Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional

Pamekasan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Tiga dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan menjadi pemakalah dalam ajang internasional. Ketiganya ialah Abdul Mukti Thabrani, Ainur Rahman Hidayat, dan Fatati Nuryana. Mereka berbagi wawasan keilmuan dengan para pemikir dunia pada acara internasional di tempat yang berbeda.

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional

Makalah Abdul Mukti Thabrani tembus International Conference on Islamic Civilization (ICIC) bertempat di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Sementara Ainur Rahman Hidayat dan Fatati Nuryana, berhasil mempresentasikan karyanya dalam ajang The Internasional Conference on Zakat in Islamic Society di UIN Ar-Raniry Aceh.

Mukti, panggilan akrab Abdul Mukti Thabrani, mengulas seputar tata kelola pemerintahan Negara Madinah pada masa Nabi Muhammad Saw. Sepintas, tema tersebut terbilang klasik dan sederhana. Namun, pisau analisis yang digunakan Mukti cukup tajam dan mendalam. Apalagi, didukung 31 referensi primer yang langsung merujuk pada sumber aslinya. Nyaris semua referensi yang dirujuk Mukti berbahasa asing (Arab/Inggris).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kami berbagi pemahaman dan keilmuan dalam kesempatan tersebut. Dari Indonesia, terdapat 10 pemateri. Sementara dari luar negeri sedikitnya 20 pemateri. Mereka dari Aljazair, Maroko, Sudan, Saudi Arabia, Yaman, Oman, Turki, Brunai, Malaysia, dan negara yang bernafaskan Islam lainnya,” terang Mukti saat dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Selasa (16/9) malam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dengan menggunakan Bahasa Arab, Mukti mengurai secara gamblang mengenai spirit Negara Madinah. Menurut Mukti, Madinah sebagai kekuatan ekonomi, politik, dan negera, merupakan tradisi baru dalam percaturan budaya Arab. Munculnya negara Islam Madinah dengan Muhammad Saw sebagai pemimpin, adalah revolusi model baru dalam konteks spiritual, pemikiran, dan budaya,.

“Revolusi tersebut mengantarkan apresiasi dunia untuk mengakui kekuatan moral dan agama sebagai tonggak hubungan relasi antar-manusia yang berpandukan akhlak, persamaan, dan keadilan,” urai penulis buku “Seni Bercinta dalam Islam” tersebut.

Ditegaskan, Madinah telah muncul sebagai prototype negara modern dan mendominasi dunia dengan semangat moral yang mencengangkan dan menginspirasi. Kejayaannya telah mendobrak sejarah panjang pergumulan hubungan negara dan agama.

Masih menurut Mukti, sejarah membuktikan bahwa Madinah telah mewarnai dunia dengan corak idealism Islam yang berakar pada keilmuan, pemikiran, ekonomi, dan sosial.

“Landasan tersebut didasarkan pada upaya reflektif intelektual untuk mencerna pemahaman dan prinsip politik pemerintahan Madinah yang merangkumi sistem ketatanegaraan, undang-undang, peradilan, akidah, syariah, dan hokum,” tegasnya.

Makalah Mukti mencoba mendeskripsikan secara detail dan menalam sistem politik dan tata kelola administrasi pemerintahan Madinah dalam perspektif propetik dan perspektif para pemimpin (khalifah) pascakenabian sehingga terjadi dan terbentuk reformasi sistem pemerintahan secara gradual di Madinah sebagai ibukota negara Islam pertama.

“Dengan penekanan atau stressing pada eksplorasi dimensi sumber daya manusia yang disiapkan Nabi Muhammad Saw untuk menjadi mercusuar bagi peradaban, tradisi, ilmu dan pengetahuan. Sehingga, dampaknya bisa kita rasakan sampai sekarang,” tukasnya.

Terpisah, karya Ainur Rahman Hidayat dan Fatati Nuryana menitiktekankan pada pembahasan seputar ontologi relasi zakat profesi dan relevansinya terhadap implementasi pola konsumtif kreatif dalam sekuritas pasar modal.

Menurut keduanya, konsep yang ditawarkan ialah keharmonisan zakat; tidak hanya terletak pada pengumpulannya, tetapi juga lebih pada efektivitas pendistribusiannya secara berkesinambungan.

Terdapat tiga rumusan masalah yang dibangun Ainur dan Fatati: Bagaimana makna relasi dalam struktur ontologism transcendental zakat profesi? Apa hakikat relasi dalam norma ontologism transcendental zakat profesi? Bagaimana makna relevansi norma ontologism transcendental zakat profesi dengan pola konsumtif kreatif zakat profesi.

Dari ketiga rumusan masalah tersebut ditemukan jawaban: pertama, makna relasi dalam struktuf ontologis transendental zakat profesi adalah bersifat sosio-teosentrisme. Aspek sosial dan religious dalam zakat profesi wajib ada dalam mengimplementasikannya, sebab keduanya memiliki arti penting dalam menguatkan ekonomi umat Islam.

Kedua, hakikat relasi dalam norma ontologis transendental zakat profesi adalah bersifat legislasi-religius. Kepedulian pemerintah dan sakralitas zakat profesi merupakan pelembagaan zakat profesi.

“Ketiga, makna relevansi norma ontologis transendental zakat profesi dengan pola konsumtif kreatif zakat profesi adalah investasi saham zakat profesi memunculkan para muzaki baru dengan kemampuan modal yang kuat sebagai pondasi kekuatan umat Islam di bidang ekonomi,” tukas Dosen Filsafat Pascasarjana STAIN Pamekasan tersebut. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam, Internasional, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 04 Maret 2018

Haul Embah Guru yang Ajar Santri Malaysia dan Singapura Diperingati

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

.
Haul Embah Guru yang Ajar Santri Malaysia dan Singapura Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Embah Guru yang Ajar Santri Malaysia dan Singapura Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Embah Guru yang Ajar Santri Malaysia dan Singapura Diperingati

Ratusan orang memadati kompleks Perguruan Islam Pondok Pesantren Tremas Pacitan, Jawa Timur, Kamis (21/11) malam. Mereka memeringati haul ke-79 KH Dimyathi Abdulloh yang akrab disapa Embah Guru. Embah Guru yang semasa menjadi pengasuh pondok, pernah mengajar santri asal Malaysia dan Singapura.

Haul ini dihadiri para pengasuh, masyarakat, alumni dan seluruh santri Pondok Tremas. Para alumni datang dari berbagai daerah. Acara diawali dengan sambutan terima kasih keluarga pengasuh pesantren.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain haul Embah Guru, mereka juga memeringati haul ke-19 KH Harist Dimyathi seperti pers rilis yang dikirim Zainal Faizin.

Peringatan haul diisi tahlilan bersama yang dipimpin seorang ustadz sepuh Pondok Tremas KH Rotal Amin. Namun sebelum itu semua, mereka beramai-ramai menggelar semaan Al-Qur’an dan ziarah ke makam para syekh di Maqbaroh Gunung Lembu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Haul yang digelar rutin setiap tahun bertujuan mengenang kiprah, perjuangan, dan meneladani  Embah Guru dan KH Harist Dimyathi dalam mendidik para santri.

Embah Guru merupakan pengasuh periode ke-3 Pondok Tremas. Embah Guru bukan lain ialah adik dari ulama yang masyhur di bidang keilmuan, Syekh Mahfud Tremas. Embah Guru ialah kiai alim dan tawadu yang sangat tinggi.

Murid-murid Embah Guru banyak kelak menjadi ulama dan tokoh-tokoh berpengaruh. Mereka antara lain KH Ali Maksum Krapyak, KH Hamid Pasuruan, KH Muntaha Kalibeber, KH Muslih Mranggen Demak, Jendral Sarbini, dan tokoh lainya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 16 Februari 2018

Saudi: Kami Akan Kembali ke Islam Moderat, Menjauh dari Wahabi

Riyadh, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan dirinya akan memimpin negaranya dengan semangat kembali kepada Islam moderat.

Pangeran Mohammed menyampaikan hal itu saat peluncuran rencana zona pengembangan ekonomi baru senilai 380 miliar euro, Selasa (24/10), seperti dilansir Telegraph.

Saudi: Kami Akan Kembali ke Islam Moderat, Menjauh dari Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi: Kami Akan Kembali ke Islam Moderat, Menjauh dari Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi: Kami Akan Kembali ke Islam Moderat, Menjauh dari Wahabi

Di hadapan para investor yang berkumpul di Riyadh saat itu, ia menegaskan bahwa rencana modernisasi ekonomi akan berjalan seiring dengan reformasi politik. Hal ini, katanya, untuk menjauhkan Kerajaan dari kolotnya paham Wahabi.

(Baca: Tujuh Megaproyek yang Bakal Ubah Arab Saudi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kami sedang kembali ke kondisi kami sebelumnya—sebuah negara berhaluan Islam moderat yang terbuka untuk semua agama dan dunia," kata pangeran berusia 32 tahun itu.

"Kami tidak akan menghabiskan 30 tahun masa depan hidup kita dengan ide-ide yang merusak. Kita akan menghancurkan mereka hari ini," ujarnya. "Kami akan segera mengakhiri ekstremisme," tambahnya lagi.

Janji sang pangeran ini merupakan tantangan bagi para ulama konservatif Saudi. Sesumbar itu terlontar saat ia mengumumkan proyek NEOM, sebuah zona ekonomi baru yang akan membentang melintasi perbatasan Saudi ke negara tetangga, Mesir dan Yordania.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Zona tersebut direncanakan seluas 26.500 kilometer persegi. Zona ini lebih besar dari Wales dan secara signifikan lebih besar ketimbang negara-negara Timur Tengah lainnya seperti Israel, Lebanon, atau Kuwait.

Proyek ini merupakan peluncuran terbaru dari Pangeran Mohammed, yang mendorong secara agresif untuk proses modernisasi Kerajaan dan keluar dari ketergantungannya pada penghasilan minyak. Sejumlah reformasi ekonomi dan sosial di Arab Saudi merupakan bagian dari Visi 2030 yang telah dicanangkan pihak Kerajaan.

(Baca juga: Sebar Ideologi Kebencian, Arab Saudi Pecat Ribuan Imam Masjid)

Pekan lalu, pihak berwenang Saudi mengatakan bahwa mereka membentuk dewan ilmuwan Islam yang akan melawan interpretasi kekerasan terhadap Al-Quran dan hadits.

Berita pernyataan pewaris tahta Kerajaan Arab Saudi ini juga menjadi sorotan berbagai media internasional lainnya, seperti The Guardian, Aljazeera, CNB, dan lain-lain. Sebelumnya indikasi adanya reformasi sosial dan ekonomi di Arab Saudi sudah berlangsung, seperti dengan terbitnya dekret diperbolehkannya perempuan menyetir, peluncuran proyek wisata pantai, dan sejenisnya yang sebelumnya dinilai tabu oleh negara setempat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 06 Februari 2018

Islam Nusantara adalah Aktualisasi Konsep ‘Ummatan Wasathan’

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan, Islam Nusantara adalah ikhtiar menjelmakan moderatisme (tawassuthiyah) dalam sosial-budaya, ekonomi, pendidikan, bahkan di bidang politik.

“Islam Nusantara adalah moderasi Islam dan keindonesiaan sebagai aktualisasi konsep ummatan wasathan,” jelas Kiai Said saat menyampaikan muhasabah 2017 dan resolusi kebangsaan 2018, Rabu (3/1) di Kantor PBNU Jakarta.

Islam Nusantara adalah Aktualisasi Konsep ‘Ummatan Wasathan’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara adalah Aktualisasi Konsep ‘Ummatan Wasathan’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara adalah Aktualisasi Konsep ‘Ummatan Wasathan’

Ia menegaskan, Islam adalah agama yang mulia, agama yang suci. Karena itu, Islam harus dibela dan diperjuangkan dengan cara-cara yang mulia pula. Kiai Said mengutip Sabda Nabi:

(? ?) ? ? ? ? ? ??  

“Barang siapa hendak mengajak kebaikan, maka ajaklah dengan cara yang baik pula.” (HR Baihaqi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini juga menerangkan, Allah menghendaki umat Islam menjadi umat moderat (ummatan wasathan) sebagaimana ditegaskan al-Qur’an (al-Baqarah/2: 143).

?? ? ? ? ? ? ? ?.. (?) 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, manifestasi Islam Nusantara kini tengah menghadapi tantangan menguatnya ideologi ekstremisme dan radikalisme di berbagai dunia, termasuk di Indonesia. 

Menangkal radikalisme

PBNU bersyukur bahwa tahun 2017, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang mencoreng Islam dan melumat sejumlah negara Islam di Timur Tengah dan Afrika berhasil dilumpuhkan. ISIS berhasil diusir dari Mosul (Irak) pada 21 Juni 2017 dan dari Raqqa (Suriah) pada 17 Oktober 2017.

“Pada 9 Desember 2017, Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, mengumumkan bahwa perang melawan ISIS telah dinyatakan usai. Jaringan mereka mencoba mencari basis di Asia Tenggara, melalui Filipina, namun sebenarnya mengincar Indonesia,” ungkapnya.

Meski makan waktu cukup lama, sekitar 154 hari dan menelan banyak korban jiwa, pada 23 Oktober 2017, otoritas Filipina mengumumkan berhasil melumpuhkan pemberontakan Marawi oleh kelompok afiliasi ISIS, Maute dan Abu Sayyaf.

Dalam rangka mengantisipasi ideologi Khilâfah alá ISIS yang terbukti memporakporandakan sejumlah negara, jelas Kiai Said, PBNU dapat memahami dan mendukung kebijakan Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Ormas yang diikuti dengan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang mengusung gerakan Khilâfah.

Namun, imbuhnya, PBNU menghimbau penyempurnaan Undang-Undang Ormas agar upaya memberantas gerakan anti-NKRI dan Pancasila tidak menghalangi hak setiap warga negara untuk berserikat dan berkumpul yang dijamin konstitusi.

“PBNU melihat, proses pembubaran ormas tetap perlu mekanisme peradilan agar setiap orang dan kelompok dapat membela diri dalam sebuah majelis terhormat,” tuturnya.

Yang lebih penting dari penerbitan Perppu Ormas dan pembubaran HTI, menurutnya, adalah menangkal ideologi radikalisme melalui gerakan terstruktur, massif, dan komprehensif melibatkan berbagai aspek: politik, keamanan, kultural, sosial-ekonomi, dan agama.

Faktor agama menyumbang radikalisme melalui pemahaman bahwa Islam menuntut institusionalisasi politik melalui negara Islam atau Khilâfah Islâmiyah. Ajaran ini, sambung Kiai Said, akan membuat orang Islam di mana pun untuk berontak terhadap kekuasaan yang sah, meski kekuasaan itu tidak menghalangi bahkan memfasilitasi pelaksanaan ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji.

Ideologi pemberontakan ini menghalalkan kekerasan yang bisa mewujud nyata jika kondisi politik dan kekuatannya memungkinkan. Pemerintah perlu bersikap dan bertindak tegas mengatasi persoalan radikalisme dengan tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan ketahanan lingkungan berbasis keluarga.

Menurutnya, Kementerian Agama perlu mengambil peran lebih aktif sebagai leading sector dalam penanganan radikalisme agama, terutama mengembangkan wawasan keagamaan yang nasionalis melalui pembobotan kurikulum, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, dan pengelolaan program strategis seperti bidik misi dan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

“Peran UKP PIP (Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila) perlu juga dioptimalkan dalam pemantapan ideologi Pancasila di lingkungan aparatur sipil negara (ASN), kementerian, dan lembaga-lembaga negara, BUMN, dan TNI/Polri. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Tegal, RMI NU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 04 Februari 2018

Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pasca digelarnya Masa Kesetiaan Anggota atau Makesta, yang digelar IPNU-IPPNU Kecamatan Sumber, pada 26 Desember 2016 lalu, empat ranting baru berhasil dibentuk. Sementara empat lainnya yang vakum berhasil diaktifkan kembali.

Hal tersebut disampaikan Ketua PAC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Sumber Ilmiana Wulansari kepada NU online pada Selasa (3/1).?

Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk

Ia menjelaskan, Makesta yang pertama kali digelar sejak ia menjabat sebagai Ketua Anak Cabang, merupakan momentum untuk kembali membangkitkan ranting yang tidak aktif.

Selain itu, menurutnya keberadaan 12 ranting lebih terkoordinir dengan baik dibandingkan sebelum diadakannya makesta. Selain itu, ia mengakui jika kesolitan kader lebih terlihat dibandingkan ssebelum mereka mengikuti masa kesetiaan anggota.

"Setelah diadakannya Makesta, semua ranting yang ada lebih terkoordinir dan lebih solid dari pada sebelumnya. Disamping itu, pada prosesi makesta, membangkitkan semangat kader pelajar NU di Kecamatan Sumber untuk kembali berorganisasi," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebelumnya di Kecamatan Sumber terdapat 12 Ranting IPNU-IPPNU, dan 4 diantaranya tidak aktif. Pasca diadakannya Makesta, Pimpinan Anak Cabang berhasil mengaktifkan ranting Desa Krikilan, Sekarsari, dan Kedung Tulup. Selain itu, ranting baru juga berhasil di bentuk di Dusun Nglakeh Desa Logede pada 28 Desember 2016.

Pada 2017 tahun ini, menurut pengakuan Ilmi, para pengurus PAC menyatakan siap membentuk kembali ranting IPNU-IPPNU di Desa Logong dan Kedung Asem.

Ada 150 kader IPNU-IPPNU yang berhasil terrekrut melalui baiat Makesta yang di gelar di gelar di MTs Negri Kecamatan Sumber. Seluruh peserta yang lolos merupakan perwakilan kader pelajar NU yang berasal dari 18 Desa yang ada di Kecamatan Sumber.(Ahmad Asmui/Abdullah Alawi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal, Budaya, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 28 Januari 2018

Jangan Banggakan Garis Nasabmu!

? ? ? ?

Jangan Banggakan Garis Nasabmu! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Banggakan Garis Nasabmu! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Banggakan Garis Nasabmu!

Kemuliaan itu disebabkan budi pekerti bukan keturunan. [Maqalah]

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail, Lomba, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 21 Januari 2018

Kiai Syaroni Terangkan Amalan Rabu Wekasan

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Tanggal 17 Desember nanti merupakan hari Rabu terakhir bulan Shafar 1436 H atau lazim disebut "Rabu Wekasan”. Pada hari itu, umat Islam perlu melaksanakan amalan-amalan kebaikan seperti berdoa, bersedekah, ataupun shalat sunnah untuk meminta keselamatan kepada Allah SWT.

Demikian yang disampaikan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH.Syaroni dalam acara pengajian rutin Tafsir Al-Quran di Masjid Al Aqsha Menara Kudus, Jumat pagi  (5/12).

Kiai Syaroni Terangkan Amalan Rabu Wekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Syaroni Terangkan Amalan Rabu Wekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Syaroni Terangkan Amalan Rabu Wekasan

Kiai Syaroni mengutip penjelasan dalam kitab al-Jawahir al-Khams bahwa Allah akan menurunkan 320.000 musibah setiap tahun dalam hari Rabu wekasan. Karenanya, para ulama selalu mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah dengan meminta keselamatan kepada-Nya.

 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Yang mendatangkan balak (musibah) itu yang mendatangkan Allah, maka kita harus mendekat meminta kawelasan (kasih sayang) dari Allah," terangnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jangan Ngawur

Dalam menjalankan amalan Rabu Wekasan, ulama kharismatik asal Kudus ini mengingatkan supaya tidak melenceng jauh dari ajaran agama Islam. Di antara yang lazim dilakukan, kata Kiai Syaroni, adalah membaca doa Rabu Wekasan, melaksanakan shalat sunnah dan banyak sedekah.

 

"Jangan sampai amalannya ngawur, harus berdasarkan tuntunan agama. Semua amalan ini bertujuan untuk tolak balak," ujar Kiai Syaroni.

Pada Rabu Wekasan, umat Islam disunnahkan mandi tolak balak dan shalat empat rakaat dengan dua salam. Dalilnya shalat, terang Kiai Syaroni, ayat Al-Quran yang artinya wahai orang Islam minta pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat.

 

"Tetapi harus ingat, istilah shalat Rabu Wekasan itu tidak ada. Jadi kita semua bisa shalat sunnah seperti shalat hajat, tahajud, maupun lainnya,"tandas Kiai Syaroni.

 

Dalam berdoa, jelas Kiai Syaroni, terdapat etika atau cara lain yakni menulis kalimat berbahasa Arab yang berisi beberapa ayat al-Quran mengandung doa  dengan awalan kata "salamun". Seperti, ayat salamun qoulan min rabbir rahim, salamun ala nuuhin fil alamin, salamun ala ibrohim, salaamun ala musa waharuun dan seterusnya.

 

"Kalimat itu di tulis di atas kertas dengan niat berdoa meminta keselamatan dan kawelasan Allah. Lalu dicampur air dan dibacakan doa Rabu Wekasan sehingga airnya disebut ‘air salamun’. Amalan semacam ini diperbolehkan," imbuh Kiai Syaroni di hadapan ribuan jamaah yang memenuhi Masjid al-Aqsha Menara Kudus. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

PCNU Kendal Lantik Lembaga dan Lajnah

Kendal, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Cabang NU Kendal melantik Pengurus Lembaga dan Lajnah di tingkat Cabang. Pelantikan perangkat organisasi NU tersebut dilakukan bersamaan pembukaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) yang digelar di Pesantren Nurul Qur’an, Sukolilan Patebon Kendal, Rabu malam (14-/11).

PCNU Kendal Lantik Lembaga dan Lajnah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kendal Lantik Lembaga dan Lajnah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kendal Lantik Lembaga dan Lajnah

Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh ketua PCNU Kendal KH Muhammad Danial ? dan dihadiri oleh Wakil Bupati Kendal KHM Mustamsikin, Ketua PW NU Jateng H Muhammad Adnan, Segenap Badan Otonom dan pengurus MWC NU se Kab . Kendal. Tampak hadir beberapa pengurus partai di tingkat Kabupaten Kendal.

Dalam sambutaannya ketua PCNU Kendal KH Muhammad Danial mengatakan pelantikan Lembaga dan Lajnah ditingkat cabang mendesak untuk segera dilaksanakan agar mereka bisa segera bekerja, mengingat beberapa pekerjaan sudah menanti.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dijelaskan, usai Konfercab NU beberapa waktu lalu pengurus PCNU yang ? baru telah menerima wakaf sebidang tanah. Kalau lembaga dan lajnah tidak segera dibentuk dan dilantik dikuatirkan tidak segera ada yag mengurus.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Oleh karenanya ia meminta pengurus Lembaga dan Lajnah yang baru saja dilantik untuk segera bekerja dengan riil tidak sekedar namanya tercantum dalam struktur pengurus.

”Jangan sampai pengurus NU, Lembaga maupun Lajnah hanya numpang nama tanpa ada kerja nyata,” pintanya.

Untuk menghidupkan Lembaga, Lajnah maupun Banom NU pihaknya mengaku akan mengadakan rapat koordinasi rutin tiap tiga bulan sekali. Dalam penilaiannya selama ini yang rutin mengadakan kegiatan setiap tiga bulan sekali baru lembaga Bahtsul Masail.

Lebih lanjut, Kiai Danial yang juga aktif menulis buku itu berkeinginan ada subsidi silang diantara lembaga dan lajnah ditingkat cabang. Lembaga dan Lajnah yang punya banyak dana harus bisa mensubsidi yang lain agar semua lembaga dan lajnah bisa sama-sama mengadakan kegiatan.

“Lembaga dan Lajnah yang ada harus bisa sama-sama hidup dan mengadakan kegiatan karena hakekatnya mereka ? punya tujuan yang sama yaitu menegakkan ahlussunah wal jama’ah dan Nahdlatul Ulama” tegasnya.

Muskercab dan Pelatikan Lembaga dan Lajnah yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan tahun baru 1434 H tersebut disamping menjabarkan pokok-pokok program kerja hasil Konfercab beberapa waktu lalu juga akan menggodok sejumlah rekomendasi serta bahtsul masail diniyah.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Fahroji

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Budaya, Tegal, Jadwal Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 10 Januari 2018

Banser Kudus Bantu Pengamanan Bu Sinta di Pati

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Satkorcab Banser) Kudus memberangkatkan puluhan personelnya di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu malam (18/6). Selepas Tarawih, mereka berbaur bersama Banser Kabupaten Pati guna membantu pengamanan kegiatan sahur bersama Hj Sinta Nuriyah di balai desa setempat.

?

Komandan Satkorcab Banser Kudus Wawan Awaluddin mengatakan, pihaknya berpartisipasi dalam pengamanan acara sahur bersama istri Presiden Ke-4? RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini atas permintaan panitia dan instruksi Satkorwil Banser? Jawa Tengah.

Banser Kudus Bantu Pengamanan Bu Sinta di Pati (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Kudus Bantu Pengamanan Bu Sinta di Pati (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Kudus Bantu Pengamanan Bu Sinta di Pati

?

"Bu Sinta Nuriyah adalah istri Gus Dur sekaligus tokoh pluralisme yang wajib hukumnya mendapat pengamanan dan perlindungan. Kita menjaga karena belakangan ada pihak-pihak yang kurang berkenan akan kegiatan sahur atau buka bersama beliau," ujarnya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama sebelum berangkat.

?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Wawan menjelaskan, Banser memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai garda terdepan dalam mengawal dan menjaga ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama. Banser Kudus, ujarnya, selalu siap bergerak menjalankan perintah pengamanan terhadap tokoh NU.

?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia juga mengingatkan, bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama dan adat istiadat yang telah menjadi kekuatan besar dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga, masyarakat perlu menghargai kegiatan yang mengajak kepada kerukunan antarkomponen bangsa terutama umat beragama.

?

"Kegiatan Bu Sinta ini sangat positif karena memberikan keteladanan kerukunan umat beragama. Jadi, Banser secara tegas sangat mendukung dan siap mengawal kegiatan hingga selesai," tegas Wawan.

?

Kegiatan sahur bersama Bu Sinta Nuriyah ini berlangsung pada pukul 02.00 dini hari. Sebelumnya, panitia mengadakan kegiatan budaya di halaman masjid desa setempat. (Qomarul Adib/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 07 Januari 2018

Majelis Alumni IPNU akan Adakan Halaqoh Nasional Pra-Muktamar

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Presidium Pusat Majelis Alumni IPNU akan menggelar acara Halaqoh Nasional Majelis Alumni IPNU yang akan diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 6-7 Juni 2015 bertempat di Hotel Alana Surabaya, Jawa Timur.

Acara ini diadakan dalam rangka menghasilkan rekomendasi Majelis Alumni IPNU untuk disuarakan pada Muktamar NU Tahun 2015 yang akan dihelat di Jombang pada bulan Agustus nanti.?

Majelis Alumni IPNU akan Adakan Halaqoh Nasional Pra-Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni IPNU akan Adakan Halaqoh Nasional Pra-Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni IPNU akan Adakan Halaqoh Nasional Pra-Muktamar

Tema acara ini adalah ‘Penguatan Kepemimpinan Ulama dalam Organisasi Ulama’. beberapa hal yang akan dibahas dalam Acara ini diantaranya tentang penguatan supremasi Syuriyah dalam tubuh NU dan juga meneguhkan format ideal hubungan Tanfidziyah dan Syuriyah dalam NU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu tentu saja para Alumni akan membahas tentang kondisi IPNU hari ini dan proyeksi IPNU di masa depan terutama dalam hal menguatkan peran dan posisi IPNU sebagai garda depan kaderisasi pelajar NU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Presidium Pusat Majelis Alumni IPNU Dr H Hilmi Muhammadiyah mengatakan, bahwa Muktamar besok merupakan momentum untuk menentukan kepemimpinan NU mendatang.?

“Alumni-Alumni IPNU merupakan para kader yang matang dan siap mengisi kepemimpinan NU saat ini, karena sejak menjadi kader, IPNU kita siapkan untuk melanjutkan regenerasi NU dimasa yg akan dating,” jelasnya.

Acara ini akan dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan para tokoh yang akan menjadi keynote speaker dalam acara ini gabungan dari unsur Syuriyah dan Tanfidziyah diantaranya KH Mustofa Bisri, KH Hasyim Muzadi, KH Maruf Amin, KH Solahudin Wahid, KH Asad Said Ali, Prof M Nuh, Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul serta akan dihadiri oleh para alumni IPNU dari seluruh Indonesia. (M Said/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 05 Januari 2018

Gusdurian Lombok Gelar Halaqah Antikorupsi di Pesantren

Lombok Barat, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jaringan Gusdurian Lombok menggelar halaqah bertema “Siasat Pesantren dan Nahdliyin dalam Menghindari Jebakan Korupsi” di Pondok Pesantren Al-Halimy Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (13/4).

Gusdurian Lombok Gelar Halaqah Antikorupsi di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Lombok Gelar Halaqah Antikorupsi di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Lombok Gelar Halaqah Antikorupsi di Pesantren

Hadir sebagai pembicara Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid, mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, Direktur Dikyanmas KPK Sujanarko.

Koordinator Jaringan Gusdurian Lombok Fairuz Zabadi menyebutkan, pondok pesanten di Lombok Barat menjadi pilihan tempat acara lantaran banyaknya lembaga pendidikan Islam itu di Lombok Barat. Pemerintahan Lombok Barat juga mempunyai rekam jejak yang kelam. Dua kali berturut-turut bupati Lombok Barat terjerat kasus korupsi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Alissa mengatakan, pesantren memiliki kontribusi tinggi terhadap pembanguan bangsa di banding sekolah-sekolah negeri yang satu desa hanya ada satu SD. Apalagi sekolah model dengan biaya mahal, menurut adik kandung putri Gus Dur ini, tidak semua masyarakat bisa mengakses karena mahal.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Oleh karena itu, pesantren penting mengetahui haknya di negara namun harus tidak terjebak dengan permainan koruptor," harapnya.

Alissa juga banyak menyanpaikan seputar komitmen almarhum Gus Dur dalam melawan dan memberantas korupsi. Gerakan antikorupsi berbasis pesantren, menurutnya, penting dilakukan warga NU khususnya di Lombok Barat.

Turut hadir Pengasuh Pondok Pesantren Al-Halimy TGH Munajib Khalid, perwakilan badan otonom NU, lembaga NU, dan puluhan perwakilan dari pesantren se-Lombok Barat. (Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal, RMI NU, Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Antusias Nonton “Sang Kiai” Tinggi, Gedung Bioskop Terbatas

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Meski film "Sang Kiai" diputar serentak 30 Mei kemarin, namun nahdliyin Kudus harus bersabar tidak bisa menonton seketika. Pasalnya, di Kudus tidak ada gedung bioskop. Warga kota kretek harus menonton ke Semarang dan harus berebut dengan warga di sana.

Antusias Nonton “Sang Kiai” Tinggi, Gedung Bioskop Terbatas (Sumber Gambar : Nu Online)
Antusias Nonton “Sang Kiai” Tinggi, Gedung Bioskop Terbatas (Sumber Gambar : Nu Online)

Antusias Nonton “Sang Kiai” Tinggi, Gedung Bioskop Terbatas

Kader Ansor Desa Gribig Gebog Kudus Wahyudi merasa menyesal tidak bisa menonton pada pemutaran perdana 30 Mei ini. Yudi hanya bisa menunggu film yang disutradarai Rako Priyatno sudah beredar bebas di pasaran.

“Sebetulnya mau  menonton banget mas, tapi  disini tidak ada bioskop. Mau ke Semarang jauh,  jadi tertunda keinginan itu,” katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Kamis (30/5).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia berharap ada pihak yang mau menjembatani memfasilitasi  pemutaran film ini di kota Kudus. “Kalau bisa nanti ada pemutaran dalam bentuk layar tancep  di ranting-ranting, karena film ini sangat memberi motivasi perjuangan bagi nahdliyin,” tambahnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Seorang pelajar Muhammad Nailul Falah meminta pengurus  IPNU-IPPNU membuat  rombongan menuju Semarang untuk menonton secara bersama.  “Selain untuk bisa segera mengetahui ceritanya, juga buat refresing ,” katanya singkat.

Pembina PC IPNU Kudus M.Aflach mengusulkan kepada lembaga pendidikan Ma’arif di semua  tingkatan memobilisir siswa-siswi madrasah NU supaya menonton film yang dibintangi Ikranegara dan Cristine Hakim ini. 

“Dengan menonton film Sang Kiai,  pelajar Ma’arif nanti  bisa mengenal  sejarah perjuangan (pendiri) NU,” usulnya singkat yang ditulis di akun facebook milik kontributor Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 04 Januari 2018

KH Hasyim Muzadi akan Bahas Komitmen Kebangsaan di Manado

Manado, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Umum Nadlatul Ulama (NU), Hasyim Muzadi, akan membahas Komitmen Kebangsaan dan persoalan dihadapi negara saat ini, pada dialog kebangsaan lintas agama di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), 25 Juli 2007.

"Muzadi akan menjadi keynote speaker pada dialog kebangsaan bersama anggota DPD-RI, Marhany Pua dan beberapa tokoh agama pada Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) NU Sulut di Manado," kata Ketua Panitia Mukerwil NU, Benny Rhamdani, Selasa di Manado.

KH Hasyim Muzadi akan Bahas Komitmen Kebangsaan di Manado (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi akan Bahas Komitmen Kebangsaan di Manado (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi akan Bahas Komitmen Kebangsaan di Manado

Dialog kebangsaan yang akan melibatkan sejumlah komponen masyarakat itu, lebih ingin mempertegas tentang keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari rongrongan gerakan separatis, dan penghancuran ideologi bangsa yakni Pancasila.

"Diharapkan dialog itu dapat menghadirkan sumbang saran dan rekomendasi tentang komitmen kebangsaan," kata Rhamdani, yang juga anggota DPRD Sulut.

Sementara, dalam Mukerwil NU yang menghadirkan utusan pengurus tingkat kabupaten dan kota se Sulut itu, akan mengambil sikap tegas terhadap upaya kinerja pemerintah memberantas korupsi dan penegakkan hukum disegala bidang.

Sedangkan persoalan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dibeberapa kabupaten dan kota, NU akan memilih sikap netralitas dan independen, yakni tetap berada pada konteks politik yang memihak seluruh masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"NU tidak akan mengkultuskan pada persoalan lebih mendalam dengan politik. Jika seseorang maju Pilkada itu hak pribadinya," kata Ketua GP Anshor Sulut.

Ketua NU Sulut, Iskandar Gobel mengatakan, Mukerwil dengan menghadirkan Ketua Umum Hasyim Muzadi, guna mempererat tali silahturahmi serta memantapkan roda organisasi antara pusat dan daerah. (ant/ben)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 31 Desember 2017

KMNU IIUM Meluas Jadi KMNU Malaysia

Kuala Lumpur, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) International Islamic University Malaysia (IIUM) kini sudah berubah nama menjadi KMNU Malaysia. Hal tersebut dilatari makin banyaknya mahasiswa di luar kampus IIUM yang ingin bergabung di KMNU.

Muhammad Robi Ulfi Zaini Tohir, ketua KMNU IIUM demisioner mengungkapkan, karena atmosfer pelajar Indonesia di setiap perguruan tinggi di Malaysia berbeda dari Indonesia, terobosan ini perlu dicanangkan guna mempermudah ruang gerak. Dengan mengubah status KMNU IIUM menjadi KMNU Malaysia, katanya, jaringan mahasiswa kader NU di Malaysia akan semakin luas.

KMNU IIUM Meluas Jadi KMNU Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU IIUM Meluas Jadi KMNU Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU IIUM Meluas Jadi KMNU Malaysia

Perbahan nama diputuskan dalam Musyawarah Besar Ke-2 KMNU IIUM pada 2 April kemarin di ADM TR 13, Gedung utama IRK, kampus IIUM, Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam forum permusyawaratan tertinggi KMNU setempat ini , hadir para anggota KMNU IIUM dan kader NU dari perguruan tinggi lainnya di Malaysia, seperti Sayyidina Ustman ELqusyairi selaku perwakilan dari Universitas Tekhnologi Malaysia (UTM), Broto Wiguna (Universitas Kebangsaan Malaysia), dan turut bergabung pula Mahfudz Arifin, perwakilan dari Universitas Terbuka (UT).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Saya berharap acara Mubes ke-2 kali ini membuahkan sebuah terobosan baru untuk kemajuan KMNU di Malaysia? pada periode mendatang”, ungkap Ali Wafa, selaku ketua sidang di forum yang juga menjadi ajang pergantian pengurus ini.

Dalam sesi pembacaan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan KMNU IIUM periode 2015-2016, para peserta Mubes menerima dan mengapresiasi dengan baik kinerja pengurus selama ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Setelah serangkaian agenda mubes usai, dan keputusan perubahan status disetujui oleh forum, acara berlanjut dengan pemilihan ketua. Sesuai hasil musyawarah mufakat, forum menetapkan Nur Alfin Mubarok ketua pertama KMNU Malaysia periode 2016-2017.

“Harapan kami, perubahan status menjadi KMNU Malaysia ini akan menciptakan perpaduan yang akan mewarnai kepengurusan KMNU periode kali ini,” tegas Alfin, mantan koordinator Publikasi dan Dokumentasi KMNU IIUM periode 2015-2016.

Broto Wiguna, mahasiswa dari Universitas Kebangsaan Malaysia mengaku sangat senang bisa ikut bergabung dalam satu wadah bersama kader-kader NU. “Kami siap berkomitmen untuk memajukan KMNU bersama di Malaysia," ujarnya. (Ali-Rofik/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Makam, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 16 Desember 2017

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara

Blitar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Hadroh selama ini merupakan kesenian khas pesantren dan NU. Seni shalawat ini tumbuh kembang sangat baik di wilayah Jawa Timur.?

Untuk mengikat para anggota NU telah membentuk organisasinya yakni Ishari (Ikatan Seni Hadroh Indonesia), termasuk di Kabupaten Blitar. Maka tidak jarang, setiap acara acara NU, hadroh selalu ditampilkan sebagai pemanis acara.?

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara

Bahkan saat Bupati Blitar dipegang oleh H Imam Muhadi, hadroh sangat diberdayakan. Setiap acara pemerintahan yang sifatnya massal.Pasti hadroh ditampilkan. Bahkan pada acara larung sesaji di Pantai Tambakrejo, hadrah juga mewarnai acara.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Belakangan ini, posisi hadroh mulai berkurang gairah. Akibat hadirnya beberapa kesenian serupa yang terkesan lebih modern. Namun demikian, kalangan pengurus Ishari tidak gentar. Karena, hadroh memiliki pangsa pasar sendiri dan anggotanya.?

“Untuk itu kedepan NU harus memfasilitasi kesenian hadroh ini agar bisa tumbuh kembang dengan baik," ujar H Rohman Salim, salah seorang tokoh hadroh di Kabupaten Blitar.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Diakui oleh Rahman Salim, di Blitar dua tahun belakangan ini aktifitas hadroh terkesan menurun, karena beberapa sebab. Selain hadirnya kelompok salawat yang terkesan modern. Juga lantaran terjadi perpedaan pendapat ditingkat pengurus ISHARI Blitar.

“Untuk itu senyampang pengurus NU ini masih baru. Maka kedepan kami mohon NU mau peduli dengan ISHARI dan mengembangkannya," pintanya.

KH Masadain Rifai, ketua terpilih NU Kabupaten Blitar, sangat mengapresiasi dengan keinginan anggota ISHARI tersebut. Karena keinginan itu sesuai dengan visi misi program kerja NU Kabupaten Blitar hasil dari Konfercab bulan lalu.?

“Salah satu butir hasil konfercab dari komisi program kerja adalah ? memperjuangkan kebudayaan (baik sebagai khazanah pengetahuan, nilai, makna, norma dan kesenian NU, termasuk ISHARI," tandas Kiai Dain.

Selain itu, lanjut Kiai Dain, NU akan memfasilitasi dan memberi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas berbagai karya seni para seniman ? NU. “Jadi Ishari sudah masuk di dalamnya," tambahnya.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal, Lomba, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 14 Desember 2017

Sampah dan Cerita Kemapanan Ekonomi Kita

Oleh Muhammad Ishom



Banyak orang memandang sebelah mata terhadap keranjang sampah. Mereka berpikir keranjang sampah adalah tempat kotor karena fungsinya sebagai penampung sampah. Memang benar demikian. Tetapi persoalannya di balik image negatif itu, keranjang sampah sebenarnya bisa bercerita tentang kita. 

Cobalah luangkan waktu sejenak untuk mencoba melihat apa saja yang ada dalam keranjang sampah kita. Keragaman dan volume sampah serta berbagai merek produk di dalamnya bisa bercerita tentang tingkat kemakmuran, gaya hidup dan status sosial kita. Jadi keranjang sampah memiliki fungsi lain yang bisa mencerminkan hal-hal pribadi tentang kita. 

Sampah dan Cerita Kemapanan Ekonomi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Sampah dan Cerita Kemapanan Ekonomi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Sampah dan Cerita Kemapanan Ekonomi Kita

Keragaman sampah bisa bercerita bahwa kita memiliki banyak pilihan terkait apa yang kita konsumsi. Jika sampah tetangga sebelah kita tidak seaneka ragam sampah kita, itu bisa berarti mungkin mereka tidak memiliki banyak pilihan karena terbatasnya budget. Jadi beragamnya sampah bisa menunjukkan budget kita untuk konsumsi sehari-hari cukup longgar. 

Jika memang demikian maka secara ekonomi mungkin kita lebih makmur daripada tetangga sebelah kita. Atau, kitalah yang kurang bisa menahan nafsu untuk menuruti keinginan perut sehingga apa saja masuk ke dalamnya. Ini artinya jangan-jangan kita termasuk abdul buthun, yakni manusia penghamba perut. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Manusia seperti itu sudah pasti akan memproduksi sampah dalam jumlah yang lebih besar daripada mereka yang lebih suka berpuasa dalam kehidupan sehari-harinya. Jadi volume sampah yang tinggi bisa jadi menujukkan bahwa kita memiliki gaya hidup konsumtif. Orang konsumtif sudah pasti memproduksi sampah dengan volume lebih tinggi daripada mereka yang bisa menahan diri dari gaya hidup konsumtif. . 

Gaya hidup kita sesungguhnya tidak hanya tercermin dalam volume sampah yang tinggi, tetapi juga dalam merek-merek produk yang tertera dalam barang-barang yang telah menjadi sampah. Kaleng atau botol minuman dengan merek tertentu yang dibeli dari pusat-pusat perbelanjaan seperti mall tentu lebih bergengsi daripada wadah minuman tanpa merek seperti kantong plastik untuk es teh yang dibeli dari warung makan PKL pinggir jalan. 

Ketika sampah-sampah kita banyak terdiri dari barang-barang bermerek dengan keragaman dan volume yang tinggi, dari situlah sebenarnya bisa dibaca hal-hal tentang diri kita sebagaimana telah diuraikan di atas.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Namun, sadarkah kita semakin tinggi tingkat kemakmuran kita, kita bisa semakin konsumtif. Itu artinya semakin banyak kita memproduksi sampah. Semakin banyak sampah kita produksi, samakin tinggi tingkat pencemaran terhadap lingkungan. Semakin kita konsumtif, semakin tinggi tingkat eksploitasi terhadap bumi dan isinya.

Ingatlah Tuhan telah berfirman, kerusakan di bumi disebabkan oleh ulah manusia sendiri sebagaimana tertulis di dalam Al-Qur’an, Surah Ar-Ruum, ayat 41:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar)."

Maka keserderhanaan hidup sebagimana telah dicontohkan Rasulullah SAW dengan banyak berpuasa, makan ketika lapar dan berhenti makan sebelum kenyang, sesungguhnya merupakan hal yang sangat terpuji karena itu berarti bersikap tidak konsumtif dan karenanya tidak banyak memproduksi sampah. Ini berarti bersikap lebih ramah terhadap lingkungan. Sikap ini semakin relevan dengan tuntutan zaman sekarang di mana telah ada kesadaran bersama untuk berikhtiar menjaga bumi dari pencemaran dan eksploitasi yang membabi buta. 

Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, Tegal, Ahlussunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 24 November 2017

KH Masyhuri Malik: Masa Depan Aswaja Ada di Tangan Kader Muda

Kediri, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Pelaksana Program Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik berkesempatan menyampaikan ceramah di Sekolah Tinggi Agama Islam Badrus Sholeh (STAIBA) Purwoasri Kediri di sela kegiatan Pendidikan Kader Penggerak NU di Jombang, Ahad (8/3).

Di hadapan puluhan mahasiswa, ia mengingatkan bahwa era reformasi di Indonesia ditandai dengan eforia kebebasan, tidak hanya bebas menyampaikan aspirasi tetapi juga bebas mengimpor berbagai ideologi dan paham keagamaan yang berkembang di luar negeri.

KH Masyhuri Malik: Masa Depan Aswaja Ada di Tangan Kader Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masyhuri Malik: Masa Depan Aswaja Ada di Tangan Kader Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masyhuri Malik: Masa Depan Aswaja Ada di Tangan Kader Muda

“Berbagai organisasi garis keras yang dilarang di beberapa negara, termasuk Timur Tengah di sini dibiarkan bebas-sebebas-bebasnya,” kata Masyhuri Malik yang didampingi instruktur kaderisasi PBNU Abdul Mun’im DZ dan Ketua STAIBA Hj. Lilik Nur Kholidah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dikatakannya, di era reformasi ini ada sekolompok orang mewacanakan apa yang disebut Negara Islam Indonesia atau NII. Di bagian lain bahkan ada yang mendeklarasikan sebuah negara khilafah islamiyah yang jelas-jelas bertentangan dengan konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang telah digariskan dan disepakati oleh pendiri bangsa, yang tidak lain adalah para ulama Ahlusssunnah wal Jama’ah (Aswaja).

Mantan Ketua PCNU Bekasi ini mengingatkan, beberapa kelompok baru ini juga seringkali menamakan diri kelompok Aswaja dan sering melakukan pendekatan kepada warga NU. Maka anak-anak muda dan mahasiswa NU diharapkan lebih aktif dalam melakukan kegiatan pendampingan masyarakat, agar tidak terpengaruh kelompok-kelompok baru itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Tantangan ada di depan mata kita. Masa depan Aswaja dan masa depan NU ada di tangan para kader muda ini bukan di tangan orang-orang tua seperti saya,” kata KH Masyhuri Malik di hadapan para mahasiswa. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

PBNU: KPK harus Kuat, Polri harus Kuat

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Setelah selama sebulan terjadi hiruk pikuk politik nasional yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri yang menguras energi masyarakat, akhirnya presiden membuat keputusan dengan tidak jadi melantik calon Kapolri Budi Gunawan dan mengisi kekosongan pimpinan KPK dengan menunjuk tiga pimpinan baru.?

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap perseteruan antara KPK dan Polri tidak terulang kembali di masa mendatang. Dua-dua insitusi negara ini harus bekerjasama dalam upaya penegakan hukum. Ia berharap KPK dan Polri sama-sama kuat.

PBNU: KPK harus Kuat, Polri harus Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: KPK harus Kuat, Polri harus Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: KPK harus Kuat, Polri harus Kuat

“Siapapun harus bersikap adil. Presidennya milik kita, Polisi milik kita, KPK juga kita. Semuanya harus taat kepada konstitusi.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk menegakkan hukum, institusi-institusi tersebut harus diperkuat, bukan malah saling melemahkan dan mencari-cari kesalahan satu sama lain.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? “KPK harus Kuat, Polri harus Kuat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dalam kerjasama penegakan hukum tersebut, ada etika dan moral yang harus dijunjung tinggi. Ia mencontohkan, mengajak orang shalat dengan mengata-ngatai “goblok” akan membuat orang merasa tersinggung, padahal ajakannya benar.?

“Ini perlu menjadi evaluasi,” jelasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 18 November 2017

Sains dan Sosiologi Al-Quran

Judul Buku: Al-Quran Sains dan Ilmu Sosial

Penulis    : Dale F. Eicklelman, dkk

Penerbit: eLSAQ Press

Cetakan: Pertama 2010

Sains dan Sosiologi Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Sains dan Sosiologi Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Sains dan Sosiologi Al-Quran

Tebal: xiii + 153Halaman

Peresensi: Masduri*

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sungguh benar tidak salah, Al-Quran memang benar-benar mukjizat yang luar biasa. Kandungan ayatnya mencakup semua aspek kehidupan manusia. Tidak salah jika ada yang menyatakan bahwa Al-Quran adalah sumber dari segala ilmu pengetahuan. Karena tekstualitas ayat Al-Quran yang dikaji secara mendalam mampu memberikan pencerahan yang luar biasa kepada manusia. Misalnya dalam persoalan sains yang dulu dianggap tabu dalam Islam, kini sudah banyak ditemukan rahasianya dalam ayat-ayat Al-Quran. Zaghloul El-Naggar pernah menyatakan bahwa kemukjizatan sains Al-Quran merupakan satu-satunya senjata umat Islam dalam mempertahankan Al-Quran sebagai kitab suci dengan bahasa yang paling menjanjikan dan meyakinkan, ditengah kehidupan sains dan materialisme.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Betapa tidak, perkembangan dunia modern terus menuntut umat Islam beradabtasi dengan kemajuan dunia. Tetapi dengan tidak meninggalkan kerangka dasar agama, yakni Al-Quran. Sebagai kitab suci, Al-Quran disakralkan dalam Islam, ia menjadi alur gerak umat Islam, bahasa Ilahi yang ayat di dalamnya merupakan referensi dari legalitas ajaran dan tindakan umat Islam. Sehingga kadang sebagian umat Islam, menganggap Al-Quran sebagai teks Ilahi yang tidak boleh disentuh, dengan memaknai ayatnya secara tekstualis.

Tidak heran jika kemudian kemajuan Islam semakin sulit dicapai, karena kita enggan untuk berpikir secara kritis terhadap kemajuan dunia, dan mengkaji ayat Al-Quran secara mendalam. Andai umat Islam bisa berpikir kritis kepada kemajuan, kemudian mampu mengkorelasikannya dengan ayat Al-Quran, niscaya umat Islam tidak akan seperti saat ini. Kita sudah tertinggal jauh dengan Barat. Kemajuan sains dan teknologi Barat terus berkembang, sementara kita menjadi penonton yang tiap hari hanya termangu dan terkesima dengan penemuan-penemuan Barat. Dan ketika ada orang Barat mengkaji ayat Al-Quran kemudian dikaitkan dengan realitas dunia, umat Islam baru mengklaim diri, bahwa “benarkan apa yang ada dalam Al-Quran”, tetapi mereka tidak bisa membuktikannya sendiri.

Dale F. Eickelman, Dkk melalui bukunya “Al-Quran Sains dan Ilmu Sosial” mengajak umat Islam untuk maju, dan berpikir kritis menyikapi perkembangan dunia, dengan tidak meninggalkan kitab suci Al-Quran sebagai kitab suci yang disakralkan. Melalui Antologi tulisan dalam buku ini, beberapa penulis di dalamnya, mengkontektualisasikan ayat Al-Quran dengan kajuan realitas kemajuan sains dan ilmu sosial.

Realitas kehidupan dalam teks sains Al-Quran, misalnya tentang laut yang sebutkan 32 kali dalam Al-Quran, dan terma daratan ditulis 13 kali, sehingga perbandingan antara lautan dan daratan adalah 32/13. Pernyataan ini sesuai dengan perbandingan antara daratan dan lautan di bumi yanki 2/3. Rujukan yang sering juga diinterpretasi dalam sains modern tentang gunung sebagai penstabil bumi yang menahan permukaan luar bumi dengan kuat untuk menjaga bumi dari goncangan (baca QS. Anbiya’ ayat 31).

Contoh-contoh di atas hanya bagian kecil dari uraian sains dalam Al-Quran, masih banyak lagi sebenarnya uraian-uraian lain, yang saya kita tidak cukup dibicarakan dalam tulisan singkat ini, seperti proses penciptaan, astronomi, hewan, tumbuhan, reproduksi manusia, pengobatan dan ilmu sains lainnya.

Begitupun dalam ilmu sosilal, ayat-ayat dalam Al-Quran mengajarkan nilai-nilai humanisme yang tinggi, HAM, kesetaraan, kebebasan, dan akhlak yang baik antarsesama. Semua ini adalah anugerah Tuhan, upaya untuk membumikan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai sumber pertama dalam Islam, sudah pasti menjadi perhatian sepanjang zaman. Maka memahami Al-Quran dengan kontekstualiasasi realitas kehidupan saat ini merupakan sesuatu yang niscaya bagi kemajuan Islam. Jangan bermimpi Islam akan maju dan berkembang, tanpa pemahaman yang mendalam terhadap Al-Quran. Karena kunci kemajuan Islam ada dalam Al-Quran.

Buku ini menarik jadi bacaan umat Islam untuk mendalami pemahaman mereka terhadap Al-Quran, eksplorasi bahasanya menyegarkan dan luas. Sekalipun ada bahasan yang hanya mengulang dari pernyataan-pertanyataan intletual Muslim terdahulu. Tetapi tetap tidak menghilangkan kekhasan buku ini, sebab sajian kata-katanya mengalir dan mudah dipahami.    

   

*Masduri, Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Bidik Misi (AMBISI) IAIN Sunan Ampel Surabaya dan Penggagas The Edensor Community Pesantren Nasy’atul Muta’allimin Gapura Sumenep.

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hadits, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 17 November 2017

Ingin Pemilu Sukses, Ketua KPU Ziarahi Makam Gus Dur

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Kommisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Husni Kamil Malik melakukan ziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Rabu (19/9).



Ingin Pemilu Sukses, Ketua KPU Ziarahi Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Pemilu Sukses, Ketua KPU Ziarahi Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Pemilu Sukses, Ketua KPU Ziarahi Makam Gus Dur

Kunjungan dilakukan usai meresmikan kantor KPU Jombang yang baru. Tiba di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, bersama Arif Budiman dan Ketua KPU Jatim, Andree Dewanto serta beberapa anggota KPU se Jatim, Kamil Manik disambut KH Sholahudin Wahid adik kandung Gus Dur.

Setelah bercengkrama sejenak, Kamil melakukan ziarah ke Makam Gus Dur yang terletak disebelah barat Masjid.

Husni Kamil berharap pelaksanaan pemilu 2014 mendatang bisa lebih sukses dari pemilu pemilu sebelumnya, dan  juga tidak meninggalkan beban bagi KPU dimasa akhirnya.” Kita berharap pelaksanaan pemilu dan pemilu kada bisa sukses. Bahkan dan lebih baik dari pemilu 1955,”ujarnya saat meresmikan gedung baru KPU Jombang, kemarin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dikatakannya, dalam sosialisasi pelaksanaan pemilu, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah melalui pendekatan formal kepada eksekutif fan legislatif. Ada 3 pendekatan yang terus kita lakukan, yakni pendekatan formal, pendekatan normal bertemu dengan eksekutif dan legislatif. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Yang kedua adalah pendekatan non formal, kita lakukan kepada ulama dan tokoh masyarakat. Dan yang terakhir adalah pendekatan Spiritual, “ujarnya seraya mengatakan bagaimana KPU juga didukung oleh zat yg memberi amanah, salah satunya menghormati ulama.

Kamil Manik menambahkan, KPU seharusnya perlu mendapatkan penghargaan atau lencana atas kinerjanya yang ikut mensukseskan pelaksanaan pemilu dan pemilu kepala daerah. Selama ini, lanjut Malik para pendahulunya di KPU usai pelaksanaan pemilu sering kali mendapatkan ganjaran tahanan.” Mungkin Wagub bisa memikirkan penghargaan untuk temen temen KPU atas keberhasilannya,”ujarnya mengatakan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf menawarkan kepada komisiner KPU pusat yang hadir di Jombang untuk berziarah ke makam Gus Dur beserta makam pendiri NU. “ Untuk Ketua KPU pusat, di Jombang ini ada makam Gus Dur dan makam makam pendiri NU, dan setiap harinya makam Gus Dur itu  pengunjungnya sampai ribuan. Belum lagi makam Sunan Ampel, Mungkin baik juga untuk ketua KPU melakukan ziarah pada tokoh2, termasuk pendiri NU,” ujar Gus Ipul menawarkan.

Menanggapi tawaran ini, Ketua KPU Pusat, Husni Kamil Malik mengatakan, dirinya akan mengajak bersama Arif Budiman  serta keua KPU Jatim, Andree Dewanto untuk berkujung ke makam Gus Dur. 

Dikatakannya selama ini beberapa SMS yang dikirim ke padanya agar datang di Jombang tidak jawab. “Sampai hari ini tidak pernah saya jawab. Tapi tanah Jombang ini mulia. Saya mungkin dengan Mas Arif untuk bermunajad, agar pemilu sukses. Lebih baik Dari pemilu bahkan pemilu 1955,”tandasnya seraya mengatakan KPU tidak boleh kalah dengan tokoh partai politik yang juga melakukan ziarah ke Gus Dur saat aka nada pemilihan pemimpin.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pertandingan, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock