Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

KH Nuril Huda: Mahasiswa Harus Selalu Bergerak!

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. “Mahasiswa harus selalu bergerak. Kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat harus ditentang. Jangan takut salah,” kata KH. Nuril Huda, pendiri PMII 1960 dalam acara Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tasyakuran Harlah ke-52 PMII? di Graha Mahbub Djunaidi PB PMII, Salemba, Jakarta, Senin (16/4) malam lalu.

KH Nuril Huda: Mahasiswa Harus Selalu Bergerak! (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Nuril Huda: Mahasiswa Harus Selalu Bergerak! (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Nuril Huda: Mahasiswa Harus Selalu Bergerak!

Aktivis PMII generasi awal ini berorasi dengan penuh semangat. Ia berkata bahwa kader PMII mesti berani berpikir dan bergerak. Kesalahan dalam melakukan manuver janganlah menghambat laju pergerakan kader PMII. Kesalahan gerakan yang dilakukan mahasiswa bisa dimaklumi oleh masyarakat. Yang diutamakan adalah gerakannya, bukan nilai hasilnya, tandasnya.

Sedikitnya, 200 orang lebih kader PMII menghadiri Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tasyakuran Harlah ke-52 PMII. Mereka memadati halaman yang tersedia. Senin ? malam yang semakin larut, tak mengurangi semangat kader PMII. Sejumlah panitia dan pemuda setempat tampak mengatur lalu lintas. Mereka membantu arus lintasan tetap mengalir lancar mengingat posisi acara berlangsung tepat di simpang tiga Salemba Tengah, Jakarta Pusat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kalimat sambutan KH. Nuril Huda di atas panggung, membakar semangat para kader. Semangatnya sangat relevan dengan tema Harlah PMII ke-52 ‘Kembalikan Kedaulatan ke Tangan Rakyat’. KH. Nuril Huda menegaskan kembali watak pergerakan PMII. PMII sepanjang kiprahnya membuktikan semangat pergerakan dalam setiap manuvernya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

KH Nuril Huda mengulas kembali lembaran kontribusi PMII dalam sejarah pergerakan mahasiswa di Indonesia. Ia menegaskan bahwa PMII sebagai gerakan mahasiswa yang berhaluan Ahlussunah wal Jama‘ah dan ke-Indonesiaan, mesti mengisi lembaran-lembaran pergerakan ke depan sesuai dengan dua haluan itu yang berjiwa gerakan.

Sekurangnya, terdapat dua hal yang menjadi tugas dan tanggung jawab kader PMII sebagai mahasiswa. Baginya, pengetahuan yang mendalam dan keberanian adalah karakter pokok kader PMII. Pengetahuan mendalam mesti digali untuk memahami utuh persoalan yang dihadapi masyarakat. Keberanian adalah pelaksanaan atas pengetahuan yang berwujud gerakan-gerakan konkrit.

Watak dan jiwa gerakan, masih bersarang dalam diri KH. Nuril Huda. Semangatnya tak meredup meski usianya tak lagi bisa dibilang muda. Gelora jiwanya tetap menderu dan berkobar menyala. Ketegasan sikap gerakan dalam jiwanya memantul kepada kader-kader muda PMII. Harlah ke-52 PMII? ini menjadi kesempatan emas bagi kader muda untuk menimba roh gerakan dari KH. Nuril Huda, generasi awal PMII. Semangat yang bergolak dan karakter yang tegas, bisa ditemukan salah satunya dalam jiwa KH. Nuril Huda, pendiri PMII 52 tahun silam.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 17 Februari 2018

Fiqh Medsos: Suarakan Haq Tinggalkan Hoax

Oleh Sadullah Affandy

Zaman jahiliyah opini tergantung ungkapan para penyair, jika pujangga tersebut memuji sesuatu, masyarakat Arab saat itu turut memujinya. Sebaliknya jika mereka mengumpat sesuatu maka rakyat pun beramai-ramai latah mencaci sesuatu tersebut.

Fiqh Medsos: Suarakan Haq Tinggalkan Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqh Medsos: Suarakan Haq Tinggalkan Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqh Medsos: Suarakan Haq Tinggalkan Hoax

Ketika Islam datang dengan Al-Qurán, yang kalamnya lebih indah, lebih bermakna, di situlah masyarakat Arab berbondong-bondong masuk Islam. Ini salah satu kekuatan mukjizat Al-Qurán, redaksinya dapat memukau dan menggetarkan hati bagi yang mendengarnya.

Perkembangannya kemudian, kekuatan opini bukan lagi dikendalikan para penyair, akan tetapi wartawan, para kuli tinta. Mereka dianggap sebagai kekuatan perubahan sosial, tapi itu sudah berlalu. Kini dominasi opini itu digerakkan oleh kekuatan media sosial (medsos). Informasi dunia maya ini melesat cepat merubah mindset dan perilaku manusia. Parahnya medsos dijadikan alat provokasi, fitnah dan caci maki, dengan menghalalkan segala cara (? ? ?) karena semestinya kaidah yang benar adalah "tujuan tidak boleh menggunakan segala cara kecuali dengan dalil" (? ? ? ?).

Informasi hoax yang massif dan bergentayangan di tengah masyarakat dari satu gadget ke gadget yang lain disantapnya tanpa sensor, seolah menjadi kebenaran. Informasi hoax sudah dianggap sebagai berita haq, fakta yang mutawatir, hal ini sunggguh memprihatinkan.?

Apakah penyebar hoax mengira, medsos merupakan alat perang, sehingga tipu daya dan hoax dibenarkan (? ?). Jika berkeyakinan menganggap medsos disamakan dengan ‘medan peperangan’ sungguh keliru besar.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Saya berharap anggapan tersebut hanya salah persepsi. Medsos adalah sarana komunikasi dan informasi, sehingga alangkah indahnya, jika ia dijadikan media silaturrahim, media pemberi nasehat kebaikan, pendidikan, kesehatan, dan informasi aktual positif lainnya. Karena media adalah upaya untuk meraih sebuah gool idea, antara sarana dan tujuan sehinga mempunyai bobot hukum yang sama (? ? ? ?).

Di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu kuat dan mudah, dimana informasi berita dapat dinikmati oleh siapa pun dan dimana pun berada, kita dituntut untuk lebih arif dan hati-hati dalam menyikapi informasi yang diterima. Informasi yang diterima jangan langsung ditelan mentah-mentah dan langsung disebarkan kepada orang lain. Akan tetapi informasi tersebut harus dicari keabsahannya, sehingga ketika di sebar tidak menimbulkan fitnah atau masalah baru.

Lebih dari 14 abad yang lalu, Al-Qurán sudah memperingatkan tentang bahaya menyebarkan kebencian dan aib orang lain serta bahaya fitnah. Bagi mereka yang suka menggunjing dan menyebarkan kebencian dan aib orang lain, diibaratkan orang yang memakan bangkai temannya sendiri, sebagaimana termaktub dalam surat al-Hujurat ayat 12;

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.Menebar kebencian saja dilarang apalagi sampai pada persoalan fitnah. Fitnah digambarkan dalam al-Quran sebagai sesuatu yang lebih kejam dari pembunuhan. Hal ini termaktub dalam surat al-Baqarah ayat 191;

? ? ? ? ?

...dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan.Menurut Tenaga Ahli Bidang Diseminasi Informasi Publik Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Ismail Cawidu, ciri-ciri mengenali berita hoax adalah:



“Pertama, biasanya berita-berita itu ada kata-kata di bawahnya “agar disebarluaskan”. Itu pasti. Itu ciri pertama. “Agar dishare, jangan berhenti di anda”. Itu salah satu ciri. Kemudian kalau kita mau menguji, buka di media lain apakah berita tersebut juga dimuat oleh media lain. Kalau tidak dimuat, tidak ada media yang memuat, itu salah satu ciri bahwa berita itu hoax. Kemudian penggunaan kalimat itu bisa diketahui, bisa dikenali dan diketahui. Biasanya bahasa-bahasanya itu dalam bahasa yang bersifat instruktif, bahasa-bahasa yang tidak biasa seperti sebuah berita yang layaknya berita bagus. Kemudian kalau itu foto, pasti bisa diketahui kalau karena ada logikanya foto ini foto apa. Kemudian secara fisik bisa dibuktikan bahwa foto ini tidak benar. Jadi kalau hoax itu bukan hanya berita, termasuk foto, video, disebut hoax karena tidak mengandung kebenaran.”Sebegitu besarnya informasi hoax yang mengarah pada kebencian dan fitnah, penulis mengajak netizen (masyarakat internet) untuk lebih cerdas dalam mencerna informasi yang beredar. Sebelum informasi disebar, mari kita cek kebenarannya, jika informasi tersebut salah, jangan kita sebar lalu kita ingatkan orang memberikan informasi tersebut. Jika informasi itu benar dan bermanfaat bagi orang lain, barulah kemudian kita sebar. ? Dalam hal ini Allah berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Qs. Al-Hujarat [49]: 6).

Ayat tersebut merupakan landasan “fiqh medsos”, perintah Allah yang mengajarkan akhlak dan adab tentang pentingnya keharusan meminta klarifikasi dan validasi suatu informasi, terutama berita yang tidak bertuan akan sumber dan fakta kebenarannya. Salah-salah jika tidak mengindahkan etika tersebut berakibat menzalimi pihak lain, seperti pencemaran nama baik, atau perbuatan tidak menyenangkan yang pada akhirnya akan berhadapan hukum baik KUHP maupun UU ITE.









Penulis adalah Katib Syuriyah PBNU dan Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi

Blitar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kabar beredarnya bakso bercampur daging babi di beberapa daerah, mendapat respon NU dan MUI di Blitar dan Tulungagung, meski di dua daerah itu belum secara nyata ditemukan bakso bercampur babi.

Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi (Sumber Gambar : Nu Online)
Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi (Sumber Gambar : Nu Online)

Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi

“Kami minta pemerintah Blitar mengambil langkah antisipasi agar hal tersebut tidak terjadi di Blitar," ungkap Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai, pada Internet Marketer Nahdlatul UlamaBlitar Imam Kusnin, Selasa (18/12).

Pasalnya, beredarnya rumor tersebut memicu keresahan masyarakat. “Pemkab atau dinas instansi terkait harus pro aktif kelapangan, yakni untuk memastikan indikasi terjadinya pencampuran daging babi kemakanan seperti bakso jangan sampai terjadi," jelas Kiai Dain.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Apalagi, sebagian besar masyarakat Blitar dan Tulungagung merupakan warga muslim. Umat Islam harus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan," tambah Gus Dain panggilan akrab Kiai KH Masdain Rifai. 

Hal senada juga dinyatakan oleh Ketua MUI Tulungagung, KH Mohammad Hadi Mahfudz. Menurutnya, masalah ini harus disikapi sejak dini oleh pemerintah. Dan jangan sampai memicu keresahan masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada kesempatan itu Gus Dain maupun Kiai Hadi, meminta kepada pedagang daging atau makanan yang mengandung unsur daging sapi bersedia bekerjasama dengan pemerintah. Pasalnya, jika ketahuan masyarakat yang rugi adalah pedagang itu sendiri. 

“Kami meminta kepada pedagang tidak asal menjual produk daging–daging haram, khususnya kepada masyarakan muslim," tambah Kiai Hadi. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam, RMI NU, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 30 Januari 2018

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan

Gaza, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pembentukan pemerintahan nasional bersatu di Palestina masih tersendat-sendat. Pertemuan antara Presiden Mahmud Abbas dengan Perdana Menteri Ismail Haniyah untuk membahas susunan pemerintahan koalisi di Gaza, sejak Ahad (4/3) malam hingga dinihari, tidak menghasilkan kemajuan yang berarti.

Kedua pemimpin Palestina itu menyelesaikan pertemuan mereka lewat tengah malam, tanpa memberikan komentar pada para wartawan yang sudah menunggu. Juru bicara kabinet Hamas, Ghazi Hamad hanya mengatakan, pembahasan belum selesai dan masih akan dilanjutkan dalam beberapa hari mendatang.

"Mereka berharap sudah bisa mengumumkan pemerintahan koalisi di akhir tenggat waktu yang diberikan pada Haniyah, yang akan berakhir dua minggu lagi," kata Hamad.

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan

Pertemuan antara Abbas dan Haniyah di Gaza berlangsung selama tiga jam. Sebelum pertemuan, juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeineh mengatakan, tugas untuk menentukan posisi-posisi dalam pemerintahan koalisi yang dibebankan pada Haniyah, harus selesai dalam satu minggu ini.

"Pemerintahan berjalan dengan baik. Tidak ada masalah serius dalam konsultasi itu," tukas Rudeineh.

Abbas dan Haniyah rencananya akan melanjutkan pertemuan di Gaza sampai hari Selasa besok untuk membahas sejumlah persoalan yang masih belum disepakati oleh kedua belah pihak. Salah satunya adalah penentuan orang yang akan menjabat sebagai menteri dalam negeri. Hamas sudah mengajukan dua calon untuk posisi itu, tapi keduanya ditolak oleh Abbas. Posisi menteri dalam negeri adalah salah satu posisi strategis dalam kabinet, karena menteri dalam negerilah yang akan memegang kontrol seluruh aparat keamanan di Palestina.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Haniyah dan Abbas juga belum sepakat tentang siapa yang akan memegang jabatan deputi perdana menteri. Tapi tampaknya, posisi itu masih akan dipegang oleh Salam Fayyad karena dianggap cukup moderat dan diharapkan bisa membantu melonggarkan embargo finansial negara-negara Barat terhadap pemerintahan Hamas di Palestina.

Penunjukkan Ziad Abu Amar sebagai Menteri Luar Negeri, juga masih menjadi perdebatan antara Hamas dan Fatah. Hamas menginginkan penunjukkan Amar adalah bagian penunjukkan menteri-menteri dari kalangan independen, sementara Fatah menginginkan sebaliknya. (era/rif)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Budaya, Humor Islam, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kiai Miftah Berharap Kemabruran Jamaah Haji

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Wakil Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar berharap para calon jamaah haji Indonesia bisa melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan sempurna. Dengan kepasrahan selama menunaikan rukun Islam kelima ini, mereka bisa pulang dengan membawa haji yang mabrur.

"Selama menunaikan ibadah haji, para jamaah meninggalkan keluarga dan semua yang dimiliki," kata Kiai Miftah, sapaan akrabnya, Sabtu (22/8) siang, terkait musim pemberangkatan jamaah haji di berbagai daerah di Indonesia tahun ini.

Kiai Miftah Berharap Kemabruran Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Miftah Berharap Kemabruran Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Miftah Berharap Kemabruran Jamaah Haji

Demi melaksanakan seluruh kewajiban ibadah haji ini, para calon jamaah meninggalkan keluarga dan segala hal yang dicintai. "Semua itu adalah sebuah ketulusan," kata pengasuh Pondok Pesantren Miftahussunnah Kedungtarukan Surabaya ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Karena itu, tidak ada pilihan kecuali melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik. "Termasuk kegiatan ziarah ke sejumlah tempat bersejarah," tandas Rais Syuriah PWNU Jawa Timur ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kita doakan semoga seluruh rangkaian ibadah haji, umroh maupun ziarah ke tempat mustajab bisa lancar," pungkasnya. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 27 Januari 2018

Anjuran Islam tentang Etos Kerja dan Profesionalisme

Dalam Islam, kata “amal” bertebaran dalam al-Qur’an. Etos kerja menjadi hal kunci yang cukup mendapat banyak perhatian. Tak hanya kerja untuk kehidupan akhirat kelak, tapi juga kerja untuk keberlangsungan hidup di dunia. Islam melarang umatnya berpangku tangan atau menunggu belas kasihan orang. Sebaliknya, agama samawi ini menekankan pentingnya kerja keras dan profesionalitas.



Anjuran Islam tentang Etos Kerja dan Profesionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran Islam tentang Etos Kerja dan Profesionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran Islam tentang Etos Kerja dan Profesionalisme

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Bapak-bapak, saudara-saudara, para jamaah yang kami muliakan!  

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, umat Islam diarahkan oleh agamanya agar meningkatkan kualitas takwa dan keimanannya secara terus menerus dan berkesinambungan.

Meningkatkan kualitas taqwa, seorang muslim pasti akan meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agamanya secara baik dan lebih sempurna. Islam mengarahkan umatnya agar memiliki etos kerja yang tinggi dan mengarah pada profesionalisme. Bila kita perhatikan ayat-ayat al-Qur’an yang menekankan tentang iman kepada Allah, selalu diikuti dengan amal yang saleh yaitu bekerja secara baik, dengan etos kerja yang tinggi, rencana yang telah disiapkan dan mengarah pada profesionalisme.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam al-Qur’an banyak kita jumpai bimbingan dan pengarahan pada kegiatan seperti disebutkan di atas, misalnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya. Itulah kemenangan yang nyata.” (QS. al-Jatsiah, 45:30)

Hadirin sidang Jumat yang berbahagia!

Manusia yang beriman dan bekerja dengan baik, sehingga melahirkan karya-karya besar yang bermanfaat bagi sesamanya, disebutkan al-Qur’an sebagai manusia yang paling baik dan terpuji. Sesungguhnya manusia yang paling mulia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi sesamanya dan makhluk lain secara menyeluruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan melakukan pekerjaan yang baik, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” (QS. al-Bayyinah, 98:7)

Ayat lain dalam al-Qur’an menyebutkan bahwa orang-orang yang beriman dan bekerja secara baik dan profesional akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dua kebahagiaan itu merupakan suatu kemenangan yang agung yang kita dambakan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.” (QS. al-Buruj, 85:11)

Istilah bekerja dengan menggunakan kata amal dalam al-Qur’an, bukan saja dipakai dalam arti beramal atau bekerja untuk kehidupan akhirat, tapi digunakan juga untuk bekerja bagi kehidupan dunia. Sebagai contoh dapat dikemukakan ayat berikut ini:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (*)? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

 

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud”, dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Saba`, 34:10-11)

Hadits Rasulullah saw banyak yang mengarahkan umat manusia agar beretos kerja yang tinggi dan mengarah kepada profesionalisme sesuai dengan pengarahan dan bimbingan dari al-Qur’an seperti yang disebutkan di atas, diantaranya:



? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?)

Dari Aisyah r.a., sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, mengerjakannya secara profesional”. (HR. Thabrani, No: 891, Baihaqi, No: 334).

Dari hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, diceritakan bahwa ada seorang sahabat yang meminta bantuan kepada Nabi. Nabi memberi bantuan kepada sahabat itu, tetapi kemudian ia meminta lagi. Nabi memperingatkan sahabat itu dan mengajarkannya supaya ia tidak selalu meminta, mencari belas kasihan orang lain. Karena sesungguhnya tangan di atas atau memberi adalah lebih baik dari tangan di bawah yang meminta.

Selanjutnya Nabi bertanya kepada sahabatnya itu, apakah ia masih memiliki sesuatu di rumahnya. Sahabat itu menjawab bahwa ia tidak memiliki suatu apapun, kecuali sebuah mangkok tua. Nabi berkata padanya, “Besok kamu bawa mangkok itu, akan aku lelangkan kepada sahabat yang lain.” Esok harinya sahabat itu membawa mangkok tersebut dan diserahkan kepada Nabi. Nabi mengumumkan pada para sahabat, siapa yang akan menolong temannya dengan jalan membeli mangkok miliknya. Beberapa sahabat berkenan membelinya, akhirnya diambillah harga yang paling tinggi senilai dua dirham.

Nabi menyerahkan kepada pemilik mangkok itu satu dirham untuk membeli makanan bagi keluarganya. Kata Nabi, yang satu dirham lagi kamu belikan kapak besar, lalu bawa kemari. Setelah diberikan kepada Nabi, Nabi memasangkan gagangnya lalu berkata, “Sekarang kamu pergi cari kayu dan jual ke pasar. Selama lima belas hari aku tidak mau melihatmu. ”Sahabat itu kemudian bekerja sesuai dengan yang disarankan Nabi. Setelah itu ia kembali kepada Nabi dengan membawa keuntungan sepuluh dirham. Nabi bersabda padanya, “Hal ini lebih baik bagimu daripada meminta belas kasihan orang lain yang akan menjadi noda pada wajahmu di hari kiamat.”

Betapa kerasnya Islam mengarahkan umatnya agar mau bekerja keras dan bekerja secara profesional serta mencela mereka yang besikap pemalas dan suka meminta belas kasihan orang lain. Hal itu tergambar dalam hadits berikut ini, Abu Abdirrahman Auf bin Malik al-Asyja’i berkata:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?)

Ketika kami sedang duduk bersama beberapa orang sahabat, jumlah kami kira-kira tujuh, delapan atau sembilah orang, datang pada kami Rasulullah saw seraya bersabda, “Tidakkah kamu berbaiat kepada Rasulullah?”. Saat itu kami baru saja berbaiat kepadanya. Maka kami menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami telah berbaiat kepadamu.” Kemudian Nabi saw bersabda lagi, “Tidakkah kamu berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami pun kembali menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami telah berbaiat kepadamu.”  Lalu beliau bersabda lagi, “Tidakkah kamu berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami segera mengulurkan tangan untuk berbaiat sambil berkata, “Kami telah berbaiat, wahai Rasulullah, maka baiat apa lagi yang harus kami sampaikan?”. Nabi menjawab, “Berbaiat untuk menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kemudian shalat lima waktu serta taat kepada Allah.” Kemudian Nabi saw merendahkan suaranya sambil bersabda, “Dan jangan meminta-minta suatu apapun kepada orang lain.” Betapa kesungguhan para sahabat menerima baiat Nabi tadi, perawi hadits meriwayatkan bahwa ia melihat sebagian dari mereka yang ada di situ, cambuk kendaraannya jatuh, dan ia tidak meminta pertolongan kepada siapa pun untuk mengembalikannya. (HR. Muslim: No.1729)

Sungguh amat tercela orang yang selalu meminta-minta belas kasihan orang lain, ia akan menghadap kepada Allah di hari kiamat dengan muka bagaikan tengkorak.



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, Rasulullah saw bersabda, “Seorang tidak henti-hentinya meminta belas kasihan kepada orang lain, hingga nanti ia akan datang pada hari kiamat dengan bentuk muka yang tidak berdaging (seperti tengkorak).” (HR. Bukhari: No. 1381 dan Muslim: No. 1725)

Keterangan di atas menjelaskan kepada kita betapa besarnya bimbingan ajaran Islam agar manusia memiliki iman dan takwa yang sempurna, beretos kerja tinggi dan mengarah pada profesionalisme. Dengan demikian kehadirannya di dunia ini akan bermakna, memberikan andil yang baik bagi peradaban umat manusia dan dapat melahirkan karya-karya besar yang spektakuler bagi sesama makhluk-Nya.

Para jamaah yang berbahagia!

Memberi bantuan kepada sesama umat manusia yang membutuhkan dan sesuai dengan ajaran agama, adalah merupakan suatu perbuatan yang sangat baik dan terpuji. Islam menetapkan syarat-syarat bagi orang yang boleh meminta bantuan. Diantaranya; (1) orang yang memiliki tanggungan, bisa berupa denda atau tanggungan lainnya. (2) orang yang harta bendanya tertimpa musibah sehingga musnah. Dan (3) orang yang sangat membutuhkan. (HR. Muslim)

Pemberian bantuan seperti itu harus dilakukan oleh setiap umat yang memiliki kemampuan. Namun bantuan itu hendaknya tidak diberikan di jalan-jalan raya, di sekitar lampu pengatur lalu lintas, dan tempat-tempat keramaian lainnya, karena sangat mengganggu dan membahayakan. Pemberian bantuan sebaiknya disalurkan melalui lembaga-lembaga resmi yang banyak tersebar di berbagai wilayah. Dengan cara itu, maka ketertiban dan keselamatan para pengguna lalu lintas dapat terjaga dengan baik. Selain itu, para fuqara, masakin, dan kaum dhuafa hendaknya diperhatikan kehidupan mereka melalui lembaga-lembaga sosial yang resmi.

Hadirin sidang Jumat yang berbahagia!

Kita semua berharap semoga umat Islam secara keseluruhan dapat memperbaiki kinerjanya secara baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas SDM kita menuju SDM yang unggul dan dapat bersaing dengan dunia internasional. Dengan demikian, kita akan menjadi bangsa yang memiliki keunggulan setarap dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju. Semoga kita semua memperoleh bimbingan serta ridha dari Allah swt dalam segala kehidupan kita. Amin ya Rabbal ‘Alamin.    

        

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



***

Khutbah Kedua



? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ?! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ?.

Oleh Dr. KH. Zakky Mubarak, MA, Rais Syuriyah PBNU. Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 23 Januari 2018

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok

Lombok Tengah, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Istilah Tuan Guru memang akrab dengan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tuan Guru merupakan sebutan, panggilan, sekaligus gelar dari masyarakat untuk ulama di daerah ini. Posisi Tuan Guru setara dengan Kiai di Tanah Jawa.

Demikian penuturan Pengasuh Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan TGH Ahmad Taqiuddin Mansur kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama menjelang perhelatan Pra-Muktamar NU di kediamannya di komplek pesantren Bonder-Praya Barat-Lombok Tengah, NTB, Rabu (8/4) sore.

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok

“Kalau kiai di sini itu banyak. Yang mandiin mayit, disebut kiai. Yang mimpin tahlil, dzikir, juga kiai. Banyak. Jadi, kiai di sini biasa aja. Nah, kalau tuan guru sangat langka. Bisa hanya satu perseribu orang. Seperti kiai di Jawa,” ujar TGH Taqiuddin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Namun, lanjutnya, sekarang ini penduduk Lombok telah menerima istilah kiai sebagai seorang ulama. Mereka juga mampu menempatkan kiai pada proporsinya. “Yang jelas, masyarakat sini menyebut kiai seperti di Jawa itu sebagai Tuan Guru. Jadi, tidak semua orang bisa menjadi tuan guru,” tandas Ketua PWNU NTB ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut TGH Taqiuddin, sebutan Tuan Guru juga berlaku bagi seseorang yang telah menunaikan ibadah haji ke Mekah. “Kalau belum haji, ya, ustadz atau guru biasa lah. Namun, tidak juga yang punya pesantren. Memang umumnya tuan guru itu memiliki pesantren. Satu hal yang kami kagumi dari seorang tuan guru adalah ketokohannya,” ungkap suami Nyai Hj Hattiyatul Malichah ini. ? ?

Dipanggil tuan guru, tambahnya, selain karena memiliki trah atau keturunan tuan guru pendiri pesantren, juga memiliki keilmuan yang mumpuni. Meski demikian, ia menyatakan berat sekali menyangga gelar tuan guru.

“Namun, rasanya lebih karena kesolehannya ya, bukan karena ilmunya saja. Tapi sikap wara’-nya itu. Nah, masyarakat lah yang akhirnya memberi gelar seperti itu. Cuman memang berat ya disebut tuan guru. Karena tuan guru kan nggak bisa bebas main bola,” selorohnya sembari tertawa.

Disinggung soal keterpilihan pesantren asuhannya sebagai tempat penyelenggaraan pra-muktamar, TGH Taqiuddin menjawab biasa saja, tidak ada sesuatu yang berlebihan apalagi istimewa. Yakni, karena posisinya sebagai Ketua PWNU NTB yang memiliki pesantren.

“Sederhana saja. Mungkin karena saya Ketua NU NTB yang punya pondok kali ya. Dan, pondok-pondok yang kami rekayasa untuk siap ketempatan ternyata susah juga. Tidak seperti di Jawa. Namun yang pasti, saya tidak ingin nilai-nilai pondok seperti di Jawa di sini jangan sampai hilang,” tegasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam, Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 19 Januari 2018

NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Demi mewujudkan kemandirian di sektor energi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sedang gencar mengembangkan produksi biogas di daerah setempat dan sejumlah kabupaten lainnya.

NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas

Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) Batang Turjaun mengatakan, sumber energi yang dihasilkan dari limbah peternakan tersebut dapat menjadi bahan bakar alternatif untuk sejumlah kebutuhan, seperti aktivitas memasak dan penerangan.

Turjaun mengaku sudah berhasil membangun biogas digester yang sudah memproduksi biogas dan dimanfaatkan warga di tempatnya. Bahkan, melalui pengembangan teknologi ini, salah satu desanya meraih peringkat dua pada sebuah lomba untuk kategori desa mandiri energi se-Jawa Tengah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Ada permintaan juga di Jawa Barat, petani punya 300 sapi minta dibangunkan biogas dengan kapasitas 30 kubik. Kalau 30 kubik itu minimal bisa (menjadi energi alternatif) untuk 10 rumah,” katanya saat berkunjung ke kantor redaksi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Jakarta, Senin(1/4) sore.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Turjaun, penerapan biogas di daerah yang memiliki potensi peternakan akan membawa keuntungan ekonomis. Selain memanfaatkan limbah yang selama ini cukup terabaikan, juga mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap elpiji, terlebih saat elpiji mengalami kenaikan harga.

Selain di Batang, ia juga mengembangkan teknologi ini di kabupaten lain. ”Di Rembang mulai April ini insyaallah akan dibangun 75 unit biogas digester, hampir per kecamatan ada, masing-masing kapasitas 6m3,” imbuhnya.

Ditambahkan, biogas digester juga akan dibangun di Kabupaten Kendal sebanyak 2 unit, dan di Kabupaten Demak 2 unit, masing-masing berukuran 20m3. Proses pembangunan ini bekerjasama dengan dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng.

Sejauh ini, sambung Turjaun, belum ada hambatan yang berarti untuk tugasnya ini. Hanya saja, teknologi biogas yang pihaknya kembangkan belum sampai pada tahap kemasan dalam tabung, sebagaimana elpiji, sehingga belum bisa dipasarkan secara masif.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam, Pondok Pesantren, Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 13 Januari 2018

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri

Pati, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Program unggulan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan menjadikan desa sebagai penyangga kekuatan ekonomi negara, perlu didukung dengan langkah kongkret meningkatkan sumber daya warga desa. Inilah yang saat ini, menjadi konsentrasi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Sekolah Tinggi Agama Islam Mathaliul Falah (Staimafa), Pati, Jawa Tengah.

Dalam rangka menyiapkan konsep dan program strategis untuk transformasi masyarakat desa, Staimafa menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) untuk mengawal isu desa dan mempersiapkan proyek percontohan (pilot project) desa mandiri. Kegiatan FGD Kajian Desa dan Agraria, PMI Staimafa, diselenggarakan pada Senin (4/5), dengan menghadirkan narasumber Ketua PBNU, Drs H Imam Aziz. 

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri

Ketua Staimafa, KH Abdul Ghoffar Rozien, MEd mengungkapkan, bahwa sudah menjadi kewajiban bersama untuk mengawal isu desa, sebagai program transformasi sumber daya masyarakat. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Selama ini, Staimafa melalui Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dan Lembaga Penelitian (P3M) mendorong transformasi sumber daya warga desa. Ke depan, kita ingin berkontribusi lebih serius dan mendetail, untuk mengawal isu desa agar memiliki manfaat maksimal. Dengan penelitian, pengajaran dan pengabdian masyarakat, menjadi tugas Staimafa untuk membantu mendorong terlaksananya program desa yang bermanfaat,” ungkap Rozien.  

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Agenda yang diselenggarakan di ruang meeting kampus Staimafa ini, membincang topik utama, ‘Peran Perguruan Tinggi dan Ormas untuk Transformasi Sumber Daya Desa”. Dalam agenda ini, Imam Aziz menegaskan tentang problem penting yang menjadi konsentrasi dari Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi, yakni persoalan tentang pengembangan masyarakat yang terfokus pada isu kewilayahan, dan isu strategis tentang pengembangan ekonomi warga desa. 

“Isu kewilayahan ini memang menjadi problem mendasar dari kebijakan politik Kabinet Kerja. Persoalan kepemilikan tanah, antara warga, pengusaha dan lembaga negara, menjadi permasalah mendasar yang rawan konflik. Ini terjadi tidak hanya di Jawa, tapi juga di wilayah luar Jawa, semisal Lampung, Kalimantan dan beberapa kawasan lain,” ungkap Imam Aziz. 

Selain itu, Imam Aziz menyoroti tentang pentingnya kualitas sumber daya warga desa. Ia mengatakan bahwa sudah saatnya sumber daya masyarakat desa ditingkatkan agar mampu bersaing dalam peta ekonomi nasional maupun internasional. 

“Saat ini, yang paling penting adalah bagaimana mengintegrasikan potensi ekonomi desa, sebagai sumber daya lokal, dengan ekonomi nasional maupun internasional. Intinya, bagaimana agar produk desa itu juga terkoneksi secara tersistem dengan pasar nasional dan internasional. Dalam hal ini, kita perlu belajar ke Tiongkok dan Korea Selatan untuk membangkitkan ekonomi warganya,” terang Imam Aziz. 

Di negara Tiongkok, tambah Imam Aziz, usaha-usaha kecil berbasis rumah tangga punya orientasi untuk masuk ke pasar ekspor. Sementara, di Korea, negara punya kekuatan untuk membendung industri asing agar tidak menjadikan negara sebagai pasar. Inilah yang kemudian membuat perekonomian Tiongkok dan Korea Selatan dapat maju. 

Imam Aziz memberikan dorongan, bahwa sudah saatnya akademisi dan aktivis ormas berperan dalam transformasi desa. “Kampus dan ormas dapat berperan bersama-sama dalam mengawal isu desa, agar tidak hanya terjebak pada isu anggaran, akan tetapi pada subtansi pemberdayaan warganya,” tegas Imam Aziz. 

Sementara, Ketua Jurusan PMI, Sri Naharin, MSi menyatakan akan menjalin kerjasama dengan Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi, Universitas Gadjah Mada dan Pemkab Pati untuk mengawal isu desa agar dapat terwujud sebagai program kongkret. 

“Staimafa memiliki sumber daya yang siap mengawal pelatihan skill profesional untuk pendamping desa, pembentukan BUMDes dan penyiapan konsep E-Village untuk transformasi desa. Kita sudah mulai dengan riset dan pendampingan masyakat, serta menyiapkan pilot project desa mandiri,” terang Naharin. (Aziz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Makam, Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 11 Januari 2018

Basmi Miras, PMII Temanggung Gelar Aksi Teaterikal

Temanggung, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Sebanyak 1.895 botol minuman beralkohol atau minuman keras (miras) dimusnahkan Polres Temanggung di alun-alun Temanggung, Sabtu (4/6) kemarin. Seusai pemusnahan miras, PMII Temanggung menggelar pementasan teaterikal di hadapan Bupati Temanggung, Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua DPRD Temanggung, masyarakat umum dan pelajar.

Para mahasiswa itu selama 15 menit memperagakan adegan pesta miras, bahaya miras, serta adegan penggrebekan pesta miras oleh petugas Polres Temanggung.

Basmi Miras, PMII Temanggung Gelar Aksi Teaterikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Basmi Miras, PMII Temanggung Gelar Aksi Teaterikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Basmi Miras, PMII Temanggung Gelar Aksi Teaterikal

Dalam pemusnahan miras ini, pihak Polres mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompida) Temanggung, organisasi masyarakat (ormas), organisasi pemuda, mahasiswa, dan pelajar.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kapolres Temanggung AKBP Wim Wahyu Hardjanto menuturkan, pemusnahan miras ini merupakan simbol, untuk memerangi semua penyakit masyarakat (pekat), baik miras, narkoba, kekerasan seksual, pemerkosaan, pencurian, pembunuhan, aksi radikalisme serta kejahatan lainya.

"Pemusnahan miras ini secara simbolik. Tapi kita bersama semua komponen masyarakat berkomitmen untuk memberantas semua penyakit masyarakat," janji Wahyu di sela acara pemusnahan miras.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PMII Temanggung Arief Safrodin mengatakan, lewat aksi treatikal ini kita ingin mengajak generasi muda dan masyarakat pada umumnya bersama-sama menjauhi miras. Menurutnya, miras merupakan akar timbulnya segala kejahatan seperti perkelahian, pencurian, pembunuhan, pemerkosaan atau aksi pencabulan.

"Sebagaimana data di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Temanggung sampai pertengahan 2016 ini setidaknya ada sekitar 20 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Dari 20 kasus tersebut, sebagian besar karena pelaku dipengaruhi miras," ucap Arief.

Sementara itu, Bupati Temanggung Bambang Sukarno berjanji, Temanggung harus bersih dari miras. Hiburan malam juga tidak kita perbolehkan. "Jika ada yang nekat, laporkan saja. Kita akan menutupnya," pungkasnya. (Ahsan Fauzi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam, Hadits Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 24 Desember 2017

Kunci Sukses Menjawab Enam Pertanyaan di Alam Kubur

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Kunci Sukses Menjawab Enam Pertanyaan di Alam Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunci Sukses Menjawab Enam Pertanyaan di Alam Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunci Sukses Menjawab Enam Pertanyaan di Alam Kubur

Sidang Jum’ah Rahimakumullah…

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seseorang telah dibaringkan di dalam kubur dan para pengantar telah meninggalkannya, maka dua malaikat, yakni Munkar dan Nakir, segera mendatangi dan menanyakan tentang tiga hal pokok, yakni: siapa tuhannya, apa agamanya dan siapa nabinya. Hadits tersebut sebagaimana diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib:

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?

Dalam beberapa riwayat dikatakan ketiga pertanyaan pokok tersebut diikuti dengan tiga pertanyaan berikutnya sehingga berjumlah enam pertanyaan sebagai berikut:

1. Man rabbuka? Siapa Tuhanmu?

2. Ma dinuka? Apa agamamu?

3. Man nabiyyuka? Siapa Nabimu?

4. Ma kitabuka? Apa kitabmu?

5. Aina qiblatuka? Di mana kiblatmu?

6. Man ikhwanuka? Siapa saudaramu?

Sidang Jum’ah Rahimakumullah…

Keenam pertanyaan di atas tampak sepele untuk dijawab. Namun, sebenarnya tidak demikian sebab semua bergantung pada amal masing-masing semasa hidupnya. Ketika seseorang sudah dibaringkan di dalam kubur, ia sendirian tanpa seorang pun menemani; sementara malaikat menyapa dengan garang sambil menarik orang itu agar berposisi duduk. Kedua malaikat kemudian mengajukan keenam pertanyaan sebagaimana di atas. Mereka yang senantiasa melaksanakan shalat lima waktu, terlebih yang suka shalat berjamaah di masjid, sesungguhnya mereka telah memegang kunci sukses menjawab keenam pertanyaan itu.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah…

Kalau kita camkan definsi shalat, yakni serangkaian kegiatan ibadah tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, maka kita dapati kata pertama yang wajib kita ucapkan dalam shalat adalah ?, yakni dalam takbiratul ihram: ? ?. Jika dalam sehari semalam kita melakukan shalat fardhu lima waktu, maka kita akan menyebut ? dalam takbiratul ihram sebanyak lima kali. Jika takibiratul ihram ditambah dengan takbir-takbir yang lain seperti takbir sebelum ruku’, sebelum sujud, dan sebagainya, maka dalam sehari semalam kita menyebut ? sebanyak 68 kali. Itu belum termasuk yang kita sebut dalam shalat-shalat sunnah. Singkatnya orang yang taat menjalankan perintah shalat akan sangat terbiasa mengucapkan ?.

Kaitannya dengan pertanyaan pertama di atas, seseorang yang semasa hidupnya senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, kemudian di dalam kubur ditanya: ? ? (siapa Tuhanmu) maka dengan mudah ia dapat menjawab: ? ? (Allah Tuhanku) karena ia terbiasa menyebut ? setidaknya 68 kali dalam sehari semalam. Bayangkan mereka yang malas shalat, apalagi tak pernah shalat sama sekali. Tentu mereka akan mengalami kesulitan menjawab pertanyaan ini.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah…

Terhadap pertanyaan kedua, yakni ? ? (apa agamamu) seseorang yang semasa hidupnya senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, ketika di dalam kuburnya ditanya: ? ? - apa agamamu –? maka dengan mudah ia dapat menjawab:? ? (Islam agamaku) karena dalam konteks sekarang hanya Islam satu-satunya agama yang memerintahkan melaksanakan shalat.

Agama-agama sebelumnya pada zamannya juga memerintahkan umatnya melaksanakan shalat bahkan dengan jumlah rakaat yang lebih banyak dari pada Islam. Agama-agama itu hingga sekarang masih ada, namun inti ajarannya tidak lagi menekankan iman tauhid dengan hanya menyembah Allah SWT sebagaimana Islam. Maka bisa dimengerti agama-agama itu tidak lagi menyerukan umatnya melakukan shalat. Shalat telah identik dengan Islam karena sekali lagi dalam konteks sekarang Islam satu-satunya agama yang memerintahkan shalat.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

Terhadap pertanyaan ketiga, yakni ? ? (siapa Nabimu) seseorang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, tentu dengan lancar dapat menjawab pertanyaan itu karena di dalam shalat lima waktu setidaknya kita menyebut nama ? sebanyak 10 kali dalam sehari semalam, yakni dalam bacaan tahiyat atau tasyahud akhir yang berbunyi:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

dan dalam bacaan shalawat

? ? ? ?

Jumlah itu belum termasuk yang dibaca dalam tasyahud awal dan bacaan shalawat dalam rakaat kedua dalam shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’ yang jumlahnya 15 sehingga seluruhnya berjumlah 25. Oleh karena itu, seseorang yang semasa hidupnya senantiasa melaksnakan shalat akan dengan mudah menjawab pertanyaan: ? ? (siapa nabimu), yakni dengan jawaban: ? ? (nabiku Muhammad SAW) karena setiap hari selalu menyebut nama ?.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

Terhadap pertanyaan keempat, yakni ? ? - Apa kitabmu, seseorang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, tentu dapat menjawab pertanyaan itu dengan jawaban: ? ? – Kitabku Al-Qur’an, karena di dalam shalat terdapat rukun yang mengharuskan orang shalat membaca surah pertama dalam Al-Qur’an yakni Surah Al-Fatihah. Seseorang yang melakukan shalat tanpa membaca surah ini dalam setiap rakaat, shalatnya tidak sah, kecuali bagi makmum masbuq yang di rakaat pertama tak selesai membacanya karena waktu tak mencukupi.

Selain surah Al-Fatihah, orang shalat juga membaca surah-surah lainnya di dalam Al-Qur’an yang dibaca sebagai bacaan sunnah. Surah-surah yang hukumnya sunnah ini dibaca setelah surah Al-Fatihah. Dengan dibacanya surah-surah dalam Al-Qur’an dalam shalat, maka dalam sehari semalam setidaknya orang membaca surah-surah Al-Qur’an sebanyak 27 kali. Dengan kata lain untuk menyebut ? sebagai sebagai kitab suci tidak sulit bagi mereka yang senantiasa melaksanakan shalat.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah…

Terhadap pertanyaan kelima, yakni ? ? (di mana kiblatmu) seseorang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, tentu dapat menjawab pertanyaan itu dengan jawaban: ? ? (Ka’bah kiblatku) karena orang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, akan menghadap ke arah Ka’bah sebanyak 5 kali sehari. Jika ditambah dengan shalat-shalat sunnah, tentu frekuensinya lebih tinggi lagi.

Kebiasan setiap hari menghadap kiblat berupa Ka’bah ini tentu akan memudahkan menjawab pertanyaan kelima di atas. Apalagi di dalam niat shalat terdapat kata “kiblat” yang maksudnya adalah Ka’bah. Niat itu misalnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Aku berniat melaksanakan shalat Dzuhur empat rakaat dengan menghadap Kiblat karena Allah SWT.

Dalam bacaan niat di atas secara eksplisit terdapat kata ?. Kata-kata kiblat ini tentu akan selalu mengingatkan Ka’bah di Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah. Orang Islam yang taat kepada Allah senantiasa akan menghadap ke arah Ka’bah sedikitnya 5 kali dalam sehari. Artinya bagi orang yang senantiasa melaksanakn shalat untuk menyebut nama Ka’bah tidak sulit.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

Terhadap pertanyaan keenam, yakni ? ? (siapa saudara-saudaramu), seseorang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat dengan berjamaah di masjid, tentu dapat menjawab pertanyaan itu dengan jawaban yang tepat, yakni ? ? ? (kaum muslimin dan muslimat saudara-saudaraku).

Jawaban dari pertanyaan keenam ini memang memiliki keterkaitan langsung dengan masjid karena tempat suci ini merupakan tempat berkumpulnya kaum muslimin dan muslimat untuk melaksanakan jamaah shalat. Seseorang yang membiasakan diri dengan shalat berjamaah di masjid, tentu akan ingat saudara-saudara seiman yang berjamaah shalat bersamanya walaupun mungkin tidak tahu nama mereka satu per satu. Tidak mungkin atau sangat kecil kemungkinannya orang-orang non-muslim melakukan shalat, apalagi di masjid.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

Dari uraian di atas dapat kita lihat dengan jelas ada hubungan erat antara shalat, masjid dan kelancaran menjawab 6 pertanyaan di dalam kubur yang meliputi: siapa tuhanmu, apa agamamu, siapa nabimu, apa kitabmu, dimana kiblatmu, dan siapa saudara-saudaramu. Orang-orang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, apalagi dengan berjamaah di masjid, sudah pasti tidak akan mengalami kesulitan menjawab semua pertanyaan tersebut.

Kesuksesan menjawab semua pertanyaan itu menjadi penentu kesuksesan-kesuksesan berikutnya apakah seseorang akan masuk ke surga atau ke neraka. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang senatiasa sukses dalam menghadapi semua pertanyaan di alam kubur. Amin ya rabbal alamin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?:? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Muhammad Ishom, Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam, Pertandingan, Kyai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 14 Desember 2017

Ada Rencana Bentuk Paguyuban Hadrah di Solo

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Gemuruh suara rebana yang ditabuh oleh sekurangnya seribu orang, menghentakkan suasana di serambi Masjid Agung Surakarta, Ahad (18/5). Irama tabuhan rebana tersebut mengiringi bacaan shalawat yang dilantunkan jamaah lainnya.

Panitia kegiatan yang bertajuk “Tabligh Akbar Tabuh 1000 Rebana” Seto Setiawan, menerangkan, setidaknya ada ribuan peserta yang mengikuti kegiatan ini. “Ribuan peserta tersebut tergabung dalam 70 grup yang terdaftar, di luar itu mungkin masih lebih banyak lagi jumlahnya," terangnya.

Ada Rencana Bentuk Paguyuban Hadrah di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Rencana Bentuk Paguyuban Hadrah di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Rencana Bentuk Paguyuban Hadrah di Solo

Seto menambahkan, setelah kegiatan ini, rencananya akan dilanjutkan dengan pembentukan paguyuban hadrah se-Soloraya. “Sebetulnya sudah digagas sejak lama, nantinya akan kami beri nama Paguyuban Hadrah Indonesia Raya,” ungkapnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Salah satu peserta penabuh rebana, Miftahul Huda, menuturkan ia bersama 12 rekannya dari Majelis Aswaja Siwal Baki menyambut baik ide ini. “Kita menyambut baik gagasan ini. Selain itu, kita juga berharap untuk depan diselenggarakan lagi kegiatan tabuh 100 rebana,” ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam kegiatan ini, di akhir acara para jamaah mendengarkan tausiyah dari Pengasuh Majelis Ar-raudhah Solo, Habib Novel bin Muhammad Alaydrus. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam, Budaya, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 10 Desember 2017

Lembaga Dakwah PBNU Kecam Kekerasan Israel kepada Jamaah Al-Aqsa

Tegal, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tindakan represif yang dilakukan pihak keamanan Isreal kepada jamaah Masjid Al-Aqsha, Palestina? adalah tindakan biadab. Indonesia harus protes keras atas tindakan semena-mena itu.

Demikian seruan Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Maman Imanul Haq saat mengisi acara Tabligh Akbar dalam rangka Halal Bihalal warga NU dan Pelantikan PR Fatayat NU di Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten, Tegal pada Sabtu (22/7).

Lembaga Dakwah PBNU Kecam Kekerasan Israel kepada Jamaah Al-Aqsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Dakwah PBNU Kecam Kekerasan Israel kepada Jamaah Al-Aqsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Dakwah PBNU Kecam Kekerasan Israel kepada Jamaah Al-Aqsa

Di hadapan ribuan jamaah, anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB itu menambahkan bahwa PKB akan mendesak DPR RI mengeluarkan surat resmi kepada PBB untuk mengutuk segala bentuk aksi kekerasan dan pelanggaran HAM.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

PKB kata dia, mengutuk pembatasan dan pembunuhan terhadap jemaah yang sedang melakukan ibadah oleh pihak keamanan Israel yang menyebabkan 3 orang jemaah tewas dan lebih dari 100 luka-luka di Masjid Al-Aqsa.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Tindakan Israel ini harus dikutuk keras oleh semua bangsa dan negara di dunia," tegas pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan, Majalengka ini. (Ade Duryawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Imam App”, Aplikasi Islami untuk Para Muallaf

Kairo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Sebuah aplikasi mobile Islami, “Imam App”, menjadikan aktifitas ibadah lebih mudah bagi ribuan mualaf Muslim, kini sedang mencari dana untuk mengembangkan aksesibilitas yang lebih luas. 

"Pada dasarnya, sebagai orang asli Jerman saya merasa agak sulit untuk menjalankan shalat dan mengingat semuanya," kata S. Matthias Mende, seorang pengusaha Jerman yang menciptakan Imam App, kepada Khaleej Times pada Selasa 19 Agustus. 

“Imam App”, Aplikasi Islami untuk Para Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)
“Imam App”, Aplikasi Islami untuk Para Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)

“Imam App”, Aplikasi Islami untuk Para Muallaf

"Saya pikir banyak orang memiliki komplikasi yang sama tentang bagaimana shalat secara benar, tetapi malu untuk berbicara dan bertanya. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Dengan aplikasi ini, (semuanya tinggal) tekan tombol start dan melakukan shalat secara langsung dan benar." 

Mende, yang memeluk Islam pada tahun 2008, menciptakan aplikasi yang menyediakan Muslim petunjuk sederhana yang membantu mereka shalat pada waktu yang pas dengan counter dan fungsi kompas kiblat. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia juga menawarkan animasi yang menunjukkan posisi tubuh yang tepat yang relevan untuk shalat melalui "latihan sholat atau "belajar shalat”, selain termasuk daftar acara Islam yang akan datang. 

"Sama seperti gaya berkaraoke," kata Mende dengan suara lembut. 

"Jadi sangat mudah untuk memahami dan menghafal." 

Konsultasi untuk membuat aplikasi ini diberikan oleh Shaikh Mohammed bin Majid Al Maktoum yang melakukan Adhan di Masjid Jumeirah dan Abdul Khaliq dari Masjid Al Khattab bin Omar Al Farooq. 

Dana 

Untuk mengembangkan versi android dari aplikasi yang saat ini baru tersedia di Apple store, pembuat aplikasi ini sedang berusaha mengumpulkan dana sebanyak $ 33.000 sampai 26 Agustus. 

"Saya berusaha keras mendapatkan dana untuk menyelesaikan aplikasi ini ... untuk dibawa ke tingkat berikutnya," kata Mende, yang juga CEO dan pendiri Memmos Enterprises, salah satu lembaga di Uni Emirat Arab (UEA) yang paling terdiversifikasi yang menawarkan terget dan solusi terintegrasi untuk kebutuhan perusahaan. 

"Saya tidak mengharapkan mendapatkan uang untuk sesuatu yang seharusnya gratis." 

Perkembangan aplikasi juga akan termasuk menambahkan 15-20 bahasa yang berbeda, fitur tambahan untuk kiblat, kampanye pemasaran yang cerdas dan dua fitur lainnya. 

"Saya bisa membayangkan beberapa fitur tambahan tetapi perlu pembiayaan. Saya tidak bisa sendirian melakukan itu; Saya sedih jika tidak ada yang tertarik menyumbangkan uang untuk membawa aplikasi ini ke tingkat berikutnya," kata Mende. 

"Saya sudah berusaha untuk mencari dukungan sejak Agustus 2013 dan gagal ... orang-orang sangat menyukai aplikasi ini, tapi tidak tertarik untuk membiayainya." .

Dalam upaya untuk mendorong umat Islam selalu menjalankan shalat, ia berkata: "Jangan pernah menyerah pada Allah dan selalu berusaha keras," kata Mende. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 04 Desember 2017

Supremasi Wali Songo

Oleh Fathoni

“Tokoh-tokoh ini, bukan tokoh-tokoh fiktif. Namun, benar-benar ada secara historis.” Itulah statement Agus Sunyoto, penulis buku Atlas Wali Songo dalam peristiwa penganugerahan sebagai buku terbaik 2014 versi Islamic Book Fair (IBF) dalam kategori Buku Nonfiksi Dewasa di Gedung Istora Gelora Bung Karno Sabtu 1 Maret 2014.

Ya, buku Atlas Wali Songo: Buku Pertama Yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah karya sejarawan NU ini meraih pengahargaan IBF Award dalam pameran buku-buku Islam ini. Melalui proses seleksi yang ketat, Atlas Wali Songo (Pustaka IIMaN) menyisihkan beberapa nominasi di antaranya adalah Cak Nur, Banyak Jalan Menuju Tuhan karya Budhy Munawar Rachman (Mizan), Hijama or Oxidant Drainage Therapy (ODT) karya Azib Susiyanto, Sy (Gema Insani), Kaidah Tafsir karya Quraish Shihab (Lentera Hati), The New World Order karya Jagad A.Purbawati (Pustaka Al-kautsar).

Tak sekadar itu, penulis melihat bahwa penghargaan ini juga sekaligus mematahkan persepsi sekelompok orang yang menganggap bahwa sejarah tokoh-tokoh Wali Songo tak lebih dari sekadar dongeng dan legenda. Dengan kata lain, sejarah yang menceritakan mereka adalah fiktif atau tidak ada.

Supremasi Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)
Supremasi Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)

Supremasi Wali Songo

Dari persepsi inilah yang menjadikan probabilitas terbesar akan sejarah Wali Songo dalam mengislamkan Nusantara secara kompromis dan smooth tidak tercantum dalam buku Ensiklopedi Islam terbitan Ikhtiar Baru Van Hoeve sebagai tokoh-tokoh penyebar Islam di Nusantara.

Tak hanya itu, menurut Agus Sunyoto dalam buku tersebut tidak terdapat satu kalimat pun menyebut Wali Songo, tokoh-tokoh penyebar Islam pada zaman Wali Songo, kazanah kekayaan budaya Islam pada zaman Wali Songo seperti karya sastra, seni musik, seni rupa, seni pertunjukan, seni suara, desain, arsitektur, filsafat, tasawuf, hukum, tata negara, etika, ilmu falak, sistem kalender, dan ilmu pengobatan yang lahir dan berkembang pada masa Wali Songo dan sesudahnya. Bagaimana mungkin?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain faktor berbeda paham, terkadang itulah kekeliruan bangsa Indonesia dalam memahami sejarahnya sendiri. Kita tidak bisa mengelak bahwa basis akademik kita belum sampai pada titik jenuh untuk selalu mengambil referensi paham arab (wahabi) dan keilmuan barat khususnya yang bersifat postivistik, dapat di nalar dan masuk logika akal atau rasionya dalam memahami sejarah Nusantara bahkan dalam membaca sejarah para tokoh Wali Songo yang menurut perspektif mereka penuh dengan mistifikasi dan klenik sehingga menurut mereka Wali Songo tak lebih dari sekadar dongeng.

Tentu kita tidak bisa memotong batu dengan menggunakan gunting. Sebab, simbol gunting akan kalah dengan simbol batu yang diperagakan oleh tangan dalam permainan suit-suitan anak kecil. Artinya, tentu saja dalam membaca sejarah Wali Songo yang konon penuh dengan dunia metafisik dan supranatural hendaknya tidak memakai pisau analisis barat dengan ilmuwan yang berpaham positivistik tadi atau paham Wahabi yang sangat tidak kompromistik.

Persoalan keajaiban, karomah, ilmu kanuragan, dan keramat para Wali Songo yang menyebabkan masyarakat pada waktu itu seakan mengunggulkan tak lebih dari sekadar keistimewaan yang diberikan Allah kepada hambanya yang begitu ikhlas, taat dan tunduk sebagai media dalam berdakwah yang penuh dengan tantangan yang tidak teramat ringan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Respon masyarakat seperti itulah yang menjadikan kaum Islam fundamentalis Wahabi berasumsi bahwa cerita sejarah Wali Songo dapat menjurus pada kesesatan akidah dan penuh dengan tahayul sehingga semua ini adalah mitos, klenik, dongeng, dan lain-lain. Sedangkan paham ilmuwan barat menganggap ini bukan sebuah peristiwa sejarah sebab tidak bersifat postivistik.

Nalar postivistik berdampak pada materialisme berpikir. Paham materialisme selalu menempatkan segala sesuatu dapat dilihat bentuknya atau berwujud, sebab semua materi pada intinya berwujud. Dalam hal inilah Islam modernis yang merepresentasikan barat hanya mencenderungkan diri pada ilmu hushuli yaitu ilmu segala sesuatu yang tampak. Sebaliknya, tidak meyakini ilmu yang bersumber langsung dari Allah yang disebut ilmu hudhuri atau lebih populer dinamakan ilmu laduni yang menurut mereka jauh dari kata ilmiah. Ilmu ini hanya dimiliki oleh manusia yang benar-benar dekat dengan Allah, bahkan menjadi kekasihnya yang disebut Wali. Dalam hal ini, materialistiknya fundamentalis wahabi yaitu hanya menyandarkan diri pada al-Qur’an dan Sunnah, sedangkan materialistiknya barat yaitu berwujud.

Sebetulnya, ilmu yang dimiliki oleh para Wali Songo tidak serta-merta karomah dari Allah tanpa kecerdasan mereka dalam berpikir. Jika para Wali dominan dengan ilham dan karomah, sesungguhnya dalam dunia keilmuan modern juga diakui. Sebut saja ilmu psikologi, dalam disiplin kelimuan ini ada yang disebut kecerdasan ilhami (intelegensi intuitif). Kecerdasan ini muncul atas keyakinan bahwa semua adalah petunjuk kebenaran dari Allah jika baik untuk kemaslahatan umat manusia.

Artinya dalam hal ini, dunia keilmuan barat pun sesungguhnya mengetahui akan keistimewaan dan karomah seorang jika benar-benar yakin akan Tuhannya. Sebab itulah, intelegensi intuitif dalam ilmu psikologi sesungguhnya adalah karomah atau keistimewaan yang lekat kepada para Wali Songo. Dengan demikian, apakah karomah yang memang di luar nalar manusia biasa itu adalah sebuah klenik yang tak rasional?

Sesunggunhya pemahman ini tidak akan muncul jika mereka memahami bahwa para wali membawa risalah Nabi. Nabi dan wali sama-sama kekasih Allah, perbedaannya bahwa Nabi SAW bersifat ma’shum sedangkan wali tidak demikian. Nabi menerima wahyu secara langsung, tetapi wali hanya menerima apa yang disebut ilham. Kemudian, keistimewaan Nabi disebut dengan mukjizat, sedangkan keistimewaan wali diistilahkan karomah. Kalimatus sawa’-nya sama, yaitu kekasih Allah.

Maka dengan demikian, mempersepsikan karomah seorang wali dengan sebuah klenik, tahayul, dan lain-lain sama saja menegasikan atau menafikan mukjizat Nabi bukan? Sebab, ilmu semua kiai, ulama, dan wali berasal dari Nabi SAW, merekalah pewaris para Nabi. Al-‘Ulama warotsatu al-Anbiya. Istilah warisan bersifat sambung-menyambung, tidak putus. Adanya seorang kiai, ulama, dan wali yaitu untuk memudahkan kita dalam mempelajari ilmu Allah dan Nabi yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadis. Sehingga jika tidak berpijak kepada mereka, dapat dipastikan mempersulit diri sendiri dalam memahami agama Allah.

Dari rasionalisasi inilah supremasi Wali Songo tegak dalam membungkam asumsi bahwa cerita mereka hanyalah dongeng belaka. Penghargaan prestisius IBF Award 2014 sebagai buku terbaik dari kategori Nonfiksi Dewasa pada buku Atlas Wali Songo ikut menguatkan bahwa sejarah wali songo sama sekali bukan fiktif, namun nyata secara historis dalam mengislamkan Nusantara dengan segala mistifikasinya.

 Jika yang diinginkan oleh kaum-kaum modernis berpaham postivistik-materilaistik bahwa sejarah itu mesti dapat tangkap nalar dan berwujud, atau kaum fundamentalis yang menganggap bahwa sejarah Wali Songo hanya mitos, klenik dan menyesatkan, Agus Sunyoto dalam buku Atlas Wali Songo telah melakukan penelitian secara ilmiah dengan menyajikan bukti-bukti secara material berupa naskah-naskah kuno, artefak, dan berbagai situs-situs lain yang ikut berkelindan dalam perjalanan sejarah Wali Songo.

Tak hanya itu, dalam buku ini Agus Sunyoto juga  menulis dengan sangat rasional untuk membuktikan secara ilmiah bahwa Wali Songo beserta cerita-cerita yang melingkupinya adalah sebuah fakta sejarah. Dengan demikian, layaklah jika Wali Songo mendapatkan supremasinya di pameran buku-buku Islam yang katanya terbesar di Indonesia itu, bukan?

 

Fathoni, Mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 02 Desember 2017

Masjid Indonesia Maroko Buka Kajian Kitab Turots

Kenitra, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Maroko, tepatnya di samping Souk Houriya, kawasan Biranzaran Kota Kenitra terdapat masjid Indonesia. Hingga kini, masjid itu masih menjadi pusat pengajaran serta pemberantasan buta huruf dan pengajian bakda Maghrib.



Masjid Indonesia Maroko Buka Kajian Kitab Turots (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Indonesia Maroko Buka Kajian Kitab Turots (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Indonesia Maroko Buka Kajian Kitab Turots

Di tempat ini pula, pertama kali diadakannya pembukaan kajian kitab-kitab turots (tradisi, red.) khusus bagi para peserta Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) STAINU Jakarta yang sedang mengikuti Program Kelas Internasional selama setahun di Universitas Ibnu Thufail, Kenitra, akhir pekan kemarin.

Dalam acara ini, Ustadz Yunus, salah satu pengurus Majlis Ilmi yang juga khotib di masjid Indonesia menyambut baik kedatangan para mahasiswa Kelas Internasional STAINU Jakarta yang ingin memperdalam kajian kitab-kitab turots.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Mamat S Burhanuddin selaku perwakilan dari pihak STAINU Jakarta mengatakan bahwa dibukanya acara ini bertujuan agar para pelajar mampu menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya selama belajar di Maroko, mengingat waktunya yang sangat terbatas.?

Di samping belajar di universitas, mereka juga harus diisi dengan pendalaman kajian kita-kitab turots yang berada diluar kampus sekaligus sebagai ajang untuk berinteraksi langsung dengan warga setempat.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam kesempatan ini, Mohammad Zen Hafidz selaku perwakilan dari Kementrian Agama berpesan kepada semua pelajar kelas internasional agar tetap menjaga akhlak dan budi pekertinya ketika bergaul dengan siapa saja, hal ini dikarenakan warga Indonesia dan semua pelajar yang berada di Maroko sudah dikenal baik terutama dari akhlak dan sopan santunnya.

Turut hadir pula Ustadz Thoriq, selaku pembimbing dan guru yang akan memberikan kajian kitab-kitab turots beserta segenap pengurus masjid Indonesia, H. Muhlisin Bisyri dari yayasan Sekolah Tinggi Agama Islam Wali Sembilan Semarang, Ali Syahbana selaku Wakil tanfidziyah PCINU Maroko dan sejumlah anggota perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko serta sejumlah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Kusnadi El-Ghezwa

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 01 Desember 2017

Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Masih menyambut puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) pada 3 Februari mendatang, digelar juga pengobatan dan pemeriksaan mata gratis untuk masyarakat.



Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)
Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)

Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak

Namun, tak disangka. Pasien aksi sosial yang digelar di halaman Kantor Pengurus Besar NU, di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Ahad (27/1) pagi itu membludak. Dari 500 pasien yang ditargetkan panitia, membengkak hingga 600 orang. Panitia pun kewalahan.

Sejak pukul 08.00 WIB, warga mulai memadati halaman Kantor PBNU untuk mendapatkan pelayanan tim medis. Sebagian besar dari mereka terdiri dari ibu-ibu dan pria usia lanjut. Warga tampak antusias mengikuti program kegiatan NU Peduli itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tak hanya itu. Panitia juga memberikan fasilitas operasi katarak gratis bagi 82 pasien yang teridentifikasi.

Sekretaris Panitia Pelaksana Harlah ke-82 NU, Anas Thahir mengatakan, kegiatan sosial tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan pelayanan terhadap umat karena NU didirikan memang untuk umat dan bangsa Indonesia.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ini menunjukkan bahwa kami sangat peduli dengan masalah yang dihadapi masyarakat,” ungkap Anas kepada wartawan di sela-sela kegiatan tersebut.

Kegiatan pengobatan gratis itu tak hanya digelar di Jakarta, tapi juga diselenggarakan kepengurusan NU di bawah secara serentak di seluruh daerah di Indonesia. ”Dalam rangka Harlah NU ini, kegiatan serupa juga digelar oleh PW, PC dan MWC NU di semua daerah,” tutur Wakil Sekretaris Jenderal PBNU itu.

Di tempat yang sama, PBNU juga membagikan 2000 bibit pohon buah-buahan kepada warga Jakarta. Aksi yang dilakukan puluhan aktivis lingkungan hidup NU itu sempat membuat arus lalu lintas di kawasan Jalan Kramat Raya sempat macet. Hal itu terjadi karena banyaknya para pengguna jalan yang ingin mendapatkan bibit pohon yang dibagikan.

Terkait kegiatan bagi-bagi bibit pohon buah-buahan itu, Anas mengatakan, NU selama ini telah memberikan perhatian terhadap masalah lingkungan hidup. Selain membagikan bibit pohon, pihaknya juga telah lama melakukan kampanye pelestarian lingkungan hidup melalui pesantren dan kelompok masyarakat di lingkungan NU.

“Kami membagikan 2 juta lebih bibit buah-buahan kepada masyarakat. Ini dalam rangka kampanye pemansan global dan tentunya perayaan Harlah NU,” ungkapnya. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hikmah, Cerita, Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Madrasah NU Ajarkan Pentingnya Kebersamaan dalam Beragama

Bojonegoro, Internet Marketer Nahdlatul Ulama 

Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Walisongo Sumberrejo mengajarkan anak didik akan pentingnya menjaga kebersamaan antar umat beragama, khususnya di daerah Bojonegoro. Siswa-siswi madrasah itu diajak mengunjungi kantor Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Bojonegoro, Jawa Timur, pada Rabu siang (25/9).

Madrasah NU Ajarkan Pentingnya Kebersamaan dalam Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah NU Ajarkan Pentingnya Kebersamaan dalam Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah NU Ajarkan Pentingnya Kebersamaan dalam Beragama

Sekitar pukul 10.00 WIB anak-anak usia 8-9 tahun tiba di kantor FKUB di jalan Trunojoyo No 7 Bojonegoro. Mereka disambut Hasan Bisri yang siang itu mengenakan batik khas Jonegoroan. Dengan ramah ia mempersilakan anak-anak tersebut memasuki ruang tamu kantor yang berada diselatan alun-alun tersebut.

Tatanan kursi yang berderet rapi dalam aula kantor FKUB tersebut “diserbu” anak-anak mungil dengan ceria. Mereka antusias menerima pemaparan dan penjelasan pentingnya kerukunan dalam beragama di kota ledre ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Susanti, salah satu staff FKUB/Paguyuban Umat beragama (PUB) mewakili agama Kristen mengenalkan kebersamaan dan menjaga kemajemukan umat beragama di Indonesia. Menurut dia, mengajarkan kerukunan kepada anak-anak usia dini sangat penting. 

Karena, kata dia, merekalah calon-calon penerus dan penentu bangsa Ini, khusunya masa depan Bojonegoro. Selain itu, setiap orang yang beragama tidak seharusnya saling ejek-menghina satu sama lain karena dari sanalah muncul bibit perpecahan dalam kerukunan beragama 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Siapapun orangnya, berapapun umurnya hendaknya paham betul akan arti kebersamaan dalam beragama sehingga tercipta kerukunan dalam bermasyarakat,” timpal kak Doni perwakilan pemuda dari PUB.

Dengan mengunjungi kantor FKUB Bojonegoro banyak hal baru yang bisa didapat dan dijadikan sebagai referensi anak-anak didik dalam pembelajaran. Pembelajaran yang tidak mungkin didapat hanya melalui penjelasan/praktik dikelas. 

Setelah mendapatkan pemaparan dan banyak penjelasan dari staf-staf FKUB, anak-anak didik MINU yang siang itu mengenakan seragam Batik Maarif bisa mengerti akan pentingnya menjaga kebersamaan dan menghargai teman/orang lain. 

“Ternyata hadist Nabi benar lho yang menganjurkan kita saling menghormati umat lain sebagaimana dijelaskan oleh bapak-bapak tadi!” tutur Wanda yang siang itu paling antusias dengan tidak henti-hentinya mengacungkan tangan ketika ada sesion tanya jawab.

Di sela-sela kunjungan tersebut, dilakukan penyerahan cinderamata dari pihak MINU kepada para staff FKUB.”Ini merupakan pengikat dari kami bahwa kami juga bangga memiliki para pejuang kebersamaan yang sudah memparkan banyak hal kepada anak-anak calon penerus masa depan bangsa ini,” kata Muarifah, guru pendamping.

Kegiatan tersebut adalah rangkaian kunjungan studi karya MINU Sumberrejo. Kegiatan Ini diawali dari kantor Pos Indonesia, PMI, FKUB dan diakhri di gedung DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat daerah Bojonegoro). (Ahsanul Amilin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hikmah, Cerita, Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 29 November 2017

Bagaimana Rasulullah Mengenali Umatnya?

Dikisahkan, ada seorang lelaki yang tidak pernah membaca shalawat nabi. Suatu ketika dia bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW. Tapi yang mengherankan, Rasulullah SAW justru berpaling muka darinya.

Heran atas apa yang dilihatnya, lelaki itu memberanikan diri bertanya, “Wahai Rasulullah SAW Apakah engkau marah kepadaku?” tanya lelaki itu.

Bagaimana Rasulullah Mengenali Umatnya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Rasulullah Mengenali Umatnya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Rasulullah Mengenali Umatnya?

“Tidak.” jawab Rasulullah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Mengapa engkau tidak memandang ke arahku?”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Karena aku tidak mengenalmu.”

“Bagaimana bisa? Aku adalah salah satu dari umatmu. Ulama meriwayatkan bahwa engkau (Rasulullah) mengenal umatmu seperti seorang ibu pada anak kandungnya.”

“Para ulama benar. Tetapi kamu tidak pernah menyebutku dalam shalawat. Aku mengenal umatku sesuai jumlah shalawat yang mereka baca untukku.”

Lelaki itu tiba-tiba terbangun. Dia berjanji pada dirinya, mulai hari itu akan membaca shalawat nabi seratus kali dalam sehari. Dan akhirnya dia bisa menjalankan janjinya itu.

Dalam kesempatan lain, lelaki itu bermimpi lagi bertemu Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Sekarang aku mengenalmu dan kelak akan memberikan syafaat kepadamu.”

Bahagia lelaki itu mendengarkan kata-kata dari orang yang sangat dicintainya itu.

Maukah kita merasakan kebahagiaan yang sama seperti orang tadi, bahkan lebih dari itu? Maka bershalawatlah!

(Ajie Najmuddin/Sumber: Kitab Mukasyafatul Qulub)

 

ilustrasi: .net

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Nahdlatul Ulama, Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

KLHK Siap Bantu NU dalam Pengeloaan Sampah

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Tuti Hendrawati Mintarsih menyampaikan apresiasi kepada Nahdlatul Ulama (NU) yang telah mengampanyekan Gerakan Nusantara Bebas Sampah 2020.

KLHK Siap Bantu NU dalam Pengeloaan Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
KLHK Siap Bantu NU dalam Pengeloaan Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

KLHK Siap Bantu NU dalam Pengeloaan Sampah

Menurutnya, sebagai organisasi Islam terbesar, kesuksesan program NU punya pengaruh besar pada warga Indonesia secara umum karena merupakan mayoritas. Tuti yakin, jika umat Islam di Tanah Air bersama-sama menaruh kepedulian terhadap masalah sampah, target Indonesia bersih tahun 2020 akan tercapai.

“Sampah jangan dilihat sebagai sampah. Sampah bisa didaur ulang untuk kebutuhan masyarakat,” paparnya saat memberi kata sambutan pada acara peluncuran Gerakan Nusantara Bebas Sampah 2020 yang dimotori Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) di halaman kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (26/9).

Tuti secara terbuka juga menyatakan siap menjadi mitra NU di bidang pengelolaan sampah. “KLHK siap membantu, baik alat pencacah sampah atau lainnya,” tuturnya.

Sebelumnya Ketua LPBINU M Ali Yusuf mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara penghasil sampah terbanyak nomor dua di dunia setelah China. Dari total sampah yang ada, sekitar 15 persen adalah berupa plastik.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara peluncuran ini terdiri dari rangkaian kegiatan lain seperti pelatihan klinik pengolahan sampah organik, pelatihan klinik produk daur ulang (pengelolaan sampah nonorganik), peresmian kantor Bank Sampah Nusantara (BSN) LPBINU, dan lokakarya pengelolaan sampah dengan metode ecobrick.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam pengenalan pengelolaan sampah dengan metode ecobrick LPBINU mendatangkan Russel Maier dari Kanada. Ecobrick merupakan program daur ulang sampah plastik berupa bekas botol minuman mineral untuk menjadi semacam “batu bata”. Kumpulan botol yang dijejali sampah-sampah plastik ini lantas dibentuk dan dimanfaatkan menjadi sejumlah barang, seperti furnitur, pagar taman, dinding, panggung, dan lain-lain.

Pemberdayaan sampah plastik lewat metode ecobrick merupakan kelanjutan dari program LPBINU sebelumnya, Gerakan Ubah Sampah Jadi Berkah, yang memanfaatkan barang-barang bekas menjadi berbagai macam benda kerajinan, seperti lukisan, tas, ornamen, pot bunga, dan lain-lain. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Humor Islam, Hikmah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock