Sabtu, 09 Desember 2017

Venezuela Usir Dua Perusahaan Minyak AS

Caracas, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Lagi, Venezuela menunjukkan keberaniannya "melawan" Amerika Serikat (AS). Belum lama ini, Presiden Hugo Chavez memerintahkan dua perusahaan minyak AS yang beroperasi di wilayahnya untuk segera "angkat koper" dari negerinya. Pasalnya, dua perusahaan multinasional itu tidak mau mematuhi aturan pembagian saham yang ditetapkan pemerintah baru-baru ini.

Dua perusahaan minyak yang terancam didepak dari Venezuela itu adalah Exxon Mobil dan Conoco Phillips.

Venezuela Usir Dua Perusahaan Minyak AS (Sumber Gambar : Nu Online)
Venezuela Usir Dua Perusahaan Minyak AS (Sumber Gambar : Nu Online)

Venezuela Usir Dua Perusahaan Minyak AS

"Karena menolak peraturan baru yang berlaku, dua perusahaan itu harus meninggalkan Venezuela tanpa kompensasi apa pun dari pemerintah," tandas Menteri Energi Rafael Ramirez.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Saat ini, kepastian kepergian Exxon Mobil dan Conoco Phillips masih dalam tahap perundingan final dengan pemerintah Venezuela.

Ramirez menegaskan, era "keterbukaan minyak" sudah berakhir di negerinya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Sejak tahun lalu, kami sudah sangat jelas menyatakan bahwa kami (Venezuela) tidak tertarik bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang tidak bersedia mematuhi aturan dan hukum kami," paparnya sembari meninggalkan gedung parlemen Venezuela.

Sebaliknya, perusahaan asing yang patuh akan diberi kesempatan sekitar 25 tahun lagi untuk berkiprah di Venezuela.

Menurut Ramirez yang juga menjabat presiden perusahaan minyak negara Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) itu, pemerintah tidak akan memberikan ganti rugi pengusiran kepada Exxon Mobil dan Conoco Phillips. Pasalnya, dua perusahaan tersebut sebenarnya sudah sangat memahami aturan bermain di negeri yang memiliki cadangan minyak bumi terbesar di dunia itu.

"Mereka sendirilah yang memilih diusir."

Sejak gencar menasionalisasi aset-aset penting negara beberapa waktu lalu, Chavez selalu memprioritaskan badan usaha milik pemerintah.

Sebagai negara penghasil minyak terbesar Amerika Latin yang juga anggota OPEC, PDVSA menjadi sorotan utama Venezuela.

Tahun lalu, Chavez mewajibkan seluruh perusahaan multinasional yang beroperasi di negaranya memberikan 60 persen sahamnya kepada PDVSA.

Menurut Badan Energi Internasional, Venezuela mampu menghasilkan 2,6 juta barel minyak per hari.

Sebelumnya, Ramirez dan sejumlah perusahaan minyak asing yang bersedia mematuhi aturan baru Venezuela, telah meneken kontrak baru.

Rabu pagi (30/8) lalu, dia mempresentasikan kontrak baru itu di hadapan parlemen, dalam pertemuan tertutup selama beberapa jam. Di bawah kontrak baru bernilai multimiliar dolar itu, perusahaan-perusahaan minyak asing yang beroperasi di tepian Sungai Orinoco tersebut berpotensi diikat dalam sebuah proyek patungan (joint ventures).

"Kami telah memaparkan seluruh informasi yang ada kepada komisi pemerintah. Selain itu, kami juga sudah memeriksa semua klausul baru yang ditambahkan dalam kesepakatan tersebut," terang Ramirez usai berunding dengan parlemen.

Termasuk, nilai kompensasi yang bakal mereka berikan kepada perusahaan asing tersebut atas investasi yang ditanamkan di PDVSA. Menurut dia, parlemen baru akan memberikan jawaban mereka atas kontrak baru itu, sekitar dua pekan lagi.

Hingga saat ini, masih ada empat perusahaan minyak asing yang bertahan di Venezuela di bawah aturan baru. Keempat perusahaan itu adalah BP PLC (BP), Chevron Corp. (CVX), Statoil ASA (STO) dan Total SA (TOT). Sementara, Exxon Mobil dan Conoco Phillips yang berasal dari negara importir minyak terbesar Venezuela, harus segera hengkang. (afp/jp/dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Fragmen, Amalan, Nahdlatul Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kami ada untuk indonesia, Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock