Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Januari 2018

Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017

Guna turut meramaikan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, serta memperingati 50 tahun Korp PMII Putri (Kopri), Komunitas Sepertiga Malam yang dipimpin Budi Syahbudin bekerjasama dengan Kopri PKC PMII NTB akan menggelanggelar Kala Santri Berpuisi, Jumat 24 November 2017.

Acara akan diihadiri oleh sahabat-sahabat lintas generasi yang hadir di arena Munas. Acara diagendakan dimulai pukul 19.30 WITA di halaman Pondok Putri 1, Pesantren Nurul Islam, Jl. Swa Sembada, Sekarbella Mataram.

"Acara sengaja digelar di Sekarbella, karena pondok pesantren itu dipimpin oleh Hajjah Wartiah yang merupakan alumni Kopri militan dan telah berhidmat di PMII sejak 30 tahun lalu." ujar Ketua Panitia acara Budi Syabudin. Jumat (24/11) pagi.

Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017

Para senior PMII dari berbagai kota yang tengah berada di arena Munas Kota Matraman, NTB. Mereka juga akan dipersilakan meramaikan malam puisi tersebut.

Dihubungi Kamis (23/11) malam, Hj Wartiah mengungkapkan sangat antusias dan merespons positif.

"Saya siap (membantu) menyukseskan acara tersebut dengan maksimal," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain baca puisi, acara juga akan dihangatkan dengan persembahan Tari Saman dan Marawis dari Pesantren Putri Nurul Islam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Semua persiapan sudah siap. Tinggal menunggu kehadiran semua sahabat saja," kata Lia Purnamasari, Ketua Kopri NTB. (Red;Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Sunnah, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 30 Januari 2018

Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution





Harun Nasution, profesor yang pernah menjabat Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pernah menulis sebuah buku yang berjudul Filsafat dan Mistisisme dalam Islam. KH Said Aqil Siroj mengkritisi beberapa poin dalam buku itu.

Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution (Sumber Gambar : Nu Online)
Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution (Sumber Gambar : Nu Online)

Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution

Saat itu Ketua Umum PBNU yang punya spesialisasi kajian bidang tasawuf itu masih menjadi dosen di Pascasarjana IAIN Jakarta. “Terima kasih Pak Aqil, terima kasih,” kata Kang Said, menirukan ucapannya Harun Nasution ketika tahu bukunya itu dikritisi. hal itu disampaikan di Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta, Sabtu (2/11).

Poin yang dikritisi oleh Kang Said adalah kata anna yang dimaknai oleh Harun Nasution dengan ke-aku-an. Padahal makna yang terkandung dalam istilah yang dicetuskan oleh Ibnu Al-Arabi tersebut adalah anniyatul haq, yaitu alwujud alhaqiqi huwa Allah, artinya wujud yang hakiki adalah Allah. Adapun makna ke-aku-an ada dalam kata ananiyah.

Koreksi Kang Said selanjutnya adalah pada soal fana dan baqa yang ditempatkan oleh Prof. Harun sebagai maqamat, padahal fana dan baqa bukanlah bagian dari maqamat, keduanya adalah hal.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu, koreksi yang disampaikan Kang Said adalah mengenai konsep fana dan baqa, menurut Prof Harun, fana dan baqa ini pertama kali dicetuskan oleh Abu Yazid Al-Bustami, padahal itu adalah dari Imam Junaid Al-Bagdadi, konsep fana dari Abu Yazid, sementara konsep baqa dari Imam Junaid.

“Pak Harun bagus sekali, orangnya ikhlash,” kenang Kang Said. (Aiz Luthfi/Anam)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution

Harun Nasution, profesor yang pernah menjabat Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pernah menulis sebuah buku yang berjudul Filsafat dan Mistisisme dalam Islam. KH Said Aqil Siroj mengkritisi beberapa poin dalam buku itu.

?

Saat itu Ketua Umum PBNU yang punya spesialisasi kajian bidang tasawuf itu menjadi dosen di Pascasarjana IAIN Jakarta. “Terima kasih Pak Aqil, terima kasih,” kata Kang Said, menirukan ucapannya Harun Nasution ketika tahu bukunya itu dikritisi. hal itu disampaikan di Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta, Sabtu (2/11).

?

Poin yang dikritisi oleh Kang Said adalah kata anna yang dimaknai oleh Harun Nasution dengan ke-aku-an. Padahal makna yang terkandung dalam istilah yang dicetuskan oleh Ibnu Al-Arabi tersebut adalah anniyatul haq, yaitu alwujud alhaqiqi huwa Allah, artinya wujud yang hakiki adalah Allah. Adapun makna ke-aku-an ada dalam kata ananiyah.

?

Koreksi Kang Said selanjutnya adalah pada soal fana dan baqa yang ditempatkan oleh Prof. Harun sebagai maqamat, padahal fana dan baqa bukanlah bagian dari maqamat, keduanya adalah hal.

?

Selain itu, koreksi yang disampaikan Kang Said adalah mengenai konsep fana dan baqa, menurut Prof Harun, fana dan baqa ini pertama kali dicetuskan oleh Abu Yazid Al-Bustami, padahal itu adalah dari Imam Junaid Al-Bagdadi, konsep fana dari Abu Yazid, sementara konsep baqa dari Imam Junaid.

?

“Pak Harun bagus sekali, orangnya ikhlash,” kenang Kang Said. (Aiz Luthfi/Anam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 10 Januari 2018

Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari berbagai daerah di Tanah Air menggelar aksi unjuk rasa memprotes kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka antara lain melakukan orasi, aksi turun jalan, dan membentangkan spanduk berisi protes.

Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah

"Seharusnya pemerintah melihat kondisi rakyat secara cermat terlebih dahulu sebelum memutuskan suatu kebijakan yang dampaknya akan sangat luas," kata Ipung dari Pengurus Cabang PMII Ciputat yang mengikuti seruan penolakan kenaikan BBM di kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarata, Selasa (18/11).

Protes senada juga diungkapkan PC PMII Bojonegoro. Kebijakan Presiden Jokowi dinilai tidak tepat karena ia menaikan harga BBM ketika harga minyak mentah dunia masih pada kisaran harga $ 80 perbarel. Harga tersebut masih di bawah kisaran asumsi APBN selain lifting minyak juga masih berada di bawah APBN.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Bukan mensejahterakan pemerintah tetapi malah membuat rakyat Indonesia semakin sengsara," kata koordinator aksi PC PMII Bojonegoro, Heri Cahyono di Bunderan Jetak, Bojonegoro, Jawa Timur.

PC PMII Kota Solo juga melakukan aksi penolakan atas kebijakan tersebut bersama berbagai elemen gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Solo (AMS), di antaranya, GMNI, HMI, KAMMI, dan BEM UNS.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PC PMII Kota Solo Ahmad Rodif Hafidz dalam orasinya juga menegaskan, Jokowi telah mengingkari janjinya untuk tidak menaikkan harga BBM. “Dari dulu alasan menaikkan harga BBM masih ajeg karena APBN defisit. Kenyataannya, defisitnya anggaran itu bukan hanya karena subsidi BBM yang tinggi. Melainkan korupsi besar-besaran yang dilakukan mafia migas,” katanya di Tugu Gladag dan depan Balaikota Solo. (Yazid/Ajie/Owi/Mahbib)

 

Foto: Aksi unjuk rasa PMII Bojonegoro

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Sejarah, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 07 Januari 2018

Peran Alumni Pesantren Tak Terbantahkan

Pamekasan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Untuk kali kesekian, pengurus Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Kabupaten Pamekasan melangsungkan pertemuan, Jumat (15/11). Acara tersebut berlangsung di kediaman KH Moh Waqid Abdullah, Desa Dasok, Kecamatan Pademawu,  Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Peran Alumni Pesantren Tak Terbantahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Alumni Pesantren Tak Terbantahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Alumni Pesantren Tak Terbantahkan

Pertemuan ini dihadiri para pengurus IAA Pamekasan, para kiai muda pondok pesantren Annuqayah, serta alumni Annuqayah yang tersebar di Kecamatan Pademawu, Galis, Tlanakan, dan Kota Pamekasan. Mereka tampak semangat untuk terus menghidupkan nuansa keagamaan dan keilmuan yang bersumber dari pondok pesantren Annuqayah.

Dalam kesempatan itu, ditegaskan betapa peran alumni pesantren tidak terbantahkan. Di pelosok desa maupun perkotaan, kontribusi santri didikan pondok pesantren dinilai sangat terasa. Dan hal itu diyakini masih terus berlangsung di tengah gempuran kehidupan era globalisasi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hal demikian diamini oleh salah seorang pengasuh pondok pesantren Annuqayah Kiai Mohammad Naqib Hasan yang hadir saat itu. Kiai Naqib Hasan menuturkan, perkembangan Annuqayah yang paling penting adalah di bidang pendidikan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Karenanya, kami berharap semangat doa dan dukungan alumni dalam berperan di bidang pendidikan di masyarakat,” tandasnya.

Organisasi alumni Annuqayah dalam setahun terakhir berusaha terus diaktifkan. Beberapa kantong alumni sudah mempunyai kegiatan rutin yang aktif sejak lama, seperti di Kabupaten Jember dan sekitarnya, namun belum berjejaring secara rapi dengan yang lain. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama AlaNu, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 06 Januari 2018

Banser Tulungagung Baca Yasin dan Tahlil untuk Waketum PBNU

Tulungagung,Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Satkorcab Banser Tulungagung membaca Yasin dan Tahlil sebagai peringatan 3 hari wafatnya mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor dan juga Wakil Ketua Umum PBNU KH Slamet Efendi Yusuf pada Sabtu pukul 20.00 WIB (5/12).

Kegiatan yang diikuti 99 personel Banser yang berakaian santri tersebut berlangsung di Markas Satkorcab Banser Jl dr Sutomo Tulungagung Jawa Timur.

Banser Tulungagung Baca Yasin dan Tahlil untuk Waketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Tulungagung Baca Yasin dan Tahlil untuk Waketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Tulungagung Baca Yasin dan Tahlil untuk Waketum PBNU

Menurut kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Kabupaten Tulungagung Yoyok Mubarok kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mendoakan agar almmarhum husnul khotimah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Yoyok mengatakan, almarhum adalah sosok yang harus dikenang ketokohannya untuk dijadikan teladan bagi anggota Banser, terutama dalam menata organisasi di bawah naungan payung besar NU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Juga, mesti diteladani kepiawaiannya dalam bidang politik. “Bagaimana piawainya dia membawa diri masuk ke dunia politik, yang waktu itu tdk lazim dilakukan oleh kader NU masuk ke partai yang bukan didirikan NU,” jelasnya.  

Pillihan almarhum tentu saja tidak terlepas dari pujian dan kritikan, tapi dia tetap menjalankan tugasnya dengan penuh semangat. “Dan kenyataannya bisa diterima di semua pihak,” pungkasnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 03 Januari 2018

Audiensi dengan Pangdam, NU Aceh Ingatkan Radikalisme ISIS

Banda Aceh, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. PWNU dan Panitia Konferensi Wilayah XIII NU Provinsi NAD melakukan audiensi dengan Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto, Kamis (19/3) lalu, di Banda Aceh. Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda Konferwil XIII NU Aceh untuk bersilaturrahmi dengan Gubernur, Wakil Gubernur, Panglima Kodam, dan Kapolda.

Dalam kesempatan itu Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali mengingatkan gerakan ISIS yang sudah berkembang dan ini jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945.

Audiensi dengan Pangdam, NU Aceh Ingatkan Radikalisme ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Audiensi dengan Pangdam, NU Aceh Ingatkan Radikalisme ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Audiensi dengan Pangdam, NU Aceh Ingatkan Radikalisme ISIS

“NKRI merupakan amal jariyah dari para pendahulu. wajib bagi kami dari NU untuk melestarikan dan mengembangkan kejayaanya,” tegas Pimpinan Pondok Pesatren/Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah – Sibreh ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Adapun mengenai gerakan Islam radikal, ia meminta agar semua pihak konsentrasi pada pembekalan pemahaman terhadap semua lapisan masyarakat. Sebab, bibit-bibit munculnya radikalisme yang mengatasnamakan agama Islam justru datang dari orang-orang yang kurang paham terhadap ajaran agama Islam secara utuh.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Semangat memperjuangkan Islamnya tinggi, namun pemahaman akan syariatnya nol. Maka inilah yang menjadi penyebab mudah terpengaruhnya sebagian masyarakat terhadap hal-hal negatif," ujarnya.

Disamping itu Asnawi M. Amin, S.Ag, Sekretaris Tanfidziyah PWNU Aceh dalam kesempatan itu juga menegaskan, kesanggupan NU Aceh untuk membantu pemerintah serta TNI dan POLRI untuk menciptakan suasana damai, mewujudkan keberadaan Islam yang rahmatan lil alamin. "NKRI harga mati bagi kami," ujarnya.

Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto mengaku senang NU sudah mengingatkan. “Jadi TNI bisa lebih hati-hati dalam menerima tamu dan undangan yang di tujukan pada TNI dan bisa menjaga lebih aman, tentram dan sejahtera bumi serambi Mekkah ini,” katanya.

Tampak hadir pada acara audiensi diantaranya Wakil Ketua SC yang juga sekaligus wakil sekretaris Tanfidziyah PWNU Aceh Tgk Akmal Abzal, S.HI, Sekretaris SC, Aceh Hardono Asnawy, Sekretaris OC, Ismi Amran dan Koordinator di bidang Sekretariatan dan perlengkapan, Indra Kariadi.?

Selain itu, Tgk Faisal secara langsung mengundang Panglima Kodam untuk dapat hadir pada pembukaan Konferwil NU XIII pada tanggal 17-19 April 2015 di Asrama Haji Banda Aceh yang akan di buka langsung oleh Ketua Umum PBNU. "Insya Allah akan di buka langsung oleh Ketua PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA dan akan menghadirkan sejumlah Tokoh Nasional," tuturnya kepada Pangdam Iskandar Muda. (Indra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 28 Desember 2017

Jatman Kembali Akan Gelar Konferensi Internasional Bela Negara

Pekalongan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) kembali akan menggelar kegiatan bertaraf internasional. Kegiatan yang akan diselenggarakan pekan depan (27-29 Juli) di Kota Pekalongan diikuti oleh delegasi ulama dari 40 negara.Kegiatan serupa pernah dilakukan oleh Jatman pada bulan Januari 2016 kemarin di Kota Pekalongan dihadiri 9 ulama asal Timur Tengah dan beberapa mufti besar asal Amerika dengan agenda bahasan masalah "bela negara".

Panitia kegiatan, KH Mirza Hasbullah menjelaskan, Konferensi Ulama Internasional ini akan mengambil tema pentingnya bela negara merupakan kelanjutan kegiatan yang sama yang pernah digelar ada Januari 2016 kemarin di Kota Pekalongan.

Jatman Kembali Akan Gelar Konferensi Internasional Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatman Kembali Akan Gelar Konferensi Internasional Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatman Kembali Akan Gelar Konferensi Internasional Bela Negara

“Ini rangkaian kelanjutan dari Konferensi Ulama Internasional yang digelar pada bulan Januari lalu. Kemenhan memberikan respon bagus terhadap kegiatan tersebut sehingga ingin agar konferensi ulama bertemakan bela negara kembali digelar,” tuturnya.

Dikatakan, para pembicara yang terdiri dari para ulama tarekat dari dalam dan luar negeri, serta sejumlah tokoh di Indonesia diharapkan akan hadir dalam event tersebut. Sampai kemarin sudah ada lebih dari 60 ulama Internasional mengkonfirmasi akan hadir dalam konferensi internasional ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Beberapa Pembicara dalam Konferensi Ulama Internasional antara lain Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (Rais Aam JATMAN), Menteri Pertahanan RI Jendral Purn Ryamizard Ryacudu, Syaikh Dr. Muhammad Adnan Al-Afyuni (Mufti Damaskus, Syiria), Syaikh Dr Adam Syahiduf (Chechnya), Syaikh Prof Dr Utsman Asy-Syibli (Amerika Serikat), serta KH Dr Muhammad Zainul Majdi (Gubernur Nusa Tenggara Barat).

Melalui konferensi tersebut, lanjut Mirza, para ulama ingin menegaskan bahwa Islam merupakan agama rahmatan lil ‘alamin. Islam bukanlah teroris maupun tempat aktivitas ekstrimisme dan radikalisme.Bela negara dengan tarekat merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Dua hal tersebut akhirnya melahirkan konsep bahwa setiap anak bangsa memiliki kewajiban mencintai tanah air secara utuh.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Fokus pembahasannya tentang bela negara. Nantinya diharapkan, konsep bela negara di Indonesia akan menjadi contoh oleh negara-negara lain,” ungkapnya, kemarin (22/7).

Disampaikan bahwa rangkaian kegiatan akan dimulai pada hari Senin (25/7) pagi, berupa pawai bela negara dan kirab merah putih dengan titik start Stadion Hoegeng dan finish di depan Gedung Kanzus Sholawat di Jalan Dr Wahidin, Kota Pekalongan. “Pada hari Selasa 26 Juli, para tamu undangan, para ulama dari luar daerah dan luar negeri mulai berdatangan,” ungkapnya.

Selanjutnya pada Rabu (27/7) diadakan acara pembukaan konferensi, secara resmi mulai pukul 09.30 hingga 11.30 Wib. Pembukaan rencananya digelar di halaman Gedung HA Djunaid Convention Center, di Kompleks Ponpes Modern Alquran Buaran, Kota Pekalongan.

Lalu pada hari Kamis (28/7) atau hari kedua pembukaan konferensi, ada kegiatan di Hotel Santika Pekalongan diikuti 300 ulama, serta pertemuan ulama ada di Gedung HA Djunaid diikuti 1.000 ulama domestik dan sebagian dari luar negeri.

“Pada hari Kamis (28/7) di Gedung HA Djunaid itu akan diikuti sekitar 1.200 ulama. Sedangkan di Hotel Santika akan ada konferensi yang diikuti sekitar 300 ulama thariqah dari luar negeri dan dalam negeri. Yang dari luar negeri ada sekitar 50, sedangkan dari dalam negeri ada sekitar 250 ulama,” bebernya.

Lalu rangkaian kegiatan akan ditutup pada hari Jumat (29/7) di Gedung Kanzus Sholawat. Penutupan diisi dengan pengajian thariqah dipimpin Rais Aam Jatman, Habib M Lutfi bin Ali bin Yahya. (abdul muiz/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Lomba, Kiai, Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 14 Desember 2017

23 Mahasiswi Afganistan Belajar di Perguruan Tinggi NU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jumat (25/10), menyambut dan memberikan pembekalan kepada 23 calon mahasiswi Afganistan yang akan belajar di salah satu perguruan tinggi NU. Mereka akan mendapatkan beasiswa penuh dari PBNU untuk belajar di Fakultas Ekonomi, Farmasi, FISIP dan Ilmu Hukum.

23 Mahasiswi Afganistan Belajar di Perguruan Tinggi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
23 Mahasiswi Afganistan Belajar di Perguruan Tinggi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

23 Mahasiswi Afganistan Belajar di Perguruan Tinggi NU

“Selamat datang di Indonesia. Ini adalah negara kalian juga. Selamat datang di kantor PBNU. NU adalah organisasi Islam yang mengembangkan ajaran ahlussunnah wal jamaah, sama seperti Afganistan,” kata Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud saat menyambut para calon mahasiswi di kantor PBNU sambil memberikan motivasi kepada para calon mahasiswi.

23 calon mahasiswi dari Afganistan berusia 19-23 tahun yang merupakan perwakilan dari beberapa wilayah di Afganistan. Mereka akan menempuh pendidikan di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang selama empat tahun. Namun sebelumnya mereka akan mengikuti matrikulasi bahasa Indonesia selama satu tahun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Mereka tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta sejak Selasa (21/10) kemarin. Mereka beristirahat dan dikenalkan tentang NU dan budaya dan bahasa Indonesia. Selama tiga hari mereka telah lancar mengatakan “Apa kabar”.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Salah seorang perwakilan calon mahasiswa, Masauda Monica mengatakan, dia dan teman-temannya seperti bermimpi bisa datang ke Indonesia dan belajar di perguruan tinggi NU.

“Mimpi kami sudah menjadi kenyataan. Kami akan belajar dengan keras. Kami berharap bisa membawa banyak ilmu ke Afganistan,” kata Masauda dalam bahasa daerah Afganistan yang diterjemahkan oleh seorang penerjemah. Sebagian mahasiswi masih menggunakan bahasa lokal, dan tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa Arab atau Inggris.

Masauda bercerita, pada awalnya, saat tiba di bandara mereka ragu dan takut belajar di Indonesia. Namun setelah tiga hari mendapat pengarahan dari para tokoh NU, mereka kembali bersemangat dan ingin segera belajar.

Ufi Ulfiyah dari pengurus pusat Lakpesdam NU yang mendampingi para calon mahasiswi bercerita, sebagian mereka masih tercengang dengan Indonesia, terutama terkait kebebasan kaum perempuan saat berada di luar rumah.

“Di Afganistan kalau kita keluar ke warung kita diawasi dari kaki sampai kepala. Tapi di sini kita lihat banyak perempuan-perempuan bebas di jalan-jalan raya,” kata Ufi menirukan mereka.

Para calon mahasiswa Afganistan juga sempat tegang saat berada di kendaraan dari bandara Soekarno-Hatta. “Waktu itu jalan raya dalam kondisi macet. Mereka mengira sedang ada bom atau keributan,” kata Ufi.

Usai menerima pembekalan dari PBNU para calon mahasiswa juga sempat diajak mengunjungi beberapa ruangan di kantor PBNU seperti ruang redaksi Internet Marketer Nahdlatul Ulama di lantai 5 dan Pojok Gus Dur di lantai dasar.

Selain Sekjen PBNU, para calon mahasiswa juga disambut langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali, Wakil Sekjen PBNU Abdul Munim DZ dan Enceng Shobirin, dan Adnan Anwar, serta Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik dan Wakil Ketua PP Lakpesdam Lilis Nurul Husna.

Sabtu (26/10) besok para calon mahasiswa akan langsung berangkat ke Unwahas Semarang. Mereka akan tinggal di asrama dan berbaur dengan mahasiswi NU lainnya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Mesir Larang Reality Show Tari Perut

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Otoritas keagamaan di Mesir menilai acara reality show tari perut yang didesain seperti X Factor sebagai "cabul" dan menyerukan agar dihentikan dari penayangan.?

Dar Al Ifta-, lembaga yang memiliki otoritas untuk membuat fatwa di Mesir mengatakan bahwa program tersebut dapat dilihat sebagai bagian dari "kampanye untuk menghancurkan sistem moral rakyat Mesir yang beragama," sebagaimana dilansir oleh ahram online.

Mesir Larang Reality Show Tari Perut (Sumber Gambar : Nu Online)
Mesir Larang Reality Show Tari Perut (Sumber Gambar : Nu Online)

Mesir Larang Reality Show Tari Perut

Program ini hanya melayani "ekstrimis yang bisa menggunakan [program] tersebut untuk memperkuat gagasan bahwa masyarakat menentang agama," katanya dalam sebuah pernyataan di situs resminya.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pemerintah baru-baru ini meluncurkan kampanye melawan ateisme sementara di sisi lain secara paralel melakukan tindakan keras terhadap Islam yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin yang dilarang.?

Mesir akan melalui "tahap kritis" yang mengharuskan masyarakat berkonsentrasi pada "tantangan besar" seperti pembangunan, buta huruf, kesehatan dan terorisme, kata lembaga keagamaan tersebut.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

The Belly Dancer adalah kompetisi yang pertama kali digelar di televisi Mesir. Di antara presenternya adalah penari terkenal Dina.?

Program ini mulai ditayangkan pada saluran Al-Qahira wal Nas Ahad ini dan disiarkan tiga hari dalam seminggu.?

Pada hari Selasa, saluran TV tersebut mengeluarkan pernyataan akan menunda episode mendatang setelah 11 personel keamanan tewas dalam serangan bersenjata di Sinai Utara.?

Selain itu mereka juga akan menambahkan garis hitam ke layar TV sebagai bagian dari tiga hari berkabung.?

Sebelumnya dalam iklan yang ditayangkan oleh TV tersebut, dinyatakan bahwa pemenang akan mendapatkan gelar penari perut terbaik sedunia. (mukafi niam) foto:the dubai safari

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Daerah, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 13 Desember 2017

Mantan Senator AS Gelar Dialog dengan NU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Mantan Senator Amerika Serikat Christopher Kit Bon, Selasa (23/4) petang, berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulam (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. Kit Bon mengadakan dialog dengan sejumlah pengurus dan warga NU.

Mantan Senator AS Gelar Dialog dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Senator AS Gelar Dialog dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Senator AS Gelar Dialog dengan NU

Kedatangan Kit Bon disambut Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dan Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud. Turut hadir, antara lain, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, Ketua PBNU H Iqbal Sulam, Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika Utara Shalahudin Kafrawi, dan sekitar 20 pengurus lembaga dan lajnah NU.

Senator Kit Bon mengaku, sebelumnya pernah berkunjung ke Jakarta dan mendapat sambutan hangat dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ia mendukung, Islam sebagai ajaran pada prinsipnya adalah penebar kedamaian.

Dalam acara yang dirangkai dengan penyerahan penghargaan oleh PCINU Amerika Utara ini, Kit Bon menjelaskan, terorisme sama sekali tidak identik dengan Islam. Ia mengaku, stereotip kekerasan terhadap Islam di berbagai negara menjadi tantangan berat bersama.

As’ad menyambut positif kiprah Kit Bon selama ini. Kit Bon dinilai cukup berjasa dalam mencitrakan Islam di Amerika sebagai agama yang ramah. Ia optimis, kebangkitan Islam di dunia akan dimulai dari Asia Tenggara. Seperti ditunjukkan NU, Islam mengedepankan pedekatan budaya dan dialog antarperadaban (hiwar bainal hadlarah).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Marsyudi dalam kesempatan itu, menjelaskan profil singkat NU, meliputi sejarah pendirian, keanggotaan, serta segenap jaringan kelembagaan yang dimiliki. ”NU sudah berdiri sejak Indonesia belum berdiri. Dan NU merupakan salah satu pendiri republik ini,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Aswaja, Kiai, Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 10 Desember 2017

Hikmah dan Walimatul Khitan untuk Perempuan

Khitan bagi kaum hawa memiliki banyak sekali hikmah dan manfaat. Ulama menghimpun sejumlah manfaat khitan bagi perempuan, Di antara sekian manfaat khitan adalah menambah kecantikan, dapat memperbaiki budi pekertinya perempuan, dapat menstabilkan syahwat, dan memberikan kepuasan pada suami ketika bersenggema.

Manfaat khitan ini dapat dijumpai pada keterangan Hasyiyah Ianatut Thalibin:

Hikmah dan Walimatul Khitan untuk Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikmah dan Walimatul Khitan untuk Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikmah dan Walimatul Khitan untuk Perempuan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?) ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Artinya, "Dan wajib dalam khitan perempuan adalah memotong bagian dari organ yang disebut khitan. Menyedikitkan organ tersebut adalah lebih utama karena adanya hadits riwayat Abi Dawud dan lainnya, bahwa Nabi SAW suatu ketika bersabda kepada perempuan yang mengkhitan.”

(? ? ? ? ? ? ? ? ? ?)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Artinya, “Sayatlah sedikit jangan berlebihan, karena itu lebih mencerahkan wajah dan menyenangkan suami.”

Maksud dari menyenangkan suami adalah menambah keledzatan dalam berjima. Dalam riwayat yang lain disebutkan:

? ?

Artinya, "Lebih mencerahkan pada wajah."

Maksud dari mencerahkam wajah adalah lebih banyak airnya dan darahnya (awet muda)."

Adapun soal walimatul khitan masih belum ditemukan dasar yang kuat. Tetapi sebagian para salaf telah melakukan itu untuk khitan lelaki, sedang khitan bagi wanita adalah tidak diumumkan. Syekh Abu Abdullah bin Al- Haj dalam Kitab Al-Madkhal menyatakan:

? ? ? ? ? ? ? . ? ?

Artinya,“Sesungguhnya menyatakan pelaksanaan khitan anak lelaki dan menyamarkan pelaksanaan khitan bagi wanita adalah baian dari sunah. Wallahu a’lam.” (Muhammad Syamsudin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 06 Desember 2017

Teknologi Informasi Harus Solidkan Warga NU

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi mengimbau warga NU untuk memanfaatkan teknologi informasi bagi kepentingan NU baik keorganisasian maupun kewargaan NU. Dengan itu, NU dan warganya diharapkan menjadi lebih solid.

Demikian dikatakan Kiai Hasyim di hadapan ratusan hadirin dalam peresmian kerja sama pelatihan informasi dan teknologi antara PCNU kota Surakarta dan PT Telkom di Hotel Lampion, Solo, Senin (17/3).

Teknologi Informasi Harus Solidkan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Teknologi Informasi Harus Solidkan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Teknologi Informasi Harus Solidkan Warga NU

Seiring peningkatan penggunaan teknologi informasi di kalangan warga NU, “Gerakan NU bisa lebih cepat dan terkoordinir,” kata Kiai Hasyim.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Disaksikan ratusan orang, kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara kedua pihak. Tampak hadir dalam peresmian ini KH Hasyim dan Komisaris Utama Telkom Indonesia Jusman Syafii Djamal.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pascaperesmian, pelatihan internet gratis dan bersertifikat untuk warga NU akan dimulai. Menurut Manager CS Telkom Area Solo Raharjo, pelatihan tersebut akan dilaksanakan di Kantor PCNU Solo, Jawa Tengah. “Peserta nantinya akan dikelompokkan menjadi 3 kelas,” terangnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Kiai, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 25 November 2017

Mata Air Jepara Prakarsai Pameran Universitas

Jepara, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Untuk keempat kalinya, Mata Air Jepara memprakarsai kegiatan University Expo (Uniex) tahun 2016. Kegiatan yang rencananya dihelat tiga hari ini dipusatkan di Gedung Wanita, Jalan HOS Cokroaminoto Jepara, Jawa tengah Sabtu-Senin (23-25/1) mendatang.

Mata Air Jepara Prakarsai Pameran Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Mata Air Jepara Prakarsai Pameran Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Mata Air Jepara Prakarsai Pameran Universitas

Sebagaimana informasi penyelenggara, lebih dari 25 perguruan tinggi (PT) terkemuka, baik negeri maupun swasta yang turut serta dalam pameran tersebut. Penanggung jawab kegiatan, Ri’ful Mazid Maulana menyebut Uniex bertujuan memberikan informasi mengenai seluk-beluk perguruan tinggi kepada siswa di Jepara.

“Kami merencanakan ada puluhan perguruan tinggi mulai dari swasta maupun negeri dipastikan hadir dalam acara ini. Tidak hanya inisiatif dari mahasiswa sendiri ada juga yang resmi didelegasikan kampus masing-masing,” katanya saat dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Jum’at (8/1).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu mengungkapkan respon masyarakat khususnya pelajar sangat bagus ditunjukkan dengan bertambahnya pengunjung dari tahun ke tahun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dengan respon positif itu, pihaknya bekerja sama dengan Pemkab, Disdikpora serta Kemenag. Kerjasamanya, lanjut Mazid, sekolah yang bernaung di dua dinas tersebut Disdikpora dan Kemenag dimohon untuk berpartisipasi menyemarakkan kegiatan tersebut.

Panitia, urai aktivis PKPT IPNU Unnes itu, menyemarakkannya juga dengan beberapa even; try out akbar SBMPTN, futsal, akustik, rebana, dan kompetisi karya ilmiah.

“Dengan kegiatan ini kami berharap minat siswa di Jepara dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi meningkat. Selain itu, juga menjadi sarana silaturrahim dan bertukar gagasan dari mahasiswa-mahasiswa berbagai perguruan tinggi,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 23 November 2017

Wapres Minta IPNU Tolak Radikalisme Pelajar

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Wakil Presiden RI meminta Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) berperan aktif dalam menangkal radikalisme dalam beragama di kalangan pelajar. Wapres menegaskan dukungannya kepada IPNU agar terus memperjuangkan moderasi di kalangan pelajar dan menolak berbagai bentuk ekstrimisme dalam beragama.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) IPNU Ahmad Syauqi kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama di Jakarta, Kamis (29/7). Rombongan PP IPNU diterima di Istana Wapres pada Rabu (28/7) kemarin.

Wapres Minta IPNU Tolak Radikalisme Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres Minta IPNU Tolak Radikalisme Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres Minta IPNU Tolak Radikalisme Pelajar

“Kami menyampaikan berbagai isu strategis dalam bidang pendidikan dan berbagai persoalan yang dihadapi oleh pelajar,” kata Syauqi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Beberapa materi tersebut akan dibawa pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I IPNU pada 29 Juli-1 Agustus 2010 mendatang di Pontianak, Kalimantan Barat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Syauqi, ada tiga hal pokok yang disampaikan PP IPNU kepada Wapres. Pertama, munculnya tantangan baru yang menginfiltrasi dunia pendidikan nasional yaitu suburnya nilai radikalisasi agama melalui institusi intra sekolah berkedok ”Rohis” (Rohaniawan Islam).

“Organisasi underbow OSIS di wilayah kajian keagamaan tersebut, kini menjadi ruang potensial bagi suburnya penanaman nilai-nilai Islam garis keras, dengan pemahaman kaku. Pemahaman kaku dan parsial terhadap nilai keagamaan itu, pada gilirannya dapat mengancam pondasi nasionalisme dan kontraproduktif dengan semangat kebhinekaan,” katanya.

Selain soal radikalisme PP IPNU juga menyampaikan keresahan pelajar mengenai beredarnya video mesum pasangan artis terkenal di Tanah Air. PP IPNU menyampaikan, video-video tak senonoh itu telah banyak beredar di kalangan para pelajar dan generasi muda yang bisa disaksikan via internet dan ponsel.

Kepada Wapres PP IPNU juga meminta pemerintah mengoptimalisasi anggaran berbasis kebutuhan pelajar. Selama ini, dari akumulasi kuota anggaran pendidikan 20% lebih banyak dihabiskan untuk alokasi biaya rutin. “Hal itu mengakibatkan besarnya alokasi dana pendidikan tidak berbanding lurus dengan kualitas SDM pelajar,” kata Syauqi. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai, Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dubes Baru Amerika Ucapkan Selamat Harlah NU Ke-91

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R Donovam berkunjung ke kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (2/2) sore. Ia diterima langsung Ketum PBNU KH Said Aql Siroj di ruanganya.

“Saya tahu kemarin Nahdlatul Ulama memperingati hari lahir. Karena itu saya mengucapkan selamat hari lahir yang ke-91,” kata dubes yang mengaku baru tinggal di Indonesia selama sekitar dua bulan ini membuka pembicaraan.

Dubes Baru Amerika Ucapkan Selamat Harlah NU Ke-91 (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Baru Amerika Ucapkan Selamat Harlah NU Ke-91 (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Baru Amerika Ucapkan Selamat Harlah NU Ke-91

Joseph baru saja menggantikan dubes Amerika sebelumnya, Robert Orris Blake Junior yang telah mengakhiri masa tugasnya di Indonesia. Sebelumnya, Joseph menjabat sebagai Direktur Institut AS di Taiwan yang telah berdiri sejak 2014.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam pertemuan tersebut, ia mengatakan sangat terkesan dengan umat Islam di Indonesia ketika pertama kali mulai menyapa masyarakat di sini. Joseph bercerita, sebelumnya dirinya disambut dengan ramah saat mengunjungi sebuah pesantren di Jawa Tengah Januari lalu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Joseph mengajak NU untuk menjalin kemitraan dengan pihaknya khususnya di bidang toleransi dan pendidikan. “Ada tujuh ribu pelajar asal Indonesia yang kini sedang belajar di Amerika Serikat. Ini naik tujuh persen. Saya berharap jumlah tersebut terus meningkat,” tuturnya.

Kiai Said menyambut baik tawaran itu dan menyarankan agar banyak warga pesantren yang bisa belajar ke negara berjuluk “Negeri Paman Sam” ini. Sebelumnya ia menyampaikan kritik terhadap presiden baru Amerika Donald Trump yang terkesan menggeneralisisasi Islam dengan label negatif.

Kiai asal Cirebon ini lantas mengenalkan Islam Nusantara yang secara garis besar meyakini bahwa budaya dan agama memiliki hubungan sinergis. “Budaya menjadi infrastruktur agama. Dengan tradisi lokal, Islam di Indonesia menjadi kuat dan tak tercerabut dari masyarakat,” jelasnya.

Joseph yang datang bersama rombongan juga disambut hangat oleh Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, Bendum PBNU H Bina Suhendra, Ketu PBNU H Marsudi Syuhud, Ketua PBNU Robikin Emhas, dan sejumlah pengurus lain. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 21 November 2017

Pengasuh Pesantren Usul Batas Usia Nikah Dinaikkan

Semarang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Para kiai dan nyai pengasuh pesantren yang tergabung dalam organisasi Musyawarah Pengasuh Pondok Pesantren Indonesia (MP31) mengusulkan batas usia perempuan diizinkan kawin digeser naik. Mereka merekomendasikan perubahan pasal di UU Perkawinan No. 1 tahun 1974 dari batas usia diizinkan menikah 16 tahun menjadi 18 tahun.

Hal itu merupakan keputusan Workshop dan bahtsul masail yang digelar di Hotel Horison Semarang, Jumat-Ahad (22-24/4).

Pengasuh Pesantren Usul Batas Usia Nikah Dinaikkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengasuh Pesantren Usul Batas Usia Nikah Dinaikkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengasuh Pesantren Usul Batas Usia Nikah Dinaikkan

Dewan Pembina MP3I KH Ahmad Badawi Basyir menyatakan, hasil pembahasan yang mempertimbangkan aspek fiqih, kesehatan, maupun psikologis, usia nikah 16 tahun bagi perempuan itu rawan masalah, banyak madharat (kerugian) dan tidak sesuai dengan definisi anak yang telah ditetapkan secara internasional yaitu 18 tahun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Para kiai sepakat mengusulkan batas usia perempuan diizinkan nikah adalah 18 tahun," tuturnya.

Pengasuh Pesantren Darul Falah Jekulo Kudus ini menjelaskan, sebelum memutuskan rekomendasi ini para peserta bahtsul masail telah mendengar paparan dari pemerintah seperti utusan pihak Kemendikbud, Kemenakertrans, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, dan Kemenkes. Mereka juga meminta pandangan dari pakar psikologi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kami telah mendengarkan paparan dari berbagai pihak, bahwa perkawinan usia anak di bawah 18 tahun, itu banyak risiko kesehatan dan kejiwaan," katanya dalam acara yang didukung Plan International dan Fitra Jateng tersebut.

Agama Islam disyariatkan untuk membawa kemaslahatan bagi umat. Negara dalam kewajibannya melayani warga juga harus berorientasi kebaikan warganya. Maka menikah harus diupayakan saat seseorang telah dewasa. Dewasa menurut yang berlaku di dunia saat ini adalah saat orang berusia 18 atau lebih.

"Definisi fiqih tentang batas nikah adalah telah bulugh (baligh), yakni berfungsinya organ reproduksi, itu perlu ditinjau ulang demi mengupayakan maslahat," paparnya.

Para peserta juga sepakat meminta pemerintah RI mengadakan kursus pranikah sebagaimana di Malaysia. Pemerintah harus memastikan setiap orang siap menikah baru boleh menikah. Ini perlu digarap oleh Kemenag dan bisa melibatkan kementerian lain. (Ichwan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Sunnah, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 16 November 2017

Korespondensi KH Hasyim Asyari dan Syekh Al-Husaini Usai Tegur Jepang

Perjuangan mengusir penjajah dilakukan oleh seluruh komponen bangsa Indonesia dengan perjuangan yang menguras keringat, darah, dan nyawa. Hembusan angin segar kemerdekaan beberapa kali didapat bangsa Indonesia kala Jepang kalah perang dan menyerah kepada pasukan sekutu.

Namun, bangsa Indonesia, khususnya para kiai pesantren penggerak kemerdekaan seperti KH Muhammad Hasyim Asy’ari (1871-1947) tidak mau terbuai dengan janji kemerdekaan yang sempat dilontarkan pihak Jepang. Baginya, hal itu menjadi satu bagian diplomasi setelah sekian lama bangsa Indonesia hidup dalam kungkungan penjajahan.

Korespondensi KH Hasyim Asyari dan Syekh Al-Husaini Usai Tegur Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Korespondensi KH Hasyim Asyari dan Syekh Al-Husaini Usai Tegur Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Korespondensi KH Hasyim Asyari dan Syekh Al-Husaini Usai Tegur Jepang

Perjuangan KH Hasyim Asy’ari beserta anaknya KH Abdul Wahid Hasyim dan para ulama pesantren tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga menanamkan cinta tanah air dan spirit nasionalisme yang tinggi. Sebab itu, setelah Kiai Hasyim ditunjuk oleh Jepang untuk memimpin Kantor Jawatan Agama (Shumubu, Kementerian Agama, red)) yang dijalankan oleh Kiai Wahid Hasyim, mereka berupaya mendirikan Kantor Jawatan Agama yang berlokasi di daerah-daerah (Shumuka) yang dipimpin oleh seorang Shumuka-cho.

Visi Kiai Wahid Hasyim tidak lain untuk memperkuat konsolidasi urusan-urusan agama di daerah untuk keperluan perjuangan bangsa Indonesia secara umum. Sebelumnya, Kiai Wahid memang melakukan diplomasi dengan Jepang untuk mendirikan Shumuka meskipun pada awalnya berdiri di Jawa dan Madura.

Setelah potensi umat Islam terbina dengan baik melalui jalur Masyumi, Hizbullah, Shumubu, dan Shumuka, Kiai Wahid Hasyim kembali memusatkan perhatiannya pada janji kemerdekaan yang dipidatokan oleh Perdana Menteri Jepang Kunaiki Koiso pada 7 September 1944. (Choirul Anam, 2010)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Janji kekaisaran Jepang untuk memerdekakan bangsa Indonesia memang menarik perhatian bukan hanya di tanah air, tetapi masyarakat dunia Islam, khususnya Syekh Muhammad Al-Amin Al-Husaini. Sampai pada 3 Oktober 1944, Syekh Al-Amin Al-Husaini yang merupakan pensiunan mufti besar Baitul Muqadas Yerusalem yang juga ketika itu menjabat Ketua Kongres Muslimin se-Dunia mengirim surat teguran kepada Duta Besar Nippon di Jerman, Oshima. Kala itu Syekh Al-Husaini sedang berada di Jerman.

Kawat teguran tersebut berisi imbauan kepada Perdana Manteri Jepang Kuniki Koiso agar secepatnya mengambil keputusan terhadap nasib 60 juta penduduk Indonesia yang 50 juta di antaranya bergama Islam. Kongres Islam se-Dunia menekan Jepang untuk segera mengusahakan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Atas teguran tersebut, Kuniki Koiso berjanji akan mengusahakan kemerdekaan untuk bangsa Indonesia. Jawaban Koiso itu disebarluaskan melalui Majalah Domei. Kawat teguran dari Syekh Al-Amin Al-Husaini tersebut sampai kepada Hadratussyekh Hasyim Asy’ari. Ia selaku Ketua Masyumi menerima tindasan kawat teguran tersebut.

Menyikapi kawat teguran tersebut, Kiai Hasyim Asy’ari yang juga pemimpin tertinggi di Nahdlatul Ulama (NU) merasa perlu mengumpulkan para pengurus Masyumi yang terdiri dari berbagai golongan umat Islam dari sejumlah organisasi pada 12 Oktober 1944. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Setelah rapat mempelajari sedalam-dalamnya tentang kemerdekaan Indonesia, maka diputuskan untuk menyampaikan sikap Masyumi kepada bala tentara Jepang sebagai berikut:

a) Menyiapkan umat Islam Indonesia supaya cakap dan cukup menerima kemerdekaan Indonesia dan kemerdekaan Agama Islam; b) menggiatkan segenap tenaga umat Islam Indonesia guna mempercepat kemenangan akhir guna menolak tiap-tiap rintangan dan serangan musuh yang dapat mngurungkan datangnya kemerdekaan Indonesia dan kemerdekaan Agama Islam; c) berjuang luhur bersama-sama, lebur bersama-sama dengan Dai Nippon di dalam jalan Allah untuk membinasakan musuh yang dzalim; d) menyampaikan keputusan tersebut pada: 1) Pemerintah Bala Tentara Dai Nippon; dan 2) rakyat (umat Islam) Indonesia.

Selanjutnya, KH Hasyim Asy’ari selaku pemimpin NU dan Masyumi segera membalas kawat tindasan Syekh Muhammad Al-Amin Al-Husaini yang telah membantu bangsa Indonesia dengan menegur Perdana Menteri Jepang Kuniki Koiso. Adapun balasan kawat tindasan sebagai ucapan terima kasih dari KH Hasyim Asy’ari adalah sebagai berikut:

Muhammad Al-Amin Al-Husaini Jerman dengan antara Perdana Menteri Kunaiki Koiso di Tokyo atas perhatian tuan dan seluruh alam Islami tentang janji Indonesia merdeka koma Majelis Syuro Muslimin Indonesia koma atas nama kaum Muslimin se-Indonesia koma menyatakan terima kash titik.





Asyukru walhamdulillah





Guna kepentingan Islam lebih perhebatkan perjuangan koma disamping Dai Nippon sampai kemenangan akhir tercapai koma moga-moga pula perjuangan tuan untuk kemerdekaan negeri Palestina dan negeri-negeri Arab lainnya tercapai titik





Majelis Syura Muslimin Indonesia





Hasyim Asy’ari

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai, Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 15 November 2017

Bergerak, Kerja Sama dan Penguatan Ekonomi Kunci Kemajuan Organisasi

Way Kanan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Setiap orang bisa sukses jika mau menghormati orang lain dan mau bekerja sama, ujar Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan, Lampung, Eko Wahyudi pada 57 peserta Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) VI, di Banjit, Way Kanan, Lampung, Sabtu (15/10).

"Pendidikan ini adalah salah satu pintu gerbang bagi pemuda yang ingin berhimpun dalam Nahdlatul Ulama (NU). Karena itu penting bagi kader untuk memajukan dirinya dan organisasi," paparnya.

Bergerak, Kerja Sama dan Penguatan Ekonomi Kunci Kemajuan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bergerak, Kerja Sama dan Penguatan Ekonomi Kunci Kemajuan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bergerak, Kerja Sama dan Penguatan Ekonomi Kunci Kemajuan Organisasi

Ketua Lakpesdam NU Supri Iswan menambahkan, Pemuda Ansor adalah bagian dari NU, selain itu, ada juga Muslimat, Fatayat, PMII, IPNU dan IPPNU. "Gerakan Pemuda Ansor juga memiliki badan semiotonom yang disebut Barisan Ansor Serbaguna atau Banser," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan masa khidmah 2010-2014 itu menambahkan.

PC GP Ansor Way Kanan melalui PAC Banjit dipimpin Yudi Hutriwinata menggelar PKD VI di MA Nurul Islam, Kampung Simpang Asam mulai Jumat 14 Oktober hingga Ahad 16 Oktober 2016. Selain Aswaja dan Keansoran, materi yang disampaikan meliputi kewirausahaan dan keorganisasian. Wakil Ketua Heri Amanudin dan Hasyim Asyari turut mengisi materi kegiatan itu. Tokoh NU Kiai Hambali dan H Aly Murtadho berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Praktik keorganisasian dengan ilustrasi membangun mushala senilai Rp150 juta dilakukan peserta yang dibagi menjadi lima kelompok. Peserta diminta mengumpulkan pakaian, sarung, peci, jam tangan, sandal dan barang lain yang melekat di badan mereka tanpa sampai telanjang dengan masing-masing harga telah disepakati bersama oleh bendahara kelompok.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kerja sama, rela berkorban, ikhlas, bergerak, bertanggung jawab diperlukan untuk tercapainya tujuan bersama yang diilustrasikan dengan membangun mushala tadi," ujar Irawan, salah satu peserta PKD VI.

Berkaitan dengan persoalan organisasi, peserta menyimpulkan ketidakdisiplinan, mau menang sendiri, tidak taat peraturan hingga lemahnya sektor ekonomi adalah beberapa contoh kendala bagi organisasi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Solusi demi kemajuan organisasi ialah disiplin, mau mendengar, taat peraturan. Adapun untuk penguatan sektor ekonomi perlu diadakan, contoh sederhananya anggota mau menabung bagi organisasi. Hal-hal tersebut penting bagi kemajuan organisasi," ujar Irawan lagi pada sesi diskusi. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 11 November 2017

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susianah Affandi mengatakan, kelompok ekstremis menyasar anak-anak sebagai target perekrutan. Alasannya, anak-anak dinilai masih polos dan belum bisa menyaring mana konten yang mengandung unsur ektrimisme-radikalisme dan mana yang tidak.

“Karena mereka kan masih polos dan mereka tidak bisa menolak,” kata Susianah selepas mengisi acara Halaqah Pencegahan Anak dari Gerakan Radikal di Jakarta, Selasa (29/8).

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Menurut dia, pemerintah seharusnya melakukan sosialisasi kepada para orang tua tentang ideologi radikalisme dan ekstremisme. Sehingga mereka sadar dan mawas diri akan bahaya gerakan-gerakan yang mengarah kepada terorisme.

“Yang harus dilakukan adalah penguatan ketahanan keluarga,” tegasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Wakil Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) itu menyebutkan, anak-anak yang terpapar radikalisme biasanya berasal dari keluarga yang bermasalah seperti orang tuanya bercerai, keluarganya tidak harmonis, dan keluarga yang miskin.

Selain itu, kelompok ekstremis dan radikalis, imbuh Susianah, melakukan propaganda kepada anak-anak dengan menyuguhkan pengertian jihad yang keliru. Mereka menafsirkan jihad dengan dengan perang melawan non-muslim. Maka dari itu, yang paling rentan terhadap radikalisme adalah anak-anak.

“Nilai-nilai itu (pengertian jihad yang keliru) hanya bisa masuk secara mudah kepada orang-orang yang belum punya filter pendidikan, pengalaman, dan sosio kultur,” ucapya. ?





Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Anak sudah terpapar radikalisme

Susianah menjelaskan, seandainya ada anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme maka pemerintah seharusnya tidak melakukan upaya-upaya yang represif dan menggunakan pendekatan hukum.?

“Jadi bukan pendekatan represif. Kalau menggunakan represif maka akan menularkan virus dendam kepada anak,” jelasnya.

Ia lebih sepakat apabila pemerintah melakukan program rehabilitasi dan kesejahteraan kepada anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme, yaitu dengan menanamkan pemahaman Islam yang damai.

Di lain pihak, masyarakat juga harus diberikan pendidikan terkait dengan anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme. Sehingga masyarakat juga bisa ikut serta dalam proses rehabilitasi terhadap anak yang sudah terpapar tersebut. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai, AlaNu, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 10 November 2017

Memuji atau Menyembah Rasulullah SAW?

Makna puji dan sembah secara bahasa bukan hanya tidak berjauhan, tetapi juga bertetangga samping menyamping. Keduanya akur di dalam kamus. Tetapi ini juga yang bikin kalap sekelompok kecil umat Islam seperti kesurupan kalau ada saudaranya memuji Rasulullah SAW.

Bagi orang Islam berjumlah kecil ini, memuji dan menjunjung Rasulullah SAW dengan bacaan sholawat atau upacara tertentu sederajat dengan penyembahan lazimnya kepada Allah. Mereka menyebut muslim penyanjung dan pemuji Rasulullah mengidap syirik bahkan kafir.

Memuji atau Menyembah Rasulullah SAW? (Sumber Gambar : Nu Online)
Memuji atau Menyembah Rasulullah SAW? (Sumber Gambar : Nu Online)

Memuji atau Menyembah Rasulullah SAW?

Menanggapi orang kalap itu, Sayid Ahmad Zaini Dahlan seorang mufti yang sangat disegani di Mekah abad 19 itu tidak terpancing geram. Ia cukup duduk di kursinya lalu menulis risalah panjang untuk mematahkan pendapat mereka.

Dalam risalah berjudul Ad-Durorus Saniyyah fir Roddi alal Wahhabiyyah, ulama yang wafat 1886 M ini menyatakan, khayalan mereka itu tidak benar. Masak orang bertawasul dan berziarah ke makam Rasulullah SAW bisa menjadi syirik dan kafir? Padahal Allah sendiri di dalam Al-Quran menyanjung utusan-Nya dengan penghormatan tertinggi dari segala jenis penghormatan yang pernah diberikan-Nya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Karenanya, kata Syekh Ahmad Zaini Dahlan, kita wajib menakzimkan orang yang ditakzimkan Allah. Dan Dia memerintahkan untuk itu. Semua bentuk ketakziman kepada Rasulullah SAW sama sekali tidak dilarang sejauh menjaga ketentuan syariah dan rambu-rambu keesaan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? * ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ?.. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Kalau menyifatkan Rasulullah SAW dengan salah satu sifat ketuhanan, tentu saja kita dilarang. M Said al-Bushairi dalam Qashidah Burdah-nya mengatakan,

‘Tinggalkan dakwaan Nashara untuk nabi mereka * Dan tetapkan sesukamu segala pujian bagi Rasulullah dan bijaklah dalam memujinya’

Sanjungan kepada Rasulullah SAW dengan selain sifat ketuhanan, bukan bentuk syirik dan kafir. Justru itu semua terbilang bakti dan bentuk taqarub terbesar kepada Allah. Demikian juga berlaku kepada mereka yang dimuliakan Allah, seperti para nabi, rasul, malaikat, mereka yang teguh iman, syuhada, dan orang saleh. Dalam surah Al-Haj Allah berfirman, ‘Siapa saja yang mengagungkan syiar-syiar-Nya, maka syiar itu adalah ketakwaan hati.’ Masih di surah yang itu juga, ‘Siapa saja menakzimkan yang dimuliakan Allah, maka tindakannya itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya’.”

Bentuk penakziman kepada Rasulullah SAW antara lain menyatakan kebahagiaan di malam kelahiran beliau, membaca kitab maulid, berdiri ketika disebut saat-saat kelahirannya, memberi makanan yang biasa disebut berkat, dan segala bentuk kebaikan yang biasa dilakukan umat Islam di bulan maulid. Semua itu, kata Sayid Ahmad Zaini, diulas ulama secara khusus pada karya mereka. Ulama memberikan perhatian istimewa pada isu ini.

Setuju 100%! kata Syekh Islam Ibrahim al-Bajuri. Dalam menguraikan syair Burdah al-Bushairi di atas, al-Bajuri mengatakan setiap umat Islam harus menyatakan pujian yang layak kepada Rasulullah SAW sesuai dengan pangkat dan derajatnya yang sangat tinggi dan mulia di sisi Allah. Tentu dengan catatan berikut agar tidak offside.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Rasulullah SAW bersabda, “Jangan kalian sanjung aku kelewat batas seperti umat Nashara menyanjung al-Masih. Tetapi sebutlah aku sebagai hamba dan utusan Allah.”

Semua bentuk pemuliaan dan sanjungan tinggi kepada Rasulullah SAW tidak mengandung kebatilan sejauh tidak menempatkannya sebagai Tuhan. Dan warga NU sudah maklum Rasulullah SAW kendati dikaruniakan Allah derajat sangat istimewa, tetap juga posisinya sebagai makhluk. Demikian keterangan al-Bajuri pada Hasyiyatul Bajuri ala Matnil Burdah. Wallahu A’lam (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Berita, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock