Selasa, 28 Februari 2017

Munim DZ: Reformasi Politik Membawa Agenda Revolusi Budaya

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Gelombang reformasi politik di Indonesia yang berlangsung semenjak akhir 1990-an telah mengubah orientasi budaya nasional ke dalam sistem budaya universal yang digerakkan oleh globalisasi dan berorientasi pada kepentingan pasar.

Demikian disampaikan Wakil Sekjen PBNU H Abdul Munim DZ saat menyampaikan gagasan terkait pematangan RUU kebudayaan di ruang rapat Fraksi PKB DPR RI Senayan, Jakarta, Jum’at (29/11).

Munim DZ: Reformasi Politik Membawa Agenda Revolusi Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Munim DZ: Reformasi Politik Membawa Agenda Revolusi Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Munim DZ: Reformasi Politik Membawa Agenda Revolusi Budaya

Gelombang baru itu telah menafikan tradisi dan tata nilai bangsa Indonesia. “Tanpa disadari dalam reformasi diam-diam telah terjadi revolusi, yaitu revolusi sosial dan revolusi budaya,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia menyontohkan, masyarakat Indonesia yang sangat komunal, kekeluargaan dan dilandasi semangat gotong royong, pelan-pelan telah berubah menjadi masyarakat yang individualistis dan saling bersaing.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Di bidang pendidikan, menurut Mun’im, para akademisi Indonesia saat ini sangat tergantung pada berbagai produk pemikiran dari luar.

“Bisa kita lihat bagaimana bangsa kita ini sangat rakus mengunyah pemikiran dan teori serta agenda-agenda yang datang dari luar, di saat yang sama mencampakkan prestasi bangsa sendiri,” katanya.

Padahal jauh sebelum Indonesia merdeka, para aktivis dan cendekiawan telah merumuskan strategi budayawan. Ki Hajar Dewantara misalnya menekankan bahwa pengembangan kebudayaan harusnya seimbang antara kontinuitas dengan budaya lama dan konvergensi budaya baru dari luar.

“Budaya dari luar boleh diambil, tetapi secara selektif dan harus diolah terlebih dahulu tetapi melalui proses asimilasi sehingga relevan dengan kondisi masyarakat. Dari situ kemudian terjadi konsentris atau penyatuan menjadi budaya yang utuh dan padu dengan budaya nasional,” tambahnya.

Menurut, mantan peneliti LP3ES, inilah budaya yang dirumuskan secara kreatif dan proporsional seperti yang dicita-citakan oleh Bung Karno yang disebut sebagai kebudayaan yang sesuai dengan kepribadian nasional.

“Ini juga sesuai dengan pandangan Ahlussunnah wal Jama’ah al-muhafadhotu alal qamimis shalih wal akhdzu bil jadidil aslah, mempertahankan budaya lama yang bagus dan relevan serta mengambil budaya yang lebih bagus dan relevan,” tambahnya.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kami ada untuk indonesia, Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock