Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

KH Nuril Huda: Mahasiswa Harus Selalu Bergerak!

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. “Mahasiswa harus selalu bergerak. Kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat harus ditentang. Jangan takut salah,” kata KH. Nuril Huda, pendiri PMII 1960 dalam acara Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tasyakuran Harlah ke-52 PMII? di Graha Mahbub Djunaidi PB PMII, Salemba, Jakarta, Senin (16/4) malam lalu.

KH Nuril Huda: Mahasiswa Harus Selalu Bergerak! (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Nuril Huda: Mahasiswa Harus Selalu Bergerak! (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Nuril Huda: Mahasiswa Harus Selalu Bergerak!

Aktivis PMII generasi awal ini berorasi dengan penuh semangat. Ia berkata bahwa kader PMII mesti berani berpikir dan bergerak. Kesalahan dalam melakukan manuver janganlah menghambat laju pergerakan kader PMII. Kesalahan gerakan yang dilakukan mahasiswa bisa dimaklumi oleh masyarakat. Yang diutamakan adalah gerakannya, bukan nilai hasilnya, tandasnya.

Sedikitnya, 200 orang lebih kader PMII menghadiri Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tasyakuran Harlah ke-52 PMII. Mereka memadati halaman yang tersedia. Senin ? malam yang semakin larut, tak mengurangi semangat kader PMII. Sejumlah panitia dan pemuda setempat tampak mengatur lalu lintas. Mereka membantu arus lintasan tetap mengalir lancar mengingat posisi acara berlangsung tepat di simpang tiga Salemba Tengah, Jakarta Pusat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kalimat sambutan KH. Nuril Huda di atas panggung, membakar semangat para kader. Semangatnya sangat relevan dengan tema Harlah PMII ke-52 ‘Kembalikan Kedaulatan ke Tangan Rakyat’. KH. Nuril Huda menegaskan kembali watak pergerakan PMII. PMII sepanjang kiprahnya membuktikan semangat pergerakan dalam setiap manuvernya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

KH Nuril Huda mengulas kembali lembaran kontribusi PMII dalam sejarah pergerakan mahasiswa di Indonesia. Ia menegaskan bahwa PMII sebagai gerakan mahasiswa yang berhaluan Ahlussunah wal Jama‘ah dan ke-Indonesiaan, mesti mengisi lembaran-lembaran pergerakan ke depan sesuai dengan dua haluan itu yang berjiwa gerakan.

Sekurangnya, terdapat dua hal yang menjadi tugas dan tanggung jawab kader PMII sebagai mahasiswa. Baginya, pengetahuan yang mendalam dan keberanian adalah karakter pokok kader PMII. Pengetahuan mendalam mesti digali untuk memahami utuh persoalan yang dihadapi masyarakat. Keberanian adalah pelaksanaan atas pengetahuan yang berwujud gerakan-gerakan konkrit.

Watak dan jiwa gerakan, masih bersarang dalam diri KH. Nuril Huda. Semangatnya tak meredup meski usianya tak lagi bisa dibilang muda. Gelora jiwanya tetap menderu dan berkobar menyala. Ketegasan sikap gerakan dalam jiwanya memantul kepada kader-kader muda PMII. Harlah ke-52 PMII? ini menjadi kesempatan emas bagi kader muda untuk menimba roh gerakan dari KH. Nuril Huda, generasi awal PMII. Semangat yang bergolak dan karakter yang tegas, bisa ditemukan salah satunya dalam jiwa KH. Nuril Huda, pendiri PMII 52 tahun silam.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 18 Februari 2018

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Otoritas bursa saham, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalin kerja sama dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Kerja sama ini merupakan wujud keseriusan BEI untuk terus meningkatkan jumlah investor pasar modal.

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham

Selain penandatanganan memorandum of understanding (MoU), kerja sama Muslimat dengan BEI juga ditandai dengan ? pembukaan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI oleh Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah mengajak kader Muslimat giat berinvestasi. Salah satunya melalui perdagangan di lantai bursa saham.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Mulai sekarang kita menginisiasi pembukaan perdagangan. Semoga kehadiran Muslimat NU di pasar saham memberi kesejahteraan dan membangun kedaulatan ekonomi bangsa serta memperkuat perekonomian, win-win profit," katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebelumnya, sejumlah saham yang tercatat di BEI memang sudah ada yang memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga, ormas perempuan ini sangat yakin untuk mengajak 12 juta kadernya di 33 provinsi untuk ikut ambil bagian di pasar saham.

Wakil Sekretaris Jenderal PP Muslimat NU, Yenny Zannuba Arifah Chafsoh melihat langkah ormasnya bisa mengembangkan dan memajukan pengetahuan tentang pasar modal sebagai sesuatu yang luar biasa. Perempuan yang akrab disapa Yenny Wahid ini sebagai bentuk peningkatan partisipasi serta menambah keterampilan dari kalangan perempuan.

Menurutnya, impian menjadi investor Muslimat didukung potensi kuantitas anggota. Partisipasi aktif anggota Muslimat NU pun diyakininya bisa memberi nilai tambah bagi perekonomian umat.

"Keuangan nasional berimbas pula pada rumah tangga, perempuan harus bisa menyiasati agar tak menjadi korban," kata Yenny.

Dikatakannya, pengetahuan finansial yang didapatkan diiringi praktik di lapangan bakal menambah keistimewaan fungsi perempuan. Sehingga perempuan bukan hanya sekadar menjadi kasir, tapi manajer yang strategis mengatur keuangan.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo, mengatakan, kerja sama yang dibuat kedua pihak ini sebagai wujud untuk mengembangkan sektor pasar modal.

"NU memiliki konstituen di wilayah timur cukup banyak. Kami optimistis kerja sama BEI dan Nahdlatul Ulama ini dapat memberikan kontribusi positif untuk pasar modal Indonesia," kata Uriep.

Direktur pengembangan BEI, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, dengan penandatanganan kerja sama itu diharapkan menjadi kegiatan sosialisasi dan perencanaan investasi bagi muslimat Nadhatul Ulama.

Apalagi, katanya, saat ini di dalam Bursa Efek Indonesia terdapat daftar efek syariah yang bisa dijadikan acuan pilihan investasi. "Kami optimis kerja sama BEI dan Nadhatul Ulama ini dapat memberikan kontribusi positif untuk pasar modal Indonesia dan turut serta memberi kontribusi positif dan meningkatkan jumlah investor," katanya.

Ia menambahkan, saat ini jual-beli saham di BEI juga sudah mendapatkan sertifikat halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Khutbah, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 17 Februari 2018

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Panitia lokal muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum (PPBU), mengundang lebih dari 20 Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) untuk hadir dalam acara “Forum Diskusi dan Reuni PCINU Internasional” yang rencananya akan ditempatkan di Pondok Pesantren al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.

Acara forum diskusi ini akan berjalan di sela-sela muktamar ke-33 NU berlangsung, yakni tanggal 1, 2, 4, dan 5 Agustus 2016. Target acara ini adalah mempertemukan kaum nahdliyin yang berada di luar negeri, baik yang masih aktif maupun yang sudah purna.

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU

“Tanggal 3 Agustus sengaja dikosongkan karena pada tanggal tersebut di masing-masing pesantren dipakai sidang komisi. Jadi Pondok Pesantren Tambak Beras sepakat mengosongkan semua kegiatan muktamar pada tanggal tersebut, dan mengharuskan semua untuk fokus ke sidang komisi,” kata ketua panitia Latif Malik kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Rabu (28/7).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara ini akan diisi dengan diskusi berbagai tema penting, seperti krisis Timur Tengah dan materi muktamar ke-33 NU. “Forum ini akan dibuat santai, mengingat peserta muktamirin dalam forum muktamar biasanya sudah jenuh dengan materi utama muktamar, jadi yang kita tekankan adalah mempererat silaturrahim antar PCINU,” kata pria yang akrab disapa Gus Latif ini.

Dalam forum di atas, panitia akan memberikan berbagai fasilitas untuk peserta, di antaranya adalah 12 kamar penginapan, terdiri dari 8 putra dan 4 putri. Selain itu, peserta juga akan mendapat kartu identitas peserta dan kartu parkir, serta konsumsi tentu saja. Tamu yang diundang dari luar daerah ini juga dapat meminta panitia untuk menjemput mereka di lokasi terdekat, seperti bandara, stasiun kereta api, dan terminal bus.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk konfirmasi kehadiran dan informasi lebih lanjut, peserta bisa menghubungi M. Najih Arromadloni sebagai pelaksana, di nomor ponsel 081938299525. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, AlaNu, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 15 Februari 2018

Transkripsi Lengkap Pidato Panglima TNI pada Peringatan Resolusi Jihad

Peringatan Resolusi Jihad NU 22 Oktober 2015 digelar meriah oleh PBNU di Tugu Proklamasi, Jakarta. Momen tersebut juga menjadi acara penyambutan pucak perjalanan Kirab Hari Santri Nasional yang dilaksanakan sejak tanggal 18 dari Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur. Pagi itu Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo yang datang bersama pasukan khusus dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, memberikan orasi di hadapan para kiai, perwakilan ormas-ormas Islam, serta ribuan pelajar dan santri dari berbagai daerah. Berikut transkripsi lengkap pidato Gatot yang disampaikan menjelang peresmian Hari Santri Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada siang harinya di Masjid Istiqlal:

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Yang terhormat,

Transkripsi Lengkap Pidato Panglima TNI pada Peringatan Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Transkripsi Lengkap Pidato Panglima TNI pada Peringatan Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Transkripsi Lengkap Pidato Panglima TNI pada Peringatan Resolusi Jihad

Ketua-ketua umum ormas Islam

Tokoh tokoh lintas agama

Para pejabat pemerintah daerah dan para pejabat TNI Polri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Para Ulama-Santri segenap para alim ulama para Kiai, hadirin undangan yang bebahagia.

Tidak ada yang pantas kita ucapkan selaian puja dan puji syukur kehaditrat Allah Swt. Karena hanya ats kuasa dan ridhonya kita dapat hadir dalam acara oerungatan 70 Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama di Tugu Proklamasi yang memiliki nilai stratagis.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam kesempatan ini perlu saya jelaskan, mengapa begitu saya diundang saya hadir di sini. Saya datang tidak sendirian, saya datang dengan dengan pasukan-pasukan khusus. Ada Kopasus, ada Marinir, ada Paskas, ada Kostrad, ada Armed.

Ini untuk mengingatkan genrai uda, bahwa perjuangan bangsa sejak proklamasi kemerdekaan tidak dilakukan oleh TNI, tetapi yang merebut kemerdekaan adalah seluruh komponen bangsa, termasuk para ulama. Setelah merdeka baru TNI lahir. Jadi yang memerdekaan bangsa Indonesai bukan TNI, tetapi bapak-ibu kandung TNI, sehingga TNI adalah anak kandung raya.

Karena sejarah mencatat rangkaian peristiwa ini, bersentuhan langsung dengan kedaulatan Republik Indonesia, Terdapat 4 peristiwa penting yang saling memengaruhi dan saling menguatkan yaitu: peristiwa tanggal 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. 5 Oktober hari pembentukan TKR sekarang TNI. 22 Oktober sebagai hari dicetuskannya Resolusi Jihad NU. Dan 10 November pecahnya perang di Surabaya yang kita kenal sebagai hari pahlawan hanya dalam hitungan empat bulan.

Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi terhadap semangat dan motivasi yang ditunjukkan para santri sebagai generasi muda bangsa yang terus memilihara dan meneguhkan komitmennya terhadap perjuangan para pahlawan serta kecintaan pada tanah air, salah satunya diwujudkan pada gerak jalan memperingati Resolusi Jihad yang menempuh jarak ratusan kilometer diawali dari tugu pahlwan di Surabaya dan sampai di tugu proklamasi di Jakarta.

Hadirin undangan, peserta gerak jalan yang berbahagia.

Setelah tujuh puluh tahun berlalu, hikmah dan pelajaran yang diperoleh dari peristiwa Resolusi Jihad antara lain: bahwa perjuangan melawan penjajah saat itu, terkait erat dengan Resolusi Jihad yang dkumandangkan oleh rais akbar NU KH. Hasyim Asyari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Bangsa penjajah tidak rela negeri ini merdeka sehingga berusaha untuk menguasia kembali tanah air kita. NICA membonceng sekutu untuk menguasai tanah air Indoesia, namun hal itu diketahui oleh para pejuang kemerdekaan dan ditindaklanjuti dengan merapatkan barisan untuk menolak kedatangan kolonialis.Untuk itu para santri berkumpul di seluruh wilayah, Jawa, Madura, seluruh Jawa mereka mengatur langkah strategi perjuanangan sebagai kewajiban mempertahankan tanah air dan bangsanya.

Peran KH Hasyim Asy’ari

Dan pada tanggal 17 September 1945, Presiden Sokarno, memohon fatwa hukum mempertahankan kemerdekaan bagi umat Islam kepada KH. Hasyim Asyari, sehingga KH. Hasyim Asyari mengeluarkan sebuah fatwa jihad yang berisikan jihad bahwa perjuangan membela tanah air adalah merupakan jihad fi sabilillah.

Dan selanjutnya menilai situasi di sekitar Surabaya Jawa Timur, atas pemikiran Mayor Jenderal TKR pada waktu itu, Mustopo, sebagai komandan sektor perlawaan Surabaya, bersama Sungkono, Bung Tomo dan tokoh-tokoh Jawa Timur menghadap KH. Hasyim Asyari untuk melakukan perang suci atau jihad dengan sasaran mengusir sekutu dan NICA yang dipimpin oleh Brigjend Mallaby untuk menunjukkan eksistensi adanya perlawanan dan kedaulatan Republik Indonesia. Mengapa demikian, karena pada saat memprokalamasikan kemerdekaan republik Indonesia 17 Agustus 1945, banyak bangsa-bangsa dunia dan PBB belum yakin apakah perjuangan kemerdekaan bangsa ini diberi hadiah oleh penajajah ataukah perlawanan rakyat. Untuk itu makna perjuangan 10 November mempunyai makna yang luar biasa, bahwa bangsa Indonesia bukan diberi tapi melawan mengusir penjajah. Maka lahirlah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yaitu berperang menolak dan melawan penjajah itu fardhu ain yang dikerjakan oleh setiap orang Islam laki-laki, perempuan, anak-anak bersenjata atau tidak.Bagi yang berada dalam jarak lingkaran 94 km dari tenpat masuk dan kedudukan musuh. Bagi orang-orang yang berada di luar jarak lingkaran tadi kewajiban itu menjadi fardhu kifayah yang cukup kalau dikerjakan sebagaian saja untuk membentu perjuangan di wilayahnya.

Tanpa Resolusi Jihad, maka tidak ada perlawanan heroik. Jika tidak ada perlawanan heroik maka tidak ada hari pahlawan 10 November. Dan bisa mungkin mustahil bangsa Indonesia ada seperti saat ini.

Saya ingin pula menceritakan bahwa sebenarnya, perlawanan secara heroik bukan dilaksanakan tanggal 10, tetapi lebih awal. Jada pada saat itu KH. Hasyim Asyari menyampaikan,”Kita tunda, kita menunnggu singa Jawa Barat, yaitu Kiai Abbas bin Abdul Jamil”. Beliau adalah cicit dari MBah Muqoyyim, pendiri pesantren Buntet Cirebon.

Dan KH. Hasyim Asyari memerintahkan setelah Kiai Abbas bin Abdul Jamil datang, memerintahkan bahwa komando tertinggi Laskar Hizbullah diserahkan untuk memimpin langsung penyerangan sekutu di Surabaya pada tanggal 10 November 1945.

Pengaruh yang kuat membuat keputusan KH. Hasyim Asyari tersebut mengundurkan waktu sangat tepat. Sehingga terjadilah pertempuran yang sangat heroik yang kita kenal hari ini menjadi hari pahlawan. Hari ini mempunyai makna yang bisa kita petik bahwa peristiwa tersebut, bahwa perjuangan dan kepentingan mempertahankan kedaulatan negara berdimensi lintas etnis dan lintas wilayah. Siapapun dan di manapun mempunyai kewajiban yang sama membela bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tiga Jimat Jendral Sudirman

Dalam kesempatan ini pula saya ingin mengingatkan, dan menggarisbawahi bahwa perjuangan kemerdekaan Resolusi Jihad, hari pahlawan, dan TNI memiliki hubungan historis yang erat dan menentukan. Kita tahu bahwa panglima TNI yang abadi, yang pertama, yaitu Jendral Sudirman, adalah seorang guru agama, seorang santri. Saya sedikit menceritakan bagaimana perjuangan Jenderal Sudirman. Bahwa pada saat Jendral Sudirman belasan orang melakukan gerilya, ada satu orang penghianat. Maka pada saat Jendral Sudirman di rumah penduduk, karena penghianat ini melaporkan kepada Belanda, dikepung.

Tim pengamanan paling depan melaporkan, “Pak Dhe kita sudah dikepung.”

“Tenang, semuanya ganti pakian, dan berdzikir bersama-sama saya.” (Mereka) melakukan tahlil Lailahaillah, Lailahaillah, Lailahaillah.

Belanda masuk, ditunjukkan anak buahnya Pak Dirman (yang pengkhianat itu), “Ini yang namanya Sudirman, yang Tuan cari-cari selama ini.”

Dilihat-lihat (oleh pihak Belanda),“Saya tidak percaya ini Sudirman.”

“Pak Saya anak buahnya, saya bersama-sama bergerilya.”

Dilihat-lihat lagi, tapi tetap tidak percaya.

Belanda itu mencabut pistol. “Kamu pembohong!” Dan penghianat itu ditembak di depan Pak Dirman.

Makna ini mengingatkan, jangan sekali-kali kita menjadi penghianat bangsa. Baru di dunia saja sudah dihukum oleh Allah apalagi di akhirat nanti.

Kemudian, peristiwa demi peristiwa Pak Dirman dikawal oleh Pak Tjokropranolo, dan Pak Suprajo Rustam. Beliau berdua Pak Tjokropranolo dan Pak Rustam, karena saking penasarannya bertanya. Pak Dirman kadang-kadang dipanggl Pak Dhe kadang-kadang dipanggil Pak Yai. “Pak Yai, saya pingin tahu, jimatnya Pak Yai itu apa? Kita dikepung, Pak Yai tenang saja. Malah penghianat yang ditembak. Kita ditembaki, Pak Yai tenang-tenang saja.”

Beliu menjawab, “Kamu ingin tahu? Saya punya tiga jimat. Jimat yang pertama, saya tidak pernah lepas dari bersuci. Jadi kalau batal wudhu kamu kan bawa kendi saya, saya selalu berwudlu. Itu jimat yang pertama. Jimat yang kedua saya tidak pernah shalat tidak tepat waktu. Selalu bersih, waktunya shalat saya pasti salat, kamu tahu kan? Dan yang ketiga, jimat saya yang kegita adalah semua yang saya lakukan dengan tulus dan ikhlas untuk rakyat dan bangsa Indonesia.”

Wasslamua’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

?

Ditranskripsi oleh Fariz Alniezar

?

Video pidato lengkap Jendral Gatot Nurmatyo bisa dilihat di situs Youtube dengan link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=I24ia_KQ23A

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama RMI NU, Santri, Hikmah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

LAZISNU Kudus Santuni Ribuan Dhuafa

Kudus,Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Lazisnu Kabupaten Kudus mengadakan santunan untuk yatim piatu, fakir miskin, merbot masjid, pemberian modal usaha bagi janda miskin melalui program "NU Berbagai".

Santunan kerja sama GP Ansor, LAZISNU dan Bank BNI Kudus tersebut akan berlangsung pada tanggal 26-29 Ramadhan atau (1-4/7) di kantor PCNU Kabupaten Kudus dan di masing-masing Ranting NU.

LAZISNU Kudus Santuni Ribuan Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Kudus Santuni Ribuan Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Kudus Santuni Ribuan Dhuafa

Jika tahun lalu dana sumbangan dari dermawan dan muzakki terkumpul sejumlah Rp 172.770.000,- maka tahun ini LAZISNU Kudus menganggarkan Rp 869.150.000,-.

"Adapun rencananya rincian jumlah penerima anggaran tersebut yakni 3.971 yatama yang berasal dari madrasah dan Ranting se-Kabupaten Kudus berupa uang atau bingkisan alat sekolah, santunan 1.360 fakir miskin, 550 merbot dan 45 janda miskin," jelas Syaroni Suyanto, Ketua LAZISNU Kudus.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Meski rencana baru akan dilaksanakan pada bulan Juli, tapi pada acara Rapat Kerja Cabang (Rakercab) PC GP Ansor, Sabtu malam lalu (25/6) telah diawali dengan santunan 253 yatama se-Kecamatan Kaliwungu.

Kecamatan Kaliwungu sendiri selama ini telah digadang sebagai kecamatan percontohan program LAZISNU di antara sembilan kecamatan di Kudus. (Istahiyyah/Abdullah Alawi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, AlaSantri, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 21 Januari 2018

IPNU Karawang Nilai Kurikulum 2013 Penuh Masalah

Karawang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Penerapan Kurikulum 2013 saat Ujian Akhir Semester (UAS) tampak menunjukkan kelemahanya bagi sekolah berstandard nasional yang ditunjuk sebagai model uji coba tahun ini. Berdasarkan riset IPNU Karawang, sistem penilaian dalam Kurikulum 2013 juga terkesan menyamaratakan kapasitas guru dengan muridnya.

Sekretaris IPNU Karawang Benny Ferdiansyah menilai,  Kurikulum 2013 bertentangan dengan UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Karena, dalam Kurikulum 2013 penekanan pengembangan kurikulum hanya didasarkan pada orientasi pragmatis. Sementara sistem KTSP 2006 tidak dijadikan patokan evaluasi terlebih dahulu di samping memastikan normal tidaknya pelaksanaan sistem tersebut.

IPNU Karawang Nilai Kurikulum 2013 Penuh Masalah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Karawang Nilai Kurikulum 2013 Penuh Masalah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Karawang Nilai Kurikulum 2013 Penuh Masalah

"Kami yakin pihak guru dan pemangku pendidikan mengalami kesulitan akhir-akhir ini. Alasan konkretnya satu, karena mereka belum siap," kata Benny, Rabu (2/7).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

IPNU Karawang memandang ketidaksinkronan pemberlakuan Kurikulum 2013 dalam Ujian Nasional. Kalau UN hanya mendorong orientasi pendidikan pada hasil utamanya perihal pengetahuan, sementara Kurikulum 2013 lebih menekankan penilaian sikap siswa dalam  proses pembelajaran.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dampaknya, siswa akan menyampingkan mata pelajaran yang tidak masuk dalam UN. Sedangkan di satu sisi, mata pelajaran non-UN ternyata memberikan kontribusi besar untuk mewujudkan tujuan pendidikan dalam Kurikulum 2013.

IPNU Karawang mendesak dinas kementerian terkait dan pembuat kebijakan untuk meninjau ulang Kurikulum 2013. Hal itu belum termasuk masalah draft UU Kurikulum 2013 yang belum selesai, tandas Benny. (Deden Ismatullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 20 Januari 2018

Ini Penjelasan Asrorun Niam Sholeh Soal Pernikahan Dini

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Berkaitan dengan banyaknya pernikahan usia dini, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh mengatakan anak-anak memiliki hak-hak yang masih perlu diperhatikan, meliputi kesehatan fisik, mental dan reproduksi.

Demikian disampaikannya saat dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Kamis (28/4) lalu. Menurut Asrorun Niam, pernikahan tidak sekadar memenuhi kebutuhan seksual, tetapi ada tanggung jawab di dalamnya. Untuk itulah diperlukan usia kecakapan menikah.?

Ini Penjelasan Asrorun Niam Sholeh Soal Pernikahan Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penjelasan Asrorun Niam Sholeh Soal Pernikahan Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penjelasan Asrorun Niam Sholeh Soal Pernikahan Dini

Berdasarkan Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, anak didefinisikan sebagai seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.?

Walaupun ? pada Pasal 7 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan mengatur usia minimum anak perempuan untuk menikah ialah 16 tahun, karena masih di bawah 18 tahun, maka ia tetaplah anak yang harus dilindungi oleh keluarganya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu menurut Pasal 26 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dinyatakan, ”Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk: mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak; menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya; dan mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak,” jelas mantan aktivis IPNU ini.

Pernikahan pada usia dini juga akan menyebabkan beberapa dampak, di antaranya dampak buruk pada kesehatan, terhentinya pendidikan, terbatasnya kesempatan ekonomi, terhambatnya perkembangan pribadi anak, tingginya angka perceraian. (Kendi Setiwan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren, Santri, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 09 Januari 2018

Ansor Dapuk Lion Air Sebagai Pesawat Resmi

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Gerakan Pemuda Ansor (GP) Ansor mendapuk maskapai Lion Air sebagai pesawat resmi selama pelaksanaan Silaturahmi Akbar dan Kongres XV GP Ansor yang dilaksanakan di Yogyakarta pada 26 November 2015.

Ansor Dapuk Lion Air Sebagai Pesawat Resmi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Dapuk Lion Air Sebagai Pesawat Resmi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Dapuk Lion Air Sebagai Pesawat Resmi

Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid dan CEO Lion Group Edward Sirait secara resmi melakukan pemasangan logo kongres di badan pesawat Lion Air di Bandara Soetta, Cengkareng, Selasa.

"Kenapa pakai Lion, karena sudah sesuai dengan kemampuan daya beli anggota Ansor," kata Nusron Wahid saat menyampaikan sambutan di acara Peluncuran Official Airline.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dipilihnya Lion Air juga karena rute penerbangannya sesuai dengan sebaran anggota Ansor di daerah.

Ia menyampaikan, dengan adanya kerja sama ini nantinya Lion Air yang tergabung dalam Lion Air Group akan digunakan sebagai transportasi udara peserta kongres.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

CEO Lion Group Edward Sirait dalam kesempatan yang sama mengatakan, kerja sama dengan GP Ansor merupakan kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagi Lion Air.

"Kami mengharapkan kongres yang akan diselenggarakan di Yogyakarta nanti akan berjalan dengan lancar, aman, tertib serta mendapatkan hasil yang diharapkan dan diinginkan demi kebaikan kita semua," tuturnya.

Bagi Lion Air, lanjut Edward, kerja sama dengan organisasi kepemudaan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Lion Air juga menjalin kerja sama sebagai official airline untuk beberapa organisasi dan gerakan dalam mendukung kongres.?

Kongres XV GP Ansor akan digelar di Pondok Pesantren Ki Ageng Pandanaran di Yogyakarta selama tiga hari yakni tanggal 26-28 November 2015. Sekitar 3.000 utusan dari unsur pimpinan pusat, pimpinan wilayah, dan pimpinan cabang se-Indonesia menghadiri kongres ini. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ahlussunnah, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 06 Januari 2018

PAC Muslimat NU Rembang Ngaji 4 Pilar Kebangsaan

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU kecamatan Rembang kota kabupaten Rembang menggelar seminar kebangsaan di Gedung Darul Khadlonah, Rembang, Sabtu (17/10) siang. sebanyak 150 anggota Muslimat datang dari 34 ranting Muslimat NU di kecamatan Rembang dan 9 PAC Muslimat.

Mantan Ketua Muslimat NU Rembang Hj Mahmudah Masykuri menyampaikan, seminar dilakukan sebagai upaya PAC Muslimat NU Rembang dalam memperkuat pengetahuan empat pilar kebangsaan NKRI yang kini kian terkikis oleh beberapa faktor.

PAC Muslimat NU Rembang Ngaji 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC Muslimat NU Rembang Ngaji 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC Muslimat NU Rembang Ngaji 4 Pilar Kebangsaan

"Kami sengaja mengadakan kegiatan seminar empat pilar kebangsaan untuk menguatkan pengetahuan kader Muslimat NU, serta memberikan pengetahuan mengenai perundang-undangan serta tata kelola pemerintahan.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Mahmudah berpendapat, sebagai warga Nahdlatul Ulama sebagai garda terdepan untuk mengawal empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, serta UUD 45 sangat wajib memiliki pengetahuan luas mengenai empat pilar kebangsaan.

"Jika NU yang senantiasa menjadi garda terdepan dalam mengawal empat pilar kebangsaan, maka kita sebagai pengurus Muslimat NU juga membantu langkah NU, dengan cara paham empat pilar kebangsaan serta tatakelola pemerintahan.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Muslimat NU Rembang menggandeng pihak DPD RI. Pertemuan ini disertai dengan penyerahan bantuan kepada sejumlah pesantren di kabupaten Rembang. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Daerah, Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 05 Januari 2018

Antusias Nonton “Sang Kiai” Tinggi, Gedung Bioskop Terbatas

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Meski film "Sang Kiai" diputar serentak 30 Mei kemarin, namun nahdliyin Kudus harus bersabar tidak bisa menonton seketika. Pasalnya, di Kudus tidak ada gedung bioskop. Warga kota kretek harus menonton ke Semarang dan harus berebut dengan warga di sana.

Antusias Nonton “Sang Kiai” Tinggi, Gedung Bioskop Terbatas (Sumber Gambar : Nu Online)
Antusias Nonton “Sang Kiai” Tinggi, Gedung Bioskop Terbatas (Sumber Gambar : Nu Online)

Antusias Nonton “Sang Kiai” Tinggi, Gedung Bioskop Terbatas

Kader Ansor Desa Gribig Gebog Kudus Wahyudi merasa menyesal tidak bisa menonton pada pemutaran perdana 30 Mei ini. Yudi hanya bisa menunggu film yang disutradarai Rako Priyatno sudah beredar bebas di pasaran.

“Sebetulnya mau  menonton banget mas, tapi  disini tidak ada bioskop. Mau ke Semarang jauh,  jadi tertunda keinginan itu,” katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Kamis (30/5).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia berharap ada pihak yang mau menjembatani memfasilitasi  pemutaran film ini di kota Kudus. “Kalau bisa nanti ada pemutaran dalam bentuk layar tancep  di ranting-ranting, karena film ini sangat memberi motivasi perjuangan bagi nahdliyin,” tambahnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Seorang pelajar Muhammad Nailul Falah meminta pengurus  IPNU-IPPNU membuat  rombongan menuju Semarang untuk menonton secara bersama.  “Selain untuk bisa segera mengetahui ceritanya, juga buat refresing ,” katanya singkat.

Pembina PC IPNU Kudus M.Aflach mengusulkan kepada lembaga pendidikan Ma’arif di semua  tingkatan memobilisir siswa-siswi madrasah NU supaya menonton film yang dibintangi Ikranegara dan Cristine Hakim ini. 

“Dengan menonton film Sang Kiai,  pelajar Ma’arif nanti  bisa mengenal  sejarah perjuangan (pendiri) NU,” usulnya singkat yang ditulis di akun facebook milik kontributor Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 24 Desember 2017

LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim

Bandung, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menggelar “Pelatihan Desain Perencanaan, Monev, dan Pelaporan” untuk pelaksana program penguatan kelembagaan penanggulangan bencana di Jawa Timur, selama empat hari, 25-28 Agustus 2014 di Hotel Gumilang Regency Bandung, Jawa Barat.

LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim

Pelatihan hasil kerja sama antara LPBI NU dan pemerintah Australia melalui AIFDR (Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction) dan AIPD (Australia Indonesia Partnership for Decentralization) tersebut diikuti oleh 26 peserta dari empat kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yaitu: Situbondo, Sampang, Malang dan Trenggalek.

Pelatihan ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas tim pelaksana program agar dapat bekerja sesuai rencana di kabupaten masing-masing. Dalam “Pelatihan Desain Perencanaan, Monev, dan Pelaporan” ini dibahas tiga materi pokok, yaitu desain perencanaan, monitoring dan evaluasi (monev), serta desain pelaporan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PBNU KH. Abbas Mu’in saat membuka acara ini menyampaikan, sebagai lembaga dakwah NU memiliki tanggung jawab untuk memberi ruang sebesar-besarnya bagi masyarakat untuk mengaktualisasikan diri di tengah masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kita harus punya beran di semua aspek, terrmasuk di dalamnya penanggulangan bencana dan pemeliharaan lingkungan. Abbas Muin juga berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang bisa diimplementasikan oleh peserta di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Bina Suhendra, Bendahara Umum PBNU, dalam sambutannya menekankan tentang pentingnya manajemen dalam sebuah program. Menurutnya, dalam program terdapat lima komponen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan (monitoring), evaluasi, dan pelaporan. Berkaitan dengan hal itu, ia menilai pelatihan ini menjadi penting karena membahas semua komponen tersebut.

Ketua LPBINU Avianto Muhtadi mengatakan, terkait upaya penanggulangan bencana, perubahan iklim, dan pelestarian lingkungan, LPBINU perlu menggandeng masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.? LPBI NU berharap, semoga pelatihan ini tidak hanya bermanfaat bagi peserta pelatihan, tetapi juga bagi masyarakat secara luas di Jawa Timur.

Hadir sebagai narasumber Wakil Sekjen PBNU dr. H. Syahrizal Syarif; bersama trainer (pelatih) dalam pelatihan ini, Henry Pirade dari Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) dan Yayah Ruchyati dari LPBINU.

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan untuk menyusun desain program pengurangan risiko bencana, membuat instrumen serta melakukan monitoring dan evaluasi, menyusun laporan kegiatan dan? laporan program,? serta memahami strategi program dan memantau perkembangan kegiatan pengurangan risiko bencana di kabupaten masing-masing. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Anti Hoax, Hadits Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Menjelang pelaksanaan Apel Kebhinekaan Lintas Iman Bela Negara, Ahad (17/1) mendatang, Komunitas Lintas Iman yang terdiri dari PBNU, KWI, PGI, MATAKIN, PHDI, WALUBI, dan LPOI mengadakan pertemuan di Gedung PBNU lantai 8, Jumat (15/1) siang. Seluruh elemen lintas iman menyerukan bahwa terorisme, radikalisme, dan narkoba adalah musuh bersama.

Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mewakili seluruh elemen lintas iman mengajak seluruh masyarakat untuk mencegah, mewaspadai, dan membendung serta melawan radikalisme, terorisme, dan narkoba.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Permasalahan ini tidak hanya menjadi tugas aparat keamanan, pemerintah, tetapi membutuhkan peran serta dan partisipasi seluruh pihak. Hanya dengan kebersamaan dan sinergitas yang kuat antara negara dan masyarakat, radikalisme, terorisme, dan narkoba akan sulit berkembang di Indonesia,” ujar Kang Said dalam jumpa pers.

Sesungguhnya yang memberi ruang dan membuka peluang bagi tumbuh dan berkembangnya radikalisme, terorisme, dan narkoba di Indonesia adalah sikap ketidakpedulian dan sifat acuh masyarakat terhadap realitas sosial.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Upaya penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keindonesiaan dengan memberikan pemahaman dan penguatan nasionalisme dan kebhinekaan merupakaan ikhtiar mendesak yang harus ditempuh pemerintah,” tambah Kang Said.

Ia mengatakan, kita sebagai negara yang memiliki keragaman bahasa, agama, suku, adat-istiadat, ras, Indonesia telah mampu menunjukkan kepada dunia akan potret kehidupan bangsa yang harmoni.

Keberagaman yang ada merupakan salah satu tonggak dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, tandas Kang Said. (Afifah Marwa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pertandingan, AlaSantri, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 21 Desember 2017

Keprihatinan Ibu Pertiwi Jadi Dasar Realisasi Program Muslimat NU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Peringatan Harlah ke-71 sekaligus pelantikan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) periode 2016-2021, Selasa (28/3) di Masjid Istiqlal Jakarta diikuti antusias oleh 23.000 kader Muslimat dari sejumlah daerah. Istiqlal dipenuhi oleh ibu-ibu yang kompak mengenakan batik hijau, seragam khas Muslimat NU.

Dalam pidatonya sesaat setelah dilantik Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa banyak realisasi dari program-program Muslimat berangkat dari kerpihatinan yang dialami ibu pertiwi.

Keprihatinan Ibu Pertiwi Jadi Dasar Realisasi Program Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Keprihatinan Ibu Pertiwi Jadi Dasar Realisasi Program Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Keprihatinan Ibu Pertiwi Jadi Dasar Realisasi Program Muslimat NU

“Saat ibu pertiwi bersedih banyak anak-anak yang perlu asuhan, Muslimat hadir mendirikan panti asuh yang di dalamnya ada sekolah untuk mereka antara lain TQP, TK RA, dan PAUD,” kata Khofifah.

Dia menambahkan, saat ini Muslimat NU telah memiliki sekitar 16.300 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), 13.000 lebih Raudlatul Athfal (RA), 9.800 RA, dan 4.600 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).?

Ketika ibu pertiwi bersedih karena maraknya penyalahgunaan Narkoba, kata dia, Muslimat hadir untuk menanggulangi penyebaran Narkoba di kalangan anak dengan gerakan aktif Laskar Antinarkoba.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Laskar Antinarkoba telah dideklarasikan pada 2016 lalu di Malang dan telah meraih penghargaan MURI. Saat ini Laskar tersebut dikomandani oleh setiap Ketua Pimpinan Wilayah di daerahnya masing-masing. Mari kita jaga NKRI dengan merawat anak-anak dari ancaman Narkoba,” urai Menteri Sosial RI ini.

Kepriahtinan ibu pertiwi juga diraskan betul oleh Muslimat NU ketika banyak anak-anak terlantar. Pihak telah melakukan langkah nyata dengan mendirikan sejumlah panti asuhan.

“Saat ini ada 144 panti asuhan di lingkungan Muslimat NU. Bukan hanya itu, Muslimat NU juga memiliki 134 panti yang diperuntukan bagi orang lanjut usia (Lansia) ,” terang perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun lalu ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hingga sekarang ini, Muslimat NU juga terus melakukan pemberdayaan ekonomi melalui maksimalisasi pusat-pusat koperasi (Puskop) yang dikelola oleh pengurus dan kader Muslimat NU di setiap tingkatan. Muslimat juga memiliki induk koperasi yaitu Inkopan (Induk Koperasi Annisa).

Begitu juga di bidang kesehatan dengan mendirikan sejumlah rumah sakit dan klinik. “Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Jombang yang dikelola oleh Muslimat NU bahkan mendapatkan penghargaan nasional. Lalu kami juga medirikan Klinik Haemodialisis yang saat telah berjalan dengan baik,” jelas Khofifah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 20 Desember 2017

Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang

Cikarang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Boleh jadi Ahad, 19 Februari 2012 merupakan hari yang bersejarah bagi Keluarga Besar Nahdlatul Ulama di Kawasan Perumahan Lippo Cikarang khususnya Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Lippo Cikarang.

Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang

Hari yang monumental karena pada hari itu segenap punggawa PAC Fatayat NU Lippo Cikarang menyelenggarakan peringatan Maulid Akbar Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW.

“Ini merupakan peringatan Maulid pertama di masjid kami, sangat bersejarah bagi kami tentunya,” ujar ustadzah Anna Widhiharto selaku Ketua PAC Fatayat NU Lippo Cikarang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara yang dimulai tepat Pukul 09.00 WIB ini dihadiri sekitar 700-an jema’ah yang mayoritas terdiri dari jama’ah ibu-ibu Fatayat NU. Gema Sholawat Al-Barzanji mengalun dengan indahnya di bawakan oleh para santri dari Pondok Pesantren Ashshiddiqiyyah 3 Karawang asuhan KH Hasanuri Hidayatullah.

Taushiyah pertama disampaikan oleh Habib Alwi Ba’alawi pengasuh Majelis Ahbaburrasul Karawang. Dalam taushiyahnya ia mengatakan bahwa Peringatan Maulid Nabi merupakan bukti cinta kita kapada Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW. Menjadi media untuk memperbaiki akhlak keseharian kita dengan mencontoh akhlak mulia Kanjeng Nabi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sang Habib menyampaikan taushiyahnya dengan begitu bersemangat sehingga mampu menyalakan api semangat segenap hadirin untuk tetap beristiqomah dalam bingkai ajaran ahlussunnah wal jama’ah.

Taushiyah yang kedua disampaikan oleh H Muhammad Cholil Nafis, wakil ketua Lembaga Bahtsul Masail NU. Dalam taushiyahnya ia mengatakan bahwa dalam berdakwah esensinya tidak boleh berubah, namun demikian metodenya boleh disesuaikan dengan perkembangan zaman. Termasuk diantaranya adalah peringatan maulid yang masih dipersoalkan oleh sebagian kecil warga muslim yang cenderung ekstrim.

Sang Kiai mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan ketidakpahaman mereka dalam memaknai maulid itu sendiri.

Tepat pukul 11.45 acara dilanjutkan dengan dialog interaktif tentang ke-NU-an. Sejumlah hadirin menjawab dengan antusias terhadap sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh pembawa acara. Sejumlah buku-buku terbitan pesantren diberikan secara gratis di sesi ke-NU-an tersebut.

Sejumlah buku-buku tersebut diantaranya adalah terbitan dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, keluaran dari Pondok Pesantren Langitan Tuban, dan banyak lagi yang lainnya.

Lippo Cikarang bersholawat diantara rinai-rinai hujan yang membasuh bumi Allah sedari subuh. Untaian hikmah maulid merasuk dalam hati dan terasa sejuk, sesejuk buliran embun fajar pagi. Wahai Kanjeng Nabi SAW, kami rindu padamu.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Arief Widhiharto

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Anti Hoax, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Gusdurian Makassar Bincang Minoritas Pasca-Gus Dur

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Komunitas pecinta dan penerus perjuangan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) atau yang menamakan diri “Gusdurian” Makassar, Sulawesi Selatan, mengadakan forum “Membincang Masa Depan Kelompok Minoritas Pasca-Gus Dur” bersama lintas kelompok, Sabtu (8/2).

Acara yang digelar di KopiNu Coffe, Jalan Landak No 39 Makassar ini menjadi rangkaian peringatan  haul Gus Dur yang ke-4 dan Harlah NU yang ke-88. Forum tersebut dihadiri puluhan tokoh dan aktivis dari berbagai kalangan.

Gusdurian Makassar Bincang Minoritas Pasca-Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Makassar Bincang Minoritas Pasca-Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Makassar Bincang Minoritas Pasca-Gus Dur

Mereka, antara lain, berasal dari komunitas Ahmadiyah, PMII Makassar, Pemuda Thionghoa, Koordinator Gusdurian Maluku, Komunitas Sehati, Rauzan Fikr Institut, Ijabi Sulsel, PMKRI dan aktivis muda NU Sulsel. Selain itu hadir juga DR. Kadir Achmad, mantan ketua tanfidziyah PCNU Kota Makassar dua periode; dan Idham Arsyad, Sekjen Komisi Pembaharuan Agraria (KPA) Indonesia.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Aktivis Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Rakyat (Lapar) Makassar Saprillah yang memoderatori forum ini menyatakan bahwa poin dari diskusi ini ingin melihat banyaknya pekerjaan rumah yang harus dilakukan setelah kepergian Gus Dur, khususnya kaitannya dengan kaum minoritas bangsa ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Perbincangan yang berlangsung santai ini juga menampung sejumlah testimoni dari berbagai kelompok minoritas yang hadir tentang pengalaman keberagamaan mereka di tengah masyarakat. Secara garis besar, mereka resah dengan kehadiran kaum ekstremis yang diakui kerap menyudutkan mereka.

“Bagi saya hukum di bangsa ini sudah bagus, cuma orangnya yang bermasalah. Pada saat inilah kami merindukan kehadiran sosok Gus Dur yang baru dan komitmen membela hak-hak kaum minoritas,” tutur Jamaluddin dari komunitas Ahmadaiyah.

Syamsurijal Adhan, Aktivis NU Kota Makassar mengataka bahwa ada dua persoalan yang terjadi di bangsa ini dan kaitannya dengan kelompok minoritas. Yaitu pertama, masalah regulasi dimana negara dalam mengatur agama masih memakai cara pandang kolonial, yang kemudian melahirkan undang-undang penodaan agama.

Menurut dia, meski Gus Dur sudah berupaya mencabut TAP MPR 25 yang juga merupakan bagian bentuk diskriminasi agama, namun nalar sebagian masyarakat belum bisa menerima kenyataan tersebut, sehingga fenomena inipun berimbas ke komunitas adat yang kerap kali distigma sebagai komunitas ateis.

Kedua, hadirnya gerakan fundamentalis baru yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan bangsa. Kelompok inilah yang biasanya memancing gejolok sosial yang bermula dari tingkat bawah termasuk pada pembagunan rumah ibadah dan pembetukan perda-perda agama. (Suaib/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian, Daerah, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 19 Desember 2017

Gus Dur dan Cinta Seorang Tabi’in

Oleh Muhammad Bakhru Thohir

“Walaupun Gus Dur selalu merayakan hari ulang tahunnya pada tanggal 4 Agustus, namun tampaknya teman-teman dan keluarganya yang menghadiri pesta perayaan hari ulang tahunnya di Istana Bogor pada hari Jum’at 4 Agustus 2000 tak sadar bahwa sebenarnya hari lahir Gus Dur bukanlah tanggal itu. Sebagaimana juga dengan banyak aspek dalam hidupnya dan juga pribadinya, ada banyak hal yang tidak seperti apa yang terlihat. Gus Dur memang dilahirkan pada hari keempat bulan kedelapan. Akan tetapi perlu diketahui bahwa tanggal itu adalah menurut kalender Islam, yakni bahwa Gus Dur dilahirkan pada bulan Sya’ban, bulan kedelapan dalam penanggalan Islam. Sebenarnya, tanggal 4 Sya’ban 1940 adalah tanggal 7 September. Gus Dur dilahirkan di Denanyar, dekat kota Jombang, Jawa Timur, di rumah pesantren milik kakek dari pihak ibunya, Kiai Bisri Syansuri.”

Ini adalah paragraf pertama dari buku The Authorized Biography of ABDURRAHMAN WAHID karya Greg Barton. Kok saat saya membaca paragraf pertama buku ini sudah tergambar bahwa sosok Gus Dur adalah seseorang yang tidak kedonyan. Berbeda sekali dengan kita, yang mana kita sering kali bukan hanya terpaut tapi masuk dan tak mau lepas dari perihal keduniawian. Saat ini status sosial amatlah dianggap penting, jumlah follower dan likers di media sosial menjadi barometer kita dianggap sebagai manusia atau tidak.

Gus Dur dan Cinta Seorang Tabi’in (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Cinta Seorang Tabi’in (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Cinta Seorang Tabi’in

?

Dan menyoal ulang tahun, kita sangat berharap bahwa “semua orang tau tanggal ulang tahun kita dan semuanya mengirim doa, tak penting doa dalam gelap, dikirim saja doa itu melalui pesan, ucapan atau perayaan berupa kejutan padaku. Itu lebih penting dan ngena dari pada doa dalam gelap”. Berbeda sekali dengan Gus Dur.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Saya tidak pernah berkenalan dengan Gus Dur, karena sejak saya lahir sudah berada dalam lembaga Gus Dur. Gus Dur bagi saya sama halnya seperti Islam dan NU. Dalam tahapan hidup saya, tak pernah saya memilih untuk beribadah dan mengenal Tuhan melalui cara dan jalan apa. Karena sejak lahir saya ‘telah’ di dalam Islam, NU dan Gus Dur. Sejak kecil saya sudah melaksanakan ritual sholat, puasa dan zakat. Soal syahadat jangan ditanya, itu sudah masuk materi saat masih TK. Sholatku juga mengunakan usholli, kunut dan ada wirid setelahnya, persis seperti yang diucapkan Habib Syech dalam setiap acara solawatan “sholat usholli, kunut dan wirid adalah ibadahnya NU”.?

Pun demikian dengan Gus Dur, saya tidak pernah melalui tahapan kenalan, karena seluruh isi rumah saya mengidolakannya. Bahkan Bapak pernah bilang “kalau dulu Gus Dur mengizinkan warga NU dari Jawa Timur dan Jawa Tengah menyerbu Jakarta saat Gus Dur dimakzulkan, saya akan ke Jakarta” ucap Bapak saat saya beranjak remaja. Cukup bisa diakui kan, kalau saya sudah terlahir di lingkunagn pendukung Gus Dur.

Mungkin jalan hidup saya kurang menarik menurut sebagian teman-teman, karena saya ber-Islam, ber-NU dan ber-Gus Dur secara diturunkan bukan memilih. Saya pun bersepakat dengan anda-anda semua yang mengangap hidup saya tak menarik. Setidaknya alasan utama kenapa saya menganggap hidup saya kurang menarik adalah terlalu homogennya lingkungan masa kecil saya. Saya hampir tak pernah mengenal orang dengan KTP selain Islam sebelum bergabung dengan Jaringan Gusdurian Malang –ini juga alasan kenapa saya bergabung dengan Gusdurian- bahkan saya jarang berinteraksi dengan orang selain NU, meskipun saya mengenal orang-orang selain NU, tapi saya tidak pernah punya urusan yang membuat saya harus berinteraksi. Dan untuk Gus Dur, desaku cukup minim nafas diskusi, meskipun saya tahu bahwa di desa ada perkumpulan pendukung Amin Rais, Megawati dan Akbar Tanjung, tapi para simpatisan ini tak pernah semeja untuk duduk berdiskusi bersama.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Saya bukanlah sahabat Gus Dur, alias yang pernah bertemu langsung dengan beliau. Saya adalah ‘tabi’in’ Gus Dur, karena saya hanya bertemu sabahat-sahabat beliau. Setidaknya sampai umurku yang sudah masuk 23 tahun saat ini, pernah mendengar kisah Gus Dur lansung dari putri sulung beliau Alissa Wahid dan sedikit membaca buku-buku tentang beliau yang ditulis para sahabat.

Kemudian, saya bertemu dengan pemikiran Gus Dur itu seperti saya bertemu dengan komunis. Untuk anak yang lahir di periode sebelum ‘98 hampir pasti menghirup ajaran bahwa komunis adalah sama dengan atheis, bahwa pemikiran ini masuk ketubuh tanpa di pilah –tepatnya tak bisa dipilah, sehingga harus dihirup- seperti okigen yang tak pernah kita memilih akan menghirup oksigen hasil fotosintesis dari pohon apa. Seperti itulah pemikiran Gus Dur yang diam-diam masuk dan menyusupi rongga-rongga otakku.

?

Dia masuk dan memberitahu bahwa Gus Dur adalah seorang yang humanis, pemberani dan pembela wong tertindas. Namun perbedaan antara pemikiran Gus Dur dan komunis adalah saat saya tumbuh dan sedikit-sedikit baca buku mulai berkesimpunan bahwa ‘O... komunis itu seperti ini toh, ternyata diartikan sempit hanya sebagai atheis itu karena ini toh dan untuk kepentingan ini toh, berbeda dengan pemikiran Gus Dur yang masuk ke otakku saat kecil, Gus Dur tak berbeda setelah saya baca-baca dan mendengar cerita-cerita tentang beliau. Gus Dur tetap seorang masterpiece jokedan berkepribadian simpel sekaligus kompleks.

Ini juga yang dikisahkan bapak Qurais Sihab saat peringatan 1000 hari wafatnya Gus Dur, beliau menjelaskan bahwa Gus Dur adalah orang yang simpel dalam satu sisi dan pada waktu yang sama adalah orang yang sangat rumit. Gus Dur juga orang yang sangat realistis sekaligus orang yang percaya supra natural, dan seterusnya dan seterusnya. Seperti itu cara Pak Qurais mengenang Gus Dur, dan kita tahu banyak sekali cara untuk mengenang dan meneladani beliau. Banyak kata serta perilaku beliau yang tiba-tiba sangat relevan saat ini meskipun dulu saat beliau masih ada sering disebut kontroversial.

Gus Dur sudah lebih dekat dengan tuhan sejak Desember 2009. Tanggal 4 bulan 8 ini banyak santri-santri beliau yang akan merayakan hari ulang tahun Gus Dur yang ke 77. Tapi mengenang dan hanya meratapi Gus Dur dengan sendu sedih ,menurutku, bukanlah ciri murid-murid Gus Dur.Ciri murid-murid Gus Dur adalah siapa yang mempersiapkan dirinya untuk menjadi pemimpin bangsa, seorang humanis dan pembela hak manusia yang tertindas selanjutnya.

?

Dan pada akhirnya. Gus, kapan pun engkau dilahirkan. Selamat ulang tahun Gus. Terimakasih telah menjadi guru di Negeri ini. Negeri ini berterimakasih atas segala pikiran sampai tindakanmu. Maafkan kami yang lamban memahami apa maksudmu dulu, sehingga cacian yang muncul dari mulut kami. Tugas kami saat ini adalah melanjutkan dan terus melestarikan pikiran serta perjuanganmu. Pinjami kami keberanian dan semangatmu agar kami tetap kuat menghadapi negeri yang sudah banyak melahirkan mafia ini gus. Gus kami rindu. Selamat ulang tahun.

Penulis adalah Gusdurian asal Malang, Jawa Timur.

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama AlaNu, Santri, Daerah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 05 Desember 2017

Tasawuf, Pintu Kemajuan Umat Islam

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Tasawuf sangat dibutuhkan menjadi semangat era global dan modernisme yang gersang dari nilai-nilai spiritualitas. Sejarah kejumudan dan kemunduran umat Islam bukan disebabkan doktrin dan ajaran tasawuf, melainkan justru akibat umat Islam meninggalkan nilai-nilai tasawuf dan terjebak dalam kubangan fitnah duniawi.

Tasawuf, Pintu Kemajuan Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Tasawuf, Pintu Kemajuan Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Tasawuf, Pintu Kemajuan Umat Islam

Tasawuf yang dipraktikkan secara sebenarnya otomatis akan menjadi metode efektif dan impresif untuk menghadapi tantangan zaman. Bagi kaum sufi, apapun zamannya atau apapun bergejolaknya dunia akan dihadapi dengan jernih, objektif dan ketenangan (thuma’ninah). Dalam ungkapan Imam Al-Junaid, Ash-shufi ibnu waqtihi (seorang sufi adalah anak zamannya). ? Ash-shufi kal ma’i, la launa lahu, launuhu launu ‘inaih, (seorang sufi bagikan air tidak memiliki warna tertentu. Warnanya adalah warna tempatnya.)?

“Justru kaum sufi yang terbiasa dengan kehidupan nyata, walau hatinya telah melampaui kenyataan lahiriah, akan menempatkan dinamika kehidupan pada tempat yang proporsional. Maka, dengan demikian tasawuf merupakan “revolusi spiritual” (ats-tsaurah ar-ruhiyyah),” kata Kiai Said Aqil Siroj dalam pengukuhan guru besar Ilmu Tasawuf di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (29/11).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kenyataan ini tentunya sangatlah tidak ganjil mengingat adanya proporsionalitas antara ilmu, amal dan kebersihan hati (tashfiyatu al-qalbi). Sebab, ilmu dan amal yang tidak disertai dengan kebersihan hati yang diproses melalui pelatihan sufistik bagi kaum sufi dipandang sia-sia belaka.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Seseorang yang telah tercerahkan melihat seluruh alam ini dengan hatinya. Dia mempersembahkan hatinya sebagai tempat suci bagi ibadah kepada Allah di tengah alam semesta. Dia melihat bukti-bukti kehadiran Allah, kapan saja dan di mana saja. Namun, bagi orang yang awam dalam masalah spiritual, tampak bahwa Allah lebih terasa hadir pada waktu dan tempat khusus dari pada di tempat dan waktu yang lain.?

Tujuan utama dari semua praktik kesufian adalah membangkitkan pengalaman kepada kebenaran yang tidak terbatas yang sesungguhnya secara natural telah terbentang dalam hati setiap manusia. Secercah cahaya yang memancar dari dalam tidak terhitung dan tidak terbatas dalam kombinasi mereka yang meliputi semua sifat dan kemudian hakikat adalah satu.?

“Sufi yang sejati tidak akan berhenti sebelum mantap dalam pengetahuan tentang hakikat itu, dan ketika hal itu terjadi, semua cahaya lain, semua manifestasi dan sifat yang agung meluber dalam pancaran sinar dan kebangkitan batin,” tandasnya.?

Puncak kesufian terlukiskan dalam ungkapan, “’Kita’ ini sebenarnya ‘tidak ada’. Tapi Kita ini di-ada-kan oleh yang ‘Ada’. Yang ‘Ada’ sebelum kata ‘ada’ itu ‘Ada’. Maka yang ‘Ada’ hanyalah yang ‘Ada’. Kita menggunakan kata ‘ada’ karena ada yang ‘Ada’. Dan kita menggunakan kata ‘tidak ada’ karena ada yang ‘Ada’ yaitu Allah”. ? Dalam pengungkapan kata ganti ‘aku’, ‘engkau’ dan ‘dia’ misalnya ‘aku Ahmad’, ‘engkau Husein’ dan ‘dia Hasan’, maka ketika tiga orang tersebut sudah tidak ada, kembalinya ‘aku’, ‘engkau’ dan ‘dia’ ? hanyalah pada ‘Aku yang tidak pernah mati’, yaitu la ilaha illa ana dan ‘Engkau yang selamanya ada ‘yaitu la ilaha illa anta serta ’Dia yang selamanya hidup’, yaitu la ilaha illa huwa. Jadi hakikatnya ‘Aku, Engkau dan Dia’ adalah Allah Swt.. Kita hanya mendapatkan ‘pinjaman’ sampai batas usia tertentu.?

Pada akhirnya menjadi semakin jelas bahwa sesungguhnya zaman modern ini justru lebih membutuhkan tasawuf daripada zaman orang-orang terdahulu. “Zaman modern ini mengundang banyak godaan dan tantangan yang bisa menjerumuskan manusia pada tingkatan yang rendah di berbagai aspek. Sebab, sejatinya manusia yang beradab adalah manusia yang hatinya berfungsi aktif mulai dari bashirah hingga fuad.” ?

Indonesia, kata Kiai Said, sedang dalam era kepemimpinan baru yang tengah bersemangat menggemakan ‘revolusi mental’ tentunya bisa menjadi harapan baru bagi Indonesia yang lebih beradab. “Setelah sekian lama bangsa kita merasakan pudarnya nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, solidaritas yang akarnya adalah kejatuhan mental, sehingga bangsa kita ini mudah dimasuki oleh berbagai pengaruh khususnya pengaruh asing seperti kapitalisme, liberalisme serta radikalisme dan terorisme. Maka dengan sangat jelas dan urgen, ‘revolusi mental’ membutuhkan ‘amunisi’ ? yang lebih mendalam dan mendasar dalam mendongkrak dan membangun mentalitas bangsa yang paripurna, yaitu melalui ‘revolusi spiritual’ yang berbasiskan pada tasawuf.”? ?

Para sufi telah merumuskan suatu pemahaman bathiniyah yang sangat substantif-holistik dengan mengejawantahkan nilai-nilai esoteris keagamaan dan kemanusiaan yang adiluhung. Mereka berangkat dari suatu pengalaman sufistik yang begitu mendasar dan mendalam. Pemikiran universalis dalam revolusi yang dirumuskan oleh para sufi ini merupakan estafeta pemikiran yang telah berlangsung lama dalam ranah dunia kesufian. Suatu pengungkapan yang secara otentik dan bersandar dari hasil penjelajahan intensif dalam samudera keilmuan dan pengamalan jiwa-batini.?

“Walhasil, kita perlu membangun bangsa ini melalui ‘revolusi spiritual’ berkultur sufisme.” (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga, Santri, Pahlawan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 29 November 2017

KLHK Siap Bantu NU dalam Pengeloaan Sampah

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Tuti Hendrawati Mintarsih menyampaikan apresiasi kepada Nahdlatul Ulama (NU) yang telah mengampanyekan Gerakan Nusantara Bebas Sampah 2020.

KLHK Siap Bantu NU dalam Pengeloaan Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
KLHK Siap Bantu NU dalam Pengeloaan Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

KLHK Siap Bantu NU dalam Pengeloaan Sampah

Menurutnya, sebagai organisasi Islam terbesar, kesuksesan program NU punya pengaruh besar pada warga Indonesia secara umum karena merupakan mayoritas. Tuti yakin, jika umat Islam di Tanah Air bersama-sama menaruh kepedulian terhadap masalah sampah, target Indonesia bersih tahun 2020 akan tercapai.

“Sampah jangan dilihat sebagai sampah. Sampah bisa didaur ulang untuk kebutuhan masyarakat,” paparnya saat memberi kata sambutan pada acara peluncuran Gerakan Nusantara Bebas Sampah 2020 yang dimotori Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) di halaman kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (26/9).

Tuti secara terbuka juga menyatakan siap menjadi mitra NU di bidang pengelolaan sampah. “KLHK siap membantu, baik alat pencacah sampah atau lainnya,” tuturnya.

Sebelumnya Ketua LPBINU M Ali Yusuf mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara penghasil sampah terbanyak nomor dua di dunia setelah China. Dari total sampah yang ada, sekitar 15 persen adalah berupa plastik.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara peluncuran ini terdiri dari rangkaian kegiatan lain seperti pelatihan klinik pengolahan sampah organik, pelatihan klinik produk daur ulang (pengelolaan sampah nonorganik), peresmian kantor Bank Sampah Nusantara (BSN) LPBINU, dan lokakarya pengelolaan sampah dengan metode ecobrick.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam pengenalan pengelolaan sampah dengan metode ecobrick LPBINU mendatangkan Russel Maier dari Kanada. Ecobrick merupakan program daur ulang sampah plastik berupa bekas botol minuman mineral untuk menjadi semacam “batu bata”. Kumpulan botol yang dijejali sampah-sampah plastik ini lantas dibentuk dan dimanfaatkan menjadi sejumlah barang, seperti furnitur, pagar taman, dinding, panggung, dan lain-lain.

Pemberdayaan sampah plastik lewat metode ecobrick merupakan kelanjutan dari program LPBINU sebelumnya, Gerakan Ubah Sampah Jadi Berkah, yang memanfaatkan barang-barang bekas menjadi berbagai macam benda kerajinan, seperti lukisan, tas, ornamen, pot bunga, dan lain-lain. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Humor Islam, Hikmah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 19 November 2017

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Musim kemarau telah lama berlalu. Kini tiba masanya musim hujan. Ketika musim kemarau, kita suka melafalkan doa minta hujan, bahkan dibarengi dengan shalat istisqa. Seketika musim hujan datang, ternyata guyuran hujan tidak selamanya menguntungkan banyak orang. Terutama bagi orang-orang yang bermukim di daerah rawan banjir.

Dulu pernah terjadi musim kemarau di masa Rasulullah. Kebanyakan orang datang menghampiri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan meminta agar Beliau memohon kepada Allah agar hujan diturunkan.

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Tak lama kemudian, hujan lebat pun turun membasahi lingkungan penduduk. Saking kencangnya, rumah-rumah penduduk banyak yang hancur, pepohanan berjatuhan, dan binatang ternak pun ikut menderita. Melihat malapetaka ini, mereka mengadu kepada Rasul agar hujan musibah itu segera dihentikan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Atas dasar permintaan ini, Nabi berdo’a, “Allâhumma hawâlainâ wa lâ ’alainâ (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami),” HR Bukhari.

Hadis riwayat lain al-Bukhari menyebutkan bahwa:

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? - ? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat hujan berdo’a: Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.”

Hadits ini menunjukan bahwa ketika hujan turun, Nabi SAW senantiasa meminta agar hujan yang diturunkan Allah SWT menjadi hujan rahmat, hujan yang membawa berkah,? bukan hujan musibah. Do’a ini dibaca Nabi kisaran dua atau tiga kali berdasarkan riwayat yang disampaikan Ibnu Majah.

Di saat musim hujan seperti sekarang ini, do’a di atas penting untuk kita baca. Semoga hujan musim hujan kali ini membawa kemaslahatan bagi kita bersama. Wallâhu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, IMNU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 22 Oktober 2017

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Aminudin Ma’ruf berziarah ke makam salah satu tokoh pelopor gerakan pemuda Hizbullah KH A Wahab Hasbullah di Jombang,  Selasa (28/10) malam.

Menurut Amin, KH A Wahab Hasbullah merupakan figur pemuda Nahdliyin di zamannya yang mempunyai semangat gerakan sangat tinggi. “PMII harus banyak belajar dari semangat jihad beliau,” paparnya di depan kader komisariat PMII se-Jombang di area makam Mbah Wahab Hasbullah.

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab

Selain itu, ia mengajak kader PMII untuk kembali meneruskan mengembangkan peninggalan Mbah Wahab, yaitu pesantren. Pesantren mesti tetap dijaga dari masuknya paham di luar Ahlusunnah wal Jamaah. “Pesantren merupakan lahan basah yang tidak boleh ditinggalkan  generasi muda Nahdliyin, di antaranya kader PMII,” terang pemuda berkaca mata ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PMII Jombang Mahmudi berharap, kedatangan Ketum PB PMII dapat dimanfaatkan kadernya untuk belajar tentang apapun terutama mengenai kelembagaan PMII. “Kami memfasilitasi anggota dan kader untuk bertemu dan belajar secara langsung kepada ketua umum,” ungkapnya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Dalam kesempatan tersebut, kedatangan Amin pada pukul 22.00 WIB ke makam Mbah Wahab disambut puluhan kader PMII Jombang yang rela menunggu sejak maghrib. Demi bertemu dan berbagi pengetahuan dengan pimpinan organisasi mereka. (Romza/Mahbib)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Pertandingan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock