Senin, 10 Juli 2017

Meski Sakit, Masih Ucapkan ‘Selamat Natal’

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Seminggu menemani sang bapak menjelang wafatnya tentu merupakan saat-saat paling mengesankan bagi seorang anak dan keluarganya. Terlebih bagi keluarga mantan Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Karena itu putri terakhir Gus Dur ,Inayah Wahid mencatat apa saja yang terjadi menjelang wafatnya sang bapak sejak 24-30 Desember 2009 itu di RSCM.

Inayah melihat meski kondisi Gus Dur terus mengkhawatirkan ketika itu, namun begitu teman-temannya dari Kristiani datang menjenguknya, bapak masih mengucapkan ‘Selamat Natal’. “Ucapan itu persis pada tanggal 25 Desember,”tutur Inayah dalam sambutan atas nama keluarga pada haul Gus Dur di Ciganjur, Kamis (30/12) malam.<br />

Meski Sakit, Masih Ucapkan ‘Selamat Natal’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Sakit, Masih Ucapkan ‘Selamat Natal’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski Sakit, Masih Ucapkan ‘Selamat Natal’

Hadir antara lain Ketua MK Mahfudz MD, Wakil Ketua MPR RI M. Lukman Hakim Saifuddin, KH. Aziz Masyhuri, Akbar Tanjung, Rizal Ramli, Jaya Suprana, Gus Yusuf Khudori, jajaran pengurus PBNU dan ribuan umat Islam yang mengikuti pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Dr H A Husnul Hakim dari Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Inayah, dalam detik-detik wafatnya Gus Dur itu, ada seseorang yang selama ini ‘menyakiti ‘ bapak mau menjenguknya, tapi kami sekeluarga menolak. “Sampai kami berkali-kali menyatakan tidak boleh masuk ruangan. Bapak pun akhirnya mendengar, dan menanyakan siapa yang datang? Akhirnya bapak mempersilakan orang itu masuk,”cerita Inayah sedih.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Anehnya, orang itu seperti tanpa dosa, padahal selama ini menganggap bapak seperti tidak ada bahkan disakitinya. Tapi, Inayah tidak menyebut siapa orang dimaksud.

Selain itu Inayah meyakinkan jika banyak orang bertanya tentang dirinya apa benar anaknya Gus Dur, “Bahwa saya adalah benar anaknya Gus Dur. Setidaknya begitulah pengakuan bapak. Saya yang tidak tahu politik dan hanya bisa membuat puisi untuk bapak dan sudah saya bacakan pada Muktamar III PKB Gus Dur,”ujarnya yang disambut tawa ribuan hadirin itu.

Juga ada orang bilang untuk apa acara haul? Mereka menilai Gus Dur sudah lebih bahagia dan tenang di alam sana, sehingga haul ini tidak ada manfaatnya?

“Saya tegaskan bahwa haul ini untuk yang masih hidup. Untuk mengenang jasa-jasa perjuangan Gus Dur yang tidak mengenal menyerah dan tanpa takut pada siapapun. Dan, kami siap melanjutkan perjuangan bapak. Dari pada membicarakan pemerintah yang sibuk untuk mencari keuntungannya sendiri,”tutup Inayah dengan senyum.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tokoh, Ahlussunnah, Sholawat Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kami ada untuk indonesia, Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock