Sabtu, 15 April 2017

Gus Mus: Diperlukan Ngaji Agama Lagi

Semarang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Karut-marut persoalan yang membelit bangsa ini, seperti halnya merebaknya praktik mafia di semua bidang, merupakan akibat terkoyaknya karakter bangsa di tengah gelombang kapitalisme. Para pemimpin yang semestinya menjadi imam bagi masyarakat gagal memberikan teladan, baik perkataan maupun perbuatan.



Gus Mus: Diperlukan Ngaji Agama Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Diperlukan Ngaji Agama Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Diperlukan Ngaji Agama Lagi

Kondisi bangsa ini cenderung mengarah pada ”karakter Kurawa” dalam dunia pewayangan. Oleh karena itu, bangsa ini perlu mengkaji ulang makna konsep tujuan beragama dan hidup di dunia ini.

Hal itu disampaikan Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH A Mustofa Bisri atau Gus Mus, Sabtu (27/11/2010), dalam seminar ”Revitalisasi Peran Agama dan Budaya sebagai Asas Pembangunan Karakter Bangsa” yang diselenggarakan Badan Litbang dan Diklat Agama di Kota Semarang, Jawa Tengah. Pembicara lain adalah Guru Besar Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Damardjati Supadjar. Seminar dibuka Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abdul Djamil.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Kondisi bangsa yang memprihatinkan tak bisa lain kecuali dihadapi dengan mengkaji ulang makna kehidupan beragama kita. Apakah yang kita yakini benar selama ini sudah benar atau kebenaran itu hanya dalam batas anggapan kita?” kata Gus Mus yang juga pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah.

Gus Mus mengatakan, dalam tradisi Jawa, hidup di dunia sekadar mampir ngombe, menumpang minum. Dahulu di bagian depan rumah-rumah orang Jawa selalu ada sumur dan kendi berisi air minum. Maknanya, tamu siapa pun bisa mencuci muka atau minum dengan cuma-cuma. Dalam kehidupan yang makin kapitalis, bangsa ini kehilangan orientasi. Terjadi disorientasi, baik yang diajarkan oleh agama maupun makna soal kehidupan itu sendiri. (WHO/KC)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai, Syariah, Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kami ada untuk indonesia, Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock