Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Wacana penerapan Full Day Scholl oleh Kementerian Pendidikan menuai dukungan dan penolakan. Kebijakan itu mendapat reaksi dari berbagai kalangan, termasuk organisatoris, aktivis, dan dosen.

"Kami patuh aturan Menteri Pendidikan, asalkan Pak Menteri juga mengabulkan permintaan kami sebagai rakyat juga pelaku di lapangan," kata Ahmad Karomi, Dosen Staiba Purwoasri, Kediri saat dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama via WhatsApp.

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School

Semua sarana dan prasarana sekolah harus ditingkatkan serta ditangani langsung oleh kemendikbud. Sebab selama 8 jam di sekolah, titik kejenuhan pasti muncul. "Jadi, seluruh sekolah harus ada tempat refreshing atau pelatihan keterampilan," tegas Sekretaris LTN PWNU Jatim ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Masalah kesejahteraan pengajar dan peserta didik harus diperhatikan oleh pemerintah. Ini sangat krusial, sebab gaji pengajar, apalagi bertugas mencetak anak bangsa haruslah ditingkatkan.

Karomi menengaskan, pemerintah harus memasukkan ajaran nilai atau etika dalam Full Day School yang terintegrasi dengan pesantren.

Para peserta didik tidak hanya diajarkan teks dan statistik angka selama delapan jam. "Tetapi juga ada pendidikan akhlaq yang bisa didapatkan dari pesantren," lanjut alumni Ploso Kediri ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, konsep Full Day School dibentuk dan harus ditangani oleh tokoh pesantren. "Kalau ini diterapkan, maka Mendikbud membentuk terobosan ‘penyatuan’ program Kemendikbud dengan lembaga tertua di Nusantara," lanjutnya.

"Permohonan kami untuk Mendikbud sangat simpel. Kami tunggu pengabulannya, bukan pengibulannya. Jangan hanya buat aturan temporal tanpa kejelasan serta tanpa perhatian penuh dari ulu sampai ilir," pungkasnya. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 24 Februari 2018

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa

Bandarlampung, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Provinsi Lampung, Kamis (29/9), memberangkatkan enam calon mahasiswa penerima beasiswa dari Institut KH Abdul Chalim Mojokerto dan satu mahasiswa ke Universitas Malahayati Lampung. Beasiswa yang diterima mencakup biaya pendidikan, dan seluruh tunjangan biaya hidup. Di kampus itu mereka akan menyelesaikan pendidikan hingga sarjana. Bahkan, bila catatan prestasinya menonjol akan diberikan kesempatan hingga jenjang S3. Di Institut KH Abdul Chalim, terdapat mahasiswa dari beberapa negara.

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa

Dalam acara pelepasan yang dilangsungkan di kantor Pengurus Wilayah Ma’arif NU Lampung, di Labuhan dalam, Tanjungsenang tersebut dihadiri Wakil Ketua PWNU Lampung Prof. Dr. Aom Karomani, Sekretaris Aryanto Munawar, dan pengurus lainnya. Juga hadir para orangtua/wali calon mahasiswa.

Ketua PW Pergunu Lampung Jamaluddin Malik mengatakan, pelepasan calon mahasiswa ini untuk kali kedua, setelah tahun lalu juga mengirimkan enam mahasiswa. Bahkan, mahasiswa asal Lampung meraih prestasi dalam IPK tertinggi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ini memang menjadi concern Pergunu untuk membentuk generasi Aswaja yang tangguh dan berwawasan luas. Pergunu juga telah melakuan berbagai kegiatan di antaranya pelatihan bagi para guru dan terus membangun bersinergi dengan elemen masyarakat lainnya , khususnya yang bergerak di bidang pendidikan,” tuturnya.

Pihaknya juga mengembangkan model ma’had dalam mengelolaan asrama mahasiswa. Saat ini tengah dirintis di beberapa kampus.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jamaluddin mengatakan, Pergunu Lampung terus berupaya memberdayakan para guru-guru di lingkungan NU. Selain pelatihan-pelatihan, juga dengan pemberdayaan ekonomi kreatif dan pemberian bantuan serta beasiswa.

Sementara itu Prof. Aom Karomani mengungkapkan, para pencari ilmu atau penuntut ilmu adalah perjuangan. “Ini jihad. Ini luar biasa. Dengan pendidikan manusia akan diangkat derajatnya. Pendidikan adalah salah satu cara memotong rantai kemiskinan struktural. Jadi kepada adik-adik kita doakan semoga sukses dan berhasil. Menjadi penerus NU,” ujar Prof. Aom yang juga Wakil Rektor Unila itu.

Dia menceritakan, kader-kader NU yang mencari ilmu di berbagai belahan benua Eropa dan Amerika seperti pengelana. “Artinya mereka menuntut ilmu dalam waktu lama. Bertahun-tahun. Sehingga memiliki pengetahuan dan ilmu yang mendalam. Tidak mudah menyalahkan orang lain,” ucap Aom. (Dwi Rohmadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 17 Februari 2018

Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi

Blitar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kabar beredarnya bakso bercampur daging babi di beberapa daerah, mendapat respon NU dan MUI di Blitar dan Tulungagung, meski di dua daerah itu belum secara nyata ditemukan bakso bercampur babi.

Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi (Sumber Gambar : Nu Online)
Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi (Sumber Gambar : Nu Online)

Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi

“Kami minta pemerintah Blitar mengambil langkah antisipasi agar hal tersebut tidak terjadi di Blitar," ungkap Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai, pada Internet Marketer Nahdlatul UlamaBlitar Imam Kusnin, Selasa (18/12).

Pasalnya, beredarnya rumor tersebut memicu keresahan masyarakat. “Pemkab atau dinas instansi terkait harus pro aktif kelapangan, yakni untuk memastikan indikasi terjadinya pencampuran daging babi kemakanan seperti bakso jangan sampai terjadi," jelas Kiai Dain.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Apalagi, sebagian besar masyarakat Blitar dan Tulungagung merupakan warga muslim. Umat Islam harus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan," tambah Gus Dain panggilan akrab Kiai KH Masdain Rifai. 

Hal senada juga dinyatakan oleh Ketua MUI Tulungagung, KH Mohammad Hadi Mahfudz. Menurutnya, masalah ini harus disikapi sejak dini oleh pemerintah. Dan jangan sampai memicu keresahan masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada kesempatan itu Gus Dain maupun Kiai Hadi, meminta kepada pedagang daging atau makanan yang mengandung unsur daging sapi bersedia bekerjasama dengan pemerintah. Pasalnya, jika ketahuan masyarakat yang rugi adalah pedagang itu sendiri. 

“Kami meminta kepada pedagang tidak asal menjual produk daging–daging haram, khususnya kepada masyarakan muslim," tambah Kiai Hadi. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam, RMI NU, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 15 Februari 2018

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengundang beberapa tokoh nasionalis untuk mendiskusikan persoalan-persoalan mendasar seputar amandemen Undang Undang Dasar 1945 yang telah dilakukan empat kali. Sebagai institusi sosial keagamaan terbesar di Indonesia yang punya andil besar dalam mendirikan bangsa ini, PBNU ingin memberikan masukan-masukan dengan terlebih dahulu menyaring beberapa pokok pikiran dari para ahli.

“Pada diskusi ini posisi PBNU bukan untuk bicara tapi untuk mendengar, mencermati buah fikiran dan mutiara-mutiara pendapat dari para bapak-bapak yang sangat kita hormati. Alhamdulillah semua datang ke sini,” kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi saat memberikan kata pengantar diskusi di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (19/7).

Para tokoh nasionalis yang hadir antara lain Try Sutrisno, Kwik Kian Gie, dan Tyasno Sudarto, dan Muji Sutrisno. Sebagai pembanding diskusi Wakil Rektor Universitas Paramadina Jakarta Yudi Latif, Budayawan Radhar Panca Dahana, dan Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismet Hasan Putro. Diskusi dipandu oleh Enceng Sobirin Nadj.

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945

Diskusi bertajuk “Amandemen UUD 45 dalam Dimensi Sosial, Ekonomi Politik” itu merupakan diskusi kedua yang diselenggarakan oleh PBNU. Sebelumnya, PBNU mengundang pakar hukum tata negara Ryaas Rasyid dan beberapa pelaku amandemen antara lain Ali Maskur Moesa dari Fraksi Kebangkitan Bangsa dan Lukman Hakim Saifuddin dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan untuk membicarakan legalitas serta dimensi hukum dan politik amandemen UUD 1945.

Undang undang hasil amandemen dinilai banyak kalangan justru mendatangkan banyak persoalan. Belakangan muncul keinginan untuk melakukan amandemen untuk kelima kalinya. Menurut Hasyim Muzadi, PBNU ingin mendapatkan masukan-masukan yang lebih komprehensif mengenai berbagai aspek dalam amandemen itu, berikut berbagai konsekuensinya. “Harapannya kita kita dapat berbuat lebih banyak untuk bangsa,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Try Sutrisno menyatakan, amandemen UUD 1945 justru akan memunculkan masalah besar jika tidak hati-hati. Menurutnya, amandemen yang telah dilakukan empat kali itu tidak dilandasi oleh “naskah akademik” yang jelas dan tidak mengarah pada pencapaian cita-cita bangsa sebagaimana termakstub dalam pembukaan UUD 1945.

“Tidak ada salahnya, apabila kita perbaiki yang kurang lengkap. Saya berpendapat, lebih tepat jika saya pilih kaji ulang secara jujur dan bertanggung jawab,” kata mantan wakil presiden itu.

Ketidakjelasan dalam naskah amandemen itu juga ditemukan oleh Kwik Kian Gie. Menurut mantan Menko Ekuin di zaman Gus Dur dan Megawati itu, penambahan ayat dalam pasal 33 UUD 1945 berkaitan dengan sistem perekonomian Indonesia tidak disertai alasan apa pun. “Yang jelas sekarang ini kita mengarah pada ekonomi liberal. Dampaknya kemiskinan meningkat, kekayaan menumpuk pada beberapa orang,” katanya.

Mantan KSAD Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto menyatakan, kesimpangsiuran nasib bangsa Indonesia pasca reformasi disebabkan karena ulah para pemimpin yang tidak merawat warisan bangsa dengan benar, termasuk dengan mengamandemen UUD 1945 itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Saya tak akan uraikan lagi apa yang jadi kesusahan, kekrisisan dan malapetaka, karena kita sudah tahu, karena kita tidak lagi bersyukur nikmat terbesar, yaitu nikmat kemerdekaan dengan segala ugorampenya, kelengkapannya, yaitu UUD 45 yang notabene adalah rahmat dari Allah,” katanya sembari mengutip puisi Jendral Besar Sudirman tentang kedaulatan negara dan kemandirian bangsa.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan, AlaNu, Sholawat Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 11 Februari 2018

Ulama Asal Lebanon Ini Sebut 5 Faktor Pemersatu Umat Islam

Pekalongan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ulama asal Lebanon Syekh Usamah Abdurrazzaq Ar-Rifa’i menjadi pemateri dalam sesi pertama Konferensi Ulama Internasional bertajuk Bela, Rabu (27/7) Hotel Santika Pekalongan, Jawa Tengah. Dalam sesi ini, Syekh Usamah membawakan materi tentang Persatuan dan Resolusi Konflik Antar-Umat Islam.?

Ulama Asal Lebanon Ini Sebut 5 Faktor Pemersatu Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Asal Lebanon Ini Sebut 5 Faktor Pemersatu Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Asal Lebanon Ini Sebut 5 Faktor Pemersatu Umat Islam

Adapun Ruang lingkup pembahasannya, yaitu konsep dan hukum syar’i persatuan antar-umat Islam, bahaya perpecahan dan menyikapi khilafiyah antar umat Islam, antisipasi terhadap faktor-faktor penyebab perpecahan, dan permusuhan antar umat Islam.

“Ada lima faktor persatuan bagi umat Islam saat ini. Pertama, dengan mengedepankan aspek-aspek ushul, tidak sibuk dalam perkara-perkara khilafiyah. Kedua, menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ujarnya.

Ketiga, tambahnya, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam berbangsa. Keempat, semangat kebersamaan bersama Ahlussunnah wal Jamaah sebagai kelompok terbesar umat Islam.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kelima, meninggalkan kebiasaan menghakimi mereka yang berbeda paham dan aliran. Selain itu, saya mengusulkan agar kita selektif dalam penyiapan para dai (penyeru agama Islam). Harus ada kriteria yang jelas, berkompeten, terkualifikasi dengan sanad keilmuan yang sahih. Jangan sampai semua orang bebas bicara menyampaikan isi Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah tanpa ilmu,” papar Syekh Usamah.

Ratusan peserta konferensi yang memadati ruangan diskusi begitu antusias mengikuti pemaparan Syekh Usamah terkait problem dunia Islam saat ini. Hotel Santika Pekalongan merupakan tempat khusus diadakannya pemaparan materi dari para ulama internasional. Sedangkan penyampaian materi oleh ulama nasional digelar di Aula Gedung Djunaid Pekalongan. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Islam, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 04 Februari 2018

15 Tahun Pasujudan Sunan Bonang Tak Direnovasi

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sudah 15 tahun ini Pasujudan Sunan Bonang yang ada di Desa Bonang Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, tak mengalami perbaikan signifikan. Lutfi Hakim, sang juru kunci menerangkan, kawasan wisata yang dipercaya menjadi lokasi batu bekas tempat ibadah Sunan Bonang itu tergolong minim pendanaan.

15 Tahun Pasujudan Sunan Bonang Tak Direnovasi (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Tahun Pasujudan Sunan Bonang Tak Direnovasi (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Tahun Pasujudan Sunan Bonang Tak Direnovasi

"Sudah 15 tahun belum pernah ada renovasi. Tiga tahun yang lalu saja, kita bangun gedung baru untuk penginapan tamu yang terletak di sebelah utara Pasujudan Sunan Bonang. Itu pun dengan anggaran yang sangat terbatas,” katanya, Senin (21/3).

Lutfi Hakim menyampaikan, pihak Yayasan Sunan Bonang berencana akan memperlebar area parkir yang kerap tak mampu menampung kendaraan pengunjung dari berbagai daerah yang sengaja datang berwisata.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Para pengunjung yang disapa Internet Marketer Nahdlatul Ulama kerapkali mengeluhkan area parkir yang sudah penuh. Kondisi ini membuat bus pariwisata tak jarang parkir di bahu jalan. Menurut penjelasan Yayasan Sunan Bonang, fasilitas yang tersedia saat ini sudah lumayan bagus meski kurang luas.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pihak yayasan juga perlu mempertimbangkan rencana memperluas area parkir karena letaknya saat ini yang sudah mepet dengan Jalan Pantura Lasem-Tuban.

Situs Pasujudan Sunan Bonang terletak di atas sebuah bukit yang terletak di tepi Pantai Binangun. Batu pasujudan tersebut berada di dalam sebuah cungkup di sebelah selatan. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pasca digelarnya Masa Kesetiaan Anggota atau Makesta, yang digelar IPNU-IPPNU Kecamatan Sumber, pada 26 Desember 2016 lalu, empat ranting baru berhasil dibentuk. Sementara empat lainnya yang vakum berhasil diaktifkan kembali.

Hal tersebut disampaikan Ketua PAC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Sumber Ilmiana Wulansari kepada NU online pada Selasa (3/1).?

Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk

Ia menjelaskan, Makesta yang pertama kali digelar sejak ia menjabat sebagai Ketua Anak Cabang, merupakan momentum untuk kembali membangkitkan ranting yang tidak aktif.

Selain itu, menurutnya keberadaan 12 ranting lebih terkoordinir dengan baik dibandingkan sebelum diadakannya makesta. Selain itu, ia mengakui jika kesolitan kader lebih terlihat dibandingkan ssebelum mereka mengikuti masa kesetiaan anggota.

"Setelah diadakannya Makesta, semua ranting yang ada lebih terkoordinir dan lebih solid dari pada sebelumnya. Disamping itu, pada prosesi makesta, membangkitkan semangat kader pelajar NU di Kecamatan Sumber untuk kembali berorganisasi," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebelumnya di Kecamatan Sumber terdapat 12 Ranting IPNU-IPPNU, dan 4 diantaranya tidak aktif. Pasca diadakannya Makesta, Pimpinan Anak Cabang berhasil mengaktifkan ranting Desa Krikilan, Sekarsari, dan Kedung Tulup. Selain itu, ranting baru juga berhasil di bentuk di Dusun Nglakeh Desa Logede pada 28 Desember 2016.

Pada 2017 tahun ini, menurut pengakuan Ilmi, para pengurus PAC menyatakan siap membentuk kembali ranting IPNU-IPPNU di Desa Logong dan Kedung Asem.

Ada 150 kader IPNU-IPPNU yang berhasil terrekrut melalui baiat Makesta yang di gelar di gelar di MTs Negri Kecamatan Sumber. Seluruh peserta yang lolos merupakan perwakilan kader pelajar NU yang berasal dari 18 Desa yang ada di Kecamatan Sumber.(Ahmad Asmui/Abdullah Alawi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal, Budaya, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 02 Februari 2018

Mendikbud Minta Lulusan Pesantren Dibekali Keterampilan Teknis

Jepara, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh meminta agar para lulusan pesantren dibekali keterampilan teknis, sehingga mereka bisa menjadi agen perubahan di masyarakat nantinya.

"Untuk itu, tradisi mandiri yang sudah ada di pondok pesantren perlu dikombinasikan dengan keterampilan teknis, agar lulusannya nanti mampu hidup mandiri dengan bekal keterampilan teknis yang dimilikinya," ujarnya, ketika berkunjung ke Pesantren Roudlotul Mudtadiin di Desa Balekambang, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, di Jepara, Jateng, Sabtu.

Mendikbud Minta Lulusan Pesantren Dibekali Keterampilan Teknis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Minta Lulusan Pesantren Dibekali Keterampilan Teknis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Minta Lulusan Pesantren Dibekali Keterampilan Teknis

Ia mengakui, memiliki keinginan menggabungkan dan mengintegrasikan ilmu-ilmu yang berbasis keagamaan dengan ilmu pengetahuan umum. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hal tersebut, kata dia, sekaligus untuk menepis kesan bahwa pesantren sangat tertutup, karena kenyataannya cukup terbuka dengan ide-ide baru.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Bahkan, lanjut dia, pengelolaan SMK dengan model pesantren juga memiliki lulusan terbaik.

"Jika lulusan pesantren memiliki keterampilan teknis dan jiwa mandiri, diharapkan bisa menjadi agen perubahan di masyarakat dengan baik," ujarnya. 

Sebaliknya, kata dia, jika tidak dilengkapi dengan keterampilan teknis, dikhawatirkan akan menjadi beban masyarakat. 

"Karena nantinya diharapkan menjadi agen perubahan, maka mereka sendiri juga harus terbebas dari beban mereka sendiri," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan dukungannya terhadap pembentukan asosiasi SMK di pesantren, karena masing-masing bisa saling berbagi.

Artinya, kata dia, kelebihan dan kekurangan dari masing-masing SMK bisa dievaluasi dan bisa diperbaiki dengan mencontoh SMK lain yang dinilai memiliki kelebihan pada bidang tertentu.

Mohammad Nuh juga menyampaikan apreasiasinya terhadap pemprakarsa terbentuknya asosiasi SMK pondok pesantren yang saat ini jumlahnya sudah mencapai ratusan sekolah.

Dengan terbentuknya asosiasi SMK yang dikelola pondok pesantren, dia berkeyakinan bisa terbentuk kekuatan yang hebat di dalam transformasi kesejahteraan, karena para alumni pondok pesantren nantinya juga hidup di masyarakat. 

Penggagas asosiasi SMK pesantren, merupakan Kepala SMK Roudlotul Mudtadiin, Miftahuddin yang mendapat dukungan ketua maupun pengasuh Ponpes Roudlotul Mudtadiin Balekambang, Kiai Mustamir Wildan dan Kiai Ma`mun Abdollah. 

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 27 Januari 2018

Anjuran Islam tentang Etos Kerja dan Profesionalisme

Dalam Islam, kata “amal” bertebaran dalam al-Qur’an. Etos kerja menjadi hal kunci yang cukup mendapat banyak perhatian. Tak hanya kerja untuk kehidupan akhirat kelak, tapi juga kerja untuk keberlangsungan hidup di dunia. Islam melarang umatnya berpangku tangan atau menunggu belas kasihan orang. Sebaliknya, agama samawi ini menekankan pentingnya kerja keras dan profesionalitas.



Anjuran Islam tentang Etos Kerja dan Profesionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran Islam tentang Etos Kerja dan Profesionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran Islam tentang Etos Kerja dan Profesionalisme

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Bapak-bapak, saudara-saudara, para jamaah yang kami muliakan!  

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, umat Islam diarahkan oleh agamanya agar meningkatkan kualitas takwa dan keimanannya secara terus menerus dan berkesinambungan.

Meningkatkan kualitas taqwa, seorang muslim pasti akan meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agamanya secara baik dan lebih sempurna. Islam mengarahkan umatnya agar memiliki etos kerja yang tinggi dan mengarah pada profesionalisme. Bila kita perhatikan ayat-ayat al-Qur’an yang menekankan tentang iman kepada Allah, selalu diikuti dengan amal yang saleh yaitu bekerja secara baik, dengan etos kerja yang tinggi, rencana yang telah disiapkan dan mengarah pada profesionalisme.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam al-Qur’an banyak kita jumpai bimbingan dan pengarahan pada kegiatan seperti disebutkan di atas, misalnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya. Itulah kemenangan yang nyata.” (QS. al-Jatsiah, 45:30)

Hadirin sidang Jumat yang berbahagia!

Manusia yang beriman dan bekerja dengan baik, sehingga melahirkan karya-karya besar yang bermanfaat bagi sesamanya, disebutkan al-Qur’an sebagai manusia yang paling baik dan terpuji. Sesungguhnya manusia yang paling mulia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi sesamanya dan makhluk lain secara menyeluruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan melakukan pekerjaan yang baik, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” (QS. al-Bayyinah, 98:7)

Ayat lain dalam al-Qur’an menyebutkan bahwa orang-orang yang beriman dan bekerja secara baik dan profesional akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dua kebahagiaan itu merupakan suatu kemenangan yang agung yang kita dambakan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.” (QS. al-Buruj, 85:11)

Istilah bekerja dengan menggunakan kata amal dalam al-Qur’an, bukan saja dipakai dalam arti beramal atau bekerja untuk kehidupan akhirat, tapi digunakan juga untuk bekerja bagi kehidupan dunia. Sebagai contoh dapat dikemukakan ayat berikut ini:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (*)? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

 

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud”, dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Saba`, 34:10-11)

Hadits Rasulullah saw banyak yang mengarahkan umat manusia agar beretos kerja yang tinggi dan mengarah kepada profesionalisme sesuai dengan pengarahan dan bimbingan dari al-Qur’an seperti yang disebutkan di atas, diantaranya:



? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?)

Dari Aisyah r.a., sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, mengerjakannya secara profesional”. (HR. Thabrani, No: 891, Baihaqi, No: 334).

Dari hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, diceritakan bahwa ada seorang sahabat yang meminta bantuan kepada Nabi. Nabi memberi bantuan kepada sahabat itu, tetapi kemudian ia meminta lagi. Nabi memperingatkan sahabat itu dan mengajarkannya supaya ia tidak selalu meminta, mencari belas kasihan orang lain. Karena sesungguhnya tangan di atas atau memberi adalah lebih baik dari tangan di bawah yang meminta.

Selanjutnya Nabi bertanya kepada sahabatnya itu, apakah ia masih memiliki sesuatu di rumahnya. Sahabat itu menjawab bahwa ia tidak memiliki suatu apapun, kecuali sebuah mangkok tua. Nabi berkata padanya, “Besok kamu bawa mangkok itu, akan aku lelangkan kepada sahabat yang lain.” Esok harinya sahabat itu membawa mangkok tersebut dan diserahkan kepada Nabi. Nabi mengumumkan pada para sahabat, siapa yang akan menolong temannya dengan jalan membeli mangkok miliknya. Beberapa sahabat berkenan membelinya, akhirnya diambillah harga yang paling tinggi senilai dua dirham.

Nabi menyerahkan kepada pemilik mangkok itu satu dirham untuk membeli makanan bagi keluarganya. Kata Nabi, yang satu dirham lagi kamu belikan kapak besar, lalu bawa kemari. Setelah diberikan kepada Nabi, Nabi memasangkan gagangnya lalu berkata, “Sekarang kamu pergi cari kayu dan jual ke pasar. Selama lima belas hari aku tidak mau melihatmu. ”Sahabat itu kemudian bekerja sesuai dengan yang disarankan Nabi. Setelah itu ia kembali kepada Nabi dengan membawa keuntungan sepuluh dirham. Nabi bersabda padanya, “Hal ini lebih baik bagimu daripada meminta belas kasihan orang lain yang akan menjadi noda pada wajahmu di hari kiamat.”

Betapa kerasnya Islam mengarahkan umatnya agar mau bekerja keras dan bekerja secara profesional serta mencela mereka yang besikap pemalas dan suka meminta belas kasihan orang lain. Hal itu tergambar dalam hadits berikut ini, Abu Abdirrahman Auf bin Malik al-Asyja’i berkata:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?)

Ketika kami sedang duduk bersama beberapa orang sahabat, jumlah kami kira-kira tujuh, delapan atau sembilah orang, datang pada kami Rasulullah saw seraya bersabda, “Tidakkah kamu berbaiat kepada Rasulullah?”. Saat itu kami baru saja berbaiat kepadanya. Maka kami menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami telah berbaiat kepadamu.” Kemudian Nabi saw bersabda lagi, “Tidakkah kamu berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami pun kembali menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami telah berbaiat kepadamu.”  Lalu beliau bersabda lagi, “Tidakkah kamu berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami segera mengulurkan tangan untuk berbaiat sambil berkata, “Kami telah berbaiat, wahai Rasulullah, maka baiat apa lagi yang harus kami sampaikan?”. Nabi menjawab, “Berbaiat untuk menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kemudian shalat lima waktu serta taat kepada Allah.” Kemudian Nabi saw merendahkan suaranya sambil bersabda, “Dan jangan meminta-minta suatu apapun kepada orang lain.” Betapa kesungguhan para sahabat menerima baiat Nabi tadi, perawi hadits meriwayatkan bahwa ia melihat sebagian dari mereka yang ada di situ, cambuk kendaraannya jatuh, dan ia tidak meminta pertolongan kepada siapa pun untuk mengembalikannya. (HR. Muslim: No.1729)

Sungguh amat tercela orang yang selalu meminta-minta belas kasihan orang lain, ia akan menghadap kepada Allah di hari kiamat dengan muka bagaikan tengkorak.



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, Rasulullah saw bersabda, “Seorang tidak henti-hentinya meminta belas kasihan kepada orang lain, hingga nanti ia akan datang pada hari kiamat dengan bentuk muka yang tidak berdaging (seperti tengkorak).” (HR. Bukhari: No. 1381 dan Muslim: No. 1725)

Keterangan di atas menjelaskan kepada kita betapa besarnya bimbingan ajaran Islam agar manusia memiliki iman dan takwa yang sempurna, beretos kerja tinggi dan mengarah pada profesionalisme. Dengan demikian kehadirannya di dunia ini akan bermakna, memberikan andil yang baik bagi peradaban umat manusia dan dapat melahirkan karya-karya besar yang spektakuler bagi sesama makhluk-Nya.

Para jamaah yang berbahagia!

Memberi bantuan kepada sesama umat manusia yang membutuhkan dan sesuai dengan ajaran agama, adalah merupakan suatu perbuatan yang sangat baik dan terpuji. Islam menetapkan syarat-syarat bagi orang yang boleh meminta bantuan. Diantaranya; (1) orang yang memiliki tanggungan, bisa berupa denda atau tanggungan lainnya. (2) orang yang harta bendanya tertimpa musibah sehingga musnah. Dan (3) orang yang sangat membutuhkan. (HR. Muslim)

Pemberian bantuan seperti itu harus dilakukan oleh setiap umat yang memiliki kemampuan. Namun bantuan itu hendaknya tidak diberikan di jalan-jalan raya, di sekitar lampu pengatur lalu lintas, dan tempat-tempat keramaian lainnya, karena sangat mengganggu dan membahayakan. Pemberian bantuan sebaiknya disalurkan melalui lembaga-lembaga resmi yang banyak tersebar di berbagai wilayah. Dengan cara itu, maka ketertiban dan keselamatan para pengguna lalu lintas dapat terjaga dengan baik. Selain itu, para fuqara, masakin, dan kaum dhuafa hendaknya diperhatikan kehidupan mereka melalui lembaga-lembaga sosial yang resmi.

Hadirin sidang Jumat yang berbahagia!

Kita semua berharap semoga umat Islam secara keseluruhan dapat memperbaiki kinerjanya secara baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas SDM kita menuju SDM yang unggul dan dapat bersaing dengan dunia internasional. Dengan demikian, kita akan menjadi bangsa yang memiliki keunggulan setarap dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju. Semoga kita semua memperoleh bimbingan serta ridha dari Allah swt dalam segala kehidupan kita. Amin ya Rabbal ‘Alamin.    

        

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



***

Khutbah Kedua



? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ?! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ?.

Oleh Dr. KH. Zakky Mubarak, MA, Rais Syuriyah PBNU. Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

Doa untuk Arwah di Bulan Ruwah

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Masyarakat Jawa menyabut bulan Sya’ban dengan Ruwah. Pada bulan tersebut umat Islam biasa menggelar Ruwahan, mengirim doa dengan bacaan tahlil kepada arwah ahli kubur supaya dalam kasih sayang Allah. Pelaksanaanya massal, misalnya diadakan pengurus masjid, musholla maupun organisasi.

Dari catatan Internet Marketer Nahdlatul Ulama di Kudus, sejak akhir bulan Rajab, Ruwahan atau biasa disebut “kirim arwah” telah diadakan Pengurus NU dan pengurus masjid dalam waktu serta tempat yang berbeda. Kemasan acara, biasanya diawali khotmil Qur’an bil-ghoib, istighosah dan tahlil umum yang dihadiahkan kepada para arwah ahli kubur masyarakat setempat.

Doa untuk Arwah di Bulan Ruwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa untuk Arwah di Bulan Ruwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa untuk Arwah di Bulan Ruwah

Pengurus Ranting NU Desa Peganjaran Bae pada? Rabu (26/5) lalu mengadakan Ruwahan dengan mengirim doa kepada 1.000 arwah, sementara MWCNU Kaliwungu pada Ahad (9/6) mentahlilkan 12.500 arwah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ruwahan yang dilaksanakan kedua Pengurus NU itu adalah rangkaian kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj dan harlah ke 90 NU.

Tak mau ketinggalan, Remaja Masjid al Munawarah Desa Jekulo Kudus juga mengadakan kegiatan ruwahan massal dengan mendoakan sebanyak 14.783 arwah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut ketua panitia H Zusni Anwar, tradisi ruwahan massal ini diadakan setiap tahun sekali yang bertujuan mendoakan ahli kubur (arwah) keluarga kaum muslimin Jekulo yang sudah meninggal dunia.

“Kami? mulai pagi hingga malam rangkaiannya khotmil qur’an, tahlil mendoakan secara berjamaah yang dipimpin para ulama dan kiai desa ini,” terangnya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Bulan Ruwah, kata sekretaris MWC NU Jekulo ini, merupakan waktu yang tepat membuktikan cinta dan bakti kepada orang tua (birrul walidain) terutama yang sudah meninggal dunia, “Begitu juga, tradisi ruwahan ini sebagai upaya mengingat bahwa semua umat akan kembali kepada Sang kholik Allah SWT,” jelas H Zusni.

Ruwahan ini biasanya diadakan secara serentak pada bulan Ruwah. Selain itu, pada bulan ini juga, kaum muslim berbondong-berbondong berziarah kubur atau nyadran ke makam orang tua maupun ulama pendahulu dan para wali.

?

Redaktur? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor : Qomarul Adib

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 18 Januari 2018

Politik Praktis NU Datangkan Banyak Mudarat

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengatakan, NU memiliki pengalaman berpolitik yang cukup kaya. Ormas Islam yang didirikan para kiai ini pada awal kelahirannya menerapkan politik tingkat tinggi (siyasah aliyah) baik saat menghadapi kolonial ataupun menjaga masa-masa awal kemerdekaan Indonesia.

Politik Praktis NU Datangkan Banyak Mudarat (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Praktis NU Datangkan Banyak Mudarat (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Praktis NU Datangkan Banyak Mudarat

Pada tahun 1955, NU berubah menjadi partai tersendiri akibat situasi dan dinamika politik yang berlangsung saat itu; kemudian berfusi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada tahun 1977.

Kiai Malik menjelaskan, langkah politik praktis NU ini lalu disudahi dengan mendeklarasikan kembali ke khittah 1926, yakni memantabkan diri sebagai organisasi sosial keagamaan sebagaimana semangat pendirian awal.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Namun, tambahnya, pada tahun 1988 NU tergoda lagi untuk berpolitik praktis. Meskipun telah kembali menjadi ormas sosial keagamaan, NU turut membentuk partai politik, yakni Partai Kebangkitan Bangsa.

“Dan ternyata setelah bereksperimen sekian lama NU memang tidak cocok berpolitik praktis karena mudaratnya lebih besar dari pada maslahatnya,” kata Kiai Malik dalam diskusi Membincang Fiqh Siyasah: Menakar Kemanfaatan atau Kemudaratan di Jakarta, Sabtu (11/7) petang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tugas NU

Baginya, NU saat ini lebih tepat menerapkan siyasa aliyah atau siyasah samiyah (politik tingkat tinggi) sebagaimana pesan almarhum Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfud. Yakni, politik kebangsaan dan kerakyatan yang tidak terjebak pada kelompok politik tertentu.

“Tugas NU sekarang adalah mengkritisi kebijakan-kebijakan negara yang hanya menguntungkan penguasa dan pengusaha. Itu tugas NU,” tegas kiai asal Madura ini.

Kiai Malik juga mengkritik sistem politik yang tengah berlangsung di Tanah Air. Ia menilai pemilu kepala daerah (pemilukada) tak seyogianya dilaksanakan secara langsung. Munas NU 2012 juga memandang bahwa dampak kerugian pemilukada sangat besar bagi warga.

“Pendidikan politik yang menjadi kemaslahatan pemilukada sama sekali tidak terjadi, karena justru yang terjadi adalah mengantarkan warga untuk menjual hati nuraninya,” katanya.

Forum diskusi “Membincang Fiqh Siyasah: Menakar Kemanfaatan atau Kemudaratan” diselenggarakan Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU. Hadir pula sebagai pembicara peneliti Institute for Ecosos Right Sri Palupi, Hilmi Aly, Wasekjen PBNU Adnan Anwar. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 15 Januari 2018

PMII Tangerang Gelar Aksi Solidaritas Untuk Salim Kancil

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tangerang berduka atas pembunuhan sadis terhadap petani kecil Salim alias Kancil di Lumajang, Rabu (30/9). Mereka berdoa bersama di Sekretariat PMII Tangerang sebagai rasa hormat kepada warga yang berani menentang kebijakan yang sewenang-wenang.

"Kami mengutuk dan mengecam keras tindakan penganiayaan tidak manusiawi ini," kata Ketua PMII Tangerang Steven Idrus Maulana di Sekret PMII Tangerang, Rabu (30/9).

PMII Tangerang Gelar Aksi Solidaritas Untuk Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Tangerang Gelar Aksi Solidaritas Untuk Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Tangerang Gelar Aksi Solidaritas Untuk Salim Kancil

Korban adalah petani yang gigih bertahan tetap melawan dan menolak aktivitas tambang pasir golongan B di pesisir pantai Watu Pecak. Salim dikeroyok dan dianiaya hingga meninggal dunia oleh para preman pada Sabtu (26/9). Jasadnya ditemukan tewas tergeletak di pinggir jalan setelah diculik oleh segerombolan orang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Mereka adalah petani yang sedang memperjuangkan ekologis bagi kelangsungan hidup. Tidak layak diperlakukan secara premanisme. Seperti zaman PKI saja, para aktivis dibunuh dan dihabisi," katanya.

Para peserta aksi solidaritas membawa sejumlah lilin, baju putih, dan Al-Quran. Mereka berdoa agar almarhum ditempatkan di sisi Allah SWT. Mereka menuntut polisi menangkap aktor intelektual. Kepada Pemprov Jatim, mereka meminta untuk segera menertertibkan tambang, menghentikan eksploitasi tambang, menangkap mafia tambang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Pemkab Lumajang dan Pemda Jawa Timur harus menghentikan seluruh kegiatan penambangan. Selain itu juga mendesak polisi mengusut dan memproses hukum pelaku penganiayaan serta membongkar aktor intelektualnya,” kata Steven. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan, Ulama, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 31 Desember 2017

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam rangka memberikan apresiasi terhadap seni dan kebudayaan asli dari Kota Surabaya, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Surabaya memberikan Penghargaan Sapta Wikrama kepada seniman Surabaya, Kartolo dan Ida Lailia. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian pagelaran berbagai seni di Gedung Balai Pemuda Surabaya, Senin (30/5) ini, pukul 18.00 WIB.

?

Ketua Lesbumi PCNU Kota Surabaya M Hasyim Asyari menjelaskan bahwa? kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian NU terhadap kesenian asli Surabaya. Karena, katanya, beberapa kesenian dan kebudayaan tersebut sebagian masih eksis dan hanya segelintir orang dan komunitas yang merawat dan melestarikannya.

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal

?

Menurutnya, selain dalam rangka berdakwah melalui kesenian dan kebudayaan, Lesbumi hadir untuk merawat dan melestarikan tradisi kesenian dan kebudayaan Nusantara khususnya di Surabaya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

Untuk itu dalam acara tersebut Lesbumi juga akan menampilkan pagelaran seni modern dan dan kesenian khas daerah. “Pada siang hari akan ada pagelaran musik modern dan malam akan ada kentrung dan kidungan, pencak jidor serta penghargaan untuk seniman ludruk,” katanya dalam siaran pers, Ahad (29/5) malam.

?

Ia menambahkan era digital menjadi tantangan nilai-nilai keluhuran budaya Nusantara. Kondisi ini menjadi tanggung jawab Lesbumi untuk mempertahankan, melestarikan, dan mengolaborasi kesenian.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

"Kebudayaan tradisional menjadi suguhan yang mempunyai daya tarik bagi seluruh kalangan. Lesbumi diharapkan menggali kembali kesenian dan kebudayaan tradisional, Lesbumi harus menghargai dan mengapresiasi karya seni dan budaya untuk menjadi motivasi generasi muda di masa-masa yang akan datang," tegasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Sunnah, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 26 Desember 2017

Sempurnakan Shalat dengan Berjamaah

Jepara, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Sebagai Muslim, momentum Isra’ Mi’raj yang di dalamnya termaktub perintah shalat lima waktu adalah saat yang paling tepat untuk mengoreksi ibadah shalat yang selama ini telah dijalankan. Selain itu, seberapa sering kita menjalankan shalat secara berjamaah?

Demikian dipaparkan K Khoirul Kamal, mewakili Nadlir Musholla “Baitur Rohman” KH Muchlisul Hadi,  Jepara, dalam peringatan Isra’ Mi’raj di Musholla setempat, Rabu (5/6) malam.

Sempurnakan Shalat dengan Berjamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sempurnakan Shalat dengan Berjamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sempurnakan Shalat dengan Berjamaah

Wujud paling kongkret dari peringatan isra’ mi’raj adalah menunaikan shalat secara benar. Apalagi shalat lima waktu itu sudah merupakan subsidi dari Allah SWT, yang sebelumnya 50 waktu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Lebih dari itu Kiai Kamal mengimbau warga agar senantiasa menjalankan shalat secara berjamaah. “Dengan Jamaah insyaAllah shalat kita semua dikabulkan oleh Allah,” jelasnya.

Dalam riwayat disebutkan, shalat berjamaah lebih utama 27 derajat dibandingkan dengan shalat yang ditunaikan secara munfarid atau sendirian. Shalat mencakup beberapa syarat dan rukun yang harus dipenuhi oleh setiap yang menjalankannya.

Ibarat mengendarai kendaraan umum, semua penumpang baik yang tidak bisa berkendara maupun yang sangat mahir berkendara akan sampai di tempat tujuan bersama-sama.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Jika dilaksanakan dengan berjamaah InsyaAllah kekurangan-keurangan jamaah akan ditanggung bersama-sama,” lanjutnya.

Usai taushiyah, sejenak kemudian peringatan Isra’ Mi’raj dilanjutkan dengan pembacaan maulid al-Barjanzi, tahlil, doa, dan kepungan atau makan bersama. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 24 Desember 2017

Banser Versi Belakang Layar

Oleh Ahmad Naufa

Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan salah satu sayap kekuatan NU yang berada dalam organbisasi underbownya, Gerakan Pemuda Ansor. Banser, dalam perkembangannya, terus-menerus tumbuh dan silih berganti, seiring dengan pergeseran waktu dan perkembangan jaman.

Dalam suatu obrolan yang saya dengar, di ruang instruktur Banser dalam Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) di Purworejo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, ada beberap cerita yang diungkap oleh para instruktur, yaitu Banser-Banser senior yang telah terlatih.?

Banser Versi Belakang Layar (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Versi Belakang Layar (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Versi Belakang Layar

"Tadi, TNI geleng-geleng melihat tekad dan semangat anak-anak Banser, setelah saya menjawab pertanyaan mereka tentang seluk-beluk acara," kata salah satu di antaranya, membuka obrolan. Instruktur lain menyimak.

"Pak, personil-personil Banser ini mengikuti pelatihan selama beberapa hari, meninggalkan pekerjaan, keluarga dan istri. Untuk mengikuti kursus ini, mereka mencukupi kebutuhan selama keluarga ditinggalkan. Tidak hanya itu, mereka juga membayar pendaftaran, dan membeli perlengkapan sendiri. Sampai di acara, mereka juga mau disiksa dengan beberapa materi lapangan berat yang Anda sampaikan," jelasnya, kepada komandan serdadu TNI yang melatih Banser.

Sang komandan pun geleng-geleng kepala. Seakan ia takjub: apa motif di balik ini semua? Tentu bukan pangkat, jabatan, apalagi harta.

"Saya juga punya cerita menarik," imbuh instruktur lain, masuk obrolan. "Dulu, di hari pertama Diklatsar, ada seorang purnawirawan TNI yang ingin mendaftar jadi Banser, tetapi ditangguhkan," ungkapnya. Kurang lebih pembicaraannya seperti ini:

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Pak, saya pensiunan TNI. Saya ingin mengabdikan diri saya dan kemampuan saya untuk Banser NU. Saya mau ikut acara Diklatsar ini"

"Oh, iya Pak. Boleh sekali anda masuk Banser. Tetapi, tidak bisa hari ini. Pendaftaran sudah tutup beberapa hari yang lalu. Bapak ikut Diklat di zona selanjutnya saja, nanti kita kontak"

Cerita itu, kemudian disambar oleh instruktur lain.

"Kalau pensiunan TNI masuk Banser memang banyak, saya sering menemui di Diklatsar maupun Susbalan di berbagai kabupaten," ketusnya, sambil mengangkat gelas bening berisi kopi. "Mereka rata-rata ingin mengabdikan diri di sisa-sisa umurnya, di dunia yang selama ini tak asing baginya: kemiliteran, kebelanegaraan dan khususnya keagamaan," imbuhnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Obrolan santai itu masih berlanjut. Sepertinya masing-masing punya cerita dan pengalaman tersendiri.?

"Saya juga pernah menemui seorang yang sudah kaya-raya, mapan, dan bahkan anaknya bekerja di BUMN, tetapi mau masuk Banser. Alasannya sederhana tapi berat pelaksanaannya: mau menghibahkan diri untuk kepentingan orang lain, bermanfaat bagi sesama, yang selama ini cenderung memikirkan diri sendiri dan, maksimal, untuk keluarga," kata seorang instruktur.?

Ia mengambil nafas beberapa jenak, kemudian melanjutkan. "Tapi ada sedikit keanehan untuk Banser yang satu ini?," terusnya.

"Keanehan seperti apa?" serobot, seseorang diantara kami, penasaran.

"Dia itu, di kegiatan NU maupun kebanseran, banyak membantu dan menyumbang dana untuk NU. Maklum, dia kaya raya. Tapi, kalau pas ndilalah diminta mengamankan pengajian dan ada uang transport, meskipun kecil untuk sekadar seliter-dua liter bensin, kalau dia tidak dikasih, dia marah," tuturnya. Semua dari kami pun tertawa, sambil berpikir.

"Mungkin, meskipun bisyaroh-nya kecil, kalau bisyaroh hasil ngepam - istilah untuk Banser yang sedang bertugas - hasilnya beda: ada kepuasan dan keberkahan tersendiri," kata salah satu dari kami, mencoba menafsiri.

Suasana di ruang itu begitu hangat, cair dan renyah dengan obrolan seputar NU khususnya Banser yang seakan tiada habisnya.?

Saya sendiri, menyaksikan bagaimana Banser bekerja untuk NU dan bangsa. Tiap kali acara, khususnya acara-acara ke-NU-an, mereka senantiasa siap siapa berjaga, bahkan sampai fajar tiba. Mereka mengawak para kiai yang memasuki arena, di tengah ribuan jamaah yang menyerbu ingin semuanya bersalaman. Tak peduli panas terik matahari dan guyuran hujan, jika sudah tugas organisasi, mereka melaksanakan sepenuh hati. Mereka, selain penerus sejarah panjang Banser, Ansor, NU, Indonesia dan Islam, dengan segala dinamikanya, menjadi Banser adalah sebuah passion dan way of life. Banyak dari mereka yang bangga memakaikan seragam Banser kepada istrinya, anak kecilnya dan bahkan dikenakan ketika pernikahan tiba, salah satu moment terpenting dalam hidupnya.?

Di usianya yang makin tua, dan dihadapkan pada berbagai tantangan kebangsaan seperti terorisme, disintegrasi bangsa, intoleransi antarumat beragama dan berbagai potensi konflik sosial, Banser terus memperbaiki diri dari hari ke hari. diklat-diklat terus dilakukan, untuk memperbaharui anggota, juga pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan SDM. Diklatsar khusus mahasiswa dan dosen muda pun terus gencar digelar.?

Menjelang Harlah GP Ansor yang ke-83 semenjak 24 April 1934, jutaan anggota Banser menjadi semakin penting keberadaannya di Tanah Nusantara. Di Negara Pancasila: NKRI. Yah, mereka punya strategi, punya kekuatan dan punya semangat yang berapi-api. Banser bukan intelektual yang hanya duduk membaca, diskusi dan menulis di depan komputer. Mereka bukan profesor yang banyak menemukan teori. Mereka juga bukan politisi yang bicara tetek bengek persoalan negeri, yang beberapa diantaranya diam-diam korupsi. Banser ada ketika negeri ini dikoyak, agama dan ulama dihujat, yang tak hanya pandai bicara, tetapi siap mengalirkan darah dan nyawa.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan, PonPes, RMI NU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 09 Desember 2017

Venezuela Usir Dua Perusahaan Minyak AS

Caracas, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Lagi, Venezuela menunjukkan keberaniannya "melawan" Amerika Serikat (AS). Belum lama ini, Presiden Hugo Chavez memerintahkan dua perusahaan minyak AS yang beroperasi di wilayahnya untuk segera "angkat koper" dari negerinya. Pasalnya, dua perusahaan multinasional itu tidak mau mematuhi aturan pembagian saham yang ditetapkan pemerintah baru-baru ini.

Dua perusahaan minyak yang terancam didepak dari Venezuela itu adalah Exxon Mobil dan Conoco Phillips.

Venezuela Usir Dua Perusahaan Minyak AS (Sumber Gambar : Nu Online)
Venezuela Usir Dua Perusahaan Minyak AS (Sumber Gambar : Nu Online)

Venezuela Usir Dua Perusahaan Minyak AS

"Karena menolak peraturan baru yang berlaku, dua perusahaan itu harus meninggalkan Venezuela tanpa kompensasi apa pun dari pemerintah," tandas Menteri Energi Rafael Ramirez.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Saat ini, kepastian kepergian Exxon Mobil dan Conoco Phillips masih dalam tahap perundingan final dengan pemerintah Venezuela.

Ramirez menegaskan, era "keterbukaan minyak" sudah berakhir di negerinya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Sejak tahun lalu, kami sudah sangat jelas menyatakan bahwa kami (Venezuela) tidak tertarik bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang tidak bersedia mematuhi aturan dan hukum kami," paparnya sembari meninggalkan gedung parlemen Venezuela.

Sebaliknya, perusahaan asing yang patuh akan diberi kesempatan sekitar 25 tahun lagi untuk berkiprah di Venezuela.

Menurut Ramirez yang juga menjabat presiden perusahaan minyak negara Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) itu, pemerintah tidak akan memberikan ganti rugi pengusiran kepada Exxon Mobil dan Conoco Phillips. Pasalnya, dua perusahaan tersebut sebenarnya sudah sangat memahami aturan bermain di negeri yang memiliki cadangan minyak bumi terbesar di dunia itu.

"Mereka sendirilah yang memilih diusir."

Sejak gencar menasionalisasi aset-aset penting negara beberapa waktu lalu, Chavez selalu memprioritaskan badan usaha milik pemerintah.

Sebagai negara penghasil minyak terbesar Amerika Latin yang juga anggota OPEC, PDVSA menjadi sorotan utama Venezuela.

Tahun lalu, Chavez mewajibkan seluruh perusahaan multinasional yang beroperasi di negaranya memberikan 60 persen sahamnya kepada PDVSA.

Menurut Badan Energi Internasional, Venezuela mampu menghasilkan 2,6 juta barel minyak per hari.

Sebelumnya, Ramirez dan sejumlah perusahaan minyak asing yang bersedia mematuhi aturan baru Venezuela, telah meneken kontrak baru.

Rabu pagi (30/8) lalu, dia mempresentasikan kontrak baru itu di hadapan parlemen, dalam pertemuan tertutup selama beberapa jam. Di bawah kontrak baru bernilai multimiliar dolar itu, perusahaan-perusahaan minyak asing yang beroperasi di tepian Sungai Orinoco tersebut berpotensi diikat dalam sebuah proyek patungan (joint ventures).

"Kami telah memaparkan seluruh informasi yang ada kepada komisi pemerintah. Selain itu, kami juga sudah memeriksa semua klausul baru yang ditambahkan dalam kesepakatan tersebut," terang Ramirez usai berunding dengan parlemen.

Termasuk, nilai kompensasi yang bakal mereka berikan kepada perusahaan asing tersebut atas investasi yang ditanamkan di PDVSA. Menurut dia, parlemen baru akan memberikan jawaban mereka atas kontrak baru itu, sekitar dua pekan lagi.

Hingga saat ini, masih ada empat perusahaan minyak asing yang bertahan di Venezuela di bawah aturan baru. Keempat perusahaan itu adalah BP PLC (BP), Chevron Corp. (CVX), Statoil ASA (STO) dan Total SA (TOT). Sementara, Exxon Mobil dan Conoco Phillips yang berasal dari negara importir minyak terbesar Venezuela, harus segera hengkang. (afp/jp/dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Fragmen, Amalan, Nahdlatul Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 02 Desember 2017

Hadang Radikalisme, LDNU Bojonegoro Latih Para Dai

Bojonegoro, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Cabang Lembaga Dakwah (LDNU) Bojonegoro menggelar pelatihan dai di gedung lantai 2 Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Balen, Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (25/10). Pelatihan ini diikuti sekitar 108 peserta dari seluruh pengurus MWCNU dan utusan Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU).

Ketua LDNU Bojonegoro Mulazim mengatakan, kegiatan ini penting dilakukan untuk meningkatkan kemampuan para dai dalam berdakwah, terutama turut menjaga diri dari aliran garis keras yang ada. "Pelatihan ini sebagai benteng radikalisasi agama," terangnya.

Hadang Radikalisme, LDNU Bojonegoro Latih Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadang Radikalisme, LDNU Bojonegoro Latih Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadang Radikalisme, LDNU Bojonegoro Latih Para Dai

Menurutnya, sekarang ini banyak aliran-aliran yang tidak sesuai dengan paham Ahlussunnah wal Jamaah yang mengedepanan toleransi dan siap moderat. Kelompok-kelompok tersebut hadir dengan senantiasa menggembosi praktik-praktik keagamaan di kalangan warga NU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pembinaan bertema “Optimalisasi Peran Dai Nahdlatul Ulama dalam Pemantapan Aswaja” ini? diisi dai dari pengurus cabang yang sudah berpengalaman, serta dihadiri pula utusan dari LDNU Jawa Timur.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Di masyarakat banyak yang menyudutkan kita. Dianggap amaliyah kita syirik. Kita perlu memiliki dasar dan dalill untuk meng-counter-," sambungnya.

Ditambahkan, selain pelatihan, LDNU Bojonegoro juga mengadakan kegiatan rutin setiap Ahad Kliwon di Masjid Babushofa Bojonegoro.

Ketua PCNU Bojonegoro Cholid Ubed mengapresiasi kegiatan LDNU yang melatih dai-dai di Kabupaten Bojonegoro. Mereka, katanya, dapat menjadi ujung tombak syiar Ahlussunnah wal Jamaah nantinya.

Apalagi dengan banyaknya tontonan di televisi menjadi contoh, agar ceramah menjadi menarik bagi para masyarakat. "Camarah tidak monoton dan menjadi kreatif, sehingga umat dapat meresapi dan merasakan ceramah," pungkasnya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga, Kajian, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 29 November 2017

Pemkab Probolinggo Santuni 1.750 Anak Yatim

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Dalam rangka berbagi kebahagiaan dan memulyakan anak yatim, Pemkab Probolinggo bekerja sama dengan KKKS dan Baznas Kabupaten Probolinggo memberikan santunan kepada 1.750 anak yatim, Rabu (12/10) siang.

Pemkab Probolinggo Santuni 1.750 Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Probolinggo Santuni 1.750 Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Probolinggo Santuni 1.750 Anak Yatim

Pemberian santunan bertajuk Semarak Bulan Muharram 1438 H, Hidup Mulia Bersama Anak Yatim ini dipusatkan di Gedung Islamic Center Kota Kraksaan. Santunan ini diberikan untuk memaksimalkan momentum peringatan 10 Muharram 1428 yang merupakan harinya anak yatim.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Moch. Nawi dan jajaran Forkopimda, Rais PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin al Hariri serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Probolinggo.

Tampak pula Ketua Umum KKKS Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko didampingi Wakil Ketua Hj. Yuni Nawi, Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Selain menerima santunan, para anak yatim piatu dari 24 kecamatan, ormas dan Yayasan Anak Yatim di Kabupaten Probolinggo ini juga memperoleh mukena, sarung dan alat-alat tulis sekolah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Moch. Nawi dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk mengingatkan tentang keistimewaan dan keutamaan tanggal 10 Muharram. ”Kegiatan ini semata-mata untuk mengingatkan bahwa 10 Muharram adalah hari istimewa dan hari ulang tahunnya yatim piatu,” ungkapnya.

Menurut Nawi, begitu pentingnya menyantuni anak yatim sehingga bagi yang tidak memperhatikan anak yatim dan menafkahi orang miskin dianggap orang yang mendustakan agama. Bahkan dalam sebuah hadits juga disebutkan bahwa yang menanggung anak yatim nanti di surga oleh Rasulullah diibaratkan seperti jari telunjuk dan jari tengah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Begitu mulianya kalau kita ingin memulyakan anak yatim. Sebab nantinya akan bersama Rasulullah di surga seperti jari telunjuk dan jari tengah. Hal ini dikarenakan anak yatim sangat membutuhkan bimbingan baik jasmani maupun rohani,” tegasnya.

Kepada anak-anak yatim piatu Nawi berpesan agar senantiasa rajin sekolah, rajin mengaji serta selalu mematuhi nasehat orang tua dan guru di sekolah. Sebab semua itu adalah bekal di masa depan nanti.

Dalam kesempatan tersebut Nawi juga memberikan santunan kepada para anak yatim yang mampu menjawab pertanyaan seputar agama dan surat-surat pendek dalam Al Qur’an. Jumlah santunan yang diberikan tidak sama sesuai dengan jawaban yang disampaikan. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 26 November 2017

Presiden: Kalau Tidak Berani Meloncat, Indonesia akan Tertinggal

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengungkapkan di era globalisasi dan teknologi persaingan antar negara sangat ketat, dan bila tidak berani meloncat, Indonesia akan tertinggal.

Hal itu disampaikan Joko Widodo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kemaritiman, di Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis, (4/5) pagi.

Presiden: Kalau Tidak Berani Meloncat, Indonesia akan Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden: Kalau Tidak Berani Meloncat, Indonesia akan Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden: Kalau Tidak Berani Meloncat, Indonesia akan Tertinggal

“Saat ini bukan lagi yang besar mengalahkan yang kecil, juga bukan yang kuat mengalahkan yang lemah. Tetapi yang cepat mengalahkan yang lambat. Siapa dan negara mana pun,” papar Joko Widoddo.

Ia menegaskan loncatan bagi Indonesia bisa saja terjadi. “Itu tergantung niat atau tidak niat, mau atau tidak mau. Bukan masalah pintar atau tidak pintar,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jokowi mengungkapkan pemerintah melakukan berbagai terobosan untuk membangkitkan potensi kelautan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat.

“Infrastruktur maritim, tol laut, pembangunan pelabuhan Indonesia mampu menurunkan harga-harga logistik di Indonesia bagian timur. Bila trayek dan rute semakin banyak, tentu akan lebih baik,” kata Joko Widodo.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Potensi ekonomi kelautan Indonesia mencapai 1,33 tiliun dolar. Angka itu senilai 19.000 triliun rupiah. “Tapi kalau pengelolaannya hanya itu saja, rutinitas monoton, tidak ada terobosan jangan harap potensi itu bisa didapatkan,” Jokowi mengingatkan.

Menurutnya bila dari potensi di atas dapat tercapai sepuluh persen saja sudah termasuk bagus. Beberapa langkah dapat terus dilakukan dalam mewujudkan potensi tersebut. Di antaranya pemanfaatan budidaya aqua kultur.?

“Kita harus ajari nelayan kita untuk tahu potensi yang ada agar nilai tambah dari barang yang ada bisa puluhan kali dari yang kita lakukan saat ini,” lanjutnya.

Ia mendorong agar riset dan pengembangan teknologi tak terkecuali di bidang kelautan terus dilakukan. “Jangan terlalu linear dan monoton. Padahal dunia berubah begitu cepat," tegas Jokowi.

Teknologi harus kita kejar tanpa itu sulit mengejar ketertinggalan kejar dengan negara lain,” tegasnya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Sejarah, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 23 November 2017

Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi

Tanjungpinang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi, menegaskan warga NU harus melakukan pembaharuan di seluruh sektor kehidupan, namun tidak mengubah pemahaman organisasi yang didirikan pada 1925 itu.

Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi

"Pemahaman yang lama boleh dipertajam, tetapi tidak diubah. Pemahaman lama yang bagus, harus dipertahankan dengan cara apapun," kata dia, saat memberi kata sambutan pada pengukuhan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tanjungpinang 2014-2019, di Tanjungpinang, Jumat.

Dia mengatakan NU terancam pengaruh negatif sehingga warga NU harus berjalan sesuai dengan rel, yaitu ajaran Islam. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"NU sudah memiliki pedoman, yang seharusnya dipatuhi, bukan diubah atau dirusak," katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Muzadi yang juga angggota Dewan Pertimbangan Presiden mengatakan warga NU harus dapat menggunakan teknologi tinggi tapi tidak melupakan ajaran Islam. Pemikiran warga NU juga harus berkembang sesuai kebutuhan bangsa dan negara.

"Pakai sarung, boleh, tapi pemikiran maju," ujarnya. Dia mengemukakan NU mendukung kebijakan-kebijakan yang ditetapkan pemerintah dan memberi kritikan yang konstruktif.

Contohnya, NU mendukung UU Antikorupsi yang sejalan dengan ajaran Islam. "Tidak perlu UU Islam Antikorupsi. UU Antikorupsi sekarang cukup baik," katanya.

Dia juga mengingatkan jangan ada pemikiran atau menganggap negara ini kafir sehingga harus dihancurkan, dan diganti dengan negara Islam.

"Roh NU adalah roh negara NKRI. Ini sudah terbukti," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan, News, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock