Brebes, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Bila santri menulis, maka akan mengalir deras. Dalam menulis, Santri leluasa seperti tidak ada skat pembatas dalam penuangan ide kreatif. Terbukti, mayoritas penulis dari kalangan santri lebih cerdas, lincah dan cermat dalam menulis. Tak ayal, berbagai karya dari penulis berlatar belakang santri, bertebaran di bumi Indonesia, mewarnai jagat kepustakaan Indonesia.
| Bila Santri Menulis, Mengalir Deras (Sumber Gambar : Nu Online) |
Bila Santri Menulis, Mengalir Deras
“Telah bertebaran karya-karya santri di muka bumi Indonesia, salah satunya buku ini” kata Wakil Bupati Brebes H Agung Widiyantoro SH MSi saat launching buku Sebaiknya Anda Tahu (SAT) Karya Wakil Rais Syuriyah PCNU Brebes KH Syeh Sholeh Muhammad Basalamah, di Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, Kec. Jatibarang Brebes, Ahad (5/12)Namun demikian, kata Agung, baru ada satu buku edisi lux yang ditulis oleh putra Brebes. Apalagi ditulis oleh seorang Kiai, ulama muda berbakat KH Syeh Sholeh Muhammad Basalamah. Setidaknya, karya Syeh Sholeh, mampu meneguhkan tradisi menulis bagi masyarakat Brebes.
Internet Marketer Nahdlatul Ulama
“Mudah-mudahan buku ini mampu mendorong para alim, ulama dan santri Brebes khususnya, lebih produktif menulis,” harap Agung.Internet Marketer Nahdlatul Ulama
Agung mengapresiasi positif terhadap buku SAT ini. Karena materi tulisan berisi sendi-sendi kehidupan masyarakat. Dia mengaku telah membaca buku semalaman dan terkesan pada tulisan halaman 13, dengan sub tema : penyesalan meninggalkan hidup baik.”Kalau saja, Saya sudah menyesal meninggalkan hidup baik sejak dulu, mungkin sekarang Saya tidak hanya jadi bupati, tapi sudah jadi gubernur atau presiden,” ujar Agung.
Dia juga menyoroti halaman 165, bahwa orang yang suka tersenyum adalah manusia yang paling dicintai Allah. Sedang di halaman 170, Agung juga merasakan betapa nasehat ini perlu dicamkan dalam pribadinya, yakni janganlah menyelidiki kekurangan orang lain. Termasuk bagaimana menyikapi makna sesungguhnya kalau tanah lebih baik daripada api. Dari godaan setan ini, api dianggap lebih mulia padahal itu bohong. Maka janganlah mengikuti ajakan setan.
“Dalam pepatah jawa mengatakan, aja cedak karo kebo gupak, Jangan mendekati kemungkaran karena akan terkena lumpur dosa,” ujar Agung.
Selaku aparatur pemerintah, dia berjanji, bahwa Pemerintah Kabupaten Brebes akan memberikan penghargaan yang layak kepada para Penulis Brebes yang produktif. “Bentuknya, kita bicarakan lebih lanjut,” janji Wabup.
Bisa jadi, sambungnya, Pemkab memfasilitasi lounching bersama-sama, atau buku tersebut dibeli untuk memenuhi kelengkapan perpustakaan daerah. “Yang jelas, kami berupaya merangsang tradisi menulis di Kabupaten Brebes,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agung membeli 50 eksemplar dan langsung dihadiahkan kepada seluruh undangan. Secara simbolis, buku setebal 607 halaman itu dibagi kepada 9 perwakilan, dari unsur PCNU, Eksekutif, TNI, Penyair, Wartawan, Santri, Ibu rumah tangga, dan lainnya.
Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah (Setda) Brebes Drs Atmo Tan Sidik menilai, terbitnya Buku SAT memberikan ghirah bagi penulis Brebes. Dari total jumlah penduduk Brebes yang mencapai 1,7 juta, ternyata tidak ada 17 penulis yang mampu menerbitkan buku. Artinya tradisi menulis di Kabupaten Brebes masih kering.
Sang Penulis KH Syeh Sholeh Muhammad Basalamah usai launching kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama menuturkan, kalau dirinya selain berdakwah juga hobi menulis. Dengan menulis, dakwah lebih luas dimanfaatkan oleh umat. Dakwah bil lisan hanya sebatas majelis taklim yang hanya puluhan ribu saja.
“Namun bila dalam bentuk bil kalam, orang se Indonesia bahkan lintas generasi, bisa memanfaatkan tulisan ini,” tutur Syeh Sholeh yang Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Jatibarang Kidul, Kec. Jatibarang Brebes itu.
Syeh Soleh mengaku tidak ada kesulitan dalam proses kreatifnya, termasuk dalam segi pemasaran. Bahkan, kini banyak penerbit yang ingin menerbitkan buku-buku yang dia karang. Meski demikian dia berprinsip pada niatan awal yakni menulis untuk dakwah. Sehingga karya-karyanya ingin bermanfaat dunia akherat, ingin umat Islam berubah lebih baik. “Insya Allah, Saya akan terus menulis, sebab masih banyak yang pelu dituilis,” pungkasnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Rais Syuriyah PC NU Brebes KH Aminudin Mashudi, Jajaran Rais dan Tanfidziyah PCNU Brebes, Para ulama, sastrawan, santri dan undangan lainnya. (was).Dari Nu Online: nu.or.id
Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama
