Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

Dua Kiai Aziz dari Jombang

Pada sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu 15 April 2017, KH Aziz Masyhuri Denanyar wafat. Berita ini tentu mengejutkan karena pada paginya beliau masih membaca koran dan melanjutkan menulis buku sebagaimana yang dilakukannya selama ini. Dengan demikian berarti dua kiai besar bernama Aziz dari Jombang telah tiada, satunya lagi yaitu KH Aziz Mansyur Paculgowang sudah wafat pada 2015 lalu.

Saya, walaupun tidak lama, pernah mengaji ke beliau berdua. Kiai Aziz Mansyur adalah sosok kiai yang mempunyai etos ilmiah ala Lirboyo, yang tidak lain adalah pondok kakeknya sendiri, karena beliau juga lama mondok di Lirboyo. Gaya ngaji beliau; duduk bersila di depan meja kecil, dilengkapi dengan lampu belajar, serta bersandar di bantal. Diatas meja kecil itu, selain ada kitab dan lampu belajar, juga ada segelas air putih.

Dua Kiai Aziz dari Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Kiai Aziz dari Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Kiai Aziz dari Jombang

Ketika saya mengaji romadhon pada 2014, saya begitu takjub dengan kedisiplinan Kiai yang menjabat dewan syuro PKB ini. Kalau sudah duduk didepan kitab, maka sekitar 2 jam sampai 2, 5 jam ke depan, tidak beranjak dari tempat duduknya, membaca kitab tanpa berhenti, dan tanpa basa-basi. Ketika membaca kitab semacam ini posisi beliau menghadap ke arah kiblat, bertempat di selasar masjid. sementara kami yang mengaji juga menghadap kiblat, berada di belakang beliau. Nah, ini tentunya menguntungkan bagi saya, karena kalau ngantuk tidak akan ketahuan, hehehe.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kitab yang dikaji ba’da taraweh ketika itu adalah al-Asybah wa An-nadhair, dan Dalailul Khoirot. Belum lagi yang dibaca pada waktu pagi dan sore. Dengan etos yang demikian itu, maka wajar kalau dalam kesempatan romadhon yang biasanya tidak sampai tanggal 20 sudah selesai, berhasil menghatamkan beberapa kitab. Sehingga bisa dimaklumi jika santri alumni pondok salaf, semacam Paculgowang dan Lirboyo mempunyai perbendaharaan kitab kuning yang relatif banyak.

Lalu bagaimana gaya Kiai Aziz Masyhuri mengaji? Tempat belia mengaji tidak? ? di masjid, namun di ruang tamu. Beliau duduk di salah satu kursi, kemudian yang mengaji duduk dikursi-kursi yang lain, ada dua set kursi tamu di ruang tersebut. Sebagaimana layaknya menerima tamu, di meja tersaji aneka hidangan, ada makanan kering yang berada di toples-toples dan ada makanan basah, seperti pisang goreng, roti bakar, atau yang lainnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jadwal mengaji satu minggu sekali, saya perhatikan hidangan di atas meja tersebut selalu berganti. Terasa benar bahwa memang itu disiapkan secara khusus untuk orang-orang yang mengaji pada beliau. Tidak berhenti sampai disitu, setiap ada yang datang, tidak lama kemudian ada yang menghidangkan kopi. Di tengah-tengah pengajian biasanya disusul dengan kolak, lalu diakhir ditutup dengan nasi goreng atau tahu petis. Jadi saya katakan pada Anda, bahwa tips mengaji pada Kiai Aziz Masyhuri haruslah dalam kondisi perut kosong, kalau tidak mau keringat dingin, karena harus menghabiskan makanan yang sedemikian banyak.

Nah, begitu kita datang ternyata tidak langsung mengaji kitab, tetapi masih mengobrol kesana-kemari antara setengah sampai satu jam. Bahan obrolan biasanya tentang permasalahan aktual, tentang ke-NU-an, tentang kegiatan-kegiatan beliau, atau seputar penulisan kitab yang sedang beliau kerjakan.

Jujur, awal-awal saya merasa gelisah dengan ritme mengaji seperti ini, karena tidak langsung to the poin. Tapi lama-kelamaan merasakan hal yang berbeda. Apa yang beliau obrolkan tersebut biasanya adalah pandangan atau sikap beliau sebagai seorang kiai menghadapi permasalahan yang sedang terjadi. Jadi ini adalah pengajian aktual, tidak melulu mengaji kitab, tapi juga mengaji kehidupan. Apalagi ketika membaca kitab juga selalu disisipi dengan penjelasan-penjelasan.

Yang dikaji ketika itu adalah kitab Kawakibul Lama’ah karangan Kiai Fadhol Senori Tuban, yang tak lain adalah pamannya sendiri. Mungkin Kiai Aziz Masyhuri produktif mengarang kitab karena terinspirasi oleh Kiai Fadhol ini. Kitab lain karya Kiai Fadhol diantaranya adalah ahlal musyamarah yang menceritakan tentang 10 wali di tanah Jawa. Di tangan Kiai Aziz Masyhuri, keterangan kawakibul lama’ah menjadi sangat luas.

Keterangan tentang apa yang tertulis di kawakibul lama’ah sepertinya sudah nempel banget di lidah beliau. Keterangannya bisa sangat detail. Misalkan saja, ketika masuk pada pembahasan devinisi sunnah dan jama’ah, dalam kitab tersebut menyitir devinisi dari kamus Muhith. Oleh beliau dijelaskan kamus mukhit ini merupakan kamus 4 jilid yang patokannya adalah huruf terakhir dari suatu kata. Misal kata ‘wasala’ yang terdiri dari huruf wawu, sin, dan lam, maka cara mencarinya dari huruf lam.

Keterangan ini kemudian melebar pada jenis-jenis kamus. Dimulai dari Tajul Arus yang merupakan sarah kamus mukhit. Lalu ada juga Misbahul Munir yang menurut beliau merupakan kamus yang paling ‘marem’, karena kalau ada masalah fiqh keterangannya dipanjangkan. Ada juga kamus munjit. Ini adalah kamus yang paling gampang, karena kalau ada yang tidak jelas dikasih gambar. Kelebihan yang lain dari kamus ini ada Faraidul Adab-nya. Namun yang mengarang orang kristen.

Keterangan kamus munjit ini menjadi semakin hidup manakala ditambahi dengan kisah Mbah Kiai Maksum Lasem dan putranya Mbah Kiai Ali Maksum. Mbah Kiai Maksum mengharamkan kamus munjit. Ketika Mbah Kiai Ali Maksum masih dipondok, waktu mau dijenguk ayahnya, santri-santri senior yang punya kamus munjit suruh menyembunyikan. Takut kalau-kalau Mbah Kiai Maksum memeriksa kamar-kamar. Nah, nanti kalau sudah pulang boleh dikeluarkan lagi.

Kitab berikutnya yang dikaji setelah kawakibul lama’ahkhatam adalah kitab tipis berjudul, butlani aqoidul syiah, sebuah kitab yang sepertinya belum ada di penerbitah Indonesia. Karena kami mengkajinya pun dari foto copy-an kitab yang beliau punya. Demikianlah Kiai Aziz Masyhuri, perbendaharaan kitab-kitab langkanya melimpah. Sehingga wajar kalau beliau menjadi rujukan kiai-kiai yang lain, termasuk dari pondok-pondok besar. Namun taqdir kami tidak bisa mempelajari kitab ini sampai selesai, karena setelah libur hari raya, pengajian kitab tersebut belum dilanjutkan lagi sampai beliau wafat.

Beliau memang pernah cerita, bahwa jika sedang haji, yang beliau buru adalah kitab-kitab terbitan timur tengah. Saking banyaknya yang beliau beli, sampai-sampai sebagiannya harus dititipkan ke orang lain yang jatah bagasinya masih ada. Maka wajar, kalau wacana kitab kuningnya di atas rata-rata. Sampai-sampai ketika Dr. Musthofa Ya’qub, imam besar Masjid Istiqlal Jakarta, yang juga karibnya waktu di Tebuireng membuat tulisan di Republika, tentang banyaknya kesamaan ajaran-ajaran NU melalui kitab karangan KH Hayim Asyari yang terkodifikasi dalam Irsyadus Syari, dengan ajaran-ajaran Wahabi, maka Kiai Aziz Masyhuri menegurnya, ketika bertemu di sebuah acara di madura. Hal ini karena Kiai Aziz Masyhuri mempunyai refrensi lain yang menguatkan tentang perbedaan besar antara ajaran NU dan wahabi.

Dengan kekayaan wacana kitab kuning demikian ini, ternyata Kiai Aziz Masyhuri mentransformasikan apa yang dipunyainya itu dengan cara yang santai; mengajar ngaji disambi dengan makan-makan dan ngobrol kesana-kemari. Perut terisi, kepala pun terisi.

Sedangkan Kiai Aziz Mansyur yang mempunyai tradisi dan etos kitab kuning yang disiplin, ternyata pembawaannya tidak dikit-dikit nge-dalil. Saya teringat ketika resepsi pernikahan saya, dalam tausyiahnya beliau malah hanya bercerita, tidak mendalil, tentang bagaimana galaunya ketika beliau dipasrahi untuk meneruskan estafet kepemimpinan pondok pesantren Tarbiyatun Nasihin, selepas ayahnya meninggal. Juga bercerita tentang awal-awal diundang mengaji ke kampung-kampung dengan mengendarai sepeda ontel, lalu beralih naik sepeda motor, lalu beralih memohon kapeda Allah agar diberi kendaraan yang ada iyup-iyupane (ada atapnya: mobil). Selanjutnya tausyiah beliau malah ditutup dengan penjelasan filosofi janur dan lain-lain, yang biasa digunakan di resepsi pernikahan adat Jawa. Allahummaghfirlahuma...

M. Fathoni Mahsun, Kader Gerakan Pemuda Ansor Jombang



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail, AlaSantri, Sholawat Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 02 Februari 2018

Propaganda Kelompok Takfiri Jelas Gerakan Politik, Bukan Gerakan Agama

Subang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Gerakan takfiri yang menuduh bahwa selain kelompoknya adalah kafir dinilai sebagai gerakan yang tidak murni gerakan agama tetapi ditunggangi gerakan politik. Dalam gerakan takfiri itu terdapat muatan politik yang ingin merebut kekuasaan yang sah.

"Ternyata gerakan takfiri ini ujung-ujungnya hormat bendera haram, pemerintah itu thaghut, Pancasila thaghut, tentara dan polisi thagut dan seterusnya sehingga pemerintahan yang ada sekarang harus digulingkan," kata Ketua MWCNU Cipeundeuy Kabupaten Subang KH Asep Zarkasih dalam pengajian walimatul arsy di Subang. Sabtu (16/9) malam.

Propaganda Kelompok Takfiri Jelas Gerakan Politik, Bukan Gerakan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Propaganda Kelompok Takfiri Jelas Gerakan Politik, Bukan Gerakan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Propaganda Kelompok Takfiri Jelas Gerakan Politik, Bukan Gerakan Agama

Ditambahkan, jika takfiri ini murni gerakan agama tentu saja akan mengusung nilai-nilai akhlak karena akhlak merupakan bagian penting yang tidak bisa lepas dari ajaran agama Islam. Dalam kisah Nabi Muhammad pun sudah banyak diceritakan tentang keluhuran akhlak Rasulullah dalam berdakwah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu, kata dia, ajaran Islam yang cocok diterapkan di bumi Nusantara adalah ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah (aswaja) karena ajaran Aswaja telah terbukti berhasil menyatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, adat dan suku bangsa dan bahasa.

"Organisasi yang membentengi ajaran Ahlussunah wal Jamaah di Indonesia adalah NU," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia melanjutkan, dalam berdakwah NU selalu mengedepankan akhlakul karimah sehingga NU bisa berdampingan dengan siapa pun dan kelompok mana pun termasuk dengan kelompok takfiri. Hanya saja kelompok ini selalu menganggap dan menuduh kafir kepada ajaran dan amaliah NU sehingga tuduhan-tuduhan miring yang dialamatkan kepada NU tersebut perlu diluruskan dan diklarifikasi. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail, Fragmen Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 28 Januari 2018

Jangan Banggakan Garis Nasabmu!

? ? ? ?

Jangan Banggakan Garis Nasabmu! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Banggakan Garis Nasabmu! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Banggakan Garis Nasabmu!

Kemuliaan itu disebabkan budi pekerti bukan keturunan. [Maqalah]

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail, Lomba, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 25 Januari 2018

Kiai Said: yang Langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah

Jakarta,Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menceritakan, Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk membangun umat Islam yang moderat. Artinya tidak ekstrem ke kanan dan juga tidak terlalu ekstrem ke kiri ataupun tidak radikal dan juga tidak sekuler, tetapi berada di tengah-tengah.

Kiai Said: yang Langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: yang Langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: yang Langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah

Maka dari itu, Islam adalah moderat itu sendiri. Karena kalau tidak moderat itu tidak Islam dan itu tidak sesuai dengan amanat Allah kepada Nabi Muhammad SAW.

“Kalau tidak wasatan (moderat), (maka) tidak sesuai perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW,” kata Kiai Said saat berceramah dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Daan Mogot Jakarta, Sabtu (21/10) malam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kiai Said menambahkan, dalam sejarahnya ada kelompok-kelompok Muslim yang terlalu liberal dan sekuler seperti Mu’tazilah, tapi mereka tidak bertahan hingga hari ini. Baginya, baik ekstrem kanan ataupun ekstrem kiri akan bubar dengan sendirinya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Wasatan itulah yang paling abadi. Yang langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah,” urainya.

Bagi Kiai Said, ajaran Islam harus disampaikan dan diamalkan dengan cara-cara yang baik dan benar. Jangan sampai mendakwahkan Islam dengan cara-cara yang malah merusak Islam yang damai, toleran, dan menghargai perbedaan. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail, Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 23 Januari 2018

Para Pecinta Gus Dur Ramai-ramai Gelar Haul

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Para pecinta Gus Dur ramai-ramai menggelar haul tokoh yang sangat dikaguminya ini. Tak hanya di Jakarta, peringatan haul ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga digelar di daerah bahkan di luar negeri. 

Para Pecinta Gus Dur Ramai-ramai Gelar Haul (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pecinta Gus Dur Ramai-ramai Gelar Haul (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pecinta Gus Dur Ramai-ramai Gelar Haul

Kemarin, Senin (30/12), ratusan pecinta Gus Dur di Karawang, Jawa Barat, menggelar peringatan serupa di gedung Charles Bussines Center, Karawang. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara yang dimulai sekitar pukul 13.00 tersebut dihadiri beberapa tokoh lintas agama seperti Kristen, Konghucu, dan Islam Abangan. Hadir juga perwakilan pesantren, ormas, dan OKP NU setempat. Diawali  tahlil dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama para tokoh lintas agama. Mereka menyampaikan tesmimoni masing-masing tentang jasa-jasa dan perjuangan Gus Dur, terutama bagi kelompok-kelompok minoritas seperti mereka. 

Acara ditutup dengan pemberian cinderamata buku “Bukti-bukti Gus Dur itu Wali” terbitan ReneBook bekerjasama dengan Internet Marketer Nahdlatul Ulama kepada para panelis diskusi. Juga dibagikan doorprise buku tersebut untuk peserta yang bisa menjawab pertanyaan dari panitia. 

PCINU Turki juga memperingati haul Gus Dur sekaligus seb-i arus Maulana Jalaludin Rumi, yaitu malam dimana Rumi didaulat menjadi pengantin dengan sang kekasih sejatinya Allah anggal 17 Desember 1273 Maulana Jalaludin Rumi meninggal dunia. Dia meminta untuk tidak menangisi kematiannya setelah dia meninggal nanti. Karena Rumi berpikir mati adalah malam pengantin, malam yang penuh kebahagiaan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam acara yang digelar Ahad (29/12) tersebut dilakukan kajian yang menghadirkan 2 narasumber, Ahmad Faiz Irsyad (rais syuriyah PCINU Turki) dan yang kedua Syafiq Hasyim (rais syuriyah PCINU Jerman).

Dalam kajian ini narasumber menyampaikan berbagai hal tentang kearifan dua tokoh, Rumi dan Gusdur. Dalam semua aspeknya baik humanitas, cinta, toleransi, kosmopolitan. 

Kajian yang disiarkan langsung oleh radio PCINU Turki ini berlangsung menarik terbukti dengan banyaknya pertanyaan dari pendengar di Indonesia, Turki dan Jerman.

Sementara itu di Malang haul Gus Dur dilaksanakan tidak hanya oleh warga Nahdliyin saja, tapi juga dari berbagai agama, yang diselenggarakan pada Senin (30/12) Hall Kelenteng Eng An Kiong.

Acara dilaksanakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Malang bekerja sama dengan berbagai organisasi yang bergiat di bidang perdamaian seperti Majlis Ahlut Thariqah Al-Mutabarah Annahdliyah (Matan), Committe for Interfaith Tolerance Indonesia (Cinta Indonesia), Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB), dan Gusdurian Muda Kota Malang.

Acara diawali dengan doa, sambutan panitia, apresiasi seni lintas agama, sambutan perwakilan Walikota Malang, barongsai, karawitan, dan teatrikal musik. Tak lama setelah itu, acara utama dilanjutkan yaitu Testimoni tentang Gus Dur dan Perdamaian dari berbagai pemuka agama yang disampaikan oleh Bunsu Anton Priyono dari agama Kong Hu Cu, pemuka agama Hindu, Ida Bagus Bajre, Romo Yudho Asmoro dari Penghayat Kepercayaan, Romo Eko Putranto (Katolik), Pdt. Yohannes Hariono (Kristen), H. M. Syafiq (Islam), Haryono (Buddha), dan Romo Yudho Asmoro (Penghayat Kepercayaan). 

Putri keempat Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid, memungkasi acara dengan menyampaikan beberapa semangat perjuangan Gus Dur agar bisa dilanjutkan oleh pemuda dan mahasiswa yang berteguh pikiran dan tindakan untuk menguatkan NKRI.

Ribuan warga Nahdliyin Kota Solo juga memperingati Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ke-4 di kompleks halaman Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Solo, Sabtu (28/12) malam. Acara ini bersamaan dengan diadakannya kegiatan pengajian Rijalul Ansor.

“Acara pengajian Rijalul Ansor, biasanya kita adakan pada pekan ke 3. Kali ini kita barengkan dengan peringatan Haul Gus Dur,” terang Ketua GP Ansor Solo, Muhammad Anwar. (aji najmuddin/diana manzila/agus/hari pebrian/mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 19 Januari 2018

NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Demi mewujudkan kemandirian di sektor energi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sedang gencar mengembangkan produksi biogas di daerah setempat dan sejumlah kabupaten lainnya.

NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas

Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) Batang Turjaun mengatakan, sumber energi yang dihasilkan dari limbah peternakan tersebut dapat menjadi bahan bakar alternatif untuk sejumlah kebutuhan, seperti aktivitas memasak dan penerangan.

Turjaun mengaku sudah berhasil membangun biogas digester yang sudah memproduksi biogas dan dimanfaatkan warga di tempatnya. Bahkan, melalui pengembangan teknologi ini, salah satu desanya meraih peringkat dua pada sebuah lomba untuk kategori desa mandiri energi se-Jawa Tengah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Ada permintaan juga di Jawa Barat, petani punya 300 sapi minta dibangunkan biogas dengan kapasitas 30 kubik. Kalau 30 kubik itu minimal bisa (menjadi energi alternatif) untuk 10 rumah,” katanya saat berkunjung ke kantor redaksi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Jakarta, Senin(1/4) sore.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Turjaun, penerapan biogas di daerah yang memiliki potensi peternakan akan membawa keuntungan ekonomis. Selain memanfaatkan limbah yang selama ini cukup terabaikan, juga mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap elpiji, terlebih saat elpiji mengalami kenaikan harga.

Selain di Batang, ia juga mengembangkan teknologi ini di kabupaten lain. ”Di Rembang mulai April ini insyaallah akan dibangun 75 unit biogas digester, hampir per kecamatan ada, masing-masing kapasitas 6m3,” imbuhnya.

Ditambahkan, biogas digester juga akan dibangun di Kabupaten Kendal sebanyak 2 unit, dan di Kabupaten Demak 2 unit, masing-masing berukuran 20m3. Proses pembangunan ini bekerjasama dengan dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng.

Sejauh ini, sambung Turjaun, belum ada hambatan yang berarti untuk tugasnya ini. Hanya saja, teknologi biogas yang pihaknya kembangkan belum sampai pada tahap kemasan dalam tabung, sebagaimana elpiji, sehingga belum bisa dipasarkan secara masif.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam, Pondok Pesantren, Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 10 Januari 2018

Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Peresmian kantor NU Sulawesi Selatan, Rabu (22/8) di halaman kantor Jalan Perintis Kemerdekaan KM 9 berlangsung semarak. Kedatangan rombongan Gubernur Sulsel, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansyah, disambut pagelaran musik merching band yang berasal dari pesantren binaan NU di Sulsel.

Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)
Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)

Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak

Tak berhenti disitu rombongan yang juga diarak dengan Tari Paduppa, dalam tradisi Bugis-Makassar. Tari Paduppa ini sebagai tari-tarian untuk menjemput para bangsawan. Terlihat juga dalam rombongan, Wakil Gubernur Agus Arifin Numang yang juga Mustasyar NU.

Dalam sambutan Ketua Panitia Pembangunan dan Peresmian Kantor NU Sulsel, Andi Majdah M Zain yang juga Rektor Universitas Islam Makassar mengatakan, kantor NU Sulsel ini mulai dibangun pada pertengahan Juli 2013. Pembangunan telah memakan biaya sekitar Rp 7,5 milyar yang berasal dari Pemprov 1 milyar, hamba Allah masing-masing 2 orang Rp 1,5 milyar dan 1 milyar yang tidak disebutkan namanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kemudian sebagai komitmen Universitas Islam Makassar sebagai Kampus milik NU memberikan urungan atau patungan 1 milyar dan selebihnya urungan dari pengurus, dosen-dosen UIM, pengusaha NU dan warga Nahdliyin.

“Kantor NU Sulsel ini setidaknya masih membutuhkan dana sekitar Rp 1,5 milyar untuk pembelian alat kelengkapan kantor, namun sengaja diresmikan untuk menggerakkan hati warga Nahdliyin untuk menyumbang,” imbuh Iskandar Idy dalam sambutannya disambut tertawa oleh ribuan Nahdliyin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya,? pembangunan kantor NU Sulsel ini, semoga mampu menjadi pusat untuk membangkitkan proses-proses berdakwah semua komponen NU di sulawesi selatan, yang sebelumnya lembaga/lajnah dan banom memiliki sekretariat yang berbeda.

Ketua Umum PP Muslimat NU mengapresiasi selesainya dibangun kantor NU ini. Dikatakan, sekarang yang perlu diperhatikan bagaimana NU Sulsel dapat memfungsikan kantor yang berlantai 5 ini sebagai pusat kaderisasi dan dakwah untuk menyebarkan nilai-niai aswaja di tengah masyarakat.

Tak lupa pula PP Muslimat NU juga urungan untuk menutupi kekurangan pembangunan Kantor NU Sulsel ini sebanyak 100 juta.

Dalam ceramah Kiai Said Aqil Siroj menyinggung mengenai amalan-amalan NU Sulsel yang banyak dianggap bidah seperti memuji Nabi, burdah, barazanji, tawassul dan lain sebagainya.

Disisi lain Kang Said menyampaikan wawasan kebangsaan NU, menurutnya di negara Indonesia, tak hanya ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Islam yang dibutuhkan, tetapi ukhuwah wathaniyyah atau persaudaraan sesama warga bangsa sangat dibutuhkan.

“Mengapa timur tengah saat ini sering bergejolak, karena di dalamnya tidak ada kesepakatan bagaimana menjaga keutuhan bangsa atau ukhuwah wathaniyah. Nah, NU jauh hari sudah mengamalkan dan menfatwakan Ukhuwah Islamiyah harus paralel dengan ukhuwah wathaniyah,” katanya.

Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Selatan, mengapresiasi atas selesainya pembangunan Kantor NU Sulsel ini. SYL sapaan akrab Gubernur Sulsel ini berharap NU Sulsel dapat berjalan bersama-sama dengan Pemrov untuk melakukan kerja-kerja sosial, pendidikan dan dakwah.

“Komitmen pemerintah tak diragukan lagi, saya bersama Pak Agus Wagub Sulsel sangat memperhatikan Ormas NU di Sulsel,” katanya disambut tempukan tangan dari warga Nahdliyin yang hadir.

Setelah itu Gubernur dan Kiai Said Aqil Siroj bersama-sama menanda tangani prasasti dan pengguntingan pita didampingi Rais Syuriyah NU Sulsel Gurutta Sanusi Baco, Wakik Gubernur, Ketua Umum PP Muslimat NU, Iskandar Idy, Rektor Universitas Islam Makassar Andi Majdah M Zain, Katib Syuriyah Kiai Ruslan, dan Arfin Hamid.

Acara Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Kantor NU Sulsel. Kemeriahan peresmian kantor NU Sulsel ini, dihadiri mantan-mantan Ketua PWNU Sulsel, Para Mustasyar, Ketua Lembaga/Lajnah, Badan Otonom, PCNU Se Sulsel dan Ribuan Nahdliyin memadati peresmian ini. (Andy Muhammad Idris/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Bahtsul Masail, Habib Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 31 Desember 2017

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah

Bandung, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendidik mahasiswa mahasiswi pada pemahaman organisasi yang “kaffah”. Juga mampu jadi penggerak dakwah dalam membumikan Islam Indonesia dengan nilai-nilai Ahlusunnah wal Jama’ah.

Aktivis PMII Rayon Dakwah dan Komunikasi Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Bandung,? Fajri Idatul Akbar,? mengatakan hal itu dalam rangka Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba.) kegiatan tersebut adalah fase rekruitmen mahasiswa untuk menjadi anggota PMII.

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah

“Kaffah di sini adalah sempurna pemikiran dan ketakwaannya. Jangan hanya kritis, tapi juga transformatif kepada nilai-nilai nasionalis serta berpegang teguh pada ajaran Ahlusunnah Wal Jama’ah,” terang Fajri kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama ketika ditemui di sekretariat PMII di Jalan Manisi, Bandung, Jawa Barat, Senin (16/9).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain kaffah, lanjut Fajri, kegiatan Mapaba pun bertujuan membentuk kader yang ulil albab. Menurut dia, setidaknya ada tiga ciri, pertama manusia yang peka terhadap kenyataan.

Kedua, tambah dia, manusia yang mengambil pelajaran dari pengalaman sejarah, dan ketiga manusia yang giat membaca tanda-tanda alam yang kesemuanya dilakukan dalam rangka berzikir kepada Allah SWT.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Mapaba ini adalah gerbang awal dalam pengkaderan di PMII sebab masih ada gerbang selanjutnya,” kata fajri, yang juga ketua komisariat PMII Cabang Kabupaten Bandung.

Mapaba tersebut sudah digelar pada tanggal 13 sampai dengan 15 September lalu, di Gedung Local Education Center (LEC) Cicalengka bandung. Ratusan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dari berbagai jurusan dan fakultas mengikuti kegiatan tersebut. (Bakti Habibie/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Islam, Lomba, Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 27 Desember 2017

Gandeng BNK, Baanar Pamekasan Tes Urine

Pamekasan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kabupaten Pamekasan melakukan tes urine para pengurus, Senin (19/12). Kegiatan yang menggandeng Badan Narkotika Kabupaten (BNK) setempat tersebut bertempat di gedung Lantai II Pemkab Pamekasan.

Gandeng BNK, Baanar Pamekasan Tes Urine (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng BNK, Baanar Pamekasan Tes Urine (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng BNK, Baanar Pamekasan Tes Urine

"Ini langkah konkret Baanar Pamekasan. Alhamdulillah, hasilnya negatif. Trs urine ini kami jalani di sela-sela pelatihan kader anti narkoba yang digelar BNK Pamekasan," ujar Kepala Baanar Pamekasan Ra Hasan Almandury.

Diterangkan, upaya tes urine merupakan komitmen nyata bahwa pengurus dan anggota Baanar Pamekasan bebas narkoba. Dengan begitu, tidak ada beban moral ketika Baanar mengajak semua lapisan masyarakat memerangi narkoba.

"Usai pelatihan, nantinya akan menyosialisasikan hasilnya ke pengurus Baanar di 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan," janji Ra Hasan.

Hasil negatif dari tes urine menandakan bahwa pengurus Baanar Pamekasan steril dari barang haram tersebut. Sekanjutnya, Baanar akan konsentrasi pada pencegahan, penanggulangan, dan penindakan terhadap peredaran serta pemakaian narkoba.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Para pengurus Baanar Pamekasan yang ikut tes urine, di antaranya Ra Hassan Al-Mandury, Moh Zayyadi, Abede Rosyid Munir, Sukma Firdaus, dan Rosi Madurasta. (Hairul Anam/Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Lomba, Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 13 Desember 2017

Dinginkan Situasi, Kapolres Jember Kunjungi Gedung Ansor

Jember, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Reaksi keras dari sejumlah elemen NU terhadap pernyataan Ahok terkait kesaksian KH Ma’ruf Amin di sidang penistaan agama kemarin lalu mendorong Kapolres Jember Kusworo Wibowo untuk mengunjungi gedung GP Ansor di Jalan Danau Toba 1 Jember, Kamis (2/1). Kapolres dan rombongan diterima oleh jajaran pimpinan GP Ansor Jember.

Pada saat yang sama, Kasatkorwil Banser Jawa Timur HM Abid Umar juga menjadi tamu penting Ansor Jember terkait dengan rencana agenda kegiatan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) di lapangan Secaba tanggal 23-26 Februari mendatang. Jadilah pertemuan tersebut cukup lengkap dan hangat.

Dalam kesempatan tersebut, Kusworo mengajak Banser untuk selalu bersinergi dengan aparat dalam menangani Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Sedangkan terkait dengan kasus pernyataan Ahok terhadap KH Maruf Amin, Kusworo mengimbau agar Banser bersabar dan terus mendorong terciptanya suasana yang sejuk dan kondusif di tengah-tengah masyarakat.

Dinginkan Situasi, Kapolres Jember Kunjungi Gedung Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinginkan Situasi, Kapolres Jember Kunjungi Gedung Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinginkan Situasi, Kapolres Jember Kunjungi Gedung Ansor

“Karena Ahok sudah meminta maaf dan Kiai Maruf Amin juga menerima permitaan maaf itu, maka sebaiknya kita juga memaafkan,” ucapnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara itu, HM Abid Umar menegaskan bahwa Banser akan selalu pro aktif dan siap membantu serta bersinergi dengan petugas dalam mewujudkan Kamtibmas. Sebagai abdi masyarakat, katanya, Banser akan selalu ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan sosial, seperti penanganan korban bencana alam dan sebagainya.

“Namun jika ada pihak-pihak yang sengaja melecehkan ulama, tentu kami tidak rela. Kami harus bela mereka karena Banser adalah benteng dan banteng ulama,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua GP Ansor Jember H Ayub Junaidi. Menurutnya, selama ini pihaknya sudah menjalin sinergi dengan banyak pihak dalam mengabdikan diri di tengah-tengah masyarakat, termasuk dengan TNI dan Polri. Tapi ia mengaku tidak rela jika marwah NU dan ulama, diusik dan NKRI coba dicabik-cabik. Sebab, pendirian NKRI, tak lepas dari perjuangan para pendiri NU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Bagi kami, ulama adalah panutan, dan NKRI adalah bentuk final perjuangan para ulama. Jadi setiap gerakan yang coba-coba merongrong wibawa ulama dan NKRI, kami wajib berada di garis terdepan untuk membelanya,” tegas Ayub. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail, IMNU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 07 Desember 2017

Jelang Konferwil IPPNU Jabar, Peran Perempuan Harus Diteguhkan

Ciamis, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Wanita adalah tiangnya negara, apabila wanita itu baik maka baiklah suatu negara tapi apabila wanitanya hancur maka hancur pula suatu negara. Begitulah sebuah kata hikmah yang sering didengar. Lihatlah urgensi peranan perempuan dalam sebuah kehidupan dan pembangunan suatu bangsa.?

Jelang Konferwil IPPNU Jabar, Peran Perempuan Harus Diteguhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Konferwil IPPNU Jabar, Peran Perempuan Harus Diteguhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Konferwil IPPNU Jabar, Peran Perempuan Harus Diteguhkan

Demikian disampaikan Ketua PC IPPNU Ciamis, Adiesti Mutia Ayu Fadhila, Jumat (18/11) menjelang pergelaran Konferwil PW IPPNU Jawa Barat.

Namun dewasa ini, menurutnya, anggapan bahwa kualitas perempuan dalam pembangunan masih sangat rendah, yang menyebabkan peran kaum perempuan tertinggal dalam segala aspek kehidupan.?

“Maka untuk mengatasinya diperlukan upaya dan strategi mengintegrasikan gender ke dalam arus pembangunan dengan cara menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan,” ujar Adiesti.

IPPNU merupakan sebuah wadah yang meliputi upaya dan strategi untuk memberdayakan perempuan dalam pembangunan.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dengan artian IPPNU hadir dalam potret meningkatkan kualitas dan peran perempuan pada pembangunan semua aspek kehidupan baik itu dalam pembangunan karakter (character building) atau terlibat dalam akselerasi proses pembangunan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Karls (1995) menyatakan bahwa pemberdayaan kaum perempuan sebagai suatu proses kesadaran dan pembentukan kapasitas (capacity building) terhadap partisipasi yang lebih besar, kekuasaan dan pengawasan dalam pembuatan keputusan dan tindakan transformasi agar menghasilkan persamaan derajat yang lebih besar antara perempuan dan kaum laki-laki.?

IPPNU hadir sebagai partner pembangunan. Isu gerakan dan pemberdayaan perempuan yang berkembang berkisar dalam suatu pemikiran bahwa perempuan sebagai sumberdaya pembangunan, dengan kata lain politik gender telah memakai pendekatan Women in Development dimana perempuan terintegrasi sepenuhnya dalam derap pembangunan nasional.?

Konferensi Wilayah IPPNU Jawa Barat mengangkat tema "Perempuan untuk Indonesia" yang akan digelar pada 25-27 November 2016 di Pondok Pesantren Ashidiqiah, Cilamaya Kabupaten Karawang yakni ponpes milik Ketua Tanfidzyah PWNU Jawa Barat.?

Perhelatan Konferensi Wilayah XV ini sebagai bukti bahwa IPPNU Jawa Barat ikut serta dalam setiap derap pembangunan bangsa. ? Sebagai wanita yang berdikari, potret wanita nusantara. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Lomba, Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 27 November 2017

Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla (JK) resmi menutup perhelatan Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Sabtu (26/11) di Asrama haji Pondok Gede Jakarta. Memberikan sambutan setelah Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, JK memberikan ucapan selamat kepada Khofifah sekaligus bangga dengan kiprah Muslimat NU selama.

Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU

JK menilai, problem bangsa ini bukan hanya dalam hal kesejahteraan, tetapi juga keadilan sosial. Upaya ini menurutnya telah dilakukan oleh Muslimat NU sehingga peran organisasi perempuan terbesar di Indonesia ini mempunyai peran strategis.

“Sesuai dengan semangat Islam Nusantara, kesejahteraan dan keadilan sosial harus dibangun seiring sehingga mewujudkan kedamaian,” ujar JK kepada sekitar 2200 kader Muslimat NU yang mengikuti sesi penutupan.

Pria asal Makassar ini menjabarkan, kedamaian hidup berbangsa dan bernegara akan damai jika kesejahteraan dan keadilan sosial terwujud. Menurutnya, Muslimat NU telah melakukan segala upaya untuk mewujudkan tujuan itu melalui berbagai bidang yang telah didirikan dan bekerja nyata.

JK juga memberikan harapan menjelang seabad Muslimat NU. Dia menginginkan kepada Muslimat agar mewujudkan berbagai capaian dan hasil untuk terus mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial umat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Selamat kepada Ibu Khofifah Indar Parawansa. Dipilih secara aklamasi, berarti dia dicintai anggota dan kadernya,” tutur JK sebelum menutup sambutannya.

JK bersama KH Ma’ruf Amin, dan Khofifah resmi menutup kegiatan Kongres yang berlangsung sejak 23 November 2016 itu dengan menabuh rebana diiringi shalawat Nabi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam Kongres Ke-17 Muslimat NU ini, Khofifah dipilih secara aklamasi oleh 34 pengurus wilayah, 525 pengurus cabang, dan 4 pengurus cabang istimewa (Hongkong, Arab Saudi, Malaysia, dan Sudan) yang memiliki hak suara dalam kongres.?

Dengan demikian, perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun lalu ini memegang pucuk pimpinan Muslimat NU selama 4 periode (2000-2021).?

Hadir dalam penutupan Kongres Muslimat NU ini Wantimpres KH Hasyim Muzadi, Founder Mustika Ratu Moeryati Soodibyo, KH Ahmad Bagja, dan para pejabat eselon 1 kementerian. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail, Olahraga, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Abdul Qadir al-Jazairi dan Para Tawanan Kristen

Ahmad Bouyerdene mengatakan bahwa Amir Abdul Qadir al-Jazairi (1808-1883 M) adalah, “Saints among the Princess, the Prince among the Saints—orang suci di antara penguasa, penguasa di antara orang suci.”

Sebelum masuk dalam kisah-kisah beliau dengan para tahanan perang, penting untuk mengetahui terlebih dahulu siapa beliau. Amir Abdul Qadir al-Hasani al-Jazairi adalah seorang syarif (sayyid) dan mursyid Tarekat Qadiriyyah. Ia hafal Al-Qur’an di usia 14 tahun, menguasai berbagai disiplin ilmu, dari mulai fiqih, tasawuf, hingga sastra. Ketika Aljazair dijajah Prancis pada tahun 1832 M, ayahnya diangkat sebagai Amirul Mu’minin dalam sebuah pertemuan berbagai kabilah wilayah Barat Aljazair. Ayahnya menolak karena merasa dirinya terlalu tua. 

Abdul Qadir al-Jazairi dan Para Tawanan Kristen (Sumber Gambar : Nu Online)
Abdul Qadir al-Jazairi dan Para Tawanan Kristen (Sumber Gambar : Nu Online)

Abdul Qadir al-Jazairi dan Para Tawanan Kristen

Lima hari kemudian, di Masjid Agung Mascara, Abdul Qadir al-Jazairi diangkat sebagai Amirul Mu’minin menggantikan ayahnya. Dalam waktu satu tahun, Abdul Qadir berhasil menyatukan berbagai kabilan dan wilayah, memberikan perlawanan sengit kepada Prancis yang memaksa mereka masuk ke meja perundingan dan menyepakati perjanjian damai (Treaty of Tafna). Setelah itu, Ia mendirikan sebuah negara berdaulat, tapi selalu menolak pemberian gelar sultan oleh para bawahan dan pengikutnya. Beberapa tahun kemudian, dengan berbagai intrik dan kelicikannya, Prancis menangkap Amir Abdul Qadir al-Jazairi dan mengasingkannya di Touloun.

Dalam buku The Life of Abdel Kadir: Ex-Sultan of The Arabs and Algeria karangan seorang diplomat Inggris, Kolonel Charles Henry Churchill (1807-1869 M) diceritakan:

Suatu malam seorang wanita muda dengan anak kecil di tangannya, tergesa-gesa masuk ke tenda Uskup Aljazair di perkemahan pasukan Prancis. Ia berlutut dan menyentuh kakinya, sembari berucap dengan wajah penuh duka: “My husband, the father of my child—suamiku, ayah dari anakku.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Suaminya menghilang dalam perang, tidak kembali bersama pasukan lainnya. Ia tidak tahu keadaan suaminya sekarang, menjadi tawanan atau mati di medan perang.

Uskup itu membayangkan nasib seorang tahanan Prancis di tangan orang-orang Arab. Karena tersentuh oleh wanita muda itu, ia menulis surat kepada Abdul Kadir al-Jazairi, yang secara singkat tertulis:

“Tuan tidak mengenalku, tapi profesiku adalah melayani Tuhan, dan atas namaNya mencintai seluruh manusia, anak-anak dan saudaranya. Andai aku dapat mengendarai kuda, aku tak takut kegelapan malam maupun deru badai. Aku akan hadir di depan pintu tenda tuan dan memanggil-manggil tuan. Jika kesanku tentang tuan tidak salah, tuan tidak akan menolaknya. Bebaskan saudaraku yang malang itu, tapi aku tidak bisa datang sendiri.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Izinkan saya mengirimkan salah satu murid untuk menyerahkan surat yang kutulis tergesa-gesa ini kepada tuan... Saya tidak memiliki emas dan perak untuk ditawarkan kepada tuan. Satu-satunya yang bisa saya berikan adalah doa yang tulus dan rasa terima kasih yang dalam dari keluarga yang membuatku menulis surat ini. Berbahagialah orang yang penuh belas kasih, karena mereka mendapatkan rasa belas kasihan.” (Charles Henry Churchill, The Life of Abdel Kadir: Ex-Sultan of The Arabs and Algeria, London: Champan and Hall,hlm 206-207).

Abdul Qadir bin Muhyiddin al-Jazairi membalas surat uskup itu dengan mengatakan:

“Aku telah menerima surat tuan, apa yang tuan minta sama sekali tidak mengejutkanku karena karakter suci tuan. Namun demikian, izinkan aku mengamati titel ganda tuan, sebagai ‘pelayan Tuhan’ dan ‘teman manusia’. (Dengan dua titel itu), seharusnya tuan menuntut tidak hanya kebebasan seorang tawanan saja, tapi semua orang Kristen yang telah menjadi tawanan perang. Dua titel itu membuat tuan tidak akan merasa puas dengan membebaskan dua atau tiga ratus orang Kristen, karenanya tuan harus memperbanyak jumlahnya ke hitungan yang sama dengan orang-orang Islam yang merana di penjara tuan.” (Charles Henry Churchill, hlm 207-208).

Pada 21 Mei 1841 M terjadi pertukaran tawanan perang di Sidi Khalifa, buah dari peleburan dua hati mulia itu.

Kemudian, Amir Abdul Kader dengan keluasan hatinya mengirimkan sekawanan domba dan anak-anaknya ketika mendengar uskup itu mengadopsi anak yatim-piatu akibat perang. Dalam suratnya Ia menulis: “I send you a flock of goat, with their young who are still sucking. With these you will be able for some time longer to nourish the little children you have adopted, and who have lost their mothers—aku mengirimkan tuan sekawanan domba, dengan anak-anaknya yang masih menyusu. Dengan domba-domba ini, tuan akan sedikit terbantu untuk memberi makan anak-anak kecil yang telah tuan adopsi, dan yang telah kehilangan ibu-ibu mereka.” (Charles Henry Churchill, hlm 208).

Kemurahan-hati Amir Abdul Qadir al-Jazairi terhadap tawanan perangnya tercatat rapi di berbagai tulisan orang-orang Barat. Kolonel Churchill menggambarkannya dengan, “almost unparalleled in the annals of warfare—hampir tak tertandingi dalam sejarah peperangan.” Ia memberikan kebebasan terhadap setiap tawanan perang untuk melaksanakan ajaran agamanya, bahkan ia pernah membebaskan semua tawanan perang Prancis dengan mengatakan, “without the food to properly feed them, Islam did not permit him to keep them as captives—tanpa makanan untuk diberikan dengan baik, Islam tidak mengizinkannya untuk menahan mereka sebagai tawanan.”

Kapan pun para tahanan perang berhadapan dengan Amir Abdul Qadir, mereka diperlakukan seperti tamu. Ia sering mengirimi mereka makanan dari dapurnya sendiri. Mereka diberikan pakaian yang baik untuk dikenakan. Salah satu bukti perhatian Amir Abdul Qadir terhadap kebebasan melaksanakan ajaran agama para tawanan perang, ia menulis surat kepada uskup Aljazair.

“Kirimkan seorang pendeta ke perkemahanku. Aku akan berhati-hati menghormatinya sebagai pelayan Tuhan dan wakil Anda. Ia akan berdoa dengan para tahanan setiap hari, menghibur mereka dan menjadi penghubung mereka dengan keluarga mereka. Dengan demikian, ia bisa menjadi sarana bagi mereka untuk mendapatkan uang, pakaian, buku, surat atau segala sesuatu yang mereka inginkan, agar dapat meringankan sukarnya hidup sebagai tahanan. Hanya saja, saat ia tiba di sini, ia tidak diperbolehkan menyinggung pergerakan militer dan keadaan perkemahan dalam surat-suratnya.” (Charles Henry Churchill, hlm 209).

Karena kemurahan-hatinya, beberapa kali para tawanan Prancis menyatakan diri hendak memeluk Islam, tidak sedikit dari mereka yang kemudian memilih Islam sebagai agamanya. Untuk memastikan bahwa tindakan mereka memilih Islam bukan karena ketakutan dibunuh, ia selalu menjawab:

If you do so in good faith, well and good. But if you are needlessly alarmed at your present situation, you will do wrong. Though you are, and remain Christians, not a hair of your heads shall be touched. Consider rather what will happen to you should you return to your countrymen after having renounced your faith. "Would you not be treated as the most criminal of deserters? How can you hope to benefit by the occasion should an exchange of prisoners take place?—jika kau melakukannya karena iktikad baik, itu bagus. Tapi, jika kau melakukannya karena khawatir atas keadaanmu saat ini, kau salah. Meskipun kau orang Kristen dan tetap menjadi Kristen, tidak satupun rambut dikepalamu akan disentuh. Petimbangkanlah apa yang akan terjadi padamu jika kau kembali ke bangsamu setelah meninggalkan keyakinanmu. “Maukah kau diperlakukan sebagai penjahat paling kriminal? Bagaimana bisa kau berharap mendapatkan keuntungan dari hal itu ketika pertukaran tawanan perang terjadi?” (Charles Henry Churchill, hlm 209-210).

Suatu ketika ada seorang tawanan Prancis yang berbicara dengan berani di depan Amir Abdul Qadir al-Jazairi. Ia mengatakan, “I will never renounce my religion. You maycut off my head, but make me a renegade, never!—aku tidak akan pernah meninggalkan agamaku. Kau boleh memenggal kepalaku, tapi membuatku murtad, tidak akan pernah terjadi.”

Amir Abdul Qadir tersenyum dan berkata, “Be perfectly easy, your life is sacred with me, I like to hear such language. You are a brave and loyal man, and merit my esteem. I honour courage in religion more than courage in war—tenanglah, hidupmu aman denganku. Aku menyukai ungkapan semacam itu. Kau adalah seorang pemberani dan loyal, serta pantas dihargai. Aku lebih menghormati keberanian dalam agama daripada keberanian dalam perang.” (Charles Henry Churchill, hlm 210).

Ketinggian pekerti dan kelembutan hatinya membuat petinggi militer Prancis pusing. Mereka memerintahkan para tahanan Prancis yang dilepaskan oleh Amir Abdul Qadir tidak menceritakan keluhuran budinya kepada tentara Prancis lainnya. Jika ada yang melanggar, akan dihukum secara militer. Mereka telah dibuat pusing oleh kekuatan militer Abdul Qadir, ditambah tidak sedikit tentara Prancis yang beralih agama menjadi muslim.

Banyak sekali kisah keteladanan Amir Abdul Qadir al-Jazairi. Keteladanan yang diakui seluruh dunia.Di Amerika Serikat terdapat kota yang mengabadikan namanya, kota Elkader di Iowa. Timothy Davis, John Thompson dan Chester Sage sebagai pendiri kota itumemilih nama Elkaderpada tahun 1846. Sebagai bentuk penghormatan atas keberanian, kemurah-hatian dan kemanusiaan Amir Abdul Qadir al-Jazairi. (www.elkader-iowa.com/Histroy).

William Makepeace Thackeray (1811-1863 M), seorang sastrawan Inggris, menulis puisi khusus untuk Amir Abdul Qadir al-Jazairi dengan judul The Caged Hawk at Touloun (Elang Terpenjara di Touloun) yang menggambarkan keberanian, ketenangan dan kemurahan-hati Amir Abdul Qadir al-Jazairi, serta kelicikan Prancis dalam menjebaknya hingga Ia ditangkap dan dipenjara di Touloun, Prancis. (William Makepeace Thackeray, The Works of William Makepeace Thackeray, vol 25, hlm 19). Bahkan Abraham Lincoln pernah mengirimkan hadiah sepasang pistol sebagai bentuk penghormatan kepadanya.

Apa yang dilakukan Amir Abdul Qadir al-Jazairi bukan tanpa dasar. Ia sedang mempraktikkan ajaran Islam yang luhur, yang dicontohkan oleh Nabi Agung Muhammad Saw. Berbeda dengan yang dilakukan ISIS, membunuhi para tahanan perang dan memperbudak mereka sejadi-jadinya. Bukankah al-Qur’an sendiri mengatakan:

? ? ? ? ? ? ?

“Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan.” (Q.S. al-Insan [76]: 8).

Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Muhammad Afiq Zahara, alumnus Pondok Pesantren al-Islah, Kaliketing, Doro, Pekalongan dan Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 25 November 2017

Jadi Konduktor Hari Santri, Addie MS: Pengalaman Tak Terlupakan

Purworejo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Musisi besar Indonesia, Addie MS, hadir dan menjadi konduktor dalam resepsi upacara Peringatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan Pondok Pesantren Ash-Shidiqqiyah, Jakarta, Ahad (22/10). 

Jadi Konduktor Hari Santri, Addie MS: Pengalaman Tak Terlupakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Konduktor Hari Santri, Addie MS: Pengalaman Tak Terlupakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Konduktor Hari Santri, Addie MS: Pengalaman Tak Terlupakan

Dalam acara itu, musisi kelahiran Jakarta, 7 Oktober 1959 ini menjadi konduktor atau dirigen para santri dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Yalal Wathon dan Rayuan Pulau kelapa. Kehadirannya di acara ini atas undangan resmi dari pihak penyelenggara.

"Terima kasih kpd Gus Mahrus, Kiai muda brilian pengasuh pondok pesantren yang telah mengundangku. Suatu kehormatan," tulisnya dalam akun instagramnya: @addiems999.

Bagi suami dari penyanyi Memes dan ayah dari Kevin Aprilio dan Tristan Juliano, berada ditengah-tengah santri Pondok Pesantren yang didirikan oleh KH Noer Muhammad Iskandar ini merupakan pengalamam yang tak terlupakan. 

"Terima kasih kepada @chicohakim yang memberi masukan berharga sehingga aku bisa memperoleh pengalaman tak terlupakan bersama seluruh santri dan sesepuhnya di sini," tulisnya. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Berdasarkan data dari Wikipedia Indonesia, Addie Muljadi Sumaatmadja atau yang lebih dikenal dengan Addie MS adalah salah satu dari pendiri Twilite Orchestra dan sampai sekarang masih memegang tampuk konduktor orkestra. Selain seorang konduktor, Addie juga dikenal sebagai pianis, pencipta lagu, komponis, arranger, dan sekaligus produser musik.

Pada tahun 1998, Addie bersama Youk Tanzil dan Victorian Philharmonic Orchestra membuat album rekaman Simfoni Negeriku di Australia, di mana untuk pertama kalinya lagu-lagu nasional dan perjuangan Indonesia diaransemen secara simfonik dan direkam dalam format CD dan kaset. (Ahmad Naufa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Bahtsul Masail, Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 23 November 2017

Dubes Baru Amerika Ucapkan Selamat Harlah NU Ke-91

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R Donovam berkunjung ke kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (2/2) sore. Ia diterima langsung Ketum PBNU KH Said Aql Siroj di ruanganya.

“Saya tahu kemarin Nahdlatul Ulama memperingati hari lahir. Karena itu saya mengucapkan selamat hari lahir yang ke-91,” kata dubes yang mengaku baru tinggal di Indonesia selama sekitar dua bulan ini membuka pembicaraan.

Dubes Baru Amerika Ucapkan Selamat Harlah NU Ke-91 (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Baru Amerika Ucapkan Selamat Harlah NU Ke-91 (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Baru Amerika Ucapkan Selamat Harlah NU Ke-91

Joseph baru saja menggantikan dubes Amerika sebelumnya, Robert Orris Blake Junior yang telah mengakhiri masa tugasnya di Indonesia. Sebelumnya, Joseph menjabat sebagai Direktur Institut AS di Taiwan yang telah berdiri sejak 2014.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam pertemuan tersebut, ia mengatakan sangat terkesan dengan umat Islam di Indonesia ketika pertama kali mulai menyapa masyarakat di sini. Joseph bercerita, sebelumnya dirinya disambut dengan ramah saat mengunjungi sebuah pesantren di Jawa Tengah Januari lalu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Joseph mengajak NU untuk menjalin kemitraan dengan pihaknya khususnya di bidang toleransi dan pendidikan. “Ada tujuh ribu pelajar asal Indonesia yang kini sedang belajar di Amerika Serikat. Ini naik tujuh persen. Saya berharap jumlah tersebut terus meningkat,” tuturnya.

Kiai Said menyambut baik tawaran itu dan menyarankan agar banyak warga pesantren yang bisa belajar ke negara berjuluk “Negeri Paman Sam” ini. Sebelumnya ia menyampaikan kritik terhadap presiden baru Amerika Donald Trump yang terkesan menggeneralisisasi Islam dengan label negatif.

Kiai asal Cirebon ini lantas mengenalkan Islam Nusantara yang secara garis besar meyakini bahwa budaya dan agama memiliki hubungan sinergis. “Budaya menjadi infrastruktur agama. Dengan tradisi lokal, Islam di Indonesia menjadi kuat dan tak tercerabut dari masyarakat,” jelasnya.

Joseph yang datang bersama rombongan juga disambut hangat oleh Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, Bendum PBNU H Bina Suhendra, Ketu PBNU H Marsudi Syuhud, Ketua PBNU Robikin Emhas, dan sejumlah pengurus lain. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 22 November 2017

Alternatif Bacaan Doa Ifititah

Do’a Iftitah adalah doa yang dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat al-Fatihah. Doa Iftitah dalam shalat hukumnya sunnah.

Jika seseorang membaca doa Iftitah maka ia mendapatkan kesempurnaan dan tambahan pahala. Kalaupun ditinggalkan juga tidak mengurangi keabsahan shalat tersebut.

Do’a iftitah sendiri sebagaimana yang dibaca Rasulullah saw semasa hidupnya ada beberapa versi. Sebagaimana terdapat dalam Kitab Subulus Salam Syarah Bulughul Maram Karya Imam Ash-Shan’ani, berikut adalah hadits-haditsnya:

Alternatif Bacaan Doa Ifititah (Sumber Gambar : Nu Online)
Alternatif Bacaan Doa Ifititah (Sumber Gambar : Nu Online)

Alternatif Bacaan Doa Ifititah

Pertama adalah riwayat dari Ali Bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah setiap kali shalat selalu membaca doa ini,

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمآوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ، إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ رَبِّيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَظَلَمْتُ نَفْسِيْ وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ذُنُوْبِي جَمِيْعًا إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ، وَاهْدِنِيْ لِأَحْسَنِ الْأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.

Kedua adalah Hadits riwayat Abu Hurairah, bahwa setelah Rasulullah takbiratul ihram, beliau berhenti sejenak sebelum membaca ayat alquran, lalu Abu Hurairah bertanya apa yang dibaca Rasulullah, beliau menjawab dengan membaca doa ini,

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِكِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Ketiga, adalah riwayat Khalifah Umar Bin Khattab, beliau berdoa,

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ.

Demikianlah beberapa doa iftitah yang dibaca oleh Rasuullah saw di dalam shalatnya. Dan secara syariat kitapun dianjurkan untuk memilih salah satunya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Islam, Lomba, Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 06 November 2017

Tokoh Muslim Eropa Berbagi Pengalaman di Indonesia

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama
Tokoh Muslim Eropa, Prof Tariq Ramadan, yang dikenal sebagai pelopor integrasi Islam dengan masyarakat Eropa Barat, mulai Rabu (16/7) akan berkunjung ke Jakarta, guna berbagi pengalaman dengan umat Islam setempat. 

Siaran pers Kedubes Swiss di Jakarta, Rabu, menyebutkan, penulis buku "Teologi Dialog Islam-Barat: Pengalaman Seorang Muslim Eropa" itu dijadwalkan akan berbicara dalam diskusi terbatas di Kampus Universitas Paramadina (18/7), serta memberikan kuliah umum di Gedung Kompas-Gramedia Yogyakarta (21/7) dan di Perpustakaan Nasional di Jakarta (23/7).

Kehadiran Tariq Aziz di Indonesia itu merupakan kerjasama Kedubes Swiss di Jakarta, Penerbit Mizan, Penerbit Teraju, Al-Huda, Program Studi Agama dan Lintas Budaya UGM, Universitas Paramadina, serta Jaringan Islam Liberal.

Tariq Ramadan yang berdomisili di Swiss tersebut saat ini tercatat sebagai pengajar filsafat dan kajian Islam di Universitas Geneva dan Fribourg, Swiss. Ia adalah cucu pendiri organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir, Hassan Al-Banna.

Ikhawanul Muslimin yang didirikan pada 1928 itu tercatat dalam sejarah sebagai sebuah gerakan kebangkitan Islam yang menyebar dari Mesir ke seluruh dunia Islam. Organisasi ini mengecam keras dekadensi moral di Barat dan menganjurkan pengikutnya untuk kembali pada nilai-nilai Islam.

Keterkaitannya dengan tokoh Islam "garis keras" itu tidak membuat Tariq Ramadan menjadi seorang fundamentalis. Ia bahkan memelopori gagasan memadukan hal-hal yang tidak bertentangan dengan agama ke dalam identitas sebagai warga Eropa.

Menurut Tariq Ramadan, tantangan yang dihadapi muslim Eropa yang kini berjumlah sekitar 15 juta jiwa itu adalah memisahkan prinsip-prinsip Islam dari budaya tanah kelahirannya, dan membumikan nilai-nilai budaya itu ke dalam realitas budaya Eropa.

Berkat kegigihannya itulah, kini Islam berangsur-angsur menjadi bagian integral kehidupan beragama di Eropa.(ant/mkf)


 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Bahtsul Masail, Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tokoh Muslim Eropa Berbagi Pengalaman di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Muslim Eropa Berbagi Pengalaman di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Muslim Eropa Berbagi Pengalaman di Indonesia

Minggu, 05 November 2017

Santri Paham Jurnalistik Baik Untuk Negeri

Way Kanan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Santri harus menguasai ilmu jurnalistik karena sesuai tuntutan zaman dan memiliki manfaat positif. Media memiliki peran penting dalam mengabarkan peristiwa dan memberikan perspektif yang jelas.

Demikian disampaikan Pengasuh Pesantren Assiddiqiyah 11 Way Kanan Kiai Imam Murtadlo di Kampung Labuhan Jaya, Kecamatan Gunung Labuhan, Way Kanan, Ahad (24/4).

Santri Paham Jurnalistik Baik Untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Paham Jurnalistik Baik Untuk Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Paham Jurnalistik Baik Untuk Negeri

Menurut Kiai Imam, media memunyai peran penting dalam membangun opini publik. "Jika yang dibangun positif, tidak menjadi soal. Jika sebaliknya, maka akan menjadi persoalan karena itu menjadi penting santri memahami ilmu jurnalistik," kata dia saat menyambut Santri Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kiai Imam berterima kasih kepada pengurus GP Ansor setempat yang memberikan santri Assiddiqiyah 11 pengetahuan jurnalistik.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kemarin sudah dilakukan pengenalan jurnalistik kepada santri, tentunya ini hal positif. Karena ada kegiatan berlangsung satu bulan, baik santri Assiddiqiyah atau BPUN harus diberikan dan mendalami ilmu itu. Negeri ini akan menjadi baik jika santri bisa ilmu jurnalistik," katanya lagi.

Kiai Imam menambahkan, media hari ini dipenuhi opini publlik yang sebagian besar negatif dan tidak selaras dengan Islam rahmatan lilalamin, NKRI, dan Pancasila.

"Kita ini orang Indonesia yang beragama Islam. Bukan orang Islam yang tinggal di Indonesia. Silakan para santri merenungkan kata-kata itu," ujarnya.

Kepada santri BPUN, Kiai Imam mengajak mereka untuk bersabar dan menghargai proses agar menjadi orang berilmu dan bermanfaat.

"Peserta BPUN tidak salah mengikuti kegiatan ini. Selamat bergabung menjadi santri kendati satu bulan. Ahlan wa sahlan di pesantren perjuangan ini," ujarnya memotivasi santri BPUN.

GP Ansor Way Kanan menggelar Pesantren Kilat (Sanlat) BPUN 2016. GP Ansor Way Kanan merupakan satu-satunya pimpinan cabang di Sumatera yang menggelar program utama Yayasan Mata Air itu. (Disisi Saidi Fatah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah, Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 31 Oktober 2017

PMII Lakukan Sosialisasi Bahaya Narkoba kepada Pelajar Se-Kota Banjar

Banjar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, Jawa Barat menggelar sosialisasi bahaya narkoba kepada ratusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) se Kota Banjar bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ciamis dan Polres Kota Banjar di Madrasah Aliyah PK Yaba Al-Maarif, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kamis (21/4).

PMII Lakukan Sosialisasi Bahaya Narkoba kepada Pelajar Se-Kota Banjar (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Lakukan Sosialisasi Bahaya Narkoba kepada Pelajar Se-Kota Banjar (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Lakukan Sosialisasi Bahaya Narkoba kepada Pelajar Se-Kota Banjar

Ketua panitia, Tsabit Andre Habibi, menegaskan bahaya narkoba yang sudah menyasar pelajar perlu penanganan lebih serius oleh semua pihak. Pasalnya, pelajar merupakan generasi bangsa yang perlu diselamatkan sebagai investasi masa depan wajah Negara Indonesia.

“Narkoba menyasar siapapun dan tidak pandang bulu. Untuk segmen pelajar, kami menyasar kepada mereka untuk bersama-sama memeranginya dengan mengampanyekan antinarkoba melalui sosialisasi dan membuat sebuah pesan melalui gambar yang dibuat oleh siswa sebagai simbol perang melawan narkoba,” jelasnya.

Selain kampanye melalui lomba menggambar yang memberikan pesan bahaya narkkoba ditingkatan pelajar, PMII Kota Banjar juga akan mengkader para siswa untuk menjadi Duta Anti Narkoba ditingkatan pelajar sebagai bentuk kontribusi PMII terhadap Kota Banjar.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kami akan diskusikan lebih lanjut dengan pihak terkait baik pemerintah Kota Banjar maupun kepada pihak kepolisisan yang konsen menangani kasus narkoba. Kita ketahui bersama Kota Banjar sebagai pintu gerbang Jawa Barat yang tidak mungkin lepas dari peredaran narkoba yang mampir ke sini. Nah kita antisipasi terlebih dahulu, khususnya para pelajar,” jelasnya.

Sementara itu, Mastur Hamami, perwakilan guru dari sekolah MA PK Yaba Al Ma’arif dalam sambutannya menyatakan apreasiasi langkah yang dilakukan oleh PMII Kota Banjar. Selain untuk mengenalkan siswa pada dunia mahasiswa, juga mengenalkan siswa terhadap bahaya narkoba yang disampaikan oleh BNNK Ciamis dan Polres Kota Banjar.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan, khususnya penyelamatan generasi pemuda dari bahaya narkoba. Walaupun narkoba sudah masuk ke dunia pendidikan dengan beberapa contoh yang beredar melalui media informasi, kami harap melalui sosialisasi ini siswa dapat mengetahui bahaya narkoba,” pungkasnya. (Muhafid/Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail, Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 06 Oktober 2017

Sarbumusi NU Desak Presiden Tindak Tegas Perusahaan Asing Pelanggar Aturan

Jakarta, NU online

Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPP K Sarbumusi) Nahdlatul Ulama meminta Presiden Republik Indonesia tegas terhadap perusahaan asing yang melanggar peraturan berlaku.

Sarbumusi NU Desak Presiden Tindak Tegas Perusahaan Asing Pelanggar Aturan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi NU Desak Presiden Tindak Tegas Perusahaan Asing Pelanggar Aturan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi NU Desak Presiden Tindak Tegas Perusahaan Asing Pelanggar Aturan

Presiden DPP K Sarbumusi NU Syaiful Bahri Ansori, di Jakarta, Kamis (27/7), menegaskan, sejumlah perusahaan asing beberapa kali terpantau menyalahi perundang-undangan. Terkini ialah PT Holcim Indonesia yang melakukan program RBSC (Regional Bussines Service Centre). Perintah sosialisasi diminta dilakukan mulai 25 Juli 2017.

Program tersebut merupakan bentuk lain dari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang berdampak pada buruh khususnya departemen finance (keuangan) dan procurement (pengadaan) yang direncanakan sebanyak 48 orang (dari total karyawan/buruh FICO + 120 orang).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam sosialisasi tersebut, imbuh Syaiful, program tersebut akan dilakukan final (selesai) paling lambat minggu pertama Q4 (sekitar bulan Oktober 2017).

"Serikat Pekerja Holcim Indonesia (SPHI) menolak program ini yang tidak dirundingkan terlebih dahulu antara manajemen dan serikat buruh. Click itu jelas arogansi manajemen Holcim baik regional dan di Indonesia yang sangat tidak melihat peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia," jelas Syaiful.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Berkaitan dengan itu, DPP K Sarbumusi NU meminta Presiden Republik Indonesia untuk menindak tegas perusahaan-perusahaan asing dan atau modal asing supaya patuh dan tunduk terhadap peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia.

"DPP K Sarbumusi NU meminta Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia untuk menindak tegas perusahaan-perusahaan modal asing yang membuat kebijakan berdampak terhadap PHK karyawan tanpa mengikuti peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan di Indonesia," kata Syaiful lagi.

DPP K Sarbumusi meminta Presiden Direktur PT. Holcim Indonesia,Tbk untuk membatalkan kebijakan program RBSC yang berdampak pada PHK karyawan Finance & Procurment, dengan meng-outsorcingkan system keuangan perusahaan kepada Perusahaan asing di Fhilipina.

Alasan penghematan Rp.3,2 M/tahun dari program ini merupakan penghematan dari PHK karyawan bukan dari kebaikan system tersebut karena kontrak ke HEABS +? Rp.158 M/ 10 tahun (+ Rp.15,8 M/tahun).

DPP K Sarbumusi menuntut Pengawas Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menindak tegas dan membuat Nota Pelanggaran, terhadap kasus tersebut dan untuk tidak main mata dengan manajemen perusahaan dalam menyelesaikan kasus pelanggaran ini.

"Kami menghimbau dan menyerukan kepada seluruh karyawan PT.Holcim Indonesia untuk bersatu dan solid melawan segala bentuk kebijakan perusahaan yang merugikan karyawan serta perusahaan yang ada di Indonesia," demikian Syaiful Bahri Ansori. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock