Kendal, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Patebon kabupaten Kendal bersama Dewan Kesenian Kendal meperingati maulid Nabi Muhammad SAW dengan pelbagai kegiatan mulai dari sema’an 30 juz Al-Quran, imtihan awwal TPQ 06 An-Nur Margosari. Sementara puncak peringatan maulid diisi dengan pementasan rebana, pembagian pohon, dan pengajian teaterikal bersama KH Amin Budi Harjono di halaman TPQ NU 06 An-Nur, Ahad (4/1) malam.
| Muludan, Ansor Patebon Gelar Budaya Pengajian Teaterikal (Sumber Gambar : Nu Online) |
Muludan, Ansor Patebon Gelar Budaya Pengajian Teaterikal
Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW Ulul Azmi mengatakan, selain pembacaan maulid Simthud Durror juga ada beragam acara. Kegiatan puncak gelar budaya pengajian teaterikal diisi oleh musik sholawat dan puisi oleh Dewan Kesenian Kendal, Sedulur Caping Gunung Kendal, Penyair Sebumi Kelana Siwi Kristyaningtyas dan Narti Rikha, Penyair Semarang.?Peringatan maulid ini dihadiri jajaran pengurus PAC Ansor Patebon, Pengurus Dewan Kesenian Kendal, MWCNU Patebon, dan jamaah pengajian yang memadati halaman. Hujan yang menguyur, tidak mengurangi semangat mereka untuk memperingati puncak peringatan maulid Nabi Muhammad, Ahad (4/1) malam.
Internet Marketer Nahdlatul Ulama
“Semoga kegitan ini bisa menumbuhkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad dan memahami kearifan budaya lokal. Sebab, sekarang ini banyak akidah yang tidak sesuai dengan kearifan NU yang telah lama membumi ke masyarakat,” tutur Ketua Ansor Patebon Sukarto.Internet Marketer Nahdlatul Ulama
Sementara Kiai Budi Harjono membagikan pohon dan caping kepada para jamaah. Ia berpesan kepada mereka untuk nandur, menanam pohon. Sebab Indonesia merupakan paru-paru dunia. Sementara caping gunung merupakan tanda bahwa bentuk lingkaran sebagai manifestasi perwujudkan kehidupan ini. sedangkan lambang gunung menjadi puncak hubungan manusia dengan Allah Swt.“Kita adalah bangsa yang beradab. Semua aktivitas terkait-paut dengan puncak hubungan dengan Allah, ungkapan sehari-hari yang terucapkan seperti ealah, oalah, ndelalah, walah. Ungkapan yang telah membudaya tersebut sebagai bentuk Illah yakni selalu berhubungan langsung dengan Allah,” ucap Kiai yang akab dipanggil dengan sebutan Kiai Budi. (Lukni Maulana/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama
