Senin, 01 Juni 2009

Hasyim: Seleksi Pimpinan KPK Rawan Kepentingan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menilai proses seleksi pimpinan KPK rawan diwarnai tarik-menarik kepentingan.



Hasyim: Seleksi Pimpinan KPK Rawan Kepentingan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Seleksi Pimpinan KPK Rawan Kepentingan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Seleksi Pimpinan KPK Rawan Kepentingan

Hasyim mengaku pesimistis jika seleksi tersebut akan menghasilkan pimpinan yang mampu menjadikan KPK sebagai lembaga yang kuat. "Baru lolos dari seleksi, pemilihannya oleh Presiden, proses pemilihan di DPR, semuanya pasti ada saling pengaruh," kata Hasyim Muzadi di sela acara tasyakuran enam tahun International Conference of Islamic Scholars (ICIS) di Jakarta, Ahad (27/6).

Dikatakannya sebagai lembaga yang disepakati untuk memberantas korupsi, seharusnya KPK disterilkan dari berbagai pengaruh dan dilindungi dari upaya pelemahan agar bisa bekerja optimal. "Keberadaan KPK sudah lumayan daripada tidak ada sama sekali. Jangan sampai dilemahkan," kata Sekretaris Jenderal ICIS tersebut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dikatakannya dalam kondisi kuat saja, KPK tidak akan mampu memberantas korupsi seperti yang diharapkan, apalagi jika dalam kondisi lemah. Menurut dia, jika mau jujur, sebenarnya pemberantasan korupsi di Indonesia, yang sudah mengurat dan mengakar, tidak cukup ditangani oleh institusi setingkat komisi, namun dibutuhkan sebuah gerakan nasional yang langsung dipimpin oleh kepala negara.

"Komisi Pemberantasan Korupsi yang ada sekarang ini hanya cukup untuk menangkap koruptor, tapi tidak cukup memberantas korupsi," kata pengasuh pesantren mahasiswa Al Hikam di Malang dan Depok itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dikatakannya, beberapa negara sukses menekan tingkat korupsi karena pemberantasannya dilakukan melalui gerakan nasional, bukan membebankannya pada sebuah komisi, yang bagaimana pun memiliki keterbatasan dan rawan tarik-menarik kepentingan. (ant/mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kami ada untuk indonesia, Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock