Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Puncak acara penyelenggaraan Global Peace Festival yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno, Ahad (17/10)  dihadiri oleh ribuan massa yang terdiri dari para santri, pelajar dan mahasiswa.



Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara

Secara bersama-sama mereka menyerukan tentang pentingnya perdamaian yang belakangan ini terus menghadapi tantangan.

Beberapa perguruan tinggi yang terlibat aktif dalam acara ini diantaranya adalah Universitas Indonesia, Universitas Nasional, Universitas Guna Darma, UIN Jakarta, Universitas Kristen Indonesia, Presiden University, London School, Budi Luhur dan lainnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Seluruh badan otonom juga mengerahkan anggotanya untuk memeriahkan acara ini seperti IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Muslimat NU, Pagar Nusa, Ansor NU dan lainnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara ini dimeriahkan dengan sejumlah pentas seni yang mewakili tradisi di Indonesia, seperti tari saman, barongsai, Soreang yang merupakan tradisi masyarakat lereng Merbabu, lagu-lagu daerah dan lainnya. Turut pula ditampilkan hadrah yang sudah akrab bagi warga NU. Marching band siswa Maarif NU Blitar yang telah menjadi juara tingkat internasional juga unjuk kebolehan.

Audiens juga dihibur dengan pentas seni dari para artis terkenal seperti Harvey Malaiholo, Mike Mohede serta Maudi Wilhemina. Para penonton yang sebagian besar masih berusia muda menantikan aksi dari penyanyi Rossa, Evelyn Young, Sarwana serta Slank menutup acara. Tak ketinggalan Slanker dengan setia mengikuti kemana pujaan mereka beraksi.

Pada kesempatan tersebut program power of rupiah yang merupakan upaya mengumpulkan dana melalui koin-koin untuk membantu kelompok tidak mampu, yang telah berjalan sekitar sebulan ini diserahkan kepada panitia yang selanjutnya akan dikelola oleh PBNU untuk kelompok masyarakat miskin dan anak tak mampu sekolah.

Program ini bertemakan aksi kecil harapan besar, tidak bermaksud untuk mengumpulkan milyaran rupiah, tetapi lebih pada upaya memberdayakan masyarakat untuk membantu orang lain.

Hadir pada acara tersebut KH Said Aqil Siradj, pendiri Global Peace Foundation Hung Jim Moon, Ketua MK Mahfud MD, Menakertrans Muhaimin Iskandar, sekitar seratus peserta Global Peace Leadership Conference dari 17 negara serta para tokoh lintas agama. (mkf) Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ahlussunnah, Internasional, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 21 Januari 2018

Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. PT Alfaria Sumber Trijaya (Alfamart) menyerahkan uang donasi pelanggan selama bulan September 2017 kepada NU Care-LAZISNU, Selasa (31/10). Penyerahan secara simbolis berlangsung di Gedung PBNU Jakarta Pusat, disaksikan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU

Kiai Said mengatakan, NU tidak antikonglomerat. 

“Kita senang (dengan adanya) konglomerat yang bisa menyejahterakan dan menyamaratakan (kesejahteraan) masyarakat,” kata Kiai Said.

Kiai Said mengapresiasi kerja sama yang dilakukan NU Care-LAZISNU dengan Alfamat yang berjalan sejak beberapa bulan ini. Ia menegaskan, bantuan melalui LAZISNU akan bermanfaat bagi kepentingan banyak umat. 

Direktur Corporate Affair PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Solihin menyampaikan  dana yang diserahkan pada hari ini adalah sebesar Rp820.280.968. Ia meminta dana tersebut dimanfaatkan semuanya oleh NU Care-LAZISNU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, jika dimaksimalkan dalam pengenalan kepada setiap pelanggan, jumlah donasi bisa mencapai 2 miliar setiap bulan.

 

“Tetapi kasir Alfamart tidak menawarkan pelanggan supaya mendonasikan uang kembalian. Niat berdonasi hanya ditampilkan di layar yang dapat dipilih oleh pelanggan,” kata Solohin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu, layar tersebut juga dipantau oleh CCTV sehingga setiap donatur yang menyalurkan sedekah akan terekam. 

“Ini bisa menjadi bukti kalau ada pihak yang meminta buktinya,” tambahnya.

Terkait dengan penyaluran melalui NU Care-LAZISNU, Solihin meminta uang sedekah titipan konsumen tersebut semuanya diserahkan kepada NU Care-LAZISNU.

“Ini akan bermanfaat  besar buat Alfamart, LAZISNU, dan masyarakat,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui kerja sama dengan NU Care-LAZISNU membantu ketransparanan dan semakin mewujudkan kepercayaan masyarakat kepada NU Care-LAZISNU.

Solohin menyampaikan kerja sama pengumpulan donasi juga akan dilakukan selama November dan Desember 2017. Sebelumnya pada bulan Mei, telah dilakukan kerja sama serupa. Oleh karena itu, dalam tahun 2017, terdapat empat kali kerja sama penyaluran donasi pelanggan Alfamart melalui NU Care-LAZISNU.

“Ini sejarah, dalam satu tahun LAZISNU mendapat empat periode (bulan) penyaluran donasi pelanggan Alfamart,” tandasnya.

Alfamart Tawarkan Kerjasama Laboratorium Enterpreneur di Sekolah-sekolah NU

Pada kesempatan tersebut hadir Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda beserta jajarannya; Waketum PBNU H Maksum Mahfoedz; Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra;  Ketua LP Maarif NU Arifin Junaidi; Ketua PBNU Syahrizal Syarif; Ketua Lembaga Wakaf dan Pertanahan PBNU  H Mardini. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga, Internasional, Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 12 Januari 2018

Kewajiban Ulama dan Fitnah Dunia Islam

Oleh: Syekh Taufiq Ramadhan al-Buthi

Muncul pada hari-hari ini di Timur Tengah sejumlah gerakan berturut-turut dimulai dari Tunisia yang menyebabkan jatuhnya sang presiden, lalu di Mesir dan tumbangnya presiden, kemudian terjadi di Yaman yang memakan waktu lama sehingga menyebabkan intervensi negara-negara kerjasama teluk, dan kemudian disepakati pengunduran diri presiden dan kekuasaan dilanjutkan oleh Presiden al Hadi. 

Di Libya, yang kasusnya juga berlarut-larut, dan saat itu menjadi bahan ejekan dan hasutan dari Presiden Muammar Gaddafi serta intervensi dari Barat dan Qatar dan negara-negara lain, dan gerakan itu menjalar ke tempat lain sampai ke Syria apa yang mereka sebut dengan Musim Semi Arab (Arab Spring), lalu Gaddafi pun terbunuh. Namun hal ini tidaklah mengakhiri masalah bahkan menjadi lebih buruk dan terus memburuk meninggalkan banyak orang mati dan pengungsi, ditambah lagi kehancuran massal dan tersebarnya rasa kebencian.

Dari hal di atas kita mencatat dua hal: Hal pertama menyangkut peran media, terutama sekali stasiun televisi Al-Jazeera dan al Arabiyyah, di mana peran mereka tidak terbatas pada penyebaran fakta-fakta apa yang terjadi, bahkan beralih perannya untuk mengarahkan dan menciptakan peristiwa, dan mengharuskan stasiun televisi dan saluran-saluran yang mengikutinya untuk menguasai seni berbohong, berlebihan dalam menyampaikan serta fabrikasi berita. 

Kewajiban Ulama dan Fitnah Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kewajiban Ulama dan Fitnah Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kewajiban Ulama dan Fitnah Dunia Islam

Dan peran dua saluran televisi berubah menjadi industri berita. Yang membuat orang Arab dan mereka yang mengikuti saluran ini terpengaruh terhadap apa yang disampaikan oleh saluran-saluran itu. Tampaknya pihak-pihak yang dimaksud telah mempercayakan kepada dua saluran ini untuk memimpin gerakan tersebut atas nama media tertentu.

Hal kedua adalah bahwa sebahagian tokoh-tokoh agama sebelumnya telah banyak disorot dan diberi posisi istimewa, ditambah pula orang-orang yang menempuh cara ini dari para sheikh/tetua (saya tidak mengatakan ilmuwan) berkontribusi dalam mempengaruhi publik dan mengarahkan peristiwa-peristiwa tersebut. Bahkan salah satu dari mereka meneriakkan hasutan untuk membunuhnya; dan mengeluarkan fatwa untuk membunuh orang lain. Apa yang terjadi sebagai akibat dari itu?

Para Pemberontak itu tidak mencapai tujuan mereka, akan tetapi mereka yang telah merancang hal tersebut telah mendapatkan sebagian target yang mereka tuju. Yaitu terjadinya kekacauan di wilayah ini dan menjadi rebutan dan santapan lezat mereka yang  rakus dan tamak.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Saya berdiri disini bukan untuk menceritakan tragedi yang menyedihkan/memilukan. Saya hanya ingin -melalui keterangan ini- menjelaskan tanggungjawab seorang ‘Aalim yang bertaqwa kepada Allah Ta’ala dan sikapnya terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi. Terutama sekali ketika ia melihat pertumpahan darah dan kerusakan yang luas, dan perpindahan jutaan orang dari rumah dan desa mereka, serta mereka kehilangan tempat tinggal, makanan, minuman dan pakaian. Lalu dirampas rasa aman dari mereka. Ditambah lagi penistaan kehormatan dan harga diri serta eksploitasi kebutuhan oleh orang-orang yang tidak bermoral dan tidak memeiliki hati nurani dan bersukacita dalam kubangan fitnah ini.

Sungguh, beberapa tokoh ilmu kebanggaan umat telah jatuh ke dalam fitnah ini, menjadi penyebab banyak masyarakat tersesat jalan. Dan mereka ikut menjadi sebab terjadinya kekacauan ini yang mereka sebut sebagai jihad, padahal mereka adalah korban yang disebabkan kesesatan dan ketertipuan mereka sendiri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Agar mereka bisa menempuh cara tersebut, mereka melandaskannya kepada beberapa hal. Pertama, mengkafirkan orang-orang yang berbeda (pendapat) dengan mereka, sebagaimana kaum khawarij mengkafirkan orang banyak dan menghalalkan darah mereka.

Kedua, menghembuskan problem pemilahan sectarian, yang juga berakhir dengan pengkafiran sekte yang berbeda. Kemudian seruan untuk memerangi mereka yang akan mengakibatkan perang saudara yang memanas.

Ketiga, dalam rangka untuk mencari jalan pintas dan mencari sutradara pertikaian ini, mereka menuduh para ulama yang konsisten (istiqomah) dengan berbagai macam tuduhan keji agar umat hilang kepercayaan. Dan mereka tidak ragu-ragu untuk memfitnah mereka dengan banyak kebohongan, dan mengejek mereka sebagai bentuk penghancuran karakter dan figur yang bisa mengembalikan situasi kepada takarannya dan dapat mengklarifikasi fakta. 

Hal ini sengaja dibuat agar umat kehilangan kepercayaan terhadap ulamanya dan hilang pula sopan santun terhadap para pemimpin dan orang-orang sholeh. Menjadikan mereka semakin jauh dari sisi kebenaran ditengah-tengah badai perbedaan yang menghantam. Bahkan, mereka ikut menghasut untuk membunuh para ulama tersebut.

Peran institusi dan ilmuwan di tengah perselisihan

Jika sebahagian ilmuwan kebanggaan merupakan bagian dari provokator dan promotor yang telah menyesatkan banyak masyarakat, maka para ulama yang mukhlishin yang harus meluruskan, dan menjaga agar tidak terjadi pertumpahan darah, dan mengawal rambu-rambu kebenaran.

Saya ingin katakan: seluruh Ulama memiliki tanggung jawab menjelaskan dan memunculkan kebenaran, dan memberikan nasehat kepada umat serta menjelaskan hukum serta sikap yang benar terhadap setiap peristiwa dan kejadian. Dan jangan ragu untuk memikul tanggung jawab ini, karena ancaman terhadap kehancuran bangsa dan membuat agama yang benar ini menjadi jelek dan terdistorsi merupakan hal yang sudah dirancang oleh musuh-musuh Islam, dan mereka memperalat para ilmuwan untuk mencapai tujuannya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran: (Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul dan para pemimpin di antara kalian. Dan jika kalian berselisih paham akan suatu hal, maka kembalikanlah (merujuklah) kepada Allah dan Rasul-Nya, jika Anda beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu (adalah) lebih baik dan sebaik-baik tempat kembali) An-Nisa: 59 , yakni Allah Taala telah memerintahkan kita -ketika terjadi perbedaan- untuk kembali kepada apa yang telah dijelaskan di dalam Qur’an dan Nabi Muhammad SAW yang mulia dalam sunnahnya. Dan Dia Allah tidak pernah menyerahkan (penyelesaiannya) kepada hawa nafsu dan fanatisme buta.

Sesungguhnya Fenomena yang disebut (Arab Spring/Musim Semi Arab) tidak lain hanyalah membuka jalan bagi munculnya kelompok-kelompok radikal yang menebar teror pembunuhan dan perusakan atas nama Islam.

Oleh karena itu, pengakuan beberapa pihak yang mengatakan bahwa mereka berjuang memerangi kelompok-kelompok teroris, bagi saya merupakan sikap bersikeras untuk tetap pada kesalahan pertama, dengan cara menyulut api fitnah dan memancing kekacauan, sebagai bentuk pelaksanaan langkah-langkah Free Masonry Internasional/Global, yang disebut oleh Rice dengan ‘kekacauan kreatif’.

Situasi ini mengharuskan para ilmuwan untuk melakukan peran dan tanggungjawab yang telah dipercayakan Allah Taala kepada mereka, baik dari sisi amar ma’ruf nahyi munkar, atau dari sisi dakwah kepada Allah dengan cara yang bijaksana dan nasihat yang baik, atau dari sisi menjelaskan kebenaran dan menghapus kebingungan/kecauan pikiran yang menimpa pikiran orang-orang yang mengetahuinya.

Sungguh diamnya seorang ‘Aalim atas apa yang terjadi merupakan suatu kekurangan dan menyembunyikan kebenaran, dan merupakan salah satu sebab terus berlakunya kebathilan. Dan hal itu tidak pantas terjadi kecuali jika seseorang itu takut untuk melawan kebathilan. Atau barangkali dia termasuk orang-orang yang disifati oleh Allah SWT dalam firman-Nya: {dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; Maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam Keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. rugilah ia di dunia dan di akhirat. yang demikian itu adalah kerugian yang nyata} al-Hajj: 11. 

Dan selayaknyalah seorang ‘Aalim memiliki sifat sebagaimana firman-Nya: (... dan akan Allah datangkan kaum yang Dia cinta mereka dan mereka juga mencintai-NYA. Mereka lemah lembut terhadap orang mukmin dan keras terhadap orang kafir. Mereka berjuang di jalan Allah dan tidak takut siapa pun yang mencela mereka. Demikian itulah karunia Allah yang Dia berikan kepada siapa saja yang IA kehendaki. Dan Allah Maha Luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui} al-Maaidah: 54.

Seorang ‘Aalim harus cemburu jika hilang rambu-rambu kebenaran dan khawatir jika umat tersesat. takut jika terjadi perselisihan dan konsekuensinya ... dari pertumpahan darah, kehancuran, dan perpindahan. Bukan ini yang telah terjadi?

Ini merupakan perbuatan dari sekelompok pemilik ilmu serta para ilmuwan yang rela menjadi alat menebar fitnah dan menjadi pengawalnya karena rakus dengan godaan keserakahan atau dengki pada orang-orang yang melihat mereka sebagai pesaing bagi mereka atau iri atas apa yang mereka dapatkan dari penerimaan di seluruh bumi.

Sesungguhnya hal yang lebih berbahaya dan lebih mengkhawatirkan lagi yaitu merajalelanya hawa nafsu pribadi di tengah-tengah masyarakat. Ini terkait dengan masa depan bangsa dan pernyataan kebenaran yang telah ternoda oleh gerakan-gerakan ini ...Ini juga terkait dengan kewajiban untuk menjelaskan dan tidak menyembunyikan kebenaran. 

Bukan kah Allah telah berfiman dalam kitab-Nya: dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya," lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima) Ali Imran: 187. Dan bukan kah Allah telah mengingatkan para ulama tentang menyembunyikan kebenaran dengan firman-Nya: ((Sesungguhnya orang-orang yang Menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilanati Allah dan dilanati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melanati)) al-Baqarah: 159.

Penulis adalah Ketua Persatuan Ulama Suriah, Dekan Fakultas Syariah Universitas Damaskus, Putra Sayyid Muhammad Said Ramadhan al-Buthi.

*) Makalah ini disampaikan dalam Seminar Internasional ‘Peran Ulama dalam Meredam Krisis Politik dan Ideologi di Timur Tengah’ yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Suriah Indonesia (Al-Syami), Kamis (10/3/2016) di Gedung Pascasarjana UI Salemba Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Kajian, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 02 Januari 2018

Kejeniusan Empu, Penempaan Keris Padukan Fisika dan Kimia

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?



Pada tahun 2008, UNESCO mengakui keris sebagai warisan budaya dunia yang harus dilestarikan untuk kategori tak benda, Intangible Cultural Heritage (ICH).?

Koordinator Divisi Sastra, Folklor, Permainan Dedaktik Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU, Donny Satryowibowo, keris tidak hanya dilihat dari segi wujudnya sebagai senjata. Namun, dalam proses penempaannya memerlukan teknik-teknik khusus serta sarat nilai yang mengandung unsur-unsur budaya. Termasuk estetika dan filosofis.?

Kejeniusan Empu, Penempaan Keris Padukan Fisika dan Kimia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kejeniusan Empu, Penempaan Keris Padukan Fisika dan Kimia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kejeniusan Empu, Penempaan Keris Padukan Fisika dan Kimia

Menurutnya, penempaan keris oleh para empu sejak zaman dulu menggunakan teknik metalurgi yang melibatkan ilmu fisika-kimia.?

"Keris ini kan ada proses teknik metalurgi. Kaitannya dengan ilmu fisika dan kimia. Jadi bagaimana cara pengolahannya itu masuk ilmu fisika. Dan apa bahan-bahannya itu masuk ilmu kimia," ujar Donny yang ditemui pada Silaturahim Kebudayaan yang digelar Lesbumi di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (28/7). ?

Keris sebagai tosan aji, yaitu besi yang dimuliakan, memiliki sisi estetika yang menawan. Berbeda dengan senjata logam lain seperti pedang samurai yang berbentuk lurus dan mengkilap, keris relatif berukuran lebih pendek, ada yang bilahnya berkelok-kelok seperti naga, serta dihiasi beragam motif yang berbeda-beda. Hal ini menjadikan tampilan keris tampak indah dan berkarakter.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Donny menuturkan bahwa leluhur bangsa Indonesia telah berhasil membuat keris dengan cara yang pintar. Proses pembuatan keris tidak hanya berakhir ketika logam besi selesai ditempa. Namun, melalui proses finishing dengan melapisi permukaan keris menggunakan warangan.?

"Keris terdiri dari tiga macam logam, yaitu baja, besi, dan pamor. Nah, kemudian oleh leluhur kita, mereka mempunyai cara pengolahan kimia untuk coating atau membuat layer dengan cara diwarangi atau dijamasi. Jamas ini Bahasa Jawa yang artinya keramas. Keris ini dijamasi dengan warangan yang dicampur dengan asam sitrat atau air jeruk nipis," ujar Donny yang juga pendiri komunitas Jayakarta -komunitas yang aktif melakukan kegiatan untuk melestarikan tosan aji. ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Warangan terbuat dari batu tambang yang kebanyakan didatangkan dari Cina atau Mongol, dan mengandung senyawa arsenik yang bersifat racun. Inilah yang membuat keris memiliki efek mematikan paling kuat apabila mengenai darah manusia.?

"Ketika terkena darah, arsenik yang terdapat pada bilah keris akan berpindah ke darah sehingga darah menjadi menggumpal. Tapi kalau hanya menyentuh saja tidak apa-apa. Jadi, sudah sepintar itu leluhur kita untuk urusan kimia-fisika," terang pria yang mengaku memiliki banyak koleksi keris itu.?

Warangan yang digunakan untuk melapisi keris, tidak hanya berfungsi untuk menyematkan racun. Menurut Donny, pengaplikasian warangan juga untuk memunculkan nilai estetika pada keris.?

"Dengan diberi warangan tadi itu akan muncul nilai keindahan berupa tiga warna pada keris. Baja menjadi warna keabu-abuan, kehijauan atau kebiruan, besi menjadi hitam legam, sedangkan pamor tetap berwarna putih metalik seperti warna sendok makan," terang Donny.?

Pada acara Silaturahim Kebudayaan itu, digelar juga pameran keris koleksi komunitas Jayakarta. Menurut Donny, yang juga menjadi panitia, maksud diadakannya pameran keris tersebut adalah untuk memulangkan kembali kesadaran masyarakat tentang keIndonesiaan dan kenusantaraan. "Jangan sampai orang luar negeri yang justru lebih peduli pada budaya kita, dibanding kita sendiri," ujar pria yang mengajar kesenian di Institut Kesenian Jakarta itu. (Alika Rukhan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga, Quote, Aswaja Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 27 Desember 2017

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah

Kupang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Walikota Kupang Jonas Salean melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Hijrah Madani BTN Kelurahan Kolhua Kecamatan Maulafa Kota Kupang, Sabtu (12/12). Ia juga memberikan bantuan sebesar Rp 30 juta untuk melanjutkan pembangunan awal MI Darul Hijrah.

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah

Gedung tiga lantai ini menelan anggaran sebesar Rp 4,4 miliar sesuai yang direncanakan panitia pembangunan MI Darul Hijrah Madani. Gedung ini dibangun bertahap sesuai maked yang dipaparkan saat peletakan batu pertama.

"Saya minta panitia tolong atur yang baik pembangunan gedung ini. Kalau bisa jangan lebih dari dua tahun pembangunannya. Saya kira 1.000 lebih umat yang ada di sini saling bahu membahu. Misalnya satu keluarga menyumbang satu dos keramik," kata Jonas.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jonas mengatakan, pembangunan MI ini menjadi contoh kerukunan antarumat beragama di Kota Kupang. "Ini salah satu upaya kita untuk menciptakan kader-kader bangsa untuk belajar bagaimana hidup di antara seluruh umat beragama di kota ini," kata Jonas.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Panitia Pembangunan MI Darul Hijrah Madani Haji Mahfud mengatakan, jumlah umat muslim di kelurahan Kolhua sekitar 400 keluarga. "Dengan pertimbangan jumlah jamaah sebesar itu madrasah dibangun," ujar Mahfud.

Gedung ini dibangun di atas lahan seluas 1.500 meter persegi dengan luas bangunan 1.352 meter persegi. Lahan ini adalah milik Yayasan Darul Hijrah Madani yang terdiri atas 12 ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, tata usaha, perpustakan, laboratorium, dan aula. Sesuai rencana pembangunan gedung ini akan selesai dalam waktu tiga tahun. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 20 Desember 2017

Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang

Cikarang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Boleh jadi Ahad, 19 Februari 2012 merupakan hari yang bersejarah bagi Keluarga Besar Nahdlatul Ulama di Kawasan Perumahan Lippo Cikarang khususnya Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Lippo Cikarang.

Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang

Hari yang monumental karena pada hari itu segenap punggawa PAC Fatayat NU Lippo Cikarang menyelenggarakan peringatan Maulid Akbar Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW.

“Ini merupakan peringatan Maulid pertama di masjid kami, sangat bersejarah bagi kami tentunya,” ujar ustadzah Anna Widhiharto selaku Ketua PAC Fatayat NU Lippo Cikarang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara yang dimulai tepat Pukul 09.00 WIB ini dihadiri sekitar 700-an jema’ah yang mayoritas terdiri dari jama’ah ibu-ibu Fatayat NU. Gema Sholawat Al-Barzanji mengalun dengan indahnya di bawakan oleh para santri dari Pondok Pesantren Ashshiddiqiyyah 3 Karawang asuhan KH Hasanuri Hidayatullah.

Taushiyah pertama disampaikan oleh Habib Alwi Ba’alawi pengasuh Majelis Ahbaburrasul Karawang. Dalam taushiyahnya ia mengatakan bahwa Peringatan Maulid Nabi merupakan bukti cinta kita kapada Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW. Menjadi media untuk memperbaiki akhlak keseharian kita dengan mencontoh akhlak mulia Kanjeng Nabi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sang Habib menyampaikan taushiyahnya dengan begitu bersemangat sehingga mampu menyalakan api semangat segenap hadirin untuk tetap beristiqomah dalam bingkai ajaran ahlussunnah wal jama’ah.

Taushiyah yang kedua disampaikan oleh H Muhammad Cholil Nafis, wakil ketua Lembaga Bahtsul Masail NU. Dalam taushiyahnya ia mengatakan bahwa dalam berdakwah esensinya tidak boleh berubah, namun demikian metodenya boleh disesuaikan dengan perkembangan zaman. Termasuk diantaranya adalah peringatan maulid yang masih dipersoalkan oleh sebagian kecil warga muslim yang cenderung ekstrim.

Sang Kiai mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan ketidakpahaman mereka dalam memaknai maulid itu sendiri.

Tepat pukul 11.45 acara dilanjutkan dengan dialog interaktif tentang ke-NU-an. Sejumlah hadirin menjawab dengan antusias terhadap sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh pembawa acara. Sejumlah buku-buku terbitan pesantren diberikan secara gratis di sesi ke-NU-an tersebut.

Sejumlah buku-buku tersebut diantaranya adalah terbitan dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, keluaran dari Pondok Pesantren Langitan Tuban, dan banyak lagi yang lainnya.

Lippo Cikarang bersholawat diantara rinai-rinai hujan yang membasuh bumi Allah sedari subuh. Untaian hikmah maulid merasuk dalam hati dan terasa sejuk, sesejuk buliran embun fajar pagi. Wahai Kanjeng Nabi SAW, kami rindu padamu.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Arief Widhiharto

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Anti Hoax, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 12 Desember 2017

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Salah seorang ulama asal Mekah Arab Saudi Dr Syaikh Muhammad Ismail berkunjung ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (28/3) sore. Bersama rombongan, Syaikh Muhammad membahas masa depan lembaga pendidikan NU di Mekah.

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab

Hadir dalam kesempatan ini Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, Wasekjen PBNU yang membidangi pendidikan Masduki Baidlawi dan Hanif Saha Ghofur, serta Ketua PP LP Ma’arif NU HZ Arifin Junaidi dan segenap pengurus pusat LP Ma’arif NU.

Syaikh Muhammad menegaskan, kunjungannya untuk kepentingan pendidikan, bukan politik. ”Kalaupun saya nanti ke pesantren-pesantren maka itu silaturahim biasa, menyangkut pendidikan, akhlak, dan cara-cara berdakwah yang baik,” ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Masduki menjelaskan, tahun 2000 lalu dia bersama KH Hasyim Muzadi, KH Abdullah Faqih, dan sejumlah kiai lainnya datang ke pesantren Syaikh Muhammad dan mendirikan madrasah NU di Mekah. Kini sekolah swasta untuk tingkat TK hingga SMA ini mengalami sedikit hambatan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Sekarang pemerintah Arab Saudi sedang menerapkan persyaratan yang sangat ketat, menyangkut keamanan, pelayanan publik, perizinan, dan lain-lain. Kehadiran Syaikh di sini dalam rangka ingin membantu kami mengatasi masalah ini,” katanya.

Masduki menambahkan, di sana status madrasah di bawah pengelolaan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Arab Saudi itu disarankan KBRI menjadi sekolah negeri. Namun, PCINU setempat mengajukan syarat akan tetap mempertahankan karakter dan sejarah ke-NU-an lembaga pendidikan ini.

”Jika tidak, mereka tidak setuju, dan mau dikelola sendiri oleh PCINU. Untuk bantuan kan sudah menjadi kewajiban negara (Arab) kepada pendidikan dasar. Meski swasta NU tetap menuntut untuk mendapatkan hak-haknya karena tak ada perbedaan antara negeri dan swasta,” paparnya.

Kepada Syaikh Muhammad, Marsudi menjelaskan profil singkat NU dan lembaga pendidikannya, termasuk pesantren. Menurut dia, lembaga pendidikan NU di Indonesia sangat besar dan semuanya turut serta mengembangkan ajaran Ahlussunnah Waljamaah.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 05 Desember 2017

Tasawuf, Pintu Kemajuan Umat Islam

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Tasawuf sangat dibutuhkan menjadi semangat era global dan modernisme yang gersang dari nilai-nilai spiritualitas. Sejarah kejumudan dan kemunduran umat Islam bukan disebabkan doktrin dan ajaran tasawuf, melainkan justru akibat umat Islam meninggalkan nilai-nilai tasawuf dan terjebak dalam kubangan fitnah duniawi.

Tasawuf, Pintu Kemajuan Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Tasawuf, Pintu Kemajuan Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Tasawuf, Pintu Kemajuan Umat Islam

Tasawuf yang dipraktikkan secara sebenarnya otomatis akan menjadi metode efektif dan impresif untuk menghadapi tantangan zaman. Bagi kaum sufi, apapun zamannya atau apapun bergejolaknya dunia akan dihadapi dengan jernih, objektif dan ketenangan (thuma’ninah). Dalam ungkapan Imam Al-Junaid, Ash-shufi ibnu waqtihi (seorang sufi adalah anak zamannya). ? Ash-shufi kal ma’i, la launa lahu, launuhu launu ‘inaih, (seorang sufi bagikan air tidak memiliki warna tertentu. Warnanya adalah warna tempatnya.)?

“Justru kaum sufi yang terbiasa dengan kehidupan nyata, walau hatinya telah melampaui kenyataan lahiriah, akan menempatkan dinamika kehidupan pada tempat yang proporsional. Maka, dengan demikian tasawuf merupakan “revolusi spiritual” (ats-tsaurah ar-ruhiyyah),” kata Kiai Said Aqil Siroj dalam pengukuhan guru besar Ilmu Tasawuf di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (29/11).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kenyataan ini tentunya sangatlah tidak ganjil mengingat adanya proporsionalitas antara ilmu, amal dan kebersihan hati (tashfiyatu al-qalbi). Sebab, ilmu dan amal yang tidak disertai dengan kebersihan hati yang diproses melalui pelatihan sufistik bagi kaum sufi dipandang sia-sia belaka.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Seseorang yang telah tercerahkan melihat seluruh alam ini dengan hatinya. Dia mempersembahkan hatinya sebagai tempat suci bagi ibadah kepada Allah di tengah alam semesta. Dia melihat bukti-bukti kehadiran Allah, kapan saja dan di mana saja. Namun, bagi orang yang awam dalam masalah spiritual, tampak bahwa Allah lebih terasa hadir pada waktu dan tempat khusus dari pada di tempat dan waktu yang lain.?

Tujuan utama dari semua praktik kesufian adalah membangkitkan pengalaman kepada kebenaran yang tidak terbatas yang sesungguhnya secara natural telah terbentang dalam hati setiap manusia. Secercah cahaya yang memancar dari dalam tidak terhitung dan tidak terbatas dalam kombinasi mereka yang meliputi semua sifat dan kemudian hakikat adalah satu.?

“Sufi yang sejati tidak akan berhenti sebelum mantap dalam pengetahuan tentang hakikat itu, dan ketika hal itu terjadi, semua cahaya lain, semua manifestasi dan sifat yang agung meluber dalam pancaran sinar dan kebangkitan batin,” tandasnya.?

Puncak kesufian terlukiskan dalam ungkapan, “’Kita’ ini sebenarnya ‘tidak ada’. Tapi Kita ini di-ada-kan oleh yang ‘Ada’. Yang ‘Ada’ sebelum kata ‘ada’ itu ‘Ada’. Maka yang ‘Ada’ hanyalah yang ‘Ada’. Kita menggunakan kata ‘ada’ karena ada yang ‘Ada’. Dan kita menggunakan kata ‘tidak ada’ karena ada yang ‘Ada’ yaitu Allah”. ? Dalam pengungkapan kata ganti ‘aku’, ‘engkau’ dan ‘dia’ misalnya ‘aku Ahmad’, ‘engkau Husein’ dan ‘dia Hasan’, maka ketika tiga orang tersebut sudah tidak ada, kembalinya ‘aku’, ‘engkau’ dan ‘dia’ ? hanyalah pada ‘Aku yang tidak pernah mati’, yaitu la ilaha illa ana dan ‘Engkau yang selamanya ada ‘yaitu la ilaha illa anta serta ’Dia yang selamanya hidup’, yaitu la ilaha illa huwa. Jadi hakikatnya ‘Aku, Engkau dan Dia’ adalah Allah Swt.. Kita hanya mendapatkan ‘pinjaman’ sampai batas usia tertentu.?

Pada akhirnya menjadi semakin jelas bahwa sesungguhnya zaman modern ini justru lebih membutuhkan tasawuf daripada zaman orang-orang terdahulu. “Zaman modern ini mengundang banyak godaan dan tantangan yang bisa menjerumuskan manusia pada tingkatan yang rendah di berbagai aspek. Sebab, sejatinya manusia yang beradab adalah manusia yang hatinya berfungsi aktif mulai dari bashirah hingga fuad.” ?

Indonesia, kata Kiai Said, sedang dalam era kepemimpinan baru yang tengah bersemangat menggemakan ‘revolusi mental’ tentunya bisa menjadi harapan baru bagi Indonesia yang lebih beradab. “Setelah sekian lama bangsa kita merasakan pudarnya nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, solidaritas yang akarnya adalah kejatuhan mental, sehingga bangsa kita ini mudah dimasuki oleh berbagai pengaruh khususnya pengaruh asing seperti kapitalisme, liberalisme serta radikalisme dan terorisme. Maka dengan sangat jelas dan urgen, ‘revolusi mental’ membutuhkan ‘amunisi’ ? yang lebih mendalam dan mendasar dalam mendongkrak dan membangun mentalitas bangsa yang paripurna, yaitu melalui ‘revolusi spiritual’ yang berbasiskan pada tasawuf.”? ?

Para sufi telah merumuskan suatu pemahaman bathiniyah yang sangat substantif-holistik dengan mengejawantahkan nilai-nilai esoteris keagamaan dan kemanusiaan yang adiluhung. Mereka berangkat dari suatu pengalaman sufistik yang begitu mendasar dan mendalam. Pemikiran universalis dalam revolusi yang dirumuskan oleh para sufi ini merupakan estafeta pemikiran yang telah berlangsung lama dalam ranah dunia kesufian. Suatu pengungkapan yang secara otentik dan bersandar dari hasil penjelajahan intensif dalam samudera keilmuan dan pengamalan jiwa-batini.?

“Walhasil, kita perlu membangun bangsa ini melalui ‘revolusi spiritual’ berkultur sufisme.” (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga, Santri, Pahlawan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 02 Desember 2017

Hadang Radikalisme, LDNU Bojonegoro Latih Para Dai

Bojonegoro, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Cabang Lembaga Dakwah (LDNU) Bojonegoro menggelar pelatihan dai di gedung lantai 2 Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Balen, Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (25/10). Pelatihan ini diikuti sekitar 108 peserta dari seluruh pengurus MWCNU dan utusan Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU).

Ketua LDNU Bojonegoro Mulazim mengatakan, kegiatan ini penting dilakukan untuk meningkatkan kemampuan para dai dalam berdakwah, terutama turut menjaga diri dari aliran garis keras yang ada. "Pelatihan ini sebagai benteng radikalisasi agama," terangnya.

Hadang Radikalisme, LDNU Bojonegoro Latih Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadang Radikalisme, LDNU Bojonegoro Latih Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadang Radikalisme, LDNU Bojonegoro Latih Para Dai

Menurutnya, sekarang ini banyak aliran-aliran yang tidak sesuai dengan paham Ahlussunnah wal Jamaah yang mengedepanan toleransi dan siap moderat. Kelompok-kelompok tersebut hadir dengan senantiasa menggembosi praktik-praktik keagamaan di kalangan warga NU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pembinaan bertema “Optimalisasi Peran Dai Nahdlatul Ulama dalam Pemantapan Aswaja” ini? diisi dai dari pengurus cabang yang sudah berpengalaman, serta dihadiri pula utusan dari LDNU Jawa Timur.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Di masyarakat banyak yang menyudutkan kita. Dianggap amaliyah kita syirik. Kita perlu memiliki dasar dan dalill untuk meng-counter-," sambungnya.

Ditambahkan, selain pelatihan, LDNU Bojonegoro juga mengadakan kegiatan rutin setiap Ahad Kliwon di Masjid Babushofa Bojonegoro.

Ketua PCNU Bojonegoro Cholid Ubed mengapresiasi kegiatan LDNU yang melatih dai-dai di Kabupaten Bojonegoro. Mereka, katanya, dapat menjadi ujung tombak syiar Ahlussunnah wal Jamaah nantinya.

Apalagi dengan banyaknya tontonan di televisi menjadi contoh, agar ceramah menjadi menarik bagi para masyarakat. "Camarah tidak monoton dan menjadi kreatif, sehingga umat dapat meresapi dan merasakan ceramah," pungkasnya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga, Kajian, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 27 November 2017

Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla (JK) resmi menutup perhelatan Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Sabtu (26/11) di Asrama haji Pondok Gede Jakarta. Memberikan sambutan setelah Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, JK memberikan ucapan selamat kepada Khofifah sekaligus bangga dengan kiprah Muslimat NU selama.

Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU

JK menilai, problem bangsa ini bukan hanya dalam hal kesejahteraan, tetapi juga keadilan sosial. Upaya ini menurutnya telah dilakukan oleh Muslimat NU sehingga peran organisasi perempuan terbesar di Indonesia ini mempunyai peran strategis.

“Sesuai dengan semangat Islam Nusantara, kesejahteraan dan keadilan sosial harus dibangun seiring sehingga mewujudkan kedamaian,” ujar JK kepada sekitar 2200 kader Muslimat NU yang mengikuti sesi penutupan.

Pria asal Makassar ini menjabarkan, kedamaian hidup berbangsa dan bernegara akan damai jika kesejahteraan dan keadilan sosial terwujud. Menurutnya, Muslimat NU telah melakukan segala upaya untuk mewujudkan tujuan itu melalui berbagai bidang yang telah didirikan dan bekerja nyata.

JK juga memberikan harapan menjelang seabad Muslimat NU. Dia menginginkan kepada Muslimat agar mewujudkan berbagai capaian dan hasil untuk terus mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial umat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Selamat kepada Ibu Khofifah Indar Parawansa. Dipilih secara aklamasi, berarti dia dicintai anggota dan kadernya,” tutur JK sebelum menutup sambutannya.

JK bersama KH Ma’ruf Amin, dan Khofifah resmi menutup kegiatan Kongres yang berlangsung sejak 23 November 2016 itu dengan menabuh rebana diiringi shalawat Nabi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam Kongres Ke-17 Muslimat NU ini, Khofifah dipilih secara aklamasi oleh 34 pengurus wilayah, 525 pengurus cabang, dan 4 pengurus cabang istimewa (Hongkong, Arab Saudi, Malaysia, dan Sudan) yang memiliki hak suara dalam kongres.?

Dengan demikian, perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun lalu ini memegang pucuk pimpinan Muslimat NU selama 4 periode (2000-2021).?

Hadir dalam penutupan Kongres Muslimat NU ini Wantimpres KH Hasyim Muzadi, Founder Mustika Ratu Moeryati Soodibyo, KH Ahmad Bagja, dan para pejabat eselon 1 kementerian. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail, Olahraga, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 11 November 2017

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susianah Affandi mengatakan, kelompok ekstremis menyasar anak-anak sebagai target perekrutan. Alasannya, anak-anak dinilai masih polos dan belum bisa menyaring mana konten yang mengandung unsur ektrimisme-radikalisme dan mana yang tidak.

“Karena mereka kan masih polos dan mereka tidak bisa menolak,” kata Susianah selepas mengisi acara Halaqah Pencegahan Anak dari Gerakan Radikal di Jakarta, Selasa (29/8).

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Menurut dia, pemerintah seharusnya melakukan sosialisasi kepada para orang tua tentang ideologi radikalisme dan ekstremisme. Sehingga mereka sadar dan mawas diri akan bahaya gerakan-gerakan yang mengarah kepada terorisme.

“Yang harus dilakukan adalah penguatan ketahanan keluarga,” tegasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Wakil Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) itu menyebutkan, anak-anak yang terpapar radikalisme biasanya berasal dari keluarga yang bermasalah seperti orang tuanya bercerai, keluarganya tidak harmonis, dan keluarga yang miskin.

Selain itu, kelompok ekstremis dan radikalis, imbuh Susianah, melakukan propaganda kepada anak-anak dengan menyuguhkan pengertian jihad yang keliru. Mereka menafsirkan jihad dengan dengan perang melawan non-muslim. Maka dari itu, yang paling rentan terhadap radikalisme adalah anak-anak.

“Nilai-nilai itu (pengertian jihad yang keliru) hanya bisa masuk secara mudah kepada orang-orang yang belum punya filter pendidikan, pengalaman, dan sosio kultur,” ucapya. ?





Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Anak sudah terpapar radikalisme

Susianah menjelaskan, seandainya ada anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme maka pemerintah seharusnya tidak melakukan upaya-upaya yang represif dan menggunakan pendekatan hukum.?

“Jadi bukan pendekatan represif. Kalau menggunakan represif maka akan menularkan virus dendam kepada anak,” jelasnya.

Ia lebih sepakat apabila pemerintah melakukan program rehabilitasi dan kesejahteraan kepada anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme, yaitu dengan menanamkan pemahaman Islam yang damai.

Di lain pihak, masyarakat juga harus diberikan pendidikan terkait dengan anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme. Sehingga masyarakat juga bisa ikut serta dalam proses rehabilitasi terhadap anak yang sudah terpapar tersebut. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai, AlaNu, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 05 November 2017

Cegah Kesalahan pada Buku Agama dan Keagamaan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pada tahun 2016, Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Balitbang Diklat Kemenag melakukan tadqiq maupun evaluasi terhadap 160 buku ajar pendidikan Agama dan Keagamaan.

(Baca: Kesalahan-kesalahan Buku Pendidikan Agama)

Cegah Kesalahan pada Buku Agama dan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Kesalahan pada Buku Agama dan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Kesalahan pada Buku Agama dan Keagamaan

Beberapa rekomendasi dalam rangka tindak lanjut atas hasil tadqiq dan evaluasi tersebut adalah mengusulkan kepada para penerbit untuk tidak mencetak ulang buku pendidikan agama dan keagamaan, yang berdasarkan temuan dan rekomendasi hasil tadqiq ini dinyatakan kurang layak terbit, baik yang harus diperbaiki terlebih dahulu, hingga buku yang dinyatakan harus ditarik dari peredaran atau yang telah terlanjur beredar di pasaran maupun masyarakat pengguna. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selanjutnya mengimbau seluruh lembaga atau instansi terutama di Lingkungan Kemenag dan Kemendikbud, termasuk lembaga penerbitan buku pendidikan agama dan keagamaan untuk mematuhi berbagai peraturan, sekaligus secara intensif melakukan sosialisasi terhadap Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI); Kamus Istilah Keagmaan (KIK); Ejaan Bahasa Indonesia (EBI); Surat Keputusan Bersama Menteri Agama RI No. 158 Tahun 1987 dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0543/b/1987 tentang Pembakuan Pedoman Transliterasi Arab-Latin; KMA No. 437 Tahun 2001 tentang Pentashihan Buku-Buku yang Memuat Tulisan Ayat Al-Quran yang Diterbitkan dan Diadakan di Lingkungan Depag.

Sosialisasi juga dilakukan terhadap KMA No. 25 Tahun 1984 tentang Penetapan Mushaf Standar, Surat Keputusan Kepala Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan No. BD/01/2004 Tahun 2004 tentang Pedoman Penulisan, Penerbitan, dan Pentashihan Buku-Buku Keagamaan; termasukpenggunaanhadisyang terdapat dalam Kutubussittah ataupun Kutubutis’ah.

Direktorat Jenderal Pendidikan di lingkungan Kemenag diimbau agar melakukan evaluasi dan revisi terhadap buku tersebut, misalnya dengan melibatkan berbagai pihak/lembaga terkait untuk mencermati kembali buku-buku keagamaan kurikulum 2013, baik yang sudah selesai maupun dalam proses penyusunan agar terhindar dari kesalahan-kesalahan serupa, terutama terkait konsistensi penerapan peraturan perundang-undangan tentang pengadaan dan penerbitan buku keagamaan. 

Perlu kerja sama yang intensif dan berkesinambungan dalam melakukan tadqiq dan penilaian buku, terutama antara Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama dengan Direktorat Madrasah/Pendis Kemenag, Puskurbuk Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, para penerbit buku, serta para pengguna/users terutama sekolah/madrasah maupun perguruan tinggi. 

Untuk itu, perlu dirumuskan mekanisme dan langkah-langkah teknis tentang kerjasama yang intensif antara Puslitbang Lektur dan Khazanah dengan Ditjen Pendis Kemenag, juga kementerian terkait lainnya dalam proses penyusunan, penilaian, serta pengadaan buku bahan ajar maupun buku pengeyaan (bahan pustaka) bidang keagamaan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hasil penelitian atau tadqiq buku keagamaan yang sudah dilakukan semenjak 2006, 2008, 2012, 2013, 2015, dan terakhir 2016 ini perlu ditindaklanjuti, antara lain sebagai bahan naskah akademik dalam rangka penyempurnaan draft KMA tentang Penilaian Buku Teks dan Pustaka untuk Pendidikan Agama dan Keagamaan PadaPendidikan Dasar, Menengah, dan Tinggi (Tahun 2016), baik untuk tujuan melengkapi KMA No. 437 Tahun 2001 yang masih tetap berlaku, maupun perumusan kebijakan yang lebih luas dalam bentuk SKB menteri baru yang diperlukan.  

Kementerian Agama perlu menyediakan mushaf Al-Qurán standar atau kompilasi hadis yang bisa di-download  via website sehingga mudah diakses, sosialisasi lebih intensif tentang mushaf standar dan terjemahnya, sistem transliterasi yang berlaku, dan kebijakan terbaru tentang petunjuk penyusunan, penilaian, dan penerbitan buku teks ajar agama dan keagamaan untuk sekolah, madrasah maupun perguruan tinggi. 

Selain itu, Kementerian Agama perlu menyelenggarakan workshop penulisan, penilaian, dan penerbitan buku agama dan keagamaan, sekaligus merumuskan mekanisme terkait kewenangan dalam mengeluarkan tanda tadqiq/tashih buku, mengeluarkan sertifikat bagi para pentadqiq melalui diklat, dan menyempurnakan serta menetapkan pedoman/acuan penyusunan, penilaian, dan penerbitan buku teks ajar agama dan keagamaan untuk sekolah, madrasah maupun perguruan tinggi, baik yang dirumuskan dalam bentuk buku pedoman, PMA, maupun SKB menteri. (Kendi Setiawan)





Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian, Quote, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 04 November 2017

PMII ITS Napak Tilas ke Kantor PBNU Pertama di Harlah Ke-90 NU

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ahad, (31/1) merupakan hari bersejarah bagi Nahdliyyin di Nusantara. Hal itu bertepatan dengan 90 tahun kelahiran Nahdlatul Ulama. Tepatnya di Jalan Bubutan VI/2, Surabaya pada tanggal 31 Januari 1926 silam. Di tempat inil pula PBNU berkantor untuk pertama kali.

Beragam cara dilakukan Nahdliyyin dalam menyambut hari lahir ke-90 dari jam’iyyah ini. Begitu pula dengan yang dilakukan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sepuluh Nopember ITS Surabaya.

PMII ITS Napak Tilas ke Kantor PBNU Pertama di Harlah Ke-90 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII ITS Napak Tilas ke Kantor PBNU Pertama di Harlah Ke-90 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII ITS Napak Tilas ke Kantor PBNU Pertama di Harlah Ke-90 NU

Dalam menyambut harlah ini, PMII ITS yang dikomandani Muhammad Iqbal El-Ghiffary ini melakukan napak tilas dan Istighotsah di kantor PBNU pertama yang saat ini menjadi gedung PCNU Surabaya itu. Dipimpin langsung oleh sahabat Iqbal, Istighotsah berlangsung khusyuk dan khidmat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Alhamdulillah, telah terlaksana agenda napak tilas dan doa bersama sahabat PMII ITS. Semoga dengan dengan napak tilas ini, sahabat-sahabat bisa menghayati perjuangan serta mendoakan para masyayikh NU, dan tetap membawa semangat Sepuluh Nopember di setiap geraknya. Tentunya ini menjadi sebuah bentuk perwujudan kami untuk tetap berada di barisan para ulama,” ujarnya.

Di akhir kegiatan ini, mahasiswa Teknik Geomatika ITS angkatan 2012 ini juga berharap Nahdlatul Ulama bisa tetap menjadi perekat bagi warga seluruh element bangsa di Indonesia. “Selain itu, besar harapannya NU tetap dapat menjadi pengayom bagi semua elemen golongan dan tentunya bisa tetap menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin di bumi Nusantara,” tuturnya. (Ahmad Hanan/Mahbib)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga, Cerita, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 05 Oktober 2017

Perkuat Aqidah, GP Ansor Dawe Wadahi Alumni Pesantren

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Bertujuan memperkuat aqidah dan ideologi Ahlussunah wal Jamaah dan Pancasila, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus gandeng alumni pondok pesantren. Program ini merupakan tindak lanjut adanya usulan dari Rijalul Ansor untuk memperkuat benteng ideologi di masyarakat.

Ketua GP Ansor Dawe Mohammad Sahlan menyatakan pentingnya pembuatan wadah bagi para lulusan pondok pesantren. Menurutnya, para lulusan pondok pesantren merupakan aset yang harus diberi lahan dakwah untuk mengamalkan ilmunya.

Perkuat Aqidah, GP Ansor Dawe Wadahi Alumni Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Aqidah, GP Ansor Dawe Wadahi Alumni Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Aqidah, GP Ansor Dawe Wadahi Alumni Pesantren

"Wadah berupa lahan dakwah ini sangat penting bagi alumni pondok supaya mereka tidak digaet dan dimanfaatkan oleh golongan di luar kita yang melenceng dari aqidah Aswaja," katanya di Cendono Dawe, Kudus, Senin (8/5).

Sahlan menambahkan, aktualisasi diri oleh lulusan pondok pesantren itu perlu mendapat arahan dan perhatian sebaik mungkin. Sebab, biasanya lulusan baru belum begitu bisa beradaptasi kembali dengan kampung asalnya. Jika dibiarkan, bisa jadi akan dimanfaatkan oleh golongan radikalis untuk bertindak sewenang-wenang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Maka dari itu, mereka akan dibina kembali dan didekatkan dengan masyarakat melalui langkah awal membentuk halaqah. Dalam halaqah para generasi fasih agama itu akan diberi pengarahan tentang strategi dakwah dengan tetap berlandaskan pada Aswaja dan cinta tanah air.

"Nanti kita kumpulkan alumni-alumni itu dalam suatu halaqah yang berisi doktrin dan penyadaran pentingnya NU dan Aswaja serta pendekatannya kepada masyarakat," bebernya.

Pembentukan wadah ini sesungguhnya juga didasari dengan semangat untuk menguasai masjid dan mushala sebagai pusat keagamaan masyarakat. Dengan itu diharapkan bisa menjadi benteng kokoh bagi masyarakat agar tidak dimasuki ideologi dan paham yang menyimpang.

"Ini merupakan langkah efektif untuk memperkuat semangat Aswaja dan Ke-NU-an dalam diri masyarakat," tambahnya.

Ketua Rijalul Ansor Kecamatan Dawe Saifuddin menjelaskan, latar belakang dibentuknya wadah ini adalah menjamurnya para jahula (pendakwah yang berpindah dari masjid ke masjid). Tanpa pendampingan dari ahlinya masyarakat awam akan mudah sekali tertipu dengan paham dan penampilan pakaian mereka.

"Fenomena jahula semacam itu harus menjadi fokus kita agar masyarakat tidak bingung dan terjerumus ke dalam ideologi yang melenceng.”

Lulusan pesantren dianggap mempunyai keahlian dalam ibadah, Aswaja, dan lain sebagainya. Saifuddin juga meminta kepada para pengurus ranting untuk mencatat siapa saja lulusan pondok pesantren yang bisa digandeng. (M Farid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 17 September 2017

Makna Haji Mabrur dan Kesalehan Sosial Kita

Oleh Chepry Hutabarat



“… Tidak ada balasan bagi Haji Mabrur kecuali Surga.” (Muttafaqun ‘Alaih)



Makna Haji Mabrur dan Kesalehan Sosial Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Makna Haji Mabrur dan Kesalehan Sosial Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Makna Haji Mabrur dan Kesalehan Sosial Kita

Pada hakikatnya seluruh ibadah-ibadah yang diwajibkan atas manusia oleh Allah SWT adalah sebuah sarana untuk melatih kepekaan manusia atas keadaan di lingkungan sosialnya. Seperti shalat misalnya, dalam anjuran shalat berjamaah terkandung sebuah makna tentang bagaimana sikap seorang pemimpin (imam) dan orang yang dipimpin (makmum). Begitu pun ibadah zakat dan berpuasa, di dalamnya sarat dengan kandungan moral sosial. Puasa dan zakat adalah sarana untuk melatih dan membangun kepekaan sosial kita selaku umat Muslim atas apa yang dirasakan oleh mereka yang kehidupannya kurang beruntung. Lantas timbul pertanyaan, bagaimana dengan ibadah haji?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Seperti ibadah-ibadah lainnya, ibadah haji juga adalah sebuah praktik olahraga dan olah spiritual guna menjadikan kita melek atas kenyataan sehari-hari yang kita alami di sekitar kita selama hidup. Haji merupakan ibadah yang sangat penting bagi umat Muslim sedunia. Keutamaan ibadah haji salah satunya tercermin dari sabda Rasulullah, “Sebaik-baik amal ialah; Iman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, kemudian jihad fi sabilillah, kemudian haji mabrur.” Keberadaan haji sebagai ritual keagamaan pada akhirnya bertujuan untuk membuang sifat kebinatangan yang ada di dalam diri manusia, setelah melaksanakan haji diharapkan manusia menjadi lebih bersih dan suci.

Makna dari kata hilangnya sifat kebinatangan di dalam diri manusia dan menjadi pribadi yang lebih baik dan bersih inilah yang disebut sebagai mabrur dalam terminologi haji. Dilihat dari akar katanya, kata “mabrur” berasal dari kata “barra” yang berarti berbuat baik dan patuh. Dari kata barra ini kita bisa mendapatkan kata “birrun, al-birru” yang artinya kebaikan. Berangkat dari pemahaman ini, kita seharusnya menyadari dengan penuh, bahwasannya ibadah haji merupakan momentum bagi setiap pribadi Muslim untuk lebih meningkatkan kepedulian mereka atas lingkungan sekitarnya. Hal ini juga berarti, jika setelah melaksanakan ibadah haji seseorang tidak meningkat kesalehan sosialnya, maka dapat dikatakan bahwa ibadah haji yang telah dilaksanakanya belum berhasil atau haji yang mardud (ditolak).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ibadah haji oleh para ulama ditempatkan sebagai rukun Islam yang kelima. Haji menjadi rukun terakhir ibadah seorang hamba pada Tuhan. Ibadah haji yang dilaksanakan atas dasar istitha’ah (mampu) ini jangan direduksi maknanya. Kata mampu (istitha’ah) bagi sebagian besar umat Muslim (di Indonesia khususnya), hanya diartikan sebagai kemampuan secara materi. Kita cenderung menghilangkan bahwa kata mampu juga bermakna kemampuan kita secara spiritual. Pemahaman yang parsial inilah yang menyebabkan ibadah haji seperti hilang hakikat spiritual dan fungsi sosialnya. Mereka yang berangkat haji, hanya menjadikan kemampuan materi sebagai standar untuk menjalankan ibadah haji. (Taufik Abdullah:1989)

Wajar jika di negeri ini banyak koruptor yang menggunakan uang hasil korupsinya untuk berhaji, dan hasilnya adalah tidak ada kesinambungan batiniyah yang berakibat langsung pada kehidupan sosial pasca mereka pulang dari berhaji. Sejatinya, sebagai rukun Islam terakhir, haji menjadi semacam perayaan dari perjalanan ruhaniah yang begitu panjang, yang dilakukan oleh umat Muslim. Ini menekankan kepada kita bahwa ibadah haji merupakan tahap akhir sekaligus titik awal bagi diri kita (kesalehan individual) menuju pribadi Muslim yang lebih baik sekaligus mampu memberikan kebaikan kepada orang lain (kesalehan sosial). (Amirul Ulum: 2015)

Kesalehan Sosial

Terdapat sebuah kisah tentang makna sosial haji yang terkenal dalam tradisi sufi. Alkisah ketika sedang menjalankan ibadah haji, ada seseorang yang tertidur ketika sedang melakukan wukuf di tengah panasnya padang Arafah. Dalam tidurnya seseorang itu kemudian bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW. Menyadari bahwa ia sedang berhadapan dengan kekasih Allah SWT yang tidak tiap orang dapat menjumpainya, ia kemudian memberanikan diri bertanya kepada Rasulullah. “Wahai kekasih Allah SWT, siapakah di antara kami semua yang sedang melaksanakan haji ini, diterima ibadahnya dan menjadi haji yang mabrur oleh Allah SWT?” Rasulullah SAW kemudian dengan nada berat menjawab “Tak seorang pun dari kalian yang diterima hajinya, kecuali seorang tukang cukur tetanggamu”. Mendengar jawaban dari Baginda Rasululah SAW, orang tersebut termenung, betapa tidak, ia sadar bahwa tukang cukur yang dimaksud adalah tetangganya yang miskin dan tidak pergi berhaji saat ini.

Tak lama kemudian ia terbangun, dan dengan perasaan gundah gulana, ia merenung mencari makna di balik mimpi yang dialaminya itu. Sekembali dari Mekkah, segera ia menemui tukang cukur yang dimaksud Rasulullah SAW dalam mimpinya itu. Ia menceritakan segala pengalaman selama berhaji dan pengalaman spiritual lewat mimpi yang dialaminya itu. Lantas ia akhirnya bertanya pada tukang cukur itu, “Amalan dan ibadah apakah yang telah anda lakukan, sehingga Baginda Rasulullah SAW mengatakan bahwa anda telah menjadi haji yang mabrur?”

Mendapati cerita dan pertanyaan dari tetangganya itu, si tukang cukur kemudian terharu dan sujud syukur, kemudian dia menjelaskan bahwa sebenarnya ia telah lama mengidamkan untuk menunaikan ibadah haji. Bertahun-tahun ia menabung guna mewujudkan cita-citanya itu, dan pada saat tabungannya telah cukup untuk berangkat haji, bersiap-siaplah ia untuk berangkat melaksanakan haji. Tapi kemudian, belum lagi ia berangkat, ia mendapat kabar bahwa salah seorang tetangganya tertimpa musibah: seorang anak yatim sedang sangat membutuhkan pertolongan guna pengobatan atas sakit parah yang dialaminya. Mendapati kenyataan tersebut, ia kemudian mengurungkan niatnya untuk haji, dan menyumbangkan seluruh tabungannya guna menyelamatkan anak yatim tetangganya itu. (Said Agil Siroj: 2015)

Mendengar cerita si tukang cukur itu, orang yang baru selesai melaksanakan haji itu kemudian tertunduk malu. Ia sadar, kita kadang begitu mengebu-gebu dalam mencari ridha Allah SWT, dan karenanya menutup mata kita atas apa yang terjadi atas diri orang lain. Ibadah-ibadah kita kemudian menjadi tidak suci lagi, karena di dalamnya tersemat egoisme, ditumpangi nafsu dan jauh dari hakikat ibadah itu sendiri, yaitu rahmatan lil’alamin.

Berangkat dari cerita di atas, kita seharusnya belajar, untuk kembali memaknai ibadah haji yang selama ini kita pahami. Ibadah haji dalam konteks hari ini, sangat naïf jika hanya dipandang sebagai ritual keagamaan yang sifatnya individual, kita harus juga mampu menjadikan haji sebagai ibadah sosial. Di dalam ritual haji, semua umat Muslim menjadi sama, tidak ada yang membedakan secara tampilan fisik satu sama lain. Hal ini mengajarkan pada kita bahwa kita sebagai umat manusia pada satu titik adalah satu. Ke-satu-an di tengah pluralitas inilah yang seharusnya kita maknai untuk saling peduli dan memperhatikan satu sama lain. Pernahkah kita terpikir, di saat ratusan ribu umat Muslim di negeri ini melaksanakan ibadah haji, di sisi yang lain kebodohan dan kemiskinan masih juga menjadi masalah terbesar di republik ini. Terlebih kepada mereka yang melaksanakan haji lebih dari sekali, hal ini sungguh memilukan. Alangkah zalimmnya perbuatan tersebut. Di tengah krisis perekonomian negeri ini, masih begitu banyak yang umat Muslim yang tertutup pintu hatinya, semata hanya mengejar derajat kesalehan individualnya semata dengan berangkat berhaji. Alangkah bijak dan mabrurnya mereka yang menunda ritual haji mereka, kemudian menyumbangkan uang dan bekal untuk berhaji mereka guna kemaslahatan orang banyak.

Pada akhirnya penulis berharap agar kita terus memaknai keberadaan kita sebagai khalifah di muka bumi ini. Semoga dengan adanya ibadah haji yang tiap tahun dilaksanakan ini, mengajarkan kepada kita untuk terus meningkatkan kesalehan individual kita menuju kesalehan sosial, karena sebaik-baiknya manusia, adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain. Wallahu’alam.

Referensi

Shahih at-Targhib, No. 1096

Taufik Abdullah, Islam Dan Pembentukan Tradisi di Asia Tenggara, Jakarta: LP3ES, 1989, Cet. I, hlm. 58.

Amirul Ulum, Muassis Nahdhatul Ulama, Yogyakarta: Pustaka Musi, 2015, Cet I, hlm 45.

Baca KH said Agil Siroj, “Urgensi Kajian Islam Nusantara” dalam Harianto Oghie dan Fatkhu Yasik (ed.), Islam Nusantara: Meluruskan Kesalahpahaman, Jakarta: LP Ma’arif Pusat, 2015, Cet. I, hlm. 29.

* Penulis adalah Founder #PoskoNoesantara; tinggal di Sukarame, BandarlampungDari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Olahraga, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 08 September 2017

40 Tim Hadrah Al-Banjari Se-Jatim Unjuk Kebolehan di Masjid As-Sa’adah

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Ta’mir Masjid As-Sa’adah Keputih, Sukolilo, Surabaya menggelar Festival Hadrah Al-Banjari se-Jawa Timur yang melibatkan sebanyak 40 tim, Senin (8/2). Kegiatan yang diinisiasi oleh remaja Masjid As-Sa’adah, Ta’mir Masjid dan berbagai elemen NU seperti IPNU, IPPNU, GP Ansor, Fatayat, Muslimat NU hingga Pengurus Ranting NU Keputih, memberikan kesempatan bagi kontestan untuk memperebutkan total hadiah sebesar 7,5 juta rupiah.

Mereka datang dari sejumlah kota di Jatim seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Jombang, serta Lamongan.

40 Tim Hadrah Al-Banjari Se-Jatim Unjuk Kebolehan di Masjid As-Sa’adah (Sumber Gambar : Nu Online)
40 Tim Hadrah Al-Banjari Se-Jatim Unjuk Kebolehan di Masjid As-Sa’adah (Sumber Gambar : Nu Online)

40 Tim Hadrah Al-Banjari Se-Jatim Unjuk Kebolehan di Masjid As-Sa’adah

Antusiasme remaja masjid terhadap shalawat yang sangat besar menjadi dasar pelaksanaan festival ini. Meski jumlah peserta dibatasi, ternyata jumlah pendaftar melebihi kouta yang tersedia. Alhasil banyak yang belum bisa berpartisipasi di pagelaran tahun ini.

“Insya Allah akan terus diadakan tiap tahunnya. Melihat antusiasme pendaftar saat ini, besar kemungkinan pada pelaksanaan selanjutnya kouta peserta akan bertambah,” Wakil Ketua Panitia Abdul Adhim.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Di akhir acara, pemenang lomba ini diumumkan. Juara pertama diraih oleh As-Syafa’ah. Kemudian ada juga Zerofaza dan Ar-Roudloh untuk peraih juara kedua dan ketiga. Selain itu masih ada juga An-Nuha, Nida’un Ilaih, dan Man Jadda Wajada untuk juara harapan satu hingga tiga.

“Juara pertama akan tampil di acara pengajian bersama KH. Marzuki Mustamar besok harinya,” pungkasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Festival Hadrah Al-Banjari yang diadakan ini merupakan penyelenggaraan untuk pertama kalinya. Hal itu sesuai dengan apa yang diutarakan oleh Wakil Ketua Pelaksana Abdul Adhim. “Festival ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan oleh ta’mir masjid As-Sa’adah Keputih,” ujarnya.

Festival rebana ini merupakan salah satu dari sekian rangkaian penyambutan maulid 1437 H. Ada tiga kegiatan yang diadakan oleh pihak ta’mir. Pengurus masjid sebelumnya mengadakan khitanan massal. Acara lainnya adalah pengajian bersama KH Marzuki Mustamar. (Hanan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga, Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 06 September 2017

Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Selenggarakan Haflah Ke-41

Demak, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Pondok Pesantren al-Badriyyah Mranggen Demak kembali menyelenggarakan haflah at Tasyakkur Khotmil Al-Quran ke 41 pada Sabtu (13/5) di halaman pesantren. Acara ini merupakan agenda rutin setahun sekali yang dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas prestasi santri dalam mengaji dan menghafal ? al-Qur’an.

Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Selenggarakan Haflah Ke-41 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Selenggarakan Haflah Ke-41 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Selenggarakan Haflah Ke-41

Sebagaimana diketahui, Khotmil Qur’an merupakan salah satu tradisi pesantren yang telah berlangsung berabad lama. Khotmil Qur’an di pesantren termasuk salah satu ritual sakral, sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan para santri dalam mengkhatamkan al-Qur’an. Demikian, di pesantren tidak hanya menekankan pada kualitas membaca dan tajwidnya, melainkan juga pada silsilah sanad. Sehingga transmisi pembelajaran Al-Qur’an yang dilaksanakan oleh Pesantren al-Badriyyah Mranggen tidak abal-abal, tetapi sanad gurunya jelas.

Pengasuh Pesantren al-Badriyyah Mranggen, KH Muhibbin Muhsin al-Hafidz dan Nyai Hj Nadhiroh, al-Hafidzoh merupakan ulama kharismatik yang sangat istiqomah menjaga hafalan Al-Qur’an para santri. Melalui bimbingannya, sudah ratusan alumni yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz dan mendirikan pesantren berbasis Tahfidz Al-Qur’an di berbagai daerah.

Pada Khotmil Qur’an ke-41 kali ini, jumlah khotimin-khotimat sebanyak 289 santri, dengan rincian; khotimat bil hifdhi 30 juz 7 santri; khotimat Binnadzri 91 santri; khotimat bil hifdzi juz ‘amma 100 santri; khotimin bil hifdhi 30 juz 2 santri; khotimin bin nadzri 45 santri dan khotimin bil hifdhi juz ‘amma 44 santri. Pengasuh berharap agar para santri terutama kepada santri yang telah hafal Al-Quran 30 juz ? tetap berusaha menjaganya dengan istiqomah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Prosesi khotmil Qur’an dimulai tepat pukul 18.30 WIB. Tampak hadir para kiai dan masyayikh serta ibu nyai, di antaranya KH Ulin Nuha Arwani. AH, KH Ulil Albab Arwani, AH (Kudus), KH Muhammad Hanif Muslih, Lc, KH Ishaq Ahmad, Hj Ishmah Ulin Nuha, Hj Zuhairoh Ulil Albab, Hj Mutammimah Harir, Hj Jamilah Hamid, dan lain-lain.

Dalam tausiyah yang disampaikan oleh KH Ulin Nuha Arwani, para santri diharapkan bersyukur kepada Allah SWT karena telah diberi nikmat mengkhatamkan Al-Qur’an, apalagi sampai ada santri yang dapat mengkhatamkan Al-Qur’an 30 juz bil hifdzi.

“Cara bersyukur yakni tetap membacanya dengan rutin dan istiqomah dengan terus mengkaji, menghayati, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua panitia penyelenggara, H Muhammad Hamam Muhibbin, mengatakan bahwa selain sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan santri Pesantren Al-Badriyyah dalam mengikuti pembelajaran mengkaji Al-Qur’an, kegiatan khotmil Qur’an ini merupakan wadah syiar tentang perlunya pembelajaran Al-Qur’an dan harus ditangani dengan serius.?

Alhamdulillah, semoga mengaji Al-Qur’an di pesantren ini, bisa bermanfaat baik untuk para santri, keluarga dan masyarakat. Lebih dari itu, amat diutamakan agar ajaran-ajaran Al-Qur’an bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Seusai prosesi wisuda para khotimin-khotimat, puncak acara Khotmil Qur’an ini dilanjutkan pengajian akbar oleh KH Mu’in Abdurrohim dari Banjar Jawa Barat dan KH Mahyan Ahmad dari Grobogan Jawa Tengah. Pengajian berlangsung meriah nan khidmat. Tidak kurang dari 2000-an jamaah memadati halaman Pesantren al-Badriyyah, baik para wali santri, alumni, dan masyarakat sekitar.

Dalam mauidhoh hasanah-nya, KH Mu’in Abdurrohim mengisahkan kembali kehidupan orang tua Imam Syafi’i yang sarat makna hikmah yang patut diteladani oleh masyarakat sekarang ini.

“Dari pasangan suami-istri yang terjaga dari dosa dan maksiat, haram dan kemungkaran ini, kemudian lahir seorang anak shaleh teladan, yang bahkan dalam umur enam tahun telah hafal Al-Qur’an. Dialah Muhammad bin Idris Assyafi’i yang tak lain adalah Imam Syafi’i. Itulah buah kesabaran dari ayah seorang ulama besar sepanjang masa ini. Sang ayah begitu sabar dalam menahan dan menghindari makanan yang haram, juga ibu yang selalu menjaga kesuciannya.” jelasnya

Lebih lanjut ia menjelaskan tentang peranan santri dan ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya santri merupakan bagian dari entitas umat Islam Nusantara, boleh dikata santri merupakan wakil umat Islam dalam proses kemerdekaan kala itu yang patuh pada petuah ulama yang penuh nilai-nilai qur’ani.

“Saat mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, para santri dan kiai pesantren memahami dan menerapkan betul kalimat hubbul wathan minal iman, cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Sehingga apapun akan mereka lakukan untuk mempertahankan kemerdekaan tersebut. Meski harus mengkorbankan nyawa sekalipun.” imbuhnya.

Sementara, KH Mahyan Ahmad mengingatkan kembali kepada orang tua akan peranan pentingnya untuk membekali anak-anak ? mereka sejak dini dengan ilmu agama. Dengan demikian keimanan yang tertanam pada diri sang anak bisa membentengi diri mereka dari pengaruh negatif. Pendidikan, terutama pendidikan akhlak adalah kunci ? dan bekal utama dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Pendidikan bagi anak sangat penting karena mereka adalah generasi penerus bangsa.

“Maka kepada orang tua, jangan ragu memondokkan putra-putrinya di pesantren. Karena hal itu juga merupakan investasi masa depan orang tua. Karena setelah orang tua ? meninggal dunia, putra-putrinya akan fasih mengirim doa dan bacaan tahlil kepadnya,” tuturnya dengan gaya humoris dan mengundang gelak tawa.

Kepada para santri ia berpesan agar selalu berbakti dan berbuat baik kepada orang tua karena salah satu dari tiga hal yang disabdakan Nabi Muhammad SAW yang membuat hidup tidak manfaat dan tidak berkah serta selalu mengalami berbagai macam kesulitan adalah durhaka kepada kedua orangtua, memutus tali silaturahmi dan tak mau membayar zakat/sedekah. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ahlussunnah, Olahraga, Pertandingan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 30 Agustus 2017

Pengurus Baru PCINU Yaman Resmi Dikukuhkan

Tarim, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman menggelar pelantikan pengurus baru masa bakti 2015-2016 di Tarim, Yaman. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan dihadiri pengurus baru dan pengurus demisioner, Jumat (5/3) malam waktu setempat.

Rais syuriyah baru PCINU Yaman M Hasan Basri Hayyi mengajak kepada seluruh jajaran pengurus terlantik untuk melaksanakan amanat yang ditugaskan dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab yang besar.

Pengurus Baru PCINU Yaman Resmi Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru PCINU Yaman Resmi Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru PCINU Yaman Resmi Dikukuhkan

“Sebagai pelajar sudah sepatutnya untuk memiliki kesadaran dalam berorganisasi karena NU Yaman ada di tangan kita semua selaku pemuda Nahdliyin,” tutur Hasan Bashri yang pada kesempatan itu memimpin pembacaan sumpah jabatan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam sambutannya, ketua baru PCINU M Abdul Rahman Malik mengatakan bahwa PCINU Yaman merupakan wadah dalam melanjutkan estafet perjuangan para pendirinya, terutama Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Dengan berorganisasi secara tidak langsung sesorang telah melakukan jihad fisabilillah dengan pemaknaan jihad yang lebih mutakhir, sebab di era modern ini makna jihad telah banyak mengalami perubahan sebab tuntutan keadaan,” ungkapnya.

Usai acara pelantikan, pembahasan program kerja menjadi agenda selanjutnya. Pembentukan program kerja yang dipimpin oleh ketua PCINU menghasilkan beberapa keputusan perihal serangkaian kegiatan yang akan dilaksakan dalam rentan waktu masa periode satu tahun ke depan.

Para undangan yang terdiri dari perwakilan tiap daerah dan organisasi lain juga turut hadir dalam acara tersebut. (M. Rifqon Syauqi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 28 Agustus 2017

KH Musthafa Aqil: Hanya Pemilihan Kuwu, Santri Jangan Diminta Pulang

Cirebon, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pengasuh Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj (KHAS) Kempek KH Musthafa Aqil Siroj mengajak segenap wali santri untuk mengikhlaskan anaknya untuk mengaji dan belajar dengan fokus di pesantren. Kiai Mushtafa meminta wali santri untuk memercayakan masa pertumbuhan anak mereka dilewati dalam kultur keseharian pesantren.

Demikian disampaikan Kiai Musthafa Aqil di hadapan sedikitnya 2000 hadirin pada pembukaan Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di arena rapat, Pesantren Kempek, Kabupaten Cirebon, Ahad (24/7) siang.

KH Musthafa Aqil: Hanya Pemilihan Kuwu, Santri Jangan Diminta Pulang (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Musthafa Aqil: Hanya Pemilihan Kuwu, Santri Jangan Diminta Pulang (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Musthafa Aqil: Hanya Pemilihan Kuwu, Santri Jangan Diminta Pulang

“Biarkan anak-anak ngaji dulu. Biarkan mereka fokus belajar di pesantren,” kata Kiai Musthafa Aqil yang juga Rais Syuriyah PBNU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia melanjutkan, pengasuh pondok mendidik para santri untuk betul-betul “berkhalwat” dalam mengaji dan belajar. Di pondok para santri tidak diperkenankan menggunakan fasilitas yang mengganggu konsentrasi mengaji dan belajar.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Mereka tidak pegang hape, nonton televisi di pesantren. Tapi kadang orang tuanya yang mengajarkan sebentar-sebentar pulang. Ada pemilihan kuwu, santri diminta pulang. Saudaranya sunatan, kawinan, santri diajak pulang,” kata Kiai Musthafa Aqil. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Olahraga, Pertandingan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 16 Agustus 2017

BNPT Butuh Masukan Masyarakat untuk Cegah Propaganda Radikal

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Radikalisme dan terorisme tidak bisa hanya mengandalkan salah satu pihak untuk mencegahnya. Dalam hal ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius membutuhkan peran masyarakat dan seluruh elemen bangsa.

BNPT Butuh Masukan Masyarakat untuk Cegah Propaganda Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
BNPT Butuh Masukan Masyarakat untuk Cegah Propaganda Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

BNPT Butuh Masukan Masyarakat untuk Cegah Propaganda Radikal

Apalagi menurut dia, praktik terorisme terjadi di tengah masyarakat sehingga pemerintah memerlukan peran aktif pemuda dan masyarakat, baik Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) untuk bersama-sama melawan terorisme.?

“BNPT butuh masukan masyarakat sehingga informasi berlangsung secara bottom up, bukan top down,” ujar Suhardi sesaat sebelum membuka kegiatan Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Teroris di Dunia Maya bersama Media OKP dan Ormas, Rabu (22/3) malam di Hotel Millennium, Jakarta.

Dalam acara yang dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin tersebut, mantan Kapolda Jawa Barat itu menerangkan bahwa sasaran empuk propaganda radikal adalah para pemuda.

Menurutnya, hal ini disebabkan para pemuda masih dalam proses pencarian jati diri. Kondisi mereka secara psikologis juga masih labil dan mudah dipengaruhi oleh hal-hal baru.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pihaknya mengaku masih terus mencari formula yang tepat untuk mencegah dan mengatasi radikalisme dan tindakan terorisme ini melalui berbagai langkah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Termasuk menyasar dunia maya dan media sosial lewat produksi konten positif yang familiar dengan bahasa anak-anak muda sehingga mudah dimengerti karena mereka memanfaatkan jaringan online untuk melakukan propaganda radikal,” jelas Suhardi. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, Pahlawan, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock