Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Januari 2018

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan

Syech KH Ali Akbar Marbun adalah Pendiri sekaligus Pengasuh Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Jl Pelajar No 264 Medan, Sumatera Utara. Syech KH Ali Akbar Marbun lahir di desa Siniang, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Medan.

Syekh KH Ali Akbar Marbun adalah anak ke 7 dari 8 bersaudara, ayahnya Buyung Marbun (Alm) dengan ibunya Hj Chadijah bt Nainggolan (meninggal pada usia 105 tahun) adalah petani dan orang yang taat beragama Islam.

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan

Syekh Ali belajar di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Tapanuli Selatan, salah satu pesantren tertua dan terbesar di Sumatera Utara yang didirikan oleh Syech Musthafa Husain Nasution yang pada waktu itu dipimpin oleh H Abdullah Musthafa Nasution dan guru besarnya Syech Abdul Halim Lubis.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Setelah belajar di Pesantren Musthafiyah selama 4 tahun, pada tahun 1969 Syech Ali Akbar Marbun menunaikan ibadah Haji ke Mekkah. Setelah menunaikan ibadah haji, Syekh Ali tinggal di Mekkah untuk belajar. Syekh Ali banyak belajar dari ulama-ulama Sunni di Mekkah, salah satunya kepada Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani.

Usai belajar di Mekkah, pada tahun 1978 Syech Ali Akbar Marbun pulang ke Medan dan mendirikan Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Syekh KH Ali Akbar Marbun terpilih menjadi salah satu anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) di Muktamar Ke-33 NU Jombang yang dipilih oleh para Muktamirin. Setelah diadakan tabulasi, Syekh Ali mendapat suara sebanyak 246 suara. Anggota Ahwa bertugas memilih Rais Aam PBNU yang akan menahkodai NU di periode 2015-2020. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Nahdlatul Ulama, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 30 Desember 2017

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar

Karawang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) resmi membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Barat XV di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3, Cilamaya, Karawang, Sabtu (26/11) sore. Aher dalam kesempatan ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman.

"Hari ini negara-negara di Asia sudah menunjukkan kekuatannya, dimulai dari Jepang, Korea, dan China. Indonesia, harusnya sudah siap menghadapi kemajuan itu," ujar Aher.

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar

Kemajuan negara-negara Asia itu tidak lepas dari komitmentnya dalam menyejahterakan masyarakatnya.

"Inilah kemudian hari ini kita terus berupaya bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti yang tertera dalam sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia," tegasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain kesejahteraan sosial, Aher berkomitmen untuk bisa mencerdaskan masyarakat, baik mental maupun spiritual.

"Sebagaimana tuntunan Nabi SAW bahwa mencari ilmu hukumnya wajib. Kita berupaya memberikan akses agar masyarakat bisa menikmati mencari ilmu tersebut," pungkasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hadir dalam pembukaan Konferwil Ketua KPUD Jawa Barat Yayat Hidayat, Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar, dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hadits, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 25 Desember 2017

Kepengurusan Baru IPNU-IPPNU Jepara Bakal Terbitkan Buletin

Jepara, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Jepara, Hidayatun Nikmah, menyampaikan bahwa dalam masa kepengurusannya, bersama Ikatan Pelajar NU (IPNU) pihaknya akan menerbitkan media berupa buletin. Hal ini disampaikannya usai pelantikan pada Ahad (14/9), di Pendopo Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

“Sebenarnya keinginan untuk hal ini sudah ada sejak kepengurusan periode kemarin. Hanya saja, kemarin terkendala karena banyak pengurusnya yang sibuk bekerja. Nah, semoga tahun ini rencana penerbitan buletin bisa terlaksana,” paparnya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Kepengurusan Baru IPNU-IPPNU Jepara Bakal Terbitkan Buletin (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepengurusan Baru IPNU-IPPNU Jepara Bakal Terbitkan Buletin (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepengurusan Baru IPNU-IPPNU Jepara Bakal Terbitkan Buletin

Menurut Nikmah yang pada kepengurusan periode kemarin juga masuk sebagai Wakil Sekretaris ini, Jepara telah memiliki kader-kader muda NU yang potensial dibidang dunia jurnalistik. Karena itu, ia semakin optimis programnya akan terwujud.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara itu, Lisnatul Faundiyah, pengurus Divisi Jurnalistik, telah siap dengan agenda tersebut. Ia sendiri meski belum memahami betul dunia jurnalistik, namun mengaku tertarik dengan tulis-menulis. Ia pun mengatakan bahwa rencananya, untuk enam bulan ke depan akan diadakan pelatihan dan bimbingan sampai matang.

“Semester pertama, kami akan mengadakan pelatihan dan bimbingan mengenai dunia jurnalistik. Lalu setelah itu baru penerbitan buletin.Belum ada susunan tim redaksi memang, tapi rencana nanti satu bulan sekali kami bakal menerbitkan buletin,” papar Lisna yang dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU Kecamatan Mlonggo.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebenarnya, PC. IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara pada periode sebelumnya sudah pernah memiliki produk buletin. Namun beberapa tahun terakhir, media tersebut vakum. Kini, Nikmah, Lisna, serta rekanan pengurus lainnya percaya, bahwa mereka mampu menghidupkannya kembali.

Pelantikan hari itu di susul dengan sarasehan bertajuk “Meneguhkan Ideologi Aswaja Demi Tetap Tegaknya NKRI”, dan dilanjutkan dengan Rapat Kerja. Acara pelantikan dan sarasehan diikuti oleh segenap Badan Otonom (Banom) NU, Pejabat Pemerintahan, serta pengurus IPNU-IPPNU di pelbagai tingkatan sekabupaten Jepara. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 19 Desember 2017

Bila Ada Rakyatnya Tak Makan, Muka Rasulullah Pucat

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri mengatakan, Rasulullah memimpin umat dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Apabila mengetahui rakyatnya ada yang tidak makan, Rasulullah langsung pucat an segera memberikan bantuan.

Bila Ada Rakyatnya Tak Makan, Muka Rasulullah Pucat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bila Ada Rakyatnya Tak Makan, Muka Rasulullah Pucat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bila Ada Rakyatnya Tak Makan, Muka Rasulullah Pucat

“Saya lebih berhak atas orang mukmin daripada diri sendiri. Seadainya ada orang mati meninggalkan harta, maka itu milik keluarganya. Seandainya ada orang mati meninggalkan hutang dan anak-anak asuhan, maka datanglah kepadaku, itu tanggung jawabku,” kata kiai yang akrab disapa Gus Mus itu menirukan pidato Rasulullah yang diriwayatkan Imam Muslim.

Gus Mus pada pengajian kitab Riyadhus Shalihin di Pondok Pesantren  Roudlatut Thalibin, Sabtu malam (12/07) itu kemudian mempertanyakan apa ada pemimpin model itu sekarangini. “Sekarang kamu mencari pemimpin seperti itu, dimana kamu mencarinya?” tutur Gus Mus.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Gus Mus menjelaskan, ketika Rasululullah memimpin itu mengetahui keadaan rakyat jelatanya, tidak hanya tahu kondisi para pejabat elitnya saja. Hal ini karena pemimpin seperti Rasulullah itu pemimpin yang mencintai, bukan ditakuti oleh umatnya. “Sudahlah, pemimpin harus meniru Rasulullah. Rasulullah itu lengkap, tidak perlu mengidolakan siapa-siapa,” seru Gus Mus kepada para pemimpin sekarang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Gus Mun menyerukan terutama kepada pemimpin untuk meladani akhlak Rasulullah dalam kepemimpinan. Demikian ini karena Allah telah mengatur sedemikian rupa untuk menjadikan Rasulullah sebagai teladan yang baik. “Percaya Allah dan Hari Akhir, tapi tidak meniru Rasulullah, patut dipertanyakan,” tegasnya.

Soal pencalonan pemimpin supaya tidak terjadi perpecahan, Gus Mus mengajak umat untuk kembali pada ajaran Qur’an dan Sunnah Nabi. “Ngaku orang Islam, tapi tidak percaya Qur’an malah percaya koran,” tambah pengasuh Pesantren Roudlatut Thalibin, Leteh, Rembang.

Lebih lanjut Gus Mus menegaskan, Rasulullah hanya menyampaikan apa-apa hanya dari Allah saja. Jadi apabila mengikuti Rasulullah, sudah jaminan mengikuti Allah. “Makanya kalau mau kenal, baca biografinya, kalau pengen lengkap di Al-Qur’an banyak keterangan,” tandas Gus Mus dalam pengajian kitab yang dihadiri santri-santri dan masyarakat umum. (Muhammad Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara, Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 14 Desember 2017

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes

Brebes, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Semangat Hijriyah harus terus digelorakan dalam setiap dada pelajar agar kehidupan selalu ? berjalan pada rel kebaikan. Semangat untuk terus berbuat kebajikan dalam upaya menata diri dalam meraih cita-cita tidak boleh berhenti. Antara lain dengan belajar, belajar, dan belajar.

Demikian disampaikan KH Ahmad Riyadi dari Brebes saat sambutan Pengajian Gebyar Muharram di MTs Negeri Bangbayang kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (25/11).

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes

Sekolah, baginya, menjadi ladang persemaian untuk menata kehidupan pelajar agar lebih baik. Momentum Hijriyah saatnya untuk berbuat baik secara positif kepada diri sendiri, orang tua, guru, dan juga masyarakat. “Lewat Gebyar Muharram, kita siapkan generasi andal bagi hidup dan kehidupannya di masa kini dan mendatang.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Kiai Ahmad Riyadi, kita perlu prihatin karena tidak sedikit pelajar yang disibukkan dengan glamournya kehidupan kota. Senang dengan kehidupan malam, dekat dengan narkoba, tawuran dan lain-lain.

Dengan terus menggelorakan semangat hijriyah, maka kita akan terus berbuat baik. Berlomba-lomba dalam kebaikan, fastabikhul Khoerot, tegasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara Kepala MTs Negeri Bangbayang Muhammad Suaedi menjelaskan, Gebyar Muharram digelar dengan maksud meneladani jasa perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam perjuangan menegakan Islam di muka bumi. ? “Gebyar Muharam, selain untuk syiar Islam juga bisa menggiring siswa menjadi pelajar yang santun, penuh dedikasi, cakap, dan rajin ibadah.”

Kegiatan ini digelar sejak Kamis-Sabtu (21-23/11) dalam bentuk perlombaan. Varian kegiatan itu antara lain pawai taaruf, lomba kaligrafi, lomba pidato, lomba karaoke qosidah, lomba busana muslim, lomba kebersihan dan keindahan kelas, lomba MTQ, dan pengajian umum. Kegiatan diikuti seluruh siswa yang berjumlah 520 orang.

Dengan gebyar Muharam, sambung Suaedi, minimal siswa yang mengikuti kegiatan itu bisa menjadi generasi yang kompetitif, terampil, dan mandiri yang memiliki landasan spiritual dan keilmuan yang luas. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rakyat Rindukan Jiwa Patriot dalam Pengelolaan Negara

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hari Santri diperingati dengan berbagai cara dimana-mana dan dengan berbagai cara. Mulai dari futsal bersarung, melukis logo NU, seminar dan diskusi, karnaval budaya, Kirab Resolusi Jihad NU, pembacaan Shalawat Nariyah, sampai apel akbar.

Menurut Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan, paling tidak, ada dua hal yang membuat peringatan Hari Santri menjadi magnet utama warga NU dan masyarakat Indonesia.

Rakyat Rindukan Jiwa Patriot dalam Pengelolaan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakyat Rindukan Jiwa Patriot dalam Pengelolaan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakyat Rindukan Jiwa Patriot dalam Pengelolaan Negara

Pertama, menurut dia, memperingati Hari Santri berarti menggelorakan kembali Resolusi Jihad NU 1945. Pada waktu keluar resolusi tersebut mampu menjadi penyemangat untuk mengusir penjajah yang berusaha merebut kedaulatan negara yang telah merdeka.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ini mengindikasikan rakyat Indonesia saat ini, khususnya NU, merindukan patriotisme dalam pengelolaan negara. Dulu patriot mengusir penjajajh, sekarang patriot pengelolaan ekonomi berdaulat, antikorupsi, dan antiradikalimse,” jelasnya di gedung PBNU, Jakarta (19/10). ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut dia, saat ini masyarakat tengah bosan mendengar korupsi terjadi dimana-mana. Masyarakat lelah dengan ekonomi yang sulit dan tidak berdaulat di hadapan negara besar. Begitu juga di bidang lain, seperti bidang energi, keuangan, sampai politik. Juga narkoba masuk ke desa-desa.

Rasiogini, katanya, atau alat ukur seberapa jauh antara yang miskin dan yang kaya pada angka mengkhawatirkan. Rakyat ingin keluar dari keadaan itu.

“Keadaan itu yang ditangkap NU dengan menggelorakan semangat Resolusi Jihad NU. Sekarang harus diwujudkan dengan patriot penegakakan keadilan dan pemerataan ekonomi dan pembangunan,” tegasnya. ?

Daya tarik lain, lanjutnya, adalah pembacaan 1 miliar Shalawat Nariyah yang dibacakan serentak Jumat (21/10) dari Aceh sampai Papua, dan di luar negeri yang dikoordinir Pengurus Cabang Istimewa Nahdalatul Ulama di masing-masing negara.

“Shalawat Nariyah adalah jiwanya peringatan Hari Santri. Selain ekspresi cinta kepada Nabi dan Allah, di situ ada doa pengharapan. Ini raga ketemu rohnya. Itulah semangat warga NU menjadi bergelora,” jelasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama, Pertandingan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 13 Desember 2017

Tradisi Musik Patrol Bangunkan Warga untuk Sahur

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Keberadaan musik patrol memang tidak bisa dipisahkan dari bulan suci Ramadhan. Pasalnya keberadaan musik patrol yang identik dengan musik pembangun sahur ini dimainkan oleh anak-anak kecil menjelang waktu sahur. Meskipun terkadang juga ada orang dewasa yang berbaur dengan memainkan alat musik dari bahan apa adanya.

Tradisi Musik Patrol Bangunkan Warga untuk Sahur (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Musik Patrol Bangunkan Warga untuk Sahur (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Musik Patrol Bangunkan Warga untuk Sahur

Seperti yang dilakukan oleh anak-anak yang ada di Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jum’at (10/6) dini hari. Dengan menggunakan bahan-bahan dari jerigen, galon bekas, potongan besi dan kentongan dari bambu, mereka kompak memainkan alat musik tersebut.

Dengan membentuk kelompok, mereka menabuh alat musiknya dengan kompak sambil berteriak sahur-sahur membangunkan warga untuk sahur. Mereka masuk ke gang-gang kecil sambil membuat alunan musik yang sangat enak untuk didengarkan.

Hendrik, salah satu pemain musik patrol mengaku jika kebiasaan ini dilakukannya rutin setiap datangnya bulan suci Ramadhan. Dimana alat-alat musik yang digunakan didapat dengan memanfaatkan beberapa barang bekas yang ada di sekitar rumahnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Tujuannya hanya satu untuk membangunkan tetangga supaya tidak terlambat bangun. Sebab biasanya mereka masih harus memasak untuk menu sahur bersama keluarga,” katanya.

Menurut Hendrik, memainkan alat musik patrol ini dilakukannya secara berkelompok sambil menunggu waktu sahur. “Biasanya kami keliling mulai pukul 02.00 hingga 03.00. Setelah puas berkeliling kami pulang untuk makan sahur bersama keluarga,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Firdaus. Menurutnya, musik patrol pembangun sahur ini dilakukan dengan senang hati. Sebab dengan musik patrol ini dia bisa berkumpul dengan teman-temannya yang lain.?

“Senang sekali rasanya bisa membangunkan tetangga untuk makan sahur. Makanya kalau pas tidak ikut seperti tidak enak saja. Namanya juga kebersamaan dengan teman-teman. Modalnya hanya ikhlas beribadah di bulan Ramadhan,” ujarnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 06 Desember 2017

1524 Penulis Artikel Pecahkan Rekor Muri

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Sebanyak 1524 mahasiswa dari 13 perguruan tinggi ternama di Indonesia yang tergabung dalam Community Santri of Schoolar Ministry of Religius Affairs (CSS Mora) berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penulis artikel terbanyak.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Festival Nasional Santri Nusantara; Gerakan Nasional Santri Indonesia Menulis yang diselenggarakan Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI di pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jum’at-Ahad (30/11-2/12). 

1524 Penulis Artikel Pecahkan Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)
1524 Penulis Artikel Pecahkan Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)

1524 Penulis Artikel Pecahkan Rekor Muri

Rekor penulisan artikel terbanyak dilaksanakan hari Ahad (2/12) mulai pukul 08.00-10.00 WIB bertempat GOR Pesantren Tambakberas. Menurut perwakilan Muri yang mewakili ketua umum Jaya Suprana, pihaknya mencatat kegiatan 1524 penulis artikel masuk dalam rekor muri No.5721.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Di Jombang masih menurut perwakilan Muri pernah juga mencacat rekor Muri semisal Khataman Al-Qur’an Terbanyak (2010), Penulisan Gurindam Terbanyak (2012) dan masih banyak lagi.  

Kasubdit Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Drs. H. Imam Syafii, M.Pd mengungkapkan pihaknya baru kali pertama terlibat dalam program yang monumental yakni rekor penulis artikel terbanyak. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Imam menegaskan Islam masih eksis hingga saat ini didukung oleh para ulama-ulama terdahulu dengan karya tulisnya. “Dengan menulis mereka dikenang sepanjang masa,” paparnya Imam saat menyampaikan sambutan. 

Pihak Muri memberikan 2 piagam, kepada Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI dan kepada Imam Syafii. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim  

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 29 November 2017

Bagaimana Rasulullah Mengenali Umatnya?

Dikisahkan, ada seorang lelaki yang tidak pernah membaca shalawat nabi. Suatu ketika dia bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW. Tapi yang mengherankan, Rasulullah SAW justru berpaling muka darinya.

Heran atas apa yang dilihatnya, lelaki itu memberanikan diri bertanya, “Wahai Rasulullah SAW Apakah engkau marah kepadaku?” tanya lelaki itu.

Bagaimana Rasulullah Mengenali Umatnya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Rasulullah Mengenali Umatnya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Rasulullah Mengenali Umatnya?

“Tidak.” jawab Rasulullah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Mengapa engkau tidak memandang ke arahku?”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Karena aku tidak mengenalmu.”

“Bagaimana bisa? Aku adalah salah satu dari umatmu. Ulama meriwayatkan bahwa engkau (Rasulullah) mengenal umatmu seperti seorang ibu pada anak kandungnya.”

“Para ulama benar. Tetapi kamu tidak pernah menyebutku dalam shalawat. Aku mengenal umatku sesuai jumlah shalawat yang mereka baca untukku.”

Lelaki itu tiba-tiba terbangun. Dia berjanji pada dirinya, mulai hari itu akan membaca shalawat nabi seratus kali dalam sehari. Dan akhirnya dia bisa menjalankan janjinya itu.

Dalam kesempatan lain, lelaki itu bermimpi lagi bertemu Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Sekarang aku mengenalmu dan kelak akan memberikan syafaat kepadamu.”

Bahagia lelaki itu mendengarkan kata-kata dari orang yang sangat dicintainya itu.

Maukah kita merasakan kebahagiaan yang sama seperti orang tadi, bahkan lebih dari itu? Maka bershalawatlah!

(Ajie Najmuddin/Sumber: Kitab Mukasyafatul Qulub)

 

ilustrasi: .net

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Nahdlatul Ulama, Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 11 November 2017

Kunjungi PBNU, Ulama Lebanon: Silakan Bentuk NU di Saida

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Seorang ulama asal Lebanon Syekh Syuhaib Utsman Habli bersilaturahim ke PBNU pada Selasa sore (21/2). Ia yang datang ditemani pemuda asal Palestina ditemui Ketua Umum PBNU KH said Aqil Siroj, Sekretaris Jenderal PBNU A. Helmy Faishal Zaini, dan sempat ditemui Wakil Rais Syuriyah KH Ainul Yaqin Ishaq.

Kunjungi PBNU, Ulama Lebanon: Silakan Bentuk NU di Saida (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PBNU, Ulama Lebanon: Silakan Bentuk NU di Saida (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PBNU, Ulama Lebanon: Silakan Bentuk NU di Saida

Menurut dia, ia tertarik berkunjung ke PBNU setelah tiga tahun sebelumnya bertemu dengan salah seorang pengurus PBNU almaghfurlah H. Slamet Effendy Yusuf di negara. Pada pertemuan tersebut Slamet bercerita tentang Islam Indonesia yang berjumlah besar dan berpaham Ahlussunah wal-Jamaah.

Syekh Syuhaib juga menganut Islam Ahlussunah wal-Jama’ah. Karena itulah dia makin tertarik. Selian silaturahim, ia ingin mengadakan kerja sama-kerja sama antara NU dan lembaganya Jam’iyyah Ulfah di Saida atau Sedon.?

Pada pertemuan itu Syekh Syuhaib dan Kiai Said membicarakan kondisi di Timur Tengah, Islam radikal, dan tradisi-tradisi dalam Islam. Kedua belah memiliki pemikiran dan pengalaman yang sama.

Sebagai bentuk kesamaan pemikiran tentang ide-ide Ahlussunah wal-Jamaah NU, Syekh Syuhaib mempersilakan mendirikan cabang NU di tempat kelahirannya di Saida.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selepas bertemu Kiai Said, ia dihadiahi PBNU peci hitam dan baju koko. Ia langsung mengenakannya. Tak hanya itu, ia juga membeli empat kaus berlogo Nahdlatul Ulama di Toko Internet Marketer Nahdlatul Ulama untuk anak-anaknya. ?

Syekh Syuhaib adalah pemimpin di Jam’iyyah Ulfah Lebanon Imam dan Khotib Mesjid Ibrahim Alaihis Salam. Pada Selasa (21/2), ia telah dua hari berada di Indonesia. Selain PBNU, ia bersiluturahim ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat Rencananya dia akanberkunjung ke beberapa pesantren NU. (Abdullah Alawi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 07 November 2017

IPNU Yogyakarta Hadirkan Para Sastrawan Pesantren

Bantul, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Komunitas Matapena sukses melaksanakan “Liburan Sastra di Pesantren (LSdP) ke-11” di Pondok Pesantren Al-Mahalli Wonokromo Bantul, Yogyakarta, 27-29 Desember 2013.

IPNU Yogyakarta Hadirkan Para Sastrawan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Yogyakarta Hadirkan Para Sastrawan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Yogyakarta Hadirkan Para Sastrawan Pesantren

LSdP ke-11 menghadirkan penulis dan sastrawan senior Indonesia seperti Ahmad Tohari dan Joni Ariadinata, serta penulis generasi baru dari kalangan pesantren seperti Isma Kazee, Mahbub Djamaluddin, Zaki Zarung, dan Pijer Sri Laswiji.

Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari beberapa pesantren di Jawa, seperti Pesantren Darul Amanah Kendal Jawa Tengah dan Pesantren Al-Mizan Majalengka Jawa Barat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ahmad Tohari dalam sesi “Ayo Menulis” menegaskan, dibutuhkan ketelatenan dan keuletan dalam proses menjadi penulis. Kegiatan menulis tak akan bisa menghasilkan jika dilakukan dengan otak kosong. Oleh karena itu, seorang penulis harus juga banyak membaca.

Penulis trilogi Ronggeng Dukuh Paruk ini menggarisbawahi, selain shalat dan syariat juga memerintahkan membaca. Pernyataan “iqra” (bacalah!) dalam al-Qur’an justru turun sebelum ayat-ayat yang lain. “Majunya sebuah Negara ikut ditentukan oleh tingginya minat baca warga negaranya,” imbuhnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Aguk Irawan, penulis novel Sang Penakluk Badai, yang juga ikut meramaikan LSdP ke-11 ini mengatakan, menulis dan bersastra adalah tradisi asli pesantren yang penting untuk digerakkan kembali sebagaimana telah dimulai oleh Komunitas Matapena.

Para peserta dibimbing untuk mengeksplorasi segenap potensi mereka untuk melahirkan sebuah karya tulisan. Acara penutupan LSdP ke-11 dimeriahkan oleh pembacaan puisi oleh penyair Evi Idawati dan kader IPNU Yogyakarta.

Selain itu, Sanggar Lincak dari UGM, Tari Jaipong dari Fakultas Adab UIN Yogyakarta, serta pentas lakon cerpen oleh peserta juga ikut meramaikan suasana. Usai penutupan, peserta, fasilitator dan panitia berdiri melingkar untuk berbagi kesan dan pengalaman.

“Acaranya seru. Di luar dugaan saya yang semula beranggapan hanya akan diikuti oleh peserta dari Yogyakarta. Tapi, ternyata pesertanya beragam, sesuai dengan tema yang diusung,” tutur salah seorang peserta dari Wonokromo dengan ekspresi bahagia. (Nor Ismah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama, Pendidikan, Habib Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketika Imam Malik Berkata “Aku Tidak Tahu”

Wonosobo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dibanding para Imam Ahlussunnah lainnya, barangkali Imam Malik yang tersedikit melakukan rihlah ilmiyah. Beliau  mencukupkan diri dengan ilmu dan atsar dari guru-gurunya di Madinah. Tapi justru karena sangat jarang keluar dari kota Madinah tersebut dalam sepanjang hidupnya, selain untuk berhaji, beliaulah yang menjadi rujukan tepercaya sebagai Imam Daril Hijrah.

Ketika Imam Malik  Berkata “Aku Tidak Tahu” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Imam Malik Berkata “Aku Tidak Tahu” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Imam Malik Berkata “Aku Tidak Tahu”

Dikatakan bahwa ilmu para sahabat Rasulullah SAW tersebar pada tujuh Tabiin Fuqaha Madinah:  Al Qasim ibn Muhammad ibn Abi Bakr Ash Shiddiq, Salim ibn Abdillah ibn Umar Al Faruq, Urwah ibn Zubair ibn Al Awwam, Abu Salamah ibn Abdirrahman ibn Auf, Kharijah ibn Zaid ibn Tsabit, Sulaiman ibn Yasar, dan Said ibn Al Musayyib. Dan ilmu ketujuh beliau nantinya berhimpun kembali dalam diri Imam Malik.

Pernyataan  di atas disampaikan KH Azizi Hasbullah, salah seorang Tim Ahli Lajnah Bahtsul Masail Pusat (LBM ) PBNU, Selasa (12/4) melalui akun media sosialnya.

Kecintaan Imam Malik, lanjut perumus LBM PWNU Jawa Timur, ini pada bumi berkah di mana Rasulullah  mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar ini amat dalam. Bahkan beliau mendasarkan fiqihnya salah satunya dengan Perbuatan Penduduk Madinah. Salah satu konsekuensinya, hadits yang shahih dari sahabat Rasulullah, namun tak diamalkan penduduk Madinah dapat menjadi batal kehujjahannya di sisi beliau, seperti misalnya dalam soal puasa enam hari di Bulan Syawal.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Tapi kita mesti tahu, wibawa orang kurang piknik ini membuat para Khalifah merunduk," ujar Kiai asal Blitar tersebut.

Kiai Azizi menceritakan, "Suatu ketika Harun Ar Rasyid mengundang imam malik untuk membacakan hadits-hadits Rasulillah bagi dirinya dan putra-putranya. Jawaban sang Imam menghentak, "Ilmu itu didatangi. Bukan mendatangi. "Maka Harun Ar Rasyid beserta putranya akhirnya hadir ke majelis beliau yang mulia.

Dicetitakan pula oleh Kiai Azizi,  Seorang utusan dari Maroko pernah amat kecewa, 40 pertanyaan titipan diajukan kepada Imam Malik, tapi hanya 8 yang dijawab. "Tiga bulan perjalanan kutempuh untuk menjumpaimu dengan pertanyaan dari kaumku, Apa yang nanti harus kukatakan pada mereka,” kata utusan itu komplain.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Katakan saja bahwa Malik tidak tahu,” ujar Sang Imam penuh wibawa.

Suatu hari di musim dingin Imam Malik berpeluh. Maka bertanyalah Imam penduduk Mesir, bernama Al Laits ibn Sad, "Apa yang membuatmu berkeringat?"

"Abu Hanifah," jawab Imam Malik. "Betapa pandainya orang itu." Ketika Al Laits menyampaikan pujian Malik ini pada Abu Hanifah, begini jawab sang Imamul Azham sembari mengambil nafas berat, "Malik, orang yang mendapatkan bagian terbanyak dari warisan Rasulullah

Dari beberapa fragmen cerita di atas, Kiai Azizi mengajak agar kita saat ini seyogianya senantiasa belajar dari mereka, terutama ucapan Imam Malik  "Aku tak tahu."

"Tiada aib atas ungkapan itu, sebab dengannya Allah lah yang kan jadi guru, mengajarkan segala yang bermanfaat di dunia hingga akhir waktu", imbau pakar fikih alumnus Lirboyo ini. (M. Haromain/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 06 November 2017

Tokoh Muslim Eropa Berbagi Pengalaman di Indonesia

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama
Tokoh Muslim Eropa, Prof Tariq Ramadan, yang dikenal sebagai pelopor integrasi Islam dengan masyarakat Eropa Barat, mulai Rabu (16/7) akan berkunjung ke Jakarta, guna berbagi pengalaman dengan umat Islam setempat. 

Siaran pers Kedubes Swiss di Jakarta, Rabu, menyebutkan, penulis buku "Teologi Dialog Islam-Barat: Pengalaman Seorang Muslim Eropa" itu dijadwalkan akan berbicara dalam diskusi terbatas di Kampus Universitas Paramadina (18/7), serta memberikan kuliah umum di Gedung Kompas-Gramedia Yogyakarta (21/7) dan di Perpustakaan Nasional di Jakarta (23/7).

Kehadiran Tariq Aziz di Indonesia itu merupakan kerjasama Kedubes Swiss di Jakarta, Penerbit Mizan, Penerbit Teraju, Al-Huda, Program Studi Agama dan Lintas Budaya UGM, Universitas Paramadina, serta Jaringan Islam Liberal.

Tariq Ramadan yang berdomisili di Swiss tersebut saat ini tercatat sebagai pengajar filsafat dan kajian Islam di Universitas Geneva dan Fribourg, Swiss. Ia adalah cucu pendiri organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir, Hassan Al-Banna.

Ikhawanul Muslimin yang didirikan pada 1928 itu tercatat dalam sejarah sebagai sebuah gerakan kebangkitan Islam yang menyebar dari Mesir ke seluruh dunia Islam. Organisasi ini mengecam keras dekadensi moral di Barat dan menganjurkan pengikutnya untuk kembali pada nilai-nilai Islam.

Keterkaitannya dengan tokoh Islam "garis keras" itu tidak membuat Tariq Ramadan menjadi seorang fundamentalis. Ia bahkan memelopori gagasan memadukan hal-hal yang tidak bertentangan dengan agama ke dalam identitas sebagai warga Eropa.

Menurut Tariq Ramadan, tantangan yang dihadapi muslim Eropa yang kini berjumlah sekitar 15 juta jiwa itu adalah memisahkan prinsip-prinsip Islam dari budaya tanah kelahirannya, dan membumikan nilai-nilai budaya itu ke dalam realitas budaya Eropa.

Berkat kegigihannya itulah, kini Islam berangsur-angsur menjadi bagian integral kehidupan beragama di Eropa.(ant/mkf)


 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Bahtsul Masail, Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tokoh Muslim Eropa Berbagi Pengalaman di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Muslim Eropa Berbagi Pengalaman di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Muslim Eropa Berbagi Pengalaman di Indonesia

Rabu, 01 November 2017

Apakah Gus Dur Seorang Sarjana?

Seorang bule berjalan-jalan di Jakarta. Karena merasa tersesat, dia kemudian bertanya kepada seorang penjual gorengan. "Apa betul ini Jalan Sudirman?" "Ho oh," jawabnya.

Karena bingung dengan jawaban tersebut, dia kemudian bertanya lagi kepada seorang Polisi yang sedang mengatur lalu lintas. "Apa ini Jalan Sudirman?" Polisi menjawab, "Betul."



Apakah Gus Dur Seorang Sarjana? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Gus Dur Seorang Sarjana? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Gus Dur Seorang Sarjana?

Karena bingung mendapat jawaban yang berbeda, akhirnya dia bertanya kepada Gus Dur yang waktu itu kebetulan melintas. "Apa ini Jalan Sudirman?" Gus Dur menjawab "Benar."

Bule itu semakin bingung saja karena mendapat tiga jawaban yang berbeda. Lalu akhirnya dia bertanya kepada Gus Dur lagi, mengapa waktu ia bertanya kepada tukang gorengan dijawab "Ho oh," lalu tanya polisi dijawab "betul" dan yang terakhir dijawab Gus Dur dengan kata "benar."

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Gus Dur diam sejenak, lalu menjawab, "Ooh begini, kalau Anda bertanya kepada tamatan SD maka jawabannya adalah ho oh, kalau bertanya kepada tamatan SMA maka jawabannya adalah betul. Sedangkan kalau bertanya kepada tamatan perguruan tinggi maka jawabannya benar."

Bule itu puas dengan jawaban Gus Dur, mengangguk dan akhirnya bertanya, "Jadi Anda ini seorang sarjana?". Dengan spontan Gus Dur menjawab, "Ho..oh!" (@nam)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Nahdlatul, Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 05 Oktober 2017

Obama Akui ‘Berkah’ Gus Dur Antarkan Dirinya Jadi Presiden

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Daerah Menteng Jakarta Pusat telah menghasilkan dua Presiden, KH Abdurrhman Wahid atau Gus Dur (Indonesia) dan Barack Obama (Amerika Serikat). Cerita tersebut mengawali obrolan Yenny Wahid dan Obama ketika keduanya bertemu di Jakarta, Sabtu (1/7) dalam acara Kongres Disapora Indonesia.

“Saya cerita ke Obama bahwa daerah Menteng sudah menghasilkan dua Presiden, Presiden Obama dan Presiden Gus Dur. Dua-duanya di masa kecil pernah tinggal di sana,” ujar Yenny Wahid (Direktur Eksekutif Wahid Foundation) saat dikonfirmasi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Ahad (2/7).

Obama Akui ‘Berkah’ Gus Dur Antarkan Dirinya Jadi Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Obama Akui ‘Berkah’ Gus Dur Antarkan Dirinya Jadi Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Obama Akui ‘Berkah’ Gus Dur Antarkan Dirinya Jadi Presiden

Menanggapi putri kedua Gus Dur tersebut, lalu Obama yang dalam acara itu mengenakan kemeja putih dibalut jas dan celana berwarna abu-abu menjawab sambil berkelakar.

“Jangan-jangan itu karena faktor airnya,” kata Yenny menirukan Obama. Keduanya pun terkekeh.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Obama mengira, ‘berkah’ Gus Dur menjadi Presiden RI menular kepadanya karena air yang diminum sama-sama berasal dari daerah yang mereka tempati ketika kecil, Menteng. Tentu saja pengakuan ini hanya sebatas kelakarnya.

Gus Dur terpilih menjadi Presiden RI pada tahun 1999, sedangkan Obama pertama kali terpilih mempimpin AS pada 2008-2012 hingga dua periode pada 2012-2016.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Seperti diketahui, Gus Dur dan Obama ketika kecil tinggal di satu kawasan yang sama, Menteng dekat daerah Matraman. Jika rumah Gus Dur bercokol di nomor 8, Obama menempati rumah nomor 20.

Selain itu, kedua Presiden ini dibuatkan patung masa kecilnya dan dua-duanya dipajang di kawasan tersebut. Obama di bekas SD-nya dan Gus Dur dipajang di Taman Amir Hamzah, depan rumah masa kecilnya dulu. Tujuan kedua patung tersebut untuk memberi inspirasi bagi anak-anak Indonesia.

Dalam kunjungan ke Indonesia kali ini, Obama mendarat pada Jumat (23/6/2017) di Bali. Setelah mengunjungi beberapa objek wisata di Bali, dia beserta keluarga mendarat di Yogyakarta, lalu ke Jakarta dan bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat.

 

Terakhir, Obama memberikan pidato dalam Kongres Diaspora Indonesia pada Sabtu (1/7/2017) di The Hall Kasablanka Jakarta. Pidato Obama tentang nasionalisme, toleransi, dan respect mendapat sorotan dari sejumlah media internasional. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian, Nahdlatul Ulama, Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 30 September 2017

Selalu Cek Kebenaran Sebelum Membagikan Berita di Medsos

Boyolali, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kewaspadaan terhadap berita yang beredar melalui media sosial juga perlu dilakukan anggota Ansor maupun Banser. Upaya tabayyun (klarifikasi/cek) atau mencari tahu fakta dari kebenaran berita tersebut, merupakan langkah yang paling tepat.

“Kita mesti hati-hati untuk membagikan informasi atau berita di media sosial. Sering kali hal itu justru bersifat provokatif dan bahkan menjurus pada ujaran kebencian,” papar Ketua PC GP Ansor Boyolali Choiruddin Ahmad pada silaturahim GP Ansor dan Fatayat NU se-Boyolali di Slembi, Mojosongo, Boyolali, Ahad (25/12).

Senada dengan itu, Kiai Jundan dari Pesantren Dawar Boyolali, yang juga hadir dalam kesempatan itu mengingatkan kepada para kader GP Ansor Boyolali untuk senantiasa menjunjung tinggi para ulama. “Kita jangan mudah terbawa berita dengan menjelek-jelekkan para ulama,” tuturnya.

Selalu Cek Kebenaran Sebelum Membagikan Berita di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Selalu Cek Kebenaran Sebelum Membagikan Berita di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Selalu Cek Kebenaran Sebelum Membagikan Berita di Medsos

Sementara itu, Choirudin menambahkan kegiatan silaturahim atau turba ini menjadi media untuk menjalin kedekatan Ansor-Fatayat dengan masyarakat.

“Kegiatan ini sudah beberapa kali berjalan. Kita harapkan dapat menjadi wahana silaturahmi, tidak hanya sesama kader Ansor, akan tetapi juga kepada masyarakat, pengurus NU setempat, Banom, dan para kiai,” ungkap Choiruddin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pengasuh Pesantren Mifathul Huda itu menambahkan, kegiatan turba semacam ini juga bermanfaat untuk lebih memahami kebutuhan kader di tingkatan bawah.

“Boyolali ini wilayahnya cukup luas, kesempatan pertemuan ini kita efektifkan untuk menjalin sinergitas pengurus cabang dengan pengurus PAC,” kata dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama, Ubudiyah, Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 13 September 2017

Habib Syech: Utamakan Kebersamaan Menghadapi Pilpres

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengasuh Majelis Ahbaabul Musthofa Surakarta, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, berpesan kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersamaan menjelang pemilihan presiden (pilpres) yang akan dilaksanakan Juli nanti.

“Saya berpesan agar masyarakat lebih mengutamakan kebersamaan dalam menghadapi pemilihan presiden. Jangan sampai terjadi perkelahian sesama bangsa Indonesia,” tutur Habib Syech di depan jamaah pengajian Ahbabul Musthofa di Bustanul Asyiqin Solo, Rabu (28/5) malam.

Habib Syech: Utamakan Kebersamaan Menghadapi Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Utamakan Kebersamaan Menghadapi Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Utamakan Kebersamaan Menghadapi Pilpres

Ia juga mengajak kepada jamaah untuk menghargai siapapun yang nanti akan terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia. “Mari hormati dan dukung pasangan Capres dan Cawapres terpilih. Insya Allah yang terpilih merupakan pilihan Allah. Semoga mereka bisa mengemban amanah untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam kesempatan tersebut, Habib Syech juga menyatakan kenetralannya. Hal ini sekaligus menepis berbagai pemberitaan terkait dirinya, yang menyebut ia mendukung salah satu capres.

"Saya netral tidak mendukung siapapun. Dukung yang suka sholawat, bagus sholatnya, dan senang maulid. Pokoknya yang waras,” tegas Habib Syech. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama AlaSantri, Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 22 Juli 2017

Apakah Wahabi Itu Aswaja?

Banyuwangi, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kajian Islam Ahlussunah wal jama’ah (Kiswah) Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) Genteng Banyuwangi yang diselenggarakan pada Sabtu (23/4) sore sekaligus meluncurkan buletin Az-Zarkasyi sebagai bentuk media cetak yang diharapkan bermanfaat untuk masyarakat umum, khususnya warga Nahdliyin Banyuwangi.

Apakah Wahabi Itu Aswaja? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Wahabi Itu Aswaja? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Wahabi Itu Aswaja?

KH Yusuf Nuris atau biasa di panggil Gus Yus, menjadi pemateri dalam tema “Apakah Wahabi Itu Aswaja?”. Gus Yus yang juga pernah menjadi Wakil Bupati Banyuwangi ini menerangkan secara gamblang apa itu Aswaja. 

“Siapa yang perlu kita ikuti, antara NU atau yang lain?”. salah satu pertanyaan yang ditanyakan oleh Gus Yus kepada para jama’ah. Kontan Jama’ah menjawab dengan lantang, “NU”. Acara ini dihadiri sekitar 70 orang yang terbagi dari, mahasiswa, dosen, karyawan, mahasiswa, dan beberapa tamu undangan.

“Alhamdulillah di Kiswah kali ini, ada peningkatan untuk jama’ah yang mengikuti dan semoga ke depannya akan lebih banyak lagi para pegiat-pegiat Aswaja khususnya dari kalangan mahasiswa,” kata Izza Muttaqin selaku direktur Kiswah.

Kegiatan yang diadakan oleh pihak kampus ini menjadi sarana belajar Aswaja. Inisiatif ini diambil oleh kampus dan melibatkan semua kalangan untuk bisa ikut andil dalam kegiatan ini. Setiap 35 hari sekali kegiatan ini akan di gelar, terbuka untuk umum, siapapun boleh mengikuti dan berpartisipasi. Tidak hanya lewat media sosial, hasil dari Kiswah nantinya akan di masukkan dalam buletin sebagai media cetak. (Anang Lukman Afandi/Mukafi Niam)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama, AlaSantri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 21 Juli 2017

Seluruh Karya Kita di Dunia Akan Dinilai

Pringsewu,Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Eksistensi manusia di dunia ini pada hakikatnya adalah berawal dari ketiadaan. Asal kita berasal dari tidak ada, kemudian ada di dunia, selanjutnya tidak ada lagi. Akhirnya akan diadakan lagi oleh yang menciptakan kita, Allah SWT.

Seluruh Karya Kita di Dunia Akan Dinilai (Sumber Gambar : Nu Online)
Seluruh Karya Kita di Dunia Akan Dinilai (Sumber Gambar : Nu Online)

Seluruh Karya Kita di Dunia Akan Dinilai

Demikian dikatakan KH Sujadi di depan Majelis Taklim Al Huda Pagelaran, Selasa (27/9).

Dari rangkaian peristiwa ini, lanjutnya, sudah seharusnya manusia mengambil hikmah perjalanan manusia tersebut dengan senantiasa mengingat bahwa kehidupan manusia tidaklah kekal di dunia ini. Ketidakkekalan ini juga harus diringi dengan mempersiapkan bekal dengan sebaik-baiknya.

"Mari berkarya apa saja di dunia ini. Seluruh karya kita di dunia ini akan dinilai oleh Allah SWT. Kebaikan akan dinilai, kejelekan juga akan dinilai. Becik ketitik, Olo ketoro," ujar Bupati Pringsewu ini mengutip pepatah jawa.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kiai tersebut menegaskan pula bahwa Penilaian Allah SWT kepada manusia selama di dunia bersifat mutlak kebenarannya. Tidak ada subjektifitas di dalamnya. Sehingganya apa yang dilakukan di dunia ini akan dipertanggungjawabkan sesuai dengan apa yang dilakukannya.

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula," terangnya mengutip Quran surat Az Zalzalah ayat 7-8.

Lebih lanjut Mustasyar PCNU Pringsewu ini juga mengajak kaum muslimin untuk senantiasa mendoakan kepada sesama muslim baik yang masih hidup ataupun sudah dipanggil oleh yang kuasa. "Mereka yang dialam qubur juga melihat dan mendoakan kita yang di dunia," ujarnya.

Orang yang telah mendahului dipanggil Allah SWT akan melihat tingkah laku manusia di dunia. "Jika yang ditinggalkan selalu mendoakan dan saling berbuat baik dengan sesama maka merekapun akan senang. Namun sebaliknya jika yang ditinggalkan tidak mendoakan dan selalu berselisih maka merekapun akan bersedih," katanya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 03 Mei 2017

PCNU Kabupaten Pangandaran Akan Dibentuk

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), warga NU Kabupaten Pangandaran ingin mendirikan kepengurusan NU tingkat kabupaten. Mereka akan segera membentuk Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).? ?

PCNU Kabupaten Pangandaran Akan Dibentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kabupaten Pangandaran Akan Dibentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kabupaten Pangandaran Akan Dibentuk

Untuk itu, PCNU Kabupaten Ciamis, sebagai organisasi induk dari pemekaran Kabupaten Pangandaran, telah mempersiapkan diri untuk mendorong agar DOB Pangandaran segera terbentuk PCNU.

PCNU Kabupaten Ciamis kemudian menunjuk Tim 13 yang terdiri dari kiai NU. Kiai-kiai tersebut adalah pengurus PCNU Ciamis yang berdomisili di wilayah DOB Pangandaran. Agendanya untuk menggelar Konferensia Cabang (Konfercab).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tim 13 membentuk panitia Konferensi Cabang I untuk mengadakan Rapat Kerja Panitia. Rapat kerja diketuai Ahmad Irfan Alawy di Pondok Pesantren As-Sujaiyah Kecamatan Parigi pada tanggal 16-03-2013 lalu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut salah seorang panitia Konfercab, Hafidz Ismail, hasil rapat kerja tersebut adalah, Konfercab PCNU Kabupaten Pangandaran dilaksanakan di Pondok Pesantren Asy-Syujaiyah pada tanggal 20-21 April 2013.

“Pra-Konfercab diadakan kegiatan, yaitu halaqoh dengan peserta pengurus-pengurus NU dari 11 MWC,” katanya kepadaInternet Marketer Nahdlatul Ulama melalui pesawat telepon, Kamis, (18/4).

Hafidz menambahkan, halaqoh bertema "Internalisasi khittah NU 1926 sebagai media memperkokoh soliditas organisasi menuju Kabupaten Pangandaran yang mandiri" tersebut telah digelar pada 15 April 2013.

?

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock