Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Anjuran Niat jadi Imam Meski Shalat Sendiri

Mayoritas ulama menyepakati bahwa nilai shalat jama’ah lebih utama dibanding shalat sendirian. Kesimpulan ini diperoleh dari pemahaman terhadap banyak dalil yang terdapat dalam kitab-kitab hadits. Dalam sebuah hadis dikatakan,“Shalat berjama’ah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat,” (HR: Bukhari).

Dilihat dari kebiasaan yang berkembang di masyarakat, shalat jama’ah ditunaikan langsung di awal waktu terutama masyarakat perkotaan. Tetapi sebagian masyarakat pedesaan untuk shalat-shalat tertentu seperti zhuhur dan ashar dikerjakan di pertengahan waktu secara berjamaah. Pasalnya, mereka masih berada di sawah atau kebun saat waktu masuk shalat.

Anjuran Niat jadi Imam Meski Shalat Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran Niat jadi Imam Meski Shalat Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran Niat jadi Imam Meski Shalat Sendiri

Model pengerjaannya juga bermacam-macam. Ada yang mengerjakan langsung secara bersama-bersama. Ada pula yang awalnya shalat sendirian kemudian diikuti oleh beberapa orang yang berniat menjadi makmumnya.

Terkait orang shalat sendiri, seseorang dianjurkan terlebih dahulu untuk berniat menjadi imam jika meyakini akan ada orang datang setelahnya. Bila berniat menjadi imam, ia akan mendapatkan pahala jama’ah sekalipun niat itu dilakukan di pertengahan shalat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Namun dia tidak mendapatkan pahala jika tidak berniat menjadi Imam di awal shalat atau di pertengahan. Keterangan ini dikutip dari paparan Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Mu’in.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Niat menjadi imam sembahyang berjamaah ketika takbiratul ihram terbilang sah kendati di belakangnya tiada orang satupun yang mengikutinya jika ia yakin setelah itu ada orang yang menjadi makmumnya menurut pendapat yang shahih. Ini diperbolehkan karena ia akan menjadi Imam. Tetapi jika ia tidak berniat sebagai imam, dan tidak mengetahui akan datangnya makmum, lalu datang jamaah, makmumnya tetap mendapatkan pahala, sementara imam tidak memperoleh pahala. Tetapi ia tetap dapat pahala bila ia berniat sebagai imam di pertengahan shalat.”

Kutipan ini menunjukan, alangkah baiknya bagi orang yang shalat sendiri lalu berniat menjadi imam, ketika dia yakin kalau masih ada orang di luar yang akan ikut shalat bersamanya.

Andaikan tidak berniat di awal, ia masih diberikan kesempatan untuk berniat di pertengahan shalat saat ada orang yang bermakmum kepadanya. Apabila seorang imam tidak berniat, makmum tetap mendapatkan pahala. Sementara imamnya tidak memperoleh pahala atas shalat berjamaah itu. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ini Penyebab Mimisan dan Cara Penanganannya

Sidoarjo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Mimisan atau dalam bahasa kedokteran sering dikenal dengan istilah Epistaksis merupakan sebuah kondisi keluarnya darah dari hidung. Hal ini merupakan kondisi yang sering dialami oleh dewasa maupun anak-anak. Mimisan itu sendiri sebenarnya bukan merupakan sebuah penyakit, tetapi merupakan gejala dari sebuah penyakit.

Dokter umum Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur, dr Vanisia Hayu Firdayanti mengemukakan, kumpulan pembuluh darah di dalam hidung yang disebut plexus kiesselbach dan juga arteri ethmoidalis anterior ini rentan pecah terutama jika terjadi sebuah trauma atau jika ada suatu kondisi medis tertentu. Pada umumnya, mimisan ini sering terjadi pada anak-anak karena pembuluh darah pada anak-anak masih tipis dan sensitif.

Ini Penyebab Mimisan dan Cara Penanganannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penyebab Mimisan dan Cara Penanganannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penyebab Mimisan dan Cara Penanganannya

"Penyebab mimisan dapat dibagi menjadi penyebab lokal dan penyebab sistemik. Untuk penyebab lokal misalnya trauma (terjatuh, terpukul, mengorek-ngorek hidung, saat mengeluarkan ingus terlalu kuat, dan sebagainya), adanya benda asing, infeksi pada hidung dan sinus (influenza, sinusitis) serta pengaruh lingkungan (perubahan tekanan mendadak pada penerbang atau penyelam, serta kondisi lingkungan yang sangat dingin). Untuk penyebab sistemik dapat berupa hipertensi/tekanan darah tinggi, penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah, kelainan darah, maupun penyakit lain seperti demam berdarah dengue," kata dr Vani, Rabu (20/7).

Untuk menegakkan diagnosis, dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini menjelaskan, ? dapat dilakukan anamnesis/wawancara, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang (laboratorium atau radiologi) jika dibutuhkan. "Pada pemeriksaan fisik perlu diperhatikan apakah kondisi umum sangat lemah atau ada tanda-tanda syok karena perdarahan yang keluar terlalu banyak," ucapnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk pemeriksaan penunjang, sambung Vani, sebaiknya dilakukan jika perdarahan terjadi berulang dan darah yang keluar cukup banyak. Pemeriksaan yang umum dilakukan yaitu pemeriksaan laboratorium untuk darah lengkap, pemeriksaan fungsi hemostatis (pembekuan darah), foto rontgen hidung dan sinus paranasal.

"Penanganan awal dari mimisan yaitu tenangkan penderita terlebih dahulu. Penderita sebaiknya duduk tegak dan menekan cuping hidung selama kurang lebih 5-10 menit untuk menghentikan perdarahan. Selama memencet hidung, sebaiknya penderita bernafas melalui mulut. Kompres dingin pada pangkal hidung dan buang gumpalan darah dari dalam hidung," sarannya.

Pada umumnya, mimisan yang ringan akan berhenti jika dalam waktu 5-10 menit mimisan tidak kunjung berhenti, maka sebaiknya segera menuju pusat layanan kesehatan terdekat. Pemasangan tampon hidung merupakan cara yang umum digunakan untuk menghentikan perdarahan. Selain itu, juga perlu dicari penyakit lain yang mendasari terjadinya mimisan jika memang mimisan sering terjadi berulang kali. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hadits, Budaya, AlaNu Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 13 Februari 2018

“Setajam Apa Pun Perbedaan, Masyarakat Indonesia Bersaudara”

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Singkil, Nanggroe Aceh Darussalam, Senin (26/10). Didampingi Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Bupati Aceh Singkil Syafriadi. Menag bertemu sejumlah? tokoh dari majelis-majelis agama untuk mendialogkan persoalan kerukunan antar umat beragama di daerah tersebut.

“Setajam Apa Pun Perbedaan, Masyarakat Indonesia Bersaudara” (Sumber Gambar : Nu Online)
“Setajam Apa Pun Perbedaan, Masyarakat Indonesia Bersaudara” (Sumber Gambar : Nu Online)

“Setajam Apa Pun Perbedaan, Masyarakat Indonesia Bersaudara”

Menag Lukman mengingatkan para pemuka agama bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk. Namun kemajemukan itu telah dirangkai dalam Bhinneka Tunggal Ika. Walaupun beragam, tapi hakikatnya kita satu juga. Setajam apa pun perbedaan, masyarakat Indonesia diikat dengan persaudaraan.

Sejak dulu, kata Menag, kultur masyarakat Indonesia, baik Aceh, Batak, Melayu, Jawa, Sunda, Bugis, Papua, Maluku, dan lainnya selalu ingin menghindari konflik. “Kita adalah bangsa yang senantiasa berupaya menjaga dan memelihara harmoni,” tegas Menag dalam siaran pers, Selasa (27/10).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Karena itu, Menag menyayangkan terjadinya pembakaran gereja di Aceh Singkil, Selasa (13/10) oleh kelompok orang yang tak puas dengan kesepakatan pemerintah dan masyarakat terkait penertiban bangunan gereja tak berizin.

Menag berharap semua pihak dapat mengambil hikmah dari kejadian itu dan dapat mencari solusi bersama. Pemerintah pusat, kata Menag, tentu akan mendukung upaya tersebut dengan mengedepankan dialog. Sebab, dialog dapat menjadi sarana untuk saling mengungkapkan keinginan dan jalan mencapai kesepakatan demi kepentingan bersama.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menag mengingatkan semua pihak agar menghindari konflik. Sebab, konflik bukan saja berpotensi memecah belah bangsa Indonesia, daya rusaknya akan terasa hingga generasi mendatang.

"Kita semua tentu tidak ingin dicatat sejarah bahwa pada masa kita hidup telah terjadi konflik akibat gagal merawat keberagaman dan persaudaraan," katanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 04 Februari 2018

Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pasca digelarnya Masa Kesetiaan Anggota atau Makesta, yang digelar IPNU-IPPNU Kecamatan Sumber, pada 26 Desember 2016 lalu, empat ranting baru berhasil dibentuk. Sementara empat lainnya yang vakum berhasil diaktifkan kembali.

Hal tersebut disampaikan Ketua PAC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Sumber Ilmiana Wulansari kepada NU online pada Selasa (3/1).?

Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk

Ia menjelaskan, Makesta yang pertama kali digelar sejak ia menjabat sebagai Ketua Anak Cabang, merupakan momentum untuk kembali membangkitkan ranting yang tidak aktif.

Selain itu, menurutnya keberadaan 12 ranting lebih terkoordinir dengan baik dibandingkan sebelum diadakannya makesta. Selain itu, ia mengakui jika kesolitan kader lebih terlihat dibandingkan ssebelum mereka mengikuti masa kesetiaan anggota.

"Setelah diadakannya Makesta, semua ranting yang ada lebih terkoordinir dan lebih solid dari pada sebelumnya. Disamping itu, pada prosesi makesta, membangkitkan semangat kader pelajar NU di Kecamatan Sumber untuk kembali berorganisasi," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebelumnya di Kecamatan Sumber terdapat 12 Ranting IPNU-IPPNU, dan 4 diantaranya tidak aktif. Pasca diadakannya Makesta, Pimpinan Anak Cabang berhasil mengaktifkan ranting Desa Krikilan, Sekarsari, dan Kedung Tulup. Selain itu, ranting baru juga berhasil di bentuk di Dusun Nglakeh Desa Logede pada 28 Desember 2016.

Pada 2017 tahun ini, menurut pengakuan Ilmi, para pengurus PAC menyatakan siap membentuk kembali ranting IPNU-IPPNU di Desa Logong dan Kedung Asem.

Ada 150 kader IPNU-IPPNU yang berhasil terrekrut melalui baiat Makesta yang di gelar di gelar di MTs Negri Kecamatan Sumber. Seluruh peserta yang lolos merupakan perwakilan kader pelajar NU yang berasal dari 18 Desa yang ada di Kecamatan Sumber.(Ahmad Asmui/Abdullah Alawi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal, Budaya, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 03 Februari 2018

Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain Hari Raya Idul Fitri, Lebaran Ketupat adalah perayaan yang sangat dinanti setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh di bulan suci Ramadhan. Tradisi Lebaran Ketupat pun masih dirayakan oleh warga pedesaan di Kabupaten Probolinggo.

Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran

Perayaan Lebaran Ketupat dilakukan pada H+7 Lebaran. Bahkan perayaan Lebaran Ketupat biasanya tidak kalah ramai dengan Idul Fitri hari pertama. Buktinya, masyarakat banyak yang membeli janur dan kulit ketupat.

Hal inilah yang menjadi berkah tersendiri bagi para penjual janur dan kulit ketupat. Seperti yang dirasakan oleh pasangan suami istri Nur dan Romlah, pedagang janur dan kulit ketupat di Pasar Leces Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ini dari tadi banyak yang membeli janur. Belinya ada yang sampai 10 ikat. Kalau yang beli kulit ketupat memang jarang,” kata Nur, Selasa (12/7).

Nur yang merupakan warga Desa Leces Kecamatan Leces ini bercerita bahwa di rumahnya Lebaran Ketupat masih dilakukan. Maklum saja, rumahnya berada di tengah-tengah kampung. “Biasanya, tetangga ater-ater (mengirim makanan). Isinya ketupat dan lauk pauknya,” ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Romlah menambahkan, saat Lebaran lauk yang disajikan biasanya berbahan dasar daging. Seperti opor ayam atau rendang daging. Namun saat Lebaran Ketupat, yang dihidangkan adalah ketupat dengan sayur yang dimasak santan.

“Sayurnya bisa macam-macam. Tiap rumah biasanya beda, tergantung kebiasaannya. Tapi, sayur dimasak santan,” terangnya.

Di keluarga Romlah sendiri, biasanya ketupat lebaran dihidangkan dengan sayur dari rebung, tempe dan tahu yang dimasak santan. Sedangkan lauknya berupa telur rebus dengan sambal petis. “Sama seperti yang lain. Masakan ini tidak dimakan sendiri. Tapi dibagi kepada para tetangga. Ya ater-ater ke tetangga,” tegasnya.

Ibu dua anak ini mengungkapkan untuk memasak ketupat biasanya dilakukan dua hari sebelum Lebaran Ketupat atau H+5 Lebaran. Memasaknya pun masih memakai cara tradisional. “Dimasak pakai tungku bukan gas. Kata orang-orang, ketupat yang dimasak pakai tungku akan lebih awet daripada yang dimasak pakai gas,” jelasnya.

Tapi dengan tungku proses memasak menjadi lebih lama. Yaitu sampai sekitar 10 jam. Karena itu, yang memasak pun harus sabar menunggu ketupat matang. “Baru setelah matang, ketupat diangin-anginkan dengan cara digantung. Ini biar ketupat tidak mudah rusak dan awet,” tambahnya.

Romlah bercerita dengan antusias tentang cara memasak ketupat lebaran. Namun tangannya tetap sibuk membuat kulit ketupat. Hampir setiap tahun membuat ketupat sehingga tidak sulit baginya untuk mengerjakan pembuatan kulit ketupat. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 30 Januari 2018

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan

Gaza, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pembentukan pemerintahan nasional bersatu di Palestina masih tersendat-sendat. Pertemuan antara Presiden Mahmud Abbas dengan Perdana Menteri Ismail Haniyah untuk membahas susunan pemerintahan koalisi di Gaza, sejak Ahad (4/3) malam hingga dinihari, tidak menghasilkan kemajuan yang berarti.

Kedua pemimpin Palestina itu menyelesaikan pertemuan mereka lewat tengah malam, tanpa memberikan komentar pada para wartawan yang sudah menunggu. Juru bicara kabinet Hamas, Ghazi Hamad hanya mengatakan, pembahasan belum selesai dan masih akan dilanjutkan dalam beberapa hari mendatang.

"Mereka berharap sudah bisa mengumumkan pemerintahan koalisi di akhir tenggat waktu yang diberikan pada Haniyah, yang akan berakhir dua minggu lagi," kata Hamad.

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan

Pertemuan antara Abbas dan Haniyah di Gaza berlangsung selama tiga jam. Sebelum pertemuan, juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeineh mengatakan, tugas untuk menentukan posisi-posisi dalam pemerintahan koalisi yang dibebankan pada Haniyah, harus selesai dalam satu minggu ini.

"Pemerintahan berjalan dengan baik. Tidak ada masalah serius dalam konsultasi itu," tukas Rudeineh.

Abbas dan Haniyah rencananya akan melanjutkan pertemuan di Gaza sampai hari Selasa besok untuk membahas sejumlah persoalan yang masih belum disepakati oleh kedua belah pihak. Salah satunya adalah penentuan orang yang akan menjabat sebagai menteri dalam negeri. Hamas sudah mengajukan dua calon untuk posisi itu, tapi keduanya ditolak oleh Abbas. Posisi menteri dalam negeri adalah salah satu posisi strategis dalam kabinet, karena menteri dalam negerilah yang akan memegang kontrol seluruh aparat keamanan di Palestina.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Haniyah dan Abbas juga belum sepakat tentang siapa yang akan memegang jabatan deputi perdana menteri. Tapi tampaknya, posisi itu masih akan dipegang oleh Salam Fayyad karena dianggap cukup moderat dan diharapkan bisa membantu melonggarkan embargo finansial negara-negara Barat terhadap pemerintahan Hamas di Palestina.

Penunjukkan Ziad Abu Amar sebagai Menteri Luar Negeri, juga masih menjadi perdebatan antara Hamas dan Fatah. Hamas menginginkan penunjukkan Amar adalah bagian penunjukkan menteri-menteri dari kalangan independen, sementara Fatah menginginkan sebaliknya. (era/rif)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Budaya, Humor Islam, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

PMII Bimbing Calon Mahasiswa Baru Masuk UIN Jakarta

Tangerang Selatan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Ushuluddin dan Perguruan Tinggi Umum (Komfuspertum) Cabang Ciputat bekerja sama dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah menyelenggarakan bimbingan tes (bimtes) bagi para calon mahasiswa yang hendak belajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui jalur SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) Mandiri.

Kegiatan yang dilaksanakan mulai 20-23 Juni 2016 ini diikuti sekitar 170 calon mahasiswa baru yang bertempat di Ruang Teater Fakultas Ushuluddin kampus setempat. Syifa, ketua pelaksana bimtes ini mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian PMII kepada calon mahasiswa baru yang ingin masuk perguruan tinggi Islam negeri yang beralamat di Ciputat, Tangerang Selatan itu.

PMII Bimbing Calon Mahasiswa Baru Masuk UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bimbing Calon Mahasiswa Baru Masuk UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bimbing Calon Mahasiswa Baru Masuk UIN Jakarta

“Kegiatan yang dilakukan para kader PMII ini merupakan proses bagi para kader kami untuk bisa peduli terhadap sesama. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena panitia kebanyakan semester 2 yang baru setahun mengemban title mahasiswa. Tak disangka mereka benar-benar bertanggung jawab dengan tugas yang mereka emban,” kata Arsyad Prayogi, ketua PMII Komfuspertum.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Salah satu peserta bimtes, Alantri Anggara, mengaku sangat senang dengan bimtes ini. Para calon mahasiswa yang masih minim informasi mengenai jalur tes masuk ini merasa terbantu karena sudah diarahkan para panitia bagaimana cara agar bisa lolos tes masuk ini.

“Walaupun kami juga masih harus belajar sendiri di rumah setidaknya kegiatan ini cukup memberikan pengetahuan bagi kami. Terima kasih kepada para panitia yang telah membantu kami,” imbuhnya. (Ulul Alfi Kurniawan/Mahbib)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 24 Januari 2018

Isomil, Jembatan Islam Nusantara ke Penjuru Dunia

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Agenda International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil) atau pertemuan internasional para pemimpin Islam moderat tinggal tersisa empat pekan lagi. Acara yang akan diselenggarakan pada 9-11 Mei 2016 ini akan dihadiri oleh para pemimpin Islam moderat dari 50 negara. Dari pertemuan ini gagasan Islam moderat akan berdengung di kalangan tokoh muslim sedunia.

“Peserta luar negeri sudah menyatakan konfirmasi sebanyak 30 negara. Dari 30 negara itu ada yang dua orang, tiga, dan yang satu orang,” kata panitia Isomil divisi acara dan protokol Ahmad Sudrajat, Senin (18/4) sore.

Isomil, Jembatan Islam Nusantara ke Penjuru Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Isomil, Jembatan Islam Nusantara ke Penjuru Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Isomil, Jembatan Islam Nusantara ke Penjuru Dunia

Sesuai rapat terakhir, Sudrajat menjelaskan bahwa patokan acara ini bukan hanya jumlah peserta yang hadir tapi juga jumlah negara yang sudah ditetapkan tersebut. Isomil adalah upaya untuk menyebarkan model Islam yang ramah seperti Islam Nusantara ke seluruh penjuru dunia.

“Kehadiran tokoh-tokoh internasional menjadi jembatan untuk mentransformasikan Islam yang rahmatal lil ‘alamin,” jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Upaya menyebarkan Islam Nusantara hingga ke luar negeri adalah tanggung jawab setiap warga NU. “Ini saya kira menjadi sebuah momen yang penting dan NU harus berani membuat duta besar keliling yang membawa Islam Nusantara sebagai bagian untuk menjaga Islam yang rahmatal lil ‘alamin,” jelas Sudrajat.

Sementa itu, panitia Isomil divisi kesekretariatan Sarmidi Husna menjelaskan bahwa peserta Isomil bukan hanya dari luar negeri, tapi juga dari pengurus wilayah NU, serta pimpinan organisasi masyarakat Islam lainnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Peserta adalah Mustasyar, Syuriyah, A’wan, dan Tanfidz NU. Kemudian ada perwakilan dari pengurus wilayah NU se-Indonesia, dan peserta yang nonstruktural seperti kiai-kiai NU yang tidak menjadi pengurus NU,” terang Sarmidi.

“Muhammadiyah, Persis, dan organisasi masyarakat Islam yang tergabung dalam Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI) itu diundang semua menjadi peserta,” kata Sarmidi.

Dengan diadakannya Isomil ini, ia berharap Indonesia bisa memberikan contoh kepada dunia terkait dengan Islam yang moderat. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 21 Januari 2018

PCNU Kendal Lantik Lembaga dan Lajnah

Kendal, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Cabang NU Kendal melantik Pengurus Lembaga dan Lajnah di tingkat Cabang. Pelantikan perangkat organisasi NU tersebut dilakukan bersamaan pembukaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) yang digelar di Pesantren Nurul Qur’an, Sukolilan Patebon Kendal, Rabu malam (14-/11).

PCNU Kendal Lantik Lembaga dan Lajnah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kendal Lantik Lembaga dan Lajnah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kendal Lantik Lembaga dan Lajnah

Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh ketua PCNU Kendal KH Muhammad Danial ? dan dihadiri oleh Wakil Bupati Kendal KHM Mustamsikin, Ketua PW NU Jateng H Muhammad Adnan, Segenap Badan Otonom dan pengurus MWC NU se Kab . Kendal. Tampak hadir beberapa pengurus partai di tingkat Kabupaten Kendal.

Dalam sambutaannya ketua PCNU Kendal KH Muhammad Danial mengatakan pelantikan Lembaga dan Lajnah ditingkat cabang mendesak untuk segera dilaksanakan agar mereka bisa segera bekerja, mengingat beberapa pekerjaan sudah menanti.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dijelaskan, usai Konfercab NU beberapa waktu lalu pengurus PCNU yang ? baru telah menerima wakaf sebidang tanah. Kalau lembaga dan lajnah tidak segera dibentuk dan dilantik dikuatirkan tidak segera ada yag mengurus.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Oleh karenanya ia meminta pengurus Lembaga dan Lajnah yang baru saja dilantik untuk segera bekerja dengan riil tidak sekedar namanya tercantum dalam struktur pengurus.

”Jangan sampai pengurus NU, Lembaga maupun Lajnah hanya numpang nama tanpa ada kerja nyata,” pintanya.

Untuk menghidupkan Lembaga, Lajnah maupun Banom NU pihaknya mengaku akan mengadakan rapat koordinasi rutin tiap tiga bulan sekali. Dalam penilaiannya selama ini yang rutin mengadakan kegiatan setiap tiga bulan sekali baru lembaga Bahtsul Masail.

Lebih lanjut, Kiai Danial yang juga aktif menulis buku itu berkeinginan ada subsidi silang diantara lembaga dan lajnah ditingkat cabang. Lembaga dan Lajnah yang punya banyak dana harus bisa mensubsidi yang lain agar semua lembaga dan lajnah bisa sama-sama mengadakan kegiatan.

“Lembaga dan Lajnah yang ada harus bisa sama-sama hidup dan mengadakan kegiatan karena hakekatnya mereka ? punya tujuan yang sama yaitu menegakkan ahlussunah wal jama’ah dan Nahdlatul Ulama” tegasnya.

Muskercab dan Pelatikan Lembaga dan Lajnah yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan tahun baru 1434 H tersebut disamping menjabarkan pokok-pokok program kerja hasil Konfercab beberapa waktu lalu juga akan menggodok sejumlah rekomendasi serta bahtsul masail diniyah.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Fahroji

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Budaya, Tegal, Jadwal Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 13 Januari 2018

Sambut Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Mojowarno Siapkan Festival Pelajar

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Untuk menyemarakkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, tengah menyiapkan Festival Pelajar NU (FPNU) se-Kecamatan Mojowarno.

Festival dikemas dengan penampilan beberapa lomba, di antaranya lomba pidato, shalawat dan cerdas cermat antar siswa atau pelajar yang akan dihelat di Aula Kantor Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) setempat. Saat ini kurang lebih dari 10 sekolah yang sudah mendaftar mengikuti masing-masing lomba tersebut.

Sambut Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Mojowarno Siapkan Festival Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Mojowarno Siapkan Festival Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Mojowarno Siapkan Festival Pelajar

Yanuar Setyawan, Ketua PAC IPNU Mojowarno mengatakan, kegiatan ini untuk mewadahi dan mengembangkan bakat-bakat pengurus ranting dan pengurus PAC, juga mengenalkan IPNU-IPPNU kepada para pelajar di Mojowarno.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kita ingin bakat kader NU mulai ranting sampai PACNU bisa terwadahi, sekaligus kita juga ingin menyosialisasikan keberadaan IPNU-IPNNU kepada para pelajar di sini,” katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama saat dihubungi, Ahad pagi (13/12).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Yanuar, sapaan akrabnya menambahkan, tidak sedikit siswa di lembaga sekolah tingkat SMP/MTs dan MA/SMA Mojowarno mengenal tentang keberadaan IPNU-IPPNU setempat. “Festival ini juga sebagai media memperkenalkan kepada mereka untuk ikut bergabung di IPNU-IPPNU. Mereka adalah regenerasi kami,” tambahnya.

FPNU akan digelar pada 27 Desember 2015 mendatang. Namun, formulir agenda sudah disebarluaskan jauh hari sebelumnya karena untuk memaksimalkan kouta peserta. “Kita memang sengaja menyosialisasikan terkait festival ini mulai kemarin-kemarin, kami ingin semua lembaga sekolahan tingkat SMP/MTs dan MA/MAN supaya mendelegasikan semuanya,” tandasnya.

Di samping itu pihak penyelenggara juga membatasi usia setiap peserta, dimulai dari usia 12-16 tahun. Dan untuk hadiah dari masing-masing lomba mendapatkan piagam penghargaan, piala dan uang pembinaan. Setiap lomba diambil 1 hingga 3 penampil terbaik.

Disinggung kriteria penilaian yang paling berpengaruh dari salah satu lomba, ia mengungkapkan setiap peserta harus bisa beretika, baik dari pakaian dan sikap di depan juri. “Adab/etika dalam berpidato dan bershalawat harus sopan, juga perform yang bagus,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 08 Januari 2018

Kiai Said Tegaskan Akan Perkokoh Aswaja

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa NU akan terus berusaha memperkokoh ajaran ahlusunnah wal jamaah (aswaja) atau Islam Nusantara karena ajaran ini telah berhasil dalam menjalankan dakwah, mempertahankan akidah serta menjaga keselamatan NKRI.

Demikian dikatakannya ketika menghadiri pertemuan nasional Fatayat NU, Senin (19/12) di Jakarta.

Kiai Said Tegaskan Akan Perkokoh Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Tegaskan Akan Perkokoh Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Tegaskan Akan Perkokoh Aswaja

“Pada Kesimpulannya, aswaja ya Islam Nusantara dan Islam Nusantara adalah aswaja. Yang telah jelas-jelas berhasil mempertahankan akidah, dakwah, dan menjaga keselamatan NKRI,” katanya.?

Ia menyatakan, antara NU dan NKRI terdapat hubungan yang saling kuat dan mengokohkan. Keberadaan NKRI diperjuangkan oleh para ulama NU dan hingga kini, NU tetap berusaha menjaga eksistensi kehidupan berbangsa dan bernegara di bawah NKRI.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kalau NU selamat, NKRI selamat, Kalau NKRI selamat, NU pun selalu ada,” tegasnya.

Di hadapan para pengurus Fatayat NU dari berbagai provinsi, Kiai Said menyatakan pentingnya kita membela tahan air sebagaimana dinyatakan hubbul wathan minal iman. “Barangsiapa tidak punya tanah air, maka tidak punya sejarah. Barang siapa tidak punya sejarah, maka terlupakan. Sejarah ini ditulis di atas tanah, bukan di atas angin,” katanya.?

Ia mengingatkan, tantangan ke depan, soal keindonesiaan sangat berat karena harus berhadapan dengan bangsa lain. “Di utara ada China, di selatan ada Australia. Kalau kita tidak pandai-pandai mengelola wasathiyah Islam, wasathiyahnya NU, sudah jelas ancaman kita. Jika kita berhasil menjaga wasathiyah, akan dihormati oleh China dan Australia, serta tetangga-tetangga yang lain,” tuturnya. (Mukafi Niam)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Budaya, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 03 Januari 2018

Ada Lomba MWCNU dan Ranting NU Terbaik di Pringsewu

Pringsewu, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Penguatan organisasi terus dilakukan PCNU Pringsewu, Lampung di seluruh level kepengurusan dan badan otonom serta lembaga yang ada di bawah naungannya. Komitmen ini dibuktikan melalui penataan organisasi dalam bentuk lomba MWCNU dan Ranting NU sehat.

Hal ini ditegaskan lagi Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrohim saat melakukan penguatan organisasi dan proses penilaian di MWCNU Kecamatan Ambarawa dalam Rangkaian Safari Ramadhan 1437 H di Gedung MWCNU setempat.

Ada Lomba MWCNU dan Ranting NU Terbaik di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Lomba MWCNU dan Ranting NU Terbaik di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Lomba MWCNU dan Ranting NU Terbaik di Pringsewu

"Sehat dan kuatnya PC tergantung kuat dan sehatnya MWC. Kuat dan sehatnya MWC tergantung kuat dan sehatnya Ranting," tegas Taufiq di depan pengurus MWCNU dan seluruh Ranting NU Kecamatan Ambarawa, Kamis (9/6).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, selain penguatan struktur, PCNU Pringsewu juga berkomitmen terus memperkuat kultur NU di Kabupaten Pringsewu. "Mayoritas warga Pringsewu adalah orang NU dan mengamalkan Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah. Ini perlu kita perkuat dengan istilahnya meng-NU-kan orang NU," katanya.

Sumberdaya manusia dan amaliyah ini menurutnya perlu dipertahankan dan hal ini merupakan tugas para pengurus yang harus berkiprah di tengah era globalisasi yang sangat mempengaruhi paham keagamaan masyarakat saat ini.

Oleh karenanya ia bersama pengurus PCNU Pringsewu berkomitmen untuk menata jamiyyah NU di Kabupaten Pringsewu menuju organisasi yang kuat dan sehat. "Kebenaran yang tidak terorganisir akan mudah dihancurkan oleh kebatilan yang terorganisir," tegasnya mengutip kaidah masyhur tentang hal tersebut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara pada kesempatan tersebut Ketua MWCNU Kecamatan Ambarawa, Jumangin mengatakan, dia bersama seluruh pengurus bertekad menjadikan MWCNU Ambarawa menjadi barometer keaktifan dan sehatnya sebuah organisasi di Kabupaten Pringsewu.

"Dulu ketika Ambarawa masih berada di bawah daerah otonomi Kabupaten lampung Selatan, Ambarawa menjadi pusat kegiatan NU. Sekarang kita siap membangkitkan sejarah itu lagi,"pungkas Jumangin. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Internasional, Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 20 Desember 2017

Gedung NU Majalengka Direnovasi

Majalengka, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Gedung PCNU Majalengka yang terletak di Jalan Pangeran Muhammad Cikalong Sukahaji tengah direnovasi. Pembaharuan gedung ini tengah diupayakan untuk menampung kebutuhan tempat musyawarah bagi seluruh nahdliyin.

Gedung NU Majalengka Direnovasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung NU Majalengka Direnovasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung NU Majalengka Direnovasi

Wakil Ketua PCNU Majalengka Arifin Muslim mengatakan, “Sebelumnya memang gedung ini sudah bagus. Hanya saja tidak cukup untuk berkumpul atau pun menggelar acara sekabupaten karena pengurus NU sudah hampir merata di tiap desa, belum ditambah jamaahnya lalu Banom, Lajnah dan Lembaga yang memang meminta tempat untuk ruangannya masing-masing.”

Saat ditemui Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Arifin sedang memantau para pekerja memperbaiki gedung, Sabtu, (17/1) siang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Saat ini memang kami masih kurang biaya. Namun, atas dasar niat dan tekad kami mencoba sekuat tenaga untuk berusaha memperbaiki gedung tersebut," tambahnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara Ketua PCNU Majalengka KH Harun Bajuri mengatakan, pihaknya bersama seluruh pengurus cabang akan mengusahakan mencari donatur yang siap meringankan beban biaya perbaikan gedung NU untuk kemaslahatan nahdliyin.

Kiai Harun berharap semoga sebelum Hari Raya idul Fitri gedung ini bisa dipakai seluruh nahdliyin karena letak bangunannya diperbesar, baik itu untuk tempat bermusyawarah dan kegiatan lainnya. (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Budaya, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 19 Desember 2017

Penentang NKRI akan Berhadapan dengan NU

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan konsep yang paling sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia yang beragam. Konsep ini sesuai dengan yang dipraktikkan Rasulullah Muhammad SAW ketika memimpin Madinah.

“Rasululah SAW tahu bahwa di Madinah saat itu bukan hanya ada Islam. Namun juga ada Yahudi, Majuzi, Nasrani dan yang lain. Sebuah kondisi yang beragam,” kata ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Ali Maschan Musa, dalam acara silaturrahim pengurus ranting NU se Jawa Timur Rayon 1 di pendapa Pemkab Probolinggo, Sabtu (2/6) kemarin.

Menurut Ali Maschan, para sahabat Rasulullah yang melanjutkan pemerintahan juga tidak pernah memasukkan konsep negara Islam.

Penentang NKRI akan Berhadapan dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Penentang NKRI akan Berhadapan dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Penentang NKRI akan Berhadapan dengan NU

”Mengaca pada konsep pemerintahan Rasulullah dan sahabatnya, maka konsep NKRI sudah sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia. Dan ini merupakan konsep yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tegasnya.

Dikatakan warga nahdliyyin perlu waspada terhadap munculnya beberapa aliran Islam baru yang menyerang ajaran ahlusunnah wal jamaah (aswaja) yang dianut NU. Aliran ini pertama-tama mempertanyakan kembali konsep NKRI dengan menawarkan konsep negara Islam.

Di hadapan ribuan pengurus ranting NU Maschan kembali menegaskan, NU sudah mencapai kata sepakat tentang konsep NKRI. “Jika ada aliran yang mempertanyakan lagi konsep NKRI maka harus berhadapan dengan NU,” tegasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kedua, lanjut Maschan, aliran baru itu mengajak warga melakukan jihad dengan definisi yang salah kaprah. Menurutnya, mereka yang menganut ajaran ini lupa bahwa jihad yang paling berat yaitu jihad memerangi hawa nafsu.”Jadi tidak perlu perang ke Irak atau Lebanon hanya untuk berjihad fi sabilillah,” tuturnya.

Aliran baru itu menjadikan masjid-masjid warga nahdliyyin sebagai medan penyebaran faham mereka. “Parahnya, ada juga warga NU yang terseret-seret dalam ajaran ini,” terang Maschan.(man/sam)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Aswaja, Tokoh, Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 15 Desember 2017

PBNU Diprotes Tokoh-tokoh Muslim Dunia Soal Sanksi Iran

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Meski tak turut campur dalam pengambilan keputusan pemerintah Indonesia yang mendukung pemberlakuan sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran terkait program nuklirnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima banyak protes dari tokoh-tokoh muslim dunia.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum PBNU Dr KH Hasyim Muzadi kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (26/3). Menurutnya, tokoh-tokoh muslim dunia sangat kesal dan memprotes keras sikap Indonesia yang menyetujui sanksi DK PBB terhadap Iran. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, katanya, Indonesia tak pantas menyepakati sanksi tersebut.

”Saya sendiri kewalahan menerima kontak dari ulama-ulama terkemuka dunia yang mengungkapkan kekecewaan, kekesalan serta protes keras atas terlibatnya Indonesia dalam menyetujui sanksi PBB terhadap Iran. Karena Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia, pelopor gerakan Nonblok dan eksponen penting OKI (Organisasi Konferensi Islam, Red),” tutur Presiden World Conference on Religion and Peace itu.

PBNU Diprotes Tokoh-tokoh Muslim Dunia Soal Sanksi Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Diprotes Tokoh-tokoh Muslim Dunia Soal Sanksi Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Diprotes Tokoh-tokoh Muslim Dunia Soal Sanksi Iran

DK PBB menjatuhkan sanksi bagi Iran melalui Resolusi 1747 pada Ahad (25/3). Rancangan resolusi yang dirumuskan Inggris, Prancis, dan Jerman itu disepakati secara bulat oleh 15 negara anggota DK PBB, termasuk Indonesia.

Resolusi ini memperluas sanksi atas Iran yang ditetapkan pada Desember 2006 dalam Resolusi 1737. Di antara isi Resolusi 1747 adalah larangan secara menyeluruh ekspor senjata Iran maupun pembatasan penjualan senjata ke Iran. Isi resolusi juga membekukan aset milik 28 lembaga atau perorangan yang berhubungan dengan program nuklir dan rudal Iran.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Iran juga dibatasi untuk memperoleh bantuan keuangan. DK PBB memberi batas waktu 60 hari setelah resolusi agar Iran menghentikan program nuklirnya. Jika diabaikan, DK PBB bisa mengambil langkah yang lebih pantas berupa sanksi ekonomi, bukan militer.

Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu mensinyalir, Amerika Serikat (AS) merupakan aktor utama di balik penjatuhan sanksi terhadap Iran. Sehingga pemerintah Indonesia pun tak berani mengambil sikap berseberangan dengan negara adidaya itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ternyata (pemerintahan) Megawati (Soekarnoputri) mempunyai kadar keberanian lebih tinggi dari pemerintah sekarang. Karena dulu Megawati berani menolak agresi Presiden AS Goerge W Bush ke Irak tanpa bermusuhan dengan Amerika,” sesal Hasyim yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur.

Hasyim mengimbau kepada elit politik di negeri ini agar bisa belajar dari sejarah para pemimpin dunia yang mendukung AS. Menurutnya, sebagian besar para pemimpin dunia yang membela AS itu, saat jatuh dari kepemimpinannya tak satupun yang mendapat perlindungan dari negara yang gemar membuat kekacauan itu.

”Mereka, seperti Marcos, Idi Amin, Duvalier, Nguven Van Theu dan lain sebagainya, tak ada yang ditolong Amerika Serikat setelah jatuh. Mungkin saja Indonesia nanti juga demikian,” ungkap mantan Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu.

Sebelum terlambat, ia meminta elit politik di Indonesia untuk ’tobat’ dengan tidak lagi menjadi agen AS. Karena, menurutnya, negara tersebut bukanlah negara yang setia terhadap negara lain, karena hanya setia terhadap kepentingan sesaat yang menguntungkan diri sendiri.

”Elit politik Indonesia hendaknya sadar sebelum terlambat. (George W) Bush bukanlah orang yang setia kawan, hanya setia kepentingan sesaat. Di Amerika Serikat sendiri, Bush dikritik pedas oleh rakyatnya. Bagaimana kita bisa menjadi bagian dari foreign policy Bush?,” gugat Hasyim. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hikmah, Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 14 Desember 2017

Ada Rencana Bentuk Paguyuban Hadrah di Solo

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Gemuruh suara rebana yang ditabuh oleh sekurangnya seribu orang, menghentakkan suasana di serambi Masjid Agung Surakarta, Ahad (18/5). Irama tabuhan rebana tersebut mengiringi bacaan shalawat yang dilantunkan jamaah lainnya.

Panitia kegiatan yang bertajuk “Tabligh Akbar Tabuh 1000 Rebana” Seto Setiawan, menerangkan, setidaknya ada ribuan peserta yang mengikuti kegiatan ini. “Ribuan peserta tersebut tergabung dalam 70 grup yang terdaftar, di luar itu mungkin masih lebih banyak lagi jumlahnya," terangnya.

Ada Rencana Bentuk Paguyuban Hadrah di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Rencana Bentuk Paguyuban Hadrah di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Rencana Bentuk Paguyuban Hadrah di Solo

Seto menambahkan, setelah kegiatan ini, rencananya akan dilanjutkan dengan pembentukan paguyuban hadrah se-Soloraya. “Sebetulnya sudah digagas sejak lama, nantinya akan kami beri nama Paguyuban Hadrah Indonesia Raya,” ungkapnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Salah satu peserta penabuh rebana, Miftahul Huda, menuturkan ia bersama 12 rekannya dari Majelis Aswaja Siwal Baki menyambut baik ide ini. “Kita menyambut baik gagasan ini. Selain itu, kita juga berharap untuk depan diselenggarakan lagi kegiatan tabuh 100 rebana,” ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam kegiatan ini, di akhir acara para jamaah mendengarkan tausiyah dari Pengasuh Majelis Ar-raudhah Solo, Habib Novel bin Muhammad Alaydrus. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam, Budaya, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 07 Desember 2017

Pesan Bunda

Oleh Naili Halimah

 Jam bandul di masjid pondok berdentang tiga kali. Gema suaranya merambat ke segala penjuru mata angin yang mampu dicapai dengan kakuatan dentangan itu sendiri. Gelombang ultrasonik itu menggelitik gendang telinga Kang Rahmat. Mata beratnya mencoba menangkap cahaya agar bisa melihat di sekitarnya, mengerjap-ngerjap, masih ngantuk.

Ia hampir terlelap kembali. Tapi ketika matanya menangkap sosok kecil Haikal yang meringkuk dalam pelukannya, ia tak jadi tidur kembali meski mata yang baru terlelap tadi jam 1, merengek minta diistirahatkan.

Pesan Bunda (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Bunda (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Bunda

Dengan penuh kasih, Kang Rahmat memandang wajah Haikal. Wajahnya muram, meski jauh lebih baik dari saat pertama kali datang. Bekas-bekas air wudhu belum kentara memancarkan cahaya wajahnya. Itu bisa dimaklum, dia baru 2 pekan mukim di pondok. Hati Kang Rahmat terasa sakit melihat wajah pucat Haikal. Dengan mata membengkak karena sudah 3 hari ini dia menangis terus. Dia tampak lebih kurus dari biasanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ada apa sebenarnya, Kal?” tanya Kang Rahmat sambil mencium kening Haikal lembut. Kang Rahmat sangat menyayangi Haikal, bocah berusia 12 tahun itu telah ia anggap adik sendiri bahkan terkadang menanggap anaknya. Ia tak bisa membiarkan anak sekecil Haikal hidup sendiri meski harus dilatih mandiri.

“Sudah bangun?” tanya Kang Rahmat saat dilihatnya mata bengkak Haikal mengerjap-ngerjap. Dalam  hatinya berdoa semoga Haikal tidak merengek minta pulang seperti 3 hari sebelumnya. Ia khawatir Haikal benar-benar akan melarikan diri seperti katanya tadi malam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Jam berapa, Kang?” tanya Haikal. Serak. Ia menarik sarung sampai ke leher dan merapatkannya ke tubuh, meringkuk kembali dengan mata merem-melek.

“Tahajud, yuk!” ajak Kang Rahmat.

Haikal mengangguk kecil, tapi tetap dalam posisi semula.

Kang Rahmat bangkit dan menawarkan punggungnya untuk Haikal. Tapi bocah itu malah diam sambil mengucek-ngucek mata.

“Ayolah…!” bujuk Kang Rahmat seraya memunggung Haikal, agar mudah menaikinya.

”Berat lho, Kang,” serak Haikal masih dengan mata menyipit.

“Apa? Berat? Mana mungkin, Kal. Lihat tanganmu saja separuh tanganku. Mana mungkin bagiku kamu berat. Cepat naik daripada nanti kamu kecebur kolam,” jawab Kang Rahmat seraya menarik Haikal ke punggungnya.

Tanpa terasa rasa damai merasuki jiwa Haikal di tengah rasa gundahnya. Ia  menemukan muara kesejukan. Dengan pasrah, ia meletakkan  kepalanya  di punggung Kang Rahmat, mencoba merengkuh semua rasa damai dan hangat dari lelaki itu. Tangan kecil terulur melingkar di leher Kang Rahmat.

“Kang, aku pengen pulang,” rengek Haikal. Suara seraknya menggema dalam hati Kang Rahmat. Suara itu seakan transfer rasa sakit akan luka hatinya. Matanya mulai berkaca-kaca.

”Kapan, Kang, aku boleh pulang,” ucapnya lagi. Kini, air mata tak kuasa dibendung, mengalir.

Kang Rahmat merasakan punggungnya menghangat, ikut merasakan sesak yang dirasakan Haikal. Ia diam. Habis kata-kata untuk menenangkan Haikal. Ia tak tahu bagaimana cara menolongnya, sedang ia sama sekali tak tahu yang tengah terjadi.

”Sabar, Kal, Allah pasti memberi jalan. Di balik segala sesuatu itu pasti ada hikmahnya,” akhirnya hanya kata-kata itu yang keluar dari mulut Kang Rahmat, setelah meraba-raba, kira-kira apa yang menyebabkan Haikal jadi seperti itu.

Sampai di depan masjid, Kang Rahmat menurunkan Haikal di anak tangga teratas. Mereka duduk bersebelahan. Mata bengkak Haikal masih saja basah. Bahkan sesekali air mata mengalir di pipi kurusnya. Dengan penuh kasih sayang, Kang Rahmat merangkul bahu Haikal, mencoba memberi kekuatan.

“Sudahlah, Kal, nanti kamu malah kehabisan air mata. Kamu mau menangis, bisa keluar matanya,” hibur kang Rahmat mencoba melucu. Tapi bukannya diam atau tersenyum, Haikal malah serenggukan.

”Aduh malah jadi begini,” batin Kang Rahmat. Pikirnya melayang mencoba menelusuri jejak-jejak hidup di 3 hari yang lalu. Mencoba mencari onak apa yang telah merebut senyum dan keceriaan Haikal. Ya, kini ingat 3 hari yang lalu ada surat. Dan sejak itulah Haikal berubah jadi pendiam, suka menyendiri dan sering menangis.

“Sebenarnya kamu ini kenapa? Kemarin-kemarin kamu ceria. Kamu bilang juga kerasan. Lha ini kenapa kok kamu jadi nangis terus begini, apa ada yang jail atau...?”

“Aku ingin pulang, Kang,….” Haikal memotong, sambil menghapus air matanya, menahan isak tangisnya.

Kang Rahmat mendesah melihatnya. Dengan lembut, ia membelai kepala Haikal. Kemudian menyandarkannya ke pundaknya.

Sejenak hening dan diam.

”Haikal, kamu ingat, kamu pernah bilang, mau jadi anak yang soleh, menjadi orang yang pinter ngaji, bisa ndongakke marang wong tuwo loro, seperti yang ibu kamu harapkan. Kamu harus kerasan! Harus bertahan hingga 40 hari, baru pulang! Kamu masih ingat kan pesan dan harapan ayah ibumu sebelum kamu ke sini?” nasihat Kang Rahmat.

”Masak baru 2 pekan udah mau pulang? Dapet apa, Kal? Juz ‘Amma aja belum hafal, gimana bisa mendoakan orang tua? Ingat, Kal, apa pun yang terasa berat di hati kita, itu cobaan untuk orang yang sedang menuntut ilmu. Di mana-mana, orang menuntut ilmu pasti dicoba Allah. Dan kamu harus tahu Allah itu mencoba kita menurut kadar kemampuan kita,” panjang lebar Kang Rahmat melanjutkan nasihat.

Bukannya diam, tangis Haikal kian menjadi. Ia teringat nasihat ibunya saat ia berangkat. Ingat kata-kata sarat makna yang mengalir dari jiwa ibunya ketika ia hendak berangkat mondok. Air mata orang tua itu tak berjeda, terus mengalir mengantar kepergian Haikal. Antara rela dan tak rela, antara berat dan harapan tinggi akan putera semata wayangnya.

”Hiks…Ibu, maafkan Haikal, ibu….”

“Ada apa, Kang?” satu suara bertanya.

Ternyata Rusydi yang mimpi indahnya terganggu tangisan. Beberapa santri yang tidur di serambi masjid juga terbangun.

“Ini, Kang, Haikal masih minta pulang,” jawab Kang Rahmat tak enak hati.

“Oh…..” Kang Rusydi maklum. Segera berlalu.

Sepeniggal Kang Rusydi, Kang Rahmat langsung memeluk Haikal, membiarkan menangis di dadanya.”

“Ayo, katanya mau tahajud,” bisik Kang Rahmat setelah Haikal tenang, ”jangan lupa berdoa sama gusti Allah semoga kita diberi hati yang istikomah. Semoga kuat menghadapi cobaan. Semoga diberi ilmu yang bermanfaat dunia akhirat. Semoga kita bisa bakti sama orang tua. Doakan bapak, emak di rumah. Kita di sini disuruh ngaji dan berdoa untuk mereka, bukan buat menangisinya. Di pundak kita ada beban. Kita harus jadi orang berilmu lagi mengamalkan ilmunya seperti harapan orang tua. Ayo kita wudhu,” panjang lebar Kang Rahmat bicara.

Usai berkata begitu, Kang Rahmat membimbing Haikal ke kolam untuk berwudhu.

Musik masih menggema; nyanyian ribuan jangkrik masih memenuhi jagat malam itu. Di langit, bulan sabit merajai lukisan malam dan kerlip bintang-gemintang di lautan pekat petaka angkasa. Di dalam masjid pondok, di antara santri-santri yang tengah khusuk qiyamul lail, Haikal bersimpuh di atas sajadahnya.

Air mata yang terus mengalir sejak ia takhbirotul ihrom tadi, kini tumpah-ruah di atas sajadah. Hati yang senantiasa gundah berselimut prasangka, ia pasrahkan sepenuhnya pada yang menciptakan jagat raya. Ia mengadu segala duka lara hati pada Ilahi, memasrahkan takdir pada yang berhak mengubah takdir.

Dalam benaknya, berkelebat bayangan pucat ibunya; tersenyum memudakan kembali segala nasihat yang pernah diberi.

“Ilahi, hanya kepada-Mu kembalinya segala sesuatu. Hanya di tangan-Mu segala apa yang ada. Engkau Penguasa Yang Maha Perkasa, namun begitu bijaksana. Rob, atas rido dan rahmat-Mu, atas taufik dan hidayah-Mu, kuatkan hamba hadapi segala cobaan. Beri hamba rizki ilmu yang bermanfaat. Rob, beri hamba kekuatan, kesehatan, kemudahan dalam menuntut ilmu-Mu. Jauh di sana ya Rob, semoga Engkau senantiasa melebarkan sayap rahman rahim-Mu kepada ayah-ibu limpahkan beribu kebaikan atas mereka, ya Rob.

Haikal terus berdoa dengan linangan air mata, terus memohon dengan kerendahan jiwa untuk kedua orang tuanya.

Di pojok saf pertama Kang Rahmat menatap Haikal sedih. Diam-diam ia menyelinap keluar masjid. Angin menyapanya di tengah keremangan cahaya lampu, membuatnya menggigil kedinginan. Bulu romanya meremang. Ia tak peduli, tetap melangkahkan kaki, kembali menyusuri jalan menuju pondok; menuju kamar 7, kamar yang terletak paling ujung dari 7 kamar yang ada.

Sesampainya di kamar, Kang Rahmat segera menghampiri tempat pakaian Haikal, mencari-cari kertas yang menurutnya membuat Haikal bermuram durja. Lama ia  membuka-buka sela pakaian. Nihil. Ia beralih ke tempat kitab Haikal yang isinya cuma beberapa buku tulis dan kitab. Dengan mudah, ia menemukan amplop putih dalam Arbain Nawawi. Perlahan, dengan hati berdebar, Kang Rahmat membuka amplop itu. isinya  lipatan kertas kecil. Tampak rangkain kata ditulis dalam keadaan tak menentu. Tulisannya tak karuan. Bahkan tanpa pembuka maupun penutup. Singkat padat dan langsung pada inti permasalahan.

Ananda tercinta, bolehkah bunda bermain kata? Meski teramat singkat, Haikal sayang, maafkan bapak, bunda telah melanggar aturan pondok dengan berkirim berita pada waktu yang salah, tapi Haikal, ibu hanya berpesan .doakan ibu, Nak. Ibu sedikit demam. Doakan ya semoga lekas sembuh dan bisa bantu ayah di rumah. Ayah harus masak, nyuci sendiri belum lagi ngurus ibu. Haikal uangnya masih kan? Dihemat dulu, ya. Mungkin kirimannya agak telat. Maafkan ayah ibu, Haikal. Jangan lupa ngaji yang benar, berdoa buat kebaikan semuanya. Percayalah, Allah itu kuasa. Pesan ibu, Nak, kerasan di pondok, ya, ngaji yang temen, d barengi doa dan riyadhoh. Jangan lupa puasa ya, Nak, masani ilmumu biar sedikit, yang penting manfaat.

Tanpa terasa air mata Kang Rahmat menitik membaca surat itu. Tapi di sudut hatinya, ada rasa yang mengusik ketenangan batinnya. Entahlah, dosa apakah jika ia sama sekali tak percaya akan isi surat itu? Hati kecilnya berkata bahwa ibu Haikal tak hanya demam, ia merasa ada yang lebih menghawatirkan dari itu. Mungkin Haikal juga merasa seperti itu. Pantas dia begitu sedih dan ngotot minta pulang. Haikal adalah semata wayang dan disayang.

Kini Kang Rahamt tahu dan paham perasaan Haikal.

Suara azan Subuh terdengar bersahut-sahutan. Suara merdu Kang Maimun terdengar paling jelas bagi Kang Rahmat. Cepat-cepat ia melipat surat itu, mengembalikannya ke tempat semula dan segera berlari ke masjid bersama para santri yang baru saja terjaga dari mimpinya.

Usai shalat Subuh, Haikal masih duduk di tempat semula. Ia bermunajat dengan teramat khusyuknya. Begitu Haikal meraupkan kedua tangannya ke wajah, Kang Rahmat mendekatinya, duduk di sampingnya.

“Ngaji!” kata Kang Rahmat begitu Haikal menatapnya. Anak itu mengangguk, lalu mereka berdua segera bangkit berjalan beriringan keluar dari masjid. Mereka tampak seperti bapak dan anak.

“Kang, Haikal duluan, ya,” pamit Haikal lalu berbelok ke aula tempat para santri ngaji sama Abah atau pengasuh pondok pesantren.

“Ya. Sudah hafal kan?”

“Insya Allah, Kang,”sahut Haikal yang separuh tubuhnya telah menasuki aula.

Begitu Haikal bergabung dengan santri-santri yang tengah menunggu Abah rawuh, Kang Rahmat pergi ke kantor pondok. Di sana ada Kang Umam, lurah pondok. Langsung saja Kang Rahmat mengutarakan maksud kedatangannya ke kantor untuk meminjam HP pondok dan menceritakan sekilas tentang Haikal.

“Ini, Kang,” lurah pondok itu menyerahkan sebuah ponsel.

“Terima kasih.”

“Semoga tak separah yang kita bayangkan,” gumam Kang Umam.

“Aku harap juga gitu, Kang,” balas Kang Rahmat sambil menghubungi nomor yang tadi dicatat di secarik kertas, saat ia mencari-cari surat ibu Haikal.

Tak lama kemudian terdengar nada sambung.

“Assalamu’alaikum, Bapak, ini teman Haikal,” terang Kang Rahmat sebelum ayah Haikal bertanya. Alih-alih mendapat jawaban, Kang Rahmat malah mendengar helaan nafas panjang.

Kemudian hening.

Kang Rahmat Menunggu.

”Hiks… hiks…, Nak Rahmat,” suara di seberang serak dan berat.

Seketika pikiran Kang Rahmat melayang. Ia teringat Haikal. Hatinya bergemuruh seakan dirinya adalah Haikal. Jantungnya berdegup kencang bersiap menerima kabar terburuk yang akan menghempaskannya dalam lautan air mata.

"Ah……bila aku sesakit ini bagaimana dengan Haikal yang benar-benar pemeran utama,” Kang Rahmat membatin. Tak sadar air matanya meleleh.

“Gimana keadaan ibu, Pak?” lirih kang Rahmat begitu ia mampu menguasai perasaan.

Diam. Hanya isak kecil. Tak ada jawaban dari seberang.

“I…I…Ibu sa… sakit, Nak. Gi... gi… ginjalnya… ha…harus di...operasi cangkok ginjal.”

“Innalillahi…,” batin Kang Rahmat.

“Doakan ya, Nak. Se… semoga ada donor ginjal dan operasinya berhasil.”

“Tentu Pak, kami akan berdoa untuk ibu,” sahut Kang Rahmat dengan hati carut marut.

“Nak, jangan sampai Haikal tahu, ya. Rahasiakan ini dari Haikal. Bi…bilang saja ibu sudah baikan. Sudah dulu ya, Nak, bapak masih banyak kerjaan.”

“Ya. Assalamu’alaikum warahmatullah.”

Terdengar serak ayah Haikal menjawab salam sebelum sambungan terputus.

Kang Rahmat menghela nafas berat, dikembalikannya HP kepada Kang Umam.

”Harus operasi cangkok ginjal. Parahnya, sampai hari ini belum ada donor yang cocok,” jelas Kang Rahmat lemah, menjawab tanda tanyanya di wajah sahabtnya.

”Tolong, jangan bilang sama Haikal,” gumam Kang Rahmat lagi.

“Kasihan, baru dua pekan mondok, cobaannya sudah seberat ini,” sahut Kang Umam turut sedih.

“Ya.”

“Ada Kang Rahmat?” tiba-tiba Kang Syamsul nongol, “tuh, dicari Haikal!” tambahnya.

Kang Rahmat segera bangkit. Kemudian pamitan.

Hari beranjak siang. Kang Rahmat mengira masih remang. Ternyata matahari mulai bersinar. Hari yang cerah membuat suasana pagi terang lebih awal. Tentu saja burung-burung menyambut suka cita.

Tanpa banyak kata, Kang Rahmat bergegas menuju masjid. Dia hafal betul Haikal paling suka tiduran di bawah bedug masjid sambil menghafal Juz Amma atau hadits. Suasana agak sepi. Hanya ada beberapa santri yang sedang menghafal atau i’tikaf sambil menunggu dhuha.

Benar saja, Haikal sedang tiduran di bawah bedug beralaskan sajadah. Tangannya memegang Juz Amma. Kang rahmat mendekat. Sebenarnya tiap kali ia melihat Haikal tidur di bawah bedug, ia ingin selalu tertawa. Bagaimana tidak, orang Haikal seperti ulat digencet batu. Ukuran bedug itu 10 kali lipat tubuh Haikal.

“Cari aku, ya?” tanya Kang Rahmat ketika anak itu menghentikan hafalannya.

Haikal menutup Juz Amma dan meletakkannya di atas penyangga bedug.

“Sini, jangan di situ, aku kan nggak bisa masuk!” imbuh Kang Rahmat sambil menarik sajadah Haikal, namun ia berkelit dengan tampang sedihnya.

“Heh, ke sini bocah nakal!” gerutu Kang Rahmat beralih menangkap ujung sarung Haikal. Lalu menariknya hingga kedodoran. Begitu Haikal mendekat, Kang Rahmat segera menang kap kakinya. Lalu menariknya hingga tubuh Haikal keluar dari bayang beduk.

“Aku pengen pulang, Kang,” gumam Haikal tanpa merapikan sarungnya. Matanya menerawang jauh entah kemana.

“Huh, pulang lagi, pulang lagi,” batin Kang Rahmat mulai pusing.

“Pulang? Mau apa? Wong kamu tuh disuruh ngaji yang bener. Biar jadi anak soleh yang bisa mendoakan dan menolong orang tua di akhirat. Eh, malah minta pulang?” Kang Rahmat merebahkan tubuhnya di samping Haikal sambil melepas songkoknya. Dalam hati ia meniatkan i’tikaf. Sambil menyelam minum air.

“Kal, niatkan i’tikaf!” anjur Kang Rahmat.

“Sudah, Kang, tapi aku mau pulang,” rengek Haikal lagi. Kini perasaannya benar-benar tak nyaman. Bayangan ibunya yang tengah terbaring tak berdaya mengiris-iris hatinya.

“Sudahlah, Kal, bukannya kamu lebih baik di sini? Kalau di rumah malah merepotkan ayah ibumu. Mau apa di rumah? Tak ada yang bisa dikerjakan anak sekecil kamu!”

“Ibu sa…sa… sakit, Kang,” Haikal mulai menangis. Lepas. Air mata bercucuran. Beban berton-ton yang selama ini ia pikul sendiri sudah mampu ia lepaskan,“aku tak percaya ibu cuma demam. Perasaanku tak enak, Kang. Seperti ada yang…” kalimatnya terputus.

 “Ssssst…jangan berkata begitu!” Kang Rahmat memiringkan badan. Lalu membelai rambut Haikal dengan lembut. Ditariknya anak itu mendekat. Kemudian membenamkan wajah Haikal di dadanya.

“Jangan berprasangka buruk dulu. Siapa tahu itu cuma perasaanmu yang terlalu khawatir atau terlalu kangen. Bisa saja kan?” terang Kang Rahmat. Suaranya parau karena tak kuasa juga menahan perasaannya. Air matanya sendiri pun tak kuasa dibendung. Namun lekas-lekas menghapusnya. Ia tak mau Haikal tahu ia menangis.

“Ah, apa yang harus aku lakukan, ya Allah?” batin Kang Rahmat merintih.

“Tapi, Kang, aku…”

“Tidak baik berprasangka kepada Allah. Berdoa saja semoga ibu kamu lekas sembuh,” hibur Kang Rahmat.

Haikal diam. Perlahan tangisnya mereda, meski masih serenggukan. Ia melepaskan pelukan Kang Rahmat; menghapus air matanya dengan ujung kemeja. Meski tampak mendung, wajah Haikal agak tenang.

“Benar juga, Kang. Selama ini aku terlalu dekat sama ibu. Aku tak pernah jauh dari ibu. Aku seperti ekor ibu, kemana saja selalu ikut, kecuali ke kamar karena takut sama ayah. Dulu pun kalau ibu sakit, aku suka ikut-ikutan sakit.”

“Tuh kan bener. Kamunya aja yang terlalu percaya sama perasaan, tapi jangan lupa doakan ibumu semoga lekas baikan dan yang pasti kamu harus sabar dan ikhlas menerima cobaan.”

“Itu pasti aku usahain, Kang. Aku kan pengen jadi anak yang bakti sama orang tua. Ibu bilang aku harus kerasan, harus jadi anak yang soleh, biar berguna bagi orang tua gitu, Kang,” terang Haikal. Agak ceria, bahkan tersungging senyum manis sembari mengusap sisa-sisa ai mata dan ingusnya.

Melihat tingkah Haikal, hati kang rahmat merintih. Ingin rasanya ia menangis, matanya memanas.

“Udah…udah ngocehnya. Sekarang menghafal lagi, biar nanti ditambah. Malu kan kalau ngulang seperti kemarin? Masa surat Al-Zalzalah yang cuma 8 ayat nggak hafal? Bukan anak cerdas namanya,” Kang Rahmat memasang tampang lucu, mencoba menghilangkan perasaannya.

“He he he…namanya juga lupa, Kang,” sahut Haikal sambil meraih songkok dan Juz Amaa.

“Tapi, Kang, aku kepikir ibu terus perasa…”

“Ah, sudah, sudah dhuha…” teriak Kang Rahmat mengalihkan perhatian Haikal. Ia segera bangkit lalu menarik tangan anak itu. Ia tak mau melihat air matanya lagi. Melihat Haikal sedih, ia ikut-ikutan sedih. Apalagi ia lebih tau dari Haikal.

“Kang…,” Haikal masih saja berfikir tentang keadaan ibunya, Kang Rahmat mulai jengah.

“Dhuha! Ayo jangan malas! Dasar, nakal!” gurau Kang Rahmat sambil menarik anak itu ke punggungnya. Dan detik itu pula, Kang Rahmat telah menggendong Haikal sambil melangkah menuju kolam.

“Kok bau, nggak mandi ya?” tanya Kang Rahmat sambil memonyongkan bibirnya.

“Bau yo, Kang?” Haikal balas tanya sambil merentangkan tangannya.

“Banget!”

“Hahaha… kena deh. Emang aku nggak mandi dari kemarin, Kang.”

Belum usai Haikal berkata, tubuhnya diturunkan dari pundak Kang Rahmat

“Hiah… dasar anak nakal!” teriak Kang Rahmat.

Haikal jatuh terduduk sambil tertawa. Senang melihat tingkah Kang Rahmat yang menurutnya begitu lucu.

***

Usai shalat dhuha, Haikal kembali tiduran di bawah bedug sambil menghafal Juz Amma lagi. Jauh darinya, Kang Rahmat duduk bersandar pada tiang masjid sambil membaca kitab Tanbihul Ghofilin yang selalu ia tinggalkan di masjid. Keduanya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sibuk memasukkan partikel-partikel ilmu ke dalam sanubari, tidak hanya ke dalam otak belaka. Dan tak jauh dari mereka, santri-santri juga melakukan hal yang sama.

Angin bertiup sepoi-sepoi. Terasa sangat sejuk. Matahari bersinar tak terlalu menyengat. Hangat di sekujur tubuh, menyehatkan karena dapat mengubah pro vitamin D menjadi vitamin D yang sangat baik untuk pertumbuhan tulang. Sungguh suasana yang sangat nyaman.

Di tempatnya masing-masing, Haikal dan Kang Kahmat mulai liyer-liyer; merasakan nikmat belaian alam sampai akhirnya kedua insan itu terlelap dengan posisi yang sangat unik. Haikal tertidur di bawah bedug dengan songkok hitam menutupi wajahnya dan Juz Amma terjatuh di dadanya. Mulutnya melongo siap kejatuhan kotoran cicak. Sementara Kang rahmat tertidur dengan kepala menunduk dalam-dalam. Songkok terjatuh di sampingnya. Rambut hitamnya berantakan. Kitabnya tergeletak begitu saja di pangkuannya. Tidak ketinggalan mulutnya juga melongo nyaris goa salah tempat.

“Kang, Kang Rahmat, Kang rahmat!” teriak Kang Umam sambil berlari, “Kang rahmat!” suara itu terdengar amat nyaring.

Kang Rahmat gelagapan, sampai-sampai kitabnya terjatu. Segera diraihnya kembali kitab itu berikut songkoknya.

"Dug… terdengar suara benda jatuh. Disusul jerit “Adaw,” suara kening haikal yang tertidur di bawah bedug kepentok bedug itu sendiri ketika ia kaget mendengar suara kang umam. Haikal jatuh tertidur kembali, ia meringis sambil mengelus-elus keningnya yang sakit.

“Ada apa kang?” tanya Kang Rahmat sambil berusaha mengumpulkan kesadarannya.

Kang Umam tak langsung menjawab. Ditatapnya Haikal yang tengah berguling keluar dari tempat persembunyiannya, kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Kang Rahmat, berbisik sebentar. Mendadak wajah yang dibisiki menegang, dan langsung ditatapnya Haikal dengan perasaan campur-aduk.

“Suruh ke kantor, kang!” pinta Kang Umam.

“Ya,” sahut Kang Rahmat tanpa ekspresi. Ia segera bangkit dan berlari secepat kilat ke kantor. Disusul Kang Umam yang juga berlari meninggalkan Haikal sendiri dengan tanda tanya besar di otaknya; semacam prasangka tiba-tiba muncul tanpa ia pinta.

Perasaan tak nyaman bergumul-gumul dalam dadanya; sesak, entah kenapa tiba-tiba tubuhnya terasa lemas. Matanya memerah. Bayangan ibunya, segala tingkah lakunya dulu yang menhyusahkan ibunya berkelebat, menimbulkan sesal dan rasa bersalah bergunung-gunung. Ingin ia berlari pulang; memeluk ibunya, mencium tangannya, bersimpuh memohon maaf akan segala dosanya yang telah diperbuat.

“Ibu…” rintih Haikal pilu. Air matanya menganak sungai. Hatinya sakit. Teramat sakit.

Entah dorongan dari mana, dengan langkah gontai dan mata terus basah, Haikal melangkahkan kaki menuju kantor. Peduli apa, dia ingin di sisi Kang Rahmat. Ingin tahu kenapa orang yang sangat disayanginya itu tampak begitu tegang dan panik. Tak mungkin hanya musyawarah pengurus. Ia yakin ada yang lain, ada yang tersembunyi.

***

Sementara itu di kantor, Kang Rahmat menanti HP yang tergeletak di atas meja itu bergetar, rasanya terlalu, lama benda itu tak kunjung menyala atau bergetar. Ia mondar-mandir, gelisah, sebentar duduk, berdiri lalu duduk kembali.

“Kring...” ponsel yang ditunggu itu bergetar. Dengan tangkas Kang Rahmat menyambar benda itu dan langsung menempelkan ke pipinya begitu menekan tombol OK.

“Assalamu’alaikum, Bapak ini Rahmat…!” sergahnya.

“Kang Rahmat, maaf kami mau bicara dengan Kang Dwi di koperasi!”

“Oh, maaf, ada apa? Nanti saya sampaikan…” sahut Kang Rahmat lemas campur kecewa.

“Kitab pesanannya sudah ada. Bisa diambil kapan saja pada jam kerja.”

“Ya, nanti saya sampaikan,” sahut Kang Rahmat kembali tanpa semangat.

Setelah mengucapkan terima kasih dan salam, suara di seberang hilang. Sambungan terputus.

Dengan kecewa dan hati makin kalut, Kang Rahmat meletakkan HP itu di atas meja. Di seberangnya, Kang Umam juga tak kalah sedih

“Lama sekali!” gerutu Kang Rahmat.

“Lagi sibuk kali. Tadi saja kayaknya buru-buru banget.”

“Huh…,Kang…, perasaanku…” desah Kang Rahmat tak selesai karena ponsel kembali bergetar. Ia langsung.

“Rahmat…,” terdengar suara serak dari seberang tanpa mengucap salam, disusul suara isak tangis kecil yang berusaha ditahan-tahan.

“Apa yang terjadi, Pak?” tanya Rahmat dengan jantung berdebar kencang seakan menanti putusan hakim menanti vonis terburuk yang akan diterimanya.

“Ibu… men… ni…ning… ibu … meninggal, Mat…hiks. Gagal ginjal…!”

“Innalillahi wainna ilaihi rajiun…” desis Kang Rahmat cukup keras untuk didengar sepasang telinga yang sejak tadi mendengarkan dari balik pintu dengan tubuh gemetar.

“Tolong jaga Haikal dulu. Bapak titip Haikal. Jangan beri tahu dia. Masih terlalu kecil,” pesan suara du seberang dengan suara serak dan tersendat.

Kang Rahmat yang perasaannya sudah kacau-balau, tak bisa menjawab. Tubuhnya lemas. Telapak tangannya basah dan matanya berkaca-kaca. Bayangannya kepada Haikal kecil. Haikal yang akhir-akhir ini menangis terus.

“Si…si…siapa yang me…me…meninggal, Kang?” suara serak dan tersendat Haikal menyentakkan Kang Rahmat dan Kang Umam yang sejak tadi diam dalam kesedihan. Tanpa terasa HP terjatuh di karpet. Kang Rahmat terpana menatap Haikal sudah berdiri di ambang pintu dengan air mata merebak. Tubuhnya gemetar hebat. Detik itu waktu terasa terhenti. Tegang dengan rasa tiada tentu. Rasa sakit tiada terukur.

"Bruk...," suara tubuh Haikal jatuh terduduk di lantai dengan tubuh lunglai. Air mata terus keluar, tapi suaranya tak ada. Ia sesenggukan. Tanpa daya, antara sadar dan tidak sadar.

Melihat haikal roboh, kang rahmat tersadar dari kebekuan. Ia segera menyongsongnya; merengkuh tubuhnya yang lunglai di pelukan.

Wajah Haikal begitu pucat. Tangannya sedingin es. Tubuhnya bak tak bertulang belakang.

“Haikal, tabah Haikal…, kamu harus kuat…,” bisik Kang Rahmat seraya membenamkan wajah anak itu ke dadanya. Kang Umam yang hanya bisa melihat, turut menitikkan air mata. Hatinya turut terluka mengetahui apa yang menimpa Haikal kecil.

“Haikal … tabah!” bisik Kang Rahmat kembali. Diangkatnya tubuh anak itu. Lalu membaringkannya di karpet. Kang Umam meraih songkok Haikal yang terjatuh dan ikut mendekati tubuh yang terbaring lemah dengan mata terpejam, namun mengalirkan air mata itu; sesekali sesenggukan.

“Haikal, kamu sadar kan? Tabah Haikal…” bisik Kang Rahmat sambil mengelus pipi anak itu.

“Ibu, Kang, ibu….Haikal belum minta maaf sama ibu, Kang!” lirih Haikal seperti tidak sadar, "Ibu… Hhaikal minta maaf, bu… dosa Haikal banyak.”

“Haikal … bangun… bangun…!” Kang Rahmat menepuk pipi haikal. Perlahan ia membuka mata; menatap Kang Rahmat memelas. “

"Haikal, percayalah… ibumu sudah memaafkanmu. Ayahmu bilang, kamu harus tetap di sini. Jangan pulang…!” Kang Rahmat membelai rambutnya dengan lembut.

“Aku banyak dosa, Kang!”

“Tenang, Haikal… doakan saja semoga ibumu khusnul khotimah, percayalah ibumu sudah memaafkanmu, kalau tak percaya nanti kang rahmat telfonkan ayahmu, kalau boleh bicara asal kamu janji gak minta pulang. Kamu harus kuat haikal, kamu harus jadi orang yang berguna bagi ibu dan ayahmu, yang bisa mendoakan mereka…”

“Ya, Kang aku nggak akan pulang. Tapi, Kang, ibu…,”

“Percayalah kalau kamu pulang dan gagal, ibumu di alam sana akan sedih dan kecewa.”

“Hu hu huh uhu… Ibu, maafkan Haikal. Haikal janji tetap di sini ngirim doa buat ibu…”

Haikal terus menangis tersedu-sedu dalam pelukan Kang Rahmat.

“Tabah, Kal… tabah…!” bisik Kang Rahmat sambil membelai kepalanya.

 

Pesan Bunda, merupakan Juara I kategori cerpen pada sayembara penulisan kreatif yang digelar Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) 2012.Internet Marketer Nahdlatul Ulamaakan memuat pula cerpen juara II dan III, serta beberapa nominasi juara, tiap akhir pekan, secara berurutan.

Naili Halimah, lahir di Magelang, 21 Juni 1990, di Dusun Bugangan, Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Nyantri di Pondok Pesantren Ma’ahidul ‘Irfan; terletak di Dusun Soropaten, Desa Gandusari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang.

Keterangan gambar: lukisan Affandi

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Aswaja, Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 04 Desember 2017

Kemenag Dorong Islam Indonesia sebagai Kiblat Kajian Islam Dunia.

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam menyelenggarakan Student Mobility Program (SM-PRO) Tahun 2015. Sebanyak 27 mahasiswa terbaik sudah terpilih dan akan diberangkatkan ke Australia pada Kamis (17/12).

Kemenag Dorong Islam Indonesia sebagai Kiblat Kajian Islam Dunia. (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Dorong Islam Indonesia sebagai Kiblat Kajian Islam Dunia. (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Dorong Islam Indonesia sebagai Kiblat Kajian Islam Dunia.

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin meminta ? peserta SM-PRO 2015 dapat menjadi agen yang mengabarkan potensi Islam Indonesia ke Australia dan negara manapun di dunia.?

“Student Mobility Program ini dapat menjadi saluran penting bagi aktivitas kemahasiswaan yang positif di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam,” tegas Dirjen saat bertemu peserta Predeparture Orientation ? SM-PRO 2015 yang dilaksanakan Subdit Kelembagaan Direktorat Diktis, di Denpasar, Rabu (16/12) sebagaimana dikutip dari klaman kemenag.go.id.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam arahannya Guru Besar hadits UIN Alaudddin Makassar itu kembali menekankan pentingnya Islam Indonesia sebagai kiblat kajian Islam dunia. Menurutnya, ada banyak alasan kenapa dunia harus belajar Islam ke Indonesia. Pertama, Indonesia adalah the most moslem countries in the world. Kedua, Islam Indonesia dikenal moderat dan demokratis, damai, dan menghargai perbedaan (diversity).?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Islam dan demokrasi bertemu, compatible,” terangnya.?

“Ketiga, Indonesia memiliki modal sosial-kultural yang banyak, antara lain lembaga pendidikan Islam yang jenis dan jumlahnya terbanyak di dunia,” tambahnya bersemangat.

Kamaruddin Amin mengapresiasi pelaksanaan SM-PRO dan menilai program rintisan ini penting untuk dilanjutkan sebagai salah satu program unggulan Ditjen Pendis. ? Direktorat Diktis telah melakukan seleksi yang sangat ketat terhadap 2000 lebih calon pendaftar SM-PRO 2015. Dari jumlah tersebut, setelah dilakukan wawancara kemampuan bahasa dan akademik, diperoleh 27 mahasiswa terbaik yang hari ini ikut Predeparture.?

Menurut Mastuki, penanggung jawab kegiatan sekaligus Kasubdit Kelembagaan Diktis, 27 orang mahasiswa S1 ini akan mengikuti student camp and leadership training serta cultural benchmark di Perth, Australia selama 8 hari.

“Ada yang menarik bahwa peserta SMPRO 2015 ini adalah mahasiswa S1 dari perguruan tinggi Islam dengan jurusan/prodi yang beragam. Ada yang jurusan tafsir/hadits, tarbiyah, dakwah, hubungan internasional, dan pendidikan Bahasa Inggris. Artinya, kemampuan Bahasa Inggris dan akademik merata di seluruh program studi dan jurusan di PTKI. Apalagi di antara peserta ada yang hafidz Al-Qur’an 30 juz, pinter bahasa Arab, dan talenta lainnya,” papar Mastuki di sela-sela Predeparture yang dilaksanakan di Hotel Eden Kuta Bali.

Peserta yang mengikuti SM-PRO 2015 berasal dari berbagai PTKI negeri dan swasta. Tersebar dari Aceh, Makassar, Watampone, Bandung, Medan, Palembang, Jakarta, Jogja, Surabaya, Malang dan Semarang. Mereka take off ke Perth kamis sore, (16/12) dan langsung menuju Curtin University untuk mengikuti berbagai kegiatan sampai 23 Desember 2015. Pendamping kegiatan ini dihandle oleh Jarot Wahyudi (UIN Jogja) dan Yeni Ratnayuningsih (UIN Jakarta). Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, Budaya, Nahdlatul Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 01 Desember 2017

Korban Aksi Teror Butuh Penanganan Psikologis dan Psikososial

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Hayati Eka Laksmi, istri salah satu korban Bom Bali 2002 Imawan Sardjono mengharapkan penanganan medis terhadap korban terorisme. Namun begitu, penanganan pascaaksi teror juga penting menyentuh sisi psikologis dan psikososial. Menurutnya selama ini, korban aksi terorisme kurang terlayani dengan baik.

Laksmi menyampaikan hal itu di depan peserta pendidikan singkat Penguatan Perspektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media yang diinisiasi Aliansi Indonesia Damai di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/5) siang.

Korban Aksi Teror Butuh Penanganan Psikologis dan Psikososial (Sumber Gambar : Nu Online)
Korban Aksi Teror Butuh Penanganan Psikologis dan Psikososial (Sumber Gambar : Nu Online)

Korban Aksi Teror Butuh Penanganan Psikologis dan Psikososial

Menurutnya, korban aksi terror terbagi atas dua jenisnya, korban langsung dan korban tidak langsung. Korban langsung adalah korban yang menjadi penderita karena peristiwa terror. Sedangkan korban tidak langsung adalah orang terdekat dari korban langsung seperti keluarga terutama istri atau suami dan anak.

Laksmi menambahkan, sisi psikologis dan psikososial suami atau istri dan anak-anak korban aksi terror sangat penting untuk diperhatikan. Karena mereka masih hidup dan masih ada di sekitar kita, hidup dan membaur di tengah-tengah masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Apalagi anak-anak memiliki trauma yang berat. Kalau tidak ditangani tentu berakibat buruk untuk masa depan mereka,” terang Laksmi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Korban tidak langsung terutama istri juga menghadapi persoalan ekonomi. Ini juga perlu menjadi perhatian pihak terkait.

Laksmi yang tergabung dalam sebuah komunitas korban bom dan terorisme Yayasan Penyintas Indonesia mengatakan, tidak semua korban tergabung dalam suatu komunitas. Mereka sangat mungkin menghadapi persoalan serupa.

Mewakili para korban, Laksmi mengharapkan bantuan semua kalangan untuk pemulihan dan penanganan terhadap para korban terutama kalangan medis, pemerintah, dan media massa. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 21 November 2017

Ansor dan Fatayat Sedan Undang 100 Muda-Mudi Ikuti PKD

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Dalam rangka mencetak kader yang handal serta berbekal kecakapan dalam berorganisasi, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor dan Pimpinan Anaak Cabang Fatayat Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah akan segera melaksanakan Pelatihan Kader Dasar (PKD).

Ketua PAC Ansor Sedan Muhammad Nur Muchroz mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya awal proses kaderisasi para kader muda NU, khususnya di Kecamatan Sedan.

Ansor dan Fatayat Sedan Undang 100 Muda-Mudi Ikuti PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor dan Fatayat Sedan Undang 100 Muda-Mudi Ikuti PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor dan Fatayat Sedan Undang 100 Muda-Mudi Ikuti PKD

"Ini sebagai upaya pengenalan Ansor dan Fatayat kepada muda-mudi NU. Sekaligus sebagai reformulasi gerakan Ansor atau Fatayat dalam mengakses isu-isu global keagamaan. Serta sebagai pembekalan awal proses regenerasi," terang Muchroz kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Rabu (24/8).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kegiatan bertema "Urgensi Kaderisasi sebagai Upaya Awal Proses Regenerasi" tersebut mengundang 100 kader muda-mudi NU yang nantinya akan menjadi peserta dalam pelatihan ini.

"Kami merencakan dari 100 peserta tersebut, terdiri dari 50 kader Ansor dan 50 kader Fatayat. Seluruh kader tersebut merupakan perwakilan atau delegasi dari seluruh ranting Ansor dan Fatayat se-Kecamatan Sedan," ujar salah satu dosen STAI Al-Kamal Rembang tersebut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hajatan ini rencananya akan dilaksanakan pada awal September di Aula Komisariat MA YSPIS Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan. (Aan Ainun Najib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock