Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Beberapa Keutamaan Muwaddaah Haji

Saya berkesempatan menghadiri acara muwaddaah (perpisahan) haji di kediaman sekretaris GP Ansor Cabang Purworejo. Sambil iseng browsing, saya kaget ada artikel yang menyebutkan bahwa ritual ini adalah bentuk kemungkaran, tidak pernah dilakukan oleh Nabi SAW. Saya langsung berkesimpulan bahwa si penulis tak menetahui substansi dan cara pengambilan hukum (ushul fiqh) dalam Islam.

Sebagaimana kita maklumi bersama, umat ekspresi keislaman umat Islam Nusantara telah mentradisi dan membudaya. Ini bisa kita lihat dari berbagai acara pra-kelahiran sampai pasca-kematian seorang Muslim. Ini tentu menguntungkan dakwah Islam, dan membuat agama semakin hidup dan menggema di tengah masyarakat tanpa perlu paksaan. Inilah salahsatu manifestasi Islam Nusantara yang dikembangkan oleh Walisongo.

Dalam muwaddaah haji atau terkadang disebut walimatus safar, ratusan orang berkumpul dalam satu majelis.

Pertama, ritual ini sudah merupakan bentuk silaturrahmi yang direkomendasikan oleh baginda Nabi.

Beberapa Keutamaan Muwaddaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Beberapa Keutamaan Muwaddaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Beberapa Keutamaan Muwaddaah Haji

Kedua, dalam acara muwaddaah haji dibacakan kisah Nabi (Albarjanzi) serta bershalawat kepada sang nabi akhir zaman. Jelas sudah perintah Allah SWT untuk bershalawat, dan bahkan Allah sendiri senantiasa bershalawat.

"Innallaha wa malaikatahu yusholluna alan nabi. Ya ayyuhalladziina amanu shollu alaihi wa salamu taslima. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat (memuji dan berdoa) kepada Nabi (Muhammad SAW). Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam denganpenghormatan kepadanya." (Al-Ahzab: 56).

Bahkan, kata "yushalluna" dalam ayat tersebut berbentut fiil mudlari yang berarti senantiasa. Artinya, Allah dan malaikatnya tidak hanya membaca shalawat, namun senantiasa membaca shalawat. Subhanallah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketiga, ada bacaan dzikir tahlil menyebut asma Allah yang agung. Sudah jelas dalam al-Quran, bahwa Allah berfirman yang kurang lebih artinya, "Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku," (Al-Baqarah: 152)

Selain itu, dalam muwaddaah haji sang tuan rumah juga memberi berkat, nasi serta kelengkapan lauk pauk, snack dan minumannya. Ini merupakan manifestasi rasa syukur shahibul hajat dan sedekah kepada tetangga dan handai taulan.

Terakhir, ada pengajian dari kyai atau muballigh yang membahas wacana dan doktrin Islam. Pengajian ini merupakan bukti bahwa kyai ikut berperan dalam charracter building, membangun karakter dan akhlak masyarakat. Dalam acara walimatus safar ini, biasanya yang punya hajat minta didoakan hadirin agar selamat dalam perjalanan, sukses dalam melaksanakan rukun haji dan menjadi haji yang mabrur.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Di sisi lain, tanggapan dari pemerintah desa atau tokoh masyarakat meminta didoakan di depan baitullah, serta kirim salam kepada rasulullah. Bukankah ini hal yang luar biasa?

Jadi intinya, acara muwaddaah atau walimatus safar haji ini adalah baik dan secara prinsip dianjurkan agama. Orang yang menyatakan bahwa acara ini kufur adalah mengingkari doktrin Islam dan tak mengerti substansi ajaran, hanya melihat sisi legal-formalnya saja.

Di banyak desa, haji menjadi suatu perjalanan yang mulia, meski di sebagian kecil kalangan tertentu menjadi suatu tahap untuk meningkatkan kelas sosial. Seperti yang terjadi di dusun Gintungan ini, dari 3.500 penduduk, hanya 6 orang yang mendapat panggilan Allah untuk berziarah kubur dan napak tilas kepada Khalilullah Ibrahim A.S.

Semoga kita semua kelak mendapat kesempatan pergi haji, melengkapi rukun Islam, meniti jalan Ilahi. Amin Allahumma Amin.

 

Ahmad Naufa, Wakil Sekretaris PC GP Ansor Purworejo, Jawa Tengah

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 16 Februari 2018

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Oleh Muhammad Ishom

Di kota Surakarta terdapat dua tempat ibadah beda agama yang letaknya bersebelahan persis. Kedua tempat tersebut adalah Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah. Keduanya bahkan berbagi alamat sama persis. Sejak gereja dan masjid itu didirikan puluhan tahun lalu, keduanya selalu rukun, saling menjaga dan hormat-menghormati.

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Gereja dan masjid tersebut kini sangat penting khususnya bagi warga Surakarta, sebagai salah satu monumen kerukunan antarumat beragama. Mantan Walikota Solo, yang kini Presiden RI, Joko Widodo, dulu sering menyebut keduanya sebagai salah satu kebanggaan Kota Solo. Beberapa pihak menyebutnya sebagai ikon kerukunan antarumat beragama yang layak untuk dipromosikan sebagai objek wisata religi.

GKJ Joyodiningratan dibangun pada masa penjajahan Belanda, yakni pada tahun 1939. Masjid Al-Hikmah dibangun setelah kemerdekaan pada tahun 1947. Umat kedua tempat ibadah ini tidak pernah mengalami konflik berarti sejak awal berdirinya. Setiap kali ada permasalahan, seperti Idul Fitri jatuh pada hari Minggu, kedua belah pihak dapat merundingkannya dengan baik.  

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Di antara hasil perundingan itu, misalnya, kebaktian di gereja diundur agak siang karena jamaah shalat Idul Fitri di Masjid Al-Hikmah yang berlangsung di pagi hari meluber ke lahan parkir depan gereja. Sebaliknya pada hari Natal, pihak Masjid tidak keberatan lahan di depan masjid dipakai anggota jemaat GKJ untuk parkir mobil. Pihak Masjid juga tidak keberatan memindahkan arah loud speaker ke arah yang dirasa nyaman oleh gereja.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kerukunan antara   GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah diturunkan dari generasi ke generasi. Tugu lilin setinggi kira-kira 1,5 meter yang berdiri tegak antara kedua tempat ini, menjadi pengingat dan pendorong bagi kedua belah untuk selalu mengupayakan kerukunan dan kerja sama yang baik. Contoh kerja sama, misalnya, jika ada surat untuk gereja atau jemaatnya yang oleh petugas pos disampaikan ke masjid, pengurus masjid akan meneruskannya ke gereja. Demikian juga sebaliknya.

Peristiwa seperti itu kadang-kadang terjadi karena keduanya memang memiliki alamat sama persis, yakni Jl Gatot Soebroto No 222. Keduanya hanya dipisahkan oleh tembok yang digunakan secara bersama. Sebelah kanan tembok merupakan ruang masjid yang digunakan untuk shalat sedang di sebelah kirinya digunakan untuk kantor gereja.



Milik Dunia


Keberadaan GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang unik ini menarik banyak pihak termasuk tokoh-tokoh dari manca negara seperti Syekh Ibrahim Mogra. Pada tahun 2008  ulama asal Leicester Kerajaan Inggris tersebut mengunjungi Masjid Al-Hikmah.  Ketua Dewan Ulama Kerajaan Inggris tersebut melaksanakan shalat Jumat di masjid ini dan kemudian  berdialog dengan sang imam dan para jamaah.

Dari masjid, Syekh Ibrahim mengunjungi gereja dan berdialog dengan pendeta dan para  jemaat GKJ Joyodiningratan. Seusai dialog, Syekh Ibrahim mengungkapkan kekagumannya atas keunikan kedua tempat ibadah ini. ”Monumen ini milik dunia,” ungkapnya. Di Inggris juga ada masjid yang bersebelahan dengan gereja tetapi antara keduanya masih dipisahkan oleh jalan. GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah benar-benar unik, imbuhnya.

Pagi ini, penulis menyempatkan diri shalat Idul Adha di Masjid Al-Hikmah untuk melihat dari dekat kerukunannya dengan GKJ Joyodingratan. Penulis sangat mengapresiasi pihak gereja tidak keberatan hewan-hewan kurban milik jamaah Masjid Al-Hikmah yang jumlahnya puluhan itu ditempatkan di lahan parkir umum persis di depan GKJ Joyodiningratan. Sementara lahan parkir dan jalan depan masjid penuh sesak dengan jamaah shalat Idul Adha.

Bisa dibayangkan betapa menyengatnya bau kotoran hewan-hewan itu yang terdiri dari  puluhan sapi dan kambing. Bahkan ada dua  kambing yang karena kurangnya lahan, maka diikat di depan pintu gerbang gereja. Ini semua menunjukkan betapa kuatnya kerukunan, kerja sama, saling menjaga dan memahami, serta hormat menghormati antara GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh puluh tahun itu.

Toleransi tingkat tinggi seperti itu dimungkinkan sebab di masjid ini, doa qunut diberlakukan. Bacaan basmalah dikeraskan. Puji-pujian sebelum jamaah shalat diperdengarkan secara live. Tarhim menjelang sahur di bulan Ramadhan juga diperdengarkan secara live. Adzan Jumat dilakukan dua kali. Artinya mereka adalah minna dan bukan minhum. Jadi inilah rahasia kerukunan dan toleransi  itu di pihak masjid. Di pihak gereja, GKJ memang termasuk moderat.



Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta


Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hikmah, Pesantren, Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 07 Februari 2018

Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?



Kitab-kitab kuning yang dikaji di pesantren selalu dimulai dengan bismillah, puja-puji bagi Allah SWT. Kemudian selalu menyertakan shalawat kepada sayyidina Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, pengikutnya, hingga akhir zaman. Struktur pembukaan tersebut, sama saja dalam kitab besar maupun kecil.

Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi

Dalam salah satu naskah “Hikayat Perang Sabil” yang membangkitkan semangat perang di Aceh kepada penjajah juga memiliki struktur yang sama. Dalam buku “Sastra Perang: Sebuah Pembicaraan Mengenai Hikayat Perang Sabil” karya Teuku Ibrahim Alfian mengutip salah satu naskah hikayat tersebut:

Alhamdulillah khaliqul asyya, dum perkara peuneu-jeued. Rabbi. Arasy keurusi syeuruga nuraka, langèt dönya bumi beurangri. Kömdian seulaweuet saleuem hulön, ateueh Junjóngan panghulèe Nabi. Ateueh waréh sahbat sajan, dum sikeulian Muhajir Anshari.?

AJhamdulillah khaliqul asyya, segala hal ciptaan Rabbi Arasy kursi surga neraka, semua langit dunia dan bumi Kemudian selawat salam hamba, kepada junjungan Penghulu Nabi Kepada waris bersama sahabat, termasuk sekalian Muhajir Anshari

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Ketua PWNU Aceh Teungku Faisal Ali mengatakan, Aceh adalah daerah yang sangat hidup gema shalawat.?

“Sesudah shalat apa pun dan selesai kegiatan-kegiatan kalau tidak ada shalawat dianggap kurang sempurna karena fadhilah shalawat banyak sekali,” katanya ketika dihubung Internet Marketer Nahdlatul Ulama dari Jakarta, beberapa waktu lalu, ketika ditanya soal shalawat. ?

Ia menjelaskan, hal itu tidak hanya terjadi di masyarakat, kegiatan resmi pemerintah Aceh “wajib” dimulai sesudah bacaan Al-Qur’an dengan Shalawat Badar. Sesudah itu baru lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kebiasaan tersebut, menurutnya sejak islam masuk ke Aceh. “Dalam perjuangan rakyat Aceh melawan penjajah ada yang disebut dengan "Hikayat Perang Sabil" yang isinya ada shalawat. Hikayat itu berisi motivasi untuk membangun semangat melawan penjajah yang dikarang salah seorang ulama Aceh yaitu Tengku Chik Pante Kulu.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketika ditanya bagaimana sikap warga NU menghadapi orang yang membidahkan shalawat, ia menjawab, warga NU harus tahu argumen-argumen kebenaran shalawat dengan logika dan fakta Islam tempo dulu. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam, Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 02 Februari 2018

Mensos Jelaskan ‘Terapi Rebus’ Hanya untuk Napza, Bukan LGBT

Malang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengaku terkejut saat dirinya menjadi sasaran bully oleh kalangan aktivis media sosial. Kementerian yang dipimpinnya disebut akan membuat program rehabilitasi bagi kalangan LGBT, antara lain dengan terapi rebus.

Seperti dilansir kompas.com, Ahad (13/3), kepada wartawan di Malang, Jawa Timur Khofifah, meluruskan pemberitaan yang beredar.

Mensos Jelaskan ‘Terapi Rebus’ Hanya untuk Napza, Bukan LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Jelaskan ‘Terapi Rebus’ Hanya untuk Napza, Bukan LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Jelaskan ‘Terapi Rebus’ Hanya untuk Napza, Bukan LGBT

Menurutnya, kementeriannya tidak mempunyai program rehabilitasi untuk LGBT. "Kami tidak punya kewenangan penindakan,” ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam kunjungan kerja ke Sidoarjo dan Mojokerto beberapa waktu lalu, Khofifah mengaku bertutur tentang keberadaan lembaga yang memiliki metode terapi bagi pengguna narkotika, obat, dan zat terlarang (napza), menggunakan proses perebusan.

"Betul, ada metode direbus sampai suhu 85 derajat celsius, tetapi itu untuk (pengguna) napza," ujar Khofifah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ditambahkan, lembaga-lembaga yang dia ceritakan itu merupakan institusi penerima wajib lapor (IPWL), yang hubungannya dengan Kementerian Sosial sebatas koordinasi.

Adapun terkait LGBT, Khofifah menyebut, pernyataan yang pernah dia sampaikan adalah cuplikan perbincangan dengan Ary Ginanjar. Dalam perbincangan itu, kata Khofifah, Ary mengatakan, metode ESQ yang dikembangkan lembaganya ternyata juga bisa membantu kalangan LGBT yang berkeinginan mengubah orientasi seksualnya kembali menjadi heteroseksual.

Khofifah menyebutkan, sampai saat ini, kementeriannya berkoordinasi dengan 118 IPWL. Kutipan soal pelepasan sejumlah eks LGBT yang disebut akan dilakukan pada Rabu (16/3/2016), kata dia, juga merupakan kegiatan dari salah satu IPWL, bukan kementeriannya.

"Karena beberapa IPWL memang sekaligus menangani (terapi) untuk (pengguna) napza, LGBT, dan lain-lain itu, tetapi metode perebusan yang saya sebut tadi bukan untuk LGBT," kata Khofifah. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

NU dan Banjir Bengawan Solo

Oleh Achmad Faiz MN Abdalla



Koran Kompas minggu lalu (10/12) memuat opini berjudul Dampak Sosial Banjir Bengawan Solo. Penulisnya, Bagong Suyanto, merupakan dosen Sosiologi Universitas Airlangga Surabaya. Ia meneliti dampak bencana banjir di kalangan masyarakat miskin di daerah aliran sungai Bengawan Solo. Terutama daerah langganan banjir di Provinsi Jawa Timur, mulai dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik.?

Hasil penelitiannya menunjukkan, bahwa bencana banjir yang melanda daerah-daerah tersebut menyebabkan keluarga miskin gagal panen, kehilangan aset produksi, dan terganggu kehidupannya sehari-hari karena genangan air yang tak kunjung surut. Sawah-sawah mereka hancur, banyak rumah rusak, dan penyakit bermunculan. Akibatnya, para keluarga miskin tersebut mengalami proses pendalaman kemiskinan.

NU dan Banjir Bengawan Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Banjir Bengawan Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Banjir Bengawan Solo

Dari 100 keluarga miskin yang diteliti, sebagian besar rumahnya bisa terendam air 1-2 hari, bahkan sampai berhari-hari. Sebanyak 27 persen mengaku rumahnya terendam hinga lebih dari 10 hari, 10 persen rumahnya terendam 10-12 hari, dan 17 persen terendam 13-15 hari. Selain rumah, sawah dan lahan mereka juga terendam. Sebanyak 24 responden mengaku sawahnya terendam 10-12 hari, bahkan sebanyak 9 persen hingga 13-15 hari. Namun ada 21 persen responden mengaku hanya terendam 1-3 hari.?

Bagi keluarga miskin, dampak yang ditimbulkan pasca banjir bermacam-macam. Namun yang paling terasa adalah pendalaman kemiskinan. Mereka merupakan masyarakat miskin yang kehidupan sehari-harinya sudah menghadapi berbagai kesulitan. Ketika banjir menerjang, aset produksi mereka rusak, pun lahan garapan, bahan baku mereka hilang, ditambah berbagai persoalan lain. Maka, seluruh investasi yang ditanamkan tak membuahkan hasil. Sebaliknya, justru merugi dan utang meningkat.?

Mereka tentu membutuhkan modal untuk memulai usahanya kembali. Dari 100 keluarga miskin yang diwawancarai, hanya 12 persen yang bisa membiayai sendiri kebutuhan modal usahanya. Sebagian besar lainnya menyatakan menggatungkan diri pada bantuan pemerintah ? (18 persen), bantuan dari kerabat (29 persen), atau terpaksa meminjam lembaga kredit formal (20 persen) dan lembaga kredit informal (21 persen).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Memahami Penanggulangan Bencana

Penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan, kegiatan pencegahan, tanggap darurat, dan rehabilitasi. Hal itu diatur dalam UU No 24 Tahun 2007. Ada tiga tahapan penyelenggaraan penanggulangan bencana, yakni prabencana, saat tanggap darurat, dan pascabencana. Tahap prabencana meliputi pencegahan, pengurangan risiko bencana (mitigasi), termasuk penataan ruang, pengaturan infrastruktur, serta pendidikan dan penyuluhan tentang kebencanaan.?

Sedangkan tahap tanggap darurat meliputi penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana, pemenuhan kebutuhan dasar, pengerahan logistik, termasuk pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan, dan sumber daya. Adapun tahap pascabencana meliputi rehabilitasi, rekontruksi, perbaikan lingkungan daerah bencana, pemberian bantuan perbaikan rumah masyarakat, pelayanan kesehatan, pemulihan sosial ekonomi budaya, serta penerapan rancang bangun yang tahan bencana.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Praktiknya, tentu Pemerintah telah berupaya melakukan penanggulangan bencana di daerah terkena banjir tersebut. Namun dalam pengamatan penulis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dievaluasi. Sistem dan pengorganisasian penanggulangan bencana belum benar-benar terpadu. Berdasarkan hasil penelitian di atas, hemat penulis, penanggulangan bencana banjir masih terkesan bersifat a posteriori, yakni terbatas menjangkau tahap tanggap darurat dan pascabencana. Itu pun masih terdapat beberapa catatan, terutama pada tahap pascabencana.

Data Bagong Suyanto menunjukkan bahwa 40 persen keluarga miskin yang diteliti menyatakan kehidupan mereka menjadi lebih buruk pasca bencana banjir. Bagi keluarga miskin yang setiap tahun menjadi langganan korban banjir, belum usai berbenah untuk bangkit kembali dari bencana yang dialami tahun lalu, mereka sudah kembali tertimpa bencana. Artinya, penanganan masyarakat korban bencana belum maksimal dilakukan.

Peran Masyarakat, Peran NU

Penting dipahami bersama, upaya penanggulangan bencana bukanlah tanggung jawab Pemerintah semata. Dalam UU No 27 Tahun 2014, salah satu asas penanggulangan bencana ialah kebersamaan. Hal itu dipertegas dalam Pasal 26 dan 27 yang mengatur mengenai hak dan kewajiban masyarakat. Selama ini, upaya penanggulangan bencana minim mendapat dukungan dan peran masyarakat karena adanya anggapan bahwa penanggulangan bencana adalah wujud dari salah satu fungsi pemerintah dalam perlindungan masyarakat.

Daerah aliran sungai Bengawan Solo yang terkena banjir tersebut dapat diasumsikan merupakan basis-basis warga NU. Bahkan di sana, terdapat beberapa pondok pesantren NU yang sangat terkenal, seperti Langitan (Tuban), Qomarudin (Gresik), Ihyaul Ulum (Gresik), dan Al Karimi Tebuwung (Gresik). Juga, banyak madrasah NU berdiri tidak jauh dari aliran sungai tersebut. Terlebih, pihak yang sangat dirugikan ialah para petani dan keluarga miskin. Karena itu secara sosiologis, NU punya tanggung jawab untuk mengisi dan menguatkan peran masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana tersebut.?

Dengan demikian, dibutuhkan penanganan terpadu untuk mengatasi persoalan banjir tersebut. Ada dua hal yang harus dimengerti dari kata terpadu tersebut. Pertama, penanggulangan banjir haruslah bersifat menyeluruh, dimulai dari tahap prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Semua penanganan dalam kesemua tahap tersebut harus tepat guna dan hasil guna. Nyatanya, setiap tahun banjir selalu datang dan membawa berbagai persoalan yang sama, terutama bagi masyarakat miskin.?

Sebagai catatan, bencana datang selain karena faktor iklim, juga faktor antropogenik. Ulah manusia juga menjadi pemicu bencana di tanah air. Karena itu, pengurangan risiko atau bahkan pencegahan bencana juga bergantung pada manusia. Dapat dimengerti, bahwa penanggulangan bencana tidak boleh sekedar bersifat a posteriori, yakni bertindak ketika banjir datang dan sesudahnya. Padahal jelas-jelas banjir datang setiap tahun. Pendekatan a priori juga harus diperhatikan, melalui perencanaan pembangunan, penataan ruang, pengaturan pembangunan, pencegahan dan pengurangan resiko.?

Kedua, penanggulangan bencana hendaknya tidak dipahami semata fungi Pemerintah. Prinsip kebersamaan jelas merupakan salah satu prinsip penanggulangan bencana. Hal itu harus dipahami bersama. Peran dan dukungan masyarakat dapat dilibatkan sejak fase prabencana sampai pascabencana. Dalam hal ini, NU misal, dapat mendorong pemerintah untuk memperhatikan perencanaan pembangunan yang terpadu, atau upaya-upaya lain pada fase pencegahan dan mitigasi.

Selain itu, ialah peran NU pada tahap pascabencana. Pada tahap inilah, bila mengacu pada hasil penelitian di atas, memerlukan perhatian lebih. Dukungan dari berbagai pihak selama ini masih didominasi bantuan logistik dan kebutuhan dasar, atau upaya lainnya di lingkup tanggap darurat. Seharusnya tidak berhenti di situ. Para korban, terutama keluarga miskin, memerlukan bangkit dan dipulihkan keadaan ekonomi, sosial, dan psikologinya pasca bencana. Masalah pendalaman kemiskinan, kesehatan, dan lingkungan yang rusak harus diperhatikan secara serius. NU harus bersinergi dengan pemerintah dan unsur masyarakat lain untuk mengatasi hal itu. Dengan begitu, penanggulangan bencana mencapai sasaran yang diharapkan.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 29 Januari 2018

Kuwu di Desa Ini Manfaatkan Dana Desa untuk Program Strategis

Brebes, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Dana desa (DD) senilai satu miliar rupiah pertahunnya dari program pemerintah yang dikomandoi Kementerian Desa PDTT turut membantu mewujudkan problem di desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Kuwu di Desa Ini Manfaatkan Dana Desa untuk Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuwu di Desa Ini Manfaatkan Dana Desa untuk Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuwu di Desa Ini Manfaatkan Dana Desa untuk Program Strategis

Desa terluas dari 22 desa di Kecamatan Losari ini memberdayakan dana desa untuk program-program strategis di antaranya untuk normalisasi sungai, pembangunan saluran air, serta pengecoran dan pengaspalan jalan desa.

“Saya berusaha menyediakan jalan untuk pemberdayaan ekonomi warga lewat program pembangunan infrastruktur,” ujar Kepala Desa (Kuwu) Prapag Kidul Ella Sugiarto, Selasa (27/6) saat Internet Marketer Nahdlatul Ulama berkunjung ke kediamannya.

Ella menilai, desa yang dipimpinnya saat ini selain mempunyai potensi ekonomi di bidang kelautan, juga mempunyai sungai yang lebar dan cukup strategis untuk kebutuhan pengairan para petani.

?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Desa ini terletak tepat di pantai utara Laut Jawa. Namun sebagian warga juga memanfaatkan lahan untuk pertanian. Sehingga daerah ini satu-satunya desa yang warganya mempunyai dua mata pencarian, petani dan nelayan di Kecamatan Losari.

“Saya menyusun program berdasarkan problem yang saat ini mendera warga. Jalan desa saya rapikan semua, termasuk sungai, setelah dikeruk ke depan dinormalisasi,” jelas Kades yang masih cukup muda ini.

Menurut pria bergelar sarjana ekonomi ini, pelaksanaan program dari dana desa membantu dalam pencairan dana desa tahap selanjutnya. Ia pun meminta dukungan seluruh masyarakat desa agar pemberdayaan ini setiap tahunnya dapat menyejahterakan warga.

Program pembangunan saluran ini disambut baik oleh warga desa karena mereka selama ini hanya mengandalkan musim penghujan (sawah tadah hujan) untuk memulai aktivitas bertani.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Program ini memastikan petani di desa yang terletak 2,7 kilometer dari bibir pantai Laut Jawa ini dapat bertani sepanjang musim. Begitu juga program perapian infrastruktur jalan yang sangat membantu nelayan dalam distribusi pemasaran hasil laut. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Meme Islam, Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 24 Januari 2018

Ratusan Nahdliyin Ikuti Daurah II Aswaja NU di Bawean

Bawean, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean menggelar daurah II Aswaja NU Center. Pihak PCNU setempat mendatangkan dua narasumber dari Aswaja NU Center Jatim KH Abdurahman Nafis dan KH Makruf Khazin. Ratusan peserta yang terdiri atas guru, mahasiswa dan pengurus NU mulai ranting hingga cabang mengikuti kajian Aswaja NU sejak Jumat-Sabtu (19-20/11).

Ratusan Nahdliyin Ikuti Daurah II Aswaja NU di Bawean (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Nahdliyin Ikuti Daurah II Aswaja NU di Bawean (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Nahdliyin Ikuti Daurah II Aswaja NU di Bawean

Daurah Aswaja digelar untuk meneguhkan aqidah warga NU. Pihak PCNU Bawean menilai, arus informasi memberikan banyak pengaruh bagi keyakinan warga NU. Mereka berharap daurah ini memantapkan aqidah dan amaliyah nahdliyin menjadi lebih kokoh.

Sejumlah materi disampaikan dalam daurah aswaja ini seperti firqah-firqah dalam Islam, bid’ah dan fikih jenazah. Khusus untuk fiqh jenazah, mereka membedah buku karya KH Makruf Khazin. Daurah ini dilaksanakan di tiga tempat, pondok pesantren Hasan Jufri, Nurul Huda, dan Manbaul Falah.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Direktur Aswaja NU Center Bawean Syamsudin, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan daurah III yang fokus pada pendalaman. “Daurah pertama ? dan kedua ini masih bersifat umum. Nanti daurah yang ketiga akan lebih fokus. Jadi pesertanya terbatas,” ujar Syamsudin.

Pada kesempatan ini, pengurus Aswaja NU Center Bawean masa khidmat 2015-2020 dilantik. (Kuncoro/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 22 Januari 2018

STAINU Jakarta dan UNU Indonesia Adakan Pameran Pendidikan di Arena Muktamar

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Salah satu upaya STAINU Jakarta dan UNU Indonesia dalam mengisi syi’ar Muktamar Ke-33 NU adalah dengan membuat rangkaian kegiatan. Kegiatan tersebut diantaranya Pameran Pendidiakan. Kegiatan ini bertempat di stan Panitia Muktamar No 17-18 yang berhadapan dengan Masjid Agung Jombang mulai tanggal 31 Juli 2015 lalu sampai 5 Agustus 2015.

Pameran pendidikan ini diisi dengan sosialisasi kelembagaan STAINU Jakarta dan UNU Indonesia di Jakarta dengan membagikan brosur, PIN, pemutaran profil STAINU Jakarta dan UNU Indonesia,"papar Aris Adi Leksono, Pembantu Ketua Bidang Kerjasama STAINU Jakarta.

STAINU Jakarta dan UNU Indonesia Adakan Pameran Pendidikan di Arena Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta dan UNU Indonesia Adakan Pameran Pendidikan di Arena Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta dan UNU Indonesia Adakan Pameran Pendidikan di Arena Muktamar

Selain itu, tambahnya, pemutaran film dan diskusi film, penjualan Buku-buku karya dosen STAINU Jakarta, terutama Buku tentang Islam Nusantara, serta penjualan souvenir NU, T-Shirt NU, dan banyak karya mahasiswa STAINU lainnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Lebih jauh, Aris menjelaskan, Stan STAINU Jakarta dan UNU Indonesia sejak dibuka mulai hari Jum’at 31 Juli 2015 sudah ramai pengunjung, terutama para remaja-remaja yang ingin berkuliah di STAINU Jakarta dan UNU Indonesia. Sampai hari ke-3 muktamar lebih dari 5000 pengunjug sudah datang ke stan.

Bagian dari upaya mengenalkan dan membangun perguruan tinggi yang dimilki oleh Nahdlatul Ulama, STAINU Jakarta dan UNU Indonesia akan memulai tahun ajaran baru pada bulan Agustus 2015 dengan berbagai pilihan program studi diantaranya; Pendidikan Agama Islam, Perbankan Syari’ah, Hukum , Psikologi, PAUD, Tekhnik Industri, Agroindustri, Teknik Elektro, Teknik Komputer, Sosiologi, dan lain sebagainya. (Red: Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian, AlaNu Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 19 Januari 2018

KH Mas Subadar, Pasuruan

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. KH Mas Subadar adalah salah seorang Rais Syuriah PBNU ini sangat dikenal di kalangan jam’iyyah umat Islam terbesar di Indonesia ini. Ia sering mengemban tugas-tugas khusus di organisasi tersebut.

KH Mas Subadar, Pasuruan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Mas Subadar, Pasuruan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Mas Subadar, Pasuruan

Di forum kiai, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Besuk, Pasuruan, Jawa Timur sering ditunjuk sebagai juru bicara. Sikapnya yang teguh dan senantiasa berpegang teguh pada koridor kajian fiqh klasik itulah yang menyebabkan sering dilibatkan dalam bahstul masa’il  yang diselenggarakan NU.

Tutur katanya juga halus, argumentatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan bahasa masyarakat yang dihadapi. Ini membuat masyarakat di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur sering mendatangi pengajian yang diisinya. Mereka tertegun menyimak ceramah dan orasinya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia lahir pada 1942 di sebuah desa Besuk, Kejayan, Pasuruan dari pasangan KH Subadar dan Hj. Maimunah. Pada usia 3 bulan (1942), ia telah yatim karena ditinggal wafat sang ayahanda, KH Subadar. Sehingga ia banyak belajar mandiri dengan diasuh oleh ibundanya yakni Hj Maimunah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kiai tersebut sangat mengidolakan sosok ibundanya. Baginya, Hj Maimunah adalah sosok panutan. Sebab melalui sentuhan lembut dan tangan dingin sang ibunda, ia menjadi pribadi yang mandiri dan tegar dalam menatap tantangan jaman.  

Ia dididik lingkungan keluarga yang sarat religius. Termasuk belajar pada kakak-kakaknya seperti KH Ali Murtadlo dan KH Ahmad di Pondok Pesantren Besuk, Pasuruan. Di Pesantren Lirboyo, Kediri, KH M Subadar menemukan tempat belajar yang sesungguhnya. Hari-hari di pondok, dihabiskan untuk mengaji dan belajar berbagai cabang keilmuan.

Di organisasi NU pada tahun 1967 ia mulai berkiprah. Mula-mula ia aktif di IPNU, dua tahun kemudian namanya langsung mencuat sebagai ketua GP Anshor Pasuruan.

Aktivitasnya di organisasi sempat terhenti setelah menikahi Aisyah pada tahun 1969. Baru pada kisaran 1976, kembali terjun dalam kegiatan organisasi dan sekaligus mengemudikan kepemimpinan Pesantren Raudhotul Ulum. Pada tahun 1980, ia terpilih sebagai Rois Syuri’ah NU Cabang Pasuruan dan kemudian menjabat sebagai Wakil Rais Syuri’ah NU Jawa Timur.

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 12 Januari 2018

Kewajiban Ulama dan Fitnah Dunia Islam

Oleh: Syekh Taufiq Ramadhan al-Buthi

Muncul pada hari-hari ini di Timur Tengah sejumlah gerakan berturut-turut dimulai dari Tunisia yang menyebabkan jatuhnya sang presiden, lalu di Mesir dan tumbangnya presiden, kemudian terjadi di Yaman yang memakan waktu lama sehingga menyebabkan intervensi negara-negara kerjasama teluk, dan kemudian disepakati pengunduran diri presiden dan kekuasaan dilanjutkan oleh Presiden al Hadi. 

Di Libya, yang kasusnya juga berlarut-larut, dan saat itu menjadi bahan ejekan dan hasutan dari Presiden Muammar Gaddafi serta intervensi dari Barat dan Qatar dan negara-negara lain, dan gerakan itu menjalar ke tempat lain sampai ke Syria apa yang mereka sebut dengan Musim Semi Arab (Arab Spring), lalu Gaddafi pun terbunuh. Namun hal ini tidaklah mengakhiri masalah bahkan menjadi lebih buruk dan terus memburuk meninggalkan banyak orang mati dan pengungsi, ditambah lagi kehancuran massal dan tersebarnya rasa kebencian.

Dari hal di atas kita mencatat dua hal: Hal pertama menyangkut peran media, terutama sekali stasiun televisi Al-Jazeera dan al Arabiyyah, di mana peran mereka tidak terbatas pada penyebaran fakta-fakta apa yang terjadi, bahkan beralih perannya untuk mengarahkan dan menciptakan peristiwa, dan mengharuskan stasiun televisi dan saluran-saluran yang mengikutinya untuk menguasai seni berbohong, berlebihan dalam menyampaikan serta fabrikasi berita. 

Kewajiban Ulama dan Fitnah Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kewajiban Ulama dan Fitnah Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kewajiban Ulama dan Fitnah Dunia Islam

Dan peran dua saluran televisi berubah menjadi industri berita. Yang membuat orang Arab dan mereka yang mengikuti saluran ini terpengaruh terhadap apa yang disampaikan oleh saluran-saluran itu. Tampaknya pihak-pihak yang dimaksud telah mempercayakan kepada dua saluran ini untuk memimpin gerakan tersebut atas nama media tertentu.

Hal kedua adalah bahwa sebahagian tokoh-tokoh agama sebelumnya telah banyak disorot dan diberi posisi istimewa, ditambah pula orang-orang yang menempuh cara ini dari para sheikh/tetua (saya tidak mengatakan ilmuwan) berkontribusi dalam mempengaruhi publik dan mengarahkan peristiwa-peristiwa tersebut. Bahkan salah satu dari mereka meneriakkan hasutan untuk membunuhnya; dan mengeluarkan fatwa untuk membunuh orang lain. Apa yang terjadi sebagai akibat dari itu?

Para Pemberontak itu tidak mencapai tujuan mereka, akan tetapi mereka yang telah merancang hal tersebut telah mendapatkan sebagian target yang mereka tuju. Yaitu terjadinya kekacauan di wilayah ini dan menjadi rebutan dan santapan lezat mereka yang  rakus dan tamak.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Saya berdiri disini bukan untuk menceritakan tragedi yang menyedihkan/memilukan. Saya hanya ingin -melalui keterangan ini- menjelaskan tanggungjawab seorang ‘Aalim yang bertaqwa kepada Allah Ta’ala dan sikapnya terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi. Terutama sekali ketika ia melihat pertumpahan darah dan kerusakan yang luas, dan perpindahan jutaan orang dari rumah dan desa mereka, serta mereka kehilangan tempat tinggal, makanan, minuman dan pakaian. Lalu dirampas rasa aman dari mereka. Ditambah lagi penistaan kehormatan dan harga diri serta eksploitasi kebutuhan oleh orang-orang yang tidak bermoral dan tidak memeiliki hati nurani dan bersukacita dalam kubangan fitnah ini.

Sungguh, beberapa tokoh ilmu kebanggaan umat telah jatuh ke dalam fitnah ini, menjadi penyebab banyak masyarakat tersesat jalan. Dan mereka ikut menjadi sebab terjadinya kekacauan ini yang mereka sebut sebagai jihad, padahal mereka adalah korban yang disebabkan kesesatan dan ketertipuan mereka sendiri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Agar mereka bisa menempuh cara tersebut, mereka melandaskannya kepada beberapa hal. Pertama, mengkafirkan orang-orang yang berbeda (pendapat) dengan mereka, sebagaimana kaum khawarij mengkafirkan orang banyak dan menghalalkan darah mereka.

Kedua, menghembuskan problem pemilahan sectarian, yang juga berakhir dengan pengkafiran sekte yang berbeda. Kemudian seruan untuk memerangi mereka yang akan mengakibatkan perang saudara yang memanas.

Ketiga, dalam rangka untuk mencari jalan pintas dan mencari sutradara pertikaian ini, mereka menuduh para ulama yang konsisten (istiqomah) dengan berbagai macam tuduhan keji agar umat hilang kepercayaan. Dan mereka tidak ragu-ragu untuk memfitnah mereka dengan banyak kebohongan, dan mengejek mereka sebagai bentuk penghancuran karakter dan figur yang bisa mengembalikan situasi kepada takarannya dan dapat mengklarifikasi fakta. 

Hal ini sengaja dibuat agar umat kehilangan kepercayaan terhadap ulamanya dan hilang pula sopan santun terhadap para pemimpin dan orang-orang sholeh. Menjadikan mereka semakin jauh dari sisi kebenaran ditengah-tengah badai perbedaan yang menghantam. Bahkan, mereka ikut menghasut untuk membunuh para ulama tersebut.

Peran institusi dan ilmuwan di tengah perselisihan

Jika sebahagian ilmuwan kebanggaan merupakan bagian dari provokator dan promotor yang telah menyesatkan banyak masyarakat, maka para ulama yang mukhlishin yang harus meluruskan, dan menjaga agar tidak terjadi pertumpahan darah, dan mengawal rambu-rambu kebenaran.

Saya ingin katakan: seluruh Ulama memiliki tanggung jawab menjelaskan dan memunculkan kebenaran, dan memberikan nasehat kepada umat serta menjelaskan hukum serta sikap yang benar terhadap setiap peristiwa dan kejadian. Dan jangan ragu untuk memikul tanggung jawab ini, karena ancaman terhadap kehancuran bangsa dan membuat agama yang benar ini menjadi jelek dan terdistorsi merupakan hal yang sudah dirancang oleh musuh-musuh Islam, dan mereka memperalat para ilmuwan untuk mencapai tujuannya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran: (Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul dan para pemimpin di antara kalian. Dan jika kalian berselisih paham akan suatu hal, maka kembalikanlah (merujuklah) kepada Allah dan Rasul-Nya, jika Anda beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu (adalah) lebih baik dan sebaik-baik tempat kembali) An-Nisa: 59 , yakni Allah Taala telah memerintahkan kita -ketika terjadi perbedaan- untuk kembali kepada apa yang telah dijelaskan di dalam Qur’an dan Nabi Muhammad SAW yang mulia dalam sunnahnya. Dan Dia Allah tidak pernah menyerahkan (penyelesaiannya) kepada hawa nafsu dan fanatisme buta.

Sesungguhnya Fenomena yang disebut (Arab Spring/Musim Semi Arab) tidak lain hanyalah membuka jalan bagi munculnya kelompok-kelompok radikal yang menebar teror pembunuhan dan perusakan atas nama Islam.

Oleh karena itu, pengakuan beberapa pihak yang mengatakan bahwa mereka berjuang memerangi kelompok-kelompok teroris, bagi saya merupakan sikap bersikeras untuk tetap pada kesalahan pertama, dengan cara menyulut api fitnah dan memancing kekacauan, sebagai bentuk pelaksanaan langkah-langkah Free Masonry Internasional/Global, yang disebut oleh Rice dengan ‘kekacauan kreatif’.

Situasi ini mengharuskan para ilmuwan untuk melakukan peran dan tanggungjawab yang telah dipercayakan Allah Taala kepada mereka, baik dari sisi amar ma’ruf nahyi munkar, atau dari sisi dakwah kepada Allah dengan cara yang bijaksana dan nasihat yang baik, atau dari sisi menjelaskan kebenaran dan menghapus kebingungan/kecauan pikiran yang menimpa pikiran orang-orang yang mengetahuinya.

Sungguh diamnya seorang ‘Aalim atas apa yang terjadi merupakan suatu kekurangan dan menyembunyikan kebenaran, dan merupakan salah satu sebab terus berlakunya kebathilan. Dan hal itu tidak pantas terjadi kecuali jika seseorang itu takut untuk melawan kebathilan. Atau barangkali dia termasuk orang-orang yang disifati oleh Allah SWT dalam firman-Nya: {dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; Maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam Keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. rugilah ia di dunia dan di akhirat. yang demikian itu adalah kerugian yang nyata} al-Hajj: 11. 

Dan selayaknyalah seorang ‘Aalim memiliki sifat sebagaimana firman-Nya: (... dan akan Allah datangkan kaum yang Dia cinta mereka dan mereka juga mencintai-NYA. Mereka lemah lembut terhadap orang mukmin dan keras terhadap orang kafir. Mereka berjuang di jalan Allah dan tidak takut siapa pun yang mencela mereka. Demikian itulah karunia Allah yang Dia berikan kepada siapa saja yang IA kehendaki. Dan Allah Maha Luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui} al-Maaidah: 54.

Seorang ‘Aalim harus cemburu jika hilang rambu-rambu kebenaran dan khawatir jika umat tersesat. takut jika terjadi perselisihan dan konsekuensinya ... dari pertumpahan darah, kehancuran, dan perpindahan. Bukan ini yang telah terjadi?

Ini merupakan perbuatan dari sekelompok pemilik ilmu serta para ilmuwan yang rela menjadi alat menebar fitnah dan menjadi pengawalnya karena rakus dengan godaan keserakahan atau dengki pada orang-orang yang melihat mereka sebagai pesaing bagi mereka atau iri atas apa yang mereka dapatkan dari penerimaan di seluruh bumi.

Sesungguhnya hal yang lebih berbahaya dan lebih mengkhawatirkan lagi yaitu merajalelanya hawa nafsu pribadi di tengah-tengah masyarakat. Ini terkait dengan masa depan bangsa dan pernyataan kebenaran yang telah ternoda oleh gerakan-gerakan ini ...Ini juga terkait dengan kewajiban untuk menjelaskan dan tidak menyembunyikan kebenaran. 

Bukan kah Allah telah berfiman dalam kitab-Nya: dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya," lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima) Ali Imran: 187. Dan bukan kah Allah telah mengingatkan para ulama tentang menyembunyikan kebenaran dengan firman-Nya: ((Sesungguhnya orang-orang yang Menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilanati Allah dan dilanati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melanati)) al-Baqarah: 159.

Penulis adalah Ketua Persatuan Ulama Suriah, Dekan Fakultas Syariah Universitas Damaskus, Putra Sayyid Muhammad Said Ramadhan al-Buthi.

*) Makalah ini disampaikan dalam Seminar Internasional ‘Peran Ulama dalam Meredam Krisis Politik dan Ideologi di Timur Tengah’ yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Suriah Indonesia (Al-Syami), Kamis (10/3/2016) di Gedung Pascasarjana UI Salemba Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Kajian, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 10 Januari 2018

Ramadhan, Pedagang Takjil Ketiban Berkah

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Bulan suci Ramadhan 1437 H memberikan berkah tersendiri kepada masyarakat yang berjualan makanan dan minuman. Bagaimana tidak, di bulan penuh berkah ini, mamin yang dijual para pedagang takjil ini selalu laris manis diserbu pembeli untuk menu buka puasa.

Ramadhan, Pedagang Takjil Ketiban Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pedagang Takjil Ketiban Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pedagang Takjil Ketiban Berkah

Seperti yang terlihat di sisi timur Alun-alun Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Selama bulan suci Ramadhan ini, jalan sisi timur alun-alun tersebut ditutup total untuk semua jenis kendaraan. Pasalnya tempat tersebut dijadikan area untuk berjualan takjil.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Seperti yang terlihat Rabu (8/6) sore, puluhan stand takjil yang didirikan seluruhnya terisi. Banyaknya pedagang yang berjualan masih kalah banyak dibandingkan dengan konsumen yang berbelanja. Puluhan tenda tersebut sudah mulai dipasang sehari sebelum tibanya bulan suci Ramadhan 1437 H.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sejak siang hari, para pedagang ini sudah mulai memasarkan dagangannya. Tetapi mulai ramai sejak sore hingga menjelang bedug maghrib tiba. Apapun yang dipasarkan, dagangannya selalu laris manis diburu oleh masyarakat yang tidak sempat memasak karena sibuk bekerja.

“Saya memang rutin jualan menu takjil disini setiap tahun. Alhamdulillah, sebelum maghrib, dagangan saya sudah habis, tinggal beberapa menu kecil saja. Ini adalah berkah dari datangnya bulan suci Ramadhan,” ujar Siti Kholifa, salah seorang pedagang takjil.

Menurut Kholifa, berjualan di bulan suci Ramadhan berbeda dengan bulan-bulan yang lain. Sebab berjualan apapun jenisnya pasti laris dibeli masyarakat yang sedang berburu menu takjil. “Padahal di hari-hari biasanya belum tentu bisa laku,” terangnya.

Sementara Wulandari, salah seorang pengunjung mengatakan bazar takjil tahun ini lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya. Terlebih saat ini ditempatkan di sisi timur Alun-alun Kota Kraksaan yang membuat masyarakat lebih leluasa memilih menu yang disukainya.

“Bazar takjil ini jelas sangat membantu masyarakat yang tidak sempat masak karena beragam kesibukan. Apalagi disini kita bisa memilih menu yang kita sukai dengan harga yang sangat terjangkau,” katanya.

Tidak hanya di Kabupaten Probolinggo, pedagang takjil ini juga bisa dijumpai di beberapa sudut di Kota Probolinggo. Namun yang paling ramai ada di sekitar Alun-alun Kota Probolinggo dan Jalan Pahlawan Kota Probolinggo. Sejumlah pejabat Pemkot Probolinggo juga turut menyerbu pasar takjil ini untuk menu buka puasa bersama keluarga. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 02 Januari 2018

Jokowi: Teladani dan Teruskan Perjuangan Syekh Nawawi Al-Bantani

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara peringatan Haul ke-124 Al-Maghfurlah Syekh Nawawi Al-Bantani di Pesantren An Nawawi Tanara di Serang, Banten, Jumat (21/7) kemarin.?

Jokowi mengatakan, sepanjang sejarah negeri kita ini, ada tiga ulama yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram di Makkah. Satu di antaranya ulama kelahiran Serang, Syekh Nawawi Al-Bantani yang hidup di abad ke-19.

Jokowi: Teladani dan Teruskan Perjuangan Syekh Nawawi Al-Bantani (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi: Teladani dan Teruskan Perjuangan Syekh Nawawi Al-Bantani (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi: Teladani dan Teruskan Perjuangan Syekh Nawawi Al-Bantani

“Di perhelatan haul itu saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, untuk meneladani dan meneruskan perjuangan Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Jokowi di halaman Facebook miliknya, Sabtu (22/7).

Ia mengakui bahwa Syekh Nawawi adalah seorang ulama sekaligus intelektual. Ia mewariskan lebih dari 100 buku karyanya dalam berbagai disiplin ilmu, dari ilmu tafsir, ilmu kalam, tauhid, hadits, dan lain-lain.

“Murid-muridnya banyak yang menjadi ulama besar dan berjuang untuk bangsa ini. Di antaranya adalah pendiri Nahdlatul Ulama KH Muhammad Hasyim Asyari dan pendiri Muhammadiyah KH Achmad Dahlan,” terang mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ulama produktif

Keterangan tentang Syekh Nawawi Al-Bantani ini juga dijelaskan KH Cholil Nafis, Pengurus MUI Pusat. Ia menerangkan, Syekh Nawawi al Jawi al-Banteni itu ulama besar. Imam Masjidil Haram, Syyid Ulama Hijaz, al Allamah al Fahhamah ad Daqqiq wal Muahhaqiq, Ulama terkemuka pada abad XIV Hijriyah, serta predikat mulia lainnya.?

Syekh Nawawi al-Banteni adalah murid Syekh Ahmad Khothib Sambas (1803-1875) yang menjadi Imam Masjidil Haram dan kemudian diwarisi oleh Syekh Nawawi,” ujar Cholil Nafis yang juga mengungkapkan lewat akun Facebook miliknya, Sabtu (22/7).

Syekh Nawawi, jelasnya, tergolong ulama yang produktif. Karangan kitabnya dalam bahasa Arab lebih dari 115 kitab. Menurut hasil penelitian Martin Van Brunissen, seorang peneliti Indonesianis asal Belanda bahwa dari 46 pesantren terkemuka di Indonesia sebanyak 42 pesantren mengajarkan kitab-kitab Syekh Nawawi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hal ini, tandas Cholil, sesuai dengan beberapa tokoh dan pendiri pesantren yang menjadi murid Syekh Nawawi sehingga kitab-kitabnya menjadi rujukan dan buku ajar di banyak pesantren.?

Di antara murid Syekh Nawawi al-Banteni yaitu Syekh Ahmad Khotib al Minangkabawi (1860-1916), Syekh Mahfudz Termas (1868-1820), Syekh Kholil Bangkalan dan Hadlratussyekh Muhammad Hasyim Asyari (1875-1947 M) pendiri NU, dan Kiai Haji Ahmad Dahlan (1868-1923) pendiri Muhammadiyah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 22 Desember 2017

PCNU Sumedang Laksanakan Sima’an Al-Qur’an dan Manaqib

Sumedang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam rangka syukuran hari lahir ke-87 NU, PCNU Kabupaten Sumedang pada Kamis (31/1) melaksanakan kegiatan sima’an Al-Qur’an 30 juz dan pembacaan manaqib. Kegiatan ini dilaksanakan di Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Tanjungkerta Sumedang Jawa Barat.

Sima’an Al-Qur’an dimulai pada hari Rabu malam (30/1) ba’da isya dan selesai hari Kamis sore menjelang magrib. Para membaca Al-Qur’an merupakan pengurus Pimpinan Cabang Jam’iyyah Qurra wal Huffadz (JQH) Kabupaten Sumedang. Kamis malamnya ba’da magrib membaca do’a khotmil qur’an dan ba’da isya ada kegiatan tahlil, baca berjanji (dibaan) dan pembacaan Manaqib. Kegiatan tahlil, baca berjanji dan manaqib ini dipimpin oleh para pengurus Jam’yyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh Annahdliyyah (Jatman) Kabupaten Sumedang. Hadir dalam kegiatan ini perwakilan banom, lembaga dan lajnah yang ada di bawah PCNU Kabupaten Sumedang serta para jama’ah Nahdliyin.?

PCNU Sumedang Laksanakan Sima’an Al-Qur’an dan Manaqib (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumedang Laksanakan Sima’an Al-Qur’an dan Manaqib (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumedang Laksanakan Sima’an Al-Qur’an dan Manaqib

Ketua PCNU Kabupaten Sumedang, H Sa’dulloh dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan sima’an Al-Qur’an dan Manaqib ini harus dijadikan agenda bulanan para pengurus PC JQH dan PC Jatman Kabupaten Sumedang. ? Ia juga menegaskan bahwa JQH dan Jatman merupakan ruhnya Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu kedua banom NU tersebut harus tetap tegak dan istiqomah dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pimpinan Pesantren Al-Hikamussalafiyyah sekaligus merupakan pengurus PWNU Propinsi Jawa Barat, KH Mohammad Aliyuddin sangan menyambut baik kegiatan ini. ? Malahan ia menawarkan diri siap menjadi tuan rumah kegiatan-kegiatan seperti ini atau kegiatan-kegiatan NU yang lainnya.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ayi Abdul Kohar

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Kajian, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 20 Desember 2017

Gusdurian Makassar Bincang Minoritas Pasca-Gus Dur

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Komunitas pecinta dan penerus perjuangan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) atau yang menamakan diri “Gusdurian” Makassar, Sulawesi Selatan, mengadakan forum “Membincang Masa Depan Kelompok Minoritas Pasca-Gus Dur” bersama lintas kelompok, Sabtu (8/2).

Acara yang digelar di KopiNu Coffe, Jalan Landak No 39 Makassar ini menjadi rangkaian peringatan  haul Gus Dur yang ke-4 dan Harlah NU yang ke-88. Forum tersebut dihadiri puluhan tokoh dan aktivis dari berbagai kalangan.

Gusdurian Makassar Bincang Minoritas Pasca-Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Makassar Bincang Minoritas Pasca-Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Makassar Bincang Minoritas Pasca-Gus Dur

Mereka, antara lain, berasal dari komunitas Ahmadiyah, PMII Makassar, Pemuda Thionghoa, Koordinator Gusdurian Maluku, Komunitas Sehati, Rauzan Fikr Institut, Ijabi Sulsel, PMKRI dan aktivis muda NU Sulsel. Selain itu hadir juga DR. Kadir Achmad, mantan ketua tanfidziyah PCNU Kota Makassar dua periode; dan Idham Arsyad, Sekjen Komisi Pembaharuan Agraria (KPA) Indonesia.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Aktivis Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Rakyat (Lapar) Makassar Saprillah yang memoderatori forum ini menyatakan bahwa poin dari diskusi ini ingin melihat banyaknya pekerjaan rumah yang harus dilakukan setelah kepergian Gus Dur, khususnya kaitannya dengan kaum minoritas bangsa ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Perbincangan yang berlangsung santai ini juga menampung sejumlah testimoni dari berbagai kelompok minoritas yang hadir tentang pengalaman keberagamaan mereka di tengah masyarakat. Secara garis besar, mereka resah dengan kehadiran kaum ekstremis yang diakui kerap menyudutkan mereka.

“Bagi saya hukum di bangsa ini sudah bagus, cuma orangnya yang bermasalah. Pada saat inilah kami merindukan kehadiran sosok Gus Dur yang baru dan komitmen membela hak-hak kaum minoritas,” tutur Jamaluddin dari komunitas Ahmadaiyah.

Syamsurijal Adhan, Aktivis NU Kota Makassar mengataka bahwa ada dua persoalan yang terjadi di bangsa ini dan kaitannya dengan kelompok minoritas. Yaitu pertama, masalah regulasi dimana negara dalam mengatur agama masih memakai cara pandang kolonial, yang kemudian melahirkan undang-undang penodaan agama.

Menurut dia, meski Gus Dur sudah berupaya mencabut TAP MPR 25 yang juga merupakan bagian bentuk diskriminasi agama, namun nalar sebagian masyarakat belum bisa menerima kenyataan tersebut, sehingga fenomena inipun berimbas ke komunitas adat yang kerap kali distigma sebagai komunitas ateis.

Kedua, hadirnya gerakan fundamentalis baru yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan bangsa. Kelompok inilah yang biasanya memancing gejolok sosial yang bermula dari tingkat bawah termasuk pada pembagunan rumah ibadah dan pembetukan perda-perda agama. (Suaib/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian, Daerah, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menang Tipis 0-1 dari Sabilillah, Walisongo Sragen Juara LSN Jateng III

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Final Liga Satri Nuansantara Regional Jateng III dimenangkan oleh Pondok Pesantren (PP) Walisongo setelah mengalahkan PP Sabilillah dengan skor 1-0 di Lapangan Kota Barat Solo, Jawa Tengah (7/9).

Pertandingan berjalan pada babak ke dua tim dari Sabililah bernomor punggung 24 mendapat kartu kuning, suasana pertandingan sore ini beranjak mendung waktu kurang 10 menit lagi, dan tibalah dimenit terahir Walisongo Menjadi Juara dengan skors 1-0.

Menang Tipis 0-1 dari Sabilillah, Walisongo Sragen Juara LSN Jateng III (Sumber Gambar : Nu Online)
Menang Tipis 0-1 dari Sabilillah, Walisongo Sragen Juara LSN Jateng III (Sumber Gambar : Nu Online)

Menang Tipis 0-1 dari Sabilillah, Walisongo Sragen Juara LSN Jateng III

Atas kemenangan ini Walisongo berhak mengantongi tiket ke babak 32 besar seri nasional Liga Santri Nusantara. Penyerahan piala juara satu diserahkan oleh KH Yusuf Pengasuh Ponpes API Magelang. Sedangkan untuk juara keduaYhogyo wakil pimpinan DPRD Magelang.

Menurut Gus Yusuf sapaan akrab pengasuh API Tegalrejo mengatakan tim yang menjadi juara di tingkat regional merupan tim yang terbaik. "Selamat untuk PP Walisongo sragen anda layak mewakili LSN region Jateng III ke tingkat nasional," tambahnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk kedua kalinya PP Walisongo lolos ke seri nasional Liga Santri Nusantara, yang pada tahun sebelumnya pesantren yang berasal dari sragen ini juga menjadi juara regional Jateng III. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Jadwal Kajian, Kajian, PonPes Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Membangun Generasi Baru Cinta Perdamaian

Pati, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hingga saat ini, kasus kekerasan yang berlatar belakang isu SARA masih menjadi tantangan bagi masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kasus kekerasan yang sering terjadi di tengah masyarakat menunjukkan meningkatnya radikalisme agama yang dibarengi dengan meningkatnya aksi teror di beberapa daerah.

Membangun Generasi Baru Cinta Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Generasi Baru Cinta Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Generasi Baru Cinta Perdamaian

Kenyataan ini secara umum berlangsung dari generasi ke generasi, sehingga mata rantai konflik tersebut tidak dapat terputus begitu saja. Diketahui bahwa hanya sekitar 10 persen konflik yang terjadi merupakan konflik yang dikategorikan konflik baru. Hal inilah yang kemudian menjadikan konflik bermutasi dari generasi ke generasi. Untuk mengatasi konflik tersebut, tidak jarang justru memunculkan kekerasan baru yang berkepanjangan.

Adanya keprihatinan inilah yang melatarbelakangi diselengarakannya Training Perdamaian yang dimotori oleh Pusat Studi Peace Promotion Institute Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Pati pada tanggal 29 Februari sampai 2 Maret 2016. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat memutus mata rantai kekerasan dengan memberi pemahaman nilai-nilai perdamaian melalui pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk membangun generasi baru yang cinta damai.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini dipandu langsung oleh fasilitator dari Peace Generation Indonesia, Kamilia Hamidah yang sekaligus menjabat Direktur Pusat Studi Peace Promotion Ipmafa. Pelatihan diikuti perwakilan dari guru, lembaga pesantren dan para mahasiswa anggota Pusat Studi Peace Promotion Ipmafa. ?

Selama pelatihan tersebut, peserta diberi pembekalan yang berisi pendidikan nilai dasar perdamaian untuk para guru dan calon fasilitator perdamaian masa depan. Pembekelan nilai ini meliputi 12 nilai perdamaian yang menjadi prinsip pergerakan cinta damai. Dengan demikian, setelah pelatihan ini para alumni pelatihan dapat mengajarkan dan menyebarkan nilai-nilai perdamaian di komunitasnya masing-masing.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Model pelatihan dikemas dengan metode pembelajaran interaktif meliputi simulasi nilai perdamaian dengan pembelajaran micro-teaching yang menantang kreativitas para peserta. Pembelajaran juga disertai permainan-permainan interaktif sebagai pengejawantahan dari nilai yang diajarkan.

Kesan yang muncul dari para peserta menunjukkan semangat dan antusiasnya selama mengikuti pelatihan. "Senang sekali dapat ikut pelatihan ini sehingga saya bisa belajar bersama-sama. Setelah ini, saya berharap dapat melaksanakan nilai-nilai perdamaian demi kehidupan saya sehari-hari, menyampaikan pelatihan ini kepada siswa-siswa kami," ujar Hindriyah, seorang guru SMK di Margoyoso Pati.

"Saya merasa amazing berkumpul dengan orang-orang yang mempunyai jiwa kepedulian sosial yang tinggi. Setelah mengikuti acara ini saya akan berusaha mengembangkan dua belas nilai ini di pesantren," tutur Karina Harjanti, delegasi dari pondok Pesantren Maslakul Huda Pati.

Menurut Kamilia, kedepan pihaknya ingin membuat gerakan mencetak sebanyak mungkin agen-agen perdamaian yang bisa menularkan virus perdamaian di lingkungannya masing-masing.

“Karena misi perdamaian inilah, kita dari Pusat Studi Peace Promotion membuka diri untuk bersinergi dengan semua pihak dalam memberikan pelatihan nilai dasar perdamaian pada pihak manapun yang konsen pada gerakan perdamaian," tegas Direktur Pusat Studi Peace Promotion Ipmafa ini.

Pelatihan nilai dasar perdamaian ini akan? rutin diadakan oleh Pusat Studi Peace Promotion yang akan dikemas dalam berbagai bentuk jenis kegiatan. Hal ini untuk menanamkan nilai-nilai dasar perdamaian agar semakin banyak agen perdamaian yang dapat menyebarkan perdamaian di masyarakat. (Isyrokh Fuaidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian, RMI NU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 19 Desember 2017

Baghdad pun Menggelar Sunatan Massal

Baghdad, Irak, Internet Marketer Nahdlatul Ulama  
Tiga muslim Syiah berjanggut lebat dan berbadan besar memegangi Karrar, sedangkan seorang mantan dokter tentara Irak menyingkap jubah putih anak lelaki usia sembilan tahun yang terus menangis itu.

"Nggak apa-apa. Nanti juga baik. Sayid Muqtada (Sadr) akan datang menjenguk kamu sekarang," bisik Mushtaq Abdulwahid, 27, ke telinga remaja itu.

Di dinding di belakangnya, tergantung poster besar ulama muda karismatis itu dengan jubah hitamnya tengah menatap mereka sambil tersenyum.

Dokter Amir al-Ankabi, 44, mendekati Karrar sambil membawa sepasang penjepit. Dia mulai memeriksanya sementara remaja putra itu menjerit-jerit. Dokter Amir menyatakan dia bisa disunat.

"Penyunatan pertama tidak terlalu bagus, dan beberapa kulit luar masih tersisa di ujungnya," ujar ayah anak lelaki itu Ahmad Abdulkadhim, 33.

Setelah Karrar yang berangsur tenang dibawa keluar, adiknya Hussein, 4, menyusul masuk. Dengan pemotong listrik, proses penyunatan itu hanya berlangsung beberapa detik. Ahmad dengan bersimbah senyum mengangkat Hussein yang masih menangis dan membawanya keluar dari kamar. Penis Hussein yang habis disunat dibiarkan terbuka.

Di luar, anak lelaki itu mendapat hadiah sekantong cokelat yang di dalamnya berisi tulisan Hadiah dari kantor syahid Sadr yang mengacu pada almarhum ayah Sadr, Muhammad Sadiq, seorang ulama yang sangat dihormati yang dibunuh pada 1999.

Di halaman Pusat Kebudayaan Sadr di Al-Amil, kawasan kelas pekerja di barat Baghdad, Sabtu (25/6) itu, sekitar seratusan ibu dan bapak lainnya antre sambil menggendong bayi mereka atau menuntun anak mereka.

Sunatan gratis itu diumumkan lewat pengeras suara di luar pusat kebudayaan tersebut dan spanduk-spanduk dipasang hampir di seluruh distrik tersebut.

"Kampanye ini hanya bisa berlangsung berkat izin Allah karena itu janganlah kita membawa peralatan musik, menembakkan senapan ke udara atau melakukan tindakan yang bertentangan dengan Islam," demikian bunyi tulisan di spanduk itu.

"Ini seperti pesta perkawinan saya," kata Riad Abboud, 30, sambil menggendong putranya Mustafa, 1, yang juga baru disunat.

Pita warna-warni, bendera Irak dan poster-poster Sadr, ayahnya dan imam-imam suci Syiah memenuhi halaman tersebut. Para keluarga yang antre mengatakan akan mengadakan pesta untuk anak mereka yang baru disunat.

"Ini kami lakukan untuk membantu keluarga-keluarga miskin," ujar Sheikh Mahmud al-Subaih, simpatisan Sadr yang mengawasi program sunatan gratis itu. Ditambahkannya, pusat budaya Sadr juga memberikan pelatihan membaca Alquran, serta budaya, dan etika "untuk menghadang pengaruh penjajah AS".

Program sunatan untuk tujuan politik bukan soal baru di Irak. Pada masa rezim Saddam Hussein, sunatan gratis juga dilakukan di kantor Partai Baath pada 17 dan 30 Juli setiap tahun untuk memperingati berkuasanya rezim tersebut. (AFP/MI/Die)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, Kajian, Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Baghdad pun Menggelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Baghdad pun Menggelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Baghdad pun Menggelar Sunatan Massal

Sabtu, 02 Desember 2017

Hadang Radikalisme, LDNU Bojonegoro Latih Para Dai

Bojonegoro, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Cabang Lembaga Dakwah (LDNU) Bojonegoro menggelar pelatihan dai di gedung lantai 2 Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Balen, Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (25/10). Pelatihan ini diikuti sekitar 108 peserta dari seluruh pengurus MWCNU dan utusan Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU).

Ketua LDNU Bojonegoro Mulazim mengatakan, kegiatan ini penting dilakukan untuk meningkatkan kemampuan para dai dalam berdakwah, terutama turut menjaga diri dari aliran garis keras yang ada. "Pelatihan ini sebagai benteng radikalisasi agama," terangnya.

Hadang Radikalisme, LDNU Bojonegoro Latih Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadang Radikalisme, LDNU Bojonegoro Latih Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadang Radikalisme, LDNU Bojonegoro Latih Para Dai

Menurutnya, sekarang ini banyak aliran-aliran yang tidak sesuai dengan paham Ahlussunnah wal Jamaah yang mengedepanan toleransi dan siap moderat. Kelompok-kelompok tersebut hadir dengan senantiasa menggembosi praktik-praktik keagamaan di kalangan warga NU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pembinaan bertema “Optimalisasi Peran Dai Nahdlatul Ulama dalam Pemantapan Aswaja” ini? diisi dai dari pengurus cabang yang sudah berpengalaman, serta dihadiri pula utusan dari LDNU Jawa Timur.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Di masyarakat banyak yang menyudutkan kita. Dianggap amaliyah kita syirik. Kita perlu memiliki dasar dan dalill untuk meng-counter-," sambungnya.

Ditambahkan, selain pelatihan, LDNU Bojonegoro juga mengadakan kegiatan rutin setiap Ahad Kliwon di Masjid Babushofa Bojonegoro.

Ketua PCNU Bojonegoro Cholid Ubed mengapresiasi kegiatan LDNU yang melatih dai-dai di Kabupaten Bojonegoro. Mereka, katanya, dapat menjadi ujung tombak syiar Ahlussunnah wal Jamaah nantinya.

Apalagi dengan banyaknya tontonan di televisi menjadi contoh, agar ceramah menjadi menarik bagi para masyarakat. "Camarah tidak monoton dan menjadi kreatif, sehingga umat dapat meresapi dan merasakan ceramah," pungkasnya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga, Kajian, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 27 November 2017

Santri Siaga Bencana Kedoya Bikin Rumah Kompos

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Persoalan pengelolaan sampah di Jakarta sampai saat ini belum tertangani dengan baik, salah satunya kesadaran masyarakat untuk mengelolanya dengan baik. Di satu sisi, sampah bisa menjadi potensi ekonomi, tetapi jika tak mampu mengelola akan menjadi bencana.

Santri Siaga Bencana (SSB) wilayah Jakarta Barat yang merupakan konsep penanganan bencana berbasis komunitas dari NU berupaya membantu mengimplementasikan pengelolaan sampah di Jakarta dengan mendirikan rumah kompos dan bank sampah di RW 04 kelurahan Kedoya Utara Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat Ahad, (20/6) lalu.

Santri Siaga Bencana Kedoya Bikin Rumah Kompos (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Siaga Bencana Kedoya Bikin Rumah Kompos (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Siaga Bencana Kedoya Bikin Rumah Kompos

Ketua RW 04 Sofyan Lutfi mengungkapkan bahwa di kelurahan Kedoya Utara, sebelumnya harus mengangkut sampah setiap bulannya sebanyak 25-30 kontainer (truk sampah besar).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Namun berkat upaya dari RW 04 yang menjadi RW Teladan se-Kecamatan Kebon Jeruk, bersama-sama dengan SSB memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk peduli lingkungan dan mengajarkan bagaimana mengelola sampah. Upaya tersebut berhasil mengurangi jumlah sampah hanya menjadi 12 Kontainer. Dengan adanya Bank Sampah dan Rumah Kompos ini, diharapkan sampah yang diangkut tiap bulannya akan berkurang antara 8-10 kontainer saja.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pembuatan bank sampah dan rumah kompos ini dibangun atas dana dari Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRMNU).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Kebon Jeruk, Perwakilan dari Kepala Lingkungan Hidup oleh Wike, Perwakilan dari Walikota Jakarta Barat, Program Manager CBDRMNU/Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Avianto Muhtadi, Paguyuban Masyarakat Peduli Lingkungan yang diwakili oleh bapak Sanusi, Perwakilan Gereja Santo oleh Andreas, Dewan Kelurahan dari 6 Kelurahan yang ada di Kecamatan Kebon Jeruk , Ketua RW 04, PKK RW 04, Ketua-ketua RT yang ada di lingkungan Kelurahan Kedoya Utara, masyarakat Kelurahan Kedoya Utara dan Santri Siaga Bencana dari 5 Kecamatan yang ada di Jakarta Barat.

Camat Kebon Jeruk M Hidayat juga menyatakan kebanggaannya terhadap kerja SSB di wilayah Kedoya Utara yang bekerja sama dengan RW 04 teladan tersebut dalam melakukan kepedulian lingkungan dan pengelolaan sampah melalui pembuatan kompos ini.

M Hidayat menyatakan bahwa wilayah Kedoya Utara khususnya di RW 04 dan 06 merupakan wilayah percontohan untuk kelurahan lainnya dan Jakarta Barat juga mendapatkan piala Adipura dan menempati urutan ke-5 di DKI Jakarta dalam hal kebersihannya.

Ia berharap dengan adanya Rumah Kompos dan Kader peduli Lingkungan seperti SSB di 5 Kecamatan se- Jakarta Barat, maka Jakarta Barat akan dapat menempati urutan ke-3 atau ke-2 untuk mendapatkan piala Adipura. RW 04 dan SSB Kedoya Utara akan dilibatkan sebagai pelopor ataupun kader dalam upaya mensosialisasikan pengelolaan sampah melalui pembuatan kompos ke seluruh kelurahan yang ada di lingkungan kecamatan Kebon Jeruk.

Avianto Muhtadi juga menyatakan dukungan dan akan menjadikan wilayah Kedoya Utara menjadi wilayah percontohan bagi Kelurahan-kelurahan dampingan CBDRMNU yang ada di Jakarta Barat.

“Keberhasilan ini, akan kami sampaikan dalam laporan akhir CBDRMNU kepada Australia – Indonesia Partnership (AIP) selaku pihak donor sebagai best practices yang dimiliki oleh CBDRMNU Jakarta Barat. Selain itu, hal ini juga akan disosialisasikan ke seluruh daerah pilot project CBDRMNU yang ada di beberapa Kabupaten di Indonesia,” katanya.

Kegiatan lain dalam upaya pengurangan risiko bencana yang dilakukan SSB di sejumlah kecamatan di Jakarta Barat antara lain meliputi bakti sosial dalam bentuk kerja bakti di setiap kelurahan, pembuatan peta bencana berupa jalur evakuasi di tingkat keluarahan dan sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana di tingkat kelurahan.

Beberapa kelurahan yang menjadi sasaran antara lain di Kedoya Selatan Kec. Pesing, Grogol Petamburan Kec. Grogol, Rawa Buaya Kec. Cengkareng, Kalideres Kec. Kalideres dan Kedoya Utara Kec. Kebon Jeruk yang diselenggarakan setiap akhir pekan antara 6-20 Juni. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sholawat, Kajian, Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 20 November 2017

Gerakan Nasional “Ayo Mondok” Diluncurkan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pemukulan bedug oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Senin (1/6) di aula kantor PBNU Jakarta, menandai diluncurkannya Gerakan Nasional “Ayo Mondok” yang dimotori oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

Koordinator Gerakan Nasional “Ayo Mondok, Pesantrenku Keren” KH Lukman Harits Dimyati mengatakan, gerakan ini adalah bentuk kepedulian kalangan pesantren yang tergabung dalam RMI terhadap fenomena dunia pendidikan yang gagal menanamkan pendidikan karakter kepada pelajar dan mahasiswa.

Gerakan Nasional “Ayo Mondok” Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Nasional “Ayo Mondok” Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Nasional “Ayo Mondok” Diluncurkan

Menurutnya, secara moral, hanya pesantren yang bisa menyelamatkan generasi muda dari kencenderungan-kecenderungan pendidikan yang merusak. Perilaku yang baik hanya bisa dilakukan dengan pembiasaan secara terus menerus untuk bersikap baik.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Pembiasaan selama 24 jam dengan pengawasan, pembinaan dan pendampingan terus menerus adalah bentuk pendidikan karakter yang sudah lama dilakukan di pesantren, jauh sebelum isu pendidikan karakter muncul,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

KH Sad Aqil Siroj mengatakan, gerakan Ayo Mondok ini merupakan “action” dari gerakan “Kembali ke Pesantren” yang dicanangkannya sejak Muktamar NU di Makassar 2010 lalu.

“Omong kosong kalau kita ngomong kembali ke khittah kalau tidak kembali ke pesantren. Kembali ke pesantren bisa dalam artian fisik yakni mondok, atau dalam pengertian kembali kepada nilai, akhlaq dan jati diri pesantren,” katanya.

Hadir dalam acara peluncuran Gerakan Nasional “Ayo Mondok” Ketua PP RMI Amin Haedari, Sekjen Miftah Fakih dan para pengurus PP RMI, Ketua RMI Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozien dan Ketua RMI Jawa Timur KH Reza Ahmad Zahid, serta para pengurus lembaga dan badan otonom di lingkungan PBNU. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock