Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU

Sidoarjo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama,?

Sebanyak 35 kader penggerak Nahdatul Ulama yang berasal dari Majlis Wakil Cabang (MWCNU), Lembaga dan Banom mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang diselenggarakan PCNU Sidoarjo . Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hamdaniyah, Siwalan Panji sejak Jumat 28 Februari hingga Minggu 2 Maret hari ini.?

Menurut Panitia Pelaksana, Aris Karomay, acara yang dihadiri oleh Wakil Ketua PBNU KH. Dr. As’ad Ali itu bertujuan membekali kader NU dengan berbagai wawasan ke-Aswajaan dan ideologi gerakan.?

“Diharapkan setelah mengikuti pendidikan tersebut peserta punya bekal untuk menggerakkan organisasi di lingkungannya sesuai dengan Khittoh NU,” ujar Gus Aris.

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU

Sebelumnya, ? panitia melakukan seleksi terhadap 49 peserta yang terdaftar melalui Test Screening secara tertulis dan interview. Alasan panitia melakukan seleksi tersebut karena banyak peserta yang berminat mengikuti pelatihan, disamping itu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peserta PKPNU mengetahui dan memahami tentang organisasi NU.

Dikatakan, panitia sengaja memilih tempat di Ponpes Panji (sebutan lain Ponpes Al-Hamdaniyah) karena mempunyai nilai sejarah besar bagi NU sebagai tempat Rois Akbar NU KH. Hasyim Asya’ri menimba ilmu agama. Bahkan di tempat tersebut masih terdapat kamar Mbah Hasyim yang masih dirawat oleh para santri secara turun temurun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Mudah-mudahan dari tempat ini (ponpes red;), akan melahirkan kader-kader penggerak NU yang mempunyai semangat seperti Mbah Hasyim," tambah Gus Aris.

Sementara itu, Wakil Ketua PBNU, Dr. Asad Ali berharap kepada para kader NU untuk serius belajar dan menambah pengetahuan. "Kader NU diharapkan bisa menguasai semua bidang Ilmu pengetahuan dan Teknologi, agar cita-cita besar NU dapat tercapai," jelasnya. [Aw Avendi Anwar/Mahbib]

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Pertandingan, Aswaja Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 04 Februari 2018

Mi’raj: Imajinasi untuk Pengubah Keadaan

Oleh Eman Suryaman

---Peristiwa Isra’ (perjalanan malam) dan Mi’raj (secara bahasa berarti tangga), merupakan fenomena kehidupan sejarah umat Islam. Di sana terbentang kisah-kisah unik, imajinatif dan penuh kreativitas tentang sosok Nabi Muhammad SAW yang “terbang” berkendaraan “buraq” menuju langit tujuh.

Peristiwa ini bukan urusan “believe or not” semata. Sebab, jika kajiannya hanya urusan itu, maka implikasinya akan menjebak pada sekadar urusan beriman (bagi yang percaya) dan kafir (bagi yang tak mempercayainya).

Mi’raj: Imajinasi untuk Pengubah Keadaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mi’raj: Imajinasi untuk Pengubah Keadaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mi’raj: Imajinasi untuk Pengubah Keadaan

Isra’ mi’raj harus ditafsirkan melalui apresiasi kreatif, melihat seorang individu (Nabi Muhammad SAW) yang dengan kepribadian unggulnya memiliki (mendapatkan) transendesi tinggi, yang kemudian mampu menerjemahkan ide-ide briliannya ke tengah masyarakat, bahkan apa yang di sampaikan olehnya, -karena ia merupakan sosok terpercaya- kemudian transendensi itu berubah menjadi imajinasi milik warga bagi masyarakat (ummatnya) di jazirah Arab, bahkan menginspirasi umat manusia di luar Arab dalam waktu yang panjang berabad-abad hingga sekarang.

Wajar kiranya jika kemudian seorang pemikir sejarah sosial seperti John L. Esposito dalam Ensiklopedia Oxford melukiskan kisah Isra-Mi’raj sebagai salah satu tema besar imajinasi rakyat dan elit Islam serta pelengkap tema besar lainnya, yaitu diturunkannya al-Quran.  Sebab kemudian, dengan pesan-pesan kewahyuan yang terus turun tersebut, masyarakat Arab melalui Nabi Muhammad kemudian mendapatkan bara’ (cahaya) untuk penerang kehidupan.

Al-Quran yang secara harafiah berarti “bacaan” bisa menjadi guide, alat mapping, bahkan terposan paradigma dari luar (transendetal) untuk melihat sesuatu yang kala itu masyarakat Arab kebanyakan diombang-ambing oleh ketidakpastian imannya, ketidak jelaskan arah tuju hidupnya.

Dengan kehadiran al-Quran sebagai paradigma baru inilah masyarakat Arab terbebas ide-ide konvensional yang biasanya tidak memberi solusi atas persoalan hidup masyarakat yang lahir dari senandung ritmik (reka-reka) para penyair atau sikap ngawurnya para kahin (dukun/tukang sihir) di masa jahiliyah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

 

Lepas Sains, ke Tafsir Sosial

Isra’ Mi’raj akan lebih bermakna bagi hidup kita sekarang jika ia ditafsirkan sebagai cara melihat problem dan kebutuhan manusia pada setiap zaman yang selalu membutuhkan ide-ide baru, gagasan terobosan, upaya untuk menemukan jalan keluar (berbuat ma’ruf), meninggalkan dan melawan realitas buruk (munkar) dengan modal tuma’nina billah (keyakinan transendental atau “ideologi”).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Itulah mengapa seorang Filsuf, Muhammad Iqbal merasa bahwa pengalaman Mi’raj yang indah, fantastis dan imajinatif itu lebih sebagai tanggungjawab sosial kemanusiaan, urusan bumi, bukan urusan langit. Iqbal berpikir, jika urusan personal semata, maka Nabi barangkali akan lebih memilih tidak balik/turun ke bumi yang banyak problem, melainkan akan lebih memilih berasyik-masyuk  berada di langit bersama Tuhan selamanya.

Tetapi memang dalam dimensi keilmuan (utamanya filsafat dan sains), urusan Isra’ Mi’raj ini tetap menarik, menjadi tantangan, karena di sana menyediakan altar lain, cakrawala imajinatif untuk ruang kreativitas untuk memecahkan teka-teki dan misteri ini dengan penyediaan metode baru dalam melihat realitas.

Hal ini penting karena sejauh ini, persoalan isra’ -mi’raj dalam konteks sains masih belum keluar dari paradigma rasio-empirik dengan doktrin _trial and error_, atau belum keluar dari model penalaran observatif eksperimental sehingga mengalami kebuntuan saat merasionalisasi, karena memang peristiwa itu tak bisa diulang (dicoba lagi), tak bisa diobservasi melalui eksperimen ulang.

Namun, dalam urusan hidup kita memang kita tidak bisa terus-menerus bergantung sains. _Toh _pada kemajuan sains modern (sekalipun kita hargai sebagai keilmuan, bahkan kita hargai sebagai berkah Illahi) bukan berarti sains modern itu bebas masalah. Bahkan sains itu sendiri yang harus terus dikritik dan terus dikembangkan agar manusia tidak terjebak pada kesalahan-kesalahan hingga menyebabkan malapetaka sains.

Bahkan, seandainya peristiwa Mi’raj tersebut juga bisa dirasionalisasi secara saintifik, misalnya pada kasus kemampuan perjalanan Nabi Muhammad SAW, dengan kecepatan cahaya (prakiraan) 300.000 km/s, bisa jadi nanti akan muncul bantahan dalam bentuk rasionalitas sains yang lain.

Dengan kata lain, menunggu kepastian sains memecahkan misteri tersebut, tidak akan menjamin munculnya kebenaran tunggal. Selalu ada tafsir atas fakta, dan karena itu pada urusan Mi’raj memang lebih bermanfaat jika ditafsir dengan apa yang kita sebut dalam sains sosial sebagai imajinasi.

Kita tahu, dalam ruang lingkup ilmu sosial, imajinasi merupakan tonggak lahirnya sebuah pembaharuan, atau jalan baru kehidupan. Setiap tokoh-tokoh besar memiliki imajinasi. Setiap nabi membawa imajinasi.

 

Setiap Tokoh Membawa Imajinasi

Nabi Isa AS membawa imaji welas asih yang begitu kuat. Pesan-pesan cinta-kasihnya begitu mendalam. Sebagai tokoh yang kuat kepribadiannya, tegas dalam bersikap terhadap kemunkaran, dan sekaligus humanis kepada umatnya.

Nabi Musa dengan mentalilnya yang kuat mampu sanggup turun dari ruang kerajaan (Fir’aun) dan lebih mengabdi kepada bangsanya yang tertindas, menjadi inspirator gerakan kewargaan di mesir kuno, membawa ratusan ribu umatnya keluar dari belenggu penindasan panjang dengan imajinasi “kebangsaan” yang unggul.

Dan nabi Muhammad adalah sosok yang sangat berarti dalam diri kita tentang apa itu yang munkar (buruk) dan harus ditinggalkan, mana yang ma’ruf (baik) harus ditegakkan, dan pentingnya _tuma’nina billah_ (beriman kepada Allah) sebagai sarana manusia untuk tidak berpaling dari jalan hanif; yang selalu merindukan kebenaran dan kebaikan).

Imajinasi yang telah terbukti membawa sebuah kebaikan bersama itulah yang perlu direfleksikan secara mendalam, diserap substansinya, kemudian kita jadikan cara/model menggerakkan masyarakat agar terjadi perubahan sosial yang lebih baik.

 

Mi’raj Sosial-Kewargaan

Dengan Mi’raj Nabi tersebut sesungguhnya tersedia banyak pelajaran (ibrah) berharga tentang kematian ego (individu). Kesadaran Nabi sebagai manusia tentang hakikat hidup telah tuntas karena perjumpaan dengan yang lain (realitas alam lain) yang memberikan pelajaran untuk pencerahan bagi urusan bumi.

Dengan pengalaman “di dunia lain” itu Nabi mendapatkan sisi lain yang baru, menggetarkan, dan mengubah paradigma hidupnya, dan dari situlah pula karakter pribadi terbentuk secara khusus.

Dengan kata lain pula terdapat makna, bahwa seseorang bisa berubah karena faktor luar, bukan semata karena hijrah dari satu tempat ke tempat lain, melainkan memang butuh hijrah batiniah (transenden) untuk perubahan diri. Kisah nabi mengendarai buraq (baraqa) yang artinya adalah “bercahaya sebagaimana kilat” bisa dimaknai sebagai pencerahan (ilumunasi).

Makna kontemporernya, dalam kita berinteraksi dengan manusia dan alam semesta di era modern sekarang ini, seyogyanya bermodal wawasan, pengetahuan yang tidak sekadar hanya menyerap pakem-pakem pengetahuan secara umum, melainkan harus kreatif mencari pengetahuan transendetal agar laku-hidup kita (tidak sesat dalam kegelapan, termasuk tersesat dari sains secara umum) sehingga mampu memberikan berkah/kebaikan bagi semesta.

Dalam pengertian itulah sebenarnya, Mi’raj juga berarti keharusan kita untuk selalu naik dari tangga satu ke tangga lain (yang lebih tinggi) sehingga setiap hari kita memang senantiasa harus mengejar prestasi untuk menghasilkan ke-ma’rufan’ dan meninggalkan mengurangi ke-munkar-an sehingga semakin kuat ikatan iman kita pada yang esa.

Pada dimensi urusan sosial-kemasyarakatan, mi’raj berarti usaha keras untuk kita berbakti, berkhidmat secara terus-menerus dengan selalu membuka diri secara kreatif untuk menjawab persoalan urusan warga.

Kebuntuan demokrasi yang terjadi saat ini akibat sekadar urusan pemilu/pilkada harus diterobos dengan memperkuat dimensi demokrasi lain yang mungkin itu berat karena menyangkut urusan partisipasi, emansipasi dan menegakkan daulat rakyat melalui musyawarah (deliberasi).

Bagaimana menjadikan demokrasi itu mampu menyejahterakan rakyat, membawa keadilan sosial, dan memberdayakan warga secara beradab? Itu semua membutuhkan sikap transendetal dari diri kita, terutama para politisi, kaum intelektual, dan pimpinan organisasi sosial kemasyarakatan

Pada urusan kemasyarakatan di organisasi juga perlu sekiranya kita ber-Mi’raj (menuju tangga kualitatif). Kemandulan gerakan organisasi, baik di organisasi kemasyarakatan (ormas), partai, mengelola bisnis, tak bisa kita berlaku tertutup sebagaimana kebiasaan mengumbar sikap cengeng menyalahkan realitas, apalagi menyalahkan sesama pengurus.

Tugas kita bukan berkeluh kesah sebab itu tidak menyelesaikan persoalan. Tugas utama kita bermasyarakat adalah menemukan ruang-ruang kreatif, selalu mencari imajinasi untuk terus menuju tangga yang lebih tinggi. Dan itu bukan semata kita sekadar berpikir, melainkan harus bertindak/beramal. Sebab dengan banyaknya tindakan justru sering mendapatkan banyak pengalaman yang akumulasinya nanti bisa menjelma teori/pengetahuan.

 

Tangga Kualitas

Hari selalu baru. Karena waktu memang terus berjalan. Tetapi hari baru dengan kualitas kehidupan kita tidak selalu terjadi karena apa yang disebut pembaharuan bukan sekadar mengikuti arus pergeseran kalender harian. Memang, berbuat atau tidak kita (secara natural) akan berubah. Tetapi perubahan alamiah bisa jadi menjelma kita sebagai spesies, atau hewan yang lahir, hidup, berkembang lalu punah.

Pelajaran dari Mi’raj, yakni tangga sebagai ilustrasi menandakan kita selalu dituntut untuk “naik” ke arah kualitatif. Karena itu dalam perjalanan hidup ini, upaya naik harus terus dilakukan sepanjang hayat. Naik secara ilmu, naik secara kepribadian, naik kesejahteraan, naik derajat dan keimanan kita, naik solidaritas sosial, naik bersama-sama membangun peradaban. Wallahu a’lam.

 

KH Dr Eman Suryaman MM, Ketua PWNU Jawa Barat 2011-2016

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pertandingan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 02 Februari 2018

PBNU: Al-Quran Boleh Dibaca dengan Langgam Apapun Asal Jaga Kaidah

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi menyatakan kebolehan melagukan Al-Quran dengan irama adat manapun. Pasalnya, setiap komunitas memiliki langgamnya masing-masing. Hanya saja yang perlu diperhatikan ialah kaidah pelafalan dan respek terhadap ayat-ayat suci itu sendiri.

PBNU: Al-Quran Boleh Dibaca dengan Langgam Apapun Asal Jaga Kaidah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Al-Quran Boleh Dibaca dengan Langgam Apapun Asal Jaga Kaidah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Al-Quran Boleh Dibaca dengan Langgam Apapun Asal Jaga Kaidah

“Setiap pembaca itu wajib menjaga makhrajnya, panjang, juga pendeknya. Tujuannya agar tidak merusak makna Quran itu sendiri. Kalau soal langgam, Al-Quran terbuka. Jawaz (boleh) dengan langgam Jawa, Sunda, atau langgam lainnya,” kata Kiai Masdar kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama di Jakarta, Selasa (19/5) sore.

Menanggapi pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa di Istana Negara pada Jumat (15/5) malam, Kiai Masdar menyatakan rasa syukurnya kalau langgam lokal itu menambah kesyahduan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Dan langgam itu berbeda antara satu masyarakat dan masyarakat lainnya. Kalau iya begitu, setiap komunitas boleh membaca Al-Quran dengan langgam yang lazim di kalangan mereka. Bisa langgam Jawa, Sunda, atau langgam lainnya,” ujar Kiai Masdar.

Setiap bahasa pun sebenarnya mengandung nilai transendensi. Allah sendiri mengatakan, wa allama adamal asma’a kullaha. Allah mengajarkan nama-nama benda kepada Adam. “Artinya setiap bahasa mengandung nilai ilahiyah.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rais Syuriyah PBNU ini mengajak masyarakat tidak perlu membesar-besarkan persoalan ini. Tidak ada larangan membaca Al-Quran dengan langgam apapun selagi menjaga dua kaidah itu, tegas Kiai Masdar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pertandingan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

Kiai Abdurrohim bin Abi Hasan, Pribadi Zuhud dan Cinta Ilmu

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Ribuan jamaah menghadiri peringatan Haul ke-IX mantan Rais Syuriyah PCNU Kota Surakarta KHR. Abdurrohim bin Abi Hasan, di Gandekan, Jebres, Solo, belum lama ini (18/2). Dalam acara tersebut dibacakan riwayat hidup tokoh yang akrab disapa Mbah Durohim tersebut.

Dijelaskan, sejak usia 5 tahun, Kiai Abdurrohim kecil telah ditinggal wafat kedua orang tuanya. “Simbah Kiai Abdurrohim sejak umur 5 tahun sudah yatim piatu, kemudian diasuh oleh Pakdhe dan Budhenya,” terang salah satu cucu Kiai Abdurrohim, Gus Ahmad Zawawi Suryo Buwono.

Kiai Abdurrohim bin Abi Hasan, Pribadi Zuhud dan Cinta Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Abdurrohim bin Abi Hasan, Pribadi Zuhud dan Cinta Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Abdurrohim bin Abi Hasan, Pribadi Zuhud dan Cinta Ilmu

Kemudian setelah nyantri di berbagai pesantren, ia diangkat menjadi salah satu modin atau ulama Keraton Surakarta sehingga kelak di depan namanya tersemat gelar Raden.

Salah satu sifatnya yang paling dikenang yakni gemar akan mencari ilmu, yang ia contohkan. “Beliau lebih mengutamakan membeli kitab yang isinya ilmu daripada membeli pakaian, meskipun pakaiannya sudah tidak layak pakai,” lanjut Gus Ahmad.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Mbah Abdurrohim juga dikenal sebagai seorang yang zuhud. Hidup dengan penuh kesederhanaan. Bahkan, ia pernah ditawari anaknya untuk dibelikan rumah, malah ditolak. Pada akhir hayatnya, ia hanya meninggalkan 2 almari besar, yang berisi kitab-kitab.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebagai seorang ulama dan juga kemudian mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah PCNU Kota Surakarta, Mbah Abdurrohim, dikenal sebagai ahli ilmu fiqih. “Setiap ada permasalahan yang berkaitan dengan syariat, selalu dijawab dengan ucapan: menurut Imam mazhab empat itu begini..,” ungkap Gus Zawawi.

Di akhir hidupnya, tercatat KH Raden Abdurrohim mengemban amanah sebagai Mustasyar PCNU Kota Surakarta. Lahu al-fatihah! (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Pertandingan, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 27 Desember 2017

Jangan hanya Manjakan Sektor Industri

Jogyakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Posisi kaum tani sebagai tumbal pembangunan telah lama terjadi, jauh hari sebelum negeri ini memasuki masa reformasi. Sayang, reformasi paripurna dalam tata-politik dari monolitik-sentralistik menjadi desentralistik ternyata nyaris tidak membawa berkah bagi kaum tani.

Tumbalisasi terjadi dalam format perkonomian yang dikotomis memperhadapkan sektor pertanian-pedesaan-tradisionil dengan sektor industri-perkotaan-moderen, dan sekarang ini belum juga terbenahi dengan nyata. Musibah perberasan nasional menunjukkan betapa sempurnanya tumbalisasi kaum tani di era reformasi.

Jangan hanya Manjakan Sektor Industri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan hanya Manjakan Sektor Industri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan hanya Manjakan Sektor Industri

"Pemanjaan sektor industri dengan mengurbankan sektor pertanian dan pedesaan sudah waktunya dihentikan. Dikotomi Agro-Pedesaan-Tradisional vis-? -vis Industri-Perkotaan-Modern amat-sangat tidak adil dan memerlukan reformasi struktural kebijakan perekomian yang sinergis dan tidak dikotomis,” kata Wakil Ketua Pengurus Wilayah nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta KH. Mohammad Maksum dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Jum’at (9/2).

Inpres 13/2005 tentang perberasan, sebagai landasan legal perberasan nasional, telah melegalkan segala tumbalisasi itu terjadi. Angka-angka HPP (Harga Pembelian Pemerintah) dalam Inpres 13/2005 tersebut terlalu rendah, bahkan lebih rendah dari rerata harga pasar di saat panen raya sekali pun. Fakta ini, kata Maksum, menjadi alasan pembelian BULOG rendah.

Menurutnya, Inpres tersebut diterbitkan Oktober 2005 dan menjadi tidak layak ketika keseluruhan beaya produksi telah meroket di kemudian hari sebagai akibat dari kenaikan harga BBM 162%, Oktober 2005.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu Proporsi HPP juga sangat tidak masuk akal.? Besaran HPP untuk Gabah Kering Panen (GKP), Gabah Kering Giling (GKG), dan Beras yang masing-masing sebesar: Rp 1.730/kg, Rp 2.280/kg dan Rp 3.550/kg. Dari angka-angka ini terhitung bahwa pada tingkat rendemen beras/gabah sebesar 60%, setiap kilogram beras seharga Rp 3.550,- mutlak memerlukan GKG sebanyak 1,66 kg yang harganya Rp 3.807,-

”Harga beras lebih rendah dari harga gabah bahan bakunya. Ini kadzaab dan sejak Gadjah Mada masih hidup, sangat mustahil terjadi,” kata Maksum

Akibat dari HPP murah ini, Bulog tidak membeli cukup stok dari dalam negeri dan hanya mencapai 60% dari target pengadaannya 2006Sementara fihak konsumen beras memandang harga beras harus murah dan akan menuntut harga selalu murah kepada pemerintah. Lalu operasi pasar (OP) dilakukan pada tingkat harga rendah. Pada titik ini, kata Maksum, kaum tani telah kehilangan gairah produksi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Sederhana sekali reaksi yang muncul pada tingkat negara, bahwa dalam kondisi cadangan Bulog terbatas, dan keharusan pengamanan harga karena tuntutan politis publik atas HPP beras yang ilusif tersebut, maka dilakukanlah importasi bertubi-tubi,” katanya.

Dengan reaksi importasi seperti itu, lingkaran perberasan nasional tidak akan pernah terbenahi dengan baik. Karena kita telah melupakan inti persoalan yang sesungguhnya sangat jelas, yaitu landasan legal yang sangat tidak berkeadilan.

Dengan HPP yang rendah dan tidak proporsional, selamanya pengadaan dalam negeri akan jeblog, sementara manipulasi harga tengkulak menjadi-jadi, OP harus dilakukan secara bertubi-tubi dan semangat produksi mengalami stagnasi. Seharusnya solusi itu bisa dijabarkan lebih adil melalui sistem subsidi-dan-taksasi memadai. Tetapi, solusi Negara terperangkap importasi-importasi, menggadaikan kedaulatan pangan dan perut bangsa RI.

Asbabul mushibah beras adalah tidak proporsional dan rendahnya HPP dan karenanya, Inpres 13/2005 harus segera dikaji ulang. Kebijakan pangan murah hanya berkeadilan apabila dilakukan dengan sistem subsidi-dan-taksasi yang manusiawi,” pungkasnya. (nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pertandingan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 24 Desember 2017

Kunci Sukses Menjawab Enam Pertanyaan di Alam Kubur

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Kunci Sukses Menjawab Enam Pertanyaan di Alam Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunci Sukses Menjawab Enam Pertanyaan di Alam Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunci Sukses Menjawab Enam Pertanyaan di Alam Kubur

Sidang Jum’ah Rahimakumullah…

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seseorang telah dibaringkan di dalam kubur dan para pengantar telah meninggalkannya, maka dua malaikat, yakni Munkar dan Nakir, segera mendatangi dan menanyakan tentang tiga hal pokok, yakni: siapa tuhannya, apa agamanya dan siapa nabinya. Hadits tersebut sebagaimana diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib:

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?

Dalam beberapa riwayat dikatakan ketiga pertanyaan pokok tersebut diikuti dengan tiga pertanyaan berikutnya sehingga berjumlah enam pertanyaan sebagai berikut:

1. Man rabbuka? Siapa Tuhanmu?

2. Ma dinuka? Apa agamamu?

3. Man nabiyyuka? Siapa Nabimu?

4. Ma kitabuka? Apa kitabmu?

5. Aina qiblatuka? Di mana kiblatmu?

6. Man ikhwanuka? Siapa saudaramu?

Sidang Jum’ah Rahimakumullah…

Keenam pertanyaan di atas tampak sepele untuk dijawab. Namun, sebenarnya tidak demikian sebab semua bergantung pada amal masing-masing semasa hidupnya. Ketika seseorang sudah dibaringkan di dalam kubur, ia sendirian tanpa seorang pun menemani; sementara malaikat menyapa dengan garang sambil menarik orang itu agar berposisi duduk. Kedua malaikat kemudian mengajukan keenam pertanyaan sebagaimana di atas. Mereka yang senantiasa melaksanakan shalat lima waktu, terlebih yang suka shalat berjamaah di masjid, sesungguhnya mereka telah memegang kunci sukses menjawab keenam pertanyaan itu.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah…

Kalau kita camkan definsi shalat, yakni serangkaian kegiatan ibadah tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, maka kita dapati kata pertama yang wajib kita ucapkan dalam shalat adalah ?, yakni dalam takbiratul ihram: ? ?. Jika dalam sehari semalam kita melakukan shalat fardhu lima waktu, maka kita akan menyebut ? dalam takbiratul ihram sebanyak lima kali. Jika takibiratul ihram ditambah dengan takbir-takbir yang lain seperti takbir sebelum ruku’, sebelum sujud, dan sebagainya, maka dalam sehari semalam kita menyebut ? sebanyak 68 kali. Itu belum termasuk yang kita sebut dalam shalat-shalat sunnah. Singkatnya orang yang taat menjalankan perintah shalat akan sangat terbiasa mengucapkan ?.

Kaitannya dengan pertanyaan pertama di atas, seseorang yang semasa hidupnya senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, kemudian di dalam kubur ditanya: ? ? (siapa Tuhanmu) maka dengan mudah ia dapat menjawab: ? ? (Allah Tuhanku) karena ia terbiasa menyebut ? setidaknya 68 kali dalam sehari semalam. Bayangkan mereka yang malas shalat, apalagi tak pernah shalat sama sekali. Tentu mereka akan mengalami kesulitan menjawab pertanyaan ini.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah…

Terhadap pertanyaan kedua, yakni ? ? (apa agamamu) seseorang yang semasa hidupnya senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, ketika di dalam kuburnya ditanya: ? ? - apa agamamu –? maka dengan mudah ia dapat menjawab:? ? (Islam agamaku) karena dalam konteks sekarang hanya Islam satu-satunya agama yang memerintahkan melaksanakan shalat.

Agama-agama sebelumnya pada zamannya juga memerintahkan umatnya melaksanakan shalat bahkan dengan jumlah rakaat yang lebih banyak dari pada Islam. Agama-agama itu hingga sekarang masih ada, namun inti ajarannya tidak lagi menekankan iman tauhid dengan hanya menyembah Allah SWT sebagaimana Islam. Maka bisa dimengerti agama-agama itu tidak lagi menyerukan umatnya melakukan shalat. Shalat telah identik dengan Islam karena sekali lagi dalam konteks sekarang Islam satu-satunya agama yang memerintahkan shalat.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

Terhadap pertanyaan ketiga, yakni ? ? (siapa Nabimu) seseorang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, tentu dengan lancar dapat menjawab pertanyaan itu karena di dalam shalat lima waktu setidaknya kita menyebut nama ? sebanyak 10 kali dalam sehari semalam, yakni dalam bacaan tahiyat atau tasyahud akhir yang berbunyi:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

dan dalam bacaan shalawat

? ? ? ?

Jumlah itu belum termasuk yang dibaca dalam tasyahud awal dan bacaan shalawat dalam rakaat kedua dalam shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’ yang jumlahnya 15 sehingga seluruhnya berjumlah 25. Oleh karena itu, seseorang yang semasa hidupnya senantiasa melaksnakan shalat akan dengan mudah menjawab pertanyaan: ? ? (siapa nabimu), yakni dengan jawaban: ? ? (nabiku Muhammad SAW) karena setiap hari selalu menyebut nama ?.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

Terhadap pertanyaan keempat, yakni ? ? - Apa kitabmu, seseorang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, tentu dapat menjawab pertanyaan itu dengan jawaban: ? ? – Kitabku Al-Qur’an, karena di dalam shalat terdapat rukun yang mengharuskan orang shalat membaca surah pertama dalam Al-Qur’an yakni Surah Al-Fatihah. Seseorang yang melakukan shalat tanpa membaca surah ini dalam setiap rakaat, shalatnya tidak sah, kecuali bagi makmum masbuq yang di rakaat pertama tak selesai membacanya karena waktu tak mencukupi.

Selain surah Al-Fatihah, orang shalat juga membaca surah-surah lainnya di dalam Al-Qur’an yang dibaca sebagai bacaan sunnah. Surah-surah yang hukumnya sunnah ini dibaca setelah surah Al-Fatihah. Dengan dibacanya surah-surah dalam Al-Qur’an dalam shalat, maka dalam sehari semalam setidaknya orang membaca surah-surah Al-Qur’an sebanyak 27 kali. Dengan kata lain untuk menyebut ? sebagai sebagai kitab suci tidak sulit bagi mereka yang senantiasa melaksanakan shalat.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah…

Terhadap pertanyaan kelima, yakni ? ? (di mana kiblatmu) seseorang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, tentu dapat menjawab pertanyaan itu dengan jawaban: ? ? (Ka’bah kiblatku) karena orang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, akan menghadap ke arah Ka’bah sebanyak 5 kali sehari. Jika ditambah dengan shalat-shalat sunnah, tentu frekuensinya lebih tinggi lagi.

Kebiasan setiap hari menghadap kiblat berupa Ka’bah ini tentu akan memudahkan menjawab pertanyaan kelima di atas. Apalagi di dalam niat shalat terdapat kata “kiblat” yang maksudnya adalah Ka’bah. Niat itu misalnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Aku berniat melaksanakan shalat Dzuhur empat rakaat dengan menghadap Kiblat karena Allah SWT.

Dalam bacaan niat di atas secara eksplisit terdapat kata ?. Kata-kata kiblat ini tentu akan selalu mengingatkan Ka’bah di Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah. Orang Islam yang taat kepada Allah senantiasa akan menghadap ke arah Ka’bah sedikitnya 5 kali dalam sehari. Artinya bagi orang yang senantiasa melaksanakn shalat untuk menyebut nama Ka’bah tidak sulit.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

Terhadap pertanyaan keenam, yakni ? ? (siapa saudara-saudaramu), seseorang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat dengan berjamaah di masjid, tentu dapat menjawab pertanyaan itu dengan jawaban yang tepat, yakni ? ? ? (kaum muslimin dan muslimat saudara-saudaraku).

Jawaban dari pertanyaan keenam ini memang memiliki keterkaitan langsung dengan masjid karena tempat suci ini merupakan tempat berkumpulnya kaum muslimin dan muslimat untuk melaksanakan jamaah shalat. Seseorang yang membiasakan diri dengan shalat berjamaah di masjid, tentu akan ingat saudara-saudara seiman yang berjamaah shalat bersamanya walaupun mungkin tidak tahu nama mereka satu per satu. Tidak mungkin atau sangat kecil kemungkinannya orang-orang non-muslim melakukan shalat, apalagi di masjid.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

Dari uraian di atas dapat kita lihat dengan jelas ada hubungan erat antara shalat, masjid dan kelancaran menjawab 6 pertanyaan di dalam kubur yang meliputi: siapa tuhanmu, apa agamamu, siapa nabimu, apa kitabmu, dimana kiblatmu, dan siapa saudara-saudaramu. Orang-orang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, apalagi dengan berjamaah di masjid, sudah pasti tidak akan mengalami kesulitan menjawab semua pertanyaan tersebut.

Kesuksesan menjawab semua pertanyaan itu menjadi penentu kesuksesan-kesuksesan berikutnya apakah seseorang akan masuk ke surga atau ke neraka. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang senatiasa sukses dalam menghadapi semua pertanyaan di alam kubur. Amin ya rabbal alamin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?:? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Muhammad Ishom, Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam, Pertandingan, Kyai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Menjelang pelaksanaan Apel Kebhinekaan Lintas Iman Bela Negara, Ahad (17/1) mendatang, Komunitas Lintas Iman yang terdiri dari PBNU, KWI, PGI, MATAKIN, PHDI, WALUBI, dan LPOI mengadakan pertemuan di Gedung PBNU lantai 8, Jumat (15/1) siang. Seluruh elemen lintas iman menyerukan bahwa terorisme, radikalisme, dan narkoba adalah musuh bersama.

Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba Musuh Bersama

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mewakili seluruh elemen lintas iman mengajak seluruh masyarakat untuk mencegah, mewaspadai, dan membendung serta melawan radikalisme, terorisme, dan narkoba.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Permasalahan ini tidak hanya menjadi tugas aparat keamanan, pemerintah, tetapi membutuhkan peran serta dan partisipasi seluruh pihak. Hanya dengan kebersamaan dan sinergitas yang kuat antara negara dan masyarakat, radikalisme, terorisme, dan narkoba akan sulit berkembang di Indonesia,” ujar Kang Said dalam jumpa pers.

Sesungguhnya yang memberi ruang dan membuka peluang bagi tumbuh dan berkembangnya radikalisme, terorisme, dan narkoba di Indonesia adalah sikap ketidakpedulian dan sifat acuh masyarakat terhadap realitas sosial.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Upaya penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keindonesiaan dengan memberikan pemahaman dan penguatan nasionalisme dan kebhinekaan merupakaan ikhtiar mendesak yang harus ditempuh pemerintah,” tambah Kang Said.

Ia mengatakan, kita sebagai negara yang memiliki keragaman bahasa, agama, suku, adat-istiadat, ras, Indonesia telah mampu menunjukkan kepada dunia akan potret kehidupan bangsa yang harmoni.

Keberagaman yang ada merupakan salah satu tonggak dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, tandas Kang Said. (Afifah Marwa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pertandingan, AlaSantri, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 21 Desember 2017

Fatayat NU Bangga Gus Dur Pahlawan Nasional

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Seperti diberitakan sejumlah media, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa pembahasan gelar pahlawan nasional bagi mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sudah selesai di Dewan Gelar. Pengesahannya sebagai pahlawan nasional tinggal menunggu keputusan presiden atau Keppres.

Akan ditetapkannya Gus Dur sebagai pahlawan nasional sangat membanggakan bagi bangsa Indonesia khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU). Hal ini sebagai bukti bahwa kiprah para ulama dan kiai demikian diperhitungkan.

Fatayat NU Bangga Gus Dur Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Bangga Gus Dur Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Bangga Gus Dur Pahlawan Nasional

"Kami sangat bangga dengan akan ditetapkannya Gus Dur sebagai pahlawan nasional," kata Ema Umiyyatul Chusnah, Rabu (11/11). Ketua PC Fatayat NU Jombang Jawa Timur ini juga mengemukakan, bahwa sosok Gus Dur sebagai bagian tidak terpisahkan dari bangsa Indonesia dengan segala kiprah yang didermakan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Rasanya sulit menemukan sosok seperti beliau," kata Ning Ema, sapaan akrabnya. Keberpihakan Gus Dur kepada kalangan tertindas, kepedulian terhadap ketimpangan adalah diantara jasa yang melekat dari cucu hadratus syaikh tersebut.

Belum lagi kiprahnya di NU. "Kalangan anak muda NU sangat berhutang kepada beliau," kata Pembina di Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang tersebut. Karena bila membuka kembali lembaran sejarah terkait sepak terjang yang dilakukan saat awal menjadi Ketua Umum PBNU, maka sangat nyata sumbangsih yang telah diberikan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Dulu, NU dipandang sebelah mata oleh sebagian besar kalangan," kata Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Jombang ini. ? Namun lewat sejumlah terobosan, lanjutnya, termasuk banyaknya tulisan Gus Dur yang membahas kiprah NU dan pesantren, maka perlahan tapi pasti banyak yang simpatik.

Tanggungjawab besar bagi generasi muda NU dan pesantren adalah mengisi kepercayaan yang telah disemai oleh Gus Dur dengan kiprah terbaik. "Tidak ada pilihan lain, kecuali menunjukkan prestasi seperti telah ditorehkan Gus Dur," kata cucu KH Abdul Wahab Chasbullah ini.

"Apa yang dilakukan Gus Dur dalam mengangkat citra pesantren dan NU demikian luar biasa," katanya. NU bisa seperti sekarang yakni disegani di banyak negara, adalah berkat kiprahnya yang tidak kenal lelah menyampaikan pandangan keislaman dan keindonesiaan yang membanggakan.

Gus Dur kini bukan semata milik keluarga atau bahkan partai politik tertentu. "Beliau adalah aset berharga NU, pesantren dan bangsa Indonesia," katanya. Karena itu, tambahnya, tugas berikutnya adalah menjaga khidmat yang telah diteladankan.

Menjadikan Gus Dur sebagai pahlawan nasional adalah pilihan tepat bagi negeri ini yang sadar dengan sumbangsih yang telah diberikan. "Semoga akan lahir Gus Dur baru dalam perjalanan NU, pesantren dan bangsa Indonesia," pungkas Ning Ema. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pertandingan, Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 14 Desember 2017

Rakyat Rindukan Jiwa Patriot dalam Pengelolaan Negara

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hari Santri diperingati dengan berbagai cara dimana-mana dan dengan berbagai cara. Mulai dari futsal bersarung, melukis logo NU, seminar dan diskusi, karnaval budaya, Kirab Resolusi Jihad NU, pembacaan Shalawat Nariyah, sampai apel akbar.

Menurut Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan, paling tidak, ada dua hal yang membuat peringatan Hari Santri menjadi magnet utama warga NU dan masyarakat Indonesia.

Rakyat Rindukan Jiwa Patriot dalam Pengelolaan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakyat Rindukan Jiwa Patriot dalam Pengelolaan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakyat Rindukan Jiwa Patriot dalam Pengelolaan Negara

Pertama, menurut dia, memperingati Hari Santri berarti menggelorakan kembali Resolusi Jihad NU 1945. Pada waktu keluar resolusi tersebut mampu menjadi penyemangat untuk mengusir penjajah yang berusaha merebut kedaulatan negara yang telah merdeka.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ini mengindikasikan rakyat Indonesia saat ini, khususnya NU, merindukan patriotisme dalam pengelolaan negara. Dulu patriot mengusir penjajajh, sekarang patriot pengelolaan ekonomi berdaulat, antikorupsi, dan antiradikalimse,” jelasnya di gedung PBNU, Jakarta (19/10). ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut dia, saat ini masyarakat tengah bosan mendengar korupsi terjadi dimana-mana. Masyarakat lelah dengan ekonomi yang sulit dan tidak berdaulat di hadapan negara besar. Begitu juga di bidang lain, seperti bidang energi, keuangan, sampai politik. Juga narkoba masuk ke desa-desa.

Rasiogini, katanya, atau alat ukur seberapa jauh antara yang miskin dan yang kaya pada angka mengkhawatirkan. Rakyat ingin keluar dari keadaan itu.

“Keadaan itu yang ditangkap NU dengan menggelorakan semangat Resolusi Jihad NU. Sekarang harus diwujudkan dengan patriot penegakakan keadilan dan pemerataan ekonomi dan pembangunan,” tegasnya. ?

Daya tarik lain, lanjutnya, adalah pembacaan 1 miliar Shalawat Nariyah yang dibacakan serentak Jumat (21/10) dari Aceh sampai Papua, dan di luar negeri yang dikoordinir Pengurus Cabang Istimewa Nahdalatul Ulama di masing-masing negara.

“Shalawat Nariyah adalah jiwanya peringatan Hari Santri. Selain ekspresi cinta kepada Nabi dan Allah, di situ ada doa pengharapan. Ini raga ketemu rohnya. Itulah semangat warga NU menjadi bergelora,” jelasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama, Pertandingan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 06 Desember 2017

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Keluarga KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akhirnya mengeluarkan pernyataan sikap terkait kontroversi pernyataan Prabowo Subianto yang dinilai merendahkan Gus Dur dalam satu wawancara dengan wartawan asing Allan Nairn pada 2001 silam dan telah beredar luas. Berikut pernyataan sikap yang disampaikan oleh istri Gus Dur Hj. Sinta Nuriyah A. Wahid, beserta keempat puterinya. (Red:Anam)

?

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo

SIKAP KELUARGA KH ABDURRAHMAN WAHID

MENGENAI KONTROVERSI WAWANCARA BP. PRABOWO SUBIANTO

YANG DIANGGAP HINA GUS DUR

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

PERNYATAAN PERS

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

Beberapa waktu terakhir ini, media massa ramai memberitakan komentar mengenai KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang disebut-sebut telah dilontarkan oleh Bapak Prabowo Subianto dalam wawancara oleh Sdr. Allan Nairn pada tahun 2001.

Pernyataan ini menjadi sebuah kontroversi publik, utamanya karena muncul di dalam suasana bangsa Indonesia yang sangat dinamis pada proses puncak perhelatan demokrasi di Indonesia, yaitu Pemilihan Presiden 2014.

Sehubungan dengan situasi tersebut:

Keluarga Gus Dur telah berjumpa dan berdiskusi dengan Sdr. Allan Nairn selaku pewawancara dan penulis artikel, untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai konteks komentar mengenai Gus Dur dalam wawancara tersebut. Dari pertemuan ini kami menyimpulkan bahwa komentar tersebut diutarakan dalam pembahasan mengenai tidak siapnya bangsa Indonesia terhadap demokrasi di negara ini. Berlandaskan prinsip keadilan, dan demi menjaga agar situasi ini tidak berkembang menjadi fitnah publik berkepanjangan, kami membuka komunikasi dan mengharapkan klarifikasi dari Bapak Prabowo Subianto mengenai pernyataan yang sudah menjadi polemik publik ini. Apabila pernyataan Bapak Prabowo Subianto dalam wawancara tersebut benar adanya, walaupun dilontarkan dalam konteks pembahasan mengenai demokrasi di Indonesia, maka kami sangat menyesalkan pernyataan tersebut. Sebagai tokoh nasional, kami berharap Bapak Prabowo mampu meneladankan sikap non-diskriminatif kepada siapapun warga bangsa tanpa menilik perbedaan fisik. Begitu pun sikap menghormati pemimpin bangsa yang terpilih oleh rakyat melalui mekanisme demokratis, siapapun ia.? Pernyataan bernada merendahkan terhadap Gus Dur tersebut menjadi kontras dengan masifnya penggunaan figur Gus Dur dalam kampanye yang dilakukan oleh pendukung Bapak Prabowo Subianto selama ini di seluruh penjuru Indonesia. Para pecinta Gus Dur dan sebagian besar masyarakat Indonesia lainnya telah mendesak kami untuk mencapai sikap dan penyelesaian akhir dalam merespons persoalan ini. Kami meminta masyarakat untuk menahan diri dari sikap emosional dan reaktif terhadap persoalan ini, mengingat persoalan sensitif ini muncul dalam suasana puncak kampanye Pemilihan Presiden 2014. Kita seyogyanya mengedepankan prinsip dialog untuk menggali kebenaran, sebagaimana selalu diteladankan oleh guru kita Al-Maghfurlah Gus Dur. Demikian pernyataan keluarga KH Abdurrahman Wahid dalam mensikapi kontroversi yang berkembang terkait pernyataan dari Bapak Prabowo Subianto pada tahun 2001 mengenai ayahanda kami Gus Dur.

Semoga peristiwa ini menjadi bahan pelajaran bagi kita semua untuk selalu menjaga sikap ksatrya dan menghargai perbedaan pandangan tanpa bersikap merendahkan orang lain.

?

Jakarta, 5 Juli 2014

Atas nama keluarga KH Abdurrahman Wahid

?

Hj. Sinta Nuriyah A. Wahid

Alissa Qotrunnada Munawaroh (Alissa Wahid)

Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid)

Anita Hayatunnufus (Anita Wahid)

Inayah Wulandari (Inayah Wahid)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pertandingan, Pendidikan, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 27 November 2017

Masih Banyak Kiai yang Tak Suka Politik

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Meskipun belakangan ini, tepatnya semenjak reformasi, banyak kiai yang terjun dalam dunia politik praktis, namun dari pengamatan Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri, ternyata masih banyak kiai yang tak berpolitik dan mengurusi dzikir, majelis taklim dan sebagainya.

“Banyak masyarakat yang suka politik, tapi banyak juga yang tidak suka. Mereka yang tidak suka politik merasa tidak dikancani kiai. Lalu muncul kiai yang menyatakan jangan khawatir kamu tidak suka politik, masih ada kiai yang masih mengurusi dzikir dan sebagainya,” tuturnya dalam perbincangan dengan Internet Marketer Nahdlatul Ulama beberapa waktu lalu di kantor Komunitas MataAir.

Pengasuh Ponpes Roudhatut Thalibien ini menjelaskan bahwa ia telah penggelar pertemuan dengan para kiai di berbagai daerah. Para ulama ini merasa resah melihat banyaknya kiai yang berpolitik. Namun akhirnya dalam pertemuan ini mereka lego ternyata banyak kiai yang tak mengurusi politik.

Masih Banyak Kiai yang Tak Suka Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Banyak Kiai yang Tak Suka Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Banyak Kiai yang Tak Suka Politik

Dijelaskan oleh Gus Mus bahwa pertemuan ini sekaligus untuk menyerap pemikiran dari bawah sebagaimana yang diminta oleh Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudz.

“Urusan kekiaian ini kan hanya membantu dengan pemikiran, menyampaikan aspirasi masyarakat. Fikiran kiai-kiai di bawah ini kita titipkan ke syuriyah,. Selanjutnya PBNU yang menindaklanjuti untuk kerja nyatanya. Mereka ini orang NU semua, tidak ada orang luar,” imbuhnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kiai yang juga Penyair ini menjelaskan ada tiga kategori tindakan politik yang dilakukan oleh para kiai, yaitu politik kebangsaan, politik kerakyatan, dan politik kekuasaan. Politik kebangsaan ini seperti yang dilakukan oleh Hadratusyaikh Hasyim Asy’ari ketika mengeluarkan fatwa jihad melawan penjajah, ini politik untuk Indonesia, politik kebangsaan. Demikian pula mengangkat Bung Karno sebagai wali ad dhoruri bis syaukah.

Sementara itu, politik kerakyatan merupakan pembelaan para kiai yang dilakukan terharap rakyat. Ini yang paling rajin dilakukan oleh para kiai. “Ketika rakyat berhadapan dengan penguasa atau dengan pengusaha, maka rakyat larinya ke kiai. Mereka yang mbelani,” tandasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Berkaitan dengan politik kekuasaan, Gus Mus berpendapat politik yang ini sebetulnya banyak menguras energi dan tak karuan juntrungnya. Menurutnya dalam politik kekuasaan, harus ada perencanaan yang matang bagaimana nanti kalau berkuasa, bukan hanya memikirkan politik tapi tanpa melakukan perencanaan yang matang, kalau sudah berkuasa mau apa.

“Jangan-jangan kalau kita sudah kuasa seperti zaman Gus Dur. Sendirian Gus Dur karena yang siap berkuasa cuma Gus Dur. Mestinya semuanya harus siap kalau memang mau berpolitik kekuasaan,” paparnya.

Gus Mus juga merasa prihatin dengan banyaknya partai politik yang mengatasnamakan warga NU. Banyaknya partai membuat suara yang diperoleh semakin kecil karena pasar yang diambil sama sehingga posisinya semakin tidak berarti.

“Kalau berfikir bikin partai biar kecil asal baik, tidak ada itu, ini majelis taklim. Kalau partai politik ya harus besar wong partai-partai besar saja berkoalisi kok. Dulu zaman orde baru, PDI dan PPP tidak ada artinya sama sekali, karena apa, karena kecil.  Orang-orang kita itu, kalau bicara soal partai, soal politik, itu jangkauannya hanya sebatas menjadi anggota legislatif, tak lebih, itu ngapain, ya cari kerja saja,” tuturnya.

Secara organisatoris, Gus Mus sepakat bahwa NU tidak boleh berpolitik praktis, namun politk kebangsaan dan politik kerakyatan harus terus dilakukan. Tugas NU adalah membela rakyat yang sampai saat ini banyak yang masih mengalami kesulitan hidup.

“Umumnya orang NU itu petani di desa-desa, sekarang petani paling tidak karuan hidupnya, Kalau sekarang harga pupuk mahal, siapa yang menyuarakan aspirasi mereka kalau tidak kiai. Jadi politik kebangsaan dan politik kerakyatan ini yang perlu dijangkau, jadi politik kekuasaan ya biarkan mereka yang memang tahu dan suka, jangan seluruhnya,” tuturnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ulama, News, Pertandingan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 18 November 2017

Buka PKD GP Ansor Kebayoran Lama, Ketua PCNU Jaksel Minta Panitia Seleksi Ulang Peserta

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi menyemangati peserta Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang diselenggarakan aktivis GP Ansor Kebayoran Lama Jumat-Ahad (20-22/10). Ia meminta peserta PKD GP Ansor Kebayoran Lama untuk memantapkan niat dalam mengikuti rangkaian kaderisasi hingga selesai.

“Peserta tidak boleh ragu atau setengah-setengah. Panitia harus menyeleksi ulang peserta apakah serius menjadi kader muda NU,” kata Kiai Abdurrazak dalam sambutan pembukaan PKD GP Ansor Kebayoran Lama di Masjid Dakwatul Islamiyah, Pondok Pinang Timur, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Buka PKD GP Ansor Kebayoran Lama, Ketua PCNU Jaksel Minta Panitia Seleksi Ulang Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka PKD GP Ansor Kebayoran Lama, Ketua PCNU Jaksel Minta Panitia Seleksi Ulang Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka PKD GP Ansor Kebayoran Lama, Ketua PCNU Jaksel Minta Panitia Seleksi Ulang Peserta

Menurutnya, kader muda NU harus memiliki loyalitas yang tinggi terhadap NU dan kepatuhan pada putusan organisasi GP Ansor.

“Panitia siap screening ulang peserta? Peserta PKD sisa lima orang tidak masalah, yang penting mereka adalah kader muda NU yang benar-benar kader,” kata Kiai Razak.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pembukaan PKD GP Ansor Kebayoran Lama ini dihadiri oleh pengurus harian PCNU Jakarta Selatan, Kapolsek Kebayoran Lama, Danramil Kebayoran Lama, utusan Camat Kebayoran Lama, utusan Lurah Pondok Pinang, dan tokoh masyarakat setempat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Dengan ini saya buka PKD GP Ansor Kebayoran Lama. Selamat mengikuti rangkaian kaderisasi hingga selesai,” kata Kiai Razak.

PKD GP Ansor Kebayoran Lama berlangsung di Madrasah Ibtdaiyah Al-Fauzain, Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pertandingan, Khutbah, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 17 November 2017

Ingin Pemilu Sukses, Ketua KPU Ziarahi Makam Gus Dur

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Kommisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Husni Kamil Malik melakukan ziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Rabu (19/9).



Ingin Pemilu Sukses, Ketua KPU Ziarahi Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Pemilu Sukses, Ketua KPU Ziarahi Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Pemilu Sukses, Ketua KPU Ziarahi Makam Gus Dur

Kunjungan dilakukan usai meresmikan kantor KPU Jombang yang baru. Tiba di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, bersama Arif Budiman dan Ketua KPU Jatim, Andree Dewanto serta beberapa anggota KPU se Jatim, Kamil Manik disambut KH Sholahudin Wahid adik kandung Gus Dur.

Setelah bercengkrama sejenak, Kamil melakukan ziarah ke Makam Gus Dur yang terletak disebelah barat Masjid.

Husni Kamil berharap pelaksanaan pemilu 2014 mendatang bisa lebih sukses dari pemilu pemilu sebelumnya, dan  juga tidak meninggalkan beban bagi KPU dimasa akhirnya.” Kita berharap pelaksanaan pemilu dan pemilu kada bisa sukses. Bahkan dan lebih baik dari pemilu 1955,”ujarnya saat meresmikan gedung baru KPU Jombang, kemarin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dikatakannya, dalam sosialisasi pelaksanaan pemilu, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah melalui pendekatan formal kepada eksekutif fan legislatif. Ada 3 pendekatan yang terus kita lakukan, yakni pendekatan formal, pendekatan normal bertemu dengan eksekutif dan legislatif. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Yang kedua adalah pendekatan non formal, kita lakukan kepada ulama dan tokoh masyarakat. Dan yang terakhir adalah pendekatan Spiritual, “ujarnya seraya mengatakan bagaimana KPU juga didukung oleh zat yg memberi amanah, salah satunya menghormati ulama.

Kamil Manik menambahkan, KPU seharusnya perlu mendapatkan penghargaan atau lencana atas kinerjanya yang ikut mensukseskan pelaksanaan pemilu dan pemilu kepala daerah. Selama ini, lanjut Malik para pendahulunya di KPU usai pelaksanaan pemilu sering kali mendapatkan ganjaran tahanan.” Mungkin Wagub bisa memikirkan penghargaan untuk temen temen KPU atas keberhasilannya,”ujarnya mengatakan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf menawarkan kepada komisiner KPU pusat yang hadir di Jombang untuk berziarah ke makam Gus Dur beserta makam pendiri NU. “ Untuk Ketua KPU pusat, di Jombang ini ada makam Gus Dur dan makam makam pendiri NU, dan setiap harinya makam Gus Dur itu  pengunjungnya sampai ribuan. Belum lagi makam Sunan Ampel, Mungkin baik juga untuk ketua KPU melakukan ziarah pada tokoh2, termasuk pendiri NU,” ujar Gus Ipul menawarkan.

Menanggapi tawaran ini, Ketua KPU Pusat, Husni Kamil Malik mengatakan, dirinya akan mengajak bersama Arif Budiman  serta keua KPU Jatim, Andree Dewanto untuk berkujung ke makam Gus Dur. 

Dikatakannya selama ini beberapa SMS yang dikirim ke padanya agar datang di Jombang tidak jawab. “Sampai hari ini tidak pernah saya jawab. Tapi tanah Jombang ini mulia. Saya mungkin dengan Mas Arif untuk bermunajad, agar pemilu sukses. Lebih baik Dari pemilu bahkan pemilu 1955,”tandasnya seraya mengatakan KPU tidak boleh kalah dengan tokoh partai politik yang juga melakukan ziarah ke Gus Dur saat aka nada pemilihan pemimpin.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pertandingan, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jika Kau Sebut Gus Dur, Mereka Menyahabatimu

Oleh Miftahul Jannah--Cita-cita tentang terwujudnya perdamaian dunia adalah tujuan kemanusiaan yang mulia. Di mana pun, konflik dan peperangan adalah kesedihan bagi yang menyaksikannya. Terlebih lagi bagi yang mengalaminya. Anak-anak, perempuan mengalami trauma. Juga kaum bapak dan semua yang kehilangan anggota keluarga, harta benda dan pekerjaan.

Begitu juga Konflik Israel-Palestina. Konflik di sana berawal dari adanya resolusi PBB yang membagi tanah Palestina menjadi dua bagian. Israel mendapatkan tanah lebih luas sementara Palestina mendapat bagian yang lebih kecil. Konflik semakin memuncak ketika Israel mendirikan negara pada tahun 1948 berdasarkan resolusi tersebut.

Jika Kau Sebut Gus Dur, Mereka Menyahabatimu (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika Kau Sebut Gus Dur, Mereka Menyahabatimu (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika Kau Sebut Gus Dur, Mereka Menyahabatimu

Konflik terus berlangsung. Tak sedikit masyarakat sipil baik dari Palestina maupun Israel yang menjadi korban. Dampak semakin terasa di pihak Palestina karena wilayahnya semakin mengecil, akibatnya masyarakat terusir dari wilayahnya sendiri dan harus mengungsi ke negara-negara Arab lainnya.

Jalan damai Israel-Palestina telah diupayakan sejak tahun 1948 baik oleh kedua belah pihak atau pihak lain sebagai mediator. Namun kata sepakat sulit ditemukan. Puncak kegagalan upaya damai ini terjadi ketika partai Hamas dari Palestina menolak berunding dengan Israel sehingga peperangan kembali terjadi dan entah sampai kapan akan berakhir. Bahkan Liga Arab sebagai organisasi negara-negara Arab tidak mampu memberikan jalan tengah bagi konflik tersebut. Banyak negara-negara Timur Tengah turut merasakan dampaknya. Pan-Arabisme yang menyatukan negara-negara Arab ini sempat mengalami kemunduran sehingga menimbulkan sikap apatis terhadap konflik Timur Tengah. Dengan demikian perdamaian di Israel Palestina dan Timur Tengah lainnya masih sulit untuk terwujud sampai saat ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jerusalem

Saya berkesempatan melakukan kunjungan ke Israel (19-27 Jan 2015) sebagai salah seorang peserta Indonesian Moslem Leaders "Tribute to Gus Dur". Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Jerusalem. Nama ini diambil dari kata saleem (selamat), merupakan kota yang penting bagi umat Yahudi (Jewish), umat muslim dan umat Kristen. Di Jerusalem lah Nabi Ibrahim menerima wahyu untuk berkurban, Nabi Sulaiman membangun temple, juga Nabi Muhammad berangkat ke langit dari Jerussalem.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Bagi umat Yahudi, Jerusalem merupakan tempat beradanya tembok ratapan dan Bait Allah. Bagi umat Islam, adalah tempat dimana mesjid Al Aqsha berada, tempat nabi melaksanakan perjalanan spiritual nan suci dari Masjidil Haram di Makkah ke mesjid Al Aqsha di Jerussalem (Qs Al Isra:1). Lalu menuju ke langit untuk menerima wahyu kewajiban shalat lima waktu bagi umat muslim. Dan bagi umat Kristen, Jerusalem adalah tempat gereja Makam Kudus, dimana Jesus disalib dan dimakamkan. Serta situs-situs keagamaan yang penting lainnya seperti gereja Kelahiran dan kuburan Rahel di Betlehem.

Israel memiliki budaya yang beranekaragam karena para Yahudi imigran dari seluruh dunia membawa tradisi dan budayanya masing-masing. Hari raya nasional ditentukan berdasarkan kalender Yahudi. Saya menyaksikan hari Sabtu (Shabbat), candlelighting di rumah seorang yahudi taat, Peta Pelach. Lalu Shabbat Service di sinagoge terdekat dan Shabbat hospitality di kediaman seorang rabi (pendeta Yahudi).

Shabbat ditetapkan sebagai hari libur dimulai dari sunset Jumat sampai dengan sunset Sabtu. Tidak ada aktivitas apa pun saat Shabbat. Tidak ada jual beli, tidak bekerja, tidak menyalakan computer atau kamera. Hanya doa dan kumpul bersama keluarga menikmati dinner saat Shabbat. Israel juga dipengaruhi budaya Arab yang terlihat pada arsitektur-arsitektur bangunan, musik, dan kuliner Israel.

Kami berkunjung ke museum, salah satu institusi kebudayaan yang terpenting di Israel. Saya mengunjungi Museum Holocaust nasional Israel, Yad Vashem. Museum ini menyimpan sejumlah arsip-arsip informasi mengenai peristiwa pembantaian terhadap kaum Yahudi oleh Nazi Jerman. Juga berkunjung ke museum di Masada in memory of Yigeal Yadin, dan Museum of Islamic Art yang menyimpan sejarah perjalanan Islam Timur Tengah, periode Mongol, Iran, Turki dan tentunya Islam di Israel.

Silaturrahim dan kunjungan juga dilakukan ke pusat pusat kebudayaan Islam. Selain ke museum yang menyimpan banyak sejarah tokoh dan peristiwa, kunjungan juga ke Arabiyah Village dekat perbatasan Israel Lebanon Jordan, dan Syiria, dimana komunitas muslim Israel Palestina berada. Kunjungan juga dilakukan ke mesjid-mesjid, yaitu Masjid Ahmad Haji Qadirov (nama ayah dari presiden Cechnya), karena memang biaya pembangunan mesjid berasal dari donasi Presiden Cechnya. Menurut peraturan perundangan yang berlaku, pemerintah Israel tidak boleh memberikan dana untuk mendirikan tempat ibadah agama apa pun. Pendirian tempat ibadah menjadi tanggung jawab para pemeluknya masing-masing.

Kami disambut Walikota Abi Gosh, visit dan lunch at sufi center-Islamic cultural Syeikh Ghassan Manasra imam Thariqah Qadliriyah di Nazaret; putra Syeikh Abdussalam Husein Munashiroh muallif kitab “Mu’jam kalimatul Qur’anul karim maniy wa tashrif”. Nazareth adalah Kota terindah di Israel yang berada di puncak pegunungan, dengan mayoritas muslim keturunan Arab. Meski demikian, kota ini tetap disebut sebagai kota Jesus. Atas kesepakatan bersama, di sinilah toleransi dan kebesaran hati masing-masing pemeluk agama teruji.

Tak lupa kunjungan juga dilakukan untuk turut dapat berempati dan memberikan cinta kasih kepada korban perang Syiria yang dirawat Rumah Sakit Zip Hospital. Seluruh korban perang di sini tidak dipungut biaya, ditanggung pemerintah Israel. Setidaknya selama tahun 2014, sebanyak 77.000 pasien gawat darurat dan 220.000 pasien rawat jalan di sini. Selanjutnya kunjungan ke Save A Child’s Heart di Wolfson Hospital, Holon Tel Aviv. Di situ anak-anak dari seluruh dunia termasuk Afrika yang memiliki penyakit di bagian hati dirawat dan diupayakan sembuhkan. Love is powerfull! ?

Gus Dur dan Perdamaian dunia

Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid adalah nama seorang muslim Indonesia yang paling sering didengar di Israel karena selalu disebut para rabai (Pendeta Yahudi), tokoh Kristen, jurnalis, aktivis Interfaith di Israel. Juga tentunya di kalangan moslem community di Israel dan Palestina. Gus Dur menjadi nama yang begitu akrab dan dicintai baik kalangan yahudi maupun komunitas muslim di kedua negara itu. Menyebut nama Gus Dur adalah berkah bagi warga Indonesia karena dengan menyebutnya seperti menjadi semacam clue dan ada chemistry bahwa ada persahabatan antara kami dengan mereka.

Peran aktif Gus Dur dalam mewujudkan perdamaian antara Palestina dan Israel terlihat jelas semasa hidupnya. Setidaknya Gus Dur tercatat dalam dua organisasi besar yang memperjuangkan terwujudnya kerukunan antarumat beragama dan perdamaian dunia di Israel dan Palestina. Bahkan Gus Dur juga menjadi salah satu pendiri di dalam organisasi ini jauh sebelum ia menjadi Presiden Republik Indonesia, yaitu the Peres Center for Peace. Organisasi itu dimotori mantan Presiden Israel Simon Peres. Gus Dur juga tercatat sebagai member board The Elijah Interfaith Institute sharing wisdom, fostering peace dimana para tokoh agama dan tokoh perdamaian dunia menjadi member di dalam kedua organisasi ini. Gus Dur ada di dalamnya karena konsisten memperjuangkan perdamaian dunia.

Ketika Gus Dur menjadi presiden, beliau pernah mewacanakan membuka hubungan dagang dengan Israel. Wacana yang cukup kotroversial. Banyak yang mengkritik terhadap keinginannya, terutama dari kalangan umat Islam. Alasannya cukup ‘ideologis’ bahwa Israel sampai saat ini masih melakukan penjajahan terhadap Palestina. Konstitusi Indonesia UUD 1945 menganut ‘Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Penolakan muncul dari mana-mana, baik dari dalam parlemen maupun dari luar parlemen. Akibat penolakan ini, bisa ditebak hasilnya, pembukaan hubungan dagang batal dilakukan.

Selama di Israel, setidaknya saya mengikuti dua forum diskusi formal dalam bentuk seminar, beberapa seminar yang diperuntukkan khusus sebagai penghormatan kepada jasa Gus Dur dalam turut serta mewujudkan kerukunan antarumat beragama dan perdamaian dunia. Fakta eksistensi Gus Dur sangat berarti bagi umat beragama khususnya di wilayah konflik seperti Israel-Palestina yang tidak bisa dilepaskan dari pengaruh agama yang berbeda-beda di sana.

Israel berpenduduk kurang lebih 7.5 juta jiwa dengan16 % persennya beragama Islam. Lebih dari tiga per empat, atau 75,5% populasi Israel adalah Yahudi yang berlatar belakang berbeda-beda. Sekitar 68% Yahudi Israel dilahirkan di negara tersebut, 22%-nya merupakan imigran dari Eropa dan Amerika, dan 10%-nya merupakan imigran dari Asia dan Afrika (termasuk pula dari Arab). Umat Muslim mencapai 16%, agama minoritas terbesar di Israel sebab yang lain sekitar 2% populasi beragama Kristen, dan 1,5%-nya beragama Druze.

Saat rasa curiga dan tidak percaya antarwarga bangsa, antarumat beragama terjadi, saat umat Yahudi tidak percaya lagi kepada umat Muslim, saat umat muslim tidak percaya umat Yahudi dan umat lainnya, Gus Dur datang memberikan pencerahan dan harapan perdamaian di tanah Israel-Palestina.

Seorang aktivis kerukunan umat beragama perempuan di Israel dari Elijah Institut Peta Jones Pellach menyampaikan testimoninya tentang Gus Dur. “Menyaksikan langkah dan usaha Gus Dur dalam kerukunan umat beragama dan perdamaian dunia, membuat kami semakin memahami bahwa Islam yang sebenarnya adalah Islam yang dipikirkan, dikatakan, dan dilakukan oleh Gus Dur, yaitu Islam yang rahmatan lil alamin; Islam yang mengayomi semua orang yang menjadi berkah dan member kasih sayang tanpa pandang bulu kepada siapa pun di dunia.”

Ini sejalan dengan yang sering didengungkan Gus Dur “bahwa kita butuh Islam ramah, bukan Islam marah”.

Masih menurut Pelach bahwa ia masih mengingat kata-kata Gus Dur terhadap saya "lakukan kebaikan yang selama ini telah kamu lakukan, maka engkau akan mendapatkan perdamaian di tanah suci tiga agama ini."

Menarik, bahwa para Yahudi dan Kristen di Israel sangat berharap akan terus berkembangnya Islam moderat sebagaimana Islam Indonesia yang telah ditunjukkan Gus Dur. Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia sangat diharapkan peran aktifnya dalam membantu proses perdamaian termasuk di Timur Tengah. Moderasi Islam yang dibawa oleh Gus Dur telah mengubah pandangan mereka tentang Islam di dunia. Mereka sangat berharap pemahaman Islam "model" Gus Dur ini akan terus berkembang agar dunia menjadi lebih damai.

Selain itu mereka juga menceritakan bagaimana mereka juga sangat terkesan dengan guyonan ala Gus Dur yang sering dilontarkannya di forum Israel, sebagaimana disampaikan Emanuel Shahaf, seorang Yahudi yang menjadi Vice Chairman Israel-Indonesia Chamber of Commerce.

Begitu juga Mr Chaim Chosen selaku Head of the Asia and the Pacific division of Ministry of Foreign Affairs of Israel. Dia mengaku sangat terkesan dan bahagia bisa bertemu dengan Gus Dur. Menurutnya bertemu Gus Dur adalah peristiwa penting dan istimewa. Pertama dia bertemu Gus Dur di Universitas Hebrow Israel. Kedua, Gus Dur hadir pada penandatanganan perdamaian antara Israel dengan Jordania. Menurut Chaim juga, bahwa meski tidak memiliki hubungan diplomatik antara Israel dengan Republik Indonesia, tetapi hubungan tidak formal seperti kunjungan ini menjadi penting mengingat Indonesia sebagai negara Muslim moderat di dunia. Katanya tidak ada conflict of interest antara Indonesia dan Israel.

The last but not the least bertemu dengan Simon Peres, mantan Presiden Israel di Bait Peres Lil Salam. Lagi-lagi Gus Dur menjadi objek utama perbincangan. Tentu tak lupa juga tentang Islam Indonesia. Bagi Simon Peres, Mr. Wahid (begitu dia menyebut KH Abdurrahman Wahid) adalah pribadi yg sangat merdeka, independen dan mengayomi. Saat semua orang membicarakan tentang perang dan menuding Israel sebagai penyerang, ia justru datang kepada kami, Israel, untuk bicara tentang perdamaian. Ia adalah figur yang inspiratif bagi para pencinta damai dan kerukunan.

“Wahid adalah salah satu board di Peres Peace Center. Kami merasa kehilangan seorang tokoh yg luar biasa dan sangat dicintai. Dia memimpin jutaan umat Islam di negara muslim terbesar di dunia, yaitu Indonesia. Islam yg menjadi harapan bagi kedamaian dunia,” kata Peres.

Dan tak lupa Peres pun meminta kepada tim delegasi Indonesia, jika tidak keberatan, ada yang membuat patung Wahid untuknya, untuk dipasang di salah satu bagian gedung kantornya “The Peres Center for Peace” berdampingan dengan tokoh besar dunia lainnya seperti yang sudah ada di situ, yaitu patung Dalailama, Mahatma Ghandi dan lain-lain.

Gus Dur anugrah bagi Indonesia dan perdamaian dunia.

“Jika kamu berbuat baik pada semua orang, orang tidak akan tanya apa agamamu.” Gus Dur, lahul Fatihah.

Miftahul Jannah, Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Banten

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pertandingan, Aswaja Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 08 November 2017

Resmi Buka Muktamar NU, Jokowi Bersarung

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Presiden RI Ir H Joko Widodo secara resmi membuka perhelatan Muktamar ke-33 NU. Pembukaan yang terpusat di Alun-alun Jombang ini, Jokowi yang didampingi Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Rais Aam KH Mustofa Bisri, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menabuh bedug.

Dia pun mengucap basmalah untuk membuka secara resmi Muktamar NU yang untuk ke-12 kalinya diselenggarakan di wilayah Jawa Timur ini.

Resmi Buka Muktamar NU, Jokowi Bersarung (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmi Buka Muktamar NU, Jokowi Bersarung (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmi Buka Muktamar NU, Jokowi Bersarung

Dalam sambutannya, Jokowi yang hadir didampingi Ibu Negara Iriana ini mengatakan, bahwa sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar, peran NU selalu dinantikan. “Baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya, Sabtu (1/8).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara pembukaan ini dihadiri oleh para pejabat tinggi negara, Menteri Kabinet Kerja, para pengasuh pondok pesantren tempat lokasi Muktamar, ulama dan kiai sepuh NU, jajaran pengurus Syuriyah, Tanfidziyah, Mustasyar, ‘Awan PBNU, ribuan peserta Muktamar, Mufti dan Kedubes negara-negara sahabat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan Orkestra Bintang 9 yang dipandu oleh paduan suara 1000 santri dan musik religi. Usai acara pembukaan, puluhan ribu warga NU yang memadati Alun-alun Kota Jombang disuguhkan gelegar aneka macam kembang api yang berlangsung sekitar 15 menit. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal, Pertandingan, Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 28 Oktober 2017

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya

Palopo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. PW GP Ansor Sulawesi Selatan melaksanakan Diklatsar Banser yang dilaksanakan pada 23 hingga 26 Juni 2015. Diklatsar Banser ini merupakan yang ke-3 Sulawesi Selatan. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Datok Sulaiman Kota Palopo yang diikuti oleh 150 orang peserta yang berasal dari zona II se-Luwu Raya yakni Kab/Kota Palopo, Luwu Utara, Luwu, Luwu Timur, Enrekang, Sidrap, dan Soppeng.

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya (Sumber Gambar : Nu Online)
PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya (Sumber Gambar : Nu Online)

PW GP Ansor Sulsel Gelar Diklatsar Banser se-Luwu Raya

Dalam sambutannya Wakil Walikota Palopo Ahmad Syarifuddin, SE, MSi mengapresiasi kegiatan Diklatsar Banser yg mempunyai tugas dan fungsi mengawal ajaran Islam Ahlusunnah Wal-Jamaah dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Harapan kami, selaku pemertintah melalui Diklatsar ini, selain sebagai proses kaderisasi, Diklatsar ini mampu meningkatkan kompetensi serta skill anggota banser dalam mewujudkan Banser yang tangguh dan menjadi solusi dalam menghadapi berbagai situasi serta kondisi yang terjadi ditengah-tengah masyarakat,” ujar Ahmad Syarifuddin yang juga salah satu Pengurus Pusat GP Ansor ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulsel HM Tonang dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa eksistensi Banser sebagai semi otonom GP Ansor adalah pasukan inti Ansor.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Disisi lain Banser merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses kaderisasi di tubuh Ansor, demi mewujudkan kader-kader Banser yang mumpuni serta memiliki kepedulian kepada masyarakat dan bangsa," ucapnya.

Kegiatan Diklatsar Banser ini dihadiri Satkorwil Banser Sulsel A Abbas Rauf Rani, Dewan Penasehat GP Ansor Kota Palopo Dr Hamzah Kamma, Dr Muhaemin, Drs H Ibnu Hajar yang juga mantan ketua Ansor era 80-an. (Andy Muhammad Idris/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, Pertandingan, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 26 Oktober 2017

Fiqih Kiai Sahal Berorientasi Perubahan Sosial

Jepara, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Firdaus Djaelani mengatakan, KH Sahal Mahfudh merupakan kiai yang memberdayakan rakyat kecil. Menurutnya, secara garis besar gagasan ekonomi Kiai Sahal menempatkan syariat Islam sebagai instrumen transformasi sosial.

“Agama Islam tidak hanya dimaksudkan untuk mencapai kebahagiaan akhirat melainkan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat,”  kata Firdaus dalam harlah pertama Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara di gedung haji MWCNU Tahunan Kompleks Unisnu, Selasa (29/4).

Fiqih Kiai Sahal Berorientasi Perubahan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqih Kiai Sahal Berorientasi Perubahan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqih Kiai Sahal Berorientasi Perubahan Sosial

Dalam seminar nasional “Membedah Pemikiran Ekonomi Kiai Sahal”, Firdaus manambahkan, gagasan Kiai Sahal sejalan dengan prinsip maqasidus syariah yang mencakup pemeliharaan agama, akal, jiwa, keturunan, dan harta benda

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kiai Sahal menekankan dakwah bil hal dalam bentuk aksi nyata. “Yaitu program yang menyentuh kebutuhan umat,” katanya. Ia menyebut buku “Nuansa Fiqih Sosial” halaman 119-126 perihal perbaikan pengelolaan zakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Zakat jangan sampai menjadikan fakir miskin ketergantungan pada pemberian. Di samping itu zakat harus menjadi sarana membuat umat berdaya dan membuat kondisi ekonomi mustahiq tambah meningkat,” tambahnya.

Fakir miskin, imbuhnya jangan hanya diberi “ikan” tetapi juga perlu diberi kail. Artinya fakir miskin tidak hanya cukup diberi modal tetapi juga diberi keterampilan dan peluang untuk berusaha.  (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai, Pertandingan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 22 Oktober 2017

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Aminudin Ma’ruf berziarah ke makam salah satu tokoh pelopor gerakan pemuda Hizbullah KH A Wahab Hasbullah di Jombang,  Selasa (28/10) malam.

Menurut Amin, KH A Wahab Hasbullah merupakan figur pemuda Nahdliyin di zamannya yang mempunyai semangat gerakan sangat tinggi. “PMII harus banyak belajar dari semangat jihad beliau,” paparnya di depan kader komisariat PMII se-Jombang di area makam Mbah Wahab Hasbullah.

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab

Selain itu, ia mengajak kader PMII untuk kembali meneruskan mengembangkan peninggalan Mbah Wahab, yaitu pesantren. Pesantren mesti tetap dijaga dari masuknya paham di luar Ahlusunnah wal Jamaah. “Pesantren merupakan lahan basah yang tidak boleh ditinggalkan  generasi muda Nahdliyin, di antaranya kader PMII,” terang pemuda berkaca mata ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PMII Jombang Mahmudi berharap, kedatangan Ketum PB PMII dapat dimanfaatkan kadernya untuk belajar tentang apapun terutama mengenai kelembagaan PMII. “Kami memfasilitasi anggota dan kader untuk bertemu dan belajar secara langsung kepada ketua umum,” ungkapnya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Dalam kesempatan tersebut, kedatangan Amin pada pukul 22.00 WIB ke makam Mbah Wahab disambut puluhan kader PMII Jombang yang rela menunggu sejak maghrib. Demi bertemu dan berbagi pengetahuan dengan pimpinan organisasi mereka. (Romza/Mahbib)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Pertandingan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 03 Oktober 2017

Pelajar MA Sultan Agung Donorkan Darah di Kodim Pati

Pati, NU online. Sebanyak 28 pelajar yang terdiri atas unsur IPNU-IPPNU dan PMR MA Sultan Agung Sukolilo melakukan aksi kepedulian sosial. Mereka secara suka rela mendonorkan darah di aula Kodim IV/Diponegoro kabupaten Pati.

Pelajar MA Sultan Agung Donorkan Darah di Kodim Pati (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar MA Sultan Agung Donorkan Darah di Kodim Pati (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar MA Sultan Agung Donorkan Darah di Kodim Pati

Anggota PK IPPNU MA Sultan Agung Mega Sabrina menganggap perlunya aksi donor darah oleh kalangan pelajar ini secara rutin sedikitnya setiap tahun.

“Aksi ini mendidik secara konkret akan kepedulian sosial. Kami juga akan dengan giat mengajak teman-teman agar mau turut serta dalam kegiatan donor darah,” terang Mega yang kini diamanahkan sebagai Ketua PMR MA Sultan Agung di aula Kodim Pati, Rabu, (3/9).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Serma Prayuda, salah seorang koordinator panitia donor darah menyatakan terima kasih kepada seluruh peserta donor darah terutama kepada anggota Komisariat IPNU-IPPNU dan PMR MA Sultan Agung Sukolilo.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Mereka dengan inisiatifnya telah membantu suksesnya kegiatan ini,” ujar Serma.

Selain mereka, warga Pati juga terlibat sebagai relawan donor darah pada kesempatan ini. (Moh Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, RMI NU, Pertandingan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 21 September 2017

Nilai-nilai Islami dalam Sepak Bola

Oleh Ahmad Naufa Khoirul Faizun



Sepak bola selalu menarik perhatian jutaan manusia di muka bumi ini. Sampai-sampai, di luar negeri, khususnya negara-negara Eropa, sepak bola sudah seperti agama.

Nilai-nilai Islami dalam Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Nilai-nilai Islami dalam Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Nilai-nilai Islami dalam Sepak Bola

Di Indonesia sendiri, sepak bola menjadi salah satu cabang olahraga yang paling populer. Ia dimaninkan di gang-gang kumuh, sawah, halaman sekolah, halaman madrasah, dan atap gedung di Jakarta oleh anak-anak kecil, sampai dimainkan pemain profesional di GBK.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menariknya, meski ini adalah sebuah olahraga, di dalam sepak bola ada nilai-nilai Islami yang patut kita pegangi. Seperti apakah nilai-nilai Islami dalam sepak bola itu? Berikut analisis dan penafsirannya.

Pertama, taat hukum atau aturan. Meski sepak bola bersifat lomba: tim mana yang paling bisa menyarangkan golnya terbanyak ke gawang lawan, dialah juaranya, tetapi tidak boleh semau-maunya. Hukum ini wajib ditaati oleh semua pemain, layaknya hukum agama harus ditaati pemeluknya atau hukum negara yang harus ditaati warganya.

Jika hukum ini dilanggar, maka wasit akan memberi sanksi: kartu kuning dan kartu merah yang berakibat diusirnya pemain dari lapanhan. Sangsi ini perlu untuk menegakkan peraturan, dengan tujuan semua pemain aman, tidak saling mencederai, dan demi kondusifitas permainan. Pun dalam Islam, hampir sama: semua hukumnya ada untuk menjaga harmoni manusia: akal, keturunan, jiwa, harta dan kehormatan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kedua, sportivitas. Dalam bahasa agama, sportif itu adalah kebajikan - mendekati sunnah, yaitu jika tidak dilakukan tidak apa-apa. Misalnya, ketika bola ada di kaki tim A, kemudian ada salah satu pemain tim B yang cidera, maka tim A akan membuang bola itu keluar lapangan. Ketika wasit memberikan bola itu ke tim B untuk memulai, maka demi sportifitas, bola tidak langsung dibawa oleh tim B, melainkan diberikan kepada tim A.

Contoh lagi. Apabila ada pemain yang menjatuhkan lawannya, maka ia mengulurkan tangannya, membantunya berdiri dan melanjutkan permainan. Sungguh, suatu pemandangan yang elok, bagaimana dengan musuh bisa menunjukkah sikap hormat, bertarung dengan terhormat.

Sportivitas ini, jika dipupuk menjadikan adil dalam bertindak dan bersikap. Bukankah ini cara yang dilakukan Shalahuddin Al-Ayyubi, Khalid bin Walid dan Thariq bin Ziyard dalam berbagai pembebasannya di medan laga? Dengan musuh pun masih bisa bijaksana.

Ketiga, keindahan. Dalam hadis disebutkan, innallaaha jamiilun yuhibbul jamaal (Allah Maha Indah dan suka dengan yang indah-indah). Lebih dari sekadar permainan dengan aturan, sportivitas dan menang-kalah, sepak bola menghadirkan keindahan. Keindahan sepak bola bisa karena cantiknya skema permainannya, penyelamatan kipernya, gocekan pemainnya - semisal Christiano Ronaldo - dan atau gol-golnya yang indah. Keindahan tak memiliki agama, ia bisa lahir dari mana saja, termasuk sepak bola. Jadi, sepak bola bisa juga dikatakan seni.

Keempat, bahasa universal. Sepak bola menjadi bahasa universal yang bisa menyatukan. Hal ini mengingat sepak bola tidak melihat dari Suku, Agama dan Ras (SARA), melainkan amalnya, perbuatannya, penampilannya, kontribusinya dan spiritnya. Bukan dari agamanya, sukunya apalagi kegantengannya.? Kita melihat bagaimana ukhuwwah basyariyyah (persausaraan sesama manusia), terjalin di sepak bola.

Konon juga, sepak bola ampuh untuk meredam konflik horisontal yang terjadi di masyarakat. Untuk hal ini, ada baiknya pemerintah khususnya menteri terkait perlu mencoba dalam menangani konflik-konflik, selain dengan ceramah, seminar dan lobi-lobi, yaitu dengan menggelar turnamen sepak bola di daerah konflik. Dengan digelarnya sepak bola, semua akan menyatu dan kembali jadi manusia, terutama ketika yang dinanti tiba: gooolll.

Kelima, menyehatkan badan. Al-aqlus salim fil jismis salim, akal yang sehat itu terdapat dalam tubuh yang sehat. Dalam bahasa Latin, kita kenal ini dengan istilah men sana in corpore sano. Para pemain-pemain terbaik di Real Madrid, Chelsea, Dortmund, Menchester United, PSV Eindoven, Inter Milan sampai PSS Sleman itu, tentu selalu melatih fisik mereka untuk tetap fit, agar badan bugar dan penampilan di pertandingan maksimal.

Keenam, sejatinya tak ada juara. Khusus hal ini, kalaupun ada, tak bisa kekal. Kemarin, misalnya, Indonesia menang melawan Thailand di kandang sendiri, semalam tadi kalah di kandang Thailand. Juara hari ini belum tentu juara esok hari. Pun kalah hari ini bisa menang lusa nanti.

Dalam hidup, tak ada juara abadi. Generasi muda dan pesaing selalu datang silih berganti. Ini mengajarkan agar kita tidak boleh sombong ketika meraih sesuatu, karena sesuatu itu pada akhirnya akan hilang.

Pun demikian dalam Islam. Orang hidup di dunia ini selalu dinamis, tidak statis. Hari ini kafir, bisa jadi kelak mukmin, seperti fakta yang terjadi pada khalifah Umar bin Khattab. Juga sebaliknya, hari ini mukmin, shaleh, bisa jadi kelak berubah. Kisah Ki Barseso telah mengabarkannya. Harta, pangkat, jabatan, fisik dan apa yang kita punya, hakikatnya adalah titipan dari-Nya. Suatu saat akan diambil kembali oleh-Nya.

Ketujuh, misteri dalam sepak bola. Yah, misteri. Semua pemain bisa berusaha menciptakan gol. Tetapi, kadang dengan hanya sepersekian senti, bola itu melesat menjauhi gawang. Bahkan, sekelas pemain dunia pun pernah mengeksekusi penati gagal. Tak ada pemain yang merayakan gol sebelum ia menciptakan. Artinya, ia tidak tahu apakah tendangan atau sundulannya gol atau tidak, sebelum bola itu masuk ke gawang.

Di level yang terakhir ini, dalam term Islam kita mengenal dengan tawakkal. Sesudah berusaha, kita tak boleh memastikannya. Hanya Allah-lah yang dapat memastikannya. Ini mengapa, bila hendak janji - sebagai etika dan keyakinan - kita diajari untuk mengucapkan Insya Allah, jika Allah menghendaki. Karena, jika Allah belum menghendaki, apapun bisa terjadi. Pun sebaliknya: jika Allah berkehendak, ia bisa terjadi yang kadang dengan sebab yang tak terprediksi.

Penulis adalah kader muda NU, penikmat sepak bola.



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pertandingan, Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock