Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid

Boyolali, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Guna mempererat sinergitas gerak, sejumlah badan otonom di lingkup wilayah NU Boyolali menggelar kegiatan Diklat Terpadu pada Ahad lalu. Kegiatan yang dilaksanakan di MI Nurul Huda Gejugan, Tanjung Klego tersebut diikuti 4 banom, yakni GP Ansor, Fatayat NU, IPNU dan IPPNU.

Salah satu perwakilan Banom, GP Ansor, yang kebetulan menggelar Pendidikan Kader Dasar (PKD) GP Ansor, Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser, mendukung penuh kegiatan ini.

Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid

“Kegiatan bersama ini sebagai wujud persatuan antar banom NU. Sebagai anak-anak NU, sudah selayaknya saling bersinergi dalam mengawal kaderisasi Nahdlatul Ulama,” papar Ketua PAC GP Ansor Klego Boyolali Alim Bandowi.

Sementara itu, menurut ketua PC IPNU Boyolali Khamidurrohim, sinergitas ini diharapkan tidak hanya berjalan di wilayah pengkaderan semata.

“Kader IPNU dididik dan dipersiapkan untuk menjadi kader Ansor, IPPNU untuk Fatayat, CBP untuk Banser dan KPP untuk Fatser. Sudah semestinya komunikasi tersebut dibangun sejak awal agar komitmen tetap terjaga,” papar dia.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam praktiknya, beberapa rangkaian kegiatan bahkan dijadikan satu forum. Selain PKD dan Diklatsar Diklatama yang diselenggakan GP Ansor, juga diselenggarakan Diklatama Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) IPNU-IPPNU, dan Latihan Kader Dasar (LKD) Fatayat NU. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 09 Februari 2018

Keluarga Santri Lumajang Gelar Seminar Ke-NUan

Lumajang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ikatan Keluarga Santri Lumajang (IKSAL) bersama MWCNU Pronojiwo membuka diskusi bertema “Antara Tradisi dan Dalil” di auditorium MI Nurul Islam, Sumberurip, Lumajang, Ahad (10/8). Forum diskusi ini menghadirkan pengurus PWNU Jatim KH Ma’ruf Khozin sebagai narasumber.

Ketua IKSAL Yusroful Kholili mengatakan, seminar ini merupakan serangkaian usaha untuk memberikan penjelasan secara argumentatif atas amaliyah NU yang sudah mentradisi. “Forum ini penting dalam rangka memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa tradisi NU yang selama ini diamalkan berlandaskan dalil.”

Keluarga Santri Lumajang Gelar Seminar Ke-NUan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Santri Lumajang Gelar Seminar Ke-NUan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Santri Lumajang Gelar Seminar Ke-NUan

IKSAL merupakan organisasi daerah di pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran, Gondanglegi, Malang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara Ketua MWCNU Pronojiwo Ustadz Ali Ridlo Saleh menilai penting forum ilmiah seperti ini.

“Amaliyah-amaliyah yang dilakukan selama ini bukan berangkat dari ruang kosong, yang bisa semerta-merta diklaim bid’ah,” kata Ustadz Ali.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nilai-nilai NU yang terkait dengan amal ibadah dan sikap politiknya, kata Kiai Ma’ruf Khozin, telah teruji secara syar’i. NU dalam hal politik menolak tegas setiap kelompok yang berbuat bughot, makar.

“NU untuk itu secara nyata mengawal NKRI, Pancasila dan UUD 1945,” kata Kiai Ma’ruf. (Abdul Rahman Wahid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ubudiyah, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 02 Februari 2018

Alumni IPNU Pamekasan Rapatkan Barisan lewat Tahlilan

Pamekasan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Forum Alumni Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) Kabupaten Pamekasan dari setiap tingkatan merapatkan barisan, Ahad (25/10). Mereka menggelar tahlilan yang menjadi kebiasaan warga NU.

Kegiatan rutin bulanan tersebut juga dikemas dengan baca surat Yasin dan kajian kitab kuning. Tempatnya secara bergantian di rumah-rumah senior IPNU Pamekasan.

Alumni IPNU Pamekasan Rapatkan Barisan lewat Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni IPNU Pamekasan Rapatkan Barisan lewat Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni IPNU Pamekasan Rapatkan Barisan lewat Tahlilan

"Sekarang bertempat di rumah rekan daerah Sampang. Selanjutnya bulan depan pindah ke rumah rekan yg lain. Yang sempat hadir saat ini hampir mencapai 30 orang," terang Ahmad Faisol, salah satu alumni PC IPNU Pamekasan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Di bulan November mendatang, terang mantan Ketua PAC IPNU Kadur itu, lokasinya di rumah rekan Abd Hadi Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur.

"Kami memandang kegiatan ini sangat bagus sekali. Paling tidak ia bisa membawa 3 manfaat yang sangat penting, yaitu silaturahim, menuntut ilmu, dan serap aspirasi alumni," kata Faisol. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 27 Januari 2018

Tiga Pesan Penting Pakaian Ihram Menurut Ibnu Abbas

Melakukan ibadah haji bisa juga disebut tindakan bertamu, yakni bertamu ke rumah Allah atau yang dalam bahasa Arab disebut “baitullah”. Tahapan awal dalam melakukan ibadah haji adalah menjalankan ihram, dengan wujud niat dan memakai pakaian ihram. Pakaian ihram identik dengan warna putih serta tidak berjahit sehingga bisa dikatakan tak lebih berupa lembaran kain yang dililitkan ke tubuh.

Ibn Abbas, salah satu sahabat yang dijuluki “lautan ilmu”, serta sosok yang dapat dikatakan mengenal Nabi Muhammad dengan baik, memiliki “renungan” tersendiri perihal pakaian ihram. Imam Abu Bakr al-Bakri dalam Hasyiyah I’anatut Thalibin mengutip dari ar-Raudl al-Faiq, mengungkapkan bahwa suatu kali Ibn Abbas pernah ditanya perihal hikmah dari beberapa “perilaku” dalam ibadah haji.

Tiga Pesan Penting Pakaian Ihram Menurut Ibnu Abbas (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Pesan Penting Pakaian Ihram Menurut Ibnu Abbas (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Pesan Penting Pakaian Ihram Menurut Ibnu Abbas

Beliau lalu menyatakan “Tidak ada sedikitpun dari beberapa perilaku haji serta yang berkaitan dengannya, kecuali di dalamnya ada hikmah mendalam, nikmat yang lengkap serta cerita, sesuatu dan rahasia yang tiap mulut akan kesulitan dalam menjelaskannya”. Lalu Ibn Abbas? mengungkapkan tiga hal berkaitan pakaian ihram:

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pertama, kebiasaan manusia apabila mendatangi manusia lain maka akan memakai pakaian paling membanggakan. Dengan adanya keharusan ihram memakai kain putih tidak berjahit yang bertolak belakang dengan kebiasaan manusia tersebut, Allah seakan ingin memberi tahu bahwa tujuan untuk mendatangi tempat Allah berbeda dengan mendatangi tempat makhluk.

Hal ini bila dijabarkan lebih lanjut, kesadaran kita untuk mendatangi Allah haruslah berbeda dengan mendatangi manusia maupun makhluk secara umum. Allah adalah sang khaliq (pencipta), sedang selain-Nya adalah makhluk (ciptaan).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Perbedaan posisi keduanya mengharuskan perbedaan perilaku di hadapan keduanya. Memakai pakaian yang bagus di hadapan manusia lain bisa jadi untuk menjaga wibawa atau memperoleh kenyamanan orang yang melihat. Sebab manusia adalah makhluk dengan ikatan-ikatan benda duniawi pada dirinya.

Allah berbeda dengan manusia. Allah maha pencipta yang niscaya lebih kaya dari ciptaannya. “Nilai lebih” yang Allah pinta dari manusia adalah ketaqwaan yang sulit untuk dicerna dengan mata kepala.

Kedua, agar si hamba menyadari dengan menanggalkan segala sesuatu tatkala ihram, ia menanggalkan diri dari harta benda duniawi. Layaknya bayi yang keluar dari rahim ibunya tanpa memakai sehelaipun pakaian.

Hal ini menyiratkan bahwa memakai pakaian ihram adalah bentuk prilaku pemakainya dalam melepas hal-hal berbau duniawi. Di tubuhnya tidak ada sesuatu kecuali hal-hal yang digunakan untuk menutup aurat.

Ketiga, keadaan ihram menyerupai keadaan saat hadir di tempat dimana kelak kita dihisab oleh Allah di tempat tersebut.? Allah berfirman dalam surah an-Nisa’ ayat 40:

? ? ? ? ? ?

Artinya:? “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah,”

Dan dalam surah al-An’am ayat 94 Allah berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya:? “Dan Sesungguhnya kamu datang kepada kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu kami ciptakan pada mulanya,”

Ketiga “renungan” Ibn Abbas tersebut memberi tahu pada kita bahwa dalam ihram yang merupakan permulaan haji, perlu ada kesadaran tersendiri bahwa pelakunya diajak melewati saat-saat menanggalkan diri dari hal-hal berbau duniawi meski masih hidup di dunia. Meski hal itu bertolak belakang dengan fitrah manusia yang tidak bisa hidup tanpa harta benda duniawi, tapi bukan berarti membuat kita merelakan kesadaran kita juga direbut olehnya. Wallahu a’lam bis shawab. (Mohammad Nasef/Islami.co)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 25 Januari 2018

1-23 September, Masa Akreditasi Anak Cabang Ansor Se-Bondowoso

Bondowoso, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Gerakan Pemuda Ansor dalam upaya menertibkan administrasi dan menata system pengaderan melakukan akreditasi kelembagaan mulai dari tingkat wilayah, cabang, anak cabang, hingga anak ranting.

1-23 September, Masa Akreditasi Anak Cabang Ansor Se-Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
1-23 September, Masa Akreditasi Anak Cabang Ansor Se-Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)

1-23 September, Masa Akreditasi Anak Cabang Ansor Se-Bondowoso

Untuk proses ini, Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kebupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengingatkan seluruh anak cabang atau kepengurusan di tingkat kecamatan untuk mempersiapkan diri menyongsong giliran akreditasi pada September ini.

“Adanya akreditasi tentu menjadi sebuah motivasi bagi kita selaku kader Gerakan Pemuda Ansor,” kata Ketua PC GP Ansor Bondowoso Muzammil pada rapat pleno yang diikuti ketua dan sekeretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Se-Kabupaten Bondowoso di Desa Wisata Organik, Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Ahad (14/8) siang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Proses akreditasi akan dilakukan langsung oleh Pimpinan Pusat GP Ansor dan Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur. Muzammil memaparkan rincian jadwal turba (turun ke bawah) dalam akreditasi kali ini ini. Secara berurutan, akderitasi akan dilakukan tiap hari dari tanggal 1-23 September.

PAC GP Ansor Kecamatan Bondowoso mendapat giliran pertama kali kunjungan akreditasi (1 September), disusul Tenggarang, Wonosari, Botolinggo, Cermee, Klabang, Pejaten, Tapen, Pujer, Sempol, Sukosari, Sumber Wringin, Tolgosari, Grujugan, Jambesari, dan Maesan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada tanggal 17 September, kunjungan berlanjut ke PAC GP Ansor Kecamatan Tamanan, kemudian hari berikutnya ke Binakal, Curahdami, Pakem, Taman? Krocok, Tegalampel, dan terakhir pada 23 September di Kecamatan Wringin.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengurus harian PC GP Ansor Bondowoso, Satkorcab Banser Bondowoso, dan segenap PC Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 16 Januari 2018

Ingin “Didengar” Rasulullah, Ansor Sulut Dibaiat di Hari Maulid Nabi

Kotamobagu, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Ratusan kader Ansor se-Sulawesi Utara resmi dibaiat Pimpinan Pusat GP Ansor tepat pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (12/12) dini hari.

"Sengaja kita melakukan baiat kader bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW agar apa yang menjadi komitmen kita bisa didengar langsung Rasulullah SAW," kata Khairul Anwar, salah satu Instruktur dari PP GP Ansor, beberapa saat sebelum prosesi baiat dilaksanakan.

Ingin “Didengar” Rasulullah, Ansor Sulut Dibaiat di Hari Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin “Didengar” Rasulullah, Ansor Sulut Dibaiat di Hari Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin “Didengar” Rasulullah, Ansor Sulut Dibaiat di Hari Maulid Nabi

Menurut Wakil Sekjen PP GP Ansor itu, yang namanya baiat harus dilakukan secara khusyuk sebagaimana juga melakukan shalat.

"Karena itu, para peserta diwajibkan berwudlu sebelum dibaiat. Ini dilakukan untuk menjaga agar para peserta tetap dalam keadaan suci saat mengucap kata-kata sumpah dan janji."

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebagaimana diketahui, prasyarat untuk menjadi anggota dan kader Ansor sebelum dibaiat, para peserta Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL), Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Pelatihan Dasar (Dillatsar) Banser se-Sulut diwajibkan mengikuti pembekalan dari para Instruktur Nasional yang juga pengurus PP GP Ansor. Mereka adalah Benny Rhamdani (Wakil Ketua Umum PP GP Ansor), Faisal Attamimi (Wakil Ketua), Saleh Ramli (Wakil Ketua/Korwil Sulut), M. Aziz Hakim (Wakil Sekjen), Khairul Anwar (Wakil Sekjen), dan Herry dari Satkornas Banser.

Selama lima hari itu para instruksi lebih memberikan penguatan dan pemahaman ideologi serta paham yang dianut GP Ansor, organisasi pemuda dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Bahkan dalam beberapa materi instruktur juga sempat memberikan pengetahuan kepada para peserta soal bagaimana menghadapi situasi kenegaraan dan politik yang serba gaduh saat ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut mereka, kelahiran Gerakan Pemuda Ansor diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.

"Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol," kata Aziz Hakim.

Nama Ansor, lanjut Aziz, merupakan saran dari KH Abdul Wahab Chasbullah, ulama besar, pahlawan nasional, sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. "Dalam sejarahnya, pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang. Setelah revolusi fisik (1945-1949) usai, tokoh Ansor yang saat itu bernama ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, mengemukakan ide mengaktifkan kembali ANO atau Ansor. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu. Maka pada 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor)."

Pelaksanaan pembekalan tingkat Sulawesi Utara tersebut dilakukan di eks Kampus STIE Widya Dharma Kotamobagu, sejak Kamis hingga Ahad (08-11/12/16). Dan, untuk tidak tercampur baur, Instruktur membagi tiga kelas sekaligus pada pembekalan tersebut, yakni kelas PKD, Diklatsar Banser dan kelas PKL.

Peserta sendiri, baik PKD, PKL dan Banser terdiri dari para pemuda dengan berbagai latar belakang profesi maupun pekerjaan, seperti anggota DPRD, Komisioner KPU Kabupaten/Kota, ASN, Pendamping Desa, Jurnalis, dan bahkan beberapa mantan aktivis mahasiswa seperti PMII.

? "Di antara peserta ada Eka Korompot (Kepala Dinas Perhubungan Bolmong), Fadly (Wakil Ketua DPRD Bolmong Selatan), Jusran D. Mokolanot dan Dani I. Mokoginta (Anggota DPRD Kotamobagu), Komisioner KPU diantaranya; Asep Sabar (Kotamobagu), Rully Halaa (Bolmong), Mirwan Noe (Sitaro), Awaludin Umbola (Bolmong Timur)," ujar Supardi Bado, Ketua Panitia kegiatan, saat dikonfirmasi media ini, sambil menambahkan bahwa yang pasti, semua peserta sudah mengikuti kegiatan dan tahapannya dengan baik.

"Yang patut diacungi jempol, para peserta rela meninggalkan pekerjaan dan kantornya demi membesarkan Ansor di Sulut. Mudah-mudahan Ansor di daerah ini bisa terus eksis," pungkas Yusra Alhabsyi, Ketua PW GP Ansor Sulut yang juga Ketua Komisi I DPRD Bolmong, didampingi Ismail Maga, Sekretaris PW GP Ansor Sulut.

Saat baiat, para peserta diwajibkan melakukan ritual berjalan di atas bara api yang menyala. "Ini bukan unjuk pamer kebal terhadap api, tapi lebih kepada komitmen, bahwa apapun yang berlawanan dengan prinsip ASWAJA yang dianut oleh Ansor, akan dihadapi. Karena itu menjadi Ansor harus total dan tidak boleh setengah-setengah," kata Yusra Alhabsyi, Ketua PW GP Ansor Sulawesi Utara, yang menyaksikan langsung jalannya prosesi baiat kader Ansor. (Asep Sabar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 31 Desember 2017

Pangkas Rambut Gratis bagi Yatim di Pasar Babalan

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kusdi, seorang tukang cukur memiliki cara lain membahagiakan anak yatim. Warga asal dukuh Babalan, Undaan, Kudus ini secara khusus membebaskan ongkos pangkas rambut bagi anak yatim yang datang ke kedainya.

Pangkas Rambut Gratis bagi Yatim di Pasar Babalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pangkas Rambut Gratis bagi Yatim di Pasar Babalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pangkas Rambut Gratis bagi Yatim di Pasar Babalan

Menurut Kusdi, bebas ongkos bagi anak yatim ini merupakan bentuk perhatian dan kepeduliannya dalam membahagiakan mereka."Siapapun yang potong rambut ke sini, hanya bilang dirinya anak yatim, kami gratiskan tidak usah membayar. Mungkin ini yang bisa saya berikan untuk membahagiakan mereka,"ujar Kusdi sambil mengharap keberkahan pada usahanya.

Kusdi mengaku terinspirasi dari juragan tukang cukur Somat di mana dirinya magang sebelum membuka usaha sendiri. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Saat ikut bang Somat, anak yatim yang datang dibebaskan ongkosnya dan ternyata bisa sukses. Hal ini yang saya terapkan pada usaha kami ini," imbuhnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kusdi mulai membuka kedai pangkas rambutnya baru satu tahun, Juni 2013. Ia mematok ongkos Rp 5.000 per orang. Meskipun di Pasar Babalan banyak tukang cukur lainnya, ia setiap harinya mengaku tidak pernah sepi melayani paling sedikit 20 orang.

"Alhamdulillah mas, selalu ramai antara 20-30 orang yang potong rambut ke sini. Waktu ramai, biasanya di malam hari," tutur Kusdi yang sebelumnya menjadi buruh.

Kusdi ke depan bermaksud mengembangkan usaha di kampung halamannya. "Doakan saja semua tetap sukses dan lancar. Insya Allah, tetap memberikan gratisan kepada anak yatim selamanya," pungkasnya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul, Daerah, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 19 Desember 2017

Bila Ada Rakyatnya Tak Makan, Muka Rasulullah Pucat

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri mengatakan, Rasulullah memimpin umat dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Apabila mengetahui rakyatnya ada yang tidak makan, Rasulullah langsung pucat an segera memberikan bantuan.

Bila Ada Rakyatnya Tak Makan, Muka Rasulullah Pucat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bila Ada Rakyatnya Tak Makan, Muka Rasulullah Pucat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bila Ada Rakyatnya Tak Makan, Muka Rasulullah Pucat

“Saya lebih berhak atas orang mukmin daripada diri sendiri. Seadainya ada orang mati meninggalkan harta, maka itu milik keluarganya. Seandainya ada orang mati meninggalkan hutang dan anak-anak asuhan, maka datanglah kepadaku, itu tanggung jawabku,” kata kiai yang akrab disapa Gus Mus itu menirukan pidato Rasulullah yang diriwayatkan Imam Muslim.

Gus Mus pada pengajian kitab Riyadhus Shalihin di Pondok Pesantren  Roudlatut Thalibin, Sabtu malam (12/07) itu kemudian mempertanyakan apa ada pemimpin model itu sekarangini. “Sekarang kamu mencari pemimpin seperti itu, dimana kamu mencarinya?” tutur Gus Mus.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Gus Mus menjelaskan, ketika Rasululullah memimpin itu mengetahui keadaan rakyat jelatanya, tidak hanya tahu kondisi para pejabat elitnya saja. Hal ini karena pemimpin seperti Rasulullah itu pemimpin yang mencintai, bukan ditakuti oleh umatnya. “Sudahlah, pemimpin harus meniru Rasulullah. Rasulullah itu lengkap, tidak perlu mengidolakan siapa-siapa,” seru Gus Mus kepada para pemimpin sekarang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Gus Mun menyerukan terutama kepada pemimpin untuk meladani akhlak Rasulullah dalam kepemimpinan. Demikian ini karena Allah telah mengatur sedemikian rupa untuk menjadikan Rasulullah sebagai teladan yang baik. “Percaya Allah dan Hari Akhir, tapi tidak meniru Rasulullah, patut dipertanyakan,” tegasnya.

Soal pencalonan pemimpin supaya tidak terjadi perpecahan, Gus Mus mengajak umat untuk kembali pada ajaran Qur’an dan Sunnah Nabi. “Ngaku orang Islam, tapi tidak percaya Qur’an malah percaya koran,” tambah pengasuh Pesantren Roudlatut Thalibin, Leteh, Rembang.

Lebih lanjut Gus Mus menegaskan, Rasulullah hanya menyampaikan apa-apa hanya dari Allah saja. Jadi apabila mengikuti Rasulullah, sudah jaminan mengikuti Allah. “Makanya kalau mau kenal, baca biografinya, kalau pengen lengkap di Al-Qur’an banyak keterangan,” tandas Gus Mus dalam pengajian kitab yang dihadiri santri-santri dan masyarakat umum. (Muhammad Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara, Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 07 Desember 2017

Presiden Terima Pengurus Baru PBNU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Presiden Joko Widodo menerima kunjungan dari pengurus baru PBNU periode 2015-2020 yang melaporkan pelaksanaan muktamar ke-33 di Jombang pada 1-5 Agustus 2015. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi dengan Kabinet Kerja-nya siap untuk menjalin kerjasama dengan PBNU untuk menjalankan sejumlah program kemasyarakatan.

Andi Najmi, wakil sekjen PBNU yang turut dalam pertemuan tersebut menyatakan, Presiden akan memerintahkan para menteri untuk segera menjalin program kerjasama dengan PBNU.?

Presiden Terima Pengurus Baru PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Terima Pengurus Baru PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Terima Pengurus Baru PBNU

“Presiden juga minta agar warga NU tetap tenang dalam menghadapi dampak krisis global. Meskipun ada masalah, beliau menjamin harga BBM dan harga sembako tidak akan naik,” kata Anji Najmi di gedung, Kamis.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam pertemuan tersebut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden yang telah mendukung dan membuka muktamar NU.

“Kami hanya ingin mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Presiden yang telah mensupport sehingga muktamar berjalan dengan baik, kata Kiai Said, Kamis (27/8).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said juga melaporkan sejumlah materi yang dibahas di muktamar, seperti permasalahan agama yang dibahas dalam beberapa forum bahtsul masail, isu-isu terkini dan rekomendasi.?

Hadir mewakili PBNU KH Ma’ruf Amin (rais aam), KH Miftahul Akhyar (wakil rais aam), KH Yahya Cholil Tsaquf (katib aam), KH Masdar F Mas’udi (rais syuriyah), sementara dari jajaran syuriyah KH Said Aqil Siroj (ketua umum), H Slamet Effendy Yusuf (wakil ketua umum), H Helmy Faishal Zaini (sekretaris jenderal), H Saifullah Yusuf (ketua), dan H Andi Najmi Fuadi sedangkan presiden didampingi oleh Mensesneg Pratikno dan Staff Khusus Presiden Bidang Komunikasi Teten Masduki. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Ulama, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 27 November 2017

Pimpinan Pusat Serahkan SK Kepengurusan GP Ansor Surabaya

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Pusat GP Ansor telah resmi mengeluarkan Surat Keputusan Pengesahan Susunan Pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Surabaya Masa Khidmat 2017-2021 atas kepemimpinan HM. Faridz Afif sebagai ketua dan Abdul Holil sebagai sekretaris.

SK yang bernomor 0697/PP/SK-01/VII/2017 diberikan PP GP Ansor melalui Wakil Ketua Bidang Organisasi PW GP Ansor Jatim Khoirul Huda. Prosesi penyerahan SK yang penuh khidmat tersebut digelar pada hari Kamis di Kantor PCNU Kota Surabaya, Kamis (3/8).?

Pimpinan Pusat Serahkan SK Kepengurusan GP Ansor Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpinan Pusat Serahkan SK Kepengurusan GP Ansor Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpinan Pusat Serahkan SK Kepengurusan GP Ansor Surabaya

Penyerahan SK GP Ansor Kota Surabaya langsung diberikan oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Surabaya KH Mas Sulaiman Nur. "Untuk pengurus yang sudah di SK oleh pimpinan pusat, semoga bisa membawa Ansor Surabaya lebih baik dan bermanfaat untuk umat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Surabaya HA. Muhibbin Zuhri bersyukur PC GP Ansor Surabaya telah mendapatkan SK dari pimpinan pusat. "Ini merupakan amanah dan harus dijalankan dengan baik untuk mendukung cita-cita perjuangan Nahdlatul Ulama," ungkapnya.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sedangkan Gus Afif panggilan akrab Ketua GP Ansor Surabaya, mengajak seluruh jajaran pengurus masa khidmat 2017-2021 untuk sabar dan ikhlas dalam mengabdi di Ansor. "Ini sebagai wujud berkhidmah untuk kemajuan jamiyyah (organisasi) dan kemaslahatan umat," ujarnya.

Acara penyerahan SK tersebut dihadiri oleh jajaran PW GP Ansor Jatim yakni Wakil Ketua Gus Abid Umar, Wakil Ketua Khoirul Huda, Wakil Sekretaris Muhadi Sinambela, Wakil Sekretaris Slamet Boediono.

Sedangkan dari PCNU Kota Surabaya yakni Rais Syuriyah KH Mas Sulaiman Nur, Katib Syuriyah KH Mas Mahfud, Wakil Katib Syuriyah KH Muzaki Yamani, Wakil Ketua M Sholahudin Azmi, dan pengurus GP Ansor Kota Surabaya dibawah kepemimpinan H.M Faridz Afif. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 12 November 2017

Ansor Siapkan Kadernya Isi Jabatan Strategis

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. GP Ansor sebagai badan otonom NU diharapkan bisa berkiprah disemua bidang kehidupan. Untuk mempersiapkan para kadernya dalam mengisi berbagai jabatan strategis, GP Ansor akan mengadakan workshop pengkaderan.

“Kita harapkan kader Ansor melakukan diaspora, mengisi berbagai posisi diberbagai bidang seperti politik, akademis, LSM, wirausaha dan lainnya,” tutur Sekjen GP Ansor Malik Haramain, Selasa.

Ansor Siapkan Kadernya Isi Jabatan Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Siapkan Kadernya Isi Jabatan Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Siapkan Kadernya Isi Jabatan Strategis

Workshop pengkaderan ini akan diikuti oleh pengurus wilayah dari seluruh Indonesia serta pengurus pusat. Malik menuturkan mereka yang diundang dari daerah adalah ketua bidang pengkaderan dan sekretaris wilayah.

“Kita baru saja membuat buku pengkaderan baru yang akan kita sosialisasikan kepada para peserta. Buku ini juga akan kita kirimkan ke cabang-cabang Ansor di seluruh Indonesia sebagai panduan pengkaderan di daerahnya masing-masing,” imbuhnya.

Pertemuan ini sekaligus sebagai upaya untuk refleksi dan memetakan posisi Ansor dalam kiprahny sebagai organisasi pemuda di Indonesia. “Kita berupaya melakukan sistematisasi gerakan Ansor dalam memperkuat jalur distribusi kader Ansor,” paparnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara ini akan diselenggarakan pada 29-31 Maret di kawasan Puncak Bogor. Beberapa pengurus PBNU dan kader senior GP Ansor akan menjadi pemateri. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara, Fragmen, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 31 Oktober 2017

Hukum Kawini Perempuan yang Pernah Hubungan Badan di Luar Nikah

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Pagi, redaksi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, saya ingin bertanya perihal menikahi wanita yang pernah berhubungan seksual dengan teman lamanya. Apakah lebih baik menunda dengan mencari wanita yang lebih baik atau dengan wanita tersebut? Mohon pencerahan serta kiat dan sarannya? Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Fahri Maulana)

Jawaban

Hukum Kawini Perempuan yang Pernah Hubungan Badan di Luar Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Kawini Perempuan yang Pernah Hubungan Badan di Luar Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Kawini Perempuan yang Pernah Hubungan Badan di Luar Nikah

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Sebelum masuk ke pembahasan dari pertanyaan yang penanya sampaikan, kami akan menyinggung sekilas perihal perkawinan lebih tepatnya calon pengantin perempuan dalam hukum Islam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada prinsipnya Islam tidak mengatur perempuan mana yang harus dinikahi seperti latar belakang suku, warna kulit, termasuk status gadis atau janda. Hanya saja Islam menyebut sejumlah perempuan yang haram untuk dinikahi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk menyebut beberapanya, kami mengutip salah satu karya Imam Al-Ghazali sebagai berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Rukun kedua nikah adalah calon istri. Ia adalah perempuan yang terlepas dari larangan-larangan (untuk dinikahi) seperti (ia bukan) (1) istri orang lain (2) murtad (3) dalam masa iddah (4) penganut Majusi (5) zindiq (6) ahli kitab setelah Nabi Muhammad SAW diutus (7) budak milik orang lain di mana calon suami mampu mengawini perempuan merdeka (8) budak milik calon suami itu sendiri baik separuh atau sepenuhnya dalam kepemilikan (9) salah satu dari mahram (10) calon istri kelima darinya (11) perempuan yang tak lain saudara (kandung, susu, atau bibi) dari istri calon suami (yang ingin poligami) di mana dilarang menghimpun dua perempuan bersaudara dalam satu perkawinan (12) istri talak tiga yang belum dinikahi (harus dijimak) laki-laki lain (13) istri yang dili’an (14) perempuan yang sedang ihram haji atau umrah (15) janda di bawah umur (16) bocah perempuan status yatim (17) salah satu istri Rasulullah SAW,” (Lihat Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali, Al-Wajiz fi Fiqhil Imamis Syafi‘i, Beirut, Darul Arqam, tahun 1997 M/1418 H, juz II, halaman 10).

Dari keterangan Imam Al-Ghazali tersebut, kami mencoba mengaitkan dengan status perempuan seperti yang ditanyakan. Hemat kami, wanita yang pernah berhubungan seksual dengan teman lamanya itu tidak termasuk dalam deretan perempuan yang haram untuk dinikahi. Dengan kata lain, menikahi perempuan itu tetap sah menurut hukum Islam. Sampai di sini problem hukumnya kami anggap cukup klir.

Meskipun secara fikih tidak bermasalah, tetapi kita perlu mengingat kembali tujuan syariat Islam dari perkawinan itu sendiri. Tujuan perkawinan menurut Islam adalah membina perjalanan panjang rumah tangga yang bahagia sepanjang ke depan setelah akad nikah.

Kami menyarankan sebaiknya kita mencari perempuan lain yang kita husnuzankan belum pernah berhubungan badan di luar ikatan perkawinan baik itu gadis maupun janda. Masalahnya, apakah kalau kita nekat mengawini perempuan yang kita sudah tahu berdasarkan pengakuannya misalnya pernah melakukan hubungan badan dengan orang lain, kita tidak akan menyesal di kemudian hari?

Kalau kita putuskan masalah ini untuk hari ini, mungkin kita tidak akan menyesal, atau bahkan merasa bahagia. Tetapi bagaimana di kemudian hari? Kami khawatir ketika cekcok suami-istri di suatu saat nanti, kita akan mengungkit masalah tersebut. Lain soal kalau kita menerima keadaan perempuan itu apa adanya per hari ini dan kemudian nanti. Tetapi kita tidak bisa memastikan hari nanti. Di sini letak absurditas manusia.

Di samping itu, kami khawatir kita suatu saat nanti di tengah kesepian malam atau terpisah oleh jarak untuk sementara waktu, penyesalan dan rasa was-was menyergap. Kalau sudah dihinggapi penyesalan dan was-was yang mencekam, kita kehilangan kepercayaan terhadap istri kita. Dan itu dapat mencederai kebahagiaan rumah tangga.

Kalau sudah begini, mafsadat bukan hanya menimpa suami-istri tersebut, tetapi juga bagaimana dengan anak-anak dan keluarga besar kita.

Tetapi lagi-lagi keputusan ada di tangan kita. Mohon hal ini kita pikirkan baik-baik. Kami pun menyarankan baiknya kita melakukan shalat istikharah dan meminta petunjuk serta ketetapan hati kepada Allah. Kita juga perlu memperbanyak shalawat. Apapun hasilnya, kita husnuzan Allah memberikan pilihan yang terbaik untuk kita.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 16 Oktober 2017

Trilogi: Usaha, Doa, dan Tawakal

Khutbah I

Trilogi: Usaha, Doa, dan Tawakal (Sumber Gambar : Nu Online)
Trilogi: Usaha, Doa, dan Tawakal (Sumber Gambar : Nu Online)

Trilogi: Usaha, Doa, dan Tawakal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Allah SWT berfirman dalam Surat Ar-Ra’d, ayat 11,

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

Ayat ini menegaskan bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu, misalnya perubahan nasib, mendapatkan rezeki, ilmu, kelulusan ujian, kesehatan, dan sebagainya, maka ia harus melakukan suatu usaha secara aktif dan nyata, dan inilah yang disebut dengan ikhtiar atau usaha lahiriah. 

Jadi seseorang akan tetap bodoh kalau ia tidak berusaha mengatasi kebodohannya dengan cara mencari ilmu. Seseorang akan tetap hidup sengsara jika ia tidak berikhtiar untuk lepas dari kesengsaraanya, misalnya dengan bekerja keras. Seseorang akan tetap pada watak dan kebiasaannya, seperti pelit, suka iri, malas, pendendam, dan sebagainya, sampai ia berusaha mengubah watak dan kebiasaan tersebut. Seseorang akan tetap sakit sampai ia berusaha mencari kesembuhan dengan cara berobat.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Berikhtiar adalah wajib. Maka barangsiapa mau berikhtiar, ikhtiarnya akan dicatat sebagai ibadah. Jika ikhtiarnya membuahkan hasil, maka setidaknya ia akan mendapat 2 (dua) keuntungan. Pertama, ia akan memperoleh pahala dari Allah SWT. Kedua, ia akan mendapat keberhasilan atau manfaat dari apa yang telah ia usahakan. Tetapi jika ikhtiarnya belum berhasil, maka setidaknya ia akan mendapat pahala dari Allah SWT. Jika ia sabar, maka ia akan mendapatkan pahala yang berlipat. 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Untuk memperlancar atau mempermudah ikhtiar kita mencapai keberhasilan, kita perlu dan bahkan harus melakukan doa sebagai usaha batiniah. Allah SWT berfirman dalam Surat Al Mukmin, ayat 60:

? ? ?

Artinya: “Berdoalah kepada-Ku, Aku akan mengabulkannnya”

Allah SWT akan memberikan jawaban atau merespons apa yang menjadi keinginan atau usaha kita, kalau kita berdoa kepada-Nya. Hikmah berdoa kepada Allah SWT dalam kaitannnya dengan ikhtiar adalah bahwa doa akan mendekatkan kita kepada Allah SWT, dan karenanya akan memperlancar tercapainya apa yang kita usahakan.

Hikmah lain adalah bahwa dengan berdoa, kita akan terhindar dari klaim bahwa keberhasilan kita semata-mata karena ikhtiar kita sendiri tanpa campur tangan dari Allah SWT. Tentu ini akan mejadi kesombongan yang luar biasa sebagaimana disebutkan dalam ayat berikutnya, 

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.” (QS al-Mu’min: 60)

Oleh karena itu, tidak sepatutnya kita lupa berdoa kepada Allah SWT dalam setiap usaha kita meraih sesuatu. Semakin banyak kita berdoa dalam kehidupan kita sehar-hari, semakin dekatlah kita kepada Allah SWT dan tentu ini menjadi hal yang terpuji karena dengan berdoa kita menunjukkan kerendahan dan pengakuan betapa kecil dan lemahnya kita di depan Allah SWT.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Selain melakukan ikhtiar dan doa kepada Allah SWT dalam upaya kita meraih sesuatu, ada satu hal lagi yang tak boleh kita tinggalkan, yakni tawakal. Dalam surat Ali Imran, ayat 159, Allah SWT berfirman: 

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertwakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang brtawakal pada-Nya.”

Jadi memang ikhtiar dan doa sesungguhnya belum cukup karena masih ada satu hal lagi yang harus kita lakukam, yakni tawakal atau berserah diri kepada Allah SWT. Pertanyaannya, mengapa kita harus bertawakal kepada Allah SWT? 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Tawakal memiliki peran penting dalam hidup ini, terutama terkait dengan usaha dan doa kita. Seperti kita ketahui dan mungkin sering kita alami bersama bahwa tidak setiap yang kita usahakan atau inginkan akan tercapai dengan segera sebagaimana kemauan kita, sebab memang bukan manusia yang mengatur hidup ini. Allah-lah yang mengatur seluruh alam dengan segala permasalahannya. Allah Maha Tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Allah Maha Adil dan Bijaksana dengan semua rencana dan keputusan-Nya. 

Oleh karena itu, sudah seharusnya usaha dan doa kita, kita serahkan kepada Allah SWT. Biarlah Allah yang mengatur kapan usaha dan doa kita akan terkabul. Allah lebih tahu apa yang terbaik buat hamba-hamba-Nya. Allah lebih tahu kapan usaha dan doa kita akan terkabul. Terkadang, apa yang baik menurut manusia belum tentu baik menurut Allah SWT. Terkadang pula, Allah belum mengabulkan usaha dan doa kita karena Allah menilai kita belum siap, terutama secara mental spiritual, untuk menerima keberhasilan yang kita inginkan. 

Ingatlah, ada sebagian orang yang ketika usaha dan doanya dikabulkan, mereka justru makin jauh dari Allah SWT dengan melakukan banyak kemaksiatan. Sebagai contoh, seseorang berdoa memohon kenaikan pangkat dalam jabatannya. Ketika pangkatnya naik dan berkuasa, ia justru banyak melakukan penyalah gunaan jabatan, seperti korupsi, manipulasi dan sebagainya. 

Hal seperti itu banyak kita jumpai di era sekarang ini dimana jabatan tidak lagi dinilai sebagai suatu amanah tetapi telah dipandang sebagai kesempatan untuk memupuk kekayaan sebesar-besarnya secara tidak sah. Sungguh tragis dan ironis, setelah doanya terkabul, ia malah menjadi penghuni penjara. Na’udzubillahi mindzalik. Ini artinya, secara mental spiritual ia sebenarnya belum siap menerima sebuah keberhasilan duniawi. 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Dengan bertawakal kepada Allah SWT, kita tentu lebih siap untuk menerima kenyataan. Mereka yang tidak tawakal, mungkin akan sangat kecewa dan bahkan mengalami stres berat ketika usaha dan doanya tidak atau belum terkabul. Sebagian dari mereka bahkan ada yang menyalahkan Tuhan dengan menuduh Tuhan tidak adil. Na’udzubillahi mindzalik. 

Sebaliknya, mereka yang bertawakal tentu akan sabar menerimanya sambil introspeksi diri dengan tetap berusaha dan berdoa secara istiqamah. Mereka tidak akan putus asa karena menyadari sepenuhnya bahwa Allah-lah Yang Maha Tahu kapan sebaiknya usaha dan doanya akan terkabul. Ketika usaha dan doanya telah terkabul, tentu mereka akan bersyukur karena menyadari sepenuhnya keberhasilan itu berasal dari Allah SWT. Salah satu bentuk syukur itu adalah dengan tetap taat kepada Allah SWT yang disebut takwa. 

Demikianlah trilogi dalam Islam, yang terdiri dari: ikhtiar, doa dan tawakal. Ketiga hal ini tak bisa dipisahkan dan harus dilakukan secara utuh setiap kali kita menginginkan sesuatu dalam hidup dan kehidupan ini. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk melaksanakan trilogi tersebut. Amin... amin... ya rabbal alamin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 19 September 2017

Arif Zamhari 1 dari 15 Tokoh Dunia versi Yale 2010

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Satu lagi warga negara Indonesia memperoleh penghargaan bergengsi di luar negeri. Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Arif Zahmari diangkat sebagai Tokoh Dunia Yale 2010. Zamhari adalah salah satu dari 15 Tokoh Dunia Yale untuk tahun 2010 ini. Ke-15 orang tersebut terpilih dari 1.500 orang peserta yang diseleksi.

Program Tokoh Dunia Yale diselenggarakan oleh Universitas Yale, New Haven, Amerika Serikat (AS), sebagai upaya pengembangan kemimpinan global. Program tersebut berlangsung setiap tahun sejak 2002 dan telah mengangkat 155 tokoh dari 74 negara.

Arif Zamhari 1 dari 15 Tokoh Dunia versi Yale 2010 (Sumber Gambar : Nu Online)
Arif Zamhari 1 dari 15 Tokoh Dunia versi Yale 2010 (Sumber Gambar : Nu Online)

Arif Zamhari 1 dari 15 Tokoh Dunia versi Yale 2010

Program ini memiliki tiga tujuan utama, yakni menyediakan pelatihan lanjutan bagi para calon pemimpin dari berbagai bidang dan negara, menghubungkan jaringan kerja pemimpin dunia untuk Yale, dan memperluas pemahaman internasional di antara komunitas Yale.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dosen Teologi dan Psikologi di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan juga mengajar di Institut Islam Negeri di Surabaya serta UIN Malang itu, adalah Tokoh Dunia Yale kedua dari Indonesia. Tokoh Indonesia Kamala Chandrakirana, mantan Ketua Komisi Nasional tentang Kekerasan Terhadap Perempuan, telah ikut program ini pada 2003.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pengumuman Tokoh Dunia Yale tahun 2010 dilakukan oleh Rektor Universitas Yale Richard C Levin. Zamhari dinilai sebagai aktivis yang telah menunjang Islam moderat dan progresif. Ketua Tanfidziah PCI NU Australia dan New Zeland tahun 2007 itu juga dianggap berkomitmen menjalankan masyarakat beradab dalam menghadapi terorisme dan mendukung toleransi melalui dialog dan pendidikan.

"Dia sangat konsen pada wacana dialog antar-iman dan ikut serta dalam diplomasi Track II lewat kepemimpinan Forum ICIS (International Conference of Islamic Scholars)," tulis sebuah rilis yang diterima redaksi, Sabtu (26/6).Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, AlaNu, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 13 Juni 2017

Nadzoman Urutan Juz ala Mbah Djablawi

Klaten, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. KH Ahmad Djablawi dari Pesantren Al-Manshur Popongan Tagalgondo Klaten Jawa tengah dikenal sebagai salah satu ulama Al-Quran di daerah Solo Raya. Kepergiannya menyisakan duka bagi para santri dan warga Nahdliyin daerah tersebut.

Nadzoman Urutan Juz ala Mbah Djablawi (Sumber Gambar : Nu Online)
Nadzoman Urutan Juz ala Mbah Djablawi (Sumber Gambar : Nu Online)

Nadzoman Urutan Juz ala Mbah Djablawi

Semasa hidupnya, selain mengajar mengajar para santri di pondok, Mbah Djablawi begitu sapaan para santri kepadanya, juga piawai membuat syair dalam bahasa Arab. Salah satunya syair yang berisi urutan juz-juz di dalam Al-Quran.

"Selain nadzoman urutan juz, Mbah Djablawi juga pernah membuat nadzoman urutan nama-nama surah," jelas Darmaji, santri senior Pesantren Popongan, Senin (9/2).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Syair nadzom juz yang terdiri dari 11 Bait tersebut, dapat dibaca di buku "Doa dan Dzikir"? cetakan Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan: Solo, 1419 H). Berikut isi nadzomannya:

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ? ? # ? ? ? ?

Hai pencari urutan juz-juz, simaklah nadzamku ini dengan irama kidung

? ? ? # ? ? ? ?

(1) Fatihah-nya al-Quran, (2) Sayaqulu, lalu (3) Tilka, setelahnya (4) Lan Tanalu

? ? ? ? # ? ? ? ?

(5) Walmuhshonatu lalu (6) La Yuhibbu, (7) Idza Sami’u, itulah urutannya

? ? ? ? ? # ? ? ? ?

Yang ke delapan (8) Law Annana, (9) Qola al Mala, (10) Wa’lamu, (11)Ya’tadziruuna, susunannya

? ? ? ? ? # ? ? ? ?

(12) Wa Ma Min Dabbatin, (13) Ubarri-u Nafsii, (14) Rubama, (15) Subhana,Mahasuci Engkau Tuhan manusia

? ? ? ? ? # ? ? ? ? ?

(16) Qola Alam Aqul Laka, (17) Iqtaroba, (18) Qod Aflakha, (19) Qola Alladziina

? ? ? ? ? # ? ? ? ?

(20) Fama Kana Jawaba Qoumihi, (21) Wala Tujaadiluu, (22) Wa Man Yaqnut,saling berurut

? ? ? ? ? ? # ? ? ? ?

(23) Wama Liya La A’budul Ladzi, (24) Faman Adzlamu Ilaihi Yuroddu, (25)Fa’laman

? ? ? ? ? ? # ? ? ? ?

Lalu (26) Kha Mim, (27) Qola Fama, (28) Qod Sami’a, (29) Tabaroka, (30)‘Amma Annaba’, maka dengarlah

? ? ? ? # ? ? ? ?

Duhai Tuhan kami, dengan kedudukan Al-Quran, catatlah kami dalam golongan pemelihara Al-Quran

? ? ? ? ? # ? ? ? ?

Mudahkanlah bagi kami mudarosah kami, dan jagalah amal kami serta kuatkanlah hapalan kami

(Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara, Amalan, Kyai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 16 Februari 2017

Dilantik, PW ISNU Lampung Diisi Berbagai Profesi

Bandar Lampung, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Provinsi Lampung dilantik di Balai Krakatau Bandar Lampung, Ahad (25/8).

Pelantikan akan dilakukan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat ISNU Ali Maskur Musa.

Dilantik, PW ISNU Lampung Diisi Berbagai Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PW ISNU Lampung Diisi Berbagai Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PW ISNU Lampung Diisi Berbagai Profesi

Dalam sambutannya Ali Maskur Musa memaparkan tentang Islam dan kebangsaan dalam konteks bernegara. NU harus bergerak sesuai dengan arti bahasa “nahdloh” yang berarti bangkit.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“NU jangan terpaku dengan diskusi teoritis saja. NU harus memiliki peran dalam mengawal keutuhan NKRI,” katanya.

Sekretaris ISNU Lampung Judistama Perdana mengatakan bahwa pengurus yang dilantik berjumlah 27 orang yang terdiri dari berbagai profesi tapi berlatar belakang NU. Ada pengacara, notaris, akademisi, jurnalis, birokrat, dan lainnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nampak hadir dalam pelantikan tersebut ketua PWNU Provinsi Lampung KH Sholeh Baijuri dengan segenap pengurus dan pengurus IKA PMII Lampung. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara, AlaSantri, Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 02 Juni 2016

Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Siap Jalankan Perppu Keormasan

Bandar Lampung, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung pada tahun 2017 ini harus menjadi momentum untuk menyosialisasikan Istinbath Darussa’adah, hasil pertemuan silaturahmi dan halaqah alim ulama dan pimpinan pesantren se-Provinsi Lampung, beberapa waktu lalu.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PW RMI NU) Provinsi Lampung KH Basyarudin Maisir di kediamannya ketika menerima rombongan Panitia Pelaksana Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung di kompleks Pesantren Al-Hikmah Way Halim, Bandar Lampung, Jumat (4/8) .

Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Siap Jalankan Perppu Keormasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Siap Jalankan Perppu Keormasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Siap Jalankan Perppu Keormasan

“Bahwa pondok pesantren se-Provinsi Lampung mendukung sepenuhnya dikeluarkannya Perppu No 2 Tahun 2017 tentang pembubaran ormas yang anti-Pancasila, sebab Pancasila sebagai ideologi negara merupakan hasil mujma’alaihi atau konsensus nasional yang merupakan formulasi hubungan keagamaan dan kebangsaan, Pancasila menjadi titik temu karena menyerap nilai-nilai luhur agama yang bisa mengakomodir keragaman,” imbuh anggota Dewan Pengasuh Pesantren Al-Hkmah Way Halim Bandar Lampung ini.

“Bagi bangsa Indonesia Pancasila adalah bentuk ideologi final, maka setiap gerakan dan atau upaya mengganti ideologi Pancasila harus dihentikan karena mengingkari konsensus nasional, dan sejak Munas NU pada tahun 1983 di Situbondo, NU adalah ormas yang pertama kali menerima bahwa Pancasila sebagai asas tunggal,” pungkasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Koordinator Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Munir A Haris menyatakan siap menjalankan perintah kiai-kiai se-Lampung yang tertuang dalam Istinbath Darussa’adah dan akan terus disosialisasikan dalam arena pertandingan nanti pada Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Direncanakan pembukaan Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung, pada Sabtu, 26 Agustus 2017 di Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Propinsi Lampung, akan dihadiri tokoh-tokoh NU antara lain; Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Panitia Pelaksana Pusat atau CEO Liga Santri Nusantara (LSN) KH Abdul Ghofarrozin, Inisiator Nasional Liga Santri Nusantara H Abdul Muhaimin Iskandar, Menpora H Imam Nahrowi, Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri, Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim, Pengurus PWNU Provinsi Lampung, pengasuh-pengasuh pesantren, dan lain-lain”, tambah mantan aktivis Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia (PMII) Yogyakarta ini.

Di tempat terpisah, Sekretaris PWNU Lampung pun Aryanto Munawar memberikan dukungan serupa. Ia berharap agenda olahraga nasional ini Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung harus benar-benar menjadi media silaturahmi dan konsolidasi antarpesantren se-Provinsi Lampung dan menebarkan semangat (ghirah) gerakan “Ayo Mondok” di kalangan masyarakat.

Hadir dalam rombongan di kediamaan KH Basyarudin Maisir; Sugirin Tjastoni (Ketua Pelaksana), Budi Wahyono (Wakil Ketua Pelaksana), Ahmad Fauzi (Sekretaris Pelakasana), Asep (Wakil Sekretaris), dan Reka Putra (Bendahara). (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 14 Januari 2016

GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Senin (4/7) sore membagikan sedikitnya 500 paket takjil gratis kepada pengendara sekaligus pemudik yang melintas di Jalan Raya Panglima Sudirman Kota Kraksaan. Kegiatan yang melibatkan segenap elemen masyarakat ini dipusatkan di sisi selatan alun-alun Kota Kraksaan.

Pembagian sendiri dilakukan mulai pukul 16.00 hingga pukul 17.00.

GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik

Ketua GP Ansor Kota Kraksaan Taufik mengatakan, pembagian takjil gratis ini merupakan salah satu visi dari GP Ansor Kota Kraksaan sendiri untuk menegakkan ajaran agama Islam yaitu berbagi kepada sesama.

“Bagi-bagi takjil ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemuda Ansor kepada sesama umat Islam sehingga kalau adzan Maghrib dalam perjalanan, takjil ini bisa untuk membatalkan puasanya terlebih dahulu,” ungkapnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari pantauan Internet Marketer Nahdlatul Ulama di lokasi, sebanyak 500 paket takjil gratis tersebut ludes dibagikan kepada pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat dalam waktu 20 menit.

“Semoga pembagian takjil gratis ini bisa memberikan manfaat kepada sesama yang sedang menunaikan ibadah puasa untuk sekedar membatalkan puasa tatkala adzan Maghrib dalam perjalanan,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 06 Januari 2016

LKNU Latih Kader NU Aceh Tanggulangi HIV/AID

Banda Aceh, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Selama 4 hari Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (PP LKNU) bekerjasama dengan Pengurus Wilayah NU Provinsi Aceh melatih kadernya untuk program penanggulangan HIV/AID di Hotel Aceh Banda Aceh, Senin-Kamis (27-30/1).

Peserta pelatihan yang terdiri dari kaum muda potensial NU diharapkan memiliki informasi yang tepat tentang HIV/AID.

LKNU Latih Kader NU Aceh Tanggulangi HIV/AID (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Latih Kader NU Aceh Tanggulangi HIV/AID (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Latih Kader NU Aceh Tanggulangi HIV/AID

“Dari situ sahabat sekalian memberikan informasi jelas kepada masyarakat,” terang Koordinator Program Penanggulangan HIV/AID PP LKNU Sri Rahayu saat menyampaikan materi, Selasa (28/1).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Informasi yang tepat sangat efektif menghapus stigma dan diskriminasi populasi kunci dan ODHA. Populasi kunci itu sendiri adalah orang yang memiliki resiko tinggi terinfeksi HIV/AID, ujar Sri.

Sri merujuk populasi kunci kepada wanita pekerja seks (WPS), waria, pengguna narkoba suntik, dan laki-laki berisiko tinggi (LBT).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“LBT saat ini merupakan populasi terbesar di Indonesia,” tegas Sri.

NU berharap, seluruh unsur masyarakat meliputi pemerintah, ulama, dan masyarakat sipil bekerja sama menciptakan lingkungan kondusif bagi penanggulangan HIV/AID di Aceh. (Nat Riwat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 03 Mei 2015

Santri Harus Mampu Seimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Hidup seorang santri harus mempertimbangkan dua hal, yakni kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Keseimbangan hidup untuk tetap berdaya guna di kehidupan dunia ini menjadi penting adanya, namun tetap pada jalur tidak melupakan bekal untuk kehidupan di akhirat.

Santri Harus Mampu Seimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Harus Mampu Seimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Harus Mampu Seimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat

Demikian salah satu pesan KH Fathur Rahman, pimpinan Ma’had Qudsiyyah Kudus Jawa Tengah dalam penutupan ngaji posonan Ma’had Qudsiyyah, pada Sabtu (25/6) malam .

Kiai Fathur menjelaskan, untuk sukses di kehidupan dunia, santri harus profesional dan kreatif. “Tantangan kita semakin berat, perkembangan teknologi kian cepat. Santri harus mampu menguasai, jangan sampai ketinggalan,” katanya.

Ia berpesan santri jangan hanya fokus pada mapel kitab dan salafiyah saja, tetapi mengabaikan ilmu-ilmu yang bersifat duniawi. “Ora dadi pitakon kubur, kudu diilangi, ora oleh dadi alasan (slogan “tidak jadi pertanyaan di alam kubur” harus dihilangkan, tidak boleh jadi alasan meninggalkan pelajaran-pelajaran umum),” pesan beliau.

Di hadapan sekitar 150 santri yang ikut ngaji posonan di Ma’had Qudsiyyah, kiai dari Padurenan Gebog Kudus ini berpesan, semua ilmu harus dipelajari dan didalami. Tidak boleh membeda-bedakan ilmu dunia dan ilmu akhirat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk mampu menjadi profesional dan berhasil di dunia, kiai Fathur berpesan agar selalu serius dalam mencari ilmu dan tidak membeda-bedakan ilmu. Bekal untuk kehidupan di dunia harus dipersiapkan dengan ilmu dan keahlian. ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Di sisi lain, Kiai Fathur juga berpesan jangan sampai melupakan kewajiban untuk kehidupan di akhirat. Tugas dan bekal untuk akhirat jangan sampai dilupakan. “Jangan sampai terbuai di dunia, sehingga melupkan kewajiban-kewajiban untuk bekal di akhirat,” ? katanya.

Ia menjelaskan, untuk bekal di akhirat, santri harus mulai sregep dan fokus pada shalat fardlu dan shalat-shalat yang disunnahkan. “Jangan sampai hanya melaksanakan shalat wajib saja, juga harus dimulai dengan rutin melaksanakan shalat sunnah seperti rawatib, witir, dan Dhuha,” jelasnya.

Dengan menjalankan dan memperhatikan shalat wajib dan shalat sunnah, maka akan semakin mudah untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat nanti. (Muhammad Kharis/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, Kajian Sunnah, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock