Rabu, 24 Juni 2009

Ada Agenda Neoliberalisme dalam Pembuatan Film Pesantren

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kalangan umat Islam yang diwakili oleh Nahdlatul Ulama (NU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bereaksi keras terhadap pemutaran film Perempuan Berkalung Sorban (PBS) yang menceritakan kekerasan yang terjadi di dunia pesantren tradisional terhadap kaum hawa, yang didramatisasi dalam film tersebut.

Saat ini memang banyak orang berharap ada film yang berlatar belakang pesantren, karena merupakan bentuk pendidikan Islam paling awal. Tetapi kemudian orang sangat kaget ketika berbagai film yang berlatar belakang pesantren bukan untuk mengangkat citra pesantren, sebaliknya? justeru untuk menyerang tradisi pesantren dan merusak citra lembaga pendidikan Islam itu.

Ada Agenda Neoliberalisme dalam Pembuatan Film Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Agenda Neoliberalisme dalam Pembuatan Film Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Agenda Neoliberalisme dalam Pembuatan Film Pesantren

Menurut Ketua Yayasan Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Hesti Prabowo (Wowok), hal itu bisa dipahami bahwa penulisan terhadap dunia pesantren selama ini ampir seluruhnya dibiayai oleh kelompok neo-liberal.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Termasuk penulisan novel PBS yang dikerjakan oleh Abidah ini juga proyek dari Ford Foundation yang diberikan pada Fatayat NU Yogyakarta. Novel itu dikerjakan oleh orang? modernis yang tidak mengerti pesantren NU bahkan tidak senang terhadap pesantren NU, sehingga berusaha menjelek-jelekkan keadaan pesantren salaf.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Walaupun terjadi diskriminasi di pesantren tetapi penggambaran yang seperti itu hanya mengada-ada untuk mencari efek dramatis dari novel yang ditulis. Celakanya hal-hal itulah yang diangkat ke layer film.

Tentu saja hal itu menurut Wowok yang juga anggota pengurus pusat Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi) NU sangat menyenagkan pihak yang punya program, yaitu bos-bos kapitalis neoliberal.

”Pesantren sebagai benteng pertahanan Islam dan kebangsaan memang selalu merisaukan neo-liberal, karena itu harus dirongrong dari dalam melalui berbagai program, pelatiha hak asasi msnuisa, pengembangan manajemen pesantren dan termasuk program penguatan gender,” katanya.

Maka novel dan film PBS itu adalah agenda neoliberal yang bertujuan mendobrak keutuhan doktrin pesantren. Celakanya film fitnah semacam ini tidak bisa dilarang, hanya saja pemirsa harus disadarkan bahwa semuanya itu fitnah dan mengadada, oleh orang yang tidak memiliki tradisi pensatren dan sengaja digunakan orang lain untuk menggempur tradisi dan ajaran pesantren.

Ditambahkan, saat ini diperlukan film yang mampu mengangkan citra pesantren pesantren, bukan sebagai sarang perbudakan dan juga bukan sebagai sarang teoris, sebagaimana digambarkan secara tidak senonoh dalam novel itu. (mdz)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kami ada untuk indonesia, Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock