Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba

Majalengka, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ribuan pelajar dan santri Majalengka mendukung eksekusi mati terpidana narkoba Bali Nine segera dilakukan. Dukungan digelar dalam bentuk aksi tanda tangan petisi dukungan kepada Presiden Joko Widodo oleh pelajar dan santri Al-Mizan Ciborelang dalam acara karnaval yang bertajuk “Perdamaian untuk Bangsa” di Alun-alun Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (07/03).

Menurut Kordinator acara, Ade Duryawan, aksi ini adalah salah satu wujud kepedulian terhadap generasi bangsa yang? saat ini terancam masa depannya oleh Narkoba. “Saat ini ada sekitar 4,1 juta lebih pengguna narkoba di Indonesia. Kami mendukung eksekusi mati, sebab narkoba betul-betul telah menghancurkan masa depan generasi bangsa ini,” tegas Ade di sela-sela acara.

Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba

KH Maman Imanulhaq, anggota DPR RI, yang turut menginisiasi kegiatan menegaskan bahwa Indonesia kini masuk dalam kondisi darurat narkoba. Karena itu , menurut Maman, selain tindakan tegas bagi bandar dan pengedar, hal penting lainnya adalah upaya pencegahan yang dilakukan secara masif oleh berbagai pihak, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Maman menyebutkan, sejak dini anak-anak perlu diberi pemahaman akan bahaya narkoba, termasuk lewat pendidikan di sekolah dan rumah. Ia yakin kedua tempat ini bisa menjadi benteng yang kuat bagi pencegahan narkoba.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Anak-anak kita mesti dijaga baik-baik, karena mereka itu aset bangsa. Jangan sampai bangsa ini hancur gara-gara generasi penerusnya pecandu narkoba,” jelas anggota DPR RI Komisi VIII itu.

Iring-iringan karnaval yang melibatkan 41 SD/MI se-Majalengka tersebut tampak mengular sejauh 1 kilometer dan sempat memacetkan arus lalu lintas. Anak-anak terlihat antusias mengikuti pawai yang bertolak dari alun-alun Kecamatan Jatiwangi? dan berakhir di kompleks Pesantren Al-Mizan.

Sambil membawa berbagai macam poster dan mengenakan beragam atribut, sepanjang jalan peserta pawai meneriakkan yel-yel antinarkoba, antikorupsi, anti-free sex, antikekerasan anak, serta yel-yel dukungan mereka menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Karnaval merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Festival Al-Mizan ke-14 yang rutin digelar oleh Pondok Pesantren Al-Mizan Ciborelang, Jatiwangi, Majalengka. Selain karnaval, dalam rangka memeriahkan festival itu digelar juga kegiatan lain yang melibatkan partisipasi anak-anak, antara lain pameran pendidikan dan kreativitas anak, pagelaran seni budaya lokal, dan kompetisi futsal dan bola volley antar SD/MI se Majalengka. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Doa, Fragmen Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 31 Januari 2018

Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pelantun tembang-tembang shawalat dan religi Islami, Haddad Alwi menceritakan kesannya tentang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Gus Dur adalah seorang tokoh yang luar biasa. Orang yang tidak memahaminya bisa salah mengerti sampai mencaci maki. Tapi kalau yang memahami Gus Dur, bisa sangat mengagumi,” kata dia kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Sabtu (16/12) di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat.

Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur

Haddad yang hari itu datang membawakan shalawat di acara Maulid Kebangsaan yang digagas PP Fatayat NU, pun menceritakan pengalaman membawakan shalawat di dekat Gus Dur.

“Pertama saat Gus Dur masih sehat. Di satu acara di Kalibata, saya membawakan shalawat. Sambil duduk di kursi, Gus Dur menceritakan lirik-lirik yang saya bawakan,” sambung penyanyi yang kerap disapa ustad ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Haddad Alwi menyebutkan kala itu lirik yang dia bawakan adalah Shalawat Badar dan Al I’tiraf.

Pengalaman kedua, sambung Haddad Alwi, saat berlangsung sebuah acara besar di kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan.

“Waktu itu Gus Dur sedang sakit. Saya masuk menemui Gus Dur di ruangannya. Saya bawakan shalawat yang sangat lembut, kisah tentang Rasulullah. Sambil berbaring, Gus Dur mendengarkan sampai habis (selesai),” cerita dia.

Gus Dur juga meminta Haddad Alwi membawakan shalawat tersebut saat tampil di atas panggung. (Kendi Setiawan)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Doa, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017

Guna turut meramaikan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, serta memperingati 50 tahun Korp PMII Putri (Kopri), Komunitas Sepertiga Malam yang dipimpin Budi Syahbudin bekerjasama dengan Kopri PKC PMII NTB akan menggelanggelar Kala Santri Berpuisi, Jumat 24 November 2017.

Acara akan diihadiri oleh sahabat-sahabat lintas generasi yang hadir di arena Munas. Acara diagendakan dimulai pukul 19.30 WITA di halaman Pondok Putri 1, Pesantren Nurul Islam, Jl. Swa Sembada, Sekarbella Mataram.

"Acara sengaja digelar di Sekarbella, karena pondok pesantren itu dipimpin oleh Hajjah Wartiah yang merupakan alumni Kopri militan dan telah berhidmat di PMII sejak 30 tahun lalu." ujar Ketua Panitia acara Budi Syabudin. Jumat (24/11) pagi.

Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017

Para senior PMII dari berbagai kota yang tengah berada di arena Munas Kota Matraman, NTB. Mereka juga akan dipersilakan meramaikan malam puisi tersebut.

Dihubungi Kamis (23/11) malam, Hj Wartiah mengungkapkan sangat antusias dan merespons positif.

"Saya siap (membantu) menyukseskan acara tersebut dengan maksimal," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain baca puisi, acara juga akan dihangatkan dengan persembahan Tari Saman dan Marawis dari Pesantren Putri Nurul Islam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Semua persiapan sudah siap. Tinggal menunggu kehadiran semua sahabat saja," kata Lia Purnamasari, Ketua Kopri NTB. (Red;Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Sunnah, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 25 Januari 2018

Sayyidina Ali Pernah Peringatkan, Waspadai Kelompok Ini!

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kemunculan kelompok ekstrem seperti ISIS (the Islamic State of Iraq and Syria), Al Nusro dan lain-lain, sudah diprediksi kedatangannya oleh sahabat Ali bin Abi Thalib.

Sayyidina Ali Pernah Peringatkan, Waspadai Kelompok Ini! (Sumber Gambar : Nu Online)
Sayyidina Ali Pernah Peringatkan, Waspadai Kelompok Ini! (Sumber Gambar : Nu Online)

Sayyidina Ali Pernah Peringatkan, Waspadai Kelompok Ini!

Menurut pengasuh Majelis ‘Bismillah’ MWCNU Pasarkliwon Surakarta, Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi, 1.400 tahun silam, Imam Ali telah mengingatkan akan datangnya gerombolan bengis yang akan mengibarkan panji-panji hitam yang menyerupai panji-panji hitam Imam Mahdi.

“Ucapan beliau terekam dalam literatur Hadits Ahlus Sunnah wal Jamaah, yakni dalam kitab Kanzul Ummal yang dihimpun oleh ulama besar yang bernama Al Muttaqi Al Hindi pada riwayat nomer 31.530,” terang cicit Muallif Simtuddurar, Habib Ali Al-Habsyi itu, Ahad (20/7).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam kitab tersebut, diriwayatkan bahwa Imam Ali pernah berkata: “Jika kalian melihat bendera-bendera Hitam, tetaplah kalian di tempat kalian berada, jangan beranjak dan jangan menggerakkan tangan dan kaki kalian. Kemudian akan muncul kaum lemah (lemah akal sehat dan imannya), tiada yang peduli pada mereka, hati mereka seperti besi (hati keras membatu jauh dari cahaya Hidayah).

Mereka akan mengaku sebagai Ashabul Daulah (pemilik negara, saat ini ISIS telah mengumumkan berdirinya Daulah Islam di Iraq dan Syam), mereka tidak pernah menepati janji, mereka berdakwah pada Al Haq (kebenaran) tapi mereka bukan Ahlul Haq (pemegang kebenaran).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Namanya dari sebuah julukan, marganya dari nama daerah (nama pemimpin mereka, memakai nama julukan dan marga dari asal daerah Baghdad) rambut mereka tak pernah dicukur, panjang seperti rambut perempuan, jangan bertindak apapun sampai nanti terjadi perselisihan diantara mereka sendiri, kemudian Allah mendatangkan kebenaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya.” (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 20 Januari 2018

Pelajar NU Jombang Tentukan Arah Kiblat

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Para pelajar Nahdlatul Ulama (NU) Jombang dari beberapa kecamatan memenuhi aula kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat untuk belajar menentukan arah kiblat dan waktu shalat, Ahad (7/2) pagi. Pendidikan hisab dan rukyat yang diadakan oleh IPNU dan IPPNU Jombang ini didampingi oleh KH Ma’muri dan Lutfi Fuadi, pengurus Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jombang.

Pada pertemuan ini dua narasumber itu membahas pengertian, hukum, dan sejumlah cara menentukan arah kiblat shalat secara keseluruhan bagi umat Islam.

Pelajar NU Jombang Tentukan Arah Kiblat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jombang Tentukan Arah Kiblat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jombang Tentukan Arah Kiblat

Di depan para peserta pelatihan, Kiai Ma’muri menjelaskan bahwa kiblat menurut bahasa yang menukil dari kamus Al-Munawir berasal dari kata “al-qiblatu” yang memiliki arti hadapan atau kiblat.

“Maksudnya adalah menghadap ke kiblat. Secara terminelogi arah kiblat adalah arah atau jarak terdekat sepanjang lingkaran besar yang melewati kota Mekah dengan tempat kota yang bersangkutan,” kata Kiai Ma’muri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam praktik, menghadap kiblat dalam shalat bagi umat Islam adalah salah satu syarat sahnya shalat sebagaimana dalil-dalil syar’i yang ada. Demikian juga sejumlah ulama fiqih memaparkan hukum yang sama tentang menghadap arah kiblat.

“Umat Islam telah bersepakat bahwa menghadap kiblat dalam shalat adalah salah satu syarat sahnya shalat,” paparnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Bagi orang-orang Mekah dan sekitarnya, lanjut Kiai Ma’muri, perintah itu tidak jadi persoalan karena dengan mudah mereka melaksanakan perintah itu. Tetapi bagi orang yang jauh dari Mekah tentunya timbul permasalahan sendiri. “Terlepas dari perbedaan para ulama tentang cukup menghadap arah menurut yang diyakini saja sekali pun kenyataannya salah,” lanjutnya.

Menurutnya, penentuan arah kiblat khususnya orang Islam yang jauh dari Mekah memerlukan alat ukur agar dipastikan tepat dalam menghadap arah kiblat.

“Arah kiblat yang berada di kota Mekah yang dijadikan kiblat dapat diketahui dari setiap titik di permukaan bumi. Penentuan arah kiblat dapat dilakukan dengan menggunakan ilmu ukur segitiga bola (Spherical Triganametri). Penghitungan dan pengukuran dilakukan dengan derajat sudut dari titik kutub utara dengan menggunakan alat bantu mesin hitung atau kalkulator,” ujarnya.

Ketua IPPNU Jombang Qurrotul Aini berharap kegiatan ini berlanjut tindakan ke depannya supaya nilai kemanfaatan yang diperoleh oleh setiap peserta dapat diterapkan di lembaga IPNU-IPPNU dan lingkungan masyarakat.

“Semoga agenda ini ada tindak lanjutnya. Melalui pelatihan ini peserta diharapkan dapat menerapkan dan memiliki nilai manfaat di IPNU-IPPNU lebih-lebih di lingkungan masyarakatnya masing-masing,” harap Aini. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 19 Januari 2018

Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali

Dalam sebuah majlis ilmu, Abu Hamid bin Muhammad Al-Ghazali (1058-1111 M) ‘disidang’ para ulama Baghdad. Pasalnya, ? Al-Ghazali seringkali mengutip sejumlah hadits yang dinilai dla’if (lemah). Bahkan memasukkan hadits-hadits maudhu’ (palsu) dalam beberapa karyanya.?

“Kenapa anda berbuat demikian?” tanya seorang ulama menghakimi.?

Al-Ghazali yang dijuluki Hujjatul Islam itu menjawab dengan tenang. “Para ulama yang mulia, saya menyeleksi hadits menggunakan cara yang berbeda dengan Anda semua. Cara saya hanya dengan mencium hadits tersebut. Jika tercium semerbak wangi, maka hadits itu shahih. Sebaliknya, jika tidak tercium harum, maka hadits itu dla’if atau maudhu’, Inilah yang disebut dengan thariqah al-mukasyafah (metode penyingkapan metafisika).” Para ulama yang ada di majelis itu pun terkagum.?

Kisah tersebut termaktub dalam buku berjudul Kisah-Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali yang ditulis Mukti Ali. Dalam buku setebal 404 halaman ini, penulis menghimpun 39 kisah ajaib yang dirujuk dari sejumlah kitab-kitab klasik, baik yang ditulis oleh Al-Ghazali sendiri ataupun dari literatur klasik lainnya seperti kitab Nashaaihul ‘ibad ? karya Imam Nawawi Al-Bantani.?

Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali

Di antara kisah ajaib lainnya adalah mengenai kesaksian seorang sufi bernama ‘Arif al-Kabir al-Yamani Ahmad Ash Shayyad yang melihat Imam Al-Ghazali dibawa Nabi Khidir dan para malaikat menuju langit ke tujuh. Ada pula kisah mengenai kemampuan Al-Ghazali yang mengundang para sufi melalui mimpi.?

Sejumlah ulama percaya, Al-Ghazali merupakan seorang sufi yang mencapai derajat wali. Misalnya seperti yang dikisahkan Syaikh Al-‘Arif Abi Hasan Al-Syadzili. Mursyid sekaligus pendiri Thariqat Syadziliyah itu bermimpi melihat Nabi Muhammad Saw berbincang dengan Nabi Musa AS dan Isa AS.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Apakah ada di antara umat kalian berdua seorang alim seperti Imam Al-Ghazali ini?” tanya Rasulullah.?

Keduanya menjawab serentak, “Tidak ada dari umat kami seorang alim seperti Imam Al-Ghazali.”

Mimpi yang diceritakan As-Syadzili kepada Ibnu as-Subuki itu menunjukkan bahwa kewalian Al-Ghazali diakui para Nabi.?

Sebagai ulama besar, kehidupan Imam Al-Ghazali banyak ditulis oleh sejumlah akademisi dari Timur dan Barat. Sejumlah karya tulis itu umumnya membahas mengenai biografi Al-Ghazali serta pemikiran-pemikirannya dalam berbagai aspek. Sebagai contoh adalah buku berjudul Konsep Pemikiran Al-Ghazali tentang Pendidikan yang ditulis oleh Abu Muhammad Iqbal. Namun baru buku berjudul Kisah-Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali ? ini yang memberikan sudut pandang lain dan unik mengenai sosok yang bergelar Hujjatul Islam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Peresensi, Ade Faizal Alami







Info Buku

Judul : Kisah-Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali

Penulis : Mukti Ali

Penerbit : Mentari Media

Jumlah halaman : 404 halaman?

Cetakan Pertama : Mei 2017

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 11 Januari 2018

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nuansa politik pada Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sering lebih mendominasi, terutama dalam memilih pimpinan atau ketua baru. Hal ini mengakibatkan pola kepemimpinan pada periode-periode tertentu cendrung tak maksimal dalam menjalankan mandat pergerakannya.

Kondisi tersebut menjadi kajian serius di kalangan para alumni PMII Jombang menjelang Konfercab XXV yang bakal digelar Pengurus Cabang PMII setempat. Panitia pelaksana Konfercab juga sudah terbentuk pada beberapa pekan lalu.

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri

Ahmad Samsul Rijal, Sekretaris Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Jombang mendorong PMII Jombang melakukan evaluasi-evaluasi terlebih dahulu dalam bentuk kegiatan pra-Konfercab. Hal ini akan lebih membantu memantapkan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII, program kerja ke depan dan juga dalam pergantian kepemimpinan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Harus ada pra-Konfercab, karena konfercab itu kan merupakan forum tertinggi untuk merumuskan dan mengganti pimpinan dan untuk memantapkan nilai-nilai dasar pergerakan termasuk juga program kerja,” katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama saat ditemui di kantor PCNU Jombang, Selasa (19/1) siang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rijal tidak menampik adanya kelemahan dan kekurangan dalam kurun waktu satu tahun ini. Kelemahan dan kekurangan tersebut tidak bisa hanya dirumuskan dan dijawab dalam forum Konfercab karena berpotensi tidak kondusif dan mengulur waktu.

Ia mengimbau adanya pra-Konfercab tersebut juga difasilitasi Majelis Pembina Cabang (Mabincab) dan alumni PMII yang lain secara teknis pelaksanaan dan rumusannya. “Pematangan ini bisa dibantu oleh para Mabincab dan alumni dengan catatan tidak lagi mensamarkan jenis kelamin PMII. Keterlibatan alumni itu untuk memperjelas dan mempertegas kondisi tersebut,” imbaunya.

Rijal yang juga sebagai wakil sekretaris PCNU Jombang optimis jika pra-Konfercab bisa dilakukan dengan maksimal, pelaksanaan Konfercab akan jauh lebih kondusif dan lebih matang pola kepemimpinan PMII Jombang ke depan.

“Kalau itu memang bisa dilakukan, pra-Konfercab itu ada untuk mematangkan semuanya, saya pikir Konfercab nanti bisa lebih bagus untuk pergantian kepemimpinan, dimana mandat-mandatnya itu lebih matang dari awal dan tidak mengundang berbagai pertanuyaan,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Halaqoh, Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 10 Januari 2018

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua PCNU Jombang, KH Salmanudin Yazid mengungkapkan, dalam memperingati momentum Hari Santri Nasional (HSN), santri dapat meniru perjuangan dan spirit ulama dalam menjaga serta mempertahankan NKRI.

"Peringatan hari santri yang akan kita peringati pada 22 Oktober, hendaknya dijadikan momen yang tepat untuk meneladani spirit para ulama untuk menjaga keutuhan NKRI dan bangsa Indonesia," ujarnya, Rabu (2/10).

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Didorong Teladani Spirit Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama

Sejarah mencatat, papar dia, pembangunan bangsa dan Negara Indonesia memang tidak lepas dari peran santri dan pesantren. Dua komponen ini yang sering disebut dengan dua pilar pembangunan bangsa dan negara.

"Santri dan pesantren adalah dua pilar yang tidak terpisahkan dalam menegakkan NKRI," jelas Gus Salman, sapaan akrab KH Salmanudin Yazid.

Untuk itu, ia berharap peran atau kontribusi yang telah dicetak para santri dan pesantren, tetap diperhatikan. "Jadi sangat wajar jika amanah untuk membangun Indonesia, juga menjadi tanggung jawab santri dan pesantren," ujar dia. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Sunnah, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 28 Desember 2017

Jatman Kembali Akan Gelar Konferensi Internasional Bela Negara

Pekalongan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) kembali akan menggelar kegiatan bertaraf internasional. Kegiatan yang akan diselenggarakan pekan depan (27-29 Juli) di Kota Pekalongan diikuti oleh delegasi ulama dari 40 negara.Kegiatan serupa pernah dilakukan oleh Jatman pada bulan Januari 2016 kemarin di Kota Pekalongan dihadiri 9 ulama asal Timur Tengah dan beberapa mufti besar asal Amerika dengan agenda bahasan masalah "bela negara".

Panitia kegiatan, KH Mirza Hasbullah menjelaskan, Konferensi Ulama Internasional ini akan mengambil tema pentingnya bela negara merupakan kelanjutan kegiatan yang sama yang pernah digelar ada Januari 2016 kemarin di Kota Pekalongan.

Jatman Kembali Akan Gelar Konferensi Internasional Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatman Kembali Akan Gelar Konferensi Internasional Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatman Kembali Akan Gelar Konferensi Internasional Bela Negara

“Ini rangkaian kelanjutan dari Konferensi Ulama Internasional yang digelar pada bulan Januari lalu. Kemenhan memberikan respon bagus terhadap kegiatan tersebut sehingga ingin agar konferensi ulama bertemakan bela negara kembali digelar,” tuturnya.

Dikatakan, para pembicara yang terdiri dari para ulama tarekat dari dalam dan luar negeri, serta sejumlah tokoh di Indonesia diharapkan akan hadir dalam event tersebut. Sampai kemarin sudah ada lebih dari 60 ulama Internasional mengkonfirmasi akan hadir dalam konferensi internasional ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Beberapa Pembicara dalam Konferensi Ulama Internasional antara lain Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (Rais Aam JATMAN), Menteri Pertahanan RI Jendral Purn Ryamizard Ryacudu, Syaikh Dr. Muhammad Adnan Al-Afyuni (Mufti Damaskus, Syiria), Syaikh Dr Adam Syahiduf (Chechnya), Syaikh Prof Dr Utsman Asy-Syibli (Amerika Serikat), serta KH Dr Muhammad Zainul Majdi (Gubernur Nusa Tenggara Barat).

Melalui konferensi tersebut, lanjut Mirza, para ulama ingin menegaskan bahwa Islam merupakan agama rahmatan lil ‘alamin. Islam bukanlah teroris maupun tempat aktivitas ekstrimisme dan radikalisme.Bela negara dengan tarekat merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Dua hal tersebut akhirnya melahirkan konsep bahwa setiap anak bangsa memiliki kewajiban mencintai tanah air secara utuh.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Fokus pembahasannya tentang bela negara. Nantinya diharapkan, konsep bela negara di Indonesia akan menjadi contoh oleh negara-negara lain,” ungkapnya, kemarin (22/7).

Disampaikan bahwa rangkaian kegiatan akan dimulai pada hari Senin (25/7) pagi, berupa pawai bela negara dan kirab merah putih dengan titik start Stadion Hoegeng dan finish di depan Gedung Kanzus Sholawat di Jalan Dr Wahidin, Kota Pekalongan. “Pada hari Selasa 26 Juli, para tamu undangan, para ulama dari luar daerah dan luar negeri mulai berdatangan,” ungkapnya.

Selanjutnya pada Rabu (27/7) diadakan acara pembukaan konferensi, secara resmi mulai pukul 09.30 hingga 11.30 Wib. Pembukaan rencananya digelar di halaman Gedung HA Djunaid Convention Center, di Kompleks Ponpes Modern Alquran Buaran, Kota Pekalongan.

Lalu pada hari Kamis (28/7) atau hari kedua pembukaan konferensi, ada kegiatan di Hotel Santika Pekalongan diikuti 300 ulama, serta pertemuan ulama ada di Gedung HA Djunaid diikuti 1.000 ulama domestik dan sebagian dari luar negeri.

“Pada hari Kamis (28/7) di Gedung HA Djunaid itu akan diikuti sekitar 1.200 ulama. Sedangkan di Hotel Santika akan ada konferensi yang diikuti sekitar 300 ulama thariqah dari luar negeri dan dalam negeri. Yang dari luar negeri ada sekitar 50, sedangkan dari dalam negeri ada sekitar 250 ulama,” bebernya.

Lalu rangkaian kegiatan akan ditutup pada hari Jumat (29/7) di Gedung Kanzus Sholawat. Penutupan diisi dengan pengajian thariqah dipimpin Rais Aam Jatman, Habib M Lutfi bin Ali bin Yahya. (abdul muiz/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Lomba, Kiai, Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 12 Desember 2017

Kader NU Raih Doktor Islamic Studies di Lebanon

Beirut, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Amiruddin Thamrin, salah seorang kader NU berhasil meraih gelar Doktor dengan predikat Cumlaude pada Universitas Al-Imam Al-Awza’i ntuk Kajian Islam di Beirut, Lebanon pada Sabtu 9 Maret 2013 lalu.

Kader NU Raih Doktor Islamic Studies di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Raih Doktor Islamic Studies di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Raih Doktor Islamic Studies di Lebanon

Ketua Mustasyar Pengurus Cabang Istimewa nahdlatul Ulama (PCINU) Damaskus Suriah ini berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Perceraian dalam Hukum Positif di Indonesia (Studi Komparatif Dalam Mazhab-Mazhab Fiqih).

Tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Abdul Fattah Kabbarah, Inspektur Dirjen Waqaf Islam Lebanon selaku Ketua Tim Penguji dan Prof. Dr. Ahmad Said al-Ladn, Mufti Kota Rachaiya, Libanon sekaligus Hakim Agama pada Pengadilan Agama  Sunni di Libanon. Disamping Prof. Dr. Fauzi Kamal Adham selaku Promotor dan  Inspektur Jenderal Peradilan Agama di Libanon.        

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Disertasi membahas mengenai sistem peradilan/hukum, khususnya Peradilan Agama (Mahkamah Syar’iyah) di Indonesia, peran, fungsi, tugas, tatacara pengangkatan hakim dan lainnya, disamping kajian lengkap mengenai hukum perceraian dengan study banding mazhab fiqih Islam yaitu: Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali dan Ja’fari (Mazhab Syi’ah Imamiyah).  

Disertasi mendapat sambutan hangat dari Tim penguji khususnya mengangkat hal baru terutama tentang keindonesiaan yaitu bahwa ternyata Indonesia juga telah lama memiliki lembaga hukum dan perangkat aturan/udang-undang tentang Ahwal al-Syakhsyiyah (hukum keluarga) khususnya tentang Pernikahan, Perceraian serta akibatnya (hukum-hukum lain yang berkaitan dengan masalah tersebut).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut mereka, disertasi dianggap cukup untuk dapat memperkenalkan Indonesia sebagai negara Islam sahabat negara Lebanon, yang sayangnya belum banyak diketahui oleh warga Libanon, terutama mengenai perangkat hukum keislamannya. Diharapkan disertasi tersebut dapat menjadi rujukan ilmiyah.

Sidang terbuka yang diselenggarakan yang dilakukan di Aula Univesitas al-Imam al-Awza’i tersebut diantaranya dihadiri oleh Fungsi Pensosbud KBRI Damaskus, sejumlah dosen dan staf Univesitas, sejumlah staf KBRI Beirut, sejumlah mahasiswa setempat dan mahasiswa Indonesia di Lebanon.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: M. Ahsin Mahrus

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Nahdlatul Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 09 Desember 2017

Puluhan Ulama Beri Penghormatan Terakhir Bagi Pak Ud

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Puluhan ulama dan ribuan pelayan tampak terus berdatangan ke Pesantren Tebuireng, Jombang, Jatim, Senin pagi, untuk memberi penghormatan terakhir bagi putra pendiri NU Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari, yakni KH Yusuf Hasyim (Pak Ud).

KH Abdullah Faqih (Langitan, Tuban) menjadi imam sholat jenazah ke-42 di Masjid Pesantren Tebuireng, Jombang. Ulama lain yang datang bertakziah antara lain KH Nurul Huda Djazuli (Kediri) dan KH Ali Masyhuri (Gus Ali) dari Tulangan, Sidoarjo, dan Ketua Umum PBNU DR HC KHA Hasyim Muzadi yang sudah datang sejak semalam.

Puluhan Ulama Beri Penghormatan Terakhir Bagi Pak Ud (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Ulama Beri Penghormatan Terakhir Bagi Pak Ud (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Ulama Beri Penghormatan Terakhir Bagi Pak Ud

Sementara itu, pengasuh utama Pesantren Tebuireng Ir KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) sudah datang ke Jombang pada Minggu (14/1) pukul 00.00 WIB, namun mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang kakak Gus Sholah dan juga keponakan Pak Ud tak bisa datang karena sakit.

Dari kalangan pejabat yang melayat antara lain Gubernur Jatim H Imam Utomo pada Minggu (14/1) malam dan Kapolda Jatim Irjen Pol Herman S Sumawiredja pada Senin (15/1) pagi.

Sejumlah karangan bunga juga berdatangan, diantaranya dari mantan Presiden HM Soeharto (Pak Harto) dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tak Ada Pesan Khusus

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah, mengaku tidak ada pesan khusus sebelum KH Yusuf Hasyim atau Pak Ud meninggal dunia di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Minggu (14/1) malam.

"Secara eksplisit tidak ada pesan khusus dari beliau, hanya yang paling saya ingat adalah kata-kata beliau pada bulan Februari 2006 lalu, bahwa dirinya sudah tua dan sudah saatnya menyerahkan kepemimpinan ponpes ini," kata Gus Sholah usai mengikuti prosesi pemakaman Pak Ud di Tebuireng, Jombang, Senin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada saat itu, Gus Sholah sendiri mengaku kaget dengan pernyataan Pak Ud yang menyerahkan tampuk kepengasuhan Ponpes kepadanya secara tiba-tiba itu. "Saat itu saya tidak banyak diberi kesempatan bertanya karena beliau hanya mengatakan, kamulah yang pantas memegang pondok ini," ujar Gus Sholah menambahkan.

Setelah secara resmi menyerahkan tampuk pengasuh Ponpes Tebuireng kepada Gus Sholah pada bulan Juni 2006, Pak Ud sudah tidak lagi tinggal di kediaman yang berada di sebelah barat pintu gerbang salah satu ponpes tertua di Jatim itu.

Pak Ud memilih tinggal di sebelah selatan Pasar Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang dengan sesekali mengunjungi Ponpes Tebuireng yang sudah lama diasuhnya itu.

Fenomena yang terjadi pada bulan Juni 2006 itu sangat menarik, lantaran sangat jarang seorang pengasuh ponpes salaf menyerahkan tampuk kepemimpinannya kepada anggota keluarganya ketika masih hidup.

Lazim ditemui, pengasuh ponpes salaf akan berganti dengan sendirinya ketika pengasuhnya sudah mangkat. Namun Pak Ud telah memberikan pelajaran sangat berharga kepada kalangan ulama.

Lebih lanjut, Gus Sholah mengatakan, khusus untuk mengembangkan pengajaran ilmu di bidang agama, sudah banyak tenaga pengajar yang mampu di lingkungan Ponpes Tebuireng.

"Sekarang tinggal kami kembangkan lebih maju lagi dengan mendirikan Ma’had Ali yang merupakan sebuah lembaga pendidikan tinggi di bidang kajian kitab kuning, mulai tahun ini," ujarnya menjelaskan.

Sedang di bidang ilmu umum, Gus Sholah telah menyusun program tahap awal mengenai perbaikan peningkatan kualitas tenaga pengajar, bahkan kalau perlu diberi kesempatan belajar di luar negeri.

Pak Ud meninggal dunia di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Minggu malam dalam usia 78 tahun akibat menderita radang paru-paru. Sehari sebelum meninggal dunia, Pak Ud dibesuk Wapres Jusuf Kalla di Graha Amerta RSUD dr Soetomo, Sabtu (13/1) sore. (ant/sbh/mad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 30 November 2017

Mursyid Abdul Ghoni Atau Mbah Ahmad Sadjadi

Semenjak kecil, almarhum KH Abdul Ghoni gemar mengembara untuk menimba ilmu di berbagai pesantren di tanah Jawa. Riwayat pendidikannya dimulai di madrasah diniyyah ibtida’iyyah Tegal Sari Sala. 

Kemudian beliau melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, yakni di Madrasah Tsanawaiyyah dan Aliyyah Mamba’ul Ulum Sala, dan lulus tahun 1939. Selain pendidikan formal, beliau yang haus ilmu, memperdalam ilmu agama dengan nyantrik ke beberapa pondok pesantren. Di antaranya di Jawa Timur beliau pernah ngaji di Pesantren Termas Pacitan (tahun 1940) yang diasuh Raden Sayyid Hasan dan Kiai Hamid bin Abdullah, Pesantren Mojosari Nganjuk yang dipimpin Kiai Zainuddin, dan Pesantren Tebu Ireng Jombang. Di pesantren yang disebut terakhir tadi, Mbah Sadjadi mengkhususkan untuk mengkhatamkan kitab hadist Shohih Bukhori.

Mursyid Abdul Ghoni Atau Mbah Ahmad Sadjadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mursyid Abdul Ghoni Atau Mbah Ahmad Sadjadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mursyid Abdul Ghoni Atau Mbah Ahmad Sadjadi

Di Jawa Tengah, ia pernah nyantri di Pesantren Lasem asuhan Mbah Kiai Ma’sum, Pesantren Watucongol Muntilan asuhan Kiai Dalhar, dan Pesantren Bustanul Usyaqil Qur’an Demak asuhan Kiai Raden Muhammad bin Mahfudz at-Tirmizi. Di pesantren ini, ia berhasil menghafalkan Al-Qur’an selama 3 tahun (1941-1944). Ia juga pernah nyantri di Serang Banten di bawah bimbingan Kiai Haji Syam’un.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tak heran jika akhirnya Kiai Abdul Ghoni, atau yang lebih akrab disapa Mbah Sadjadi ini menjadi ulama yang sangat luas ilmunya. Ia menguasai berbagai macam keilmuan, seorang hafidul qur’an, ahli tafsir, ahli hadist, dan juga seorang ahli fiqih. Kiai Sadjadi menguasai ilmu perbandingan fiqih 4 mazhab.

Aktif berdakwah dan berorganisasi

Kiai Sadjadi sejak 1977 berada di lingkungan masjid M Tohir, Yosoroto Laweyan Solo. Dua tahun kemudian ia dipercaya untuk tinggal di masjid Yosoroto. Dan sejak itulah, para tamu dari thariqah asy-Syadziliyyah banyak yang berkunjung ke masjid. Setiap hari, puluhan orang bertamu ke Yosoroto.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut cerita dari KH Adib Zain, Sekretaris Jendral JATMAN, salah satu pengganti mursyid thoriqoh asy-Syadziliyyah, usai KHR Ma’ruf Mangun Wiyoto wafat, diantaranya adalah Mbah Sadjadi yang di usia lanjutnya dikenal dengan sebutan KH Abdul Ghoni. 

Ijazah Mbah Sadjadi diperoleh dari Kiai Ma’ruf dan Kiai Ahmad Abdul Haq, pengasuh Pondok pesantren Watucongol Muntilan.

Saat mengemban amanah di masjid Yosoroto, kiai yang juga dikenal sayang dengan anak-anak dan selalu berusaha shalat berjama’ah ini, mengadakan banyak kegiatan keagamaan, di antaranya adalah sema’an Al-Qur’an yang diselingi dengan penjelasan ayat yang dibaca, rutin setiap malam Rabu. Dan, khusus pada malam Rabu terakhir diselingi dengan pembacaan shalawat Burdah karya Imam Bushiri.

Mbah Sulaeman Tanon Sragen, salah satu santri Kiai Umar Al-Muayyad bercerita, ketika masih mondok di Al-Muayyad beliau sering disuruh untuk sema’an di masjid Yosoroto. Menurutnya, banyak kitab yang telah diserap dari lisan sang kiai, di antaranya tafsir Jalalain, Riyadus Shalihin dan lainnya.

Selain mengajar di Yosoroto, Kiai Sadjadi juga mengajar santri-santri Al-Muayyad. Kitab yang diajarkannya adalah tentang perbandingan madzhab “Al-Mizanul Kubro” karya Syekh Abil Mawahib bin Ahmad bin Aly al-Anshory. Sedangkan di Masjid Tegalsari Solo beliau mengajarkan Tafsir Jalalain, matan ghoyah wat taqrib dan Jawahirul Bukhori.

Tidak hanya itu, ternyata Kiai Sadjadi juga seorang dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta sejak 1947-1987. Pernah bergabung dalam Laskar Sabilillah Kota Surakarta (1946), juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Surakarta dari fraksi NU (1964-1965) dan menjabat mustasyar NU Kota Surakarta (1987). Sampai akhir hayat pada tahun 1987, beliau terus mengabdi untuk masyarakat.

Sabtu Pon 21 Maret 1987 bertepatan dengan 22 Rajab 1407 H sekitar pukul 19.00 WIB. Beliau pergi dalam usia 68 tahun. Kepergiannya membawa duka bagi keluarga, sahabat, para ulama dan santri-santri beliau. Kiai Sadjadi meninggalkan seorang istri, Nyai Hj. Chammah Sadjadi, 5 putra dan 3 putri.

Ada beberapa kesaksian menarik saat prosesi pemakaman beliau. Sebagaimana dikisahkan Ibu Nyai Hj. Baidhowi Syamsuri (istri KH Baidhowi Syamsuri, pengasuh Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo) dan juga KH Abdul Karim Ahmad yang menyaksikan kepergian beliau. Saat keranda beliau diangkat oleh para santri dan keluarga secara silih berganti, keranda terasa ringan.

Orang-orang yang membawa keranda Kiai Sadjadi seakan berlari-lari sambil bershalawat burdah, “Karena ringannya keranda almarhum, yang mengangkat tak bisa menahan kakinya untuk berlari.” Kata KH Abdul Karim. Menurut Kiai yang akrab disapa Gus Karim, itu merupakan pertanda bahwa almarhum sudah tidak sabar ingin bertemu Allah swt, “Para Malaikat penyambut almarhum juga sudah tak sabar menunggu pecinta shalawat itu.” (Ajie Najmuddin, disarikan dari tulisan A. Himawan asy-Syirbany di Tabloid TAJAM Jamuro)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Tokoh, Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 29 November 2017

Bagaimana Rasulullah Mengenali Umatnya?

Dikisahkan, ada seorang lelaki yang tidak pernah membaca shalawat nabi. Suatu ketika dia bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW. Tapi yang mengherankan, Rasulullah SAW justru berpaling muka darinya.

Heran atas apa yang dilihatnya, lelaki itu memberanikan diri bertanya, “Wahai Rasulullah SAW Apakah engkau marah kepadaku?” tanya lelaki itu.

Bagaimana Rasulullah Mengenali Umatnya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Rasulullah Mengenali Umatnya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Rasulullah Mengenali Umatnya?

“Tidak.” jawab Rasulullah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Mengapa engkau tidak memandang ke arahku?”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Karena aku tidak mengenalmu.”

“Bagaimana bisa? Aku adalah salah satu dari umatmu. Ulama meriwayatkan bahwa engkau (Rasulullah) mengenal umatmu seperti seorang ibu pada anak kandungnya.”

“Para ulama benar. Tetapi kamu tidak pernah menyebutku dalam shalawat. Aku mengenal umatku sesuai jumlah shalawat yang mereka baca untukku.”

Lelaki itu tiba-tiba terbangun. Dia berjanji pada dirinya, mulai hari itu akan membaca shalawat nabi seratus kali dalam sehari. Dan akhirnya dia bisa menjalankan janjinya itu.

Dalam kesempatan lain, lelaki itu bermimpi lagi bertemu Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Sekarang aku mengenalmu dan kelak akan memberikan syafaat kepadamu.”

Bahagia lelaki itu mendengarkan kata-kata dari orang yang sangat dicintainya itu.

Maukah kita merasakan kebahagiaan yang sama seperti orang tadi, bahkan lebih dari itu? Maka bershalawatlah!

(Ajie Najmuddin/Sumber: Kitab Mukasyafatul Qulub)

 

ilustrasi: .net

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Nahdlatul Ulama, Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 24 November 2017

Doa Setelah Hubungan Intim (Jimak)

Setelah berhubungan suami-istri (jimak) kita dianjurkan memuji Allah atas nikmat dan karunia-Nya. Di samping itu kita dianjurkan untuk berdoa setelah jimak sebagaimana disinggung oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Al-Ghuniyah li Thalibi Thariqil Haqqi Azza wa Jalla, juz I, halaman 103.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Setelah Hubungan Intim (Jimak) (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Setelah Hubungan Intim (Jimak) (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Setelah Hubungan Intim (Jimak)

Bismillah. Alhamdulillâhilladzî khala minal mâ’i basyarâ, faja‘lahû nasaban wa shahrâ, wa kâna rabbuka qadîrâ.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Artinya, “Dengan nama Allah, segala puji bagi-Nya yang telah menciptakan manusia dari air, lalu menjadikannya sebagai keturunan dan kekerabatan. Tuhanmu maha kuasa.”

Syekh Abdul Qadir menyarankan, doa ini dibaca cukup di dalam hati, tanpa menggerakan mulut. Doa setelah hubungan intim ini merupakan bagian dari adab jimak. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 22 November 2017

Serap Permasalahan Nahdliyin, LTMNU Pati Rutin Nahar Ijtima

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Guna menyerap permasalahan umat nahdliyyin, Pengurus Cabang Lembaga Tamir Masjid Nahdaltul Ulama (LTMNU) Kabupaten Pati menggalakkan kegiatan Nahar ijtima secara rutin. Program ini diadakan setiap bulan sekali bergiliran di masjid-masjid se-kabupaten Pati.

 

Ketua LTMNU Pati K.Muhammad Faeshol mengatakan, kegiatan Nahar Ijtima diadakan siang hari dengan tujuan membangun sebuah media pertemuan antara pengurus NU dan nahdliyin. Selain itu,  untuk menyampaikan informasi ke-NU-an dan kemasjidan sekaligus menyerap dan memecahkan permasalahan umat.

Serap Permasalahan Nahdliyin, LTMNU Pati Rutin Nahar Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)
Serap Permasalahan Nahdliyin, LTMNU Pati Rutin Nahar Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)

Serap Permasalahan Nahdliyin, LTMNU Pati Rutin Nahar Ijtima

 

"Nahdliyyin bebas mengajukan pertanyaan perihal hukum agama apa saja, permasalahan yang muncul dijawab langsung oleh romo-romo kiai yang hadir termasuk Rois PCNU Pati," katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama di sela-sela acara Bahtsul Masail LBMNU Jateng di Hotel Gryptha Kudus, Selasa (25/11).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

 

K.Faeshol mengatakan, pertemuan Nahar Ijtima ini juga dalam rangka menjalin jaringan pengurus masjid, menggali data potensi mulai data-data takmir maupun program kegiatannya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dengan begitu, kata dia, LTMNU sangat mudah mengkoordinasikan dalam pembinaan maupun pengelolaan masjid dari persoalan kebersihan sampai managemennya agar menjadi lebih baik.

 

Pengasuh Pondok Kulon Banon Kajen ini mengharapkan masjid bisa sebagai penghubung Nahdlatul Ulama dengan nahdliyin sehingga informasi bisa langsung tersebar. Ia mencontohkan satu masalah yang dipecahkan dalam keputusan bahtsul masail NU bisa disampaikan kepada umat melalui mimbar khutbah Jumat dan pertemuan kegiatan masjid.

 

"Makanya kita berupaya seluruh  masjid di Pati terkoneksi jaringaannya guna memudahkan penyampaian informasi NU secara langsung dan cepat," imbuh Faesol.

 

LTMNU Pati, katanya, akan berupaya menerbitkan materi khutbah jumat yang sesuai moment setiap bulan maupun seminggu sekali yang dikirm kepada takmir atau para khotib. Dengan demikian, materi khutbah yang disampaikan khatib betul-betul kontekstual dan aktual.

 

"LTMNU juga sedang tengah menyelesaikan penulisan buku fikh masjid sebagai panduan bagi pengurus masjid dalam mengelola maupun merawat masjid. Saat ini, LTMNU baru membagikan jadwal shalat kepada masjid yang ditempati," imbuh Faishol.

 

Ia menjelaskan, kegiataan Nahar Ijtima ini diikuti semua pengurus cabang NU dan warga nahdliyin dan didihadiri langsung oleh Rais Syuriah PCNU Pati KH Aniq Muhammadun. "Pada bulan November kemarin dilaksakan 14 Nofember lalu di masjid Jami Ketip Juwana," pungkasnya. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 15 November 2017

Kasar Lagi Kaku

Dalam suatu kesempatan, seorang lelaki berkata kepada seorang patih yang terkenal bersifat kasar dan kaku:

“Tuan patih, tuan harus bersyukur. Sebab tuan telah dikaruniai Allah sesuatu yang tak dikaruniakan-Nya kepada Rasulullah sekalipun.”

Kasar Lagi Kaku (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasar Lagi Kaku (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasar Lagi Kaku

“Apa itu hai anak goblok? Cepat katakan!” bentak sang patih.

“Begini tuan. Allah berfirman kepada Rasulullah yang artinya, ‘Andaikata kamu berlaku kaku lagi kasar, maka orang-orang akan bubar dari sekitarmu.’ Tetapi tuan tidak. Sebab meskipun tuan berlaku kaku lagi kasar, nyatanya kami tidak bubar dari kanan kiri tuan,” jawab lelaki itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kurang ajar. Kamu menyindir saya ya?” kata sang patih geram. (Red Alhafiz K)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

*) Dikutip dari Kasykul, Kumpulan Cerita Lucu, karya KH Bisri Mustafa

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren, Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 11 November 2017

PMII Banda Aceh Bantu Bangun Kembali Masjid dan Dayah di Pidie Jaya

Pidie Jaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banda Aceh kembali menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak bencana gempa di Pidie Jaya dalam bentuk bahan baku semen. Benda tersebut untuk membangun dua mesjid dan satu pesantren atau dayah, Selasa (10/1).?

Dua Masjid yang mendapatkan bantuan PMII tersebut adalah Masjid Baitul Fukara di Gampong Paru Keude dan Masjid Babul Hidayah di Gampong Lancang Paru, di Kecamatan Bandar Baru. Sementara bantuan untuk pesantren diberikan kepada Dayah Thauthiatut Tarbiyah di Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Pante Raja.?

PMII Banda Aceh Bantu Bangun Kembali Masjid dan Dayah di Pidie Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Banda Aceh Bantu Bangun Kembali Masjid dan Dayah di Pidie Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Banda Aceh Bantu Bangun Kembali Masjid dan Dayah di Pidie Jaya

Bendahara PC PMII Banda Aceh Hendriansyah mengatakan, bantuan tersebut merupakn penggalangan dana PMII Banda Aceh yang melibatkan PMII di daerah lain.

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan PMII Banda Aceh akan berada di lokasi bencana dalam beberapa waktu tertentu di tengah masyarakat yang membutuhkan pertolongan. “Ini bagian dari masa rekontruksi, di Gampong Lancang Paru satu masjid rata dengan tanah. Dan pemulihan psikologis anak," katanya.?

Tokoh masyarakat Pidie Jaya, Geucik M. Jafar menyatakan terima kasih atas bantuan yang diberikan PMII. “Kita akan gotong royong untuk peletakan Batu pertama pembangunan kembali dari swadaya masyarakat," katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara itu Ketua PMII Kota Banda Aceh Akmal berharap bantuan itu dapat membantu dalam persiapan pembangunan mesjid yang disalurkan PMII. “Ucapan terima kasih atas sumbangan PMII seluruh Indonesia yang mempunyai rasa solidaritas tinggi terhadap masyarakat Aceh. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebenarnya dan mesjid dapat terbangun kembali. (Fauzan/Abdullah Alawi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 02 November 2017

Syukuran Harlah, Pelajar NU Karanganyar Gelar Khataman Al-Quran

Karanganyar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Dalam menyambut harlah IPNU Ke-63 dan IPPNU Ke-62, para pengurus IPNU dan IPPNU Kabupaten Karanganyar mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an. Upacara khataman itu kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil sebelum dialog terbuka dengan para pembina di Gedung PCNU Kabupaten Karanganyar, Kamis (2/3).

Ketua IPNU Karanganyar M Ilham Subkhan mengatakan, khatmil Quran ini merupakan sarana agar nilai spiritual dalam berorganisasi para pengurus IPNU-IPPNU bertambah untuk kebesaran IPNU-IPPNU.

Syukuran Harlah, Pelajar NU Karanganyar Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Syukuran Harlah, Pelajar NU Karanganyar Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Syukuran Harlah, Pelajar NU Karanganyar Gelar Khataman Al-Quran

"Kegiatan khataman ini? merupakan momentum untuk memberikan tambahan bekal spiritual kepada para pengurus IPNU-IPPNU se-Kabupaten Karanganyar agar lebih giat lagi dalam membesarkan organisasi pelajar ini," ujarnya.

Ketua IPPNU Karanganyar Muflichah mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah SWT karena organisasi pelajar yang ia pimpin di Karanganyar mengalami perkembangan cukup menggembirakan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu, ia juga berharap dengan khatmil Quran oleh pengurus ini yang diselenggarakan dalam peringatan harlah IPNU-IPPNU semakin solid dan merata dalam pengkaderan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Bertepatan dengan harlah IPPNU yang jatuh hari ini. Semoga IPNU dan IPPNU di Kabupaten Karanganyar semakin solid, aktif, dan berkembang. Selain itu, pengkaderan semakin merata," harap Muflich.

Pembina IPNU NHT Kholid menegaskan pentingnya menggalakan kaderisasi. Tetapi pendalaman terhadap NU tidak kalah penting. “Kita pun harus menata niat perjuangan di IPNU dan IPPNU, bahwa kita khidmah di NU juga melestarikan Aswaja.”

Pertemuan harlah ini ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Pendidikan, Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 01 November 2017

Keluarga KH Ali Mustafa Ya’qub Sampaikan Terima Kasih atas Doa Semua Pihak

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Keluarga besar almaghfurlah KH Ali Mustafa Ya’qub menyampaikan terima kasih dan aprsesiasi setinggi-tingginya untuk semua pihak yang telah bertakziyah dan mendoakan almarhum. Hal ini tidak lepas dari doa yang mengalir deras dari berbagai pihak, baik di dunia nyata maupun obrolan di media dan media sosial.

Keluarga KH Ali Mustafa Ya’qub Sampaikan Terima Kasih atas Doa Semua Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga KH Ali Mustafa Ya’qub Sampaikan Terima Kasih atas Doa Semua Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga KH Ali Mustafa Ya’qub Sampaikan Terima Kasih atas Doa Semua Pihak

“Keluarga Besar Alm Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub, MA menghaturkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang mendoakaan, bersimpati, dan terlibat proses pemakaman beliau. Semoga kebaikan kita semua dibalas oleh Allah SWT,” pesan keluarga yang dikirimkan ke Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Sabtu (30/4).

Pesan ini mengatasnamakan segenap keluarga almarhum yang terdiri dari isteri dan putera, kakak, adik-adik, keponakan-keponakan, keluarga besar Pondok Pesantren Darus-Sunnah Ciputat, dan keluarga besar Pondok Pesantren Darus-Salam, Batang, Jawa Tengah.

Wafatnya Rais Syuriyah PBNU periode 2010-2015 dan mantan Imam Besar Masjid Istiqlal ini juga sempat menempati obrolan teratas (trending topic) di media sosial Twitter beberapa yang lalu. Ribuan pentakziyah dari level pejabat tinggi negara hingga masyarakat umum pun ikut mengantarkan jenazah ulama ahli hadits ini ke tempat peristirahatan terkahirnya di lingkungan Pesantren Darus Sunnah, Ciputat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

KH Ali Mustafa Ya’qub wafat pada Kamis (28/4) pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Hermina Jakarta. Semasa hidupnya, Kiai kelahiran Batang, Jawa Tengah 64 tahun lalu ini telah banyak menelurkan karya monumental, baik dalam bahasa Arab, Inggris maupun Indonesia. Keahliannya dalam bidang ilmu hadits ini ia wujudkan dengan mendirikan Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darussunnah di Pisangan Barat, Ciputat, Tangerang Selatan.?

Hingga sekarang, pesantren tersebut telah banyak mencetak para ilmuwan di bidang Ilmu Hadits maupun Tafsir. Bahkan perjuangan KH Ali Mustafa Yaqub untuk mengembangkan ilmu Hadits tidak berhenti hanya di Indonesia, tetapi juga berbagai negara seperti Malaysia dengan mendirikan pondok pesantren serupa di sana. Kini, pengelolaan pesantren diserahkan kepada istrinya, Hj Ulfah Uswatun Chasanah. (Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 31 Oktober 2017

PMII Lakukan Sosialisasi Bahaya Narkoba kepada Pelajar Se-Kota Banjar

Banjar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, Jawa Barat menggelar sosialisasi bahaya narkoba kepada ratusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) se Kota Banjar bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ciamis dan Polres Kota Banjar di Madrasah Aliyah PK Yaba Al-Maarif, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kamis (21/4).

PMII Lakukan Sosialisasi Bahaya Narkoba kepada Pelajar Se-Kota Banjar (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Lakukan Sosialisasi Bahaya Narkoba kepada Pelajar Se-Kota Banjar (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Lakukan Sosialisasi Bahaya Narkoba kepada Pelajar Se-Kota Banjar

Ketua panitia, Tsabit Andre Habibi, menegaskan bahaya narkoba yang sudah menyasar pelajar perlu penanganan lebih serius oleh semua pihak. Pasalnya, pelajar merupakan generasi bangsa yang perlu diselamatkan sebagai investasi masa depan wajah Negara Indonesia.

“Narkoba menyasar siapapun dan tidak pandang bulu. Untuk segmen pelajar, kami menyasar kepada mereka untuk bersama-sama memeranginya dengan mengampanyekan antinarkoba melalui sosialisasi dan membuat sebuah pesan melalui gambar yang dibuat oleh siswa sebagai simbol perang melawan narkoba,” jelasnya.

Selain kampanye melalui lomba menggambar yang memberikan pesan bahaya narkkoba ditingkatan pelajar, PMII Kota Banjar juga akan mengkader para siswa untuk menjadi Duta Anti Narkoba ditingkatan pelajar sebagai bentuk kontribusi PMII terhadap Kota Banjar.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kami akan diskusikan lebih lanjut dengan pihak terkait baik pemerintah Kota Banjar maupun kepada pihak kepolisisan yang konsen menangani kasus narkoba. Kita ketahui bersama Kota Banjar sebagai pintu gerbang Jawa Barat yang tidak mungkin lepas dari peredaran narkoba yang mampir ke sini. Nah kita antisipasi terlebih dahulu, khususnya para pelajar,” jelasnya.

Sementara itu, Mastur Hamami, perwakilan guru dari sekolah MA PK Yaba Al Ma’arif dalam sambutannya menyatakan apreasiasi langkah yang dilakukan oleh PMII Kota Banjar. Selain untuk mengenalkan siswa pada dunia mahasiswa, juga mengenalkan siswa terhadap bahaya narkoba yang disampaikan oleh BNNK Ciamis dan Polres Kota Banjar.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan, khususnya penyelamatan generasi pemuda dari bahaya narkoba. Walaupun narkoba sudah masuk ke dunia pendidikan dengan beberapa contoh yang beredar melalui media informasi, kami harap melalui sosialisasi ini siswa dapat mengetahui bahaya narkoba,” pungkasnya. (Muhafid/Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail, Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock