Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Tahun Baru Hijriah, Pindah dari Kerangka Pikir ke Kerangka Kerja

Jember, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Momentum tahun baru Islam 1438 hijriah bersamaan dengan momentum Hari Kesaktian Pancasila. Dua momentum bersejarah yang bersamaan ini sesungguhnya mempunyai pesan yang positif bagi bangsa Indonesia yang notabene mayoritas muslim. Pesannya adalah bahwa makna Pancasila bukan hanya sebagai minhajul fikr (cara berpikir) tapi? minhajul amal (cara bertindak).

Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris PCNU Jember Ustadz Moch. Eksan saat merayakan tahun baru Islam 1438 Hijriah bersama santri dan warga NU sekitar di rumahnya, kompleks Pesantren Nuris 2, Mangli, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Ahad malam (1/10).

Tahun Baru Hijriah, Pindah dari Kerangka Pikir ke Kerangka Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Baru Hijriah, Pindah dari Kerangka Pikir ke Kerangka Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Baru Hijriah, Pindah dari Kerangka Pikir ke Kerangka Kerja

Menurut Ustadz? Eksan, dengan hadirnya tahun baru hijriah yang bersamaan dengan momentum Hari Kesaktian Pancasila, maka seharusnya bangsa Indonesia terlecut untuk hijrah dari Pancasila sebagai kerangka berfikir menuju Pancasila sebagai landasan tingkah laku sehari-hari.

“Jadi saatnya sekarang kita membumikan Pancasila, diikhtiarkan dalam perbuatan nyata sehari-hari,” jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia menambahkan bahwa peritiwa hijrah Nabi Muhammad SAW perlu dikenang sebagai bagian dari sejarah perjuangan kenabian. Namun yang jauh lebih penting adalah bahwa peristiwa tersebut harus memberi semangat pada umat Islam untuk pindah dari perbuatan atau tingkah laku yang tak terpuji menuju perbuatan yang terpuji.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Intinya adalah menuju kehidupan yang lebih baik. Baik dari sisi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dan keadian sosial. Sila-sila Pancasila sebenarnya sudah cukup mewakili nilai Islam, dan di situlah makna hijrah perlu direalisasikan,” ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 21 Februari 2018

Tim Jabar Dominasi Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara

Jakarta,Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Keberhasilan Persib Bandung merebut Piala Presiden membawa dampak positif terhadap tim-tim sepak bola di wilayah Jawa Barat. Terbukti, tiga tim ponpes dari Jabar berhasil lolos ke babak perempat final Liga Santri Nusantara (LSN) setalah menyingkirkan lawan-lawannya di lapangan Sutasoma Halim Perdana Kusuma Jakarta, Kamis-Jumat (29-30/10). Mereka adalah PP Darunnajah Cikajang Garut, PP Alfiyah Purwakarta, dan Daarul Maarif Indramayu.

Tim PP Darunnajah Cikajang Garut unggul tipis 1-0 atas perwakilan Lombok, ? PP Bayyinul Ulum. Darul Maarif Indramayu berhasil mendepak Nurul Huda Lampung 1-0 lewat babak perpanjangan waktu. Sementara PP Alfiyah Purwakarta berhasil mengalahkan klub PP Al Mujaddadiyah dengan skor 2-1.

Tim Jabar Dominasi Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Jabar Dominasi Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Jabar Dominasi Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara

Koordinator wilayah Jabar, Tabroni, mengaku bangga dan senang melihat capaian para wakil Jabar di ajang sepak bola khusus santri berusia di bawah 17 tahun tersebut. Dengan capaian ini, dia yakin wakil Jabar bisa melaju mulus sampai ke babak empat besar.?

"Tim-tim ini memang melakukan persiapan dengan matang. Mereka menggelar uji coba, menggelar latihan rutin di tengah kegiatan sekolah dan mengaji yang padat. mereka luar biasa," ucapnya.

Tabroni mengakui, target utama tim Jabar mengikuti LSN 2015 ini bukan sekedar empat besar, tapi juga untuk bisa menjadi juara. Bahkan, lanjut dia, bukan tak mungkin bisa tercipta All Jabar Final jika tim-tim Jabar konsisten menghadapi tipikal lawan yang berbeda-beda.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Husni Mubarak, panitia babak 16 besar LSN 2015 mengaku terkejut dengan performa tim-tim Jabar yang mampu tampil impresif dan menghasilkan prestasi untuk daerah mereka. Dia mengucapkan selamat karena menurutnya, tim-tim ini memang telah menunjukkan performa yang apik sepanjang penyisihan sampai akhirnya lolos ke Jakarta untuk babak 16 besar.

"Selamat kepada Jabar. semoga kualitas LSN bisa terus terjaga dan semakin seru di babak berikutnya," ucapnya.

(Red. Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Nahdlatul, Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 19 Februari 2018

NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sejumlah pihak berharap Nahdlatul Ulama (NU) tetap kokoh sehubungan menentukan nasib Indonesia 30 tahun mendatang, ujar Instruktur Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV, Adnan Anwar.

?

"Masa depan Indonesia ada di NU. Yang ngomong bukan saya. Tapi sejumlah pejabat negara dan duta besar beberapa negara sahabat," ujar mantan wasekjen PBNU ini, Senin (27/3), pada peserta Susbanpim di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI), Makassar.

NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah

?

Kalau NU-nya kuat, maka Indonesia kuat. Kalau NU-nya lemah, Indonesia lemah. Setiap ada masalah di Indonesia yang menjadi solusi selalu NU. Ia mencontohkan, dari beberapa pemberontakan, NU selalu berpartisipasi menjaga Indonesia. "Kalau tidak ada Banser, Indonesia menjadi negara komunis," kata dia lagi .

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Adnan menambahkan, kalau mau menghancurkan NKRI, hancurkan NU, hancurkan GP Ansor, dan hancurkan Banser.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Dan NU hari ini, faktanya diserang sejumlah pihak. Banser di-bully dengan berita hoax membubarkan pengajian. Faktanya tidak demikian. Tujuan mereka yang menyerang NU hingga Banser itu ingin menghancurkan NKRI yang dilahirkan ulama-ulama," katanya.

Ia menegaskan, Indonesia sudah disepakati 1873 ulama di Aceh. Para orang alim di Serambi Mekah itu telah merumuskan Jumhuriyah Indonesia (Republik Indonesia) dan disebarkan hingga ke Papua untuk membangun cita-cita kesatuan tanah dan bangsa Indonesia.

"Kalau 30 tahun mendatang NU kuat dan masih mempunyai Banser-Banser yang sakti semacam sahabat-sahabat, NKRI masih kuat," ujar Adnan disambut gemuruh tepuk tangan antusias Banser dari Sulawesi, Kalimantan, Papua dan beberapa provinsi lain di Indonesia. (Gatot Arifianto/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Berita, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 17 Februari 2018

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Karanganyar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Selasa (10/6) sore yang cerah di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, suasana terlihat ramai. Ratusan warga keluar rumah, untuk kemudian berbondong-bondong menuju sebuah rumah joglo yang berada di tengah dusun.

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)
Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Rupanya mereka tengah bersiap untuk ikut meramaikan tradisi bersih dusun yang digelar setiap Selasa Kliwon wuku Mondosiyo. Oleh karena itu, tradisi ini disebut Mondosiyo.

Di sekeliling rumah joglo itu, atraksi reog mengiringi rangkaian upacara adat yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang dusun setempat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selepas doa dibacakan, seketika ratusan pemuda yang sudah sedari siang berkumpul pun mulai bersiap. Rupanya, tetua dusun sudah menyiapkan belasan ayam. Itu lah yang ternyata menjadi sasaran tembak ratusan pasang mata pemuda itu.

“Kyaaak… Kyaaak… Kyaaak,” jeritan ayam-ayam itu mulai menyeruak usai mereka dilepaskan oleh tetua dusun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Para pemuda desa itu langsung berhamburan mengejar ayam-ayam. Dengan berbagai cara, mereka berusaha menangkap ayam untuk bisa dibawa pulang. Satu per satu ayam pun mulai berhasil ditangkap meski para pemuda harus rela memanjat tiang bahkan atap demi ayam nazar yang sudah didoakan itu.

Dalam Tradisi Mondosiyo, tiap warga yang sudah bernazar bakal menyerahkan dua ekor ayam untuk dibiarkan dimangsa para pemuda. Salah satu warga, Riyani yang ikut bernazar, mengaku dua ekor ayam yang diserahkannya ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur karena putrinya telah diberi kesembuhan oleh Allah dari penyakit tifus yang cukup lama dideritanya.

“Anak saya sudah didiagnosa dokter terkena tifus. Saya tidak punya uang untuk merawatnya di rumah sakit. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan ini nazar saya,” ujarnya sembari tersenyum haru.

Tradisi Mondosiyo yang rutin digelar setiap tujuh bulan, diawali dengan cebukan atau mengumpulkan aneka ubo rampe. Kemudian prosesi dilanjutkan dengan nutuk bende keliling desa. Sementara para tetua desa menyembelih kurban kambing dan ayam yang nantinya akan dimakan bersama warga.

“Tradisi ini sudah turun-temurun sejak ratusan tahun silam,” kata Kepala Lingkungan Dusun Pancot, Sulardiyanto.

Selain melestarikan tradisi leluhur, acara adat ini juga mampu mendongkrak ekonomi warga. Sebab, dengan acara ini warga bisa menjual aneka produk kerajinan kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah. (Rodif/Ajie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Berita, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 13 Februari 2018

Masjid Agung Brebes Raih Juara 1 Masjid Percontohan Nasional 2015

Brebes, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Masjid Agung Brebes yang terletak di sebelah barat alun-alun Kota Brebes mewakili Provinsi Jawa Tengah sebagai Masjid Agung Percontohan Nasional 2015. Keunggulan masjid agung ini antara lain masih mempertahankan bangunan kuno dan pelayanan umat 24 jam non stop.

“Alhamdulillah, keberadaan Masjid Agung Brebes mendapat apresiasi dari Tim Penilaian Provinsi menjadi juara 1 dan berhak maju ke tingkat Nasional,” ujar Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Brebes H Imam Gozali di kantornya, Kamis (17/9).

Masjid Agung Brebes Raih Juara 1 Masjid Percontohan Nasional 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Agung Brebes Raih Juara 1 Masjid Percontohan Nasional 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Agung Brebes Raih Juara 1 Masjid Percontohan Nasional 2015

Masjid Agung Brebes, kata Imam, mendapat nilai 295 sehingga menjadi juara 1 dari 35 Masjid Agung se-Jawa Tengah. Juara 2 diraih Masjid Agung Purbalingga dengan nilai 245, dan juara 3 Masjid Agung Semarang dengan angka 197.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Imam, penilaian dilakukan tim provinsi Jateng yang bertujuan menilai model tipologi yang menjadi rujukan dalam pengelolaan masjid. “Penilaian dilakukan melalui beberapa tahap meliputi visitasi dokumen, visitasi dan wawancara lapangan,” ungkapnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Lomba ini digelar Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI. Saat ini, pengurus takmir masjid tengah mempersiapkan segala sesuatunya, dengan harapan bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional. “Dengan penilaian ini, pelayanan umat diharapkan makin meningkat pula,” tegasnya.

Menurut Imam Besar Masjid Agung Brebes Drs KH Rosyidi, Masjid Agung Brebes dibangun tahun 1836 pada zaman Bupati Raden Adipati Ariya Singasari Panatayuda I (Kiai Sura). Masjid ini mengalami beberapa kali renovasi. Antara lain pada 1932, 1979 dan 2007.

“Bangunan asli masjid yang berarsitektur Jawa kuno, dengan kubah berbentuk limas, tetap dipertahankan hingga sekarang,” ujarnya.

Awalnya, masjid itu dibangun di atas tanah seluas 666 m2 dengan ditopang kayu jati pilihan dan fondasinya ditinggikan 1 meter. Tapi kini luasnya menjadi 2000 M2. Keaslian Masjid Agung terus dipertahankan terutama bangunan utama di bagian depan. Bangunan ini sudah menjadi cagar budaya dan tidak boleh diutak-utik,” terangnya.

Dia mengungkapkan, mempertahankan bangunan lama diharapkan karomah dan kharismatik masjid itu masih tetap utuh. Terbukti, sampai sekarang masih banyak dikunjungi peziarah.

Masjid yang letaknya tidak jauh dari pendopo Kabupaten Brebes tepatnya di jalan Ustad Abbas Brebes terbuka penuh 24 jam. Hal tersebut dengan pertimbangan untuk memberi ruang ibadah seluas-luasnya pada masyarakat yang habis melaksanakan ziarah di sejumlah daerah di Jateng atau Jatim. “Sepulangnya dari sana, dan sebelum melanjutkan perjalanan kembali lebih dulu singgah di Masjid Agung, begitu pun sebaliknya,” paparnya.

Masjid berlantai dua ini dilengkapi dengan menara setinggi 33 meter. Kamar mandi dan wudlu lengkap untuk putra dan putri. Juga di sediakan kantor sekretariat. Masjid sengaja tidak berpintu gerbang, untuk memberikan keleluasaan para jamaah dan area parkir. Tersedia juga ruang perpustakaan untuk menambah khasanah keislaman masyarakat pembaca. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama RMI NU, Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 31 Januari 2018

Empat Banom NU Karangjati Dilantik

Blora, NUOnline. Warga NU Kelurahan Karangjati, Blora, Jawa Tengah, memperingati hari lahir NU yang ke-90 di halaman Masjid Alhuda Nglawiyan, Sabtu (30/1). Peringatan dirangkai dengan pelantikan sejumlah badan otonom (banom) NU yaitu Muslimat, IPNU, IPPNU dan Gerakan Pemuda Ansor. ?

Empat Banom NU Karangjati Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Banom NU Karangjati Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Banom NU Karangjati Dilantik

Banom dilantik oleh masing-masing pengurus tingkat cabang. Mereka bersama-sama membaca ikrar pelantikan secara bergantian.

Rais Syuriyah NU Ranting Karangjati K Tasrifin Tanjung mengatakan, pihaknya sengaja menggelar acara pelantikan banom secara serentak. Hal ini dimaksudkan agar nantinya masing-masing banom bisa bekerja sama untuk saling bantu membantu dalam melaksanakan program di ranting. "Dengan kebersamaan, insya Allah program NU di Ranting Karangjati bisa berjalan baik," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebelumnya, NU Ranting Kelurahan Karangjati juga sudah mengggelar pelantikan pengurus Fatayat NU. Hal ini dilakukan, karena pihak Fatayat minta agar pelantikan dilaksanakan terlebih dahulu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Bahkan, saat ini Fatayat sudah mulai melaksanakan program-programnya. Seperti pengadaan seragam pengurus dan anggota, papanisasi dan pengajian rutin setiap selapan atau 36 hari sekali.

Dikatakan, acara pelantikan tersebut juga dirangkai dengan peringatan HUT NU yang ke-90. Karena itu, untuk memeriahkan acara tersebut pihaknya menampilkan Ikatan Hadrah Republik Indonesia (ISHARI) Cabang Blora. Lantunan shalawat Albarzanji dikumandangkan oleh sekitar 70 anggota ISHARI.

"Setelah pelantikan, pihaknya akan terus mengawal agar program Banom bisa berjalan dengan baik," ungkap Kiai kelahiran Sulang, Kabupaten Rembang, dengan gayanya yang khas.

Acara dihadiri warga NU setempat, anggota Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU, IPPNU, pengurus NU Ranting, MWC NU Blora, pengurus Cabang Blora dan Pengurus Wilayah IPPNU Jawa Tengah. Acara ditutup dengan makan nasi tumpeng dilanjutkan dengan nonton bareng film Sang Kiai. (Sholihin Hasan/Abdullah Alawi)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 27 Januari 2018

PMII ITS Fasilitasi Dosen dan Mahasiswa Daftar Kartanu

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali membuktikan keseriusannya dalam berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama (NU). Kali ini PMII ITS memfasilitasi pendaftaran Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) bagi dosen, karyawan serta mahasiswa NU yang ada di ITS, PENS ataupun PPNS. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad (12/02) dan bertempat di gedung MWCNU Sukolilo, Surabaya.

Kegiatan ini dilakukan karena masih banyak warga NU dari kalangan dosen, karyawan maupun mahasiswa yang ada di ITS, PENS dan PPNS yang belum terdata. Sebagaimana yang disampaikan Ketua PMII ITS, Zidni Nafi Akbar, menurutnya kegiatan ini salah satunya untuk mendata mahasiswa maupun dosen NU di ITS, PENS ataupun PPNS.

PMII ITS Fasilitasi Dosen dan Mahasiswa Daftar Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII ITS Fasilitasi Dosen dan Mahasiswa Daftar Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII ITS Fasilitasi Dosen dan Mahasiswa Daftar Kartanu

“Banyak sekali mahasiswa dan dosen NU yang di kampus ITS, PENS dan PPNS, namun belum bisa terdata,” ungkapnya.

Selain itu, tujuan lain diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi warga NU yang belum memiliki Kartanu. “Sebenarnya kegiatan ini difokuskan kepada mahasiswa dan dosen yang ada di sekitar ITS. Namun bila ada warga atau anggota PMII selain PMII Sepuluh Nopember dipersilakan untuk ikut,” imbuhnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kegiatan ini berawal dari kerja sama antara PMII ITS dengan PCNU Surabaya. “Berhubung PMII ITS bisa bekerja sama dengan PCNU Surabaya untuk mengadakan Kartanu, maka diselenggarakan kegiatan ini,” jelas mahasiswa asal Kediri ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam pelaksanaannya, ternyata bukan hanya dari kalangan dosen, karyawan serta mahasiswa ITS, PENS dan PPNS saja yang hadir guna melakukan pembuatan Kartanu. Warga sekitar tiga kampus tersebut juga turut hadir untuk melakukan pendaftaran Kartanu, bahkan mahasiswa luar ITS juga ikut serta dalam kegiatan ini, seperti dari Universitas Islam Negeri Surabaya (Uinsa), Universitas Sunan Giri (Unsuri),? Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Airlangga (Unair).

Banyaknya peserta dari luar area ITS dikarenakan informasi mengenai kegiatan ini menyebar di sosial media dengan cepat. Hal itu senada dengan apa yang diutarakan Ahmad, salah satu pendaftar Kartanu dari luar area ITS. Ia mengatakan, mengetahui adanya kegiatan ini dari sosial media. “Saya tahu info ini dari sosial media,” ujarnya.

Salah satu dosen yang hadir dalam kegiatan ini adalah Ardy Maulidy Navastara ST MT. Ia mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan semacam ini. Tak hanya itu saja, ia mengharapkan agar seluruh MWC, khususnya yang ada di seluruh Surabaya untuk menjadi agenda rutin.

“Saya pikir ini seharusnya menjadi agenda rutin bagi para MWC yang ada di seluruh Surabaya untuk disosialisasikan kepada masyarakat yang ada di Surabaya,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya perlu adanya sosialisasi. Hal itu dikarenakan masih banyak mahasiswa dan dosen ITS yang belum mengetahui Kartanu. “Kalau bisa disediakan posko yang selalu siap melayani warga nahdliyyin yang ingin mendaftar Kartanu,” pungkasnya. (Hanan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hikmah, Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 21 Januari 2018

Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. PT Alfaria Sumber Trijaya (Alfamart) menyerahkan uang donasi pelanggan selama bulan September 2017 kepada NU Care-LAZISNU, Selasa (31/10). Penyerahan secara simbolis berlangsung di Gedung PBNU Jakarta Pusat, disaksikan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU

Kiai Said mengatakan, NU tidak antikonglomerat. 

“Kita senang (dengan adanya) konglomerat yang bisa menyejahterakan dan menyamaratakan (kesejahteraan) masyarakat,” kata Kiai Said.

Kiai Said mengapresiasi kerja sama yang dilakukan NU Care-LAZISNU dengan Alfamat yang berjalan sejak beberapa bulan ini. Ia menegaskan, bantuan melalui LAZISNU akan bermanfaat bagi kepentingan banyak umat. 

Direktur Corporate Affair PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Solihin menyampaikan  dana yang diserahkan pada hari ini adalah sebesar Rp820.280.968. Ia meminta dana tersebut dimanfaatkan semuanya oleh NU Care-LAZISNU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, jika dimaksimalkan dalam pengenalan kepada setiap pelanggan, jumlah donasi bisa mencapai 2 miliar setiap bulan.

 

“Tetapi kasir Alfamart tidak menawarkan pelanggan supaya mendonasikan uang kembalian. Niat berdonasi hanya ditampilkan di layar yang dapat dipilih oleh pelanggan,” kata Solohin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu, layar tersebut juga dipantau oleh CCTV sehingga setiap donatur yang menyalurkan sedekah akan terekam. 

“Ini bisa menjadi bukti kalau ada pihak yang meminta buktinya,” tambahnya.

Terkait dengan penyaluran melalui NU Care-LAZISNU, Solihin meminta uang sedekah titipan konsumen tersebut semuanya diserahkan kepada NU Care-LAZISNU.

“Ini akan bermanfaat  besar buat Alfamart, LAZISNU, dan masyarakat,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui kerja sama dengan NU Care-LAZISNU membantu ketransparanan dan semakin mewujudkan kepercayaan masyarakat kepada NU Care-LAZISNU.

Solohin menyampaikan kerja sama pengumpulan donasi juga akan dilakukan selama November dan Desember 2017. Sebelumnya pada bulan Mei, telah dilakukan kerja sama serupa. Oleh karena itu, dalam tahun 2017, terdapat empat kali kerja sama penyaluran donasi pelanggan Alfamart melalui NU Care-LAZISNU.

“Ini sejarah, dalam satu tahun LAZISNU mendapat empat periode (bulan) penyaluran donasi pelanggan Alfamart,” tandasnya.

Alfamart Tawarkan Kerjasama Laboratorium Enterpreneur di Sekolah-sekolah NU

Pada kesempatan tersebut hadir Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda beserta jajarannya; Waketum PBNU H Maksum Mahfoedz; Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra;  Ketua LP Maarif NU Arifin Junaidi; Ketua PBNU Syahrizal Syarif; Ketua Lembaga Wakaf dan Pertanahan PBNU  H Mardini. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga, Internasional, Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan

Syech KH Ali Akbar Marbun adalah Pendiri sekaligus Pengasuh Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Jl Pelajar No 264 Medan, Sumatera Utara. Syech KH Ali Akbar Marbun lahir di desa Siniang, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Medan.

Syekh KH Ali Akbar Marbun adalah anak ke 7 dari 8 bersaudara, ayahnya Buyung Marbun (Alm) dengan ibunya Hj Chadijah bt Nainggolan (meninggal pada usia 105 tahun) adalah petani dan orang yang taat beragama Islam.

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan

Syekh Ali belajar di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Tapanuli Selatan, salah satu pesantren tertua dan terbesar di Sumatera Utara yang didirikan oleh Syech Musthafa Husain Nasution yang pada waktu itu dipimpin oleh H Abdullah Musthafa Nasution dan guru besarnya Syech Abdul Halim Lubis.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Setelah belajar di Pesantren Musthafiyah selama 4 tahun, pada tahun 1969 Syech Ali Akbar Marbun menunaikan ibadah Haji ke Mekkah. Setelah menunaikan ibadah haji, Syekh Ali tinggal di Mekkah untuk belajar. Syekh Ali banyak belajar dari ulama-ulama Sunni di Mekkah, salah satunya kepada Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani.

Usai belajar di Mekkah, pada tahun 1978 Syech Ali Akbar Marbun pulang ke Medan dan mendirikan Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Syekh KH Ali Akbar Marbun terpilih menjadi salah satu anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) di Muktamar Ke-33 NU Jombang yang dipilih oleh para Muktamirin. Setelah diadakan tabulasi, Syekh Ali mendapat suara sebanyak 246 suara. Anggota Ahwa bertugas memilih Rais Aam PBNU yang akan menahkodai NU di periode 2015-2020. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Nahdlatul Ulama, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

17 Pengikut ISIS asal Indonesia Dipulangkan dari Suriah

Beirut, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebanyak 17 orang asal Indonesia yang bergabung dengan kelompok ISIS di kota Raqqa, Suriah Utara diserahkan ke perwakilan otoritas Indonesia dan telah meninggalkan Suriah.

Informasi tersebut disampaikan seorang juru bicara dan pejabat Kurdi Suriah, Rabu, sebagaimana dilansir AP, Kamis (10/8).

17 Pengikut ISIS asal Indonesia Dipulangkan dari Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
17 Pengikut ISIS asal Indonesia Dipulangkan dari Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

17 Pengikut ISIS asal Indonesia Dipulangkan dari Suriah

Ketujuh belas WNI yang terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak itu meminta kepada otoritas setempat untuk dipulangkan. Menurut pejabat Kurdi, Omar Alloush, mereka lantas diserahkan pada Selasa kemarin di persimpangan perbatasan Suriah-Irak.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kabar tentang penyerahan tersebut juga telah dikonfirmasi oleh juru bicara Unit Perlindungan Wanita Kurdi, Nisreen Abdullah, meski hingga kini identitas belasan orang itu belum terpublikasi.

Terkait hal ini Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengaku telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak berkuasa di sana, termasuk otoritas Kurdi Suriah Utara.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia bercerita, dalam diskusi awal pihaknya memperoleh informasi bahwa ke-17 orang itu bukan bagian dari pasukan ISIS. Sebagian menghabiskan waktunya di penjara ISIS atau kondisi terisolasi lainnya, dan telah melarikan diri dari Raqqa dengan bantuan pihak ketiga pada 10 Juni.

(Baca: Kisah Pilu Satu Keluarga asal Indonesia Gabung ISIS di Suriah)



"Komunikasi kita dengan pihak-pihak itu lebih mengarah pada situasi kemanusiaan," kata Iqbal.

Ia mencatat, keluarga tersebut juga mencakup orang usia remaja dan tiga anak kecil. "Kondisi keamanan di daerah ini begitu rumit sehingga proses penanganannya tak mudah," katanya kepada AP.

Mereka adalah satu keluarga yang tiba di wilayah ISIS pada Agustus 2015. Sebelum nekat pergi bersama-sama, mereka yang waktu itu lebih dari 20 orang menjual rumah, mobil, dan perhiasan emas untuk bekal perjalanan ke Turki lalu ke Suriah. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 15 Januari 2018

Terima Sertifikat ISO, Klinik Hemodialisi Muslimat NU Pecahkan Rekor MURI

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Museum Rekor Indonesia (MURI) akan menyerahkan pengharagaan kepada Klinik Hemodialisis Cipta Husada atas prestasi dan karya klinik yang telah melakukan lebih dari 70.000 cuci darah dengan kualitas standard mutu. Klinik milik Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKMNU) telah membantu pasien melakukan cuci darah gratis melalui bantuan BPJS.

Terima Sertifikat ISO, Klinik Hemodialisi Muslimat NU Pecahkan Rekor MURI (Sumber Gambar : Nu Online)
Terima Sertifikat ISO, Klinik Hemodialisi Muslimat NU Pecahkan Rekor MURI (Sumber Gambar : Nu Online)

Terima Sertifikat ISO, Klinik Hemodialisi Muslimat NU Pecahkan Rekor MURI

Penyerahan Rekor Muri dan sertifikat ISO ini akan berlangsung di klinik setempat Jalan Hang Tuah I nomor 12 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, besok pagi, Ahad (10/1). Pemberian anugerah ini akan dihadiri oleh Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa.

“Yang paling membanggakan adalah klinik cuci darah muslimat NU ini adalah klinik pertama di Indonesia yang menerapkan sistem ISO yang akhirnya akan mendapatkan MURI,” kata salah satu pendiri klinik Dr Umar Wahid.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua YKMNU Farida Salahuddin Wahid menjelaskan, klinik ini sebelumnya merupakan klinik bersalin. Sebelumnya banyak sekali perempuan yang melahirkan di klinik yang tanahnya merupakan wakaf dari KH Syaifuddin Zuhri. Suksesnya program KB dan yang tinggal di sekitar kawasan Kebayoran Baru bukan usia produktif lagi membuat klinik beralih fungsi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Farida Sholahudin Wahid menjelaskan alih fungsi klinik ini memerlukan biaya yang sangat tinggi karena alat-alat yang digunakan berharga sangat mahal. Akhirnya dicarilah investor dan merasa cocok dengan PT Masa Cipta Husada.

“Kita menyediakan gedung dan tanahnya sedangkan mereka menyediakan alat-alatnya,” kata Farida.

Dalam pengoperasiannya, YKMNU sangat mengutamakan terapi terbaik, kualitas pelayanan, dan manajemen mutu. SDM di klinik ini juga sangat bagus serta memenuhi standard kualitas sehingga telah lulus proses audit sertifikasi. Penilaian ini yang menjadikan pihak URS (United Registar of System) akan memberikan ISO 9001:2008 ke klinik Muslimat NU Cipta Husada ini.

Sementara masalah yang paling memberatkan penderita gagal ginjal adalah mahalnya biaya untuk menjalani terapi dialisis. Rata-rata penderita harus mengeluarkan biaya 5 juta untuk terapi dialisis di luar obat, laboratorium, dan keperluan medis tambahan lainnya.

Bagi penderita yang kebanyakan dari kalangan menengah ke bawah, hal ini merupakan masalah besar yang sangat dilematis karena apabila tidak dapat membiayai perawatan dari penyakit yang dideritanya akan membahayakan jiwa. Di sinilah Klinik Hemodialisis Cipta Husada YKMNU hadir. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 08 Januari 2018

STAI Brebes Jajaki Kerja Sama dengan PT di Singapura, Malaysia dan Thailand

Brebes, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Guna meningkatkan mutu Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Brebes, Jawa Tengah menjajaki kerja sama akademik dengan tiga perguruan tinggi (PT) di Singapura, Malaysia, dan Thailand. Poin-poin yang disepakati antara lain pertukaran dosen maupun mahasiswa di tiga PT luar negeri tersebut sebagai bentuk perluasan kawasan.

Demikian disampaikan Pembantu Ketua I STAI Brebes Wahib Isma sepulang penandatangan, di kampus STAI Brebes, Selasa (7/6).

STAI Brebes Jajaki Kerja Sama dengan PT di Singapura, Malaysia dan Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)
STAI Brebes Jajaki Kerja Sama dengan PT di Singapura, Malaysia dan Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)

STAI Brebes Jajaki Kerja Sama dengan PT di Singapura, Malaysia dan Thailand

Ketiga perguruan tinggi tersebut yakni Universiti Sains Islam Malaysia, Pengajian Tinggi Islam Daarul Maarif (Petidam) Patani, Thailand ? dan Jamiyah Islamiyah Syech Daud Al Fatoni (JISDA) Yala, Thailand.

Penandatanganan tersebut sebagai rangkaian Muhibah (kunjungan) ke Luar Negeri Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (FKPTKIS) Kopertis Wilayah X Jawa Tengah, 24-27 Mei lalu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan di ketiga kampus tersebut dengan para Ketua dan Rektor Perguruan Tinggi setempat. “Kami sepaham dengan berbagai program penawaran kerja sama pertukaran mahasiswa dan dosen, di era MEA,” papar Wahib.?

Pihaknya, memang harus membuka diri dengan perkembangan ilmu dan teknologi terutama dalam ke Islaman. Sehingga saling menguatkan antar perguruan tinggi yang satu dengan perguruan tinggi lainnya yang senafas.?

Ketua STAI Brebes Prof Dr Muhaimin menambahkan, bahwa STAIB siap untuk menghadapi MEA dan perkembangan dunia lainnya. Bukti dari itu, dirinya mengirimkan salah satu pimpinan STAIB untuk menandatangani MoU dengan perguruan tinggi di luar negeri.

Selain itu, untuk meningkatkan mutu dosen, pihaknya juga memberikan berbagai pelatihan antara lain worshop tentang pengujian skripsi bagi mahasiswa yang diikuti 40 dosen pembimbing skripsi. Para Mahasiswa juga sudah melakukan Rihlah Ilmiah di Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya Jawa Barat.?

Profesor Muhaimin merasa bangga karena STAIB semakin kokoh dan maju apalagi telah mendapatkan SK dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Untuk Prodi PAI (Program Pendidikan Agama Islam) mendapat predikat Terakreditasi B. Pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan Koordinator Perguruan Tinggi Islam (Kopertais) wilayah X semarang. “Jadi kedudukannya jelas, bukan perguruan tinggi abal-abal tapi perguruan tinggi bermutu,” ungkapnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain prodi PAI, lanjutnya, STAI-B juga telah membuka prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Bimbingan Konseling Islam (BKI) yang pada saat ini memasuki tahun keempat. “Target kami, STAIB akan menjadi Institut atau Univesitas Islam dengan 3 jurusan dan 6 prodi,” tekadnya.

Lebih jauh, Muhaimin menerangkan Prodi Hukum Ekonomi Syariah menjadi jurusan yang makin diminati dan memiliki prospek cerah. Hal ini karena negara-negara barat lebih cenderung berminat dengan perbankan syariah dibandingkan dengan perbankan konfensional. “Sehingga lulusan HES nantinya sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia bahkan luar negeri,” ujarnya.

Begitupun dengan Bimbingan Konseling Islam (BKI), masih banyak madrasah yang belum memiliki guru BK. Ribuan guru BK di pendidikan Islam sangat membutuhkan mereka. Diyakininya, STAIB mampu merespon dan memberikan jawaban terhadap tantangan zaman terutama dalam melahirkan sarjana pendidikan yang professional.

Apalagi dengan kelahiran Undang-Undang Dosen dan Guru No 14 Tahun 2005 yang menyebutkan guru dan dosen mempunyai fungsi, peran dan kedudukan yang strategis dalam pembangunan nasional. “Kami yakin, STAIB banyak peminatnya, terbukti sekarang saja mahasiswanya mencapai 658,” ungkapnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, IMNU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 28 Desember 2017

Aris dan Shelly Pimpin Pelajar NU Jember

Jember, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Aris Dermawan dan Shelly Nur Wahyuni dipastikan memimpin IPNU-IPPNU Cabang Jember untuk dua tahun ke depan. Hal ini setelah keduanya terpilih sebagai ketua dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IPNU ke-XIX dan IPPNU ke-XVIII yang digelar di Pondok Pesantren Darul Arifin, Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jawa Timur, Ahad malam (25/12).

Dalam Konfercab tersebut, Aris terpilih secara aklamasi. Sedangkan Shelly menjadi ketua melalui voting. Mahasiswi smester 3 jurusan pendidikan sejarah FKIP Universitas Jember itu meraup 29 suara. Elis Permata mendapat 5 suara, dan 1 suara tidak sah. Total suara yang diperebutkan adalah 35.

Aris dan Shelly Pimpin Pelajar NU Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Aris dan Shelly Pimpin Pelajar NU Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Aris dan Shelly Pimpin Pelajar NU Jember

Aris menyatakan bahwa posisinya tersebut merupakan amanah yang diharus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, apalagi dirinya terpilih secara aklamasi. Salah satu yang menjadi obsesinya kedepan adalah rekrutmen anggota baru sebanyak-banyaknya. Sebab, dengan semakin banyaknya anggota baru, berarti semakin banyak pula kade-kader militan Aswaja.

“Sebagai kader NU, anak-anak IPNU? tentu harus mengawal dan mengembangkan tradisi NU yang sudah baku tanpa mengesampingkan perkembangan zaman. Anak-anak IPNU akan menjadi? corong Aswaja di masyarakat,” tukas mahasiswa semester 7 Fakultas Dakwah IAIN Jember tersebut? kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama usai Konfercab.

Hal yang sama juga diungkapkan Shelly. Menurutnya, rekrutmen anggota baru akan dititikberatkan di sekolah-sekoah umum. Ini sekaligus untuk mengantisipasi gerakan Islam garis keras yang sudah mulai membidik pelajar dan mahasiswa sebagai anggota.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Perlu kita proaktif untuk mengajak mereka bergabung dengan kita sebelum mereka diajak bergabung oleh gerakan Islam radikal. Kita punya banyak program ekstra kurikuler untuk mereka,” ucapnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain diisi dengan agenda pemilihan ketua, Konfercab tersebut juga diisi dengan evaluasi, rancangan program untuk dua tahun kedepan, seminar dan sebagainya.? (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 25 Desember 2017

Kurban Sempurnakan Nilai-nilai Kemanusiaan

Padangpariaman, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten  Padang Pariaman Dr Zainal Tuanku Mudo, SAg, Mag, mengatakan, ibadah kurban merupakan salah satu ibadah untuk  menyempurnakan nilai-nilai  kemanusiaan. Karena dengan berkurban, dapat mengembalikan umat manusia menjadi hamba yang bertauhid.

Kurban Sempurnakan Nilai-nilai Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurban Sempurnakan Nilai-nilai Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurban Sempurnakan Nilai-nilai Kemanusiaan

Zainal mengatakan hal itu ketika bertindak sebagai Khatib Shalat Idul Adha 1436 H/2015, di halaman Kantor Bupati Padangpariaman, Paritmalintang, Kamis (24/9).

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Propinsi Sumatera Barat ini menyebutkan, tujuan dari ibadah kurban untuk meningkatkan kebersamaan, karena di dalam pelaksanakan kurban, ada berbagi dengan sesama umat yang dirasakan  dengan penuh keindahan dan berkah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Zainal, berawal dari mimpi Nabi Ibrahim Alaihi Salam, yang disuruh untuk menyembilih anak, oleh Sang Khaliq, menyembelih anaknya Nabi Ismail, karena Ibrahim yakin, bahwa yang menyuruh itu Allah swt, dia tidak ragu-ragu untuk melaksanakannya.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, Drs H Ali Mukhni dalam sambutannya menuturkan, Idul Adha merupakan hari raya istimewa bagi umat muslim sedunia karena dilaksanakannya dua ibadah agung yaitu ibadah haji dan ibadah kurban.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kedua ibadah itu disebut dalam  Al-Quran sebagai salah satu dari syiar-syiar agama Isalam  yang harus dihormati dan diangungkan oleh hamba-hambanya," ucapnya 

Ali Mukhni menambahkan,  Idul Adha banyak mengandung hikmah bagi kehidupan manusia sekarang dan masa depan (now and future). Salah satunya, aspek kesepakatan antara Nabi Ibrahim AS dan anaknya Nabi Ismail AS. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 21 Desember 2017

Keprihatinan Ibu Pertiwi Jadi Dasar Realisasi Program Muslimat NU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Peringatan Harlah ke-71 sekaligus pelantikan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) periode 2016-2021, Selasa (28/3) di Masjid Istiqlal Jakarta diikuti antusias oleh 23.000 kader Muslimat dari sejumlah daerah. Istiqlal dipenuhi oleh ibu-ibu yang kompak mengenakan batik hijau, seragam khas Muslimat NU.

Dalam pidatonya sesaat setelah dilantik Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa banyak realisasi dari program-program Muslimat berangkat dari kerpihatinan yang dialami ibu pertiwi.

Keprihatinan Ibu Pertiwi Jadi Dasar Realisasi Program Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Keprihatinan Ibu Pertiwi Jadi Dasar Realisasi Program Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Keprihatinan Ibu Pertiwi Jadi Dasar Realisasi Program Muslimat NU

“Saat ibu pertiwi bersedih banyak anak-anak yang perlu asuhan, Muslimat hadir mendirikan panti asuh yang di dalamnya ada sekolah untuk mereka antara lain TQP, TK RA, dan PAUD,” kata Khofifah.

Dia menambahkan, saat ini Muslimat NU telah memiliki sekitar 16.300 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), 13.000 lebih Raudlatul Athfal (RA), 9.800 RA, dan 4.600 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).?

Ketika ibu pertiwi bersedih karena maraknya penyalahgunaan Narkoba, kata dia, Muslimat hadir untuk menanggulangi penyebaran Narkoba di kalangan anak dengan gerakan aktif Laskar Antinarkoba.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Laskar Antinarkoba telah dideklarasikan pada 2016 lalu di Malang dan telah meraih penghargaan MURI. Saat ini Laskar tersebut dikomandani oleh setiap Ketua Pimpinan Wilayah di daerahnya masing-masing. Mari kita jaga NKRI dengan merawat anak-anak dari ancaman Narkoba,” urai Menteri Sosial RI ini.

Kepriahtinan ibu pertiwi juga diraskan betul oleh Muslimat NU ketika banyak anak-anak terlantar. Pihak telah melakukan langkah nyata dengan mendirikan sejumlah panti asuhan.

“Saat ini ada 144 panti asuhan di lingkungan Muslimat NU. Bukan hanya itu, Muslimat NU juga memiliki 134 panti yang diperuntukan bagi orang lanjut usia (Lansia) ,” terang perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun lalu ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hingga sekarang ini, Muslimat NU juga terus melakukan pemberdayaan ekonomi melalui maksimalisasi pusat-pusat koperasi (Puskop) yang dikelola oleh pengurus dan kader Muslimat NU di setiap tingkatan. Muslimat juga memiliki induk koperasi yaitu Inkopan (Induk Koperasi Annisa).

Begitu juga di bidang kesehatan dengan mendirikan sejumlah rumah sakit dan klinik. “Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Jombang yang dikelola oleh Muslimat NU bahkan mendapatkan penghargaan nasional. Lalu kami juga medirikan Klinik Haemodialisis yang saat telah berjalan dengan baik,” jelas Khofifah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 10 Desember 2017

KH Musthofa Aqil Siroj Sampaikan Amanat Para Kiai Sepuh NU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Rais Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj menyampaikan amanat para kiai sepuh NU agar para kiai muda NU tidak lupa membacakan surat Al-Fatihah untuk para ulama penulis kitab. Menurutnya, keberkahan Allah SWT akan turun untuk mereka yang bertawassul melalui para ulama.

Demikian disampaikan Kiai Musthofa Aqil pada sambutan penutupan forum bahstul masail pra-Munas NU 2017 di Pesantren Al-Muhajirin 3, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (11/11) sore.

KH Musthofa Aqil Siroj Sampaikan Amanat Para Kiai Sepuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Musthofa Aqil Siroj Sampaikan Amanat Para Kiai Sepuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Musthofa Aqil Siroj Sampaikan Amanat Para Kiai Sepuh NU

“Setiap baca kitab, istidlal, istinbath, muthalaah, atau bahtsul masail, kontak muallif (penulis kitab) karena masih ada keberkahan tersisa di sana,” kata Kiai Musthofa Aqil.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Alumnus Pesantren Al-Anwar Sarang ini menegaskan bahwa kirim Surat Al-Fatihah untuk para ulama merupakan pesan yang selalu diulang oleh para kiai sepuh NU. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya tawassul dengan para ulama.

“Ini adalah amanah yang selalu dipesan para kiai dan guru-guru sepuh NU,” kata Kiai Musthofa Aqil Siroj yang juga Pengasuh Pesantren Kempek Cirebon.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Forum bahtsul masail pra-Munas NU 2017 berlangsung Jumat-Sabtu (10-11/11) di Pesantren Al-Muhajirin 3, Kabupaten Purwakarta.

Tampak hadir Rais Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj, Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qaliyubi, Katib Syuriyah PBNU KH Nurul Yaqin, Wasekjen PBNU H Andi Najmi, Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat Ajengan M Nuh Ad-Dawami, Katib Syuriyah PWNU Jabar KH Usamah Mansur, dan Pengasuh Pesantren Al-Muhajirin KH Abun Bunyamin.

Mereka kerap berkeliling untuk mengikuti sejenak forum bahtsul masail yang terbagi atas tiga sidang komisi, yaitu komisi waqi’iyah, maudhu’iyah, dan qanuniyah. Mereka berpindah-pindah dari satu ke lain sidang yang membahas isu-isu berbeda. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 06 Desember 2017

1524 Penulis Artikel Pecahkan Rekor Muri

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Sebanyak 1524 mahasiswa dari 13 perguruan tinggi ternama di Indonesia yang tergabung dalam Community Santri of Schoolar Ministry of Religius Affairs (CSS Mora) berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penulis artikel terbanyak.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Festival Nasional Santri Nusantara; Gerakan Nasional Santri Indonesia Menulis yang diselenggarakan Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI di pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jum’at-Ahad (30/11-2/12). 

1524 Penulis Artikel Pecahkan Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)
1524 Penulis Artikel Pecahkan Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)

1524 Penulis Artikel Pecahkan Rekor Muri

Rekor penulisan artikel terbanyak dilaksanakan hari Ahad (2/12) mulai pukul 08.00-10.00 WIB bertempat GOR Pesantren Tambakberas. Menurut perwakilan Muri yang mewakili ketua umum Jaya Suprana, pihaknya mencatat kegiatan 1524 penulis artikel masuk dalam rekor muri No.5721.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Di Jombang masih menurut perwakilan Muri pernah juga mencacat rekor Muri semisal Khataman Al-Qur’an Terbanyak (2010), Penulisan Gurindam Terbanyak (2012) dan masih banyak lagi.  

Kasubdit Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Drs. H. Imam Syafii, M.Pd mengungkapkan pihaknya baru kali pertama terlibat dalam program yang monumental yakni rekor penulis artikel terbanyak. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Imam menegaskan Islam masih eksis hingga saat ini didukung oleh para ulama-ulama terdahulu dengan karya tulisnya. “Dengan menulis mereka dikenang sepanjang masa,” paparnya Imam saat menyampaikan sambutan. 

Pihak Muri memberikan 2 piagam, kepada Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI dan kepada Imam Syafii. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim  

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 05 Desember 2017

Nonton Sang Kiai, Santri dan Warga Berdesakan

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Anak-anak muda berpeci hitam berbaur dengan warga. Mereka memadati halaman Pesantren Darul Mukhlasin, Probolinggo, Senin (4/11) malam. Mereka, para santri dan warga NU yang menonton film Sang Kiai.

Menurut panitia, Muhajir, semangat warga NU nonton film merupakan sebuah fenomena unik. Sebab aktivitas ini nyaris jarang dilakukan warga Nahdliyin, terutama kaum tua. Namun demi menyaksikan kisah Kiai Hasyim Asy’ari, mereka rela berdesak-desakan untuk melihat dari dekat film Sang Kiai.

Nonton Sang Kiai, Santri dan Warga Berdesakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Nonton Sang Kiai, Santri dan Warga Berdesakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Nonton Sang Kiai, Santri dan Warga Berdesakan

Dengan nonton bareng film Sang Kiai, kata dia, warga NU dan santri termotivasi dengan perjuangan pendiri NU itu. “Selain itu, masyarakat memahami dan mengetahui riwayat NU lebih-lebih generasi muda dan kader-kader NU,” jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sukin, salah satu warga NU yang mengikuti nonton bareng mengaku tergetar saat menyaksikan kisah hidup Kiai Hasyim Asy’ari. “Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari untuk negeri ini sangatlah besar,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonton bareng film tersebut digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur untuk menyambut datangnya tahun baru Islam 1 Muharram 1435 H. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 02 Desember 2017

Kemeriahaan Festival Kebaya oleh IPPNU Brebes

Brebes, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Masih dalam peringatan Hari Kartini, Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mengadakan Festival Kebaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Brebes, Ahad (24/4) yang diikuti 26 peserta utusan dari PAC IPPNU Se-Kabupaten Brebes dan dihadiri ratusan kader IPPNU.

Ketua PC IPPNU Kabupaten Brebes Ade Melly Seftiana ditemui di sela acara menjelaskan bahwa ? kegiatan ini merupakan kali kelima IPPNU menyelenggarakan Festival Kebaya guna meneladani pemikiran dan juga sikap RA Kartini sebagai pahlawan yang memperjuangkan kaum perempuan.

Kemeriahaan Festival Kebaya oleh IPPNU Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemeriahaan Festival Kebaya oleh IPPNU Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemeriahaan Festival Kebaya oleh IPPNU Brebes

”Di era sekarang sudah banyak kaum perempuan yang berkontribusi terhadap kemajuan bangsa ini, seperti di Kabupaten Brebes juga dipimpin oleh perempuan,” terang Melly

Sementar itu, Ketua Panitia Lia Ulfiyanah menjelaskan beberapa rangkaian kegiatan Festival Kebaya antara lain santunan Anak yatim untuk 80 anak yatim/piatu, kemudian Seminar Produktivitas Perempuan oleh Afiyah Hidayati dari BKBPP Kabupaten Brebes.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Adapun Dewan Juri Festival Kebaya tersebut yaitu Istiqomah Solihin dari PC Muslimat NU Brebes, Siti Khoerotul Aeni dari PW IPPNU Jateng, dan Hj Hidayah Edi Muammar dari HARPI (Himpunan Rias Penganten Indonesia) Cabang Brebes.?

“Setelah diambil 10 besar peserta di uji wawasannya tentang kebudayaan, kebangsaan, keislaman, ke-IPPNU-an dan menunjukan kemampuan antara lain membaca puisi, Al-Qur’an dan juga menyanyi,” lanjut Lia

Setelah melalui proses penilaian yang ketat keluar sebagai juara I yaitu Siti Laelatul Hana dari PAC IPPNU Tanjung, juara II Mayasari Nuriyah dari PAC IPPNU Brebes, Juara III Noviayani dari PAC IPPNU Larangan.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kabag Kesra Setda Kabupaten Brebes H Imron Hisyam, Camat Brebes Eko Purwanto, PCNU Brebes, Pengurus Badan Otonom NU tingkat Kabupaten Brebes, Para Pembina dan Alumni IPPNU. (Bayu/Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

PB IKA PMII Kini Punya Gedung Baru

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) melakukan peresmian gedung baru di Jl Joe No 90, Kebagusan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (12/10).

Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni (IKA) yang juga Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri meminta para pengurus IKA PMMI dapat selalu berdampingan sehinga cita-cita perjungan organisasi yang diharapkan bisa tercapai.

PB IKA PMII Kini Punya Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PB IKA PMII Kini Punya Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PB IKA PMII Kini Punya Gedung Baru

“Maksimalkan fasilitas yang ada dan tetap menjaga keutuhan bangsa dan negara dari ajaran eksterim seperti radikalisme dan terorisme,” kata Hanif.

Ketua IKA PMII A Mukowam,  mengajak semua kader dan alumni PMII berpartisipasi  dalam mengeksiskan ajaran ahlussunnah  wal jamaah.

“Manfaatkan gedung baru IKA PMMI sebagai sentral pergerakan kalangan muda Nahdiyin, bisa membesarkan  ahlussunnah  wal jamaah agar generasi bangsa tidak gentar melawan faham-faham radikalisme dan anti pancasila,” kata Kowam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kowam berharap kantor yang baru tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan berbagai program unggulan dalam menjaga keutuhan NKRI.

Senada, Mantan Ketua PB Kopri PMII Luluk Nurhamidah berharap dengan gedung yang baru dapat terwujud pendirian sekolah dan yayasan pendidikan untuk dijadikan sarana sehinga skill dan kehlian di bidang kaderisasi bisa tercapai dengan baik.

Ahmad Baso selaku almuni berharap komitmen IKA PMII dalam menata konsep kaderisasi dari PB sampai pengurus daerah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“(Kaderisasi) harus diperhatikan sehinga dunia intelektual juga dapat diperhatikan,” ungkapnya. (Ruzi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Fragmen, Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock