Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Gagasan Mahbub Djunaidi Tak Pernah Membosankan

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Mahbub Djunaidi yang dikenal sebagai sang “Pendekar Pena” adalah sosok yang dengan apiknya mampu meracik sesendok teh kritik, sejumput teori, dan diaduk dengan dua ratus mili liter humor sampai rata.

“Sehingga masyarakat dengan susahnya untuk bosan dengan gagasan-gagasan Mahbub,” papar Dimas Suro Aji pada acara Diskusi dan Bedah Film Dokumenter, yang diselenggarakan LSO Jurnalistik PMII Komisariat Kentingan Surakarta, di Taman Cerdas Jebres, Selasa (10/10).

Gagasan Mahbub Djunaidi Tak Pernah Membosankan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gagasan Mahbub Djunaidi Tak Pernah Membosankan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gagasan Mahbub Djunaidi Tak Pernah Membosankan

Ditambahkan pegiat sastra Solo itu, sosok Mahbub juga mampu menhadirkan kritik, akan tetapi dengan bahasa yang jenaka.

Sementara itu, pembicara lainnya Joko Priyono mengajak para kader PMII untuk ikut meneladani perjuangan Mahbub.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Perjalanan hidupnya penuh dengan pelajaran dan teladan untuk kemudian menjadi tugas kita sebagai kader PMII untui mengistiqamahkan nilai-nilai PMII yang telah dimulai oleh Mahbub Djunaidi," tutur Joko.

Selain kegiatan pemutaran film dokumenter Mahbub, selama hampir dua pekan (10-28/10), untuk memperingati Haul Mahbub Djunaidi ke-22 ini juga bakal dihelat sejumlah kegiatan.

“Ada lomba essai, resensi dan puisi. Kemudian pelatihan jurnalistik dan desain, dan puncaknya diskusi bertajuk “Jejak Mahbub Djunaidi di Kota Solo,” terang ketua panitia kegiatan, Elvin. (Ninda/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pemurnian Aqidah, Hikmah, Hadits Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Wacana penerapan Full Day Scholl oleh Kementerian Pendidikan menuai dukungan dan penolakan. Kebijakan itu mendapat reaksi dari berbagai kalangan, termasuk organisatoris, aktivis, dan dosen.

"Kami patuh aturan Menteri Pendidikan, asalkan Pak Menteri juga mengabulkan permintaan kami sebagai rakyat juga pelaku di lapangan," kata Ahmad Karomi, Dosen Staiba Purwoasri, Kediri saat dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama via WhatsApp.

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School

Semua sarana dan prasarana sekolah harus ditingkatkan serta ditangani langsung oleh kemendikbud. Sebab selama 8 jam di sekolah, titik kejenuhan pasti muncul. "Jadi, seluruh sekolah harus ada tempat refreshing atau pelatihan keterampilan," tegas Sekretaris LTN PWNU Jatim ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Masalah kesejahteraan pengajar dan peserta didik harus diperhatikan oleh pemerintah. Ini sangat krusial, sebab gaji pengajar, apalagi bertugas mencetak anak bangsa haruslah ditingkatkan.

Karomi menengaskan, pemerintah harus memasukkan ajaran nilai atau etika dalam Full Day School yang terintegrasi dengan pesantren.

Para peserta didik tidak hanya diajarkan teks dan statistik angka selama delapan jam. "Tetapi juga ada pendidikan akhlaq yang bisa didapatkan dari pesantren," lanjut alumni Ploso Kediri ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, konsep Full Day School dibentuk dan harus ditangani oleh tokoh pesantren. "Kalau ini diterapkan, maka Mendikbud membentuk terobosan ‘penyatuan’ program Kemendikbud dengan lembaga tertua di Nusantara," lanjutnya.

"Permohonan kami untuk Mendikbud sangat simpel. Kami tunggu pengabulannya, bukan pengibulannya. Jangan hanya buat aturan temporal tanpa kejelasan serta tanpa perhatian penuh dari ulu sampai ilir," pungkasnya. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 08 Februari 2018

Hilal Terlihat di Gresik

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Alhamdulillah, hilal atau sebagai pertanda masuknya awal bulan Syawal terlihat di bukit Condro Dipo Desa Kembangan Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik pukul 17.37 WIB. Dengan demikian Idul Fitri akan bersamaan.

Hilal Terlihat di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Terlihat di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Terlihat di Gresik

Dua orang saksi yang melihat hilal adalah H Inwahuddin dan Ahmad Azar, tim dari LFNU.

“Meskipun sudah ada yang melihat bulan, keputusan resminya akan menunggu sidang isbat di Kementerian Agama,” kata Nahari Muslih, sekretaris Lajnah Falakiyah NU, Rabu (8/8).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari sejumlah laporan yang masuk ke tim Lajnah Falakiyah NU di gedung PBNU, sejumlah lokasi seperti Papua, Makassar, Bali, Masjid Agung Jawa Tengah, Blitar dan lainnya semuanya mendung tebal. Pesimisme menghantui karena adanya kekhawatiran lebaran jatuh pada hari Jum’at. Terlihatnya di Gresik menjadi kabar gembira bagi semuanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, Nasional, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 02 Februari 2018

Mensos Jelaskan ‘Terapi Rebus’ Hanya untuk Napza, Bukan LGBT

Malang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengaku terkejut saat dirinya menjadi sasaran bully oleh kalangan aktivis media sosial. Kementerian yang dipimpinnya disebut akan membuat program rehabilitasi bagi kalangan LGBT, antara lain dengan terapi rebus.

Seperti dilansir kompas.com, Ahad (13/3), kepada wartawan di Malang, Jawa Timur Khofifah, meluruskan pemberitaan yang beredar.

Mensos Jelaskan ‘Terapi Rebus’ Hanya untuk Napza, Bukan LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Jelaskan ‘Terapi Rebus’ Hanya untuk Napza, Bukan LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Jelaskan ‘Terapi Rebus’ Hanya untuk Napza, Bukan LGBT

Menurutnya, kementeriannya tidak mempunyai program rehabilitasi untuk LGBT. "Kami tidak punya kewenangan penindakan,” ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam kunjungan kerja ke Sidoarjo dan Mojokerto beberapa waktu lalu, Khofifah mengaku bertutur tentang keberadaan lembaga yang memiliki metode terapi bagi pengguna narkotika, obat, dan zat terlarang (napza), menggunakan proses perebusan.

"Betul, ada metode direbus sampai suhu 85 derajat celsius, tetapi itu untuk (pengguna) napza," ujar Khofifah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ditambahkan, lembaga-lembaga yang dia ceritakan itu merupakan institusi penerima wajib lapor (IPWL), yang hubungannya dengan Kementerian Sosial sebatas koordinasi.

Adapun terkait LGBT, Khofifah menyebut, pernyataan yang pernah dia sampaikan adalah cuplikan perbincangan dengan Ary Ginanjar. Dalam perbincangan itu, kata Khofifah, Ary mengatakan, metode ESQ yang dikembangkan lembaganya ternyata juga bisa membantu kalangan LGBT yang berkeinginan mengubah orientasi seksualnya kembali menjadi heteroseksual.

Khofifah menyebutkan, sampai saat ini, kementeriannya berkoordinasi dengan 118 IPWL. Kutipan soal pelepasan sejumlah eks LGBT yang disebut akan dilakukan pada Rabu (16/3/2016), kata dia, juga merupakan kegiatan dari salah satu IPWL, bukan kementeriannya.

"Karena beberapa IPWL memang sekaligus menangani (terapi) untuk (pengguna) napza, LGBT, dan lain-lain itu, tetapi metode perebusan yang saya sebut tadi bukan untuk LGBT," kata Khofifah. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 19 Januari 2018

Ketika Gus Mus Jatuh Cinta

Bercerita tentang sosok Rais Am PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus), semua kalangan  tentu sudah tidak asing lagi. Namun di balik ketokohannya yang supel, mudah bergaul dengan siapa saja, Gus Mus mempunyai cerita unik.

Dalam acara selametan 70 tahun Gus Mus sabtu (6/9), pengunjung dikenalkan biografi pengasuh pesantren Raudhatut Thalibin Leteh Rembang melalui pemutaran film pendek berjudul Gus Mus Gus Mu.

Film itu menceritakan kisah perjalanan kiai yang budayawan ini mulai anak-anak hingga pada usianya yang ke-70. Ketika sampai pada perjalanan Gus Mus jatuh cinta, tidak banyak yang menduga dan mengundang tawa hadirin.

Ketika Gus Mus Jatuh Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Gus Mus Jatuh Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Gus Mus Jatuh Cinta

Hj Siti Fatma, istri Gus Mus dalam film tersebut mengungkapkan sikap Gus Mus yang terkadang nakal pada masa mudanya. Ternyata,  kisah cintanya Gus Mus kepada Hj Fatma sudah dikatakan sejak masih anak-anak.

 "Saya dulu itu sampai gemes ,masak saya kelas lima SD sudah dibilangin Gus Mus, besok kamu jadi istriku," tutur Hj Siti Fatma dalam film tersebut.

Sontak saja, cerita Hj. Siti Fatma tersebut disambut geerr dan tepuk tangan hadirin yang memenuhi gedung universitas PGRI Semarang. Gus Mus dan istrinya yang duduk berdampingan bersama Gubernur Ganjar Pranowo pun terlihat ikut ketawa. (Qomarul Adib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Islam, Halaqoh, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 29 Desember 2017

Lakpesdam NU Harapkan Momentum Harkitkas untuk Kebangkitan Masyarakat

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU, Rumadi, mengatakan, Harkitnas harus menjadi momentum kebangkitan masyarakat desa dalam membangun kembali semangat kebhinekaan, tenggang rasa dan toleransi yang dalam waktu yang relatif panjang menjad salah satu identitas kuat masyarakat di pedesaan.

"Karena, saat ini kita sedang mengalami defisit sosial, dahulu kita kaya bhineka tunggal ika, multi agama, yang selalu menjadi alat dilomasi ke luar negeri. Namun sekarang mulai terkikisnya kohesi sosial, sikap tengangg rasa dan toleransi," katanya dalam acara Refleksi Kebangkitan Nasional, di kantor Kemendesa PDTT, Jakarta, Jumat (20/5/2016), malam dalam release yang dikirimkan ke Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Lakpesdam NU Harapkan Momentum Harkitkas untuk Kebangkitan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Harapkan Momentum Harkitkas untuk Kebangkitan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Harapkan Momentum Harkitkas untuk Kebangkitan Masyarakat

.

Program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang menjadi program pemerintahan saat ini sudah sepatutnya membangun kembali cara berpikir masyarakat desa yang terbuka, toleran, sikap gotong royong yang menjadi identitas masyarakat desa.

"Sekarang mulai terkikisnya kohesi sosial, sikap tengangg rasa dan toleransi, banyak orang yang menyikapi perbedaan dengan emosi. Persoalan ini tidak muncul dari desa, namun arus mengeklusi tersebut bukan tidak mungkin menjadi tren baru di desa-desa. Karenanya, program pembangunan desa seharusnya mampu menginklusi masyarakat terutama orang-orang yang tidak diterima oleh masyarakat," ujar Rumadi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dirjen PPMD) Kemendesa PDTT, Ahmad Erani Yustika, mengatakan, Harkitnas tahun ini diharapkan mampu mendongkrak gairah para masyarakat desa dalam melakukan pembangunan di wilayah masing-masing.

"Kita ingin dengan Harkitnas ini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat masyarakat desa dalam membangun desa masing-masing melalui program yang dicanangkan oleh pemerintah, dalam hal ini Kemendesa," ungkap Erani.

Melalui Harkitnas, lanjut Erani, pihaknya juga berharap keberadaan Undang- Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menjadi tolak ukur penting dalam mewujudkan desa yang berdaulat. "Kedaulatan desa menjadi penting dalam pelaksanaan UU Desa, dimana aparatur desa dan masyarakatnya dapat duduk bersama untuk menyusun program pembangunan desanya dengan memanfaatkan Dana Desa yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah," terangnya.

Sejalan dengan semangat menyerahkan proses pembangunan kepada masayarakat desa setempat tersebut, harapan pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) akan terwujud.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Dengan keterlbatan masyarakat dalam berbagai forum desa, diharapkan akan terjadi peningkatan SDM di desa terebut. Sehingga, pembangunan nasional tidak hanya akan terjadi pada pembangunan fisik seperti jalan, irigasi, dan lainnya, tetapi juga akan terjadi pembangunan kualitas SDM di desa-desa," ujar Erani.

Pada kesempatan itu, Erani juga membeberkan sejumlah Kendal yang memnghambat prose pembangunan desa yang selama ini terjadi, salah satunya yakni masih minimnya masyarakat desa yang menguasai Sumber Daya Alam (SDA) di desa setempat.

"Saya pikir ini menjadi tugas kita bersama agar ke depan tidak ada lagi SDA di desa tertentu yang dikuasai oleh orang luar (desa) itu. Karena itu, kita bekerjasama dengan kementerian atau lembaga pemerintah terakti dan organaisasi masyarakat sipil untuk memastikan proses penguasaan kembali ke desa," katanya. Red Mukafi?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 24 Desember 2017

Peringati Maulid Nabi, Muslimat NU DKI Tegaskan Pentingnya Persatuan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama DKI Jakarta kembali menyelenggarakan pengajian bulanan pada Sabtu (24/12) pagi. Pengajian berlangsung di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat kali ini dirangkai sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Hadir sebagai pembicara adalah? Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar. Pada kesempatan tersebut Mustasyar PBNU menyampaikan agar dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dapat mengambil suri tauladan Rasulullah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Peringati Maulid Nabi, Muslimat NU DKI Tegaskan Pentingnya Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Maulid Nabi, Muslimat NU DKI Tegaskan Pentingnya Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Maulid Nabi, Muslimat NU DKI Tegaskan Pentingnya Persatuan

Kiai asal Sulawesi Selatan tersebut mengingatkan, disamping pentingnya ibadah ritual, juga beribadah dalam bentuk menjaga hubungan yang baik dengan sesama manusia.

“Kita sebagai satu kelompok yang menjaga ajaran Aswaja harus bisa memberikan contoh yang baik dan menjaga kebersatuan,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam wawancara dengan Internet Marketer Nahdlatul Ulama sesaat setelah acara, Ketua Muslimat NU DKI Jakarta Hizbiyah Rochim mengatakan persatuan harus terus digalakkan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Itu sebabnya dalam setiap acara NU di mana-mana selalu dikumandangkan lagu Hubbul Wathon. Termasuk oleh Muslimat NU,” terang Hizbiyah.

Ia mengatakan tentang pengajian rutin bulanan Muslimat NU DKI Jakarta selalu mengundang KH Nasaruddin Umar sebagai penceramah tetap. Materi ceramah yang disajikan juga bertautan dengan materi pengajian sebelumnya, namun setiap momen peringatan khsusus disesuaikan dengan peringatan khusus tersebut, misalnya pada hari ini bertema Maulid Nabi.

Menurut Hizbiyah pengajian bulanan Muslimat NU DKI digelar selama beberapa jam, dimulai pada pukul delapan pagi. Jamaah melakukan zikir, membaca surat Yasin, tahlil, dan salawat. Waktu yang dihabiskan untuk itu bisa sekitar 1,5 jam.

“Pengajian Muslimat NU DKI Jakarta diperbanyak bacaan zikir, yasin, tahlil, dan salawat. Ini untuk memohon keselamatan bangsa, negara dan kita semua,” ujar Hizbiyah.

Pengajian bulanan Muslimat NU DKI Jakarta selalu dipenuhi jamaah yang berasal warga NU dan masyarakat umum. Seperti pada Sabtu ini sedikitnya 1200 jamaah hadir. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pemurnian Aqidah, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 22 Desember 2017

Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung

Jepara, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor kecamatan Mayong, Jepara menyelenggarakan Turnamen Bola Voli antar-Ranting se-kecamatan Mayong yang berlangsung di lapangan desa Mayong Lor, Ahad-Rabu (09-12/04).?

Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung

Turnamen itu diikuti10 tim yang berasal dari club kampung yang mewakili ranting masing-masing. Thoha Mansur, ketua panitia, mengatakan, kegiatan turnamen termasuk program kerja bidang seni dan olahraga. ? “Tujuan kegiatan ini untuk memperat persaudaraan antarpemuda se-kecamatan Mayong juga dalam Harlah NU ke-94 dan GP Ansor ke-83,” kata Thoha.?

Dalam kegiatan yang memperebutkan juara 1, 2, 3 dan harapan 1 itu secara resmi dibuka ketua MWCNU Mayong, K. Mughis Nailufar. Usai pembukaan Ahad – Senin (09-10/04) adalah babak penyisihan, Selasa (11/04) babak perempat final dan Rabu (12/04) babak final.?

“Untuk uang pembinaan juara I 1.250.000, juara II 750.000, juara III 500.000 dan harapan I 250.000. Beserta diberikan piala dan piagam di masing-masing juara,” tambahnya.?

Ketua PAC GP Ansor Mayong, Ahmad Kholas Syihab menambahkan, turnamen itu memperoleh antusiasme yang luar biasa dari masyarakat luas. “Dalam setiap pertandingan kami menyiapkan sekitar 250 tiket masuk dengan harga Rp.3000. Alhamdulillah habis di setiap partai pertandingan,” sebut Syihab, bangga.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sarjana Psikologi Unissula Semarang itu berharap kegiatan bisa menyatukan pemuda desa se-kecamatan Mayong. “Kedepan bisa berprestasi lewat bidang olahraga,” harapnya lagi.?

Ketua MWCNU Mayong, K. Mughis Nailufar mengapresiasi kegiatan turnamen tersebut. Karena menurutnya Ansor mengisi kegiatan pemuda dengan hal yang positif. “Ansor kedepan bisa ngaji ya juga bisa voli, kan cakep,” seloroh kiai muda ini. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 21 Desember 2017

Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman

Bondowoso, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui wakil bupati setempat,H Salwa Arifin, mengucapkan selamat hari lahir ke-94 Nahdlatul Ulama (NU). Ia memuji peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam mewujudkan kehiudupan yang harmonis di masyarakat. Menurutnya, kiprah ini tak bisa disepelekan.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan kata sambutan dalam peringatan harlah ke-94 NU yang digelar Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Bondowoso, Kamis (13/4) sore.

Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman

“Saya harus ucapkan terimakasih kepada NU," ucapnya di alua pendopo kantor Bupati Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Baginya, peran NU terbesar adalah mempu menciptakan ketenteraman baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten.

PCNU Kabupaten Bondowoso memperingati harlah kali ini dengan Taushiyah Khusus Penguatan Kelembagaan. Kegiatan tersebut diikuti jajaran ketua, rais, seketaris, bendahara dari tingkatan Ranting, Majalis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), dan lembaga serta badan otonom NU se-kabupaten Bondowoso.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PCNU Bondowoso H Abdul Qodir Syam mengatakan, kegiatan harlah ke-94 PCNU Bondowoso dimulai sejak keikutsertaannya dalam acara Istighotsah Kubro yang dihelat PWNU Jawa Timur di Sidoarjo. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Meme Islam, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Lakpesdam PBNU Jelaskan Hate Speech dan Unsur-Unsurnya

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU, H Rumadi Ahmad menjelaskan tentang hate speech dan unsur-unsurnya.

Menurut Rumadi, kata hate yang berarti rasa benci itu terkait dengan emosi yang kuat di dalam seseorang baik penghinaan, permusuhan, atau kebencian terhadap seseorang atau kelompok yang dijadikan target karena mereka memiliki karakterisktik tertentu yang yang tidak disukai orang itu.

Lakpesdam PBNU Jelaskan Hate Speech dan Unsur-Unsurnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PBNU Jelaskan Hate Speech dan Unsur-Unsurnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PBNU Jelaskan Hate Speech dan Unsur-Unsurnya

Demikian dikatakan Rumadi pada Focus Discussion Group (FGD) yang diselenggarakan Panitia Komisi Bahtsul Masail Qonuniyah Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) tentang Ujaran Kebencian dalam Berdakwah di lantai lima, gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (27/10).

Sementara speech sendiri, katanya melanjutkan, terkait dengan ekspresi, yakni ekspresi berpendapat atau mengemukakan ide menggunakan beberapa medium, baik pidato, video, poster atau yang lain. 

“Jadi hate speech bisa disalurkan dengan menggunakan berbagai macam medium yang di situ ada emosi kebenciannya,” jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia pun mengemukakan lima unsur yang terdapat pada hate speech atau siar kebencian.

Pertama, ada niat. Menurut Rumadi, untuk melakukan siar kebencian itu pasti seseorang sudah punya niat untuk melakuka permusuhan atau membenci kepada orang atau kelompok yang dibencinya.

Kedua, ada orang atau kelompok yang menjadi target kebenciannya. Dikatakan hate speech, katanya,baik dilakukan individu atau kelompok, baik basisnya karena ras, agama atau orientasi seksual tertentu jika ada targetnya.

Ketiga, bentuk ekspresi kebencian dan permusuhan yang dilakukan melalui berbagai medium. Keempat, menyebarkan , mengajak atau mempromosikan kebencian kepada orang atau kelompok lain karena alasan-alasan tertentu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Jadi disitu ada upaya dakwah, ada upaya untuk mnegajak supaya memusushi orang (atau kelompok) tertentu,” katanya.

Kelima, menghasut kekerasan, diskriminasi, atau permusuhan terhadap seseorang individu atau kelompok. Keenam, tindakan yang dilakukan itu potensial (bahkan nyata-nyata) menimbulkan dampak berupa adanya permusuhan, bahkan tindak kekerasan kepada pihak lain yang menjadi sasaran kebencian.

Selain Rumadi, hadir juga menjadi pembicara Wakil Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) KH Abdul Moqsith Ghozali, dan Direktorat Tindak Pidana Siber Kepolisian Republik Indonesia (RI) Kombes Fadil Imron.

Hadir pula pada kegiatan yang dimoderaotri Mahbub Maafi ini, Ketua PBNU H Robikin Emhas, Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) periode 2010-2020 KH Zaky Mubarok, Sekretaris LBM NU Sarmidi Hasni, Alissa Wahid, Katib Syuriah KH Mujib Qulyubi, dan lain-lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pemurnian Aqidah, Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 18 Desember 2017

Sistem Khilafah Tak Ada Faktanya dalam Sejarah Islam

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Penulis disertasi “Islamisme dan Transisi Demokrasi di Dunia Muslim, Perbandingan Tuntutan Penguatan Syariat Islam dalam Amandemen Konstitusi di Indonesia dan Mesir”, Imdadun Rahmat mengatakan, sistem khilafah yang diusung Hizbut Tahrir itu tidak ada faktanya dalam sejarah Islam.?

Pada masa Nabi Muhammad dan sahabat atau Khulafau Rasyidin, masyarakat Islam pernah menerapkan macam-macam tipoligi. “Pada zaman Nabi city state, negara kota, seperti Singapura sekarang atau Athena dulu,” katanya di kantor redaksi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, PBNU, Jakarta, 28 April lalu.

Sistem Khilafah Tak Ada Faktanya dalam Sejarah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Sistem Khilafah Tak Ada Faktanya dalam Sejarah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Sistem Khilafah Tak Ada Faktanya dalam Sejarah Islam

Setelah itu, lanjut lulusan S3 Univeristas Indonesia itu, berubah menjadi kerajaan yang dibangun Bani Umayah dan Abasyiah. Sistem tersebut adalah negara dengan pemimpin turun-temurun.?

“Peralihan dari Umayah ke Abasyiah itu terjadi pembantaian habis-habisan. Mana sistem bakunya? Merujuk kepada sistem khilafah? Tidak!” jelas Wakil Sekjen PBNU 2010-2015 itu.?

Jika cita-cita khilafah itu menyatukan negara-negara Islam menjadi sebuah negara, sejarah Islam justru membuktikan pernah ada dua kerajaan Islam pada waktu yang bersamaan, yaitu pada zaman Abasyiyah dan kerajaan Islam di Andalusia yang merupakan kelanjutan dari Umawiyah.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jika merujuk Turki Utsmani, lanjut Ketua Komnas HAM Periode 2016-2017, itu pun bukan bentuk khilafah, tapi tetap kerajaan.?

Sekarang pun, tidak ada satu negara Islam pun yang menggunakan sistem khilfah. “Mana ada negara yang setuju. Negara Islam mana pun tidak akan setuju dengan khilafah itu karena basis eksistensi negara-negara Islam, adalah nation state. Malah ada suku state. Arab Saudi itu apa kalau bukan suku state?”

Jadi, menurut Imdad, penganut paham khilafah itu hanya berhenti pada keyakinan bahwa konsep mereka layak untuk diujicobakan.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Padahal, negara, umat, tidak boleh menjadi obyek coba-coba. eksperimen politik itu terlalu besar cost dan madrat yang akan ditimbulkannya,” kata penulis buku Ideologi Politik PKS: Dari Masjid Kampus ke Gedung Parlemen. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pemurnian Aqidah, Sholawat Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 10 Desember 2017

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Presiden Joko Widodo menegaskan dukungan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina dalam pidato kenegaraan pertamanya di sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah di Jakarta, Jumat.

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina

"Indonesia juga terus mendukung kemerdekaan Palestina dari penjajahan dan kedzaliman, serta menyerukan agar saudara-saudara Muslim di Timur Tengah meletakkan senjata dan berdamai demi kepentingan ukhuwah Islamiyah," katanya.

Sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, ia mengatakan, Indonesia ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Presiden juga mengatakan bahwa sesuai UUD, prinsip dasar politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif, yang menentukan kebijakan politik luar negeri secara bebas, mandiri, dan tanpa beban aliansi.

Indonesia, menurut dia, akan terus mengirimkan pasukan perdamaian ke berbagai belahan dunia, menjadi penengah konflik, serta terlibat dalam pembuatan norma-norma regional dan global. (Antara/Mukafi Niam) foto Antara

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

KH Musthofa Aqil Siroj Sampaikan Amanat Para Kiai Sepuh NU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Rais Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj menyampaikan amanat para kiai sepuh NU agar para kiai muda NU tidak lupa membacakan surat Al-Fatihah untuk para ulama penulis kitab. Menurutnya, keberkahan Allah SWT akan turun untuk mereka yang bertawassul melalui para ulama.

Demikian disampaikan Kiai Musthofa Aqil pada sambutan penutupan forum bahstul masail pra-Munas NU 2017 di Pesantren Al-Muhajirin 3, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (11/11) sore.

KH Musthofa Aqil Siroj Sampaikan Amanat Para Kiai Sepuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Musthofa Aqil Siroj Sampaikan Amanat Para Kiai Sepuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Musthofa Aqil Siroj Sampaikan Amanat Para Kiai Sepuh NU

“Setiap baca kitab, istidlal, istinbath, muthalaah, atau bahtsul masail, kontak muallif (penulis kitab) karena masih ada keberkahan tersisa di sana,” kata Kiai Musthofa Aqil.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Alumnus Pesantren Al-Anwar Sarang ini menegaskan bahwa kirim Surat Al-Fatihah untuk para ulama merupakan pesan yang selalu diulang oleh para kiai sepuh NU. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya tawassul dengan para ulama.

“Ini adalah amanah yang selalu dipesan para kiai dan guru-guru sepuh NU,” kata Kiai Musthofa Aqil Siroj yang juga Pengasuh Pesantren Kempek Cirebon.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Forum bahtsul masail pra-Munas NU 2017 berlangsung Jumat-Sabtu (10-11/11) di Pesantren Al-Muhajirin 3, Kabupaten Purwakarta.

Tampak hadir Rais Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj, Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qaliyubi, Katib Syuriyah PBNU KH Nurul Yaqin, Wasekjen PBNU H Andi Najmi, Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat Ajengan M Nuh Ad-Dawami, Katib Syuriyah PWNU Jabar KH Usamah Mansur, dan Pengasuh Pesantren Al-Muhajirin KH Abun Bunyamin.

Mereka kerap berkeliling untuk mengikuti sejenak forum bahtsul masail yang terbagi atas tiga sidang komisi, yaitu komisi waqi’iyah, maudhu’iyah, dan qanuniyah. Mereka berpindah-pindah dari satu ke lain sidang yang membahas isu-isu berbeda. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 07 Desember 2017

Manuver Politik dan Autentisitas Ramadhan Perspektif Maqashid Syariah

Oleh Nasrulloh Afandi



Ramadhan akan segera tiba, saya menemukan kliping tulisan berkualitas “Tuhan Itu Sama”, oleh Dr Mahfud MD” (Koran Sindo. Ramadhan,13/07/2013). Guru besar konstiusi itu menyatakan "Keberatannya jika aktivitas politik selama Ramadhan ditunda, karena politik juga bisa menjadi ibadah". Opini tersebut betul, namun kurang mengena. Ia sepihak dengan tidak melihat aspek-aspek lain yang berkaitan dengan autentisitas ibadah.?

Mengacu pada orientasi dan autentisitas ibadah, merespons opini tersebut, saya tertarik untuk menganalisa perspektif maqashid syariah, perlu disampaikan beberapa ulasan berikut:?

Manuver Politik dan Autentisitas Ramadhan Perspektif Maqashid Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Manuver Politik dan Autentisitas Ramadhan Perspektif Maqashid Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Manuver Politik dan Autentisitas Ramadhan Perspektif Maqashid Syariah

Pertama: Ramadhan Momentum Politik

Untuk pengantar wawasan, kita menengok Ramadhan pada zaman Nabi Muhammad SAW. Memang selain momentum diturunkanya Al-Qur’an, juga terjadi banyak tragedi-tragedi politik berskala besar, tidak hanya sebatas manuver di atas meja diplomasi, ? tetapi politik fisik, bahkan pertumpahan darah di medan peperangan.?

Perang Badar adalah tragedi politik paling besar yang terjadi di bulan Ramadhan pada jaman Nabi Muhammad, juga penaklukan kota Makkah. Termasuk persiapan perang Chondaq terjadi saat Ramadhan meskipun perangnya meletus pada bulan Syawal, selepas Ramadhan. Dan masih banyak berbagai peristiwa politik, di bulan yang umat Nabi Muhammad SAW sekarang ini diperintahkan untuk selalu menahan diri dan bersabar ini.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kenapa berperang di bulan Ramadhan? Hal perlu ditekankan adalah, di masa itu, meski di bulan Ramadhan, bermusuhan antara orang Mukmin pendukung Nabi Muhammad SAW, dan orang-orang kafir (harbi) yang membabi buta memusuhi dan ingin membinasakan Islam. Jadi ? adalah kewajiban orang Islam melakukan perlawanan.?

Untuk tepat sasaran dalam mengkaji tragedi tersebut, kita analisis opini Imam Asy-Syatibi, sang bapak maqhosid syariah, dalam kitab al-Muwafaqot, magnum opus-nya. Hal itu adalah bagian dari dhorurotu al-khoms (lima asas pokok yang wajib dipertahankan); pertama, hifduzu ad-din (menjaga agama) kedua; hifdzu an-nafs (menjaga jiwa) ketiga; hifdzu an-nasl (menjaga nasab) keempat; hifdzu aql (menjaga akal) kelima; hifdzu al-mal (menjaga harta)?

Alhasil, terkait tragedi peperangan di masa Nabi Muhamad tersebut, terdapat dua unsur yang mewajibkan berperang meskipun saat bulan Ramadhan. Pertama, hifduzu ad-din (menjaga agama) dan kedua; hifdzu an-nafs (menjaga jiwa).?

Kedua: Bagaimana Politik dan Ramadhan Sekarang?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Bagaimana politik di Indonesia sekarang? Relevansinya dengan politik sekarang dalam konteks keutamaan puasa Ramadhan. Untuk di Indonesia, publik pun paham, para politisi dominan memperebutkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi dan keluarga masing-masing, maksimal hanya untuk golongannya. Juga berhadapan dengan sama-sama orang Islam, sama-sama sedang berpuasa Ramadhan pula.?

Perspektif fikih, para perebut kekuasaan pun di negeri ini, mayoritas –dimaksud tidak semuanya— saat bermain di gelanggang melanggar norma agama, identik dengan “jurus busuk”, ? janji-janji palsu, kebohongan publik, bahkan mayoritas mengamalkan jurus machiavellianisme alias politik menghalalkan segala cara, meski ada yang jujur tapi sangat sedikit. Kasusnya rawan dengan faktor-faktor yang menggerogoti kualitas dan autentisitas ibadah (puasa) seperti menggunjing, bersilat lidah, berburuk sangka, dan lainnya, tak jarang pula yang secara langsung bermain fisik, atau sebatas mengerahkan masa untuk bermain fisik. Kondisi semacam itu, jelas tidak mendukung untuk bisa meraih kesempurnaan beribadah puasa.?

Analisis ilmu mantiq: ”Di tengah kobaran api akan terbakar”. Sang aktor politisi yang amanah, jujur dan bijaksana pun, ketika sedang bermain di gelanggang, gempuran manuver lawan–lawannya, sering mengakibatkan “si jujur” terpancing dan membuatnya mengadakan serangan balik dengan cara “kasar” pula.?

Di sinilah akar masalahnya. Atau meminjam opini Syeikh Ahmad Muhammad Az-Zarqo, dalam kitab kaidah fikihnya: daf ‘u al-mafasid aula min jalbi al-masholich (menjauhi sesuatu yang berakibat kerusakan itu lebih didahulukan, daripada melakukan sesuatu yang akan mengakibatkan kebaikan).

Efek negatif berpolitik saat puasa Ramadhan sudah sangat jelas, sementara kebaikan berpolitik (saat Ramadhan) masih belum tentu, atau dalam istilah maqashid syariahnya, kebaikan dalam berpolitik saat berpuasa Ramadhan itu hanya sebatas asumsi (maqashid al- wahmiyah). ?

Jadi, alangkah lebih baiknya, untuk menggapai nilai autentisitas berpuasa, sementara politik dikurangi, atau dihentikan sementara, mengingat kurang sehatnya iklim politik yang (sedang) berjalan di Indonesia. Rehat sejenak (meski hanya satu bulan dalam setahun sekali) untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Dan kembali bisa leluasa untuk berlaga di medan politik pasca Idul Fitri nanti, dengan hati dan pikiran lebih Islami untuk bekal bermanuver di lahan “perjuangannya” itu.?

Ketiga: Manuver Politik dan Orientasi Ibadah

Sekecil apa pun unsur yang bertujuan untuk kebaikan, entah ucapan, tulisan dan lainya -- termasuk berpolitik-- maka sangat di anjurkan oleh agama (Islam) kapan dan dimanapun, apalagi di bulan Ramadhan ini dilipatgandakan pahalanya. Setiap perbuatan kebaikan adalah bagian dari ibadah. Dan tentu bukanlah ibadah jika “kebaikan” itu hanya politis, apalagi sebagai klaim belaka.?

Bagi sebagian golongan, politik adalah pekerjaan tetap, ladang mencari nafkah keluarga, hal itu memang sah-sah saja. Bahkan menjadi kewajiban bagi kepala keluarga yang memang berprofesi (mencari nafkah) di medan tersebut, selagi tidak melanggar norma islami (agama) dan konstitusi negara. Di sisi lain, setiap kebijakan pemerintah (yang sedang memimpin) untuk merealisasikannya, tentu tidak bisa lepas dari strategi dan pandangan politis, contoh kecil mau menaikkan harga BBM.?

Namun perlu diingat. Di bulan Ramadhan ini, frekuensi ibadah harus lebih banyak dibandingkan urusan lainnya. Memang tidak ada salahnya jika di bulan Ramadhan tetap beraktivitas politik secara aktif. Demi memperjuangkan kepentingan publik atau dalam maqashid syariah-nya disebut al- maslahath al- ammah (kepentingan publik) dengan catatan; jika memang yakin bahwa Ia akan mampu menyelamatkan kualitas puasanya saat bermanuver di medan berpolitis.?

Politik dalam Islam sangat dianjurkan, tetapi opini Imam al-Ghozali dalam Ihya Ulumuddin-nya, hukumnya tidak sampai pada fardu ’ain (kewajiban bagi setiap orang) paling banter sampai pada posisi fardu kifayah (cukup diwakili oleh sebagian orang) maka sudah menggugurkan kewajiban orang lainnya. Itu pun dalam tinjaun ushul fikh, masih perlu melihat I’lath (latar belakangnya) situasi dan kondisi, mendesak ke sana apa belum(?)

Dipastikan mampukah atau tidak untuk tampil memperjuangkan hak-hak rakyat secara jujur, adil dan bijaksana(?) Masih ada tidak orang lain yang lebih mampu –yang ini berat memang, introspeksi kualitas diri – (?) ? Atau malah justru sebaliknya, ikut terseret ranah koalisi kezaliman kepada rakyat dan negara(?) Jika tidak memenuhi kriteria tersebut, maka lebih baik alih profesi saja, “beribadah” mengabdikan diri pada bangsa dan negara sesuai spesifikasi kemampuan yang dimilikinya, di luar area politik.?

Keempat: Puasa dan Polusi Politik

Puasa Ramadhan adalah ibadah yang sangat sensitif, gampang rusak hanya karena meluncur kalimat gunjingan dari mulut yang berpuasa, sehingga harus ekstra hati-hati dalam mengarungi ibadah puasa Ramadhan. Agar jangan sampai rusak, apalagi di “pagi buta” alias rawan godaan saat “jam kerja”.?

Dalam tinjauan ilmu ushul fikih-nya, siapa saja yang terlibat berurusan dengan orang-orang kurang bijaksana dan tidak amanah (politisi busuk) dalam kondisi berpuasa, maka akan sangat memungkinkan terkena jebakan ranjau, syad ad-dari’ah; posisi atau kondisi yang mengantarkan kepada sebuah kerusakan (mencemari Ibadah) Apalagi politik (meraih) Kekuasaan, yang tentunya rawan gesekan-gesekan dengan pihak lawan.

Lihatlah di kancah publik bangsa kita ini, paling gegap-gempita adalah aktivitas para politisi, sebelum Ramadhan, utamanya saat sedang berlangsungnya Ramadhan, bahkan sampai Ramadhan usai (Idul Fitri) segala macam manuver politik, pencitraan dilakukan oleh para pemburu kekuasaan untuk pencapaian target atau mempertahankan kekuasaanya. Menggunakan berbagai media online cetak, spanduk, baliho, dan media iklan lainnya, bukan hanya di kota –kota, tetapi juga di pelosok- pelosok desa seantero negeri. Mereka bersandiwara menjadi tokoh religius, dermawan atau lainnya, ? “menjual diri” agar “dibeli” oleh publik hanya dengan barter mengharapkan status; biar disebut tokoh ideal atau tokoh terbaik idola publik.?

Dalam tinjauan fikih, puasa sekedar menahan perut dari lapar dan dahaga itu cukup syah. Tetapi perlu diingat juga, dalam tinjauan tassawuf, Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin-nya, cukup moderat berpendapat, puasa semacam itu syah, tetapi hanya kelas paling bawah (shaum al- umum) yang dalam bahasa sehari-hari kita disebut “kelas ekonomi”.?

Untuk puasa lebih berkualitas, ? orang ? berpuasa juga hendaknya menjaga lisan, mata dan pendengaran dari kemaksiatan, itu adalah shaum al-khusus (puasa khusus) ? dalam bahasa sehari-hari kita disebut puasa “kelas bisnis”.?

Ada juga puasa yang sekaligus menjaga hati dan pikiran dari jangkitan fenomena prasangka tercela; ? itulah shaumu khusus al-khusus (puasa kelas orang-orang tertentu) puasa kelas tertinggi, atau dalam bahasa keseharian kita; puasa “kelas ekskutif”.?

Jadi, orang-orang yang elit di kancah politik itu, di bulan Ramadhan ini, mau pilih menjadi kelas apa, (orang) berpuasa kelas executive atau hanya puasa (orang) kelas ekonomi?





Penulis adalah peneliti ? maqashid syariah modern, Kepala Bagian Politik Yayasan Pondok Pesantren Asy- Syafi’iyyah Kedungwungu Krangkeng Indramayu Jabar

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pemurnian Aqidah, RMI NU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 02 November 2017

Kisruh Ansor, Perlu Pengembalian Mekanisme Tata Tertib

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama
Ricuhnya kongres GP Ansor ke-13 yang usai ditutup hari ini, senin (4/4) bisa di selesaikan dengan jalan mengembalikan mekanisme pemilihan sesuai dengan tata tertib yang di sepakati ketika sidang paripurna di gelar. "Ini harus dilakukan untuk menjaga kredibilitas organisasi, apalagi Ansor merupakan aset NU yang mestinya mengedepankan mekanisme demokrasi dalam setiap keputusannya," demikian diungkapkan Wakil Sekjen PBNU, Saeful Bahri Ansori kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama di kantor PBNU, Senin (4/4).

Menurutnya, jika menggunakan logika organisasi yang benar pengembalian mekanisme itu perlu, karena menyangkut keabsahan keputusan tertinggi dalam sebuah rapat organisasi. "Bagaimana mungkin keputusan rapat paripurna bisa dikalahkan derajatnya oleh sebuah keputusan yang lebih rendah, dan parahnya keputusan itu keluar dari tata tertib yang telah disepakati sebelumnya. Jadi saya mengangap sekarang ini tidak ketua umum Ansor karena mekanisme pemilihannya tidak sah," ungkap Saeful seraya mengatakan, Kongres XIII Ansor ini merupakan kongres terburuk dalam sejarah kongres organisasi kepemudaan NU tersebut.

Karena itu, lanjut mantan ketua umum PB PMII ini, untuk menghindari berlarut-larutnya konflik di tubuh Ansor, PBNU selaku stake holder perlu turun tangan untuk menghindari pecahnya salah satu aset besar NU ini. "Meskipun Ansor sebagai badan otonom memiliki hak untuk menyelenggarakan urusan internalnya, tetapi jika terjadi konflik, PBNU memiliki tanggung jawab moral selaku "bapak" terhadap "anaknya", apalagi ada ketentuan AD/ ART PBNU yang mengatur itu," tandas alumnus IAIN Djogjakarta ini.

Ditambahkan Saeful, ricuhnya pelaksanaan kongres kali ini harus bisa dijadikan tantangan bagi kader Ansor ke depan untuk mengembalikan organisasi ini sesuai dengan semangat kesejarahan yang di dirikannya yakni membentuk dan mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai kader bangsa yang tangguh, memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, berkepribadian luhur, berakhlak mulia, sehat, terampil, patriotik, ikhlas, dan beramal saleh.

"Inilah tantangan yang harus di jawab secara serius oleh kader-kadernya sesuai trilogi tujuan GP Ansor, yaitu kaderisasi, ideologisasi, dan aksi nyata,  yang ditpoang melalui wacana intelektual agar tidak terjebak pada "paradigma kekuasaan" dan pragmatisme," imbuh Saeful yang mengaku mengikuti beberapa kali penyelenggaraan Kongres Ansor ini. (cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sholawat, Warta, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kisruh Ansor, Perlu Pengembalian Mekanisme Tata Tertib (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisruh Ansor, Perlu Pengembalian Mekanisme Tata Tertib (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisruh Ansor, Perlu Pengembalian Mekanisme Tata Tertib

Kamis, 19 Oktober 2017

Pelatihan Pulasara Mayit, Cara NU Pekalongan Peringati Harlah NU

Pekalongan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Makin langkanya pengurus jenazah menjadikan keprihatinan tersendiri bagi PCNU Pekalongan. Karenanya, pada Kamis 28 April 2016 lalu, diselenggarakan pelatihan pulasara mayit (mengurus jenazah) di gedung Aswaja, yang di ikuti oleh ratusan kader dari PCNU kota Pekalongan. Acara ini juga merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati Harlah ke-93 NU.

Pelatihan Pulasara Mayit, Cara NU Pekalongan Peringati Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan Pulasara Mayit, Cara NU Pekalongan Peringati Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan Pulasara Mayit, Cara NU Pekalongan Peringati Harlah NU

Koordinator kegiatan, KH Hasan Suaidi menjelasakan, kematian sebagai hal yang pasti mendatangi setiap insan yang hidup, akan tetapi dari tahun ke tahun para pengurus jenazah justru cenderung makin berkurang. 

“Ada banyak faktor yang menyebabkannya, diantaranya karena minimnya pengetahuan tentang bagaimana mengurus jenazah sesuai dengan syariat Islam. Untuk itu akhirnya PCNU menyelenggarakan pelatihan pulasara mayit,” jelas Kiai Hasan.

Lebih lanjut, Hasan Suaidi menambahkan, peserta tidak hanya dilatih tentang bagaimana mengurus jenazah, namun juga dibekali tentang dasar hukumnya. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pembekalan semacam ini, tandas Hasan, memang sebetulnya tidak cukup hanya sekali, akan tetapi setidaknya dengan bekal dasar yang sudah diberikan dapat menambah wawasan mereka dalam hal mengurus jenazah, syukur-syukur di praktikkan, minimal jika ada tetangga di kampungnya yang meninggal. (Muhammad Ilham/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Nasional, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 25 September 2017

IPNU Probolinggo Cari Kader Aktif untuk Jadi Pengurus

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Probolinggo saat ini tengah sibuk melakukan blusukan ke tiap-tiap Pimpinan Komisariat (PK) IPNU di wilayah kerjanya. Upaya ini dilakukan untuk mencari kader yang benar-benar aktif menjalankan roda organisasi dan mengajaknya bergabung dalam kepengurusan cabang.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua PC IPNU Kota Probolinggo Abdul Jalal, Kamis (19/3). “Sekarang kita sedang melakukan resufle kepengurusan, Kita berhentikan pengurus cabang yang vakum dan tidak aktif. Lalu mengangkat pengurus baru dari PK yang ada di lembaga SMA, MA dan SMK di Kota Probolinggo,” ungkapnya.

IPNU Probolinggo Cari Kader Aktif untuk Jadi Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Probolinggo Cari Kader Aktif untuk Jadi Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Probolinggo Cari Kader Aktif untuk Jadi Pengurus

Menurut Jalal, perekrutan pengurus komisariat ke cabang ini dilakukan dengan tujuan sebagai jenjang pengkaderan yang panjang dalam belajar, berjuang dan bertaqwa di IPNU Kota Probolinggo.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Pengurus yang sudah tidak aktif lagi di organisasi kita berhentikan. Alasannya banyak mulai dari karena bekerja maupun kuliah di luar kota. Tetapi kami tidak ingin membiarkan hal itu berlangsung lama karena nantinya akan berdampak pada keberlangsungan roda organisasi. Kalau pengurusnya tidak aktif, bagaimana organisasi akan berjalan baik,” jelasnya.

Demi mencari kader yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, IPNU Kota Probolinggo sekarang dalam proses blusukan ke seluruh PK di tiap lembaga pendidikan SMA, MA dan SMK se Kota Probolinggo.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kita blusukan memilih rekan-rekan yang ada di PK sesuai kebutuhan kita di cabang. Kita memang tidak merekrut yang di PAC (Pimpinan Anak Cabang), karena sudah ada sebagian di cabang juga supaya mereka bisa lebih fokus untuk di PAC masing-masing,” terangnya.

Jalal menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau keaktifan seluruh pengurus IPNU di Kota Probolinggo. Jika memang sudah tidak aktif maka akan secepatnya diganti dengan pengurus baru.

“IPNU ini merupakan wadah menambah aspirasi pelajar NU. Kalau pengurusnya tidak aktif, mau disalurkan kepada aspirasi para pelajar nantinya. Semoga dengan kebijakan ini, IPNU di Kota Probolinggo bisa semakin maju dan berkembang,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian, Amalan, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 13 Agustus 2017

Sebar Wawasan Keindonesiaan, IPNU Tasikmalaya Terbitkan Buletin Jumat

Tasikmalaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pimpinan Cabang  (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Tasikmlaya menerbitkan Buletin Jumat  Santri Nusantara,  Jumat (22/01).

Menurut Pimpinan Redaksi Buletin Santri Nusantara Husni Mubarok, buletin tersebut dibuat untuk mengembangkan kreativitas dan wawasan pelajar NU dan masyarakat umum. “Buletin ini juga bertujuan untuk lebih membumikan dan menjembatani  terciptanya pelajar NU dan masyarakat  yang berwawasan keislaman dan keindonesiaan,” ujarnya.

Sebar Wawasan Keindonesiaan, IPNU Tasikmalaya Terbitkan Buletin Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebar Wawasan Keindonesiaan, IPNU Tasikmalaya Terbitkan Buletin Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebar Wawasan Keindonesiaan, IPNU Tasikmalaya Terbitkan Buletin Jumat

Wakil Ketua IPNU Kabupaten Tasikmalaya ini menambahkan, upaya ini juga sebagai bentuk perlawanan atas beredarnya buletin yang diterbitkan suatu ormas tertentu yang selama ini menentang NKRI, Pancasila, dan UUD 1945.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Materi dari buletin ini bertema tentang keislaman dan keindonesiaan dan kami menerima tulisan dari kader IPNU dan masyarakat secara umum dengan cara dikirim ke email pcipnukab.tasikmalaya@gmail.com,” imbuhnya.

Untuk distribusi, buletin ini akan disebarkan ke Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Komisariat  IPNU di Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu juga akan disebar ke masjid- masjid di Kabupaten Tasikmalaya terutama di Masjid Agung di Kawasan Kompleks Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya yang selama ini menjadi tempat beredarnya buletin yang kerap kampanye anti-NKRI, Pancasila dan UUD 1945.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Buletin ini juga akan terus terbit setiap hari Jumat dan menunggu tulisan dari rekan-rekan semua,” pungkasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pemurnian Aqidah, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 28 Juli 2017

Kiai Said Minta Orang Tua Jaga Anak dari Pengaruh LGBT

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta para orang tua dan keluarga menjaga anak-anak dari pengaruh penyimpangan yang dilakukan oleh kelompok LGBT.

“Mari kita jaga anak dan keluarga kita dari kerusakan dan kehancuran yang menjerumuskan ke api negara,” katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Sabtu (20/2).

Kiai Said Minta Orang Tua Jaga Anak dari Pengaruh LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Minta Orang Tua Jaga Anak dari Pengaruh LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Minta Orang Tua Jaga Anak dari Pengaruh LGBT

Kepada para kiai NU, Kiai Said juga menyampaikan pesan yang sama agar menjaga keluarga dan komunitasnya.?

?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kewajiban kita adalah berdakwah, mengajak kembali ke jalan yang normal. Memang ada menyimpangan orientasi seks bawaan lahir tetapi jumlahnya sedikit. Yang banyak terjadi sekarang karena pergaulan, latah dan dibikin-bikin,” paparnya.

Yang membuat dirinya prihatin adalah, jika penyimpangan orientasi seks ini pada zaman dahulu disembunyikan dan dianggap aib, saat ini malah ditunjukkan dengan bangga. Bahkan ada pula orang yang mendukung dengan menjadi penyandang dana.

“Saya mendukung langkah JK yang menentang pemberian dana buat kelompok LGBT. Mending dananya untuk yang lain seperti membangun rumah sakit, pendidikan, kesehatan, UKM, dan lainnya. Mendukung pendanaan LGBT termasuk mubadhirin, ini seperti kolaborasi syaitan,” tegasnya.?

Dijelaskannya, semua ulama Islam, dari mazhab apapun mengharamkan LGBT karena hal ini melanggar fitrah manusia. Allah menciptakan manusia secara fitrah berpasang-pasangan untuk regenerasi. “Allah memberikan rasa kasih sayang diantara laki-laki dan perempuan. Kalau antara sesama laki-laki atau sesama perempuan, ini melanggar fitrah. Ini tidak bisa diganggu gugat,” tegasnya.?

Adapun dalam Islam, dikenal istilah khuntsa yaitu orang yang memiliki dua alat kelamin. Tetapi mereka diatur tersendiri. “Yang terjadi sekarang bukan khuntsa. Sekarang penyimpangan yang direkayasa. Larut dalam hawa nafsunya, sangat bebas,” katanya. (Mukafi Niam)?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 27 Juni 2017

GP Ansor Jateng Berhasil Akreditasi 397 PAC

Pekalongan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo dinobatkan sebagai pimpinan anak cabang terbaik tingkat nasional oleh Pimpinan Pusat GP Ansor, dengan memperoleh nilai akreditasi A.

GP Ansor Jateng Berhasil Akreditasi 397 PAC (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jateng Berhasil Akreditasi 397 PAC (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jateng Berhasil Akreditasi 397 PAC

Penobatan tersebut disampaikan pada Konferwil GP Ansor Jateng Konferwil GP Ansor Jawa Tengah 2017 di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen Kabupaten Pekalongan, Ahad (12/11).

Namun, selain PAC Garung, terdapat 82 PAC lainnya yang tersebar di Jawa Tengah, hampir memperoleh nilai setara dengan PAC Garung. Rinciannya yakni 1 PAC dengan nilai A, 82 PAC dengan nilai A-, 268 PAC dengan nilai B, 25 PAC dengan nilai C, dan 21 PAC yang memperoleh nilai D.

“Dari total 537 PAC, ada 397 PAC yang sudah terakreditasi, sedangkan sisanya 176 PAC belum mengajukan akreditasi. Alhamdulillah ini peningkatan yang bagus dari sebelumnya hanya 264 yang terakreditasi,” papar Ketua GP Ansor jateng demisioner, H. Ikhwanudin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut dia, program akreditasi di tingkatan cabang dan anak cabang yang meliputi keaktifan organisasi, jumlah program yang dijalankan, dan seluruh elemen organisasi berjalan ini mestinya terus dilanjutkan pada kepengurusan mendatang.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Jateng terpilih H. Sholahudin Aly menjelaskan program akreditasi menjadi salah satu prioritas program di masa kepemimpinannya, juga menjadi bagian penting dari pengokohan sebuah organisasi.

“Tertib administrasi dan peningkatan kapasitas, serta kerja-kerja memadukan ideologisasi dan infotek untuk membumikan Islam Aswaja,” papar Sholah. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pemurnian Aqidah, Meme Islam, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock