Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional

Pamekasan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Tiga dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan menjadi pemakalah dalam ajang internasional. Ketiganya ialah Abdul Mukti Thabrani, Ainur Rahman Hidayat, dan Fatati Nuryana. Mereka berbagi wawasan keilmuan dengan para pemikir dunia pada acara internasional di tempat yang berbeda.

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional

Makalah Abdul Mukti Thabrani tembus International Conference on Islamic Civilization (ICIC) bertempat di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Sementara Ainur Rahman Hidayat dan Fatati Nuryana, berhasil mempresentasikan karyanya dalam ajang The Internasional Conference on Zakat in Islamic Society di UIN Ar-Raniry Aceh.

Mukti, panggilan akrab Abdul Mukti Thabrani, mengulas seputar tata kelola pemerintahan Negara Madinah pada masa Nabi Muhammad Saw. Sepintas, tema tersebut terbilang klasik dan sederhana. Namun, pisau analisis yang digunakan Mukti cukup tajam dan mendalam. Apalagi, didukung 31 referensi primer yang langsung merujuk pada sumber aslinya. Nyaris semua referensi yang dirujuk Mukti berbahasa asing (Arab/Inggris).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kami berbagi pemahaman dan keilmuan dalam kesempatan tersebut. Dari Indonesia, terdapat 10 pemateri. Sementara dari luar negeri sedikitnya 20 pemateri. Mereka dari Aljazair, Maroko, Sudan, Saudi Arabia, Yaman, Oman, Turki, Brunai, Malaysia, dan negara yang bernafaskan Islam lainnya,” terang Mukti saat dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Selasa (16/9) malam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dengan menggunakan Bahasa Arab, Mukti mengurai secara gamblang mengenai spirit Negara Madinah. Menurut Mukti, Madinah sebagai kekuatan ekonomi, politik, dan negera, merupakan tradisi baru dalam percaturan budaya Arab. Munculnya negara Islam Madinah dengan Muhammad Saw sebagai pemimpin, adalah revolusi model baru dalam konteks spiritual, pemikiran, dan budaya,.

“Revolusi tersebut mengantarkan apresiasi dunia untuk mengakui kekuatan moral dan agama sebagai tonggak hubungan relasi antar-manusia yang berpandukan akhlak, persamaan, dan keadilan,” urai penulis buku “Seni Bercinta dalam Islam” tersebut.

Ditegaskan, Madinah telah muncul sebagai prototype negara modern dan mendominasi dunia dengan semangat moral yang mencengangkan dan menginspirasi. Kejayaannya telah mendobrak sejarah panjang pergumulan hubungan negara dan agama.

Masih menurut Mukti, sejarah membuktikan bahwa Madinah telah mewarnai dunia dengan corak idealism Islam yang berakar pada keilmuan, pemikiran, ekonomi, dan sosial.

“Landasan tersebut didasarkan pada upaya reflektif intelektual untuk mencerna pemahaman dan prinsip politik pemerintahan Madinah yang merangkumi sistem ketatanegaraan, undang-undang, peradilan, akidah, syariah, dan hokum,” tegasnya.

Makalah Mukti mencoba mendeskripsikan secara detail dan menalam sistem politik dan tata kelola administrasi pemerintahan Madinah dalam perspektif propetik dan perspektif para pemimpin (khalifah) pascakenabian sehingga terjadi dan terbentuk reformasi sistem pemerintahan secara gradual di Madinah sebagai ibukota negara Islam pertama.

“Dengan penekanan atau stressing pada eksplorasi dimensi sumber daya manusia yang disiapkan Nabi Muhammad Saw untuk menjadi mercusuar bagi peradaban, tradisi, ilmu dan pengetahuan. Sehingga, dampaknya bisa kita rasakan sampai sekarang,” tukasnya.

Terpisah, karya Ainur Rahman Hidayat dan Fatati Nuryana menitiktekankan pada pembahasan seputar ontologi relasi zakat profesi dan relevansinya terhadap implementasi pola konsumtif kreatif dalam sekuritas pasar modal.

Menurut keduanya, konsep yang ditawarkan ialah keharmonisan zakat; tidak hanya terletak pada pengumpulannya, tetapi juga lebih pada efektivitas pendistribusiannya secara berkesinambungan.

Terdapat tiga rumusan masalah yang dibangun Ainur dan Fatati: Bagaimana makna relasi dalam struktur ontologism transcendental zakat profesi? Apa hakikat relasi dalam norma ontologism transcendental zakat profesi? Bagaimana makna relevansi norma ontologism transcendental zakat profesi dengan pola konsumtif kreatif zakat profesi.

Dari ketiga rumusan masalah tersebut ditemukan jawaban: pertama, makna relasi dalam struktuf ontologis transendental zakat profesi adalah bersifat sosio-teosentrisme. Aspek sosial dan religious dalam zakat profesi wajib ada dalam mengimplementasikannya, sebab keduanya memiliki arti penting dalam menguatkan ekonomi umat Islam.

Kedua, hakikat relasi dalam norma ontologis transendental zakat profesi adalah bersifat legislasi-religius. Kepedulian pemerintah dan sakralitas zakat profesi merupakan pelembagaan zakat profesi.

“Ketiga, makna relevansi norma ontologis transendental zakat profesi dengan pola konsumtif kreatif zakat profesi adalah investasi saham zakat profesi memunculkan para muzaki baru dengan kemampuan modal yang kuat sebagai pondasi kekuatan umat Islam di bidang ekonomi,” tukas Dosen Filsafat Pascasarjana STAIN Pamekasan tersebut. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam, Internasional, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 05 Maret 2018

Sambutan "Tokoh Perubahan Republika 2012"

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hadirin yang saya hormati,

Sambutan Tokoh Perubahan Republika 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambutan Tokoh Perubahan Republika 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambutan "Tokoh Perubahan Republika 2012"

Saya hanyalah manusia biasa yang tidak punya kontribusi apapun baik terhadap umat maupun bangsa ini. Namun pada malam hari ini Republika memberikan anugerah kepada saya sebagai salah satu tokoh perubahan 2012. Saya ucapkan terima kasih yang tiada terhingga atas pemberian anugerah ini, semoga bisa menjadi pemicu bagi saya agar bisa berbuat lebih untuk umat dan bangsa ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tentu, masih banyak tokoh yang lebih berhak dan pantas menerima penghargaan ini. Akan tetapi, pertanyaan mendasarnya mungkin bukan terletak pada siapakah yang berhak dianugerahi penghargaan, namun benarkah sudah terjadi perubahan?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ini merupakan pertanyaan yang tidak menuntut retorika jawaban, apalagi diuraikan dalam sebuah pidato sambutan. Ini ialah pertanyaan yang hanya bisa dijawab melalui kesungguhan usaha dan ikhtiar, yang hanya bisa dirasakan dalam kenyataan dan keseharian.

Sekian lama dan sekian banyak tempat yang saya singgahi di penjuru Nusantara, melihat kenyataan yang ada, di mana-mana pertanyaan ihwal "perubahan" tetap sama. Perubahan ke arah yang bermartabat, menuju derajat manusia paripurna, insan kamil. Apakah kita sudah atau sedang benar-benar berubah?

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sebuah kaum hingga mereka mengubah apapun yang ada pada diri mereka." (QS Ar Radu 11)

Islam hadir dan mengajarkan kita untuk berubah dan firman Allah tadi tentunya bisa mendorong kita untuk berubah menjadi lebih baik.

Hingga hari ini impian saya adalah menyaksikan Indonesia yang hidup dan menyadari fitrahnya. Indonesia yang dihidupi manusia-manusia unggul yang tahu betul apa arti kerukunan, keutuhan, dan keselamatan bangsa ini. Itu impian saya, saya belum menyaksikannya. Apakah kita sudah atau sedang benar-benar berubah?

Islam adalah agama yang membawa rahmat, peradaban, budaya, dan moral. Dalam suasana dimana formalisme jadi candu pikiran, memahami Islam sebagai agama kemanusiaan bukanlah perkara mudah, kadang malah dianggap kesesatan. Dalam suasana dimana formalisme jadi candu pikiran, agama lebih gampang dianggap sebagai doktrin yang beku dan instan.

Artinya: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS Al Anbiya: 107)

Pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak segenap warga bangsa Indonesia, termasuk saya sendiri di dalamnya, untuk menghargai dan menjunjung tinggi perbedaan yang ada di antara kita. Yakni perbedaan agama, suku, ras, dan lain sebagainya. Perbedaan ini merupakan anugerah dari Allah untuk kita, dan oleh karenanya saya berharap perbedaan itu justru bisa menyatukan kita. Perbedaan bukan hanya menyatukan, tapi juga memudahkan terjadinya perubahan.

Demikian yang dapat saya utarakan. Sekali lagi mohon maaf atas segala kekurangan dan terima kasih atas penghargaan Republika yang "menambah beban" ini. Semoga apa yang kita kerjakan ini punya nilai manfaat dan keberkahan. Amin.

Jakarta, 30 April 2013

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tokoh, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 14 Februari 2018

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai ajang konsolidasi dengan kepengurusan NU di bawahnya. Pengurus Harian NU DKI Jakarta menemui pengurus Majelis Wakil Cabang NU se-Jakarta Selatan di Kantor Sekretariat PCNU Jakarta Selatan di Jalan H Zainudin, Radio Dalam, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/6) malam.

Kunjungan silaturahmi dan konsolidasi ini diawali dengan khataman Al-Quran dan sembahyang tarawih berjamaah. Forum ini diisi dengan tanya jawab terkait ke-NU-an dan permasalahan ibu kota Jakarta antara pengurus MWCNU dan PWNU DKI Jakarta.

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan

“Semoga pertemuan silaturahmi ini menguatkan nahdliyin di Ibu Kota Jakarta,” kata Ketua Panitia Safari Ramadhan Ustadz H Munahar Mukhtar mengawali sambutannya.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi mengapresiasi gerakan tangkas pengurus harian NU DKI Jakarta. Menurutnya, tidak lama setelah konferensi wilayah NU pengurus baru harian NU DKI Jakarta segera melangsungkan pelantikan untuk kemudian terus menyapa cabang dan majelis wakil cabang NU di Jakarta.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Insya Allah Jakarta adem kalau pengurus NU dan nahdliyin bergerak menjalankan amanah organisasi dan menghidupkan tradisi Aswaja NU. Semoga gerakan NU Jakarta ini menjadi etalase kepengurusan NU se-Indonesia,” kata Kiai Abdurrazak.

Sebelum menyapa pengurus MWCNU se-Jakarta Selatan, H Saefullah mendata kehadiran pengurus satu per satu MWCNU. Menurutnya, Jakarta ini penuh dengan masalah.

Pengurus NU di Jakarta, menurutnya, harus kerja keras untuk membenahi Jakarta dan nahdliyin. Kiprah NU dalam pergerakan dan mengisi kemerdekaan Indonesia tidak perlu diragukan. Kini kita mesti meningkatkan pengabdian kita untuk khususnya Jakarta menjadi lebih baik.

“Kalau Pemda DKI Jakarta punya APBD, NU ini seperti kata Ketua PBNU KH Imam Aziz tidak memiliki APBN dan APBD. Tetapi berkah perjuangan para ulama kita, NU harus terus bergerak dari mana rezekinya,” kata H Saefullah disambut gelak tawa hadirin.

Menurutnya, NU sudah terbukti menerima Pancasila dan UUD 1945. Hal ini terbukti dari komitmen NU terhadap Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan ideal dan konstitusional di Indonesia. NU dalam acara formalnya selalu membawakan lagu Indonesia Raya.

Sebelum ditutup dengan doa khatmil Quran oleh KH Muhyiddin Ishaq, Ketua PWNU DKI Jakarta Dr H Saefullah menyerahkan secara simbolis wakaf Al-Quran pribadinya kepada Ketua PCNU Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi. Sebelum bubar, para hadirin membaca doa kaffaratul majlis yang dipimpin Rais Syuriyah NU Jakarta Selatan KH Lukman Hakim. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Makam, Cerita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 11 Februari 2018

Ki Ageng Anggawa, Tokoh di Balik Berdirinya Tegal

Tegal, Internet Marketer Nahdlatul Ulama 

Haul atau peringatan tahunan Ki Ageng Anggawana digelar Ahad (18/11) di Masjid Kasepuhan Ki Ageng Anggawana Desa Kalisoka Kecamatan Dukuhwaru Kab Tegal telah digelar. Turut hadir dalam kesempatan itu Plt Bupati Tegal Moch Hery Sulistyawan, melalui staf ahli bupati Masykur Sholeh, Camat Dukuhwaru Noor Alini Agustini, dan jajaran Muspika Kecamatan Dukuhwaru. 

Ki Ageng Anggawana merupakan tokoh sentral di daerah Tegal. Penyebaran Islam di tanah Tegal tidak lepas dari perjuangannya liku–liku untuk mengembangkan Islam sangatlah ia rasakan sehingga membuat kelompok–kelompok diskusi dan padepokan–padepokan untuk mencari jalan keluar terhadap persoalan yang ada.

Ki Ageng Anggawa, Tokoh di Balik Berdirinya Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ki Ageng Anggawa, Tokoh di Balik Berdirinya Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ki Ageng Anggawa, Tokoh di Balik Berdirinya Tegal

Riwayat singkat Ki Ageng Anggawana itu dibacakan oleh KH Maktub Efendi “Kita harus mengambil hikmah,” kata Maktub yang merupakan putra daerah kelahiran Kalisoka yang sekarang berdomisili di Jakarta.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya Ki Ageng Anggawana sangat berjasa dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Tegal. Ia berada di balik semua sisik melik perkembangan Islam di Tegal.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Taushiyah dalam kegiatan haul itu disampaikan oleh Wakil Wali Kota Tegal, Habib Ali Zainal Abidin. Dalam tausiyahnya dia menuturkan agar tetap berpedoman terhadap ulama, karena satu-satunya pewaris keselamatan dunia akhirat adalah ulama. Al Ulama’u warosatul anbiya ulama adalah pewaris nabi. 

“Kiai itu berkedudukan mulia, maka sudah meninggal pun banyak orang yang berdatangan berziarah,haul ini adalah bentuk kepatuhan menghargai sesepuh yang telahg berjasa besar dalam mengemban amanah,“ tuturnya. 

Lebih lanjut Habib Ali berpesan, hidup tidak harus kaya tetapi harus ada berkah karena kalau sudah berkah maka akan dilapangkan dunia akhiratnya, kuncinya ibadalah untuk mendapatkan itu semua dengan bersyukur. Tetapi tidak cukup dikatakan saja oleh lidah kita perlu tindakan tepat yaitu dengan menjalankan tuntunan Gusti Allah subhanahu wata’ ala . 

“Dadi yen urip pengin selamet dunia akhetrate kudua merek maring ulama aja tinggal maring ulama. jadi kalau mau hidup selamat dunia dan akhirat harus dekat dengan ulama jangan menjauh dari ulama. Insya Allah.” tukasnya. 

Ketua Panitia Torikin mengatakan kegiatan haul ini berkat adanya kerjasama dari berbagai kalangan antara Muspida Kabupaten Tegal dan Muspika Kecamatan Dukuhwaru serta Warga masyarakat.

Kegiatan haul Ki Ageng Anggawana diawali dengan kegiatan Santunan Yatim dan Yatim Piatu dari anak yatim yang berada di desa Kalisoka dan sekitarnya. Sebanyak 100 lebih anak yatim piatu, sebelum acara santunan dimulai, diarak mengelilingi Desa Kalisoka dan sekitarnya.

“Segenap semua pihak kami ucapkan banyak terima kasih,“ pintanya. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz TGL 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

Nganjuk, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Salah satu sumbangsih kader muda NU Nganjuk terhadap aksi-aksi dan gerakan-gerakan massif akhir-akhir ini yang mencoba merongrong kedaulatan NKRI baik dari dalam maupun dari luar adalah melakukan penanaman nilai-nilai nasionalisme sejak dini kepada para pelajar.?

Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

Agenda ini dikemas secara menarik dengan sistem Olimpiade 4 Pilar Kebangsaan Tingkat SMA, MA dan SMA se-Karisidenan Kediri serta Seminar Wawasan Kebangsaan pada Ahad, 26 November 2016 di Aula STAI Miftahul Ula Kertosono atas prakarsa kader-kader muda NU dari DPC Gemasaba Nganjuk, DKC CBP IPNU Nganjuk dan BEM STAIM Kertosono Nganjuk.?

Hadir sebagai narasumber Hj. Aisyah Lilia Agustini, DPRD Provinsi Jawa Timur dan H. Ulum Basthomi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk selaku narasumber.

Antusiasme ratusan peserta dari berbagai SMA, MA dan SMK cukup tinggi.?

Wahyu Irvana selaku Komandan CBP IPNU pada sambutannya menghimbau kepada seluruh peserta acara untuk tetap menjunjung tinggi nasionalisme dan cinta tanah air, karena sebagai santri NU, mencintai tanah air adalah sebagian dari iman.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Melalui agenda semacam ini, panitia berharap kaum muda tidak mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok anti-NKRI dan radikal. Acara ditutup dengan pembagian tropi dan hadiah kepada pemenang olimpiade. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 07 Februari 2018

Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?



Kitab-kitab kuning yang dikaji di pesantren selalu dimulai dengan bismillah, puja-puji bagi Allah SWT. Kemudian selalu menyertakan shalawat kepada sayyidina Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, pengikutnya, hingga akhir zaman. Struktur pembukaan tersebut, sama saja dalam kitab besar maupun kecil.

Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi

Dalam salah satu naskah “Hikayat Perang Sabil” yang membangkitkan semangat perang di Aceh kepada penjajah juga memiliki struktur yang sama. Dalam buku “Sastra Perang: Sebuah Pembicaraan Mengenai Hikayat Perang Sabil” karya Teuku Ibrahim Alfian mengutip salah satu naskah hikayat tersebut:

Alhamdulillah khaliqul asyya, dum perkara peuneu-jeued. Rabbi. Arasy keurusi syeuruga nuraka, langèt dönya bumi beurangri. Kömdian seulaweuet saleuem hulön, ateueh Junjóngan panghulèe Nabi. Ateueh waréh sahbat sajan, dum sikeulian Muhajir Anshari.?

AJhamdulillah khaliqul asyya, segala hal ciptaan Rabbi Arasy kursi surga neraka, semua langit dunia dan bumi Kemudian selawat salam hamba, kepada junjungan Penghulu Nabi Kepada waris bersama sahabat, termasuk sekalian Muhajir Anshari

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Ketua PWNU Aceh Teungku Faisal Ali mengatakan, Aceh adalah daerah yang sangat hidup gema shalawat.?

“Sesudah shalat apa pun dan selesai kegiatan-kegiatan kalau tidak ada shalawat dianggap kurang sempurna karena fadhilah shalawat banyak sekali,” katanya ketika dihubung Internet Marketer Nahdlatul Ulama dari Jakarta, beberapa waktu lalu, ketika ditanya soal shalawat. ?

Ia menjelaskan, hal itu tidak hanya terjadi di masyarakat, kegiatan resmi pemerintah Aceh “wajib” dimulai sesudah bacaan Al-Qur’an dengan Shalawat Badar. Sesudah itu baru lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kebiasaan tersebut, menurutnya sejak islam masuk ke Aceh. “Dalam perjuangan rakyat Aceh melawan penjajah ada yang disebut dengan "Hikayat Perang Sabil" yang isinya ada shalawat. Hikayat itu berisi motivasi untuk membangun semangat melawan penjajah yang dikarang salah seorang ulama Aceh yaitu Tengku Chik Pante Kulu.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketika ditanya bagaimana sikap warga NU menghadapi orang yang membidahkan shalawat, ia menjawab, warga NU harus tahu argumen-argumen kebenaran shalawat dengan logika dan fakta Islam tempo dulu. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam, Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 31 Januari 2018

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan

Gresik, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. PC LP Gresik berhasil menyelenggarakan Pemilihan Pelajar Teladan 2013. Acara yang dihelat pada 25-26 Mei 2013 di SMA Hidayatussalam, Lowayu, Dukun, Gresik itu diikuti 442 peserta dari 16 MWC Ma’arif di Kabupaten Gresik dari berbagai jenjang pendidikan.

Peserta yang mengikuti PPT ke-35 ini adalah hasil seleksi dari siswa terbaik yang diadakan oleh pengurus MWC LP Ma’arif di setiap kecamatan. Dalam seleksi itu, setiap MWC Ma’arif memilih 3 pelajar putra putri dari setiap jenjang pendidikan mulai dari MI/SD, SMP/MTs dan MA/SMK/SMA.

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan

”Jadi PPT ini adalah pemilihan tingkat kabupaten yang diikuti wakil terbaik dari masing-masing MWC,” kata Ketua PC LP Ma’arif Gresik H Ismail Syarif.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kegiatan PPT tingkat kabupaten yang dilaksanakan selama 2 hari dimulai dari tanggal 25 dan 26 Mei 2013. Pada hari pertama diadakan seleksi tes tulis untuk peserta dari lembaga pendidikan formal (MI/SD, MTs, SMP, SMA/SMA, MA). Materi tes tulis yang dimulai pukul 13.00 sampai pukul 16.00 WIB itu mengujikan 4 kompetensi, yaitu agama, ke-Nu-an, bahasa dan pengetahuan umum. Pada hari pertama itu, acara PPT ke-35 ini dimeriahkan kirab dengan diiringi drumband. Selain itu ada juga bazar Fatayat Ranting Lowayu, Dukun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada malam harinya, diselenggarakan pembukaan yang dihadiri Arifin Junaidi Ketua PP LP Ma’arif NU. Pada acara itu juga hadir, Ketua PCNU Kab. Gresik, H Khusnul Chuluq, Kepala Dispendik Gresik Nadlif. Dewan Pakar LP Maarif Gresik Chusaini Mustas dan  Ketua LP Maarif Gresik Ismail Syarif, serta semua pengurus MWC Ma’arif NU se-Kabupaten Gresik.

Pada hari kedua, acara bertambah padat, karena seleksi PPT diikuti oleh seluruh peserta baik untuk pendidikan formal maupun non formal (TPQ dan Madin). Untuk pendidikan formal mengikuti tes pidato, KIR, presentasi dan kreatifitas sesuai dengan jenjang pendidikannya.

Redaktur: Mukafi Niam 

Reporter : Choiruddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

Khofifah Dirayu Gabung ke PPP

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Hasrat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi partai besar di Indonesia yang berbasis NU tak terbendung lagi. Berbagai langkah dilakukan pimpinan PPP agar hajat partai berlambang Ka’bah itu terwujud. Salah satunya dengan merayu bekas Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) MPR yang juga Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.

Rayuan tersebut dilontarkan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) dalam acara ulang tahun Muslimat NU ke-61 dan GP Ansor ke-73, di alun-alun Kota Jombang, Jawa Timur Ahad (4/3) kemarin. Di hadapan warga Nahdiyin (warga Nahdatul Ulama) tampak Menteri Koperasi dan UKM itu duduk berdampingan dengan Khofifah. Dalam kesempatan itu, SDA mencoba melamar politisi PKB itu untuk masuk ke dalam partainya.

Rayuan tersebut di sambut gelak tawa para hadirin, termasuk anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Saifullah Yusuf yang telah lebih dulu masuk PPP.  SDA mengatakan bahwa hal itu hanya ajakan sebagai kawan lama, karena Khofifah pernah di partainya. “Saya dan Khofifah kawan lama,” katanya singkat.

Khofifah Dirayu Gabung ke PPP (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Dirayu Gabung ke PPP (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Dirayu Gabung ke PPP

’’Ansor dan Muslimat harus selalu progresif dalam setiap perjuangannya. Begitu juga untuk urusan politik. Jejak pemuda energik seperti Gus Ipul ini bisa ditiru. Artinya tidak ada salahnya jika afiliasi politik Anda disalurkan lewat PPP,” serunya saat menyampaikan sambutan.

Ajakan mantan Ketua Umum Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang kini menjabat Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) ini disampaikan berkali-kali kepada peserta gerak jalan sehat. Saifullah sendiri hanya tersenyum melihat semangat Suryadharma. “Lha kok jadi acara kampanye, sudah nanti keburu siang. Ayo dimulai acara jalan sehatnya,” celetuk keponakan Gus Dur tersebut memotong pidato Surya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj yang ikut hadir dalam acara tersebut menilai manuver yang dilakukan pimpinan PPP tersebut sebagai hal biasa. Menurut dia, persoalan politik adalah urusan masing-masing individu, serta tidak bisa dipaksakan.

“Kalau memang acara ini jadi ajang kampanye, ya tidak masalah.Yang jelas, kader NU telah mengerti mana partai yang harus mereka ikuti,” katanya. Dia menampik acara tersebut sebagai upaya untuk menggiring kader Ansor dan Muslimat untuk masuk dalam gerbong PPP. Terkait kehadirannya, Said menolak disebut sebagai dukungan terhadap PPP.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dia mengaku hadir karena murni ingin bersilaturahmi dengan kader-kader NU yang ada di bawah. “Kader NU itu cukup unik. Hampir di semua partai politik banyak massa NU, baik di PKB, PPP, Golkar, atau bahkan PDI Perjuangan. Dan ini tidak perlu dipersoalkan. Sebab, mereka memiliki alasan sendiri-sendiri. Sayyidina Ali dan Muawiyah saat itu juga berbeda. Tapi tidak ada persoalan, to,” ujar Said mencontohkan.

Sementara Khofifah mengaku datang bersama Saifullah dan Suryadharma semata-mata karena alasan organisasi dan pertemanan. Apalagi, acara tersebut merupakan acara Muslimat. ‘’Sudahlah jangan kait-kaitkan kedatangan saya ini dengan urusan politik. Saya ingin konsentrasi ngurusi Muslimat. Jadi jangan dialihkan ke persoalan partai.Terkait kedatangan saya bersama pak Surya, itu karena kami teman sejak lama,” tandasnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan musikus Franky Sahilatua yang ikut hadir dalam acara itu. Pencipta lagu-lagu balada yang sebelumnya dekat dengan PKB dan Gus Dur tersebut mengaku sekadar ingin reuni dengan Saifullah, bukan untuk pindah haluan politik

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sebelum mendapat lamaran tersebut, Khofifah sempat mendapat teguran keras dari DPP PKB, bahkan sudah diancam direcall, karena pernah menyatakan tertarik hijrah kembali ke partai berlambang Ka’bah itu. Khofifah tercatat sebagai anggota PPP pada periode 1992 hingga 1998.

Meski begitu, anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PPP Saifullah Yusuf yang akrab dipanggil Gus Ipul, yang hadir pada perayaan itu punya pandangan lain, dia merasa yakin jika Khofifah akan menyambut lamaran ketua umumnya dengan bergabung ke PPP.

”Kalau lamaran kaya begini (duduk berdekatan) sudah, tinggal nunggu maharnya saja,” celetuk Gus Ipul yang disambut gelak tawa SDA dan Khofifah. (gp-ansor)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kisah Terpilihnya Gus Dur dengan Metode Ahlul Halli

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Sebagai lembaga tersendiri, ahlul halli wal aqdi juga pernah dibentuk dan digunakan oleh PBNU di muktamar ke-27 NU di Situbondo tahun 1984 diluar institusi yang sudah diatur oleh Anggaran Dasar NU. Saat itu, situasi perpecahan melanda jamiyah NU, karena muncul pembelahan antara kubu Situbondo dan Kubu Cipete, dan muktamirin kemudian menyetujui dibentuknya ahlul halli wal aqdi yang akan memilih pemimpin NU. 

Awalnya, dalam situasi genting perpecahan dua kubu itu, KH Idham Chalid yang mewakili Kubu Cipete membuat usulan tertulis agar pemilihan dilakukan secara aklamasi, dan pemilihan formatur secara komplet diserahkan kepada KH As’ada Syamsul Arifin.

Kisah Terpilihnya Gus Dur dengan Metode Ahlul Halli (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Terpilihnya Gus Dur dengan Metode Ahlul Halli (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Terpilihnya Gus Dur dengan Metode Ahlul Halli

Usulan KH Idham Chalid itu tidak menjadi arus dominan muktamirin, karena kejadiannya sangat mengejutkan. Tiba-tiba ketika muktamirin akan memulai pemilihan, KH As’ad Syamsul Arifin yang pesantrennya digunakan sebagai tempat muktamarl dan menjadi pemimpin pendiri NU yang masih hidup, melangkah maju dan mengatakan kepada muktamirin bahwa ia akan membentuk komisi yang terdiri dari 6 orang yang akan memutuskan komposisi kepemimpinan baru NU. Muktamirin kemudian menyetujui inisiatif ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Para anggota ahlul halli yang berjumlah 6 orang ini adalah KH Ali Maksum, KH Syansuri Badawi, KH Masykur, KH Ali Hasan Ahmad, KH Romli, dan KH Roffi Mahfudz. Mereka kemudian memilih KH Achmad Siddiq sebagai rais aam PBNU dan KH Abdurrahman Wahid sebagai ketua umum tanfidziyah. Keputusan ini diterima muktamirin, meskipun tentu saja ada yang tidak puas terutama dari kubu Cipete, tetapi tidak sampai membelah NU. Jamiyyah NU akhirnya bisa mengatasi kemungkinan perpecahan yang dalam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Di sini tampak sekali, ahlul halli dalam masyarakat NU memiliki dua arti, sebagai institusi khusus dengan nama ahlul halli wal aqdi dan ahlul halli wal aqdi sebagai fungsi yang dijalankan oleh syuriyah, dan juga bisa diterapkan untuk kekuasaan pemerintah yang sah. Peralihan dari fungsi ke institusi terjadi ketika fungsi ahlul halli wal aqdi dalam syuriyah belum juga berhasil mengatasi persoalan yang ada, maka dibentuklah institusi tersendiri benama ahlu halli wal aqdi karena situasi dan kejadian yang genting. sumber: Ensiklopedi NU (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 15 Januari 2018

PMII Jatim Lepas 1.000 Kader Peserta PKD

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Di lapangan UIN Sunan Ampel jalan A Yani Surabaya, Ketua PKC PMII Jatim Ahmad Junaidi secara simbolis melepas sebanyak 1.000 kadernya asal UIN Sunan Ampel, Kamis (17/4) petang. Dalam Pelatihan Kader Dasar (PKD) tiga hari berikutnya, mereka akan mendalami nilai-nilai pergerakan PMII.

Mereka berasal dari lima rayon PMII di masing-masing fakultas, Ushuluddin, Adab, Syariah, Tarbiyah, dan Dakwah. Mereka akan mengikuti proses kaderisasi formal secara intensif di lokasi berbeda mulai Jumat hingga Ahad (17-20/4).

PMII Jatim Lepas 1.000 Kader Peserta PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jatim Lepas 1.000 Kader Peserta PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jatim Lepas 1.000 Kader Peserta PKD

Lokasi PKD bagi Rayon PMII Fakultas Dakwah ditempatkan di Balai Diklat PWNU Jatim, Pasuruan. Sedangkan kader PMII Fakultas Ushuludin di Pacet. Kader PMII Fakultas Adab di Batu, Malang.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pelepasan ini disaksikan sejumlah senior, antara lain Guru Besar Sejarah Islam Abdul Haris, mantan Bendahara PMII Jatim Suis Qoim Abdullah, Ketua PC PMII Surabaya Ahmad Zahiruddin, dan beberapa alumni.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ahmad Zahirudin dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi atas spirit pengurus Komisariat PMII UIN Sunan Ampel dalam mencetak dan menyiapkan 1000 kader PMII dalam waktu bersamaan.

"Ini momen luar biasa, bertepatan dengan kelahiran PMII 17 April," kata Zahiruddin.

Sementara Ketua Kopri Rayon PMII Ushuluddin Nisa Izzati menyatakan, pelaksanaan PKD kali ini sengaja bertepatan dengan tanggal kelahiran PMII. Tujuannya, mengais semangat awal pendirian PMII serta menghargai jasa besar para pendiri.

"Ini penting agar kader PMII tidak kehilangan akar sejarah," ujarnya di sela pelepasan. (Abdul Hady JM/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 13 Januari 2018

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri

Pati, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Program unggulan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan menjadikan desa sebagai penyangga kekuatan ekonomi negara, perlu didukung dengan langkah kongkret meningkatkan sumber daya warga desa. Inilah yang saat ini, menjadi konsentrasi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Sekolah Tinggi Agama Islam Mathaliul Falah (Staimafa), Pati, Jawa Tengah.

Dalam rangka menyiapkan konsep dan program strategis untuk transformasi masyarakat desa, Staimafa menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) untuk mengawal isu desa dan mempersiapkan proyek percontohan (pilot project) desa mandiri. Kegiatan FGD Kajian Desa dan Agraria, PMI Staimafa, diselenggarakan pada Senin (4/5), dengan menghadirkan narasumber Ketua PBNU, Drs H Imam Aziz. 

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri

Ketua Staimafa, KH Abdul Ghoffar Rozien, MEd mengungkapkan, bahwa sudah menjadi kewajiban bersama untuk mengawal isu desa, sebagai program transformasi sumber daya masyarakat. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Selama ini, Staimafa melalui Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dan Lembaga Penelitian (P3M) mendorong transformasi sumber daya warga desa. Ke depan, kita ingin berkontribusi lebih serius dan mendetail, untuk mengawal isu desa agar memiliki manfaat maksimal. Dengan penelitian, pengajaran dan pengabdian masyarakat, menjadi tugas Staimafa untuk membantu mendorong terlaksananya program desa yang bermanfaat,” ungkap Rozien.  

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Agenda yang diselenggarakan di ruang meeting kampus Staimafa ini, membincang topik utama, ‘Peran Perguruan Tinggi dan Ormas untuk Transformasi Sumber Daya Desa”. Dalam agenda ini, Imam Aziz menegaskan tentang problem penting yang menjadi konsentrasi dari Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi, yakni persoalan tentang pengembangan masyarakat yang terfokus pada isu kewilayahan, dan isu strategis tentang pengembangan ekonomi warga desa. 

“Isu kewilayahan ini memang menjadi problem mendasar dari kebijakan politik Kabinet Kerja. Persoalan kepemilikan tanah, antara warga, pengusaha dan lembaga negara, menjadi permasalah mendasar yang rawan konflik. Ini terjadi tidak hanya di Jawa, tapi juga di wilayah luar Jawa, semisal Lampung, Kalimantan dan beberapa kawasan lain,” ungkap Imam Aziz. 

Selain itu, Imam Aziz menyoroti tentang pentingnya kualitas sumber daya warga desa. Ia mengatakan bahwa sudah saatnya sumber daya masyarakat desa ditingkatkan agar mampu bersaing dalam peta ekonomi nasional maupun internasional. 

“Saat ini, yang paling penting adalah bagaimana mengintegrasikan potensi ekonomi desa, sebagai sumber daya lokal, dengan ekonomi nasional maupun internasional. Intinya, bagaimana agar produk desa itu juga terkoneksi secara tersistem dengan pasar nasional dan internasional. Dalam hal ini, kita perlu belajar ke Tiongkok dan Korea Selatan untuk membangkitkan ekonomi warganya,” terang Imam Aziz. 

Di negara Tiongkok, tambah Imam Aziz, usaha-usaha kecil berbasis rumah tangga punya orientasi untuk masuk ke pasar ekspor. Sementara, di Korea, negara punya kekuatan untuk membendung industri asing agar tidak menjadikan negara sebagai pasar. Inilah yang kemudian membuat perekonomian Tiongkok dan Korea Selatan dapat maju. 

Imam Aziz memberikan dorongan, bahwa sudah saatnya akademisi dan aktivis ormas berperan dalam transformasi desa. “Kampus dan ormas dapat berperan bersama-sama dalam mengawal isu desa, agar tidak hanya terjebak pada isu anggaran, akan tetapi pada subtansi pemberdayaan warganya,” tegas Imam Aziz. 

Sementara, Ketua Jurusan PMI, Sri Naharin, MSi menyatakan akan menjalin kerjasama dengan Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi, Universitas Gadjah Mada dan Pemkab Pati untuk mengawal isu desa agar dapat terwujud sebagai program kongkret. 

“Staimafa memiliki sumber daya yang siap mengawal pelatihan skill profesional untuk pendamping desa, pembentukan BUMDes dan penyiapan konsep E-Village untuk transformasi desa. Kita sudah mulai dengan riset dan pendampingan masyakat, serta menyiapkan pilot project desa mandiri,” terang Naharin. (Aziz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Makam, Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 05 Januari 2018

Orang-Orang Miskin yang Pergi Haji (1)

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Orang-orang miskin yang pergi beribadah haji ke Tanah Suci agaknya bukan hanya ada dalam sinetron seperti "Mak Ijah Pengen ke Mekkah" atau "Tukang Bubur Naik Haji".

Bahkan, di Jawa Timur pada musim haji 2013 ada tukang becak, juru parkir, pemulung, pedagang rongsokan, loper koran, dan sebangsanya yang menunaikan ibadah haji.

Orang-Orang Miskin yang Pergi Haji (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang-Orang Miskin yang Pergi Haji (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang-Orang Miskin yang Pergi Haji (1)

Agaknya, cara yang ditempuh orang-orang miskin untuk bisa bertandang "Rumah Allah" (Baitullah) di Masjidilharam atau ke "Rumah Nabi" di "Roudloh" (Masjid Nabawi) itulah yang menarik direnungkan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Misalnya, Abdullah bin Saiful Hadi (57), bapak dua anak serta tiga cucu asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang berangkat bersama Kloter 62/Surabaya pada tanggal 8 Oktober 2013.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Abdullah yang hanya lulusan SD itu bisa mewujudkan niatnya menyempurnakan Rukun Islam yang kelima dalam kurun waktu hampir 26 tahun.

Sejak remaja, dia memang sudah terbiasa dengan kehidupan yang cukup keras sebab orang tuanya tidak mampu membiayai sekolahnya walau Abdullah akhirnya bisa sekolah dengan gratis karena ada yang membiayainya.

Sepulang sekolah, Abdullah mencari "rupiah" dengan menjadi pengayuh becak. Namun, sejak 1987 selalu menyisihkan uangnya hasil jerih payahnya sebagai pengayuh becak dan kuli panggul di Pasar Mangli Jember untuk mewujudkan keinginannya ke Tanah Suci itu.

Bayangkan, setiap hari uang yang disisihkan Abdullah dalam tabungannya hanya sekitar Rp10.000 hingga Rp20.000, kecuali hari Ahad karena toko-toko yang ada libur.

Dengan kesabaran dan ketekunannya, Abdullah mendaftarkan dirinya ke bank untuk mendapatkan nomor porsi pada tahun 2009 kendati sejumlah rekannya sering mengolok-olok dirinya.

"Penghasilan sebagai tukang becak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, saya bersama almarhumah istri tetap menyisakan uang receh sisa dari belanja kebutuhan keluarga untuk ditabung," paparnya.

Saat itu, hanya tersisa sekitar Rp17 juta karena sering diambil untuk kebutuhan yang mendadak, termasuk menikahkan anaknya.

Untuk bisa mendapat porsi haji pada tahun itu harus tersedia dana Rp20 juta, maka akhirnya ditambahi tabungan milik istrinya Rp3 juta sehingga mencukupi.

Guna memenuhi kekurangan biaya haji diikhtiarkan dengan mengikuti arisan di kampungnya, yaitu Dusun Klanceng, Kecamatan Ajung, Jember.

"Saya sangat bersyukur akhirnya bisa berangkat haji. Di depan Ka’bah, saya doakan almarhumah istri yang telah meninggal dunia pada tahun 2011, serta memohon rezeki lancar dan barokah serta haji yang mabrur," tuturnya.

Menabung Sejak 2008

Cerita yang tak jauh berbeda juga dialami Djumain, seorang juru parkir motor di pertokoan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang tergabung dalam Kloter 44 yang berangkat ke Tanah Suci pada tanggal 2 Oktober 2013.

Dengan meneteskan air mata seolah tak percaya, dia menceritakan tentang bagaimana mewujudkan niatnya untuk bisa menunaikan Rukun Islam yang kelima.

Keseharian dirinya sebagai seorang juru parkir motor tentu sangatlah sulit dibayangkan bisa berangkat haji walaupun dibantu istrinya, Sulismani, yang menerima pesanan kue-kue.

"Akan tetapi, Allah berkehendak lain, tiba-tiba saya tergerak untuk selalu menyisihkan penghasilan saya yang sekitar Rp700 ribu setiap bulan untuk sebagian dimasukkan tabungan haji sejak 2008," ucap penderita polio sejak kecil itu.

Selang setahun, dengan bantuan saudara-saudaranya, dia pun langsung mendaftarkan diri untuk bisa mendapatkan nomor porsi berangkat haji, sampai pada saat pelunasan pun mampu terpenuhi walaupun cukup bersusah payah untuk semua itu.

Padahal, pada tahun 2011, Djumain yang bapak dari empat anak itu mengalami kecelakaan saat mengendarai motor akibat tertabrak mobil. Dia pun tidak sadarkan diri dan siuman saat sudah berada di RSSA Malang.

"Kaki dan tangan saya patah dan kaki kanan saya harus dipen serta tangan kiri dengan perawatan selama 20 hari. Alhamdulillah, saya tetap bisa berangkat bersama istri walaupun harus menggunakan tongkat penyangga untuk berjalan," tukasnya.

Di Mekah, dia berdoa untuk rumah tangga yang sakinah mawadah wa rohmah, rezekinya lancar dan barokah, dan pendidikan anak yang masih kuliah lancar serta ilmunya bermanfaat bagi keluarga dan negara.

Ikhtiar yang tidak jauh berbeda juga dilakukan Sutika bin Marwapi (42), yang berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2012.

Warga asal Desa Cangkring Baru, Kecamatan Jenggawah, Jember yang berprofesi sebagai pedagang di Pasar Jenggawah itu mengaku dirinya berasal dari keluarga miskin, lalu dirinya merantau ke Bali untuk bekerja.

"Di Bali, pikiran saya terbuka untuk berdagang dan saya mengumpulkan uang untuk menunaikan ibadah haji agar saya tidak malu di hadapan keluarga, lalu saya mendaftarkan haji pada tahun 2008 dan akhirnya ditakdirkan berangkat pada hari Senin (15/10/2012)," ujarnya. (bersambung). (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah, Hikmah, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sholawat Nariyah Bergema di Kota Tidore Kepulauan

Tidore, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober PW NU Maluku Utara bersama Pondok Pesantren Harisul Khairaat Tidore mengelar Pembacaan 1 Milyar Shalawat Nariyah, Sabtu (21/10). Acara dihadiri oleh Kemenag, Kapolda, dan Dandim 1505 Kota Tidore Kepulauan.

Sholawat Nariyah Bergema di Kota Tidore Kepulauan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sholawat Nariyah Bergema di Kota Tidore Kepulauan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sholawat Nariyah Bergema di Kota Tidore Kepulauan

Pembacaan Shalawat Nariyah dipimpin Ketua PCNU Kota Tidore Kepulauan KH An’im Fatahna Jabir. Irama gema sholawat terlihat menambah semangat sedikitnya 900 orang yang hadir.

Kapolres Tidore Azhari Juanda dan Dandim 1505 Tidore Letkol Inf Harrisal Ismail Sumbing kembali mempertegas semangat patriotisme kepahlawan para santri terdahulu dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Orasi Kebangsaan disampaikan langsung oleh Ketua PW NU Maluku Utara KH Sarbin Sehe.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Hari Santri telah ditetapkan oleh negara sebagai penghargaan atas sejarah perjuangan para santri yang turut mempertahankan bangsa Indonesia dari penjajahan. Maka ini menjadi tugas kita bersama seluruh eleman bangsa termaksud santri untuk bisa menyelesaikan persoalan kebangsaan yang akhir-akhir ini merongrong semangat kebangsaan kita,” kata Kiai Sarbin.

Menurutnya NKRI telah final dan tugas kita adalah menjaga persatuan bangsa kita tetap utuh. (Aish Doank/Kendi Setiawan)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 31 Desember 2017

KMNU IIUM Meluas Jadi KMNU Malaysia

Kuala Lumpur, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) International Islamic University Malaysia (IIUM) kini sudah berubah nama menjadi KMNU Malaysia. Hal tersebut dilatari makin banyaknya mahasiswa di luar kampus IIUM yang ingin bergabung di KMNU.

Muhammad Robi Ulfi Zaini Tohir, ketua KMNU IIUM demisioner mengungkapkan, karena atmosfer pelajar Indonesia di setiap perguruan tinggi di Malaysia berbeda dari Indonesia, terobosan ini perlu dicanangkan guna mempermudah ruang gerak. Dengan mengubah status KMNU IIUM menjadi KMNU Malaysia, katanya, jaringan mahasiswa kader NU di Malaysia akan semakin luas.

KMNU IIUM Meluas Jadi KMNU Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU IIUM Meluas Jadi KMNU Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU IIUM Meluas Jadi KMNU Malaysia

Perbahan nama diputuskan dalam Musyawarah Besar Ke-2 KMNU IIUM pada 2 April kemarin di ADM TR 13, Gedung utama IRK, kampus IIUM, Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam forum permusyawaratan tertinggi KMNU setempat ini , hadir para anggota KMNU IIUM dan kader NU dari perguruan tinggi lainnya di Malaysia, seperti Sayyidina Ustman ELqusyairi selaku perwakilan dari Universitas Tekhnologi Malaysia (UTM), Broto Wiguna (Universitas Kebangsaan Malaysia), dan turut bergabung pula Mahfudz Arifin, perwakilan dari Universitas Terbuka (UT).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Saya berharap acara Mubes ke-2 kali ini membuahkan sebuah terobosan baru untuk kemajuan KMNU di Malaysia? pada periode mendatang”, ungkap Ali Wafa, selaku ketua sidang di forum yang juga menjadi ajang pergantian pengurus ini.

Dalam sesi pembacaan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan KMNU IIUM periode 2015-2016, para peserta Mubes menerima dan mengapresiasi dengan baik kinerja pengurus selama ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Setelah serangkaian agenda mubes usai, dan keputusan perubahan status disetujui oleh forum, acara berlanjut dengan pemilihan ketua. Sesuai hasil musyawarah mufakat, forum menetapkan Nur Alfin Mubarok ketua pertama KMNU Malaysia periode 2016-2017.

“Harapan kami, perubahan status menjadi KMNU Malaysia ini akan menciptakan perpaduan yang akan mewarnai kepengurusan KMNU periode kali ini,” tegas Alfin, mantan koordinator Publikasi dan Dokumentasi KMNU IIUM periode 2015-2016.

Broto Wiguna, mahasiswa dari Universitas Kebangsaan Malaysia mengaku sangat senang bisa ikut bergabung dalam satu wadah bersama kader-kader NU. “Kami siap berkomitmen untuk memajukan KMNU bersama di Malaysia," ujarnya. (Ali-Rofik/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Makam, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 22 Desember 2017

PCNU Sumedang Laksanakan Sima’an Al-Qur’an dan Manaqib

Sumedang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam rangka syukuran hari lahir ke-87 NU, PCNU Kabupaten Sumedang pada Kamis (31/1) melaksanakan kegiatan sima’an Al-Qur’an 30 juz dan pembacaan manaqib. Kegiatan ini dilaksanakan di Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Tanjungkerta Sumedang Jawa Barat.

Sima’an Al-Qur’an dimulai pada hari Rabu malam (30/1) ba’da isya dan selesai hari Kamis sore menjelang magrib. Para membaca Al-Qur’an merupakan pengurus Pimpinan Cabang Jam’iyyah Qurra wal Huffadz (JQH) Kabupaten Sumedang. Kamis malamnya ba’da magrib membaca do’a khotmil qur’an dan ba’da isya ada kegiatan tahlil, baca berjanji (dibaan) dan pembacaan Manaqib. Kegiatan tahlil, baca berjanji dan manaqib ini dipimpin oleh para pengurus Jam’yyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh Annahdliyyah (Jatman) Kabupaten Sumedang. Hadir dalam kegiatan ini perwakilan banom, lembaga dan lajnah yang ada di bawah PCNU Kabupaten Sumedang serta para jama’ah Nahdliyin.?

PCNU Sumedang Laksanakan Sima’an Al-Qur’an dan Manaqib (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumedang Laksanakan Sima’an Al-Qur’an dan Manaqib (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumedang Laksanakan Sima’an Al-Qur’an dan Manaqib

Ketua PCNU Kabupaten Sumedang, H Sa’dulloh dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan sima’an Al-Qur’an dan Manaqib ini harus dijadikan agenda bulanan para pengurus PC JQH dan PC Jatman Kabupaten Sumedang. ? Ia juga menegaskan bahwa JQH dan Jatman merupakan ruhnya Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu kedua banom NU tersebut harus tetap tegak dan istiqomah dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pimpinan Pesantren Al-Hikamussalafiyyah sekaligus merupakan pengurus PWNU Propinsi Jawa Barat, KH Mohammad Aliyuddin sangan menyambut baik kegiatan ini. ? Malahan ia menawarkan diri siap menjadi tuan rumah kegiatan-kegiatan seperti ini atau kegiatan-kegiatan NU yang lainnya.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ayi Abdul Kohar

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Kajian, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung

Jepara, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor kecamatan Mayong, Jepara menyelenggarakan Turnamen Bola Voli antar-Ranting se-kecamatan Mayong yang berlangsung di lapangan desa Mayong Lor, Ahad-Rabu (09-12/04).?

Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Turnamen Voli GP Ansor Mayong untuk Pererat Pemuda Antarkampung

Turnamen itu diikuti10 tim yang berasal dari club kampung yang mewakili ranting masing-masing. Thoha Mansur, ketua panitia, mengatakan, kegiatan turnamen termasuk program kerja bidang seni dan olahraga. ? “Tujuan kegiatan ini untuk memperat persaudaraan antarpemuda se-kecamatan Mayong juga dalam Harlah NU ke-94 dan GP Ansor ke-83,” kata Thoha.?

Dalam kegiatan yang memperebutkan juara 1, 2, 3 dan harapan 1 itu secara resmi dibuka ketua MWCNU Mayong, K. Mughis Nailufar. Usai pembukaan Ahad – Senin (09-10/04) adalah babak penyisihan, Selasa (11/04) babak perempat final dan Rabu (12/04) babak final.?

“Untuk uang pembinaan juara I 1.250.000, juara II 750.000, juara III 500.000 dan harapan I 250.000. Beserta diberikan piala dan piagam di masing-masing juara,” tambahnya.?

Ketua PAC GP Ansor Mayong, Ahmad Kholas Syihab menambahkan, turnamen itu memperoleh antusiasme yang luar biasa dari masyarakat luas. “Dalam setiap pertandingan kami menyiapkan sekitar 250 tiket masuk dengan harga Rp.3000. Alhamdulillah habis di setiap partai pertandingan,” sebut Syihab, bangga.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sarjana Psikologi Unissula Semarang itu berharap kegiatan bisa menyatukan pemuda desa se-kecamatan Mayong. “Kedepan bisa berprestasi lewat bidang olahraga,” harapnya lagi.?

Ketua MWCNU Mayong, K. Mughis Nailufar mengapresiasi kegiatan turnamen tersebut. Karena menurutnya Ansor mengisi kegiatan pemuda dengan hal yang positif. “Ansor kedepan bisa ngaji ya juga bisa voli, kan cakep,” seloroh kiai muda ini. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 21 Desember 2017

Saat Putra Sayyidina Umar Diejek Teman-temannya

Keluarga Khalifah Umar bin Khattab memiliki pola hidup sederhana. Saking sederhananya, konon kendati menjabat sebagai khalifah di Mekah, pakaian yang dikenakannya memiliki empat belas tambalan. Salah satunya ditambal dengan kulit kayu.

Suatu ketika usai pulang sekolah, Abdullah bin Umar menangis di hadapan ayahnya, Umar bin Khattab. Umar pun bertanya, “Kenapa engkau menangis, anakku?”

Saat Putra Sayyidina Umar Diejek Teman-temannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Putra Sayyidina Umar Diejek Teman-temannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Putra Sayyidina Umar Diejek Teman-temannya

"Teman-teman di sekolah mengejek dan mengolok-olokku karena bajuku penuh dengan tambalan. Di antara mereka mengatakan, ‘Hai Kawan-kawan, perhatikan berapa jumlah tambalan putra Amirul Mukminin itu’," ungkap Ibnu Umar dengan nada sedih.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Setelah mendengar curhatan putranya, Amirul Mukminin langsung bergegas menuju baitul mal (kas negara) dengan maksud akan meminjam beberapa dinar untuk membelikan baju anaknya. Karena tidak bertemu dengan pejabat bagian kas negara, ia pun menitipkan surat kepada penjaga kas negara tersebut yang isinya sebagai berikut:

"Dengan surat ini, perkenankanlah aku meminjam uang kas negara sebanyak 4 dinar sampai akhir bulan, pada awal bulan nanti, gajiku langsung dibayarkan untuk melunasi utangku.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

(Baca juga: Gaya Hidup Putri Rasulullah)

Setelah pejabat kas negara membaca surat pengajuan utang itu, dikirimlah surat balasan:

”Dengan segala hormat, surat balasan kepada junjungan khalifah Umar Bin Khatab. Wahai Amirul Mukminin mantapkah keyakinanmu untuk hidup sebulan lagi, untuk melunasi utangmu, agar kamu tidak ragu meminjamkan uang kepadamu. Apa yang Khalifah lakukan terhadap uang kas negara, seandainya meninggal sebelum melunasinya?

Selesai membaca surat balasan dari pejabat kas negara, Khalifah pun langsung menangis, dan berseru kepada anaknya:

“Hai anakku sungguh aku tidak mampu membelikan baju baru untukmu dan berangkatlah sekolah seperti biasanya, sebab aku tidak bisa meyakinkan akan pertambahan usiaku sekalipun hanya sesaat.” Anak itu pun menangis mendengar ujar ayahnya. (Ahmad Rosyidi)

(Disarikan dari Kitab Durrtun Nashihin fil Wadhi wal Irsyad karya Utsman bin Hasan al-Khubawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Meme Islam, Makam, Ahlussunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 20 Desember 2017

Gedung NU Majalengka Direnovasi

Majalengka, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Gedung PCNU Majalengka yang terletak di Jalan Pangeran Muhammad Cikalong Sukahaji tengah direnovasi. Pembaharuan gedung ini tengah diupayakan untuk menampung kebutuhan tempat musyawarah bagi seluruh nahdliyin.

Gedung NU Majalengka Direnovasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung NU Majalengka Direnovasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung NU Majalengka Direnovasi

Wakil Ketua PCNU Majalengka Arifin Muslim mengatakan, “Sebelumnya memang gedung ini sudah bagus. Hanya saja tidak cukup untuk berkumpul atau pun menggelar acara sekabupaten karena pengurus NU sudah hampir merata di tiap desa, belum ditambah jamaahnya lalu Banom, Lajnah dan Lembaga yang memang meminta tempat untuk ruangannya masing-masing.”

Saat ditemui Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Arifin sedang memantau para pekerja memperbaiki gedung, Sabtu, (17/1) siang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Saat ini memang kami masih kurang biaya. Namun, atas dasar niat dan tekad kami mencoba sekuat tenaga untuk berusaha memperbaiki gedung tersebut," tambahnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara Ketua PCNU Majalengka KH Harun Bajuri mengatakan, pihaknya bersama seluruh pengurus cabang akan mengusahakan mencari donatur yang siap meringankan beban biaya perbaikan gedung NU untuk kemaslahatan nahdliyin.

Kiai Harun berharap semoga sebelum Hari Raya idul Fitri gedung ini bisa dipakai seluruh nahdliyin karena letak bangunannya diperbesar, baik itu untuk tempat bermusyawarah dan kegiatan lainnya. (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Budaya, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 03 Desember 2017

Di Makassar, NU Kaji Islam Nusantara dan Strategi Internasionalisasi

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Acara Pra-Muktamar Ke-33 NU terus berlanjut setelah dua pekan lalu diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Rabu (22/4), giliran Makassar menjadi tuan rumah dengan materi pembahasan seputar Islam Nusantara.

Tema Islam Nusantara pernah didiskusikan di Jakarta 10 April lalu bersama Komunitas Gusdurian sebagai bagian dari rangkaian acara menyambut Muktamar Ke-33 NU pada Agustus mendatang di Jombang, Jawa Timur, yang mengusung tema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”.

Di Makassar, NU Kaji Islam Nusantara dan Strategi Internasionalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Makassar, NU Kaji Islam Nusantara dan Strategi Internasionalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Makassar, NU Kaji Islam Nusantara dan Strategi Internasionalisasi

Berdasarkan undangan yang disebar panitia, diskusi pra-muktamar di Makassar yang bakal digelar sehari penuh ini dibagi dalam dua sesi dengan dua pokok kajian, yakni “NU dan Kekayaan Khazanah Islam Nusantara” dan “Strategi Internasionalisasi NU sebagai Khazanah Islam Nusantara”.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Beberapa narasumber yang bakal hadir antara lain pakar ushul fiqh yang juga Katib Syuriah PBNU KH Afifuddin Muhajir, guru besar filologi Islam UIN Jakarta Oman Fathurrahman, sejarawan Agus Sunyoto, pakar tasawuf KH Mustafa Mas’ud, Prof DR Azhar Ibrahim Alwee dari National University of Singapore, dan Rais Syuriah PWNU Sulsel Anregurutta Sanusi Baco.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan? Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo juga dijadwalkan mengisi acara para acara pembukaan.

Sejumlah tamu dari berbagai cabang NU di wilayah Indonesia bagian timur, juga rombongan dari PBNU, telah melakukan registrasi di lokasi acara, di Wisma Haji Sudiang Makassar, Sulawesi Selatan, sejak Selasa (21/3) ini. Mereka akan bermalam hingga acara selesai, Kamis nanti. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tokoh, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 19 November 2017

Yayasan Bhakti Beri Ansor Waykanan Penghargaan Sam Ratulangi

Waykanan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?



Sebagai apresiasi atas sejumlah kiprah positif dilakukan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan, Lampung, Yayasan Bhakti Baradatu akan memberikan organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) di daerah itu penghargaan Sam Ratulangi.

Yayasan Bhakti Beri Ansor Waykanan Penghargaan Sam Ratulangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Yayasan Bhakti Beri Ansor Waykanan Penghargaan Sam Ratulangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Yayasan Bhakti Beri Ansor Waykanan Penghargaan Sam Ratulangi

Ketua Yayasan Bhakti Baradatu Markus Tri Cahyono, di Blambangan Umpu, Kamis (9/3), menyatakan, kiprah Ansor di Waykanan dipimpin aktivis Gusdurian Gatot Arifianto bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, seperti aktif mendorong diskusi kebangsaan lintas iman.

"Gerakan semacam itu sebelumnya jarang dilakukan di Way Kanan, sekarang menjadi cukup intens dilakukan Pemuda Ansor, mulai dari Riungan Kebangsaan, Festival Bhineka Tunggal Ika, Jagongan Ramik Ragom hingga Saresehan Kesetiaan Pancasila dengan merangkul Pemuda Khatolik, Pemuda Hindu, organisasi kepemudaan lain, termasuk para pelajar," ujar dia lagi.

Upaya tersebut menurut Markus, merupakan upaya nyata Pemuda Ansor dalam mengawal dan bergerak mengampanyekan keberagaman di daerah bermotto Ramik Ragom (Beragam) ini.

"Pemuda Ansor Waykanan juga aktif mendorong sejumlah gerakan sosial seperti donor darah, filantropi pendidikan Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional yang mendorong anak kurang mampu memasuki Perguruan Tinggi Negeri. Pada intinya, kiprah-kiprah tersebut positif. Dan kami mengapresiasi langkah-langkah Pemuda Ansor," kata dia lagi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penghargaan Sam Ratulangi akan diberikan Yayasan Bhakti Baradatu untuk PC GP Ansor Waykanan beserta 10 ribu bibit ikan nila dan emas bersamaan pembukaan kegiatan Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor ke enam di Gedung PCNU, jalan lintas Sumatera, Kampung Tiuhbalak I, Kecamatan Baradatu, Jumat 10 Maret 2017 pukul 13.00 WIB.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk diketahui, Dr Sam Ratulangi merupakan Pahlawan Nasional berkeyakinan Nasrani. Semasa hidupnya, ia selalu bergerak mengedepankan kepentingan masyarakat dan membawa perubahan positif bagi publik.

Pemilik nama lengkap Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi itu terkenal dengan falsafahnya, "si tou timou tumou tou" yang berarti "manusia hidup untuk menghidupkan manusia lain".

"Kami menilai kiprah Ansor Waykanan sejalan dengan falsafah tersebut," papar Markus. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam, Nahdlatul Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock