Jumat, 02 September 2011

Agus Sunyoto: Simbol Bulan Bintang Sudah Dipakai Umat Islam Sejak Lama

Malang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Belakangan, bermunculan statement dan tayangan-tayangan di televisi bahwa simbol bulan bintang merupakan ciri khas bangsa Romawi, yakni, pengejawantahan dari dewa Apollo dan Atemis.?

Penggunaan bendera dengan bergambarkan keduanya adalah syirik dan menyerukan bendera yang benar-benar menunjukkan agama Islam adalah sebagai mana yang dicontohkan Arab Saudi bertuliskan “Laa Ilaaha Illa Allah, Muhammadar Rasulullah”, dan menegaskan bahwa Rasulullah juga melakukan demikian.

Agus Sunyoto: Simbol Bulan Bintang Sudah Dipakai Umat Islam Sejak Lama (Sumber Gambar : Nu Online)
Agus Sunyoto: Simbol Bulan Bintang Sudah Dipakai Umat Islam Sejak Lama (Sumber Gambar : Nu Online)

Agus Sunyoto: Simbol Bulan Bintang Sudah Dipakai Umat Islam Sejak Lama

Sejak masa Umayyah dan Muhammad el-Fatih, simbol bulan dan bintang sudah digunakan. Muhammad el-Fatih menaklukkan Konstantinopel dengan membawa bendera bulan dan bintang, semua itu bukan tanpa maksud.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Bulan dan bintang adalah penggambaran makhluknya Dzat yang satu” terang Agus Sunyoto di Pesantren Global, Rabu (17/4).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebelumnya, mata uang ? era ? Arab Sassanians dibawah Umar bin Ubaydillah bin Mi’mar yang menjadi Gubernur Fars, tahun 686 M, yaitu 54 tahun setelah Rasulullah Saw wafat, sudah mencantumkan lambang bulan sabit dan bintang, mata uang zaman Umayyah, tahun 760 M sudah menggunakan lambang bergambar bulan dan bintang, mata uang perak setengah dirham pada masa Sulayman menjadi gubernur Tabaristan dibawah Khilafah Abbasiyah tahun 784 M juga menggunakan lambang bulan sabit dan bintang, perhiasan-perhiasan kalung pada era kekuasaan Fatimiyyah di Mesir, abad 11, sudah ? menggunakan lambang bulan sabit dan bintang. Simbol keduanya sudah digunakan orang-orang muslim pada zamannya, bukan terpengaruh kepercayaan paganisme.

Agus Sunyoto juga menegaskan, dalam al-Qur’an juga terdapat surah al-Qomar dan an-Najm. Bukan berarti mengkultuskan bulan dan bintang sebagai Tuhan, namun sebagai makhluk Tuhan.?

“Bulan dan bintang adalah simbol tunggal yang tidak bisa dihubungkan dengan dewa-dewa lain” tegas penulis novel Sufi Desa vs Wahabi Kota ini.

Berkenaan dengan sunnah Rasul, bedera dan beberapa atribut yang dikenakan Nabi, lelaki paroh baya ini membantah jika nabi dulu menggunakan bendera yang bertuliskan lafadz yang disebutkan diatas.

Pengasuh pesantren Global tersebut mengatakan bendera yang pakai oleh nabi berwarna hitam, putih, dan hijau tanpa ada lafadz apapun.?

“Jadi ketika hendak mengeluarkan pernyataan terkait sunnah, silahkan membaca sejarah “sirah Nabawi” dan beberapa buku yang valid dulu, sehingga tidak ditertawakan Arkeolog sedunia” tandasnya.

Lelaki yang tengah menulis buku terkait Ronggowarsito ini mengharap, masyarakat muslim tidak terkecoh dengan statement-statement yang tidak berlandaskan literatur yang benar, dan hanya membenarkan golongan-golongannya saja yakni wahabi, yang dengan mudah menyatakan haram dan kafir.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kami ada untuk indonesia, Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock