 

 

DR KH Said Aqil Siroj, MA

Ketua Umum PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Sholawat Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kesebelasan Raubin Siap Melawan Sambu FC Kauman di LSN Jateng Region II

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Dua kesebelasan Pesantren Raubin FC asal Pesantren Raudltul Tholibien Leteh Kabupaten Rembang akan berlaga pada 1 September melawan Sambu FC Kauman asal Pesantren Kauman Lasem. Kedua kesebelasan ini menyatakan siap berlaga di Liga Santri Nasional (LSN) Region Jateng II.

Manajer tim kesebelasan Raubin FC Alwi menyampaikan bahwa tim andalannya siap berlaga melawan Sambu FC Kauman. Sejumlah pemain juga sudah dipersiapkan dan sudah diseleksi secara ketat. Alwi mengatakan, timnya sudah menjalani pemusatan latihan secara rutin tiap Selasa dan Jumat sore.

Kesebelasan Raubin Siap Melawan Sambu FC Kauman di LSN Jateng Region II (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Raubin Siap Melawan Sambu FC Kauman di LSN Jateng Region II (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Raubin Siap Melawan Sambu FC Kauman di LSN Jateng Region II

"Saya sudah mengikuti rapat 18 manajer di Semarang Kamis (25/8). Hasilnya sejumlah peraturan sudah disepakati. Pada kompetisi kali ini, tim yang kalah langsung gugur,” jelasnya.

Kedua tim asal Kabupaten Rembang ini akan bertanding di lapangan militer Yon Arhanudse 15, Jatingaleh, Semarang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Alwi bercerita, LSN ini menggunakan sistem gugur, dan ada verifikasi untuk memastikan bahwa peserta benar-benar santri pesantren. Selain itu, pelaksanaan LSN Regional Jateng II dibagi menjadi tiga zona yaitu zona I meliputi Banyumas dan Pekalongan, zona II meliputi Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Grobogan, Pati, Rembang, dan Blora. Sedangkan zona III meliputi Solo Raya serta Korda Kedu.

Juara pertama dari tiap zona LSN di Jateng nantinya akan ditandingkan di tingkat nasional. Besar kemungkinan semua juara akan dikerucutkan menjadi 32 tim dari seluruh Indonesia, jelas Alwi. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock