Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid

Boyolali, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Guna mempererat sinergitas gerak, sejumlah badan otonom di lingkup wilayah NU Boyolali menggelar kegiatan Diklat Terpadu pada Ahad lalu. Kegiatan yang dilaksanakan di MI Nurul Huda Gejugan, Tanjung Klego tersebut diikuti 4 banom, yakni GP Ansor, Fatayat NU, IPNU dan IPPNU.

Salah satu perwakilan Banom, GP Ansor, yang kebetulan menggelar Pendidikan Kader Dasar (PKD) GP Ansor, Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser, mendukung penuh kegiatan ini.

Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid

“Kegiatan bersama ini sebagai wujud persatuan antar banom NU. Sebagai anak-anak NU, sudah selayaknya saling bersinergi dalam mengawal kaderisasi Nahdlatul Ulama,” papar Ketua PAC GP Ansor Klego Boyolali Alim Bandowi.

Sementara itu, menurut ketua PC IPNU Boyolali Khamidurrohim, sinergitas ini diharapkan tidak hanya berjalan di wilayah pengkaderan semata.

“Kader IPNU dididik dan dipersiapkan untuk menjadi kader Ansor, IPPNU untuk Fatayat, CBP untuk Banser dan KPP untuk Fatser. Sudah semestinya komunikasi tersebut dibangun sejak awal agar komitmen tetap terjaga,” papar dia.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam praktiknya, beberapa rangkaian kegiatan bahkan dijadikan satu forum. Selain PKD dan Diklatsar Diklatama yang diselenggakan GP Ansor, juga diselenggarakan Diklatama Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) IPNU-IPPNU, dan Latihan Kader Dasar (LKD) Fatayat NU. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 17 Februari 2018

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Panitia lokal muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum (PPBU), mengundang lebih dari 20 Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) untuk hadir dalam acara “Forum Diskusi dan Reuni PCINU Internasional” yang rencananya akan ditempatkan di Pondok Pesantren al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.

Acara forum diskusi ini akan berjalan di sela-sela muktamar ke-33 NU berlangsung, yakni tanggal 1, 2, 4, dan 5 Agustus 2016. Target acara ini adalah mempertemukan kaum nahdliyin yang berada di luar negeri, baik yang masih aktif maupun yang sudah purna.

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU

“Tanggal 3 Agustus sengaja dikosongkan karena pada tanggal tersebut di masing-masing pesantren dipakai sidang komisi. Jadi Pondok Pesantren Tambak Beras sepakat mengosongkan semua kegiatan muktamar pada tanggal tersebut, dan mengharuskan semua untuk fokus ke sidang komisi,” kata ketua panitia Latif Malik kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Rabu (28/7).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara ini akan diisi dengan diskusi berbagai tema penting, seperti krisis Timur Tengah dan materi muktamar ke-33 NU. “Forum ini akan dibuat santai, mengingat peserta muktamirin dalam forum muktamar biasanya sudah jenuh dengan materi utama muktamar, jadi yang kita tekankan adalah mempererat silaturrahim antar PCINU,” kata pria yang akrab disapa Gus Latif ini.

Dalam forum di atas, panitia akan memberikan berbagai fasilitas untuk peserta, di antaranya adalah 12 kamar penginapan, terdiri dari 8 putra dan 4 putri. Selain itu, peserta juga akan mendapat kartu identitas peserta dan kartu parkir, serta konsumsi tentu saja. Tamu yang diundang dari luar daerah ini juga dapat meminta panitia untuk menjemput mereka di lokasi terdekat, seperti bandara, stasiun kereta api, dan terminal bus.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk konfirmasi kehadiran dan informasi lebih lanjut, peserta bisa menghubungi M. Najih Arromadloni sebagai pelaksana, di nomor ponsel 081938299525. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, AlaNu, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 16 Februari 2018

Saudi: Kami Akan Kembali ke Islam Moderat, Menjauh dari Wahabi

Riyadh, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan dirinya akan memimpin negaranya dengan semangat kembali kepada Islam moderat.

Pangeran Mohammed menyampaikan hal itu saat peluncuran rencana zona pengembangan ekonomi baru senilai 380 miliar euro, Selasa (24/10), seperti dilansir Telegraph.

Saudi: Kami Akan Kembali ke Islam Moderat, Menjauh dari Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi: Kami Akan Kembali ke Islam Moderat, Menjauh dari Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi: Kami Akan Kembali ke Islam Moderat, Menjauh dari Wahabi

Di hadapan para investor yang berkumpul di Riyadh saat itu, ia menegaskan bahwa rencana modernisasi ekonomi akan berjalan seiring dengan reformasi politik. Hal ini, katanya, untuk menjauhkan Kerajaan dari kolotnya paham Wahabi.

(Baca: Tujuh Megaproyek yang Bakal Ubah Arab Saudi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kami sedang kembali ke kondisi kami sebelumnya—sebuah negara berhaluan Islam moderat yang terbuka untuk semua agama dan dunia," kata pangeran berusia 32 tahun itu.

"Kami tidak akan menghabiskan 30 tahun masa depan hidup kita dengan ide-ide yang merusak. Kita akan menghancurkan mereka hari ini," ujarnya. "Kami akan segera mengakhiri ekstremisme," tambahnya lagi.

Janji sang pangeran ini merupakan tantangan bagi para ulama konservatif Saudi. Sesumbar itu terlontar saat ia mengumumkan proyek NEOM, sebuah zona ekonomi baru yang akan membentang melintasi perbatasan Saudi ke negara tetangga, Mesir dan Yordania.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Zona tersebut direncanakan seluas 26.500 kilometer persegi. Zona ini lebih besar dari Wales dan secara signifikan lebih besar ketimbang negara-negara Timur Tengah lainnya seperti Israel, Lebanon, atau Kuwait.

Proyek ini merupakan peluncuran terbaru dari Pangeran Mohammed, yang mendorong secara agresif untuk proses modernisasi Kerajaan dan keluar dari ketergantungannya pada penghasilan minyak. Sejumlah reformasi ekonomi dan sosial di Arab Saudi merupakan bagian dari Visi 2030 yang telah dicanangkan pihak Kerajaan.

(Baca juga: Sebar Ideologi Kebencian, Arab Saudi Pecat Ribuan Imam Masjid)

Pekan lalu, pihak berwenang Saudi mengatakan bahwa mereka membentuk dewan ilmuwan Islam yang akan melawan interpretasi kekerasan terhadap Al-Quran dan hadits.

Berita pernyataan pewaris tahta Kerajaan Arab Saudi ini juga menjadi sorotan berbagai media internasional lainnya, seperti The Guardian, Aljazeera, CNB, dan lain-lain. Sebelumnya indikasi adanya reformasi sosial dan ekonomi di Arab Saudi sudah berlangsung, seperti dengan terbitnya dekret diperbolehkannya perempuan menyetir, peluncuran proyek wisata pantai, dan sejenisnya yang sebelumnya dinilai tabu oleh negara setempat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 14 Februari 2018

Hukum Mencabut Uban

Assalamu’alaikum wr. w.

Nama saya Hadi, usia sudah kepala empat dan rambut saya mulai beruban. Rasanya gatal sekali dan saya sering meminta isteri untuk mencabuti uban saya. Tetapi akhir-akhir ini isteri males mencabuti uban saya, kata isteri saya hukumnya makruh. Yang ingin saya tanyakan kepada ? pak ustad, pertama bagaimana sebenarnya hukum mencabut uban di kepala? Kedua, berapa jumlah uban Rasulullah SAW? Mohon penjelasan pak ustad. Terimakasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb (Hadi/Kaltim)

?

Hukum Mencabut Uban (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Mencabut Uban (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Mencabut Uban

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Ada dua pertanyaan diajukan kepada kami. Dua pertanyaan tersebut nampak saling bertalian satu dengan yang lainnya Pertama tentang hukum mencabut uban di kepala. Kedua tentang jumlah uban Rasulullah saw. Dan karena keterbatasan ruang dan waktu maka kami akan menjawab pertanyaan yang pertama. Sedang untuk pertanyaan yang kedua akan kami jawab pada kesempatan yang lain. ?

Munculnya uban biasanya selalu diidentikan dengan ketuaan. Identifikasi ini memang tidak sepenuhnya benar sebab ada juga orang usianya masih muda namun beruban. Banyak faktor yang menyebakan rambut kepala kita beruban seperti faktor usia dan banyaknya beban pikiran.

Namun terlepas dari semua itu, menurut ulama dari kalangan madzhab syafi’i—sebagaimana dikemukakan oleh Muhyiddin Syarf an-Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab— bahwa mencabut uban hukumnya adalah makruh. Hal ini didasarkan kepada sabda Rasulullah saw:

? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Jangan kalian mencabut uban karena uban itu adalah cahaya orang muslim kelak di hari kiamat” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Nasa’i)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pandangan ini ditegaskan oleh al-Ghazali, al-Baghawi dan ulama lainnya. Bahkan Muhyiddin Syarf an-Nawawi menyatakan: “Jika dikatakan haram mencabut uban karena adanya larangan yang jelas dan sahih maka hal itu tidak mustahil”. Kemakruhan mencabut uban di sini tidak dibedakan antara mencabu uban jenggot dan uban kepala. Dengan kata lain, mencabut uban yang ada di jenggot dan uban yang ada di kepala hukumnya adalah sama-sama makruh.? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?

“Makruh mencabut uban karena didasarkan kepaa hadits riwayat ‘Amr bin Syuaib dari bapaknya dari kakeknya dari Nabi saw beliau bersabda: ‘Jangan kalian mencabut uban karena uban itu adalah cahaya orang muslim kelak di hari kiamat’. Ini adalalah hadist hasan yang telah diriwayatkan oleh Abu Dawud at-Tirmidzi, Nasai, dan lainnya dengan sanad hasan. At-Tirmidzi berkata: ‘Bahwa hadits ini adalah hadits hasan. Para ulama dari madzhab kami (madzhab syafi’i) berpendapat bahwa makruh mencabut uban. Pandangan ini ditegaskan oleh al-Ghazali sebagaimana keterangan yang terdahulu, al-Baghawi dan ulama lainnya. Seandainya dikatakan haram mencabut uban karena adanya larangan yang jelas maka mungkin saja. Dan tidak ada perbedaan hukum kemakruhanya antara mencabut uban jenggot dan kepala” (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Bairut-Dar al-Fikr, juz, I, hlm. 293)

Namun ada pandangan lain yang dikemukakan oleh imam Abu Hanifah yang terdapat dalam kitab al-Khulashah yang dinukil dari kitab al-Muntaqa. Menurutnya, hukum mencabut uban tidaklah makruh kecuali jika bertujuan untuk berhias diri (tazayyun). Pandangan ini menurut ath-Thahawi sebaiknya tidak dipahami secara literalis. Beliau memberi catatan, bahwa pandangan imam Abu Hanifah tersebut seyogyanya dipahami ketika uban yang dicabut adalah sedikit, tetapi jika banyak maka hukumnya tetap makruh karena adanya hadits yang melarang untuk mencabut uban yang diriwayatkan Abu Dawud sebagaimana disebutkan di atas.? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Di dalam kitab al-Khulashah yang dinukil dari kitab al-Muntaqa terdapat keterangan yang menyatakan bahwa imam Abu Hanifah tidak memakruhkan mencabut uban kecuali dengan tujuan berhias diri. Dan seyogynya pandangan ini dipahami ketika uban yang dicabut adalah sedikit, namun jika banyak maka hukumnya tetap makruh berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud: ‘Jangan kalian mencabut uban karena uban itu adalah cahaya orang muslim kelak di hari kiamat’” (Lihat, ath-Thahawi, Hasyiyah ‘ala Maraqi al-Falah Syarh Nur al-Idlah, Bulaq-Mathba’ah al-Amiriyah al-Kubra, 1318 H, h. 342).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Bagi orang yang sudah beruban tak perlu risau dan malu dengan ubannya karena uban adalah cahaya orang muslim kelak di hari kiamat. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

?

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb

?

Mahbub Ma’afi Ramdlan

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 08 Februari 2018

Hilal Terlihat di Gresik

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Alhamdulillah, hilal atau sebagai pertanda masuknya awal bulan Syawal terlihat di bukit Condro Dipo Desa Kembangan Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik pukul 17.37 WIB. Dengan demikian Idul Fitri akan bersamaan.

Hilal Terlihat di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Terlihat di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Terlihat di Gresik

Dua orang saksi yang melihat hilal adalah H Inwahuddin dan Ahmad Azar, tim dari LFNU.

“Meskipun sudah ada yang melihat bulan, keputusan resminya akan menunggu sidang isbat di Kementerian Agama,” kata Nahari Muslih, sekretaris Lajnah Falakiyah NU, Rabu (8/8).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari sejumlah laporan yang masuk ke tim Lajnah Falakiyah NU di gedung PBNU, sejumlah lokasi seperti Papua, Makassar, Bali, Masjid Agung Jawa Tengah, Blitar dan lainnya semuanya mendung tebal. Pesimisme menghantui karena adanya kekhawatiran lebaran jatuh pada hari Jum’at. Terlihatnya di Gresik menjadi kabar gembira bagi semuanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, Nasional, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 03 Februari 2018

1000 Personel Keamanan Muktamar Digembleng ala Marinir

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Seribu personil dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Pencak Silat NU Pagar Nusa, dan Corps Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar NU akan mendapat gemblengan oleh Marinir di Mako Marinir Karang Pilang Surabaya. Mereka dipersiapkan untuk menjaga keamanan pada Muktamar ke-33 NU yang bakal digelar di Jombang, 1-5 Agustus mendatang.

1000 Personel Keamanan Muktamar Digembleng ala Marinir (Sumber Gambar : Nu Online)
1000 Personel Keamanan Muktamar Digembleng ala Marinir (Sumber Gambar : Nu Online)

1000 Personel Keamanan Muktamar Digembleng ala Marinir

"Untuk keamanan muktamar ini, sesuai rencana melibatkan 1000 personel. Mereka akan mendapat pelatihan di Mako Marinir, Karang Pilang, Surabaya. Pelatihan khusus berlangsung selama satu minggu, peserta akan dikirim secara bertahap," ujar Zulfikar D Ikhwanto Ketua GP Ansor Jombang.

Dikatakan, 1000 personel tim keamanan muktamar itu terdiri dari 750 anggota Banser, 50 personel dari Corps Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar NU, dan 200 pendekar PSNU Pagar Nusa. "Panitia memprediksi jumlah peserta dan pengunjung muktamar mencapai 40 ribu orang, sehingga butuh tenaga keamanan yang memiliki kemampuan memadai sekaligus persiapan matang," tandasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Personel keamanan Muktamar ke 33 NU ini lanjutnya diambilkan dari kader-kader terbaik badan otonom NU.  Mereka direkrut melalui seleksi ketat, untuk bisa bergabung sebagai tim keamanan muktamar. "Menu pelatihan nanti meliputi fisik dan mental, sehingga bisa menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan muktamar," jelas Zulfikar.

Muktamar ke-33 NU rencananya bakal dihadiri Presiden Joko Widodo serta Wapres Jusuf Kalla. Sebagai tuan rumah, Pemkab Jombang tidak ingin tamu yang datang mendapat kesulitan, baik akomodasi maupun transportasi. Adapun lokasi Mukamar bakal menempati lima tempat. "Alun-alun Jombang sebagai lokasi utama, kemudian Pesantren Tebuireng, Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, dan Pesantren Darul Ulum Rejoso, serta Pesantren Mambaul Maarif Denanyar," kata Mundjidah Wahab, Wakil Bupati Jombang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut rencana, sebanyak 1.200 orang peserta menempati Pesantren Tebuireng, Kemudian Pesantren Bahrul Ulum sebanyak 1.200 peserta. Sementara pesanten Darul Ulum Rejoso sebanyak 1000 peserta, dan pesantren Mambaul Maarif sebanyak 500 peserta. (Muslim Aburrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 31 Januari 2018

NU Siapkan 27 Titik Posko Mudik Berbasis Masjid, Ini Keistimewaannya

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Selain menyelenggarakan program mudik gratis setiap tahun, Nahdlatul Ulama (NU) melalui Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) NU juga mendirikan posko mudik berbasis masjid. Jumlah posko mudik yang didirikan NU ada 27 titik dari Merak di Banten hingga Ketapang di Banywangi.

Sekretaris LTMNU, H Ibnu Hazen menjelaskan bahwa NU berkomitmen melayani warga NU yang hendak pulang kampung saat momen Lebaran tiba. Tindak lanjut dari program mudik bareng, NU juga telah menyiapkan posko mudik berbasis masjid.

NU Siapkan 27 Titik Posko Mudik Berbasis Masjid, Ini Keistimewaannya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Siapkan 27 Titik Posko Mudik Berbasis Masjid, Ini Keistimewaannya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Siapkan 27 Titik Posko Mudik Berbasis Masjid, Ini Keistimewaannya

“Melalui masjid, NU menyapa umat. Masjid sangat strategis untuk melayani para pemudik. Selain untuk beribadah, juga bisa diberdayakan untuk kebutuhan istirahat dan mandi,” ujar Ibnu, Jumat (17/6) di Jakarta.

Fungsi tersebut menurutnya, merupakan keistimewaan tersendiri yang tidak didapatkan di posko mudik biasa. Adapun petugas yang nanti melayani di posko yaitu para kader NU yang selama ini aktif menjadi muharrik (penggerak) masjid.

Dalam mudik gratis bareng NU di tahun 2016, Ibnu menerangkan bahwa pemeberangkatan mudik serentak akan dilaksanakan pada 2 Juli 2016 di Gedung PBNU. Sebelumnya, pendaftaran mudik dilaksanakan pada 18 Juni 2016, kemudian penukaran tiket akan dilaksanakan pada 25 Juni 2016 mendatang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Setiap tahun, warga NU cukup antusias dengan program mudik bareng yang dilaksanakan NU ini. Mereka juga kerap antri tiket dari pagi hingga malam hari hanya demi bisa ikut mudik bareng NU yang selama ini melayani dengan baik melalui kendaraan bus yang sangat memadai. Selain itu, NU juga menyediakan menu berbuka puasa untuk para peserta mudik agar tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Aswaja, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 23 Januari 2018

Sastra Purnama, Cara Gusdurian Semarang Sebar Pesan Damai

Semarang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Di tengah maraknya ujaran kebencian dan berita hoaks di media yang dapat memecah belah keutuhan NKRI, para penggerak Gusdurian terus berusaha menebar perdamaian. Jumat malam (03/11), ratusan pemuda yang tergabung dalam komunitas Gusdurian Semarang, Gusdurian Malang, Sabda Perubahan, dan Gubuk Tulis menyelenggarakan

Sastra Purnama, Cara Gusdurian Semarang Sebar Pesan Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Sastra Purnama, Cara Gusdurian Semarang Sebar Pesan Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Sastra Purnama, Cara Gusdurian Semarang Sebar Pesan Damai

Sastra Purnama





Sastra Purnama adalah  acara seni dan sastra yang diselenggarakan di setiap malam bulan purnama. Mengangkat tema Harmoni Cinta dalam Bhinneka, Sastra Purnama kali ini juga disambut antusias oleh berbagai komunitas di Semarang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara diisi dengan pembacaan puisi, orasi Media Damai, orasi cinta oleh salah satu penggerak Gusdurian Semarang. Acara juga menampilkan musik-musik akustik dan performance art dari berbagai kalangan, baik dari tokoh agama, perwakilan komunitas dan individu. Sebelum penutup, dengan Al Muiz Liddinillah selaku pendiri komunitas Gubuk Tulis membacakan doa literasi dengan khidmad.

Dalam orasi media damai disebutkan, menurut Kominfo ada 800ribu situs penyebar hoaks di Indonesia saat ini di tengah rendahnya budaya minat baca masyarakat, tidak heran apabila sebaran hoaks semakin tidak terbendung. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Para pemuda harus lebih giat lagi menjadi aktifis literasi baik di dunia nyata ataupun di dunia maya, intinya bagaimana masyarakat dapat terbantu memiliki bahan bacaan yang baik, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu dan berita hoaks,” kata Muhammad Yasin dalam orasinya. 

Abdul Ghofar, Koordinator Gusdurian Semarang mengatakan  perbedaan adalah sesuatu yang indah, seperti pelangi yang terdiri  dari beragam warna. Dengan adanya Sastra Purnama ini, harapannya Indonesia pada umumnya dan Semarang khususnya mampu menjaga  dan merawat kerukunan antar sesama manusia.  

“Kemanusiaan adalah titik temu diantara  keberbedaan kita. Inilah harmoni cinta yang muncul ditengah kemajemukan latar belakang agama,  ras,  suku diantara kita," kata Abdul Ghofar.

Acara yang berlangsung di Pelataran Gereja Katolik Santa Theresia Bongsari Semarang ini ditutup dengan menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa oleh seluruh tamu yang hadir dengan dipandu Romo Didik, Pastor Kepala Paroki. (Nabila/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Ahlussunnah, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 20 Januari 2018

Obama Ungguli Hillary Jelang Kaukus Iowa

Des Moines, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Barack Obama, unggul atas saingannya, Hillary Clinton dan John Edwards, menjelang kaukus Iowa, Kamis (03/01). Demikian jajak pendapat oleh Des Moines Register, Senin.



Obama Ungguli Hillary Jelang Kaukus Iowa (Sumber Gambar : Nu Online)
Obama Ungguli Hillary Jelang Kaukus Iowa (Sumber Gambar : Nu Online)

Obama Ungguli Hillary Jelang Kaukus Iowa

Jajak pendapat pada orang- orang yang kemungkinan menghadiri kaukus itu memberikan 32 persen suara kepada Obama dibandingkan 25 persen bagi mantan ibu negara AS itu serta 24 persen bagi mantan nominator wapres Demokrat John Edwards.

Hasil jajak pendapat ini bisa menjadi petunjuk kuat di Iowa, negara bagian yang selama ini terkenal sulit disurvei. Pemilih Iowa juga biasanya menetapkan pilihan belakangan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kubu Hillary menolak metodologi jajak pendapat Register itu dengan mengatakan itu terlalu menekankan kemungkinan peran dari pemilih independen dalam kaukus. Juga dikatakan, jajak pendapat itu bertentangan dengan survei lain yang ada.

Seorang jubir Hillary mengatakan jajak pendapat baru itu tidak secara akurat mencerminkan tren yang dilihat kubu Hillary di jajak-jajak pendapat lain.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Para pemilih harus mengerti ini adalah pertarungan yang sangat ketat dan bahwa partisipasi mereka pada malam kaukus akan membuat perbedaan," kata jubir Phil Singer seperti dilansir sumber Kompas.

Des Moines Register mengatakan, naiknya perolehan Obama disebabkan gelombang peserta kaukus yang pertama kali dan mereka yang sebelumnya pemilih independen. Hasil pol memperlihatkan perubahan yang cepat dalam lomba ke Gedung Putih itu. Perolehan Obama naik empat poin dibandingkan jajak pendapat Register yang terakhir pada akhir November, sedangkan perolehan Edwards dan Hillary sama

Sementara Washington Post melaporkan bahwa Hillary dan Obama masing-masing telah mengumpulkan 100 juta dollar AS untuk mendanai kampanye mereka tahun 2007. Untuk pertama kalinya dua bakal calon itu melewati ambang batas itu sebelum berlangsung kaukus.

Di kalangan Partai Republik, jajak pendapat itu memperlihatkan Mike Huckabee, mantan gubernur Arkansas, meraih 32 persen dukungan. Dia unggul atas mantan gubernur Massachusetts Mitt Romney yang meraih 26 persen dukungan. Senator Arizona John McCain pada posisi ketiga dengan 13 persen, naik 6 poin dari hasil akhir November.

Kubu Edwards mempertanyakan akurasi jajak pendapat itu, dengan alasan dilakukan selama masa liburan Natal. Jajak pendapat juga dilakukan akhir pekan ketika sulit mendapatkan responden yang representatif. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, Pesantren, Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 13 Januari 2018

Ikut Munas, Nikmati Sega Jamblang

Cirebon, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Sebelum persidangan komisidi mulai, Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 rame-rame peserta menikmati sarapan pagi dengan menu Sega (nasi) Jamblang. Mereka jalan beberapa kilometer dari arena munas.

“Wah, aku pengin nikmati nasi jamblang, rek,” ujar Anam, salah seorang peserta dari Jawa Timur  dengan logat jawa timuran yang kental. Anam beserta tujuh orang temannya pinjem mobil panitia untuk menikmati nasi jamblang Ahad pagi (16/9).

Ikut Munas, Nikmati Sega Jamblang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikut Munas, Nikmati Sega Jamblang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikut Munas, Nikmati Sega Jamblang

Mencari makanan khas wong Cirebon itu tidaklah susah, karena banyak di jajakan penjual di sepanjang raya Jamblang, asal muasal makanan itu. Dari arena Munas, diperempatan Palimanan ke kiri, hanya berjarak lebih kurang 3 kilometer ke arah Jawa Tengah.  

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam sejarah tercatat, sega Jamblang pada awalnya diperuntukan bagi para pekerja paksa pada zaman Belanda yang sedang membangun jalan raya Daendels dari Anyer ke Panarukan yang melewati wilayah Kabupaten Cirebon.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sega Jamblang saat itu dibungkus dengan daun jati, mengingat bila dibungkus dengan daun pisang kurang tahan lama sedangkan jika dengan daun jati bisa tahan lama dan tetap terasa pulen. Hal ini karena daun jati memiliki pori-pori yang membantu nasi tetap terjaga kualitasnya meskipun disimpan dalam waktu yang lama.

Walaupun menunya sangat beraneka ragam, namun harga makanan ini relatif sangat murah. Karena pada awalnya makanan tersebut diperuntukan bagi para pekerja buruh kasar di Pelabuhan dan kuli angkut di jalan Pekalipan

Menu yang tersedia biasanya antara lain sambal goreng, tahu sayur, paru-paru (pusu), semur hati atau daging, perkedel, sate kentang, telur dadar, telur masak sambal goreng, semur ikan, ikan asin, tahu dan tempe. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Wasdiun 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Meziarahi Makam Kasepuhan Raja Sumedang Jelang Ramadhan

Sumedang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menjelang bulan suci Ramadhan, keluarga besar Nahdlatul Ulama Desa Cigendel? Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat melaksanakan ziarah ke kompleks pemakaman para kasepuhan pendiri kerajaan Sumedang Larang.

Pemakaman yang diziarahi antara lain makam Nangtung Eyang Jaga Baya, Eyang Mira Maya, Eyang Singa Kerta, makam Pasarean Pangeran Santri, Pangeran Kornel, makam Dayeuh Luhur Eyang Jaya Perkasa, dan Kanjeng Prabu Geusan Ulun.

Meziarahi Makam Kasepuhan Raja Sumedang Jelang Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Meziarahi Makam Kasepuhan Raja Sumedang Jelang Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Meziarahi Makam Kasepuhan Raja Sumedang Jelang Ramadhan

Kegiatan ziarah yang berlangsung Sabtu (28/5) ini dipimpin oleh Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Pamulihan Kiai Didin. Menurutya, kegiatan ziarah seperti ini merupakan tradisi NU yang harus dilestarikan. Apalagi ziarahnya dilakukan menjelang bulan Ramadhan, itu sangat dianjurkan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Peserta ziarah sengaja memilih makam-makam raja Sumedang untuk mengenal lebih jauh silsilah dan sejarah Sumedang. “Melalui ziarah dan napak tilas ke raja-raja Sumedang seperti ini diharapkan rasa menghormati sejarah dan kecintaan mereka terhadap tanah kelahirannya semakin tinggi,” lanjut Kiai Didin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Adapun Ketua Pengurus Ranting NU Desa Cigendel Ocin Abdul Rouf mengatakan, maksud tujuan kegiatan ziarah maqbaroh ini yaitu dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, di samping demi menjaga tradisi-tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah ala NU.

“Kegiatan ini baru pertama kali di laksanakan oleh Pengurus Ranting NU Desa Cigendel, mudah-mudahan kegiatan ziarah maqbaroh seperti ini bisa terus terlaksana dan menjadi agenda bulanan bagi kita selaku KBNU Desa Cigendel," ujarnya.

Kegiatan ziarah maqbaroh ini diikuti oleh seluruh warga KBNU Desa Cigendel dan diikuti juga oleh Syuriah MWC NU Kecamatan Pamulihan, pengurus PAC GP Ansor Pamulihan, Pengurus PRNU Cigendel, dan Muslimat NU Cigendel. (Dudi Abdurohman/Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 30 Desember 2017

Jawaban Masail Maudluiyah Tidak Halal-haram

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudlu’iyah Munas dan Konbes NU pada 14-17 September 2012 mendatang akan menjawab berbagai persoalan (masail) yang diajukan oleh masyarakat secara konseptual. Format jawaban bersifat argumentatif yang mencerminkan sebuah pemikiran utuh, bukan sekedar halal-haram.

Jawaban Masail Maudluiyah Tidak Halal-haram (Sumber Gambar : Nu Online)
Jawaban Masail Maudluiyah Tidak Halal-haram (Sumber Gambar : Nu Online)

Jawaban Masail Maudluiyah Tidak Halal-haram

“Kita ingin kembali pada format jawaban pada Munas-Munas NU dulu. Jadi bukan model tanya-jawab,” ujar Sekretaris Komisi KH Mujib Qulyubi kepada NU Oonline, di Jakarta, Selasa (4/9) sore.

Menurutnya, kebijakan  ini merupakan harapan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sendiri. Cara menjawab semacam ini sesungguhnya telah dirintis sejak Munas NU di Situbondo, Lampung dan Lombok. Sajian jawaban lebih argumentatif dilengkapi ta’rif (definisi), adillah (dalil-dalil), serta posisi NU dalam mengambil sikap.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hal ini akan berbeda dengan jawaban yang diberikan kepada masail waqi’iyah (persoalan-persoalan aktual) yang menekankan pada jawaban hukum atas pertanyaan tentang isu partikular, dan dengan jawaban hukum yang lugas (halal-haram). Masail Maudhu’iyah (persoalan tematik) lebih mengedepankan susunan gagasan berparagraf yang sistematis.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada Munas dan Konbes yang digelar di Pesantren Kempek Cirebon ini Komisi Bahtsul Masail Ad-Diniyah al-Maudlu’iyah akan fokus pada tema besar seputar konsep negara dalam prespektif Ahlussunnah wal Jamaah. Isu yang diangkat di antaranya adalah bentuk dan dasar negara, kewajiban rakyat kepada negara, pemerintah yang amanah, kekayaan negara, kedaulatan negara, dan bela negara.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 24 Desember 2017

LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim

Bandung, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menggelar “Pelatihan Desain Perencanaan, Monev, dan Pelaporan” untuk pelaksana program penguatan kelembagaan penanggulangan bencana di Jawa Timur, selama empat hari, 25-28 Agustus 2014 di Hotel Gumilang Regency Bandung, Jawa Barat.

LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim

Pelatihan hasil kerja sama antara LPBI NU dan pemerintah Australia melalui AIFDR (Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction) dan AIPD (Australia Indonesia Partnership for Decentralization) tersebut diikuti oleh 26 peserta dari empat kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yaitu: Situbondo, Sampang, Malang dan Trenggalek.

Pelatihan ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas tim pelaksana program agar dapat bekerja sesuai rencana di kabupaten masing-masing. Dalam “Pelatihan Desain Perencanaan, Monev, dan Pelaporan” ini dibahas tiga materi pokok, yaitu desain perencanaan, monitoring dan evaluasi (monev), serta desain pelaporan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PBNU KH. Abbas Mu’in saat membuka acara ini menyampaikan, sebagai lembaga dakwah NU memiliki tanggung jawab untuk memberi ruang sebesar-besarnya bagi masyarakat untuk mengaktualisasikan diri di tengah masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kita harus punya beran di semua aspek, terrmasuk di dalamnya penanggulangan bencana dan pemeliharaan lingkungan. Abbas Muin juga berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang bisa diimplementasikan oleh peserta di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Bina Suhendra, Bendahara Umum PBNU, dalam sambutannya menekankan tentang pentingnya manajemen dalam sebuah program. Menurutnya, dalam program terdapat lima komponen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan (monitoring), evaluasi, dan pelaporan. Berkaitan dengan hal itu, ia menilai pelatihan ini menjadi penting karena membahas semua komponen tersebut.

Ketua LPBINU Avianto Muhtadi mengatakan, terkait upaya penanggulangan bencana, perubahan iklim, dan pelestarian lingkungan, LPBINU perlu menggandeng masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.? LPBI NU berharap, semoga pelatihan ini tidak hanya bermanfaat bagi peserta pelatihan, tetapi juga bagi masyarakat secara luas di Jawa Timur.

Hadir sebagai narasumber Wakil Sekjen PBNU dr. H. Syahrizal Syarif; bersama trainer (pelatih) dalam pelatihan ini, Henry Pirade dari Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) dan Yayah Ruchyati dari LPBINU.

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan untuk menyusun desain program pengurangan risiko bencana, membuat instrumen serta melakukan monitoring dan evaluasi, menyusun laporan kegiatan dan? laporan program,? serta memahami strategi program dan memantau perkembangan kegiatan pengurangan risiko bencana di kabupaten masing-masing. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Anti Hoax, Hadits Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Peringati Maulid Nabi, Muslimat NU DKI Tegaskan Pentingnya Persatuan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama DKI Jakarta kembali menyelenggarakan pengajian bulanan pada Sabtu (24/12) pagi. Pengajian berlangsung di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat kali ini dirangkai sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Hadir sebagai pembicara adalah? Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar. Pada kesempatan tersebut Mustasyar PBNU menyampaikan agar dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dapat mengambil suri tauladan Rasulullah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Peringati Maulid Nabi, Muslimat NU DKI Tegaskan Pentingnya Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Maulid Nabi, Muslimat NU DKI Tegaskan Pentingnya Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Maulid Nabi, Muslimat NU DKI Tegaskan Pentingnya Persatuan

Kiai asal Sulawesi Selatan tersebut mengingatkan, disamping pentingnya ibadah ritual, juga beribadah dalam bentuk menjaga hubungan yang baik dengan sesama manusia.

“Kita sebagai satu kelompok yang menjaga ajaran Aswaja harus bisa memberikan contoh yang baik dan menjaga kebersatuan,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam wawancara dengan Internet Marketer Nahdlatul Ulama sesaat setelah acara, Ketua Muslimat NU DKI Jakarta Hizbiyah Rochim mengatakan persatuan harus terus digalakkan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Itu sebabnya dalam setiap acara NU di mana-mana selalu dikumandangkan lagu Hubbul Wathon. Termasuk oleh Muslimat NU,” terang Hizbiyah.

Ia mengatakan tentang pengajian rutin bulanan Muslimat NU DKI Jakarta selalu mengundang KH Nasaruddin Umar sebagai penceramah tetap. Materi ceramah yang disajikan juga bertautan dengan materi pengajian sebelumnya, namun setiap momen peringatan khsusus disesuaikan dengan peringatan khusus tersebut, misalnya pada hari ini bertema Maulid Nabi.

Menurut Hizbiyah pengajian bulanan Muslimat NU DKI digelar selama beberapa jam, dimulai pada pukul delapan pagi. Jamaah melakukan zikir, membaca surat Yasin, tahlil, dan salawat. Waktu yang dihabiskan untuk itu bisa sekitar 1,5 jam.

“Pengajian Muslimat NU DKI Jakarta diperbanyak bacaan zikir, yasin, tahlil, dan salawat. Ini untuk memohon keselamatan bangsa, negara dan kita semua,” ujar Hizbiyah.

Pengajian bulanan Muslimat NU DKI Jakarta selalu dipenuhi jamaah yang berasal warga NU dan masyarakat umum. Seperti pada Sabtu ini sedikitnya 1200 jamaah hadir. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pemurnian Aqidah, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 23 Desember 2017

KH Nuril Huda: Tanpa Organisasi Orang Cenderung Hitam Putih

Sidoarjo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Deklarator Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) KH Nuril Huda mengatakan bahwa menghadapi persoalan yang tengah terjadi di masyarakat tidak bisa diselesaikan secara hitam putih. Melainkan dengan menempatkan persoalan itu secara kontekstual. Salah satunya dengan berorganisasi.

"Organisasi merupakan wadah untuk bergaul. Tanpa organisasi, orang akan cenderung kaku dan hitam putih. Organisasi PMII merupakan salah satu wadah yang luwes dalam menghadapi persoalan," kata Kiai Huda saat orasi budaya pada acara pra konferensi cabang PMII Sidoarjo di halaman Dispora Sidoarjo, Jumat (1/1) malam.

KH Nuril Huda: Tanpa Organisasi Orang Cenderung Hitam Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Nuril Huda: Tanpa Organisasi Orang Cenderung Hitam Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Nuril Huda: Tanpa Organisasi Orang Cenderung Hitam Putih

Kiai Nuril berharap kepada seluruh kader PMII Sidoarjo di dalam mengambil langkah gerak, untuk tetap berpegang teguh kepada ajaran Annahdliyah serta nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, untuk memajukan kehidupan sosial harus sesuai dengan tuntunan kehidupan dan menempatkan agama sebagai pondasinya. "Agar pembangunan bisa berjalan sesuai harapan, maka ilmu pengetahuan harus didasari dengan agama," tegasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara pra konferensi cabang PMII Sidoarjo yang bertajuk "PMII Berbudi, Berdaya dan Berbudaya" ini diharapkan agar kader dan para aktivis PMII cabang Sidoarjo tetap berada pada jalurnya serta mampu berkomitmen pada PMII.

Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Sidoarjo M Zainal Abidin mengapresiasi kinerja Gigin Anggi Zuarinsa selama dirinya memimpin PMII Sidoarjo dari tahun 2014 hingga 2015 ini.

Acara yang dihadiri Deklarator PMII KH Nuril Huda, Ketua Mabincab Sidoarjo M Zainal Abidin, seluruh pengurus PK PMII se-Sidoarjo itu berjalan penuh khidmat. Seluruh keterampilan dan seni budaya juga ditampilkan oleh setiap PK PMII Sidoarjo seperti pencak silat, teater dan lain sebagainya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Meme Islam, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 20 Desember 2017

Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang

Cikarang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Boleh jadi Ahad, 19 Februari 2012 merupakan hari yang bersejarah bagi Keluarga Besar Nahdlatul Ulama di Kawasan Perumahan Lippo Cikarang khususnya Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Lippo Cikarang.

Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang

Hari yang monumental karena pada hari itu segenap punggawa PAC Fatayat NU Lippo Cikarang menyelenggarakan peringatan Maulid Akbar Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW.

“Ini merupakan peringatan Maulid pertama di masjid kami, sangat bersejarah bagi kami tentunya,” ujar ustadzah Anna Widhiharto selaku Ketua PAC Fatayat NU Lippo Cikarang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara yang dimulai tepat Pukul 09.00 WIB ini dihadiri sekitar 700-an jema’ah yang mayoritas terdiri dari jama’ah ibu-ibu Fatayat NU. Gema Sholawat Al-Barzanji mengalun dengan indahnya di bawakan oleh para santri dari Pondok Pesantren Ashshiddiqiyyah 3 Karawang asuhan KH Hasanuri Hidayatullah.

Taushiyah pertama disampaikan oleh Habib Alwi Ba’alawi pengasuh Majelis Ahbaburrasul Karawang. Dalam taushiyahnya ia mengatakan bahwa Peringatan Maulid Nabi merupakan bukti cinta kita kapada Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW. Menjadi media untuk memperbaiki akhlak keseharian kita dengan mencontoh akhlak mulia Kanjeng Nabi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sang Habib menyampaikan taushiyahnya dengan begitu bersemangat sehingga mampu menyalakan api semangat segenap hadirin untuk tetap beristiqomah dalam bingkai ajaran ahlussunnah wal jama’ah.

Taushiyah yang kedua disampaikan oleh H Muhammad Cholil Nafis, wakil ketua Lembaga Bahtsul Masail NU. Dalam taushiyahnya ia mengatakan bahwa dalam berdakwah esensinya tidak boleh berubah, namun demikian metodenya boleh disesuaikan dengan perkembangan zaman. Termasuk diantaranya adalah peringatan maulid yang masih dipersoalkan oleh sebagian kecil warga muslim yang cenderung ekstrim.

Sang Kiai mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan ketidakpahaman mereka dalam memaknai maulid itu sendiri.

Tepat pukul 11.45 acara dilanjutkan dengan dialog interaktif tentang ke-NU-an. Sejumlah hadirin menjawab dengan antusias terhadap sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh pembawa acara. Sejumlah buku-buku terbitan pesantren diberikan secara gratis di sesi ke-NU-an tersebut.

Sejumlah buku-buku tersebut diantaranya adalah terbitan dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, keluaran dari Pondok Pesantren Langitan Tuban, dan banyak lagi yang lainnya.

Lippo Cikarang bersholawat diantara rinai-rinai hujan yang membasuh bumi Allah sedari subuh. Untaian hikmah maulid merasuk dalam hati dan terasa sejuk, sesejuk buliran embun fajar pagi. Wahai Kanjeng Nabi SAW, kami rindu padamu.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Arief Widhiharto

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Anti Hoax, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 19 Desember 2017

Kitab Sanad Ulama-ulama Nusantara Karya Syekh Yasin al-Fadanî

Ini adalah kitab “al-‘Iqd al-Farîd min Jawâhir al-Asânid” karangan ulama besar hadits dunia Islam sekaligus “musnid al-dunyâ” pada zamannya, yaitu Syekh Muhammad Yâsîn ibn ‘Îsâ al-Fâdanî al-Makkî (dikenal dengan Syekh Yasin Padang, 1335-1410 H/ 1917-1990 M).

Syekh Yasin Padang lahir, besar, berkarir, dan wafat di Makkah, dari kedua orang tua yang berasal dari Nusantara, tepatnya dari Padang, Sumatera Barat. Syekh Yasin Padang berkebangsaan Saudi Arabia. Ayahnya, Tuan Isa bin Udik, adalah generasi pertama yang hijrah dari Padang ke Makkah pada akhir abad ke-19 M.

Kitab Sanad Ulama-ulama Nusantara Karya Syekh Yasin al-Fadanî (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Sanad Ulama-ulama Nusantara Karya Syekh Yasin al-Fadanî (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Sanad Ulama-ulama Nusantara Karya Syekh Yasin al-Fadanî

Syekh Yasin Padang dikenal sebagai ulama besar dunia Islam dalam bidang hadits dan asânid (sanad) pada paruh kedua abad ke-20 M. Beliau mengajar di Masjidil Haram dan menjadi salah satu pemuka ulama terbesar di sana, sekaligus mengampu Madrasah Dâr al-‘Ulûm al-Dîniyyah, sebuah institusi pendidikan keilmuan agama Islam terkemuka di Makkah.

Ada banyak julukan kemuliaan yang disematkan kepadanya, seperti Ilmud Dîn (pelita ilmu pengetahuan agama), al-muhaddits (guru besar hadits), al-‘allâmah (seorang yang kapasitas keilmuannya di atas rata-rata), musnidud dunyâ (mata rantai periwayatan hadits pada zamannya), dan lain-lain. Karena itu, tidaklah mengherankan jika murid-murid Syekh Yasin Padang adalah para ulama sentral dari berbagai pelosok dunia Islam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Syekh Yasin Padang terhitung sebagai ulama besar terakhir asal Nusantara yang berkarir di Haramain, karena setelah kewafatan beliau (1990 M), belum muncul lagi sosok ulama besar dari Nusantara yang karirnya cemerlang di Tanah Suci.

(Baca juga: Cara Syekh Yasin al-Fadani Mengader Kiai Sahal Mahfudh)



Karya pemikirannya lahir lebih dari seratus buah, kesemuanya ditulis dalam bahasa Arab dan mengkaji pelbagai bidang keilmuan Islam, mulai dari ilmu tauhid (teoilogi Islam), fikih (yurisprudensi Islam), ushul fikih (filsafat yurisprudensi Islam), balaghah (retorika), manthiq (logika), hadits, dan utamanya dalam bidang ilmu transmisi intelektual atau ilmu sanad (‘ilm al-asânid wa al-tsabat wa al-ijâzah). Dalam rentang sejarah keilmuan Islam selama kurun waktu 14 abad ini, bisa dikatakan Syekh Yasin Padang adalah orang pertama yang menghimpun karangan ilmu sanad ulama-ulama Islam sepanjang zaman dan dari pelbagai pelosok dunia. Karena ini pulalah, beliau dijuluki “musnid al-dunyâ”.

Salah satu karya terpenting Syekh Yasin Padang dalam bidang “ilmu sanad” ini adalah kitab “al-‘Iqd al-Farîd min Jawâhir al-Asânid”. Kitab ini menghimpun kumpulan sanad ulama-ulama Nusantara. Dalam konteks kajian sejarah peradaban dan keilmuan Islam Nusantara, tentu kitab ini memiliki kedudukan yang sangat penting dan istimewa, karena dalam kitab inilah jejaring dan genealogi intelektual para ulama Nusantara dapat terlacak dan terbaca dengan sangat jelas dan runut.

Saya mendapatkan naskah kitab ini dari sahabat saya, al-Fadhil Nanal Ainal Fauz, kiyai muda yang aktif mengkurasi karya-karya ulama Nusantara dan mendigitalisasinya, sekaligus salah satu pendiri Komunitas dan Yayasan Turats Ulama Nusantara di tahun 2016 lalu. Naskah tersebut bertebal 152 halaman dengan format cetak batu (litografi).

Tidak ada kolofon yang menginformasikan kapan kitab ini secara pasti ditulis. Naskah “al-‘Iqd al-Farîd” yang saya dapatkan adalah naskah versi cetakan “Dâr al-Saqqâf” Surabaya (Jawa Timur), dengan titimangsa cetak bulan Rajab tahun 1401 Hijri (Mei 1981 Masehi). Besar kemungkinan kitab ini ditulis pada tahun yang sama dengan tahun percetakannya. Tertulis pada halaman akhir kitab;

? ? ? ? ? ? ? ? 1401 ? // ? ? ? // ? ? ? ? ?// ?.?. 127// ? – ?

(Telah selesai dengan memuji kepada Allah, pada bulan Rajab tahun 1401 Hijri, mencetak kitab ini, pada percetakan Dâr al-Saqqâf, po box 127 Surabaya, Indonesia).

Pada halaman kedua naskah ini, didapati tulisan tangan Syekh Yasin Padang dalam bahasa Arab bercorak Riq’î, menyatakan jika beliau telah meriwayatkan dan menghijazahkan (melisensikan) kitab ini kepada al-Mukarram KH. Sahal Mahfuzh (Kajen, Pati, w. 2014), mantan ketua umum MUI dan Rois ‘Am PBNU. Tertulis di sana;

?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. 18/ 12/ 1401.

(Aku telah memgijazahkan semua kandungan risalah ini yang bernama “al-‘Iqd al-Farîd min Jawâhir al-Asânîd” dan semua kitab-kitab yang diriwayatkan olehku, kepada saudaraku di jalan Allah, seorang Ustadz Muda, Sahal Mahfuzh dari Kajen Pati. Aku berwasiat kepadanya dan kepada diriku agar senantiasa bertakwa dalam keadaan ramai dan sepi, dan aku berharap darinya agar tidak melupakanku dalam doa-doa kebaikannya, dalam khalwat dan jalwatnya. Telah mengatakan dan menulis akan hal ini dengan tangannya sendiri, pelayan kecil atas hadits dan ilmu sanad, seseorang yang mengharapkan ampunan tuhannya, ‘Ilmuddîn, Abû al-Faidh, Muhamamd Yâsîn ibn Muhammad ‘Îsâ al-Fâdânî al-Makkî. Tertanggal 18/12 [?]/ 1401 Hijri).

Sebagaimana telah disinggung di atas, bahwa kitab “al-‘Iqd al-Farîd min Jawâhir al-Asânîd” ini menghimpun sanad keilmuan ulama-ualam Nusantara. Pada halaman 4 (empat), bab sanad kitab-kitab hadits, entri sanad kitab hadits “Shahîh Bukhârî” (al-Jâmi’ al-Shahîh), didapati sanad keilmuan yang diriwayatkan oleh Syekh Yasin Padang dari jalur sanad ulama-ulama Nusantara sebagai berikut;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?)

? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(?)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ?

(?)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

(?)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(A. Ginanjar Sya’ban)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Warta, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 17 Desember 2017

Bangsa Ini Hilang Selera Humor, Makanya Sering Berselisih

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Habib Anis Sholeh Baasyin menyebutkan bahwa saat ini bangsa Indonesia membutuhkan selera humor yang lebih besar. Karena tidak jarang selera humor bisa menghindarkan perselisihan.

“Sekarang ini orang sudah kehilangan selera humor. Makanya sering terjadi perselisihan,” ujar Habib Anis saat membuka diskusi Suluk Maleman Sabtu (21/10) kemarin.

Padahal menurut penggagas Sampak GusUran tersebut orang yang suka humor adalah orang bijak yang bisa melihat dari luar realitas. Dengan begitu maka orang yang penuh humor selalu menyadari jika tidak ada orang yang sempurna. 

Bangsa Ini Hilang Selera Humor, Makanya Sering Berselisih (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangsa Ini Hilang Selera Humor, Makanya Sering Berselisih (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangsa Ini Hilang Selera Humor, Makanya Sering Berselisih

“Hal itu yang kemudian membuatnya tidak mudah marah apalagi sampai terjadi perselisihan. Karena sadar sama lemahnya sehingga perlu saling menguatkan,” ujarnya.

Dalam suluk bertemakan Retak Cermin Dibelah Bangsa itu, Anis juga mengingatkan untuk tidak berbicara menang dan kalah dalam konteks dunia. Karena setiap mencari kemenangan dunia sudah dipastikan orang itu justru akan mengalami kekalahan. Namun jika yang dicari kemenangan akhirat dipastikan akan mendapatkan dunia dan akhirat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Pernah di suatu peperangan Imam Ali berhasil mengalahkan musuhnya. Namun saat hampir dieksekusi, Imam Ali diludahi oleh lawannya. Rupanya hal itu justru tidak membuat Imam Ali gelap mata dan membunuh musuh di peperangannya itu,” jelas Anis.

Imam Ali justru mengurungkan niatnya untuk membunuh. Saat ditanya alasannya, beliau menjelaskan bahwa beliau takut jika niatnya membunuh lawan itu justru terpengaruh emosi dan amarahnya. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Anis langkah itu dilakukan lantaran Imam Ali berhitung memakai pertimbangan akhirat dan bukan pada nafsunya.

Sementara KH. Abdullah Umar Fayumi menyebut bahwa karena sifat dualitas dunia, maka niscaya ia punya potensi untuk retak dan terbelah. Retak dan terbelah ini bisa menjadi positif, bisa juga dimanfaatkan oleh tujuan negatif.

Pola pemanfaatan retakan dan pembelahan untuk tujuan negatif ini tampak dalam pola Iblis, Fir’aun, Ya’juj Ma’juj dan Dajjal. Dengan mengenali pola-pola ini kita akan mampu membaca arah perkembangan zaman saat ini dan sekaligus menemukan solusi-solusinya.

Di sisi lain, Muhammad Qosim Alaydrus mengatakan bahwa di era sekarang ini manusia diharapkan selalu bercermin dan mencerminkan akhlak baik orang-orang alim. Dia pun mencontohkannya dengan karakter tokoh bangsa seperti Soekarno, Suharto dan Gus Dur.

“Bagaimana jika saat peralihan ke orde baru Bung Karno tidak legowo dan menyuruh simpatisannya untuk melawan balik? Demikian juga Suharto yang waktu itu masih kuat kekuasaannya? Bagaimana pula jika Gus Dur tidak legowo untuk mundur padahal saat itu sudah ada santri yang siap mati untuk membelanya?” terangnya.

Beruntung tokoh-tokoh itu menggunakan bangsa sebagai cerminnya. Mereka bersikap legowo untuk mundur sehingga tidak sampai terjadi perang saudara di negara ini.

“Sebagai warga Indonesia sudah sepatutnya melihat dengan ukuran bangsa bukan partai dan golongan. Karena jika hal itu sudah terjadi maka yang muncul hanyalah kepentingan pribadi bukan untuk kebaikan bangsa,” ujarnya. 

Muhajir Arrosyid salah satu narasumber lain dalam Suluk Maleman bahkan menceritakan pengalaman dalam bercermin. Diakuinya saat masih aktif di teater pernah Muhajir tidak mandi beberapa hari. Hingga suatu ketika dirinya bercermin.

“Saat itu saya sampai kaget betapa buruknya wajah dan kondisi saya saat itu,” ujarnya dengan gaya bercanda.

Dari situ dia menyadari bahwa rasa kaget itu dikarenakan sudah lama tak bercermin. Atau tidak menyadari dengan kondisi dirinya sendiri. Padahal saat tidak mengenali dirinya maka yang ada biasanya justru rasa takut dan tentu membuatnya tidak bisa mengenali kekuatannya.

“Sifat cermin itu petunjuk. Dan itu ada di diri Nabi Muhammad. Maka dari itu umat manusia butuh cermin, cerminan, dan tentu bercermin,” ujarnya.

Diskusi itupun berjalan hangat. Ratusan hadirin dari berbagai kota seperti Kudus, Pati, Brebes antusias dalam mengikuti jalannya ngaji budaya tersebut. Iringan musik dari Sampak GusUran turut memeriahkan jalannya acara hingga usai. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 15 Desember 2017

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Di pesantren, setiap santri dilengkapi dengan ajaran adab serta tradisi tawadlunya. Mulai dahulu hingga sekarang kebiasaan menghormati siapa saja menjadi ciri khas santri Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah. Hal penting ini diajarkan hingga melekat menjadi karakter mereka sampai terbawa saat mereka pulang. Kelekatan karakter ini juga bisa dibuktikan pada? pemandangan yang tampak pada perhelatan Silaturrahim Nasional (Silatnas) Madrasah Taswiquth Thullab (TBS), Kudus yang digelar pada Sabtu (23/07).

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ini Menata Sandal Milik Putra Gurunya

Pada acara itu, Kiai Ahmad Arwan, seorang guru sepuh TBS sudah naik ke panggung terlebih dahulu. Ia diminta panitia untuk membuka acara. Di atas panggung, tampak beberapa kiai lain yang turut mendampingi, di antaranya KH Arifin Fanani, KH Munfaat Abdul Jalil, KH Hasan Fauzi Maschan dan beberapa kiai lain. Di tengah kegiatan berlangsung, KH Ulil Albab Arwani datang. Semua hadirin beranjak berdiri dari tempat duduknya hingga pengasuh Pesantren Yanbuul Quran ini duduk di atas panggung.

Karena panggung beralaskan karpet permadani, putra Kiai Arwani Amin ini tak berkenan memakai sandal hingga ke atas panggung. Ia lepas di bawah. Mendapati demikian, Kiai Arwan yang notabene sebagai santri Kiai Arwani langsung sigap mendekat menuju tempat sandal Kiai Albab dilepas kemudian sandal diputarkan (diwalik=jawa) menghadap sesuai posisi saat nanti akan dipakai pemiliknya sebagaimana lazim dalam dunia pesantren.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hadirin terhenyak, mereka mendapat pelajaran berharga bahwa hormat kepada siapa saja terlebih kepada guru dan keluarganya memang tak memandang usia. Usia Kiai Albab lebih muda dari pada Kiai Arwan. Namun Kiai Arwan tetap menaruh hormat setinggi-tingginya atas jasa gurunya tersebut dengan menghormatinya beserta kelularga besarnya. Hal ini diakui oleh salah satu peserta, Hasan Busri.

"Kami sebagai alumni merasa mendapat pelajaran penting tentang arti hormat guru atas apa yang dicontohkan Mbah Kiai Arwan tadi," tutur alumnus asal Demak ini usai acara. Selain sebagai ajang ngaji bareng masyayikh, dalam pagelaran Silatnas ini juga diluncurkan website yang akan berisi konten-konten keislaman ala ahlis sunnah wal jamaah dengan alamat santrimenara.com. (Mundzir/Abdullah Alawi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Fragmen, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 05 Desember 2017

PBNU Tak Khawatirkan Perpecahan Politik di NU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Perpecahan politik di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) belum juga kunjung usai meski tahun 2006 telah berlalu. Namun demikian, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi tak terlalu mengkhawatirkannya. Menurutnya, hal itu sudah menjadi kebiasaan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini.

 

PBNU Tak Khawatirkan Perpecahan Politik di NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tak Khawatirkan Perpecahan Politik di NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tak Khawatirkan Perpecahan Politik di NU

“Kalau NU terpecah, itu sudah menjadi kebiasaan. NU tidak pernah tidak terpecah. Dari dulu ada yang nyoblos Golkar, ada yang ikut PKB, ada yang bergabung dengan PDI. Tidak masalah,” kata Hasyim kepada wartawan di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (1/1) lalu. Hal itu diungkapkannya usai menyerahkan daging kurban kepada masyarakat sekitar kantor PBNU.Menurutnya, hal itu merupakan bagian ketegasan NU secara kelembagaan yang tidak mau terlibat dalam politik praktis serta upaya pemberian kebebasan kepada warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU) dalam berpolitik. “Bukan perpecahan, tapi pembebasan dalam memilih,” tegasnya.

Sementara ini, ia menilai, perbedaan pilihan-pilihan jalan politik yang ditempuh itu tidak sampai mengganggu kerukunan di antara sesama warga nahdliyin. Kalaupun terjadi perpecahan, menurutnya, hal itu terjadi hanya sebatas pada elit-elit saja dan tidak sampai menyentuh kalangan nahdliyin yang paling bawah.

 

“Yang pecah itu bukan grass root (rakyat kecil: Red). Yang pecah adalah kepentingan-kepentingan yang bikin partai. kalau di bawah biasa aja. Coba lihat di desa-desa, mana ada orang yang membela partainya mati-matian. Tidak ada. Ini artinya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” terang mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

 

Alasan lain yang dikemukakan Hasyim adalah bahwa keberadaan ormas yang dipimpinnya tidak bertujuan untuk menjadi satu golongan saja. “Dia (NU) tidak perlu mengkristalkan diri menjadi utuh kemudian membentur yang lain. Jadi, salah persepsi kalau itu dianggap perpecahan,” katanya.

 

Namun demikian, Hasyim berharap, perbedaan-perbedaan politik itu hendaknya tetap dilakukan pada jalur yang benar. Sehingga mampu memberikan sumbangan yang positif bagi bangsa Indonesia. “Milih, ya, milih, silakan. Tapi yang dipilih, ya, yang semestinya. Mampu menghasilkan kekuasaan semestinya pula yang didukung oleh rakyat,” imbaunya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

 

Perpecahan politik di lingkungan NU, terutama buntut konflik di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hingga kini belum usai. Menyusul kemudian muncul Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) yang didirikan oleh elit-elit partai sempalan PKB. Belum lagi persoalan menyeberangnya beberapa fungsionaris PKB ke partai lain, seperti Partai Persatuan Pembangunan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock